Anda di halaman 1dari 16

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Oleh Seksi Gizi

INISIASI Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan
mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu).

Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI
saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun,
dan mencegah anak kurang gizi.

Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi
menyusu dini sebagai tindakan ‘penyelamatan kehidupan’, karena inisiasi menyusu dini dapat
menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. “Menyusui satu jam
pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator
global. Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga
diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun
masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut,
sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkualitas,“ ujar Ibu Negara pada
suatu kesempatan.

Tahap-tahap dalam Inisiasi Menyusu Dini

1. Dalam proses melahirkan, ibu disarankan untuk mengurangi/tidak menggunakan obat


kimiawi. Jika ibu menggunakan obat kimiawi terlalu banyak, dikhawatirkan akan terbawa ASI
ke bayi yang nantinya akan menyusu dalam proses inisiasi menyusu dini.
2. Para petugas kesehatan yang membantu Ibu menjalani proses melahirkan, akan melakukan
kegiatan penanganan kelahiran seperti biasanya. Begitu pula jika ibu harus menjalani operasi
caesar.
3. Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan vernix (kulit
putih). Vernix (kulit putih) menyamankan kulit bayi.
4. Bayi kemudian ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit
ibu. Untuk mencegah bayi kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan topi. Kemudian, jika
perlu, bayi dan ibu diselimuti.
5. Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu
ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat
untuk mencari puting susu ibunya.
6. Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan dibantu untuk
mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat
mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi.
7. Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses
menyusu pertama selesai.
8. Setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi
vitamin K dan tetes mata.
9. Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung memungkinkan ibu menyusui
bayinya kapan saja si bayi menginginkannya, karena kegiatan menyusu tidak boleh dijadwal.
Rawat-gabung juga akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dengan bayinya, bayi jadi
jarang menangis karena selalu merasa dekat dengan ibu, dan selain itu dapat memudahkan ibu
untuk beristirahat dan menyusui.
Manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu

1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan
kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko kematian karena hypothermia
(kedinginan).
2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi
lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian
energi.
3. Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri
baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas
dari lingkungan.
4. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat
kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi
ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan.
5. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin
kelangsungan hidup sang bayi.
6. Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus,
dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia
(misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi.
7. Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan
mempertahankan menyusu setelah 6 bulan.
8. Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang
keluarnyaoksitosin yang penting karena:

• Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta dan mengurangi


perdarahan ibu.
• Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih
kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa
sukacita/bahagia.
• Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang berwarna putih) dapat
lebih cepat keluar.

SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Partus Spontan

1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar bersalin.(ABM


protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
2. Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak menggunakan
obat kimiawi
3. Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa
menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
4. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu
dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu.
Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting
sendiri.
6. Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
7. Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK
SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi
bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and
UNICEF India : 2007, ( Kausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007
and ABM protocol #5 2003).
8. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN
BAYI KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU kulit
melekat pada kulit 30 MENIT atau 1 JAM lagi.
9. Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau selesai
menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vit K.
10. RAWAT GABUNG BAYI: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu
selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
11. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis.
Tidak diberi dot atau empeng.

SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Operasi Caesar

1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar operasi atau dikamar
pemulihan.( ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
2. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk DINILAI, dikeringkan secepatnya
terutama kepala tanpa menghilangkan vernix ; kecuali tangannya. Dibersihkan mulut
dan hidung bayi, talipusat diikat.
3. Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibawa ke ibu. Diperlihatkan
kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu.
4. Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki bayi
agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti.
Bayi diberi topi.
5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi
mencari puting sendiri.
6. Biarkan KULIT Bayi bersentuhan dengan kulit ibu PALING TIDAK selama SATU
JAM, bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam; tetap kontak kulit ibu-bayi selama
setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007,
Klaus and Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5
2003).
7. Bila bayi menunjukan kesiapan untuk minum, bantu ibu dg MENDEKATKAN BAYI
KE PUTING tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dalam 1 jam belum
bisa menemukan puting ibu, beri tambahan WAKTU melekat padadada ibu, 30 menit
atau 1 jam lagi.
8. Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat
didadanya dan dipeluk erat oleh ibu.Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke
ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya.
9. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, diusulkan untuk mendampingi
ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih.
10. RAWAT GABUNG: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu
selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5
2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi
medis. Tidak diberi dot atau empeng.

SOP Inisiasi Menyusu Dini Pada Gemelli


1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar bersalin.( ABM
protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
2. Bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali
tangannya; tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan,
talipusat diikat.
3. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu
dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu.
Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
4. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting
sendiri.
5. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua, berikan bayi pertama pada ayah. Ayah
memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada perawatan
metoda kanguru. Keduanya ditutupi baju ayah.
6. Bayi kedua lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali
tangannya; tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan,
talipusat diikat.
7. Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi, bayi kedua DITENGKURAPKAN di
dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu. Letakkan kembali
bayi pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya, Ibu dan kedua bayinya
diselimuti. Bayi – bayi dapat diberi topi.
8. Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK
SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi
bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and
UNICEF India : 2007, ( Klausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007
and ABM protocol #5 2003).
9. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN BAYI
KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU 30 MENIT
atau 1 JAM lagi kulit melekat pada kulit
10. RAWAT GABUNG BAYI :Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu
selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5
2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi
medis. Tidak diberi dot atau empeng

Sumber :
http://dinkes.kulonprogokab.go.id/?p=150#more-150
Langkah-langkah Inisiasi Dini

1. Berikan suasana yang layak, nyaman dan penuh dukungan pada ibu
saat proses kelahiran
2. Bayi dikeringkan (kecuali tangannya), diperlihatkan ke ibu. Lakukan
kontak pipi sebentar antara ibu & bayii. Ibu mencium bayi.
3. Telungkupkan bayi di antara payudara ibu. Bayi dan ibu tidak
menggunakan baju, sehingga ada full skin-to-skin contact. Tetapi keduanya boleh
diselimuti.
4. Bayi baru lahir sangat responsif / alert. Instingnya juga sangat tajam.
Begitu bayi menyadari bahwa "makanannya" sudah tersedia dan berada sangat
dekat dengannya, maka air liurpun mulai keluar.
5. Bau payudara merupakan stimulus kuat yang akan mendorong bayi ke
arah puting ibu. Ingat bahwa bayi baru lahir indera penciumannya sudah
berkembang.
6. Biarkan bayi bereaksi dan merangkak. Tangannya yang bau air
ketuban akan menuntun bayi ke arah puting. Remasan tangan bayi pada payudara
ibu akan membantu terbentuknya ASI
7. Bayi berhasil mencapai puting dan mengangkat kepalanya. Dengan
mulut terbuka lebar, bayi mulai menyusu pada ibu. Ibu membantu bayi dengan
menyentuh/mengelus bayi dan memposisikan bayi dekat dengan puting payudara
ibu. Jangan memaksa bayi ke puting ibu
8. Proses skin-to-skin contact ini harus dibiarkan terus berlanjut sampai
si bayi selesai menyusu pada ibunya dan selama ibu menginginkannya.
9. Ibu yang melahirkan dengan cara cesar tetap diberikan kesempatan
untuk melakukan inisiasi dini (ELO)
10. Semua tindakan (seperti menimbang bayi, mengukur, pemberian obat
dsbnya) dapat ditunda karena dapat membuat proses ELO terganggu dan bayi
stress.
11. Hindari pemberian cairan pre-lactal (seperti air gula dsbnya) ataupun
cairan lain. Kecuali jika ada indikasi medis.

Diambil dari :
World Breastfeeding Week (WBW) 2007 Action Folder, Breastfeeding: The 1st
Hour. Early initiation and exclusive breastfeeding for six months can
Save more than ONE million babies!

Diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I , Aug 2007


============ ========= ========= =========
Salah Paham (Miskonsepsi) Seputar ELO

1. Bayi tidak akan cukup mendapatkan nutrisi jika hanya diberi kolostrum dan ASI.
Fakta : TIDAK benar. Kolostrum amat sangat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi di
hari-hari pertama kehidupannya. Meski sedikit, jumlah ini sangat mencukupi
kebutuhan bayi. Normal sekali jika bayi kehilangan 3-6% berat lahirnya di minggu
pertama kehidupannya.

2. Bayi akan kedinginan.


Fakta : TIDAK benar. Suhu tubuh bayi akan meningkat 0,5 derajat C selama 2 menit
saat terjadi skin-to-skin contact dengan ibunya. Tubuh ibu berfungsi sebagai
inkubator alami. Dengan demikian bayi tidak akan kedinginan.

3. Ibu kelelahan setelah melahirkan. Sehingga ELO akan membuat ibu bertambah
lelah
Fakta : TIDAK benar. Rangsangan dari bayi akan membuat ibu & bayi menjadi
nyaman. Dan kenyamanan inilah yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir

Diambil dari :
World Breastfeeding Week (WBW) 2007 Action Folder, Breastfeeding: The 1st
Hour. Early initiation and exclusive breastfeeding for six months can
Save more than ONE million babies!

Diterjemahkan bebas oleh Luluk Lely Soraya I, Aug 2007

Sumber :
http://oetjipop.multiply.com/reviews/item/34
Tata Laksana Inisiasi Menyusui Dini
1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat persalinan.
2. Seluruh badan dan kepala bayi dikeringkan secepatnya kecuali kedua
tangannya. Lemak putih yang menyamankan kulit bayi sebaiknya dibiarkan
saja.
3. Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi melekat
dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini dipertahankan minimum
satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Keduanya diselimuti. Jika perlu,
gunakan topi bayi.
4. Bayi dibiarkan mencari putting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan
sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi ke putting susu.
5. Ayah didukung agar membantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku
bayi sebelum menyusu. Hal ini dapat berlangsung beberapa menit atau satu
jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu.
Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibunya setidaknya
selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu
jam. Jika belum menemukan putting payudara ibunya dalam waktu satu jam,
biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibunya sampai berhasil menyusu
pertama.
6. Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit dengan kulit pada ibu
yang melahirkan dengan tindakan,misalnya operasi Caesar.
7. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur dan dicap setelah satu jam
atau menyusu pertama selesai. Prosedur yang invasive, misalnya suntikan
vitamin K dan tetesan mata bayi dapat ditunda.
8. Rawat gabung. Ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar. Selama 24 jam ibu
bayi tetap tidak dipisahkan dan bayi selalu dalam jangkauan ibu. Pemberian
minuman selain ASI dihindari walaupun ASI belum keluar.
Sumber : Inisiasi Menyusui Dini Plus ASI Eksklusif, dr.Hj.Utami Roesli
SpA,MBA,IBLCC
TIGA MANFAAT LAIN INISIASI DINI
Memulai kegiatan menyusui dalam satu jam pertama pascalahir tak hanya memberi
bayi kesempatan belajar mengisap payudara sejak dini. Temuan terbaru
menyebutkan setidaknya tiga manfaat lainnya. Apa saja? .

Arti ‘inisiasi dini’ lebih kurang adalah ‘permulaan yang awal sekali’. Dalam konteks
menyusui, ‘inisiasi dini’ adalah ‘permulaan kegiatan menyusui dalam satu jam
pertama setelah bayi lahir’.

Di samping harus dilakukan pada jam pertama pascabayi lahir, inisiasi dini menyusui
mencakup beberapa syarat lain, misalnya: tubuh bayi dikeringkan sekedarnya dan
telanjang, ibu telentang dengan dada-perut tanpa penutup, bayi ditengkurapkan di
perut ibu dengan kepala mengarah ke payudara, bayi dibiarkan merayap untuk
menemukan puting dan mengisapnya untuk pertama kali.

Inisiasi dini besar manfaatnya terhadap keberhasilan menyusui. Penelitian Karen


Edmond dkk menunjukkan, inisiasi menyusui dalam jam pertama pascalahir
menurunkan 22% risiko kematian bayi-bayi usia 0-28 hari. Sebaliknya, penundaan
inisiasi meningkatan risiko kematian. Bahkan inisiasi menyusui yang terlambat
(setelah hari pertama) meningkatkan risiko kematian 2,4 kali.

Lancarkan Pengeluaran Plasenta


Inisiasi dini tak hanya memberi bayi kesempatan untuk belajar menemukan dan
mengisap payudara ibunya sejak awal sekali. “Waktu bayi berusaha bergerak ke arah
payudara, kakinya menendang-nendang perut ibu. Ini membantu memperlancar
pengeluaran plasenta dari dalam rahim,” ujar Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia
(SELASI), Jakarta, dr. Utami Roesli, SpA., MBA, IBCLC, CIMI dalam buka puasa
bersama di sekretariat SELASI, Tebet, Jakarta Selatan.
Imunisasi Dini
Yang tak kalah menakjubkan, di menit-menit ketika bayi yang merayap di perut dan
dada ibunya mulai mengecap-ngecapkan bibir, ia akan menyecap dan menjilati
permukaan kulit ibunya, sebelum akhirnya berhasil mengisap puting dan areola.
Menurut dr. Utami, hal ini (menyecap dan menjilati permukaan kulit ibu sebelum
mulai mengisap puting) adalah cara alami bayi mengumpulkan bakteri-bakteri baik
yang ia perlukan untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya. “Ini seperti
imunisasi. Berapa lama bayi melakukannya, tergantung seberapa banyak bakteri yang
diperlukan.”

Memelihara Kemampuan Survival


Terakhir, inisiasi dini membantu spesies manusia menjaga kemampuan survival
(bertahan hidup) alaminya. Jika kita tidak memberi kesempatan pada bayi-bayi baru
lahir untuk melakukan inisiasi dini menyusui, maka kita sebenarnya tengah
menghilangkan kemampuan survival alami pada satu generasi spesies manusia.
“Anak macan atau anak kucing baru lahir akan mati kalau tidak dibiarkan memulai
menyusu sejak lahir,” dr. Utami mengambarkan.

Mengacu temuan Karen Edmond dkk, 78 persen bayi manusia memang mampu
bertahan hidup tanpa inisiasi dini menyusui. Tapi bayi-bayi itu tak pernah mendapat
kesempatan menguji kemampuan survival untuk menemukan sendiri sumber
kehidupan mereka: air susu ibu. PG

Sumber :
http://www.parentsguide.co.id/dsp_content.php?
kat=4&emonth=11&eyear=2007&pg=hns
Tata Laksana Inisiasi Menyusu Dini
1. Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya
diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan
keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau
keluarga mendampinginya.
2. Obat-obatan kimiawi, seperti Mis: pijat, aroma therapi, bergerak,
hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.
3. Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan
menjalaninya.
4. Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin keringkan bayi tanpa
menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.
5. Tengkurapkan bayi di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact,
selimuti keduanya dan andai memungkinkan dan dianggap perlu beri si bayi topi.
6. Biarkan bayi mencari puting ibu sendiri. ibu dapat merangsang bayi dengan
sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.
7. Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi
sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu
jam bahkan lebih, diantaranya:

a. Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.


b. Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengelurkan suara.
c. Bergerak ke arah payudara.
d. Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.
e. Menyentuh puting susu dengan tangannya.
f. Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut
terbuka lebar.

biarkan bayi dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama
selesai.

8. Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti oprasi, berikan


kesempatan skin to skin contact.
9. Bayi baru DIPISAHKAN dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap; SETELAH
MENYUSU AWAL. Tunda prosedur yang invasive seperti suntikan vit K dan
menetes mata bayi.
10. Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. andaikan bayi
dipisahkan dari ibunya yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya
dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi
akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam. dan
selalu hindari makanan atau minuman pre-laktal.

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia


INISIASI MENYUSUI DINI

Urutan Inisiasi Menyusui Dini berdasarkan penelitian Ilmiah

1. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan


di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit.
Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika
si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si
bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur
bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya.
Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30
menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya
setelah trauma melahirkan.
2. Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang,
maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak spt hendak
merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena
ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim.
Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses
ini tergantung dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya
pengalaman. Pernah ada dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan
ternyata si ibu mengalami pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan
anaknya di dada si ibu, dan anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya
memasage perut ibunya bahkan lebih dari satu jam, sampai pendarahan si ibu
berhenti.
3. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan
dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air
ketuban. Dan ternyata wilayah sekitar putiing si ibu itu juga memiliki bau yang
sama, jadi dengan mencium bau tangannya, membantu si bayi untuk
mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati
puting ibu dan ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat2
dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi utk membersihkan dada si ibu dari
bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2
yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi
karena hanya si bayi yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si
ibu.
4. Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu yang
bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa
keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu.
5. Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.
Disarankan jika suatu saat akan memiliki anak, untuk meminta kepada rumah
sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi
menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa
berlangsung sekitar 1-2 jam. Dan ternyata tidak semua RS berani melakukan ini,
dan kita sebagai orang tua harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal
ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus.

Menurut penelitian, bahwa dengan melakukan hal ini, akan membantu


meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit2, kanker syaraf,
leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya. Dikatakan juga, sebuah rumah sakit
yang benar-benar mendukung ibu dan anak, maka tidak akan menyediakan
ruangan khusus bayi, karena dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata
daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%. Jadi seharusnya tempat bayi
adalah di sisi si ibu, 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari bayi,
maka menurutnya itu adalah tiindakan kriminal.

Sumber :
http://www.iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/2628.htm
Inisiasi Menyusu Dini
Oleh:Theresia Twiseprina

Hari Minggu kemarin, 6 April 2008, ada acara di RS St. Carolus, dan sebagai bagian
dari acara itu ada talk show mengenai “Inisiasi Menyusui Dini”
Apa sih Inisiasi Menyusui Dini ??
Ini merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahiran.
Ternyata selama bertahun-tahun, kita bener-bener merupakan kodrat dan anugrah dari
Tuhan yang sudah disusun untuk kita.
Kata dokter yang kemaren berbicara, dia mengatakan, di luar sudah sadar hal ini sejak
1987 tp di Indonesia baru sadar thn 2006. Lebih baik baru tahu daripada tidak sama
sekali.
Proses Inisiasi Menyusui Dini akan terjadi tahap-tahap (berdasarkan penelitian
Ilmiah):
1. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada
si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata
suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi
itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi
kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur
bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya.
Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30
menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya
setelah trauma melahirkan.
2. Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang, maka
secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak spt hendak merangkak.
Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si
bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini
bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung
dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya pengalaman. Pernah ada
dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan ternyata si ibu mengalami
pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan anaknya di dada si ibu, dan
anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya memasage perut ibunya bahkan lebih
dari satu jam, sampai pendarahan si ibu berhenti.
3. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan
mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban.
Dan ternyata wilayah sekitar putiing si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi
dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu si bayi untuk mengarahkan
kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu dengan
ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat2 dada si ibu.
Ternyata jilatan ini berfungsi utk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat
dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam
tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi
yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.
4. Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu yang
bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa
keluar. Lama

Sumber :
http://tentangbayi.net76.net/?p=12
inisiasi menyusui dini

Apa sih Inisiasi itu dan bagaimana prosesnya?


Menurut paparan Dr. Utami Roesli, SpA,MBA,IBCLC sebagai ketua umum sentra
laktasi Indonesia, Inisiasi dilakukan ketika bayi lahir, tali pusat dipotong, lalu di lap
kering dan langsung diberikan pada ibu. Harus ada sentuhan skin to skin contact,
dimana bayi tidak boleh dipisahkan dulu dari ibu. Yang perlu di jaga adalah suhu
ruangan, dan sebaiknya bayi memakai topi bayi karena disitu banyak keluar panas.
Suhu yang tepat adalah 28-29 derajat C.

Sampai disitu biarkan bayi di dada ibu minimal 30 menit sampai bayi mencari sendiri
putting susu ibunya dan langsung diminum. Masa ini bisa sampai 2 jam dan hal ini
tidak menjadi masalah. Bila bayi kedinginan dada sang ibu akan meningkat hangat
sampai 2 derajat, jika bayi kepanasan otomatis suhu dada ibu menurun sampai 1
derajat. Dengan inisiasi dini memberikan motivasi yang sangat besar untuk ibu
menyusui bayi.

Inisiasi dini juga berlaku untuk bayi yang lahir dengan cara sesar, vakum, kelahiran
tidak sakit atau episiotomi. Hanya peluang untuk menemukan sendiri putting ibu akan
berkurang sampai 50%. Ini juga berlaku untuk bayi yang begitu lahir dipisahkan
untuk ditimbang, disinar dan lain-lain.

Manfaat Inisiasi

• Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusu kemudian,
sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain
mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI ekslusif
akan menurunkan kematian.
• ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga
mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga
penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’
enzim anak.
• Yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI
diproduksi berdasarkan demand. Jika diambil banyak, akan diberikan banyak.
Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk
mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya.

Inti dari semua itu adalah, ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi.
Namun karena informasi ASI yang kurang, tanpa kita sadari sudah menggangu proses
kehidupan manusia mamalia. Inisiasi menyusui dini memang hanya 1 jam, tapi
mempengaruhi bayi seumur hidupnya.

sumber : ibu dan anak


http://www.acehforum.or.id/inisiasi-menyusui-dini-t19165.html