Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

Geofisika Eksplorasi Gaya berat (Gravity)

Disusun Oleh : Kelompok 2 Gravity


Harly Rifqy (Ketua Kelompok)
Afifah Nur Shabrina
Arief Putih Prabowo
Melia Engla Putri
Ramos Bob Gilbert H.
Suci Kurniati
Pupu Purnama
Zahra Chairani

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016
Metode Gaya Berat (Gravity)

Metode gaya berat (gravitasi) adalah salah satu metode geofisika yang didasarkan
pada pengukuran medan gravitasi. Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan
bumi, dikapal maupun di udara. Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi
medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan sehingga
dalam pelaksanannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik
observasi terhadap titik obersavasi lainnya. Metode gravitasi umumnya digunakan
dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap). Disamping itu metode ini juga banyak
dipakai dalam eksplorasi mineral dan lainnya.

Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat massa
suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah
permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini
penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun mineral
lainnya. Untuk menggunakan metode ini dibutuhkan minimal dua alat gravitasi, yaitu
alat pertama yang digunakan untuk mengukur pasan-surut gravitasi, dan alat yang
kedua digunakan untuk ke setiap titik pada stasiun mencatat perubahan gravitasi yang
ada. Biasanya dalam pengerjaan pengukuran gravitasi ini, dilakukan secara looping
(tempat memulai pengukuran dan mengakhiri ditempat yang sudah diketahui nilainya
atau base stasion).

1. Hukum Gravitasi Newton


Pada dasarnya gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda yang
memiliki rapat massa yang berbeda, hal ini dapat diekspresikan oleh rumus
hukum Newton sederhana sebagai berikut :

1 2
F=
2

Keterangan :

F = Besar gaya gravitasi antara dua titik massa yang ada (Newton)
2
G = Besar konstanta gravitasi Newton (6673 1011 2 )
M1 = Massa benda pertama (kg)
M2 = Massa benda kedua (kg)
r = Jarak antara benda pertama dan benda kedua (m)

Dengan menggunakan rumus dasar inilah maka survey geofiska metode


gravitasi dapat dilakukan, namun seperti halnya metode geofisika lainnya,
tentu saja metode ini memiliki koreksi. Koreksi dalam metode gaya berat
adalah sebagai berikut :
Koreksi baca alat / skala
Koreksi baca alat adalah koreksi yang dilakukan apabila terjadi
kesalahan dalam pembacaan alat gravitasi yang digunakan. Rumus
umum dalam pembacaan alat dapat ditulis sebagai berikut :

Read (mGal) = (Read {scale}-Interval) x (Counter Reading) +


Value in mGal

Koreksi pasang-surut (tidal)


Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh gravitasi benda-
benda di luar bumi seperti bulan dan matahari yang berubah terhadap
lintang dan waktu. Untuk mendapatkan nilai pasang surut ini maka,
dilihatlah perbedaan nilai gravitasi stasiun dari waktu ke waktu
terhadap base. Gravitasi terkoreksi tidal dapat ditulis sebagai berikut :

= +

Keterangan :
Gst = Gravitasi terkoreksi pasang surut (tidal)
Gs = Gravitasi pada pembacaan alat
T = nilai koreksi pasang surut (tidal)

Koreksi apungan (drift)


Koreksi apungan akibat adanya perbedaan pembacaan gravity dari
stasiun yang sama pada waktu yang berbeda, yang disebabkan karena
adanya guncangan pegas alat gravimeter selama proses transportasi
dari suatu stasiun ke stasiun lainnya.

() (1)
= ( 1 )
1

Keterangan :
Dn = Drift pada stasiun ke - n
Gst(n) = Gravitasi terkoreksi tidal pada stasiun n
Gst(1) = Gravitasi terkoreksi tidal pada stasiun 1
TN = waktu pengukuran stasiun akhir loop
T1 = waktu pengukuran stasiun awal
Tn = waktu pengukuran stasiun ke n

Sehingga dapat dikatakan bahwa gravitasi terkoreksi drift (g std)


adalah :
G std (n) = Gravitasi terkoreksi drift pada stasiun ke-n
G st (n) = Gravitasi terkoreksi tidal pada stasiun ke-n

Koreksi Lintang
Koreksi ini dilakukan karena bentuk bumi yang tidak sepenuhnya bulat
sempurna, tetapi pepat pada daerah ekuator dan juga karena rotasi
bumi. Hal tersebut membuat ada perbedaan nilai gravitasi karena
pengaruh lintang yang ada di bumi. Secara umum gravitasi terkoreksi
lintang dapat ditulis sebagai berikut :

= 978031,8 (1 + 0,0053042 + 0,00000592 2)

Keterangan :
= gravitasi terkoreksi lintang ( = )

Koreksi udara bebas (Free Air Correction)


Koreksi ini dilakukan untuk menhkompensasi ketinggian antara titik
pengamatan dan datum (mean sea level). Koreksi ini dapat ditulis
sebagai berikut :

= 0,3086

Keterangan :
GFA = Gravitasi terkoreksi udara bebas
h = Ketinggian permukaan dari datum (msl) satuan meter

Koreksi Bouguer
Koreksi bouguer dilakukan untuk mengkompensasi pengaruh massa
batuan terdapat antara stasiun pengukuran dan mean sea level yang
diabaikan pada koreksi udara bebas. Koreksi ini dapat ditulis sebagai
berikut :

= 0,04193

Keterangan :

=
= (3 )
= ()

Koreksi medan (Terrain Correction)


Koreksi medan mengakomodir ketidakteraturan pada topografi sekitar
titik pengukuran. Pada saat pengukuran, evalasi topografi di sekitar
titik pengukuran, biasanya dalam radius dalam dan luar, diukur
elevasinya. Sehingga koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :


() = 0,04191 ( 1 1 2 2 2 2 + 2
2

Keterangan :
= (3 ) n = length of zone
R1 = compartment inner radius (m)
R2 = compartment outer radius (m)