Anda di halaman 1dari 19

Latar Belakang

Alat alat berat yang dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil adalah alat yang digunakan untuk
membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur. Alat berat
merupakan factor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi dengan skalayang
besar. Tujuan penggunaan alat - alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam
mengerjakan pekerjaannya sehingga hasilyang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada
waktu yang relatif lebih singkat.
Alat berat yang umum dipakai di dalam proyek konstruksi antara lain : dozer, alat gali
(excavator) seperti backhoe,front shovel,clamshell ; alat pengangkut seperti loader,truck dan
conveyor belt; alat pemadat tanah seperti roller dan compactor; dan lain -lain.
Pada saat suatu proyek akan dimulai, kontraktorakan memilih alatberat yang akan
digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yangakan dipakai merupakan salah satu factor
penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat sehingga proyek
berjalan lancar. Kesalahan di dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan proyek menjadi tidak
lancar. Dengan demikian keterlambatan penyelesaian proyek dapat terjadi yang menyebabkan biaya
akan membengkak. Produktivitas yang kecil dan tenggang waktuyang dibutuhkan untuk pengadaan
alat lain yang lebih sesuai merupakan hal yang menyebabkan biaya yang lebih besar.
Jenis jenis alat berat dan fungsinya dapat dilihat antara lain sebagai berikut :
1. Alat Pengolah lahan
Kondisi lahan proyek kadang kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan
sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pe pohonan maka
pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah
paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain
dozer dapat di gunakan juga motor grader.
1.1. Bulldozer
Bulldozer adalah traktor yang mempunyai traksi besar. Bulldozer dapat melakukan
pekerjaan menggusur, meratakan, menarik dan dapat dioperasikan pada medan yang berlumpur,
berbatu, berbukit dan didaerah yang berhutan. Buldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni
menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldozer yang menggunakan roda karet
(Wheel Tractor Dozer). Dozer atau Bulldozer Pada Proyek konstruksi terdapat bermacam macam
alat pengolahlahan seperti dozer, ripper, motor grader, dan scraper. Fungsi alat Pengolah lahan
adalah antara lain untuk :
a) Mengupas lapisan permukaan.
b) Membuka jalan baru.
c) Menyebarkan material.

(Gambar 1.1 Crawler Tractor Dozer) (Gambar 1.2 Wheel Tractor Dozer)
Pada dasarnya Buldozer menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama,
tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldozer
yang bisa untuk menggusur tanah. Buldozer digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan
maupun kesamping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan
jenis Buldozer khusus yang disebut Swamp Bulldozer. Perbandingan antara crawler tractor dozer
dan wheell tractor dozer :
Crawler Tractor Dozer Wheell Tractor Dozer
Daya dorong besar, terutama pada tanah lunak Daya dorong lebih kecil tapi keceptan lebih
kerena memiliki bidang geser besar. besar.
Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun Tak dapat digunakan pada tanah lumpur, jika
berbatu tajam. digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi
lebih pendek.
Untuk membawa ke lokasi harus diangkut. Tidak Dapat dibawah kelokasi tanpa diangkut. Dan bias
dapat digunakan dijalan raya karena dapat digunakan diaspal tanpa merusak aspal.
merusak aspal.
Memilii jarak angkut yang pendek (max 30 feet). Jarak angkut bias jauh.
Operator yang mudah lelah Enak dikendarai
Jalan proyek tak perlu dipelihara Jalan proyek harus dipelihara

Dozer merupakan traktor yang dipasangkan pisau atau blade pada bagian depannya. Pisau
berfungsi untuk mendorong atau memotong material yang ada didepannya. Adapun jenis pekerjaan
yang biasanya menggunakan dozer atau bulldozer adalah :
a) Mengupas top soil dan pembersihan lahan dari pepohonan
b) Pembuka jalan baru
c) Memindahkan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m
d) Membantu mengisi material pada scrapper
e) Menyebarkan material
f) Mengisi kembali saluran
g) Membersihkan quarry.
Dozer atau bulldozer terdiri dari tiga bagian yaitu penggerak utama ( prime mover ), traktor
dan pisau ( blade ) pada bagian depan.
1.1 Penggerak (Prime Mover)
Ada dua macam alat penggerak dozer yaitu roda crwler dan roda ban. Alat
penggerak umumnya adalah crawler. Jenis dozer beroda crawler terbagi menjadi
ringan,sedang dan berat. Jenis ini digunakan untuk menarik dan mendorong beban berat
serta mampu bekerja pada permukaan kasar dan berair. Sedangkan dozer beroda ban dapat
bergerak lebih cepat sehinga lebih ekonomis. Pemakaian alat ini umumnya pada permukaan
seperti beton dan aspal. Dilihat dari jarak tempuhnya maka dozer ini mempunyai jarak
tempuh yang lebih besar daripada crawler dozer.
1.2 Pisau (Blade)
Ada dua fungsi utama dari pisau, yaitu mendorong material ke depan (drifting) dan
mendorong material ke samping (side casting ). Permukaan pisau umumnya melengkung
sehingga material bergerak berputar saat didorong. Pisau dihubungkan dan dikendalikan
pada traktor oleh 2 pasang double hydraulic sylinder. Pasangan pertama bkerja untuk
mengatur letak muka pisau sehingga kedalaman penggalian dapat diatur. Sedangkan
pasangan yang kedua bekerja untuk menaikkan dan menurunkan pisau. Ada beberapa
macam jenis pisau yang dipasangkan pada dozer.
Universal Blade (U-Blade)
Blade jenis ini dilengkapi dengan sayap (wing) yang terdapat disisi blade untuk
efektifitas produksi. Hal ini memungkinkan bulldozer membawa / mendorong
muatan lebih banyak kerena kehilangan muatan yang relative kecil dalam jarak yang
cukup jauh. Umumnya bulldozer dengan blade jenis ini digunakan untuk pekerjaan
reklamasi tanah ( land reclamation ), stock pile work dan sebagainya.
Straight Blade (S-Blade)
Cocok digunakan untuk segala jenis lapangan, blade ini juga merupakan modifikasi
dari u-blade, maneuver lebih mudah dan blade ini dapat juga menghandel material
dengan mudah. Biasa digunakan untuk pekerjaan pengupasan dan penimbunan,
serta dapat bekerja pada tanah keras.
Angle Blade (A-Blade)
Digunakan untuk menyingkirkan material ke sisinya, penggalian saluran dan
pembukaan lahan.
Cushion Blade (C-Blade)
Dilengkapi dengan bantalan karer (rubber cushion) yang berfungsi untuk merendam
tumbukan. Selain digunakan untuk push-loading juga dipakai untuk pemeliharaan
jalan dan pekerjaan dozing lainnya meningt lebar C_blade ini memungkinkan untuk
meningkatkan kemampuan maneuver.

1.3 Traktor

Pada umumnya untuk jenis crawler tractor ( tracktor roda kelabang ), biaya perbaikan
bulldozer yang terjadi sebagian besar adalah perbaikan untuk undercarriage ( pada bagian
bawah ) yang biasanya timbul kaena :
- Benturan pada saat bulldozer berjalan cepat
- Terlalu sering berjalan pada tempat yang miring
- Terlalu sering trackhoe selip dengan tanah tempat berpijak atau membelok secara
tajam
- Setelan trackshoe terlalu kendor atau terlampau tegang.
2. Alat Penggali Tanah dan pengangkut
2.1 Excavator
Alat penggali Tanah ini terbagai menjadi dua tipe yaitu:
1. Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang ( Crawler excavator )
2. Excavator yang menggunakan roda karet yang dipompa (wheel excavator)
Karakteristik penting dari hydraulic excavator adalah pada umumnya menggunakan
tenaga diesel egine dan full hydraulic system. Excavating operation paling efisiensi adalah
menggunakan metode heel and toe (ujung dan pangkal). Excavator adalah alat berat yang biasa
digunakan dalam industri konstruksi, pertanian atau perhutanan. Mempunyai belalai yang terdiri
dari dua tungkai; yang terdekat dengan body disebut boom dan yang mempunyai bucket (ember
keruk) disebut dipper. Ruang pengemudi disebut House - terletak diatas roda (trackshoe), dan bisa
berputar arah 360 derajat.
( Gambar Excavator )
Kelebihan dari excavator adalah bias mendistribusikan muatan keseluruh bagian
vessel dengan sangat merata. Faktor factor yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan excavotr
ini adalah dalam hala kapasitas bucket, kondisi kerja, bias menggali tanah pada daerah lunak
samapai keras.

2.2 Dozer Shovel


Dozer shovel merupakan sebuah alata berat pemuat beroda rantai yang biasa digunakan
untuk memuat material/tanah atau batu kedalam alat pengangkut (dump truck atau hopper pada
belt conveyor) atau memindahkan material ke tempat lain dengan jarak angkut sangat terbatas (load
& carry).
Alat ini hanya bias beroperasi di daerah yang jarak keras dan agak
keras. Pada landasan yang kurang rata sekalipun, daya cengkeram
lebih kuat, tetapi kurang produktif didaerah yang lunak dan basah,
mampu mengambil sendiri tanah merah asli. Alat ini juga
memerlukan daerah pemuatan (loading point) sedikit agak lebar
tetapi perpindahan daerah operasi kurang cept. Selain bucket,
attachment lainnya adalah log clamp ( penjepit kayau bulat).
2.3 wheel Loader
Wheel Loader adalah suatu alat berat yang mirip dengan dozer shovel, tetapi beroda karet
(ban) sehinggah memiliki kemampuan dan kegunaannya sedikit berbeda dengan dozer shovel yaitu :
dengan alat kerja berupa bucket yang memiliki fungsi utama
sebagai alat pemuat material curah. Pekerjaan wheel loader
biasanya adalah mengisi dumptruck dengan pasir atau coral,
dan terkadang batu kali. Wheel loader menggunakan bucket
besar yang ada di bagian depan untuk menggeruk material,
Selain itu hanya mampu beroperasi di daerah yang keras dan
rata, kering, tidak mampu mengambil tanah bank sendiri atau tanpa dibantu oleh dozing/stock
pilling terlebih dahulu dengan bulldozer.
Adapun beberapa kegunaan dari alat wheel loader ini antara lain :

1. Wheel loader juga sering digunakan untuk melayani stone crusher atau penggilingan batu
koral maupun penggilingan batu besar seperti AMP pembuat aspal hotmix. Batu koral yang
digiling biasanya digunakan sebagai bahan paving bangunan dan sebagainya. Sedangkan
batu besar yang digiling akan berubah menjadi "abu batu" yang digunakan sebagai bahan
baku pembuatan aspal hotmix.

2. Whell loader juga sering digunakan di dalam gudang-gudang besar untuk menangani
pembongkaran kargo kapal, dan pekerjaan ini disebut stapel, yaitu menumpuk barang curah
di dalam gudang. Biasanya wheel loader menyelesaikan pekerjaan stapel bersama excavator.
Wheel loader memberikan umpan hasil buangan dumptruck ke excavator, dan excavator
menumpuk dalam gudang. Selain di gudang, wheel loader juga sering dimasukkan ke dalam
palka (rang kargo di kapal) untuk melakukan pekerjaan cleaning, yaitu memberikan umpan
kepada grab (crane) ketika kargo akan habis.

3. Whell loader bertugas meratakan material, memindahkan hopper atau corong material yang
digunakan pada pembongkaran kargo kapal. Pada posisi seperti ini wheel loader hanya
berfungsi sebagaii alat bantu untuk membantu tugas forklift yang tidak mampu menata
hopper besar sendirian. Pekerjaan di pelabuhan harus dikerjakan dengan cepat Wheel
loader memiliki peran penting yang menunjang kelancaran operasional pembongkaran
material curah di negara-negara wilayah timur tengah.

Metode pemuatan pada lat pemuat / loader baik truck shovel maupun whell loader dikenal
3 macam, yaitu :
1. I Shape / cross loading
2. V- Shape Loading
3. Pass Loading dan metode lain yang jarang digunakan adalah load and carry.
Kelebihan dan kekurangan wheel loader adalah sebagai berikut :
a) Mobilitas yang tinggi
b) Manuver daerah pemuatan loading point lebih sempit disbanding dnegan truck shovel
c) Kerusakan loading pointlebih kecil
Kekurangan wheel loader adalah dalam menempatkan muatan kedalam dump truck kurang
merata.

1.4 Scrapper
Scrapper (pengikis) adalah suatu alat yang mempunyai banyak fungsi dalam pemindahan
tanah yaitu ; untuk memuat, mengangkut dan membongkar muatasn sekaligus tanpa tergantung
dengan peralatan lainnya. Seifat material yang dikerjakan adalah jenis material lepas (loose
material). Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan,
menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan
terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada:
(1) kedalaman tanah yang digali,
(2) kondisi mesin, dan
(3) operator yang bekerja.
Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis Scrapper ada dua macam yakni:
1. Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor)
Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan
ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil,
sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang
ekonomis kurang dari 67 m.
2. Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers).
Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan.
Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi Self
Propelled Scrappers dapat tinggi, jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km)
efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun
kecepatannya.
Umumnya scraper digolongkan berdasarkan typenya, yaitu sebagai berikut :
1. Scraper yang ditarik ( Towed Scraper )
Towed scraper umumnya ditarik crwler tractor dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih.
Scraper jenis ini dapat menampung material sebanyak 8-30m3 .
2. Scraper bermotor (Motorized Scraper )

Dalam pengoperasian Motorized scraper ada yang menggunakan mesin tunggal dan mesin
ganda. Alat ini mempunyai kekuatan 500 hp atau lebih dengan kecepatan mencapai 60 km/
jam karena menggunakanalat penggerak ban. Akan tetapi, daya cengkeram ban terhadap
tanah kurang, sehinggah scraper tipe ini harus memerlukan bantuan crawler tractor yang
dilengkapi blade atauu scraper lain. Selain itu alat ini sangat efektif digunakan untuk material
yang diambil dalam kondisi tidak terlalu keras dan medan operasinya memotong atau
meratakan bukit yang cukup luas.

o Bagian bagian dari scraper :


Bowl adalah bak penampung muatan yang terletak diantara ban belakang. Bgian
depan bowl dapat digerakkan kebawah untuk operasi pengerukan dan pembongkran
muatan.
Apron adalah dinding bowl bagian depan yang dapat diangkat pada saat pengerukan
dan pembongkaran dan dapat menutup kembali pada saat pengangkutan material.
Tali gate atau ejector merupakan dinding belakng bowl. Pada saat pembongkaran
muatan ejector bergerak maju untuk mendorong material yang keluar dari bowl.

o Pengoperasian dengan alat bantu ini dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:
Push loaded : alat bantu yang dipakai hanya pada saat pengerukan dan pengisian.
Pada saat bak penampung telah penuh maka scraper akan bekerja senditi. Dengan
demikian alat bantu dapat membantu tiga hingga lima scraper. Dengan adanya alat
bantu maka jarak tempuh scraper dapat mencapai 3 km. ukurannya pun tergantung
dari daya muat scraper.
Push pull : dua buah scraper dioperasikan dengan cara ini, keduanya saling membantu
didalm pengerukan. Dimana scraper yang dibelakang akan mendorong scraper yang
didpannya pada saat pengerukan dan scraper yang didepan akan menarik scraper
yang ada dibelakang pengerukan.
o Produktivitas Scraper tergantung pada jenis material, tenaga untuk mengangkut kondisi
jalan, kecepatan alat, efisiensi alat. Banyaknya material yang akan dipindahkan dan jumlah
pengangkutan dalam satu jam ditentukan, volume material yang akan dipindahkan akan
mempengaruhi kapasitas scraper yang dipilih dan jumlah pengangkutan perjam tergantung
waktu siklus scraper.

1.5 Crane

( Gambar crane)
Crane merupakan alat yang pada umumnya digunakan untuk mengangkat atau
memindahkan material dari tempat asal ketempat yang lebih tinggi atau lebih rendah, juga dapat
digunakan untuk mengisi maupun membongkar muatan denagn perantaraan selling atau wire rope.
Crane pada umumnya terbagia atas bermacam macam jenis anatara lain :
1. Crane gelegar : digunakan di pabrik - pabrik
2. Crane kolom putar : digunakan untuk konstruksi bangunan tinngi
3. Crane putar : banyak digunakan dipelabuhan laut
4. Crane portal : (kolom portal tidak kelihatan ), digunakan dipabrik maupun gudang gudang
besar
5. Crane menara
6. Crane kabel, dan
7. Mobil crane
Adapun tipe crane yang umumnya digunakan :
1. Crane beroda Crwaler Tipe ini memiliki bagian atas yang dapat bergerak 360 derajat dengan
roda crawler. Crane tipe ini bisa bergerak di dalam lokasi proyek ketika melakukan
pekerjaannya. Ketika crane akan dipakai untuk proyek lain maka crane bisa diangkat dengan
memakai lowbed trailer. Pengangkutan ini dilakukan dengan membongkar boom menjadi
beberapa bagian untuk mempermudah pelaksanaan pengangkutan.
2. Truck crane tipe ini bisa berpindah tempat dari satu proyek ke proyek lainnya tanpa bantuan
dari alat pengangkutan. Namun, bagian dari crane tetap harus dibongkar untuk
memudahkan perpindahan. Truck crane juga bisa berputar 360 derajat. Selain itu truck crane
juga memiliki kaki untuk menjaga keseimbangan alat. Di dalam pengoperasiannya kaki
tersebut harus dipasangkan dan roda diangkat dari tanah sehingga keselamatan
pengoperasian dengan boom yang panjang akan terjaga.
3. Crane untuk Lokasi Terbatas
Crane tipe ini bisa bergerak dengan leluasa. Alat penggerak crane jenis ini adalah roda yang
sangat besar yang bisa meningkatkan kemampuan alat dalam bergerak di lapangan dan bisa
bergerak di jalan raya dengan kecepatan maksimum 30 mph. Letak ruang operator crane
biasanya pada bagian-bagian deck yang bisa berputar.
4. Tower Crane Crane tipe ini berfungsi untuk mengangkat material secara vertikal dan
horizontal ke tempat yang tinggi dengan ruang gerak yang terbatas. Tipe crane ini dibagi
berdasarkan cara crane tersebut berdiri yaitu crane yang dapat berdiri bebas (free standing
crane), crane diatas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tiedin
tower crane) dan crane panjat (climbing crane).

3. Alat Perataan Tanah


3.1 Motor Grader

Motor grader adalah alat yang cocok untuk keperluan perataan permukaan, dalam rangka
membentuk permukaan secara mekanis. Jenis grader pada prinsipnya dibedakan atas :
Motor grader yang mempunyai penggerak sendiri
Towed grader yang pengoperasiannya memerlukan penggerak lain.
Motor grader meiliki berbagai fungsi diantaranya :
a. Meratakan dan membentuk permukaan
b. Merawat jalan
c. Mengupas jalan
d. menyebarkan material ringan
Nama Grader sesuai dengan fungsi alat tersebut yaitu untuk membentuk kemiringan
(grade). Sperti yang direncanakan pada permukaan tanah yang telah selesai diratakan sebagai
pekerjaan akhir (finishing). Grader dapat juga digunakan untuk keperluan lain, misalnya untuk
penggusuran tanah, mencampur tanah, peralatan tanggul, mengurung kembali galian dan
sbagainya.
Alat ini terdiri dari enam bagian utama, yaitu
1) Penggerak (Prime Mover) : Alat penggerak motor grader adalah roda ban yang terletak
dibelakang
2) Frame menghubungkan penggerak dan As depan dan letak frame cukup tinggi untuk
memudahkan maneuver alat.
3) Pisau (Moldboard) : dapat digerakkan sesuai dengan kebutuhan bentuk permukaan. Panjang
blade biasanya berkisar antara 3-5 m.
4) Sacrifier : unit motor grader yang dikontrol secara hidrolis, dimana mempunyai gigi yang
berfungsi untuk menghancurkan material.
5) Circle : bagian motor grader yang berbentuk seperti cincin dengan bagian dalam/luar bergigi
dan berfungsi untuk menggerakkanblade agar dapat berputar
6) Drawber : bagian motor grader yang berbentuk V dan T, diman drwaber ini menhubungkan
circle dengan bagian depan grader.
Produktivitas Motor Grader
Produktivitas Grader dihitung berdasarkan jarak tempuh alat perjam pada proyek
jalan, sedangkan pada proyek proyek lainnya produktivitas adalah luar area perjam.
Tabel rata rata motor grader (km/jam).
Pekerjaan Kecepatan
Membuat sope 4,0
Mengali saluran 4,0 6,4
Perawatan akhir 6,5 14,5
Perawatan jalan 6,4 9,7
Pencampuran 14,5 32,2
Penebaran material 9,7 14,5
(Sumber: Contruction Methods and Management,1998)
Pekerjaan Kecepatan
Perbaikan jalan 2,0
Pembuatan tranch 1,6 4
Perapihan tebing 1,6 2,6
Perataan medan 1,6 4
Leveling 28
(Sumber: Pekerjaan Umum, 1985)

4. Alat Pemadatan Tanah (Compactor)


Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan sebagainya
tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil
pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusut
dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna agar tanah
benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Jenis
alat ini memiliki roda yang terbuat dari besi seluruhnya atau ditambhkan pemberat berupa air atau
pasir , bisa terbuat dari karet (berupa roda ban) dengan bentuk kaki kambing (sheep foot). Perlu
diketahui bahwa untuk proses pemadatan pengaspalan biasanya menggunakan road roller, tire
roller ataupun drum roller. Sedangkan untuk pemadatam tanah biasanya menggunakan sheep foot
roller. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin
penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah:
Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga yang harus ditarik
traktor.
Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan
ada yang terbuat dari karet (pneumatic).
Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan halus (plain),
bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya.
Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three Wheel), roda dua
(Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller.
Alat pemadat yang menggunakan penggetar (viberator).

( Gambar wheel riller)


Smooth Steel Roller
Smooth steel roller adalah jenis penggilas dengan permukaan roda yang terbuat dari baja
rata. Umumnya digerakkan dengan power unit yang bersatu (self propelled). Ditinjau dari konfigurasi
roda penggilasnya, Maka compactor jenis ini dibedakan atas :
1. Three Wheel Roller
2. Alat penggilas yang tertua dan sampai sekarang masih digunakan dalam pekerjaan-
pekerjaan pemampatan. Three wheel roller ini digunakan untuk usaha-usaha pemampatan
lapisan yang terdiri dari bahan-bahan yang berbutir kasar, misalnya untuk pembuatan jalan
macadam (sering disebut sebagai macadam roller). Pada umumnya berat compactor jenis ini
berkisar 6-12 ton.

Three Wheel Roller


3. Tandem Roller Three axle tandem roller digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang berat
seperti mengerjakan landasan pesawat terbang dan lain-lainnya. Konstruksi dari three axle
tandem apabila ditambah satu roda depan (guide roll) yang dipasang pada perpanjangan
overhead frame disebut walking beam, yang dapat bergerak bebas naik turun mengikuti
ketidakrataaan permukaan jalan, sehingga satuan tekanan per satuan lebar rol dapat
dipertahankan besamya. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing -
masing rodanya, beratnya 8-14 ton. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada
pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem
roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan
merusak roda-roda penggilasnya.

( Gambar Tandem Roller )


4. Vibration Roller
Vibration Roller adalah mesin pemadat dengan roda silinder baja dibagian depan
yang dapat digetarkan; efisiensi alat ini sangat tinggi dan dapat digunakan secara luas dalam
setiap jenis pemadatan tanah. Alat ini memungkinkan digunakan secara luas dalam tiap jenis
pekerjaan pemadatan. Efek yang diakibatkan oleh alat ini adalah gaya dinamis terhadap
tanah. Dalam proses pemadatan tanah perlu diperhatikan faktor faktor berikut :
1. Frekuensi getaran
2. Amplitudo getaran
3. Gaya sentrifugal yang bekerja.

(Gambar Vibration Roller)

5. Mesh Grid Roller


Pengaruh plain wheel roller, terhadap kemampatan yang dihasilkan adalah dan atas
ke bawah. yang artinya bagian atas akan mencapai kemampatan terlebih dahulu dan pada
bagian bawah. Hal ini karena penampang melintang pengaruh tekanan roda gilas ke dalam
lapisan tanah berbentuk trapesium (gambar di bawah), sehingga tekanan per satuan luas di
bagian atas lebih besar dari pada bagian bawah. Jika tebal lapisan vang harus dipampatkan
besar, maka tekanan per satuan luas ini untuk bagian bawah sudah tidak cukup besar untuk
mencapai kepampatan yang diharapkan.

( Gambar Mesh Grid Roller )


6. Pneumatic Roller
Pneumatic Tired Roller Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet
yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling
sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian
belakang. Roda-roda ini menghasilkan "kneading action" (tekanan) terhadap tanah sehingga
membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah
dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar
pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat "bergoyang" mengikuti
perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar "kneading action" tadi.
Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahangranular,
juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai "penggilas antara". Sebaiknya
tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat
kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau
pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan
konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda
belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda
belakang).

( Gambar Pneumatic Roller )


7. Segment Roller
Segment Roller merupakan mesin penggilas yang memiliki roda tersusun dari
lempengan-lempengan baja; walaupun masuknya roda beserta lempengannya ke dalam
tanah tidak terlalu dalam, alat ini mampu memberikan efek pemadatan tanah pada bagian
bawah. Selain itu alat ini juga membantu menekan kelebihan air yang terkandung dalam
lapisan tanah yang sedang dipadatkan, sehingga tanah memiliki kepadatan yang maksimal.

( Gambar Segment Roller )


8. Grid Roller
mempunyai mesin penggilas yang berbentuk anyaman; alat ini memberikan efek
pemadatan pada bagian bawah permukaan, namun pemadatannya tak bisa rata, sebab
rodanya berbentuk anyaaman. Grid Roller sangat baik jika digunakan untuk menggilas
lapisan material berbutir kasar dan relatif tak lengket; Grid Roller merupakan alat pemadat
tanah yang relatif baru dan belum banyak digunakan secara luas.

( Gambar Grid Roller )


9. Sheep Foot Type Roller
Sheepfoot roller ini termasuk adalah alat pampat yang melindas dari bawah. Bagian
utama roller ini berupa drum yang sekelilingnya diberi kaki-kaki, sehingga tekanan roller
dapat terpusat pada kepala kaki yang merupakan bidang-bidang kecil dan memberikan
tekanan persatuan luas yang besar.
Sheepfoot roller ini merupakan alat pampat yang ditarik, dan pada waktu ditarik
kaki-kaki domba akan masuk ke dalam lapisan tanah, dan dinding drum yang ada pada
permukaan lapisan akan memberikan kemampatan sementara. Sehingga tebal lapisan yang
efektif untuk pemampatan dengan sheepfoot roller ini antara 20 -25 sentimeter, dan bahan
tanah yang cocok untuk sheepfoot roller ini adalah tanah yang banyak mengandung
lempung.

( Gambar Sheep Foot Type Roller )


5. Peralatan Pengangkut
Alat yang khusus digunakan sebagai alat angkut adalah truck sebab: mempunyai
kemampuan yang besar, dapat bergerak dengan cepat, punya kapasitas angkut yang besar, dan
beaya operasional yang murah. Salah satu syarat yang perlu dipenuhi agar truck dapat digunakan
dengan baik, efektif, dan efisien adalah jalan angkut yang cukup rata, kuat, dan keras. Pada jalan
angkut dengan kondisi jelek, perlu penggunaan truck-truck cross countrying yang harga dan biaya
operasionalnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan truck-truck biasa.
Truck jenis ini dalam pekerjaan konstruksi bangunan sipil dikenal dengan nama Dump Truck.
Dump Truck dapat menumpahkan muatan secara hidrolis yang menyebabkan satu sisi baknya
terangkat, sedangkan satu sisi lainnya berfungsi sebagai sumbu putar atau engsel. Perbandingan
bentuk antara truck dan Dump Truck.

a. Truck, bak truck tidak dapat diangkat, untuk b. Dump Truck, sisi bak truck dapat diangkat.
mengeluarkan muatannya harus dilakukan secara hidrolis untuk menumpahkan
muatannya
secara maual dengan tenaga manusia
Gambar:. Perbandingan Truck dan Dump Truck

Jika dilihat dari cara pengosongan muatan, jenis truck dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
(1) End-Dump atau Rear Dump, yaitu Dump Truck dengan cara pengosongan muatan
kebelakang,
(2) Side-Dump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke samping, dan
(3) Bottom-Dump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke samping.
Berdasarkan ukuran muatannya, dump truck dapat dibedakan menjadi tiga: Ukuran kecil,
memiliki kapasitas angkut maksimum 25 ton, ukuran sedang memiliki kapasitas 25 sampai 100 ton,
dan ukuran besar jika kapasitasnya lebih dari 100 ton
Untung rugi penggunaan truck kecil
Keuntungan Kerugian
Lebih lincah Kapasitas kecil
Lebih cepat dan ringan sehingga tidak merusak Membutuhkan banyak pengemudi
jalan
Bila truck macet, kemerosotan produksi kecil Perawatan lebih banyak
Lebih mudah untuk disesuaikan dengan Biasanya bahan bakarnya lebih mahal
kapasitas alat gali

Untung rugi penggunaan truck besar


Keuntungan Kerugian
Kapasitas sama dengan truck kecil, jumlah unit Jalan kerja harus diperhatikan
lebih sedikit
Crew yang digunakan lebih sedikit Pengoperasiannya lebih sulit
Cocok untuk angkutan jarak jauh Roduksinya sangat kurang
Pemuatan dari loader lebih mudah Maintenance lebih sulit dilaksanakan

6. Alat Pemroses Material


Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran
yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang
termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur
material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concretebatch
plant dan asphalt mixing plant.

Alat pemroses material merupakan salah satu jenis dari alat berat yangsecara fungsional
dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadisuatu bentuk dan ukuran yang
diinginkan.Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dana s p a l . Y a n g
t e r m a s u k d i d a l a m a l a t i n i a d a l a h c r u s h e r d a n c o n c r e t e m i x e r truck.Alat yang
dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses
material seperti concrete batch plant dan asphalt mixingplant.A l a t p e m r o s e s m a t e r i a l
berhubungan erat dengan alat penempatanakhir material, dikarenakan hasil
p r o s e s m a t e r i a l d i a l a t p e m r o s e s a k h i r material akan digunakan oleh alat penempatan
akhir material seperti asphaltpaver untuk AMP dan concrete spreader untuk CBP.
Concrete mixer digunakan sebagai pencampur adukan beton dan concrete mixer truck
sebagai pengangkut campuran beton. Alat pemadat juga sering digunakan untuk memadatkan tanah
di sekitar basement.

( Gambar Concrete mixer )

7. Alat Penempatan Akhir Material

Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material
pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan
dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini
adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.