Anda di halaman 1dari 22

Resiko

Ditentukan melalui Risk assesmen


Dicegah, diatasi, dikendalikan melalui risk manajemen melibatkan
lintas program dan lintas sector, masing-masing bekerja sesuai
dengan kapasitas masing-masing.
Disampaikan ke masyarakat melalui risk communication berdasarkan
kondisi resiko yang ada pada masyarakat (eksternal dan internal)
RISK ASSESMEN (definisi)

Menilai terjadinya perobahan pada lingkungan


dan pada kondisi kesehatan manusia disekitarnya
Adanya efek yang tidak diinginkan oleh akibat ulah
produksi manusia
Adanya kondisi patologis pada manusia akibat
kegiatan mereka sendiri atau bersama-sama
Risk assesmen..
Menilai status resiko yang akan atau sedang dihadapi
Risk assesmen

qualitatif quantitatif
Menilai benda/zat yang Ada prosedur perhitungan
membahayakan manusia sehingga terbukti menimbulkan
kematian atau kesakitan
Benda tersebut dipastikan persatuan kelompok
ada dan pasti berbahaya masyarakat. Persatuan waktu
Hazard Evaluation is the equivalent of
Qualitative Risk Assessment.
(in many instances the three further steps are not taken)
Examples: EPA, IARC Cancer Monographs
Bukti suatu Risiko berdasarkan

Hasil penelitian epidemiologi (kualitatif dan


kuantitatif)
Riset laboratorium (pd hewan percobaan)
Pengalaman yang lalu
RISK
COMMUNICATION
Risk Communication
Tujuan:
Menghindari, mengurangi dan mengendalikan setiap resiko kejadian
yang dihadapi oleh masyarakat.
RISK COMMUNICATION
Berdasar atas adanya resiko..terbukti

Risk Communication:
Menyampaikan pesan dengan cara komunikatif pada target,
Pesan disesuaikan dengan resiko yang ada/mengancam target
Ada target yang berada pada status masih belum terkena penyakit,
Ada target yang berada pada kondisi terkena serangan penyakit
Ada target yang memasuki masa pemulihan
Risk
Communication
Pencegahan

Pengendalian

Pemulihan
PESAN
HARUS DAPAT MENJANGKAU TARGET
DIBUAT SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA MUDAH DIMENGERTI,
DAPAT DILAKSANAKAN (OBJEKTIF)
TIDAK MENIMBULKAN KERAGUAN

Disampaikan melalui MEDIA


TERPERCAYA
Sifat pesan
Disesuaikan dengan status resiko yang dialami
Bersifat pencegahan dan kewaspadaan bila belum terkena dampak
Bersifat himbauan sampai dengan larangan jika sudah semakin mendekati
Bersifat instruktif bila sudah terkena dampak
Tekanan penguasa bila perlu (penutupan lokasi, isolasi, karantina)
Sifat pesan
Memberi harapan bagi yang sudah terkena dampak
Menyiapkan layanan melalui media yang disepakati
Isi pesan harus seirama dari setiap institusi yang terlibat.
Media penyampaian pesan (channeling)
Manusia (anggota masyarakat, petugas, pejabat dan tokoh)
CETAK
Radio
TV
medsos
Siapa yang paling dipercayai
Kepercayaan berkurang bila ada pertengkaran di media
Risk Communication
Risk Management
Dilakukan oleh para pembuat kebijakan (lintas sector/lintas program)
Pengambil keputusan (pada unit terkait)
Kordinator lapangan (pelaksana senior)
Pihak terkait (ilmuwan, perusahaan, media, professi)
Prosedur kerja
Tukar menukar informasi (LP/LS) secara teratur
Bagaimana cara terbaik mencegah atau mengatasi risiko
Mencari bentuk informasi yang disepakati
Bagaimana menginformasikan kepada masyarakat
Prosedur kerja
Setiap unit/stake holders melakukan tugas sesuai dengan bidang keahlian
masing-masing
Ada sinkronisasi kegiatan
Terkoordinasi dalam arti tidak saling mengganggu
Target kegiatan jelas
Diskusi dalam kelompok

Vaksin palsu
Status resiko pada manusia yang
sudah tervaksinasi dan yang
belum divaksinasi
Pencegahan resiko berdasarkan
kemungkinan resiko yang terjadi
Pegendalian dan pemulihan
resiko
Petunjuk diskusi
Sebut dan jelaskan semua resiko yang dapat terjadi
Identifikasi jika ada bukti
Sifat dari resiko yang dihadapi
Tindakan pencegahan jika belum terjadi
Tindakan pengendalian jika sedang terjadi
Tindakan pemulihan yang perlu dilakukan
Diskusi dengan judul Macet Mudik
Resiko yang ada
Status resiko
Pencegahan resiko
pengendalian