Anda di halaman 1dari 12

Akuntansi Keperilakuan: Rangkuman Materi SAP 2

Tinjauan terhadap Ilmu Keperilakuan dalam Perspektif Akuntansi


Dosen: Dr. Anak Agung Gde Putu Widanaputra, S.E., M.Si., Ak.
Senin. 18 September 2017

OLEH KELOMPOK 8

Ketut Ita Diantari 1506305043

Ni Ketut Ari Susanti 1506305044

Pande Putu Biantari Darmayanti 1506305052

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...............................................................................................................................i

PEMBAHASAN........................................................................................................................1

2.1. Aspek Keperilakuan pada Akuntansi...............................................................................1

2.2. Mengapa Mempertimbangkan Aspek Keperilakuan pada Akuntansi..............................2

1 Akuntansi adalah tentang Manusia..................................................................................2

2 Akuntansi adalah tentang Tindakan ................................................................................3

2.3 Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntansi Keperilakuan................................................3

2.4 Dimensi Akuntansi Keperilakuan.....................................................................................4

1 Lingkup Akuntansi Keperilakuan ...................................................................................4

2 Aplikasi dari Akuntansi Keperilakuan.............................................................................5

2.5 Persamaan dan Perbedaan Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi Keperilakuan...................5

KESIMPULAN..........................................................................................................................8

DAFTAR ISI..............................................................................................................................9

i
Tinjauan terhadap Ilmu Keprilakuan dalam Perspektif Akuntansi

2.1. Aspek Keprilakuan pada Akuntansi


Menurut Schiff dan Lewin (1974) ada lima aspek penting dalam akuntansi
keperilakuan, yaitu: Teori Organisasi dan Keperilakuan Manajerial, Penganggaran dan
Perencanaan, Pengambilan Keputusan, Pengendalian, dan Pelaporan Keuangan. Kelima
aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut,
a. Teori Organisasi dan Keperilakuan Manajerial
Teori organisasi modern mempunyai perhatian dalam menjelaskan perilaku
komponen entitas perusahaan sebagai dasar untuk memahami tindakan dan motif-
motif mereka. Secara lebih spesifik, teori organisasi modern berkonsentrasi pada
perilaku pengarahan tujuan organisasi, motivasi, dan karakteristik penyelesaian
masalah. Tujuan organisasi dipandang sebagai hasil dari proses mempengaruhi
dalam organisasi, penentuan batas-batas dalam pengambilan keputusan, dan peranan
dari pengendalian internal yang diciptakan oleh organisasi.
b. Penganggaran dan Perencanaan
Fokus dari area ini adalah formulasi tujuan organsiasi dan interaksi perilaku
individu. Keselarasan antara tujuan individu dengan tujuan organisasi menjadi
rerangka manajerial mengembangkan organsasi.
c. Pengambilan Keputusan
Fokus dalam bidang ini adalah teori-teori dan model-model tentang pengambilan
keputusan. Ada teori normatif, paradoks, dan model deskriptif dalam pengambilan
keputusan. Teori normatif adalah bagaimana seharusnya orang mengambil
keputusan. Paradoks adalah sesuatu yang bertentangan dengan teori normatif,
sedangkan model deskriptif menjelaskan apa yang terjadi ketika orang mengambil
keputusan berdasarkan fakta-fakta empiris yang ada. Informasi yang digunakan
untuk pengambilan keputusan tetaplah informasi akuntansi.
d. Pengendalian
Aspek pengendalian sangat penting dalam organisasi. Pengendalian selalu
dihubungkan dengan pengukuran kinerja dan adaptasi individu terhadap
pengendalian. Lingkungan pengendalian berada pada level dasar dan merupakan
prasyarat dari komponen-komponen lainnya. Dengan kata lain, kalau lingkungan
pengendalian dapat berjalan baik dan sehat, maka akan mempermudah pelaksanaan
komponen yang lainnya. Lingkungan pengendalian merefleksikan sikap dan
kesadaran menyeluruh seluruh organisasi mengenai pentingnya pengendalian intern
organisasi.
1
e. Pelaporan Keuangan
Aspek keperilakuan dalam pelaporan keuangan meliputi perilaku perataan laba dan
keandalan informasi akuntani dan relevansi informasi akuntansi bagi investor.
Perataan laba adalah bagian dari manajemen laba yang disebabkan oleh pihak
manajemen mempunyai informasi privat untuk kepentingan dirinya. Dalam
pelaporan keuangan yang perlu diperhatikan adalah antara format/bentuk sama
pentingnya dengan isi yang disajikan/yang dilaporkan, karena seseorang bisa
terpengaruh dengan perbedaan format, padahal memiliki isi yang sama.

2.2. Mengapa Mempertimbangkan Aspek Keperilakuan pada Akuntansi


Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) merupakan bagian dari disipilin
akuntansi yang mempelajari tentang hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi.
Jadi, terdapat tiga pilar utama Akuntansi Keperilakuan yaitu: perilaku manusia, akuntansi,
dan organisasi. Oleh karena itu akuntansi keperilakuan sering dikatakan sebagai bidang studi
yang mempelajari aspek manusia dari akuntansi (human factors of accounting). Dalam
perkembangan selanjutnya bahkan diperluas lagi sampai bagaimana akuntasi dan masyarakat
saling mempengaruhi, sehingga aspek sosial dari Akuntansi (social aspect of accounting)
juga sering dimasukkan sebagai bagian dari Akuntansi Keperilakuan.
Peningkatan ekonomi pada suatu organisasi dapat digunakan sebagai dasar dalam
memilih informasi yang relevan terhadap pengambilan keputusan. Saat ini, keterampilan
matematis telah berperan dalam menganalisis permasalahan keuangan yang kompleks.
Demikian pula halnya dengan kemajuan dalam teknologi computer akuntansi yang
memungkinkan informasi dapat tersedia dengan cepat. Namun, tidak peduli dengan
kecanggihan prosedur akuntansi yang ada, informasi yang dapat disediakan pada dasarnya
bukanlah tujuan akhir. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu mencegah orang untuk
menyadari bahwa tujuan akhir jasa akuntansi organisasi bukan sekedar teknik yang
didasarkan pada efektifitas dari pelaksana segala prosedur akuntansi, tetapi juga bergantung
pada perilaku orang-orang didalam perusahaan, baik sebagai pemakai maupun pelaksana,
dipengaruhi oleh informasi yang dihasilkannya
1. Akuntansi adalah tentang manusia
Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan faktor social secara jelas didesain
dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh system akuntansi. Akan tetapi dalam
penerapannya selama ini, belum pernah ada yang melihatnya dari sudut pandang
semacam itu, dan para akuntan belum pernah ada yang mengoperasikan perilaku pada

2
sesuatu yang vakum. Para akuntan membuat beberapa asumsi secara berkelanjutan
mengenai bagaimana mereka membuat orang termotivasi, bagaimana mereka
menginterpretasikan dan menggunakan informasi akuntansi, serta bagaimana agar
system akuntansi mereka sesuai dengan kenyataan manusia dan mempengaruhi
organisasi. Jika akuntan berhubungan denngan efektivitas danprosedur perusahaan
secara luas, maka mereka juga selayaknya memonitor ketepatan asumsi yang bersifat
kontradiktif terhadap apa yang mereka lihat dalam realitis perusahaan.
Berdasarkan pengalaman dan praktik banyak manajer dan akuntan telah
memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar aspek manusia dalam tugas mereka.
Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi masih dihadapkan pada
berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan penerimaan
seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan. Pertanggungjawaban dan
pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil laporan mereka dan
bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas organisasi.
Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak di inginkan
terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika
semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas.
2. Akuntansi adalah tindakan
Dalam organisasi semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan guna
mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada besarnya porsi
tanggungjawab dan rasa tanggungjawab anggota tersebut terhadap pencapaian tujuan
organisasi. Pencapaian tujuan dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu
bentuk tanggungjawab anggota organisasi dalam memenuhi keinginannya untuk
mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

2.3. Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntansi Keperilakuan


Fokus para akuntan pada masa lalu hanya terbatas pada pengukuran pendapatan dan
biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu. Pengukuran pendapatan
dan biaya yang mereka pelajari untuk mencapai kinerja tersebut selanjutnya akan digunakan
untuk memprediksi masa depan perusahaan atau organisasi. Para akuntan sering mengabaikan
fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia, dan kinerja masa
lalu itu sendiri merupakan suatu factor yang akan mempengaruhi perilaku di masa depan.
Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi harus
diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita individu yang

3
saling berhubungan dalam organisasi. Para akuntan keprilakuan memusatkan perhatian
mereka pada hubungan antara perilaku dan system akuntansi. Mereka menyadari proses
akuntansi melibatkan ringkasan dari sejumlah kejadian ekonomi makro yang dihasilkan dari
perilaku manusia dan akuntansi itu sendiri, serta dari beberapa factor yang dapat
memengaruhi perilaku, yang pada gilirannya secara bersama-sama akan menentukan semua
keberhasilan peristiwa ekonomi.

2.4. Dimensi Akuntansi Keperilakuan


Akuntansi biasanya hanya terpusat pada pelaporan informasi keuangan. Selama
beberapa decade terakhir, para manajer dan akuntan professional mulai menyadari kebutuhan
akan tambahan informasi ekonomi yang dihasilkan oleh system akuntansi. Oleh karena itu,
informasi ekonomi dapat ditambah dengan tidak hanya melaporkan data-data keuangan saja,
melainkan juga data-data non keuangan yang terkait dengan proses pengambilan keputusan.
Berdasarkan kondisi ini, wajar jika akuntansi sebaiknya memasukkan dimensi-dimensi
keperilakuan dari berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh system
akuntansi.
A. Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang mencangkup
pengumpulan, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan informasi keuangan. dengan
demikian dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia sekaligus juga dengan
desain, konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien.
Denngan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi,
akuntansi keperilakuan mencerminkan dimensi social dalam suatu organisasi. Ruang
lingkup akuntansi keprilakuan sangat luas yang meliputi:
1. Aplikasi dari konsep ilmu keperilakuan terhadap desain kontruksi sistem
akuntansi.
2. Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi.
3. Dengan cara mana informasi diproses untuk membantu pengambilan
keputusan
4. Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-
perilaku para pemakai data
5. Pengembangan strategi untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-cita
serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian data.

Sedangkan secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga
bidang besar yaitu:
4
1. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi, dan penggunaan
system akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai kaitan dengan
sikap dan filosofi manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi
yang berfungsi dalam organisasi.
2. Pengaruh system akuntansi terhadap perilaku manusia. Bidang dari akuntansi
keperilakuan ini berkenaan dengan bagaimana system akauntansi memengaruhi
motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja, serta kerja sama.
3. Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia.
Bidang ketiga dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai hubungan dengan cara
system akuntansi digunakan sehingga memengaruhi perilaku.

B. Aplikasi dari Akuntansi Keperilakuan


Tujuan akuntansi keperilakuan adalah mengukur dan mengevaluasi factor-faktor
keperilakuan yang relevan dan mengomunikasikan hasilnya guna pengambilan
keputusan internal dan eksternal. Tanpa informasi keperilakuan ini, laporan akuntansi
tidak lengkap sehingga data yang relevan untuk pengambilan keputusan seluruhnya
tidak tersedia. Informasi dimensi keperilakuan merupakan pelengkap dari data
keuangan perusahaan yang memungkinkan pengambilan keputusan ekonomis dengan
pandangan yang lebih komprehensif terhadap organisasi.

2.5. Persamaan dan Perbedaan Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi Keperilakuan


Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan
manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan
akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi
keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Oleh
karena itu, ilmuan keperilakuan terlibat dalam riset terhadap aspek-aspek teori motivasi,
kepuasan social maupun bentuk sikap. Sementara itu, para akuntan keperilakuan menerapkan
unsur-unsur khusus daari riset atau teori terrsebut untuk menghasilkan hubungan dengan
situasi akuntansi yang ada. Namun, para akuntan keperilakuan tidak akan mempelajari
seluruh aspek tersebut karena sebagian berada diluar batasan-batasan akuntansi. Meskipun
demikian, temuan studi antropologi membuktikan relevansi dalam menjelaskan hubungan
antara orang-orang dan system akuntansi sehingga para akuntan keperilakuan perlu
mempertimbangkannya dengan saksama.
Perbedaan antara akuntan keperilakuan dan ilmuwan keperilakuan terletak diluar
persamaan permukan mereka. Akuntansi adalah sebuah profesi, dan menjadi akuntan berarti

5
dilatih untuk berlatih dan bertindak secara professional. Pelatihan ini berbeda dari
pengalaman yang seluruhnya diperoleh dari observasi ketika ingin menjadi ilmuan.
Perbedaan antara akuntan keperilakuan dan ilmu keperilakuan dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.

Tabel 2.a Perbedaan antara Akuntan Keperilakuan dan Ilmu Keperilakuan

AKUNTANSI ILMUWAN
KEPERILAKUAN KEPERILAKUAN
PERBEDAAN
1. Area keahlian Keutamaan akuntansi; Keutamaan ilmu social;
pengetahuan dasar dari tidak ada pengetahuan
ilmu sosial akuntansi
2. Kemampuan mendesain dan Bukan merupakan elemen Elemen kunci dalam
melaksanakan proyek utama dalam pelatihan pelatihan
keperilakuan
3. Pengetahuan dan pemahaman Elemen kunci dalam Bukan merupakan
terhadap pekerjaan organisasi pelatihan elemen utama dalam
bisnis secara umum dan system pelatihan
akuntansi secara khusus
4. Orientasi Profesional Ilmiah
5. Pendekatan masalah Praktik Teoritis dan Praktik
6. Fungsi Melayani klien, Ilmu lanjutan dan
menasehati manajemen pemecahan masalah
7. Kepentingan dalam ilmu Terbatas terhadap Terbatas terhadap
keperilakuan akuntansi terkait bidang disiplin yang luas dalam
ilmu keperilakuan

Berdasakan tabel diatas dapat kita ketahui bahwa ketika akuntan keperilakuan dan
ilmuan keperilakuan memiliki kemampuan yang sama terhadap pendekatan akuntansi yang
berkaitan dengan dilema organisasi baik akuntan keperilakuan dan ilmuan keperilakuan
memainkan peran yang berbeda, bahkan saling melengkapi, dalam memecahkan masalah.
Akuntan keperilakuan memahami struktur dan fungsi dari system akuntansi serta orang-orang
yang terkait didalamnya dengan lebih baik. ilmuan keperilakuan memiliki pandangan yang
mendalam terhadap keseluruhan dinamika organisasional dan pengembangan dari pola
keperilakuan. Secara bersamaan, keduanya dapat bekerja sama memilih metode riset dalam

6
analisis data dan penulisan laporan. Padangan dari lmuwan keperilakuan akan mendominasi
ketika masuk dalam dalam pembahasan mengenai metode riset. Selain itu, ilmuwan
keperilakuan akan lebih mampu menganalisis data ilmu social secara teknis. Bagian dari data
yang berhubungan dengan system akuntansi dan implikasinya terhadap efisiensi operasional
terlihat jelas dalam domain akuntan keperilakuan.

KESIMPULAN

Tinjauan terhadap ilmu keperilakuan dalam perspektif akuntansi yaitu Akuntansi adalah
tentang manusia, maksudnya manusia dan faktor social secara jelas didesain dalam aspek-
aspek oprasional utama dari seluruh system akuntansi. Perspektif yang kedua yaitu Akuntansi
adalah tindakan, dalam hal ini tindakan yang dimaksud adalah semua anggota mempunyai
peran yang harus dimainkan dalam organisasi guna mencapai tujuan organisasi.
7
Lingkup serta sasaran hasil dari akuntansi keperilakuan yaitu perhatian para akuntan
yang dipusatkan pada hubungan antara perilaku dan sistem akuntansi. Hal ini karena proses
akuntansi melibatkan ringkasan dari sejumlah kejadian ekonomi makro yang dihasilkan dari
perilaku manusia dan akuntansi itu sendiri, serta dari beberapa factor yang dapat
memengaruhi perilaku, yang pada gilirannya secara bersama-sama akan menentukan semua
keberhasilan peristiwa ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Suartana. 2010. Akuntansi Keperilakuan, Yogyakarta:

8
Aris. 2013. Tinjauan Terhadap Keperilakuan dalam Perspektif Akuntansi.

http://aristiyan.blogspot.co.id/2013/03/tinjaauan-terhadap-keperilakuan-dalam.html. Akses 14
September 2017

Dwi. 2015. Akuntansi Keperilakuan 1.

http://www.academia.edu/9848535/Akuntansi_Keperilakuan_1. Akses 14 September 2017

Shandi. 2015. Makalah Akuntansi Perilaku - Pengantar.

https://www.slideshare.net/SandhiAkbar/makalah-akuntansi-perilaku-48380947. Akses 14
September 2017

Anonim. 2012. Aspek-aspek Penting dalam Akuntansi Keperilakuan.


http://keuanganlsm.com/aspek-aspek-penting-dalam-akuntansi-keperilakuan/. Akses 14
September 2017