Anda di halaman 1dari 4

Tanaman Pacar Cina Khas Riau

Tanaman Pacar Cina (Aglaia odorata Lour.) merupakan tanaman yang termasuk kedalam
bentuk hidup perdu (shrub). Tanaman perdu memiliki ciri tanamannya berkayu, tidak pernah tinggi,
tidak memiliki sumbu batang utama tetapi mempunyai beberapa batang yang lebih kurang sama besar
yang berasal dari percabangan dekat ke tanah (Adnyana & Arnyana, 2001). Secara umum tanaman
pacar cina memiliki tinggi sekitar 2 - 6 meter, batang tanaman berkayu, memiliki percabangan
banyak, tangkai berbintik-bintik kelenjar berwarna hitam. Memiliki daun majemuk menyirip ganjil,
bentuk bundar telur sungsang, panjang 3 - 6 cm, lebar 1 - 3,5 cm, ujung runcing, pangkal meruncing,
tepi rata, permukaan licin mengilap terutama daun muda. Bunga dalam malai rapat, panjangnya 5 - 16
cm, warnanya kuning dan harum. Buah buni, bulat lonjong, warnanya merah, panjang 6 7 mm,
dengan ruang 1 - 3 biji 1 - 3. Perbanyakan tanaman pacar cina ini biasanya dengan cara perbanyakan
melalui cangkok.

Tanaman pacar cina adalah tanaman perdu yang memiliki tinggi mencapai 2-5 m. Tanaman
ini mempunyai bentuk daun menyirip gasal dengan panjang daun 3-6 cm dan lebar daun 1-3,5 cm.
Tanaman pacar cina memiliki bunga berwarna kuning kehijauan dan bentuk biji yang bulat dan kecil
(Steenis, 1992). Tanaman pacar cina merupakan jenis tanaman yang banyak dibudidayakan sebagai
tanaman hias. Biasanya daun dari tanaman pacar cina ini digunakan untuk obat tradisisonal seperti
obat batuk, sakit perut dan infeksi. Manfaat lain dari tanaman pacar cina adalah bagian bunga yang
dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pewangi teh dan pengharum pakaian ( Heyne, 1987).
Tanaman pacar cina dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian
10-1300 m dpl. Daerah penyebaran tanaman pacar cina yaitu India, Asia Tenggara, Srilanka,
Myanmar, Papua Nugini, Taiwan, kepulauan di Samudera Pasifik, dan Australia bagian Utara. Di
Indonesia tanaman ini tersebar di beberapa daerah antara lain pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa,
Sulawesi, Bali dan Flores ( Syahputra, 2001). Manfaat tanaman pacar cina tidak hanya digunakan
untuk obat tradisional dan campuran pewangi tetapi juga digunakan sebagai pestisida nabati. Menurut
Syahputra (2001) tanaman pacar cina dapat bersifat penghambat makan bagi serangga sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai insektisida botani. Sumber lain (Sudarmo, 2005) menyatakan bahwa daun pacar
cina mengandung minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid, dan tannin. Harnas ( 2009)
mengungkapkan bahwa kandungan yang terdapat pada daun pacar cina dapat bersifat sebagai
antijamur sehingga dapat menekan pertumbuhan jamur.

Adapun klasifikasi dari tanaman pacar cina adalah sebagai berikut.

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Rosidae

Ordo: Sapindales

Famili: Meliaceae

Genus: Aglaia

Spesies: Aglaia odorata Lour.

Tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.) meruapakan salah satu tanaman yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan biopestisida. Tanaman pacar air ini banyak
mengandung bahan kimia aktif (bioaktif) seperti minyak atsiri, alkaloid, dammar, saponin, garam
mineral dan zat tannin. Pacar cina juga mengandung rokaglamida (golongan benzopiran) yang
berfungsi sebagai racun perut dan racun kontak (Endro, 2008). Adanya kandungan zat kimia dalam
tanaman pacar cina ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan pestisida alami. Berikut
aka dijelaskan beberapa zat yang terkandung di dalam tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.).

1. Alkaloid
Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa nitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat
di tumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida,
protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai
alkaloid. Dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan
alkaloid termasuk digolongan ini. Alkaloid biasanya diklasifikasikan menurut kesamaan sumber asal
molekulnya (precursors),didasari dengan metabolisme jalur(metabolic pathway) yang dipakai untuk
membentuk molekul itu. Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan
menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena
struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut
"phenanthrenes"), atau menurut nama tumbuhan atau binatang dimana senyawa itu diisolasi. Jika
setelah alkaloid itu dikaji, penggolongan sebuah alkaloid dirubah menurut hasil pengkajian itu,
biasanya mengambil nama amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses
sintesisnya. Alkaloid dihasilkan oleh banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan,
dan hewan. Ekstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi
asam-basa. Rasa pahit atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh alkaloid.

2. Tannin

Tanin dinamakan juga asam tanat dan asam galotanat, ada yang tidak berwarna tetapi ada juga yang
berwarna kuning atau coklat. Asam tanat mempunyai berat molekul 1.701, Tanin terdiri dari sembilan
molekul asam galat dan molekulglukosa (Harborne, 1984)Tanin merupakan substrat kompleks yang
berada pada beberapa tanaman. Tanin memiliki campuran polifenol yang sulit untuk dipisahkan
karena substrat ini sulit untuk mengkristal, mudah teroksidasi dab berpolimerisasi dalam larutan dan
kelarutannya dalam pelarut sangat rendah. oleh karena itu untuk memisahkan atau mengisolasikan
senyawa tannin sangat sulit. Tanin juga dapat menyamak kulit dengan cara mengikat protein menjadi
tahan terhadap enzim proteoilitik. Tanin terbagi menjadi 2 kelas secara kimia yaitu berdasarkan
adanya gugus fenolik yang tercakup pada masing-masing kelas. Kelas pertama terdiri asam gallic
yang berhubungan dengan ikatan polyhidrik yang merupakan esterifikasi dari glukosa. Sedangkan
kelas kedua menujukkan yang merupakan nonhydrooable yang juga mengandung gugus fenol tetapi
jarang yang berikatan dengan karbohidrat dan protein. Atau lebih dikenal dengan kelas yang
terkondensasi dan kelas yang terhidrolisis. Kedua kelas in ini tersebar luas pada alam.

3. Rokaglamida

Rokaglamida merupakan senyawa turunan golongan benzopiran yang berfungsi sebagai racun perut
dan racun kontak untuk serangga. Rokaglamida merupakan insektisida botani yang berpotensi baik
untuk digunakan dalam sistem pengendalian hama terpadu pada tanaman kubis-
kubisan. Insektisida ini dapat mempengaruhi interaksi herbivora-parasitoid, misalnya menekan
sintasan, mempengaruhi tingkat parasitisasi dan pertahanan herbivora terhadap serangan
parasitoidnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh senyawa rokaglamida terhadap
pengendalian hama Crocidolomia binotalis Zell.

Beri Nilai