Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1

EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN TUGAS PRAKTIKUM


OPERASI TEKNIK KIMIA I

EFFLUX TIME

GRUP J :
1. HARRIS FEBRIANSYAH ( 1531010108 )
2. INDAH NUR LAILA ( 1531010115 )

Telah diperiksa dan disetujui oleh:

Kepala Laboratorium

Operasi Teknik Kimia I Dosen Pembimbing

Ir. C. Pujiastuti, MT Ir.Ketut Sumada,MT

NIP. 19630305 198803 2 001 NIP. 19620118 198803 1 001

Ir. C. Pujiastuti, MT Ir.Ketut Sumada,MT

NIP. 19630305 198803 2 001 NIP. 19620118 198803 1 001

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 1


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Resmi Operasi Teknik
Kimia I ini dengan judul EFFLUX TIME.

Laporan Resmi ini merupakan salah satu tugas mata kuliah praktikum Operasi
Teknik Kimia I yang diberikan pada semester IV. Laporan ini disusun berdasarkan
pengamatan hingga perhitungan dan dilengkapi dengan teori dari literatur serta
petunjuk asisten pembimbing yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2017 di
Laboratorium Operasi Teknik Kimia.

Laporan hasil praktikum ini tidak dapat tersusun sedemikian rupa tanpa
bantuan baik sarana, prasarana, pemikiran, kritik dan saran. Oleh karena itu, tidak
lupa kami ucapkan terima kasih kepada:

1. Ir. C. Pujiastuti, MT selaku Kepala Laboratorium Operasi Teknik Kimia.


2. Ir. Ketut Sumada, MT selaku Dosen pembimbing praktikum
3. Seluruh asisten dosen yang membantu dalam pelaksanaan praktikum
4. Rekan rekan mahasiswa yang membantu dalam memberikan masukan-
masukan dalam praktikum.

Dalam penyusunan laporan ini kami menyadari bahwa masih banyak


kekurangannya. Maka dengan rendah hati, kami mengharapkan kritik dan saran dari
seluruh asisten dosen yang turut membantu dalam pelaksanaan kesempurnaan
laporan ini. Penyusun mengharapkan semua laporan praktikum yang telah disusun ini
dapat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas Teknik, khususnya mahasiswa jurusan
Teknik Kimia.

Surabaya, 15 Maret 2017

Penyusun

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 2


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.............................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................... 1
KATA PENGANTAR .................................................................................. 2
DAFTAR ISI .................................................................................................3
INTISARI ..................................................................................................... 5
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang ............................................................................... 7
I.2 Tujuan ............................................................................................. 8
I.3 Manfaat .......................................................................................... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Teori Secara Umum ........................................................................ 9
II.1.1 Fenomena Aliran Fluida ......................................... 9
II.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi efflux time ........................... 10
II.1.3 Aliran Laminer dan Turbulen ..................................................... 11
II.1.4 Bilangan Reynold dan transisi dari laminer ke turbulen ........... 13
II.1.5 Ppersamaan-persamaan yang digunakan dalam efflux time ....... 13
II.2 Sifat Bahan ................................................................................. 14
II.3 Hipotesa ...................................................................................... 15
II.4 Diagram Alir .............................................................................. 16
BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM
III.1 Bahan yang Digunakan .............................................................. 17
III.2 Alat yang Digunakan .................................................... 17
III.3 Gambar Alat .............................................................................. 17
III.4 Cara Percobaan ......................................................................... 18
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Tabel Hasil Pengamatan .............................................................. 19
IV.2 Tabel Hasil Perhitungan............................................................... 21
IV.3 Grafik ....................................................................................... 26
IV.4 Pembahasan ................................................................................ 28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan .................................................................................. 30
V.2 Saran .............................................................................................. 30
DAFTAR PUSTAKA ......................................................... 31

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 3


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

APPENDIX ................................................................................................ 32

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 4


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

INTISARI

Efflux time merupakan waktu yang diperlukan untuk pengosongan cairan


didalam tangki melalui pipa vertikal, karena pengaruh gaya beratnya. Waktu
penurunan cairan dapat diperkirakan dengan persamaan pendekatan yang kemudian
dikaitkan dengan faktor koreksi yang merupakan perbandingan antara efflux time
sesungguhnya dengan efflux time teoritis. Faktor koreksi digunakan untuk
mendapatkan waktu penurunan cairan yang sesungguhnya.
Prosedur diawali dengan membuat larutan garam yang lewat jenuh kemudian
densitasnya diukur dengan piknometer dan viskositasnya diukur dengan viskometer
ostwald dimana digunakan air sebagai pembandingnya. Lalu ukur diameter dan
panjang masing-masing pipa. Kemudian masukkan larutan garam ke dalam tangki
dan ukur ketinggian larutan mula-mula dengan melihat pipa penera. Lakukan
pembukaan terhadap kran pipa setiap interval penurunan tinggi larutan dan catat
waktu yang dibutuhkan untuk mencapai selisih ketinggian yang diinginkan. Lakukan
percobaan pada masing-masing tangki. Pada percobaan ini variable yang diberikan
untuk beda ketinggian cairan dalam tangki untuk tangki 1 yakni 2cm, 2,5 cm, 3 cm,
3,5 cm, 4 cm. sedangkan untuk Tangki II yakni 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm. Serta
untuk tangki III yakni sebesar 1,5 cm, 2,5 cm, 3,5 cm, 4,5 cm, 5,5 cm.
Hasil yang didapat yakni pada tangki I dengan selisih ketinggian bahan 0.5
cm, air memiliki waktu tercepat dibandingkan dengan larutan garam. Waktu yang
diperlukan air yakni 2.81 detik dengan volume air sebesar 1366.2925 cm3 dengan
Waktu teori sebesar 1.105492 detik, sedangkan pada larutan garam 3,52 detik dengan
volume yang sama dan Waktu Teori sebesar 8.498542 detik. Begitu juga pada delta
H yang lain pada tangki 1, air memiliki waktu tercepat dibandingan dengan larutan
garam. Selain itu pada Tangki II, dengan delta H atau selisih ketinggian bahan 2 cm
waktu tercepat penurunan cairan juga terdapat pada air yakni 17.91 detik dengan
volume air sebesar 683.14625 cm3 dan faktor koreksi sebesar 6.074029 sedangkan
pada larutan garam 683.14625 cm3 dengan waktu yang sama dan nilai faktor
koreksinya sebesar 0.55033. Setelah itu, pada tangki III dengan selisih ketinggian
air adalah 2,5 cm terdapat perbedaan yakni waktu tercepat adalah pada larutan garam
yakni 87.9 detik dengan volume sebesar 1024.7193 cm3 dan faktor koreksi sebesar
12.75813 sedangkan pada larutan garam membutuhkan waktu 1024.7193 detik
dengan volume yang sama dan waktu koreksi sebesar 286.9592. Sehingga waktu
tercepat hingga terlama dalam pengosongan tangki berturut-turut adalah tangki I,

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 5


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

tangki II, dan tangki III. Nilai factor koreksi digunakan untuk menentukan kesalahan
pada saat praktikum dan tidak berpengaruh pada hasil perhitungan. Pada percobaan
diperoleh waktu. Sedangkan faktor koreksi sendiri dipengaruhi oleh perbedaan antara
waktu percobaan terhadap waktu teori, sehingga didapat nilai faktor koreksi pada
tangki berisi air lebih besar daripada faktor koreksi pada tangki berisi larutan garam.
Namun tidak semua hasil percobaan yang telah dilakukan mendapatkan hasil yang
sesuai dengan teori.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 6


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang

Efflux time merupakan waktu pengosongan cairan dalam tangki melalui pipa
vertical pada dasar tangki karena gaya beratnya sendiri. Efflux time di dalam dunia
industry biasanya dapat dijumpai pada pemindahan fluida dari suatu tempat ke
tempat yang lain dengan pipa tertutup serta tangki sebagai penampung fluida. Tangki
penampung cairan biasanya diletakkan pada ketinggian tertentu sehingga cairan
mudah mengalir cukup dengan gaya berat itu. Di dalam industry kimia biasanya
operasi bekerja secara kontinu. Waktu penurunan cairan ini dapat diperkirakan
dengan menggunakan persamaan teoritis yang kemudian dikalikan dengan suatu
factor koreksi untuk mendapatkan waktu penurunan cairan yang sesungguhnya
penggunaan efflux time.

Dalam persamaan efflux time, sebelum melakukan praktikum, praktilkan


mempersiapkan tabel viskositas dan kurva viskositas dengan suhu yang akan
digunakan untuk mencari viskositas larutan garam dimana diketahui viskositas air
dalam tabel dan kurva viskositas dengan suhu tersebut, prosedur yang harus
dilakukan oleh praktikan yakni membuat larutan garam dengan melarutkan garam
grosok dengan aquadest. Lalu menghitung nilai viskositas larutan garam kemudian
memasukkan larutan garam ke dalam tangki. Lalu mengukur ketinggian larutan
garam dalam tangki. Kemudian mengukur diameter dan panjang pipa pada masing-
masing tangki yang disediakan. Lalu kran pada tangki dibuka dengan mengatur
putaran sehingga larutan garam dapat keluar dan ditampung dalam ember. Kemudian
mengukur selisih ketinggian larutan garam sebelum kran dibuka dan setelah kran
ditutup. Lalu mengukur volume larutan garam yang keluar dengan menggunakan
gelas ukur. Setelah itu, mencatat data hasil percobaan berupa waktu dan volume
larutan garam. Setelah itu, mengulangi percobaan tersebut dengan menggunakan
bahan air.

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh praktikan diantaranya untuk


menghitung factor koreksi terhadap waktu pengosongan tangki yang dihitung secara
teoritis. Selain itu untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk dapat
mengosongkan tangki secara teoritis. Serta untuk mengetahui aturan fluida dinamis
di dalam pipa vertical.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 7


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

I.2 Tujuan percobaan

1. untuk menghitung factor koreksi suatu pengosongan tangki dari waktu


pengosongan sebenarnya terhadap waktu pengosongan teorititis.
2. untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk dapat mengosongkan tangki
secara teoritis.
3. untuk mengetahui aliran fluida dinamis di dalam pipa vertical.

I.3 Manfaat percobaan

1. agar praktikan dapat menentukan jenis aliran yang terjadi melalui perhitungan
bilangan reynold.
2. agar praktikan dapat mengetahui perbandingan antara waktu pengosongan tangki
dengan diameter pipa yang berbeda-beda.
3. agar praktikan dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efflux time

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 8


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara umum

Efflux time merupakan waktu yang diperlukan untuk pengosongan cairan


didalam tangki melalui pipa vertikal, karena pengaruh gaya beratnya. Sebagian besar
industri mengalirkan cairan dari tempat penampungannya dengan pengaruh gaya
gravitasi karena tinggi permukaan cairannya. Sehingga perlu pengukur tinggi
permukaan teoritis melalui rumus pendekatan dari penurunan rumus prinsip dasar
teori aliran fluida dinamis dalam aliran vertikal.

Untuk zat cair yang mengalir melalui sebuah lubang paga tangki, maka besar
kecepatannya selalu dapat diturunkan dari hukum Bernouli yaitu : V = 2gh, h
adalah kedalaman lubang dari permukaan zat cair. Peralatan yang digunakan untuk
mengukur pengeluaran fluida adalah orifice dan noozle. Orifice adalah sebuah
bukaan (biasanya bulat) pada dinding tangki atau pad plat normal di sumbu pipa, plat
yang sama juga ada di ujung pipa atau di beberapa daerah lanjut airnya.
Dikaraliteralisasi dari kenyataan bahwa ketipisan dinding atau plat relatif kecil
terhadap ukuran bukaan. Orifice standar dengan sisi tajam atau dengan bahan persegi
atau bulat bukan jenis standar karena aliran ysng melaluinya dipengaruhioleh
ketebalan plat, kekerasan permukaannya, jari-jari lekukannya. Orifice ini harus diuji
jika diperlkan ketelitian yang tinggi.

II.I.I Fenomena Fluida

Perilaku zat cair yang mengalir sangat bergantung pada kenyataan apakah
fluida itu berada dibawah pengaruh bidang batas padat atau tidak. Di daerah dimana
pengaruh dinding itu kecil, tegangan geser mungkin dapat diabaikan. Dan perilaku
fluida itu mungkin mendekati perilaku fluida ideal. Aliran fluida ideal dapat
diberikan secara lengkap dengan menggunakan prinsip-prinsip mekanika Newton
dan hukum kekekalan massa. Aliran potensial bisa terdapat pada jarak yang tidak
terlalu jauh dari bidang batas padat. Aliran potensial terdapat diluar lapisan batas
fluida yang sangat berdekatan dengan dinding padat itu. Aliran laminar adalh aliran
pada kecepatan rendah ketika fluida cenderung mengalir tanpa pencampuran secara
lateral, dan lapisan-lapisan yang berdampingan menggelincir diatas satu sama lain.
Disini tidak terdapat aliran silang atau pusaran. Pada kecapatan yang lebih tinggi,

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 9


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

terjadi keturbulenan, dan pembentukan pusaran, yang sebagaimana akandibahas


nanti, akan menyebabkan terjadinya pencampuran lateral.
Fluida biasanya ditransportasikan di dalam pipa atau tabung yang
penampangnya bundar, dan terdapat di pasaran dalam berbagai ukuran, tebal dinding,
dan bahan konstruksi. Sebetulnya tidak terdapat perbedaan yang tegas antara istilah
pipa (pipe) dan tabung (tube). Pada umumnya pipa berdinding tebal, diameternya
relative besar dan tersedia dalam panjang sedang, yaitu antara 20 sampai 40 ft,
tabung berdinding tipis dan biasanya tersedia dalam bentuk gulungan yang
panjangnya sampai beberapa ratus kaki. Dinding pipa disambungkan dengan
menggunakan ulir (screw), flens (flange), atau las (weld), sambungan jolak (flare
fitting), atau sambungan solder (soldered fitting). Tabung biasanya dibuat dengan
teknik ekstrusi atau tarik dinding (cold drawn), sedang pipa logam biasanya dibuat
dengan teknik las, cor (casting), atau menusuk tembus (piercing) bahan itu dalam
unit penusuk.

II.I.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Efflux Time

Faktor-faktor yang mempengaruhi Efflux Time diantaranya :


1. Diameter, dimana diameter akan mempengaruhi debit air.
2. Ketinggian, ketinggian akan mempengaruhi kecepatan karena ketinggian akan
menekan air karena semaklin tinggi air maka semakin besar tekanannya sehingga air
yang keluar juga semakin besar dan semakin rendah tinggi air maka tekanannya
semkain kecil dan jumlah air yang keluar semkain kecil.
3. Lamanya waktu yang diberikan dimana bila waktu yang diberikan semakin
lama maka debit akan kecil dan bila waktu yang diberikan semakin cepat maka debit
akan semakin besar.
4. Kecepatan aliran air, dimanabila kecepatan air semakin besar maka debit akan
semakin besar pula, dan bila kecepatan air kecil maka akan kecil pula debit.
5. Luas penampang dari tempat aliran itu keluar. BIla luas penampung keluarnya
zat cair tersebut makin besar maka debit semakin besar, dab begitu pula sebaliknya.
Cepat aliran / debit air adalah volume fluida yang dipindahkan tiap satuan
waktu:
Q=A.v . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . (1)
A1.v1=A2.v2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (2)

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 10


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Keterangan :
Q : Cepat aliran/Debit air (m3/s)
V : kecepatan fluida (m/s)
A : luas penampang yang dilalui fluida (Cm2)
Efflux time biasanya diukur dengan viscometer yang digunakan untuk
mencari viskositas relatif (RV atau rel yang merupakan rasio viskositas larutan
dibagi dengan viskositas pelarut. Sehingga, viskositas relatif:
Hrel = t / t o .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (3)
Keterangan :
hrel : viskositas relatif
t : waktu penghabisan dari solusi
to : waktu penghabisan pelarut.
(Abdinagar, 2012)
II.I.3 Aliran Laminer dan Turbulen
Aliran Laminer adalah aliran fluida yang bergerak dengan kondisi lapisan-
lapisan (lanima-lamina) membentuk garis-garis alir yang tidak berpotongan satu
sama lain. Hal tersebut d tunjukkan oleh percobaan Osborne Reynold. Pada laju
aliran rendah, aliran laminer tergambar sebagai filamen panjang yang mengalir
sepanjang aliran. Pada kecepatan rendah, fluida cenderung mengalir tanpa
pencampuran secara lateral, dan lapisan lapisan yang berdampingan menggelincir
di atas satu sama lain. Disini tidak terdapat aliran silang atau pusaran (eddy).
Aliran Turbulen Aliran turbulen adalah aliran fluida yang partikel-partikelnya
bergerak secara acak dan tidak stabil dengan kecepatan berfluktuasi yang saling
interaksi. Akibat dari hal tersebut garis alir antar partikel fluidanya saling
berpotongan. Oleh Osborne Reynold digambarkan sebagai bentuk yang tidak stabil
yang bercampur dalam wamtu yang cepat yang selanjutnya memecah dan menjadi
takterlihat. Pada laju-aliran rendah, penurunan tekanan di dalam fluida akan
bertambah secara langsung menurut kecepatan fluida, pada laju tinggi pertambahan
itu jauh lebih cepat lagi, yaitu kira-kira menurut pangkat dua kecepatan.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 11


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Gambar 1. Aliran fluida laminer dan turbulen


Faktor yang mempengaruhi aliran laminar dan turbulen adalah bilangan Reynolds.
Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gaya inersia
terhadap gaya viskos yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut
dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk
mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar dan turbulen.
Bilangan Reynold merupakan salah satu bilangan tak berdimensi yang paling penting
dalam mekanika fluida dan digunakan, seperti halnya dengan bilangan tak
berdimensi lain,
(Nugraha, 2014)

II.1.4 Bilangan Reynold dan Transisi dari Aliran Laminer ke Aliran Turbulen

Reynolds mempelajari kondisi dimana salah satu aliran berganti menjadi


aliran lain dan menemukan critical velocity, pada aliran laminer berganti menjadi
aliran turbulen tergantung pada 4 hal,yakni diameter tabung, serta viskositas, densitas
dan kecepatan linear rata-rata zat cair. Keempat faktor yang mendasari jenis aliran
dapat digabingkan menjadi satu gugus yaitu bilangan Reynold (NRe).


= . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (4)

Keterangan :
D = diameter tabung (Cm)
V = kecepatan rata-rata zat cair (Cm/s)
= densitas zat cair (gram/Cm3)
= viskositas zat cair (gram/cm.s)
(McCabe,1993)

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 12


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

II.I.5 Persamaan-persamaan yang digunakan pada percobaan Efflux Time

1. Mencari Friksi
a. Pada Aliran Laminar :
64
= . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (5)

b. Pada Aliran Tubulen


4 0.0791
= . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (6)
0.25

2. Menghitung nilai z
a. Pada Aliran Laminar :
32
= . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . (7)
2

Keterangan :
L : Panjang Pipa (cm)
Dp : Diameter Pipa (cm)
g : Percepatan Gravitasi (cm/s2)
: viskositas cairan (gr/cm.s)
: densitas cairan (gr/cm3)

b. Pada Aliran Tubulen dan Transisi:


2
= . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .(8)
2

3. Menentukan harga c
4
7
= . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .(9)

4. Menentukan t teoritis
a. Pada Aliran Laminar :
32 (+1) b2
= [( )2 ) (+2)] + 2b(Dt a)(H2 H1) ( 2 ) (L +
4

H1 Hv)2 (L + H2 Hv)2 ) . . . . . . . . . . . . . . . . . . (10)


32 (+1)
= [( 2 ) (+2)]. . . . . . . . . . . . . . . (11)
4

b. Pada Aliran Tubulen :

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 13


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

3 3
7
= ( 2 a) [(1 + 1)7 (2 + 2)7 ] +
32
10 10
1,4bc 7cb2
( Dp2 ) (Dt a)(L + H2 Hv2) 7 (L + H1 Hv1) 7 + (17Dp2 ) (L + H1
17 17
Hv1) 7 ) (L + H2 Hv2 )7 . . . . . . . . . . . . . . . . (12)

7
= 3 2 ( 2 ) [(1 + )3/7 (2 + )3/7 ]. . . . . .........(13)

Asumsi jika tanpa Vortex maka nilai Hv=0, a=0, b=0, c=0
5. Menentukan factor koreksi dari t percobaan terhadap t teoritis

= . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .(14)

(Timdosen,2017)

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 14


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

II.2 Sifat Bahan


1. Air
Sifat Fisika
a. Rumus kimia : H2O
b. Tidak berwarna
c. Titik lebur : 0oC (273,15 K)
d. Titik didih : 100oC (373,15 K)

Sifat Kimia
a. Merupakan pelarut universal
b. Dapat melarutkan zat kimia lain
c. Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya
arus listrik
(Anonim, 2017)
2. NaCl
Sifat Fisika
a. Bubuk kristal padat
b. Berat molekul : 58,44 gr/mol
c. Warna : Putih
d. Titik Didih : 1413oC (2575,4 oF)
e. Titik Lebur : 801oC (1473,8oF)

Sifat Kimia
a. Mudah larut dalam air dingin, air panas
b. Larut dalam gliserol dan ammonia
c. Tidak larut dalam asam klorida
(Azam,2012)

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 15


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

II.3 Hipotesa
Pada percobaan Efflux Time ini, kemungkinan semakin kecil diameter pipa
maka semakin kecil pula waktu yang dibutuhkan fluida untuk turun. Serta hubungan
antara waktu pengosongan tangki secara teoritis dan percobaan adalah berbanding
lurus. Jika waktu pengosongan tangki teoritis besar maka pada waktu pengosongan
tangki percobaan juga besar.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 16


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

II.4 Diagram Alir

Membuat larutan garam dengan melarutkan


garam grosok dengan aquadest

Kemudian menghitung densitas larutan garam


tersebut dengan menggunakan piknometer

Lalu menghitung nilai viskositas larutan garam

Kemudian memasukkan larutan garam ke dalam


tangki

Mengukur ketinggian larutan garam di dalam


tangki

mengukur diameter pipa dan panjang pipa pada


masing-masing tangki

Kemudian kran pada tangki dibuka dengan


mengatur putaran sehingga larutan garam dapat
keluar dari tangki dan ditampung di dalam ember

mengukur selisih ketinggian larutan garam


sebelum kran dibuka dan setelah kran ditutup

Lalu mengukur volume larutan garam yang


keluar

Mencatat data hasil percobaan berupa waktu dan


volume larutan garam

Mengulangi percobaan tersebut dengan


menggunakan bahan air

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 17


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

III.1 Bahan yang digunakan

1. air
2. larutan garam

III.2 Alat yang digunakan

1. Gelas ukur 6. ember


2. Piknometer 7. Ball Filler
3. Viscometer Ostwald 8. Neraca Analitik
4. Stopwatch 9. Seperangkat alat efflux
5. Penggaris

III.3 Gambar alat

Ball Filler Ember Gelas ukur

Neraca Analitik Penggaris Piknometer

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 18


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Stopwatch Viskometer Ostwald

III.4 Rangkaian Alat

Serangkaian Alat Efflux Time

III.5 Prosedur

1. Membuat larutan garam dengan melarutkan garam grosok dengan aquadest.


2. Kemudian menghitung densitas larutan garam tersebut dengan menggunakan
piknometer.
3. Lalu menghitung nilai viskositas larutan garam.
4. Kemudian memasukkan larutan garam ke dalam tangki.
5. Mengukur ketinggian larutan garam di dalam tangki.
6. Kemudian mengukur diameter pipa dan panjang pipa pada masing-masing tangki
yang disediakan.
7. Kemudian kran pada tangki dibuka dengan mengatur putaran sehingga larutan
garam dapat keluar dari tangki dan ditampung di dalam ember.
8. Kemudian mengukur selisih ketinggian larutan garam sebelum kran dibuka dan
setelah kran ditutup.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 19


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

9. Lalu mengukur volume larutan garam yang keluar dengan menggunakan beaker
glass atau gelas ukur.
10. Catat data hasil percobaan berupa waktu dan volume larutan garam.
11. Ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan bahan air.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 20


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Hasil Pengamatan


- Diameter Tangki = 29,5 cm
- air = 0,9856 gr/ml
- garam = 1,15275 gr/ml
- air = 0,008 gr/cm.s
- garam = 0,018 gr/cm.s
- Variabel pipa 1 = 2cm, 2,5 cm, 3 cm, 3,5 cm, 4 cm
- Variabel pipa 2 =1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm
- Variabel pipa 3 =1,5 cm, 2,5 cm, 3,5 cm, 4,5 cm, 5,5 cm
- Pipa 1 = Diameter 1,7 cm ; Panjang 42 cm
Pipa 2 = Diameter 1 cm ; Panjang 38,5 cm
Pipa 3 = Diameter 0,8 cm ; Panjang 63 cm
A. Tangki I

H Air Garam
(cm) t (s) V (ml) t (s) V (ml)
23 21 2.81 1366.2925 3,52 1366.2925
21 18,5 3.55 1707.8656 4,32 1707.8656
18,5 15,5 4.35 2049.4387 4,58 2049.4387
15,5 - 12 5.04 2391.0118 5,43 2391.0118
12 8 6.37 2732.585 6,64 2732.585

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 21


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

B. Tangki II

H Air Garam
(cm) t (s) V (ml) t (s) V (ml)

23 22 17.91 683.14625 34,98 683.14625

22 - 20 40.33 1366.2925 65,02 1366.2925

20 - 17 60.34 2049.43875 95,30 2049.43875

17 - 13 88.11 2732.585 107,90 2732.585

13 8 108.52 3415.7312 121,43 3415.7312

C. Tangki III

H Air Garam
(cm) t (s) V (ml) t (s) V (ml)

23 21,5 87,9 1024.7193 95,7 1024.7193

21,5 19 185,4 1707.8656 213,7 1707.8656

19 15,5 284,9 2391.0118 296,6 2391.0118

15,5 - 11 386,1 3074.1581 417,93 3074.1581

11 5,55 514,2 3757.3043 542,87 3757.3043

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 22


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 23


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 24


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 25


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 26


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 27


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

IV.3 Grafik

A. Nre Vs Faktor Koreksi


1. Tangki I (Pipa besar)

Tangki 1 (Pipa Besar)


NRe Vs Faktor Koreksi ()
8
7
6
5
4
3
2
1
0
40721.79 48689.1 42932.34 50471.56 45801.42

Air Garam

2. Tangki II

Tangki 2 (Pipa sedang)


NRe Vs Faktor Koreksi ()
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
9509.086 10293.42 10522.22 10250.75 10285.76

Air Garam

3. Tangki III

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 28


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Tangki 3 (Pipa Kecil)


NRe Vs Faktor Koreksi ()
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
4688.928 6475.186 7064.092 6601.107 7094.721

Air Garam

B. Penurunan Tinggi Cairan Vs Faktor Koreksi


1. Pada Air

Penurunan Tinggi Cairan Vs Faktor Koreksi ()


Pada Air
7
6
5
4

Tangki 1
3
Tangki 2
2
Tangki 3
1
0
0 1 2 3 4 5 6 7
Penurunan Tinggi Cairan

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 29


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

2. Pada larutan garam

Penurunan Tinggi Cairan Vs Faktor Koreksi ()


Pada Larutan Garam
5

3
Tangki 1

2
Tangki 2
1 Tangki 3

0
0 1 2 3 4 5 6 7
Penurunan Tinggi Cairan

IV.4 Pembahasan

Efflux time merupakan waktu pengosongan cairan dalam tangki melalui pipa
vertical pada dasar tangki karena gaya beratnya sendiri. Adapun tujuan yang ingin
dicapai oleh praktikan diantaranya untuk menghitung factor koreksi terhadap waktu
pengosongan tangki yang dihitung secara teoritis. Selain itu untuk menghitung waktu
yang diperlukan untuk dapat mengosongkan tangki secara teoritis. Serta untuk
mengetahui aturan fluida dinamis di dalam pipa vertical.
Jenis aliran pada larutan garam dan air merupakan aliran Laminar. Karena
NRe dari setiap H pada tangki yang berbeda bernilai < 4000. Hal ini terjadi karna
beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu, densitas larutan, viskositas, diameter pipa
dan kecepatan larutan yang keluar dari dalam tangki. Pada percobaan efflux time
yang sudah dilakukan, didapat hasil pengamatan berupa waktu dan volume yang
berasal dari 3 tangki dengan H yang berbeda. Bila dilihat dari tabel pengamatan,
dapat diambil suatu pembahasan bahwa pada bahan yang digunakan yaitu Air dan
Larutan Garam dengan masing-masing diujikan pada 3 tangki yang berbeda. Dilihat
dari hasil yang sudah ditabelkan diatas didapat hasil waktu pengosongan tangki yang
paling cepat untuk bahan air yaitu pada tangki I yang mempunyai diameter pipa 1,7
cm dengan panjang pipa 42 cm dan diameter tangki 29.8 cm dengan jumlah waktu
rata-rata pengosongan 4,898 detik dalam H yang berbeda , sedangkan untuk waktu
teoritis rata-rata dari H yang berbeda sebesar 8.538167 detik, hal ini disebabkan

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 30


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

oleh diameter pipa yang besar. Dan yang paling lambat yaitu pada tangki III, yang
mempunyai diameter pipa 0.8 cm dan diameter tangki 29,8 cm serta panjang pipa 63
cm dengan rata rata waktu pengosongan tangki sebesar 313,36 detik, sedangkan
untuk rata rata pada perhitungan teori didapatkan hasil 0,055051 detik, hal ini
disebabkan oleh diameter pipa yang kecil dan panjang pipa yang panjang. Apabila
dilihat pada tabel rata rata factor koreksi () pada tangki I memiliki factor koreksi ()
rata rata 0,571291, tangki II 3,315 dan tangki III 3.843445
Pada larutan garam yang paling lambat yaitu tangki III juga yang mempunyai
diameter pipa 0,8 cm dengan panjang pipa 63 cm dan diameter tangki 29.8 cm
dengan jumlah waktu rata-rata pengosongan 69,8 detik,, sedangkan untuk jumlah
pada perhitungan teori didapatkan hasil 21,2297 detik , hal ini disebabkan oleh
diameter pipa yang kecil dan panjang pipa yang panjang. Dan yang paling cepat
adalah tangki I, yang mempunyai diameter pipa 1,7 cm dan diameter tangki 29,8 cm
serta panjang pipa 42 cm dengan rata rata waktu pengosongan tangki sebesar 3,276
detik, sedangkan untuk rata rata pada perhitungan teori didapatkan hasil 1,3096
detik, hal ini disebabkan oleh diameter pipa yang besar. Apabila dilihat rata rata
factor koreksi () pada tangki I memiliki factor koreksi () rata rata 2,7947 , tangki II
3.97618 dan tangki III 3,22016.
Pada grafik air suling dapat dilihat bahwa nilai bilangan Reynold (NRe)
terhadap factor koreksi (), memiliki grafik yang relatif menurun. Dan pada larutan
garam bilangan Reynold (NRe) terhadap factor koreksi () juga relative menurun.
Faktor koreksi yang baik ialah faktor koreksi yang mendekati satu (1),dimana t
waktu teori dan t waktu percobaan sebanding.
Jika kita perhatikan line atau garis pada grafik Hvs. dapat dilihat bahwa
interval penurunan tinggi cairan (H) terhadap factor koreksi () konstan tetapi ada
beberapa tangki yang grafik tidak konstan baik dari bahan air suling maupun larutan
garam. Grafik pada Nre terhadap factor koreksi () terlihat adanya penurunan
walaupun ada beberapa tangki tidak mengalaminya.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 31


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

V. 1. Kesimpulan
1. Diameter pipa mempengaruhi dalam waktu dan volume yang dibutuhkan
untuk pengosongan tangki.
2. Semakin besar diameter pipa aliran fluida maka semakin cepat waktu yang
diperlukan untuk pengosongan tangki.
3. Aliran yang terjadi pada percobaan semua turbulen keculai saat larutan pada
tangki 2 nilai Re 1593 2294.
4. Hubungan antara diameter pipa dengan menghitung faktor koreksi adalah
dapat menyimpulkan bahwa semakin besar diameter pipa maka semakin besar
nilai faktor koreksi nya. Semakin panjang pipa semakin lama waktu yang di
butuhkan fluida untuk mengalir sehingga faktor koreksinya semakin besar.
5. Semakin besar viskositas bahan fluida maka semakin kecil kecepatan aliran
yang berdampak ke semakin kecilnya faktor koreksi.

V. 2. Saran
1. Ketika membuka keran tangki, diharapkan konsisten karena dapat
mempengaruhi laju alir pada percobaan.
2. Ketika membuat larutan garam, jangan membuatnya di dalam tangki
percobaan. Sebaiknya dibuat sebelum dimasukan ke dalam tangki percobaan.

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 32


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

DAFTAR PUSTAKA

Abdinagar, Prasesta.2012.Abstraksi tujuan percobaan Efflux time. (http://


prasestaabdinagar.blogspot.co.id/p/abstraksi-tujuan-percobaan-efflux-
time.html) Diakses pada tanggal 22 Februari 2017 pukul 22.00 WIB
Anonim.2017.Air.(http://id.wikipedia.org/wiki/air) Diakses pada tanggal 23
Februari 2017 pukul 03.00 WIB
Anonim.2017.Natrium Klorida.(http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium Klorida)
Diakses pada tanggal 23 Februari 2017 pukul 03.05 WIB
Mccabe, Warren L., dkk. 1993. Unit Operations of chemical Engineering. Jakarta :
Erlangga
Tim dosen.2017.Modul Operasi Teknik Kimia I Efflux Time. Surabaya:
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 33


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

APPENDIX

1. Menghitung densitas larutan garam


w pikno isi w pikno kosong
=
volume

26,1167 gram 16,2033 gram


= = 0,99 cm/ml
10 ml

2. Menghitung densitas air

w pikno isi w pikno kosong


=
volume

25,9679 gram 16,2033 gram


= = 0,98 cm/ml
10 ml

3. Viskositas air = 0,008 g/cm.s


t rata-rata air = 1,93 s
t rata-rata garam = 2,85 s

4. Menghitung viskositas larutan garam


( )
=
( )

(0,99 2,85)
= x 0,008
(0,98 1,93)

= 0,0119 / .

A. Bahan Air

Tangki 1 pada H1 = 23 cm dan H2= 22,3

t = 1,1 s
Dt = 29,8 cm
Dp = 1,4 cm
Lpipa = 42 cm
1. Volume
= 2 (H1 H2)
= (3,14)(0,85^2) (23-22,3) =487,98 cm3

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 34


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

2. Menghitung debit ( laju alir, Q )


487,98
=
= 1,1
= 443,6182 3 /

3. Menghitung luas penampang pipa ( A )


2 3,14 (1,72 )
= = = 2,26865 2
4 4

4. Menghitung kecepatan alir ( v )


443,6182 3 /
= = = 195,5428 /
2,26865 2

5. Menghitung nilai NRe


0,98(1,7)(195,5428)
= = = 40721,79
0,0119
( )
6. Menghitung friksi
4 0,0791 4 0,0791
= 0,25
= = 0,022273
40721,790,25
7. Menghitung nilai z
2 0,022273(42)(195,54282 )
= = = 10,73514 cm
2 2 (980)(1,7)
8. Menghitung nilai c
4/7 10,73514 4/7
= = = 0,019851 s/ 3/7
195,5428
9. Menghitung waktu penurunan tangki secara teori
7
= ( 2 ) [(1 + )3/7 (2 + )3/7 ]
3 2
7 (0,019851) 2 [23
3 3
= (29,5 ) + 42]7 [22,3 + 42]7 = 0,39429
3 (1,72 )
10. Menghitung faktor koreksi
1,1
= = = 2,789828206
0,39429

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 35


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 1
EFLUXX TIME
UPNVETERANJAWA TIMUR

Program Studi S-1 Teknik Kimia Page 36