Anda di halaman 1dari 9

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Judul : A Bridge between Two Cultures: Uncovering the Chemistry


Concepts Relevant to the Nursing Clinical Practice
Nama Penulis : Corina E. Brown, Melissa L. M. Henry, Jack Barbera, and Richard
M. Hyslop
Tahun : 2012
Nama Jurnal : Journal Of Chemical Education

I. Pengantar
Perubahan signifikan dalam keperawatan dan keperawatan pendidikan terjadi dalam
beberapa tahun terakhir. Peran perawat telah berubah menjadi lebih kompleks dan lebih
menuntut. Itu ekspresi saat ini di dunia keperawatan mencerminkan kebutuhan perawat
untuk menunjukkan kemampuan dalam menggabungkan keterampilan humanistik
dengan pengetahuan ilmiah dan unsur teknologi. Perawat harus memiliki keterampilan
berpikir kritis tingkat tinggi dan positif self-efficacy dalam profesi, terutama dalam
mengatasi situasi tertentu. Karena kemajuan dalam teknologi dan terapi keperawatan
umum harus menunjukkan "campuran dari pengetahuan" dari sisi yang berbeda.
Perawat harus menyadari sitotoksisitas obat, dosis dan konsentrasi, dan pembuangan
limbah dari produk sampingan obat yang beracun. Karena peningkatan harapan
keperawatan sebagai profesi, maka dituntut pengetahuan dasar ilmiah yang lebih kuat.
Penting bahwa perawat mempertanyakan, menganalisis, dan membuat keputusan
berdasarkan pengetahuan ilmiah yang sesuai.
Dalam sebuah studi kasus perawat, Scalise et al mengusulkan bahwa kimia
merupakan fondasi penting untuk semua bidang kesehatan. Biokimia merupakan dasar
untuk pemahaman disiplin ilmu seperti patofisiologi, nutrisi, farmakologi. Biologi dan
kimia terkait lainnya mengenai program studi ilmu dalam program keperawatan telah
menyatakan bahwa mahasiswa keperawatan memiliki persiapan kursus yang tidak cukup
dan sikap negatif terhadap relevansi ilmu keperawatan, tetapi juga kurang percaya diri
untuk belajar dalam bagian ini. Penelitian dalam pendidikan keperawatan telah
mengungkapkan berbagai potensi faktor yang berkontribusi terhadap persepsi oleh
mahasiswa keperawatan bahwa program Bioscience sulit. Beberapa faktor tersebut
termasuk beban kognitif kursus, keterampilan akademik, latar belakang ilmu dari
mahasiswa, kemampuan matematika siswa, kecemasan kegagalan, dan instruktur
pendekatan. Tergantung pada sekolah perawat khusus dan persyaratan, banyak siswa
prenursing diwajibkan untuk mengambil kimia umum, kimia organik, dan biokimia
(GOB) untuk memenuhi kebutuhan kimia mereka. Di antara faktor yang disebutkan
mengenai keberhasilan dalam GOB sebuah Tentu saja kimia, pendekatan instruktur dan
beban kognitif tentu saja adalah dua faktor yang sangat penting yang dapat dimodifikasi
oleh instruktur kimia.

II. Ringkasan Hasil Penelitian


Penelitian ini difokuskan pada program sarjana yang mencakup topik-topik dasar secara
General, Organic, dan Biology (GOB) Chemistry pada Universitas di Amerika Serikat bagian
barat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi topik utama GOB kimia
relevan dengan praktek klinis keperawatan. Pengumpulan data didasarkan pada wawancara
terbuka pada ahli keperawatan, ahli pendidikan kimia dan mahasiswa keperawatan lulus
dengan pengalaman praktek klinis. Dari transkrip wawancara yang dihasilkan, tiga kategori
muncul: (i) topik yang penting, memiliki aplikasi langsung dalam keperawatan praktek klinis;
(ii) yang topik dasar, memfasilitasi pemahaman topik penting, tapi tidak langsung penting
dalam praktik keperawatan klinis; dan (iii) topik yang tidak penting, tidak memiliki aplikasi
langsung dan signifikansi dalam keperawatan klinis praktek. Dengan data dikumpulkan, daftar
topik kimia klinis yang relevan dikembangkan. Informasi dari penelitian ini dapat membantu
instruktur GOB kimia untuk lebih memahami topik yang menekankan pada pengajaran
mereka. Perwakilan dari dua bidang disiplin kimia dan keperawatan.

III. Keunggulan penelitian


a. Kegayutan antar elemen
Dalam hal kegayutan antar elemen jurnal ini sangat baik dalam menjelaskan hasil
penelitian. Semua elemen jurnal termuat dalam jurnal ini dimulai dari pendahuulan yang
menjelaskan latar belakang masalah serta contoh yang relevan. Kemudian disertai dengan
tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi topik dari GOB Chemistry yang dapat diterapkan
dalam praktik keperawatan. Penulis juga secara jelas menjelaskan metode yang dilakukan
dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel, pengumpulan data dan teknik analisis data
yang dilakukan. Pada bagian hasil dan diskusi, penulis juga menuliskan data yang diperoleh
dengan tepat dan membuat simpulan di tiap data yang diperoleh, sehingga memudahkan
pembaca dalam memahami isi jurnal penelitian ini. Selanjutnya pada bagian kesimpulan juga
ditulis dengan jelas.

b. Originalitas temuan
Temuan yang terdapat dalam penelitian ini sejalan dengan tujuan penelitian yaitu untuk
mengetahui topik topik GOB Chemistry yang tepat diajarkan dalam praktik keperawatan.
Temuan yang diperoleh peneliti berasal dari hasil wawanacara dari tiga narasumber yang
berbeda. Data tersebut kemudian di deskripsikan. Adapaun temuan yang diperoleh adalah (1)
topik yang penting, yang mempunyai aplikasi langsung dalam praktik keperawatan, (2) topik
dasar, topik yang menjadi dasar untuk memahami topik penting namun tidak digunakan
langsung dalam praktik klinis keperawatan, (3) tidak penting, yaitu tidak memiliki keterkaitan
langsung dengan praktik klinis keperawatan.
c. Kemutakhiran masalah
Masalah yang dimukakan adalah masalah yang mutakhir terjadi di dalam bidang
pendidikan kepearwatan. Perkembangan saat ini semua profesi harus bisa memahami lintas
ilmu sebagai aplikasi dalam pengembangan profesionlisme pekerjaannya. Sehingga
dibutuhkan suatu penelitian yang membahas dan menjembatani dua bidnag yaitu kimia dan
keperawatan.
d. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Kohesi terdiri dari kohesi gramatikal dan leksikal, secara gramatikal perpaduan bentuk
bagian-bagian wacana yang diwujudkan ke dalam sistem gramatika yang baik. Secara
leksikal, pemilihan kata juga sesuai dengan istilah yang digunakan dalam bidang kimia
dan keperawatan. Koherensi yang dibangun dalam jurnal ini adalah koherensi
hubungan saling keterkaitan.

IV. Kelemahan artikel/hasil penelitian


Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dan diadakan pada salah satu institusi.
Sehingga data dari ekspert yang dieproleh juga dalam jumlah kecil sehingga diperlukan
pengembangan lanjutan dari penelitian ini.

V. Implikasi
a. Teori
Secara teoritis, impikasi dari penelitian ini adalah memberika informas terkait topik-topik
kimia umum, organik dan biokimia yang tepat diajarkan dalam praktik keperawatan. Temuan
dalam penelitian ini sangat bermanfaat dalam pengembangan kurikulum dan materi ajar di
pendidikan keperawatan. Temuan yang diperoleh yaitu :
b. Program pembangunan di Indonesia
Bagi pembangunan di Indonesia, hasil penelitian ini juga bisa dijadikan acuan atau kajian
lanjutan dalam pengembangan pembelajaran kimia di bidang keperawatan. Sehingga ahli
pendidikan kimia dapat menyusun bahan ajar yang sesuai dengan praktik klinis keperawatan.
Untuk penelitian lanjutan diharapkan adanya penelitian eksperimen yang mengukur
keefektifan bahan ajar tersebut terhadap praktik klinis keperawatan.

c. Analisis dan Pembahasan


Data yang dianalisis merupakan angket dan hasil wawancara terbuka dari tiga jenis
narasumber yang berbeda yaitu, pendidik perawat, instruktur kimia, dan mahasiswa
keperawatan yang telah lulus. Dari hasil wawancara dan angket tersebut, diperoleh data
sebagai berikut :
General Chemistry (Kimia Umum)
Topik-topik kimia umum yang di harapkan ada sesuai dengan tingkatannya sebagaimana
disampaikan oleh para ekspert disajikan dalam tabel 1. Para narasumber setuju bahwa topik
penting yang harus dipelajari perawat adalah asam, basa, garam, pengukuran dan larutan.
Topik asam basa merupakan topik yang
paling relevan dibahas karena berkaitan
dengan homeostatis. Topik pengukuran
menjadi penting karena dibutuhkan dalam
praktik klinis untuk menentukan dosis dan
perhitugan konsentrasi obat. Demikian juga
topik larutan, tekanan osmotik, dan
konsentrasi larutan penting dalam praktik
klinis keperawatan.
Sebagian besar narasumber juga
sependapat bahwa topik materi, struktur
atom, tabel periodik unsur, ikatan kimia dan
perhitungan kimia merupakan pengetahuan
dasar yang harus dipelajari untuk
memahami topik topik penting diatas.
Perbedaan pendapat terdapat pada topik
kimia nuklir. Seluruh intruktur kimia
menyatakan bahwa topik tersebut tidak
relevan dalam praktik klinis keperawatan.
Sedangkan pendidik perawat dan mahasiswa berpendapat bahwa topik kimia nuklik relevan
diajarkan pada mahasiswa keperawatan. Menurut mereka, pengetahuan tentang radioaktivitas
diperlukan untuk keselamatan dan komunikasi dengan pasien.
Simpulan pada bagian ini, untuk kimia umum narasumber setuju bahwa pengukuran, asam
basa dan garam adalah topik penting. Selain dari topik tersebut, dianggap sebagai topik dasar
yang harus dipelajari kecuali kimia nuklir menurut instruktur kimia.

Organic Chemistry (Kimia Organik)


Distrubusi topik kimia organik dapat
dilihat pada tabel 2. Secara umum
topik hidrokarbon dianggap sebagai
topik dasar bagi pengetahuan klinis
keperawatan. Perbedaan pendapat
terdapat pada topik aldehid dan keton.
Sebagian narasumber mengganggap
topik ini penting sebagian lain
dianggap topik dasar.
Simpulan pada kimia organik, topik-
topik ini dianggap sebagai pengetahuan
dasar yang relevan dengan praktik
klinis keperawatan. Hal ini
dikarenakan bahwa kimia organik
meruapakan penghubung antara struktur dan fungsi biomolekul, serta kaitan dengan
metabolisme dan obat.

Biological Chemistry (Biokimia)


Kebanyakan ahli melaporkan bahwa
semua topik, dengan pengecualian dari
asam nukleat, yang penting untuk
keperawatan. Menurut para ahli,
memahami enzim dan vitamin,
karbohidrat, lipid, dan protein dan
metabolisme mereka dianggap penting.
Beberapa perawat pendidik dan
mahasiswa pascasarjana keperawatan
menekankan pentingnya asam nukleat,
terutama di dari segi fungsi, seperti
replikasi dan mutasi. Pendidik perawat
dan mahasiswa pascasarjana keperawatan
disebutkan bahwa pemahaman yang baik
tentang metabolisme pada umumnya dan
integrasi jalur yang berbeda adalah penting, meskipun rincian tidak ditemui dalam
praktek klinis sehari-hari.
Para ahli ini termasuk topik berikut yang berkaitan dengan jalur metabolik:
metabolisme anaerobik karbohidrat, karena glukosa adalah sumber utama energi;
glikolisis (Metabolisme glukosa) dan memahami diabetes dan asidosis metabolik pada
umumnya; dan siklus urea, karena terhubung dengan hati dan gangguan otak. Topik
Energi metabolisme dianggap sebagai penting oleh sebagian besar ahli. Namun,
mengetahui pembentukan atauterputusnya ikatan di ATP dan total ATP yang dihasilkan
sebagai hasil dari jalur tertentu mungkin penting untuk ahli biokimia, tapi, menurut
pendidik perawat dan pascasarjana keperawatan mahasiswa, ini tidak digunakan dalam
praktek klinis.

Diskusi
Sejauh ini, kita telah membahas kepentingan relatif dari topik biasanya dibahas
dalam kursus GOB kimia seperti yang dilihat oleh pendapat para ahli instruktur kimia
yang mengajar satu atau dua semester saja GOB kimia untuk jurusan kesehatan telah
menghadapi tantangan keterbatasan waktu dan berlebihan konten, mungkin
mengakibatkan beban kognitif tinggi bagi siswa. Melalui analisis wawancara diketahui
bahwa tidak semua topik yang disajikan dalam kursus GOB kimia sama-sama relevan
dengan praktek klinis. Menurut pendidik perawat, beberapa topik yang ditinjau dalam
program lain, seperti biologi, gizi,patofisiologi, dan farmakologi
Untuk memiliki pemahaman yang baik tentang kesetimbangan asam-basa,
pengetahuan dasar tentang atom dan sifat senyawa adalah penting. Hal itu ditentukan
oleh perawat pendidik bahwa unsur-unsur yang elektrolit potensial harus secara khusus
disorot dalam tabel periodik. Sebuah pemahaman yang baik tentang atom dan ion
(Kation dan anion) adalah penting untuk memahami peran dan fungsi elektrolit.
Pentingnya ikatan kovalen dan polaritas secara khusus ditekankan oleh instruktur kimia.
Pendidik perawat dan mahasiswa pascasarjana keperawatan sepakat bahwa topik-topik
penting yang akan disajikan dan dipahami dalam sehubungan dengan obat-obatan.
Pemahaman metabolisme akan memungkinkan perawat untuk lebih memahami
implikasi dan efek samping dari resep obat, memberikan intervensi yang lebih efektif
dalam pemecahan masalah situasi, dan kemudahan dalam komunikasi profesional di
Tingkat pasien pemahaman.

VI. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kimia GOB utama topik dianggap relevan
dengan praktek klinis perawat. Informasi ini dapat membantu instruktur GOB kimia
untuk lebih memahami yang topik untuk menekankan dalam pengajaran mereka. Pada
wawancara dengan para ahli, pemahaman tentang metabolisme dengan implikasi klinis
adalah tujuan umum dari kimia dan keperawatab. Dengan mengaitkan topik ini dengan
contoh-contoh klinis, prenursing siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar. Pada
akhirnya, prenursing self-efficacy siswa terhadap kimia dapat meningkatkan, yang secara
langsung dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dengan profesi keperawatan
Topik-topik yang disajikan dalam kursus GOB kimia tidak juga relevan untuk praktek
keperawatan. Topik yang disajikan dalam penelitian ini yang dianggap oleh para ahli
sebagai yang paling relevan dengan praktek klinis. Pendapat antara ahli tentang topik apa
GOB kimia harus diajarkan adalah signifikan, tapi mungkin dari perspektif yang
berbeda. Kimia instruktur perlu menyadari dari perspektif keperawatan; ini dapat
membantu ketika kimia instruktur mempersiapkan diri untuk memilih dan mengajar
topik dan menghubungkannya dengan klinis praktek. Demikian juga, pendidik perawat
harus menghargai bagaimana kimia instruktur mendekati isi kursus. Para ahli dari kedua
budaya sepakat bahwa topik kimia akan membuat lebih banyak pengertian kepada siswa
prenursing jika topik yang diajarkan dengan contoh relevan dengan praktek keperawatan.

Saran

Adanya penelitian lanjutan terkait pengembanga bahan ajar yang sesuai dengan
keperawwatan

Kepustakaan
Brown, C.E., Henry, M.L., Berbera, J dan Hyslop, R., (2012), A Bridge between Two
Cultures: Uncovering the Chemistry Concepts Relevant to the Nursing Clinical Practice,
Journal of Chemical Education, 89, pp 1114-1121.