Anda di halaman 1dari 2

BOLEHKAH ORANG KAFIR MASUK ISLAM

PERBEDAAN PENDAPAT

1. Riwayat bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu pernah melihat ada orang
majusi di dalam masjid ketika beliau sedang berkhutbah di atas mimbar.
Kemudian Ali turun, dan memukulnya serta menyuruhnya keluar. Pendapat ini
juga yang menjadi pendapat Umar bin Khatab radhiyallahu anhu. Karena jika
orang muslim yang junub tidak boleh masuk masjid maka orang musyrik lebih
layak dilarang masuk masjid (Mathalib Uli an-Nuha, 2/617).

Artinya : Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang


yang beriman kepada Allah dan hari akhir.. (QS. At-Taubah: 18).

2. Orang kafir boleh masuk masjid, jika diharapkan dia bisa masuk Islam dengan
melihat aktivitas kaum muslimin di masjid atau mendengar ceramah. Ini
pendapat al-Qodhi Abu Yala ulama hambali . Dengan syarat, mendapat
izin dari salah satu orang muslim

Artinya : Boleh bagi orang kafir untuk masuk masjid dengan izin dari seorang
muslim, jika diharapkan dia masuk Islam. Karena Nabi shallallahu alaihi wa
sallam pernah kedatangan tamu dari Thaif, dan beliau menyuruh mereka
untuk singgah di dalam masjid, dan mereka belum masuk islam (Mathalib Uli
an-Nuha, 2:617)
3. Larangan masuk masjid untuk orang kafir, hanya berlaku untuk Masjidil
Haram dan bukan masjid lainnya. Ini adalah pendapat Imam asy-Syafii, Ibnu
Hazm, al-Albani, Ibnu Utsaimin dan beberapa ulama lainnya

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang


musyrik itu najis. Karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidil Haram
sesudah tahun ini (tahun 9 H). (QS. At-Taubah: 28)