Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PENDIDIKAN KARYA TULIS ILMIAH

PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Diajukan sebagai tugas mata kuliah

Karya Tulis Ilmiah

Disusun Oleh :

Nama : Faisal Muhajir

NPM : 1413053047

UNIVERSITAS LAMPUNG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PGSD S1

2014
MAKALAH PENDIDIKAN KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan sebagai tugas mata kuliah

Karya Tulis Ilmiah

Dosen Pengajar : Dr. Lilik Sabdaningtyas, M.Pd

NIP : 195610051983032002

Disusun Oleh :

Nama : Faisal Muhajir

NPM : 1413053047

UNIVERSITAS LAMPUNG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PGSD S1

2014
\

KATA PENAGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk
maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya
miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................................................

KATA PENGANTAR .................................................................................................................

DAFTAR ISI................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................

1.1.Latar Belakang ..................................................................................................................


1.2.Rumusan Masalah ............................................................................................................
1.3.Tujuan dan manfaat Pembahasan ......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Kajian teori .....................................................................................................................

2.2. Dasar penyusunan kurikulum 2013 ................................................................................

2.3. karakteristik kurikulum 2013 ..........................................................................................

2.4. Komponen kurikulum 2013 ............................................................................................

2.5.Hasil observasi.................................................................................................................

2.6.Hambatan implementasi kurikulum 2013 .......................................................................


2.7.Pembahasan..

BAB III PENUTUP ....................................................................................................................

3.1 Kesimpulan .....................................................................................................................

3.2 Saran ................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa pembentukan
Pemerintah Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk
mewujudkan upaya tersebut Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (3) memerintahkan agar
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang telah diatur dengan Undang-Undang. Perwujudan dari amanat Undang-
Undang Dasar 1945 yaitu dengan diberlakukannya Undang-Undang nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Seiring dengan perubahan waktu dalam kurikulum, Kurikulum 2013 merupakan
Kurikulum baru pada saat ini yang merupakan implementasi dari Undang-Undang nomor 32
tahun 2013 dengan melihat kebutuhan masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya perubahan
kurikulum tersebut, hakikat tujuan Pendidikan Nasional tetap tidak berubah, yaitu untuk
mencerdaskan bangsa dan menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Kurikulum 2013 ?

2. Apa saja tujuan, dasar penyusunan, karakteristik dan komponen yang terdapat pada kurikulum
2013 pada tingkat Sekolah Menengah Pertama ?

3. Bagaimana implementasi Kurikulum 2013 di lapangan (SMP Negeri 1 Mangaran Situbondo)


yang terdiri dari pendapat tentang Kurikulum 2013, pelaksanaan (metode / strategi, media,
perangkat pembelajaran serta sistem penilaian), kelebihan, kendala / hambatan yang terjadi serta
solusi yang perlu diperhatikan ?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan


1. Agar lebih mengetahui dan memahami tentang Kurikulum 2013.

2. Dapat mengetahui dan memahami tujuan, dasar penyusunan, karakteristik dan komponen pada
Kurikulum 2013 tingkat Sekolah Menengah Pertama.

3. Mengetahui sebagai bahan pembelajaran dan pengalaman, memahami dan mengimplementasikan


hasil yang dicapai dari observasi kurikulum 2013

4. Dalam penulisan makalah ini memberikan harapan semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagai
bentuk dari sumbangan pikiran yang dapat membantu banyak kalangan. Namun apabila terdapat
beberapa kekurangan ataupun kekeliruan saya mohon saran yang konstruktif untuk membangun
kemajuan pemikiran ilmiah yang lebih baik.
5. banyak memberi manfaat langsung maupun tidak langsung penulis mendapat pengetahuan dan
wawasan mengenai kesiapan guru yang memegang peranan sangat penting dalam memberikan
materi pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. KAJIAN TEORI
1. Definisi Kurikulum
Secara etimologi kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang
artinya pelari, dan currere yang artinya tempat berpacu atau tempat berlomba yang berarti jarak
tempuh lari, yaitu jarak yang harus ditempuh dalam kegiatan berlari mulai dari start hingga
finish.[1]
Istilah kurikulum tersebut digunakan dalam dunia pendidikan dengan alasan
kurikulum berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai. Sehingga kurikulum memiliki beberapa aspek penting seperti perencanaan
pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah
dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun.[2]

2. Definisi Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 merupakan implementasi dari UU no. 32 tahun 2013. Kurikulum
2013 ini merupakan kelanjutan dan penyempurna dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK)
dan KTSP. Akan tetapi lebih mengacu pada kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan
secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
yang terdapat pada pasal 35,[3] dimana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional
yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik kurikulum 2013 yang
diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat secara positif.

3. Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan
hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatifdan inovatif, dan afektif
serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban
dunia.

4. Dasar penyusunan Kurikulum 2013


a. Landasan yuridis
Secara yuridis Secara yuridis, kurikulum merupakan suatu kebijakan publik yang
didasarkan kepada dasar filosofis bangsa dan keputusan yuridis dalam bidang pendidikan.
Landasan yuridis kurikulum adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang
nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, peraturan pemerintah nomor 19 tahun
2005, peraturan mentri pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi
lulusan dan peraturan Mentri pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi
b. Landasan Filosofis
Pendidikan juga harus memberikan dasar bagi keberlanjutan kehidupan bangsa
dengan segala aspek kehidupan bangsa yang mencerminkan karakter bangsa masa kini. Berbagai
perkembangan dalam ilmu, teknologi, budaya, ekonomi, sosial, politik yang dihadapi
masyarakat, bangsa dan umat manusia, dikemas dalam konten pendidikan.
c. Landasan Teoritis
Kurikulum dikembangkan atas dasar teori pendidikan berdasarkan standar teori
pendidikan berbasis kompetensi. Berdasarkan standar adalah pendidikan yang menetapkan
standar nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar yang berlaku untuk setiap kurikulum.
Berdasarkan kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk bersikap, menggunakan
pengetahuan dan keterampilan, untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah, masyarakat dan
lingkungan dimana yang bersangkutan berinteraksi.
d. Landasan Empiris
Dewasa ini kecenderungan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan dan
kasus pemaksaan kehendak sering muncul di Indonesia. Kecenderungan ini juga menimpa
generasi muda. Walaupun belum ada kajian ilmiah bahwa kekerasan tersebut berasal dari
kurikulum, namun para ahli pendidikan dan tokoh masyarakat menyatakan bahwa salah satu akar
masalahnya adalah implementasi kurikulum. Yang terlalu menekankan aspek kognitif dan
keterkungkungan peserta didik di ruang belajarnya dengan kegiatan yang kurang menantang
peserta didik. Oleh karena itu kurikulum 2013 ini hadir untuk menjawab segala persoalan yang
berkaitan dengan masalah tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pendidikan
nasional.[4]

5. Karakteristik Kurikulum 2013


1. Isi atau konten kurikulum adalah kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti
(KI) mata pelajaran dan dirinci lebih lanjut ke dalam kompetensi dasar.
2. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi yang harus
dipelajari.
3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu mata
pelajaran
4. Penekanan kompetensi ranah sikap, keterampilan kognitif,psikomotorik dan pengetahuan untuk
suatu satuan pendidikan dan mata pelajaran yang ditandai oleh banyaknya KD suatu mata
pelajaran
5. Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris kompetensi bukan konsep, generalisasi, topik atau
sesuatu yang beasal dari pendekatan disciplinary-based curriculum atau content-based
curriculum
6. Kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan prinsip akumulatif, saling memperkuat dan
memperkaya antar mata pelajaran.
7. Proses pembelajaran didasarkan pada upaya menguasai kompetensi pada tingkat yang
memuaskan dengan memperhatikan karakteristik konten kompetensi. Yang mana pengetahuan
merupakan konten yang bersifat tuntas (mastery). Sedangkan kognitif dan psikomotorik
merupakan kemampuan penguasaan konten yang dapat dilatihkan. Sedangkan sikap merupakan
kemampuan penguasaan konten yang lebih sulit dikembangkan dan memerlukan proses
pendidikan yang tidak langsung.
8. Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi yang bersifat formatif dan hasilnya
segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi.[5]

6. Komponen Kurikulum 2013 pada Sekolah Dasar


a. Tujuan Pendidikan
b. Struktur program dan muatan kurikulum
c. Kalender pendidikan
d. Silabus
e. Rencana pelaksanaan pembelajaran

B. HASIL OBSERVASI
1. Implementasi Kurikulum 2013
a. Dari segi pemahaman dan Pelaksanaan
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang yang simple dan praktis karena menjadi
sebuah kurikulum penyempurna pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang masih
menitik beratkan kepada kompetensi yang di utamakan. Kurikulum 2013 melihat dari segi
kebutuhan masyarakat dari segi spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan yang saat ini
sedikit digeser karena pengaruh media, lingkungan dan juga tekanan belajar yang semakin
menumpuk dengan adanya materi pembelajaran yang selalu bertambah seiring dengan
kebutuhan.

b. Dari segi Materi


Kurikulum 2013 dari segi materi lebih fleksibel artinya lebih mudah dipahami oleh siswa
dan juga para pendidik karena jam mata pelajaran dikurangi dan menambah jam pelajaran,hal
itulah yang sangat menonjol dalam perubahan pada KTSP menuju Kurikulum 2013. Seperti pada
struktur mata pelajaran sudah tidak menggunakan Standar Kompetensi yang terlalu banyak
melahirkan materi baru, akan tetapi menggunakan 4 Kompetensi Inti (KI) yang harus dikuasai
dan dipahmi oleh peserta didik. Adapun 4 Kompetensi Inti (KI) tersebut adalah KI 1 (spiritual),
KI 2 (sosial), KI 3 (pengetahuan) dan KI 4 (keterampilan).

c. Dari segi Media Pembelajaran


Sedangkan dari segi media pembelajaran, perencanaan materi pengajaran dan proses
belajar mengajar membutuhkan penerapan media yang extra sehingga menuntut seorang guru
dan siswa untuk selalu belajar dan memanfaatkan media pembelajaran yang sudah ada dan yang
sudah dipersiapkan.
d. Dari segi Metode Pembelajaran
dari segi metode pembelajaran kurikulum 2013 lebih aktif dalam penggunaan dan
pemanfaatan berbagai metode seperti halnya metode simulasi, sosiodrama, bermain, diskusi, dan
metode yang lain yang sangat mampu menjadi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional yang diharapkan.
e. Dari segi Penilaian
Sistem penilaian pada Kurikulum 2013 dikatakan lebih baik karena mencakup 3 ranah
domain belajar yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Karena ketiga domain tersebut sama-
sama menjadi sangat penting dari pada hanya mengutamakan aspek kognitif (pengetahuan). [6]

Pergeseran dari penilaian melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil
saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]

2. Hambatan implementasi Kurikulum 2013

a. Dari segi pelaksanaan


Kurikulum 2013 yang terlambat disalurkan kepada sekolah-sekolah dasar mengakibatkan
proses pembelajaran menjadi lamban karena kekurangan bahan materi pembelajaran yang akan
diberikan kepada peserta didik atau siswa sekolah dasar contohnya seperti ditempat saya
melaksanakan obserasi di SDN 3 Kampung Baru guru-guru disana bercerita bahwa mereka
merasa kesulitan mengajar karna materi yang baru belum meraka dapatkan dan Hambatan dari
segi pelaksanaan ini banyaknya pendidik dan siswa kurang memahami tentang perubahan
kurikulum dari KTSP menuju Kurikulum 2013. Terutama pendidik belum tahu banyak dalam
memahami apa saja yang perlu ditekankan di Kurikulum 2013. Sehingga diperlukan pelatihan
untuk para guru dalam pemahaman untuk melaksanakan proses Kurikulum 2013 yang sesuai
dengan yang diharapkan.

b. Dari segi Materi


Siswa kurang siap dalam hal mencari materi karena masih terbiasa dengan materi
sebelumnya yang selalu panjang lebar dalam pembahasan. Sehingga pada kurikulum 2013 ini
harus memerlukan lebih banyak referensi buku ataupun media lain untuk menunjang
keberhasilan proses belajar mengajar yang efektif.

c. Dari segi Media Pembelajaran


Hambatan yang tejadi pada media yaitu minimnya keamanan melihat tata letak sekolah
yang jauh dari lingkungan masyarakat, sehingga pihak sekolah masih enggan untuk menjadikan
media pembelajaran pada tiap kelas seperti halnya LCD. Justru itu pihak sekolah lebih banyak
menggunakan media model konvensional untuk menyiasati keamanan tersebut untuk sementara
waktu.

d. Dari segi Metode Pembelajaran


Dalam hal metode pembelajaran siswa masih kurang terbiasa dengan metode pada
Kurikulum 2013, siswa masih perlu menggunakan metode ceramah karena disebabkan oleh
beberapa faktor bakat, minat, kebiasaan, latar belakang, kemampuan dan gaya belajar siswa itu
sendiri.

e. Dari segi Penilaian


Dalam hal segi penilaian memang semua 3 ranah domain (kognitif, afektif,
psikomotorik), akan tetapi tingkat kesulitan para guru adalah kurangnya memahami cara
penilaian pada kurikulum 2013, karena masih sangat memerlukan diklat dan pelatihan dalam hal
khusus penilaian.[7]
C. PEMBAHASAN
1. Implementasi Kurikulum 2013 (Hasil Kajian Teori, Observasi, dan Hambatan)
a. Pelaksanaan
Melihat hasil kajian teori dan berdasarkan wawancara dari segi implementasi dan
hambatan, kurikulum 2013 sudah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan teori kurikulum
2013, yang mana kurikulum 2013 merupakan penyempurna dari kurikulum-kurikulum
sebelumnya. Keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 disebabkan oleh beberapa faktor yang
telah dilaksanakan oleh pendidik yang telah memperhatikan beberapa faktor yaitu beberapa
komponen yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 pada sekolah tingkat
menengah yaitu: bahasa pengantar, kegiatan ekstrakurikuler, intrakurikuler, bimbingan dan
konseling, tenaga kependidikan, sumber dan sarana belajar, pengembangan silabus, pengelolaan
kurikulum, kegiatan belajar mengajar, penilaian yang mencakup tiga ranah (kognitif, afektif dan
psikomotorik). Faktor kedua berpedoman kepada beberapa karakteristik Kurikulum 2013 yaitu:
1) Standar kompetensi lulusan (SKL) diturunkan dari kebutuhan
2) Standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata
pelajaran
3) Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan pengetahuan (kognitif),
pembentuk sikap (afektif), dan pembentuk keterampilan (psikomotorik).
4) Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.
5) Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)[8]
Faktor ketiga yaitu dukungan penuh dari pimpinan dan segenap jajaran dewan guru serta
dorongan dari wali murid dan masyarakat. Akan tetapi masih perlu untuk lebih memahami
pelaksanaan dan karakteristik dengan cara pelatihan-pelatihan yang berkenaan dengan
implementasi kurikulum 2013.
b. Materi
Hasil kajian teori dan observasi menunjukkan dalam segi materi masih sangat
membutuhkan sejumlah sumber belajar yang memadai. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya
motivasi siswa dalam mencari informasi seperti yang terdapat pada karakteristik bahwa siswa
pada kurikulum 2013 dituntut untuk lebih aktif bertanya, mencari dan mengamati materi yang
diajarkan. Guru hanya sebagai fasilitator atau rekan belajar bagi siswa sehingga guru hanya
memerlukan 50% memberikan materi dan 50% merupakan tugas siswa atau PR untuk lebih aktif
mencari informasi tentang materi pelajaran yang disajikan. Yang menandakan bahwa pada
kurikulum 2013 ini memerlukan berbagai macam sumber referensi untuk menunjang sistem
pelaksanaan terutama dalam materi pembelajaran.

c. Media Pembelajaran
Hasil observasi tentang media pembelajaran sudah terlaksana hanya saja untuk media
seperti LCD pihak sekolah melihat faktor keamanan yang kurang menjamin karena jauh dari
pemukiman warga. Akan tetapi para pendidik tidak putus asa untuk mengembangkan Kurikulum
2013. Para pendidik berusaha mendesain media dengan kreatif seperti halnya media alam
terbuka, belajar di lapangan atau melalui media televisi sekolah, koran, dan pengalaman belajar
dari masing-masing siswa, semua itu karena para pendidik berpedoman kepada konsep
Penyediaan media pembelajaran merupakan persiapan yang harus diperhatikan karena menuntut
siswa lebih aktif berinteraksi dengan sumber belajarnya dengan melihat tujuan materi
pembelajaran. Dan peran guru pada media Kurikulum 2013 ini sebagai coach, mentor, instructor,
facilitator dan motivator. Adapun harapan dengan media pembelajaran ini yaitu agar dapat
mengidentifikasi kaitan antar belajar dan media pembelajaran, memahami manfaat media
pembelajaran dalam materi pelajaran, memilih jenis media yang sesuai dengan topik dan tujuan
pembelajaran.
d. Metode Pembelajaran
Dari segi metode masih tetap tidak bisa lepas dari metode konvensional yaitu ceramah
karena faktor kebiasaan tertanamnya metode ceramah yang paling dominan dilaksanakan. Akan
tetapi para pendidik tetap selalu berusaha untuk memperbaiki secara bertahap agar siswa mampu
menyesuaikan dengan metode yang jarang digunakan bahkan tidak digunakan sama sekali.
Dengan berpedoman kepada tujuan Kurikulum 2013 yaitu bertujuan untuk mempersiapkan
manusia indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang
beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia dan dengan tujuan tersebut perlu
pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif,
inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik dengan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan eksplorasi, mengamati, elaborasi, bertanya,
dan konfirmasi.
e. Penilaian
Sistem penilaian sudah memenuhi standar penilaian Kurikulum 2013 dengan
memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Sahih, maksudnya penilaian harus didasarkan pada data yang memang mencerminkan
kemampuan yang ingin di ukur.
2) Objektif, adalah penilaian yang didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dan tidak boleh
dipengaruhi oleh subjektifitas penilai (guru)
3) Adil, suatu penilaian yang dapat merugikan karena melihat siswa berkebutuhan khusus dan
memiliki latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4) Terpadu, guru merupakan salah satu komponen yang tidak terpisahkan dari kegiatan
pembelajaran.
5) Terbuka, dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan
6) Menyeluruh dan berkesinambungan, mencakup seluruh aspek kompetensi agar lebih dapat
memantau perkembangan siswa
7) Sistematis, terencana dan dilakukan secara bertahap
8) Beracuan kriteria, penilaian dilakukan dengan mengacu kepada ukuran kompetensi yang
ditetapkan
9) Akuntabel, penilaian dapat dipertanggung jawabkan baik dari segi teknik, prosedur maupun
hasilnya
10) Edukatif, penilaian dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan siswa.[9]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kurikulum 2013 merupakan implementasi dan penyempurna dari kurikulum-kurikulum
sebelumnya. Hanya saja terdapat sedikit perubahan pada standar isi dan penilaian dengan tetap
berpedoman kepada tujuan pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan bangsa dan pembentukan
mental peseta didik agar tidak malu bertanya dan termotivasi untuk terus belajar dan menjadikan
manusia yang beriman dan berakhlakul karimah yang tinggi.

B. Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan adalah:
1. Usaha peningkatan wawasan terhadap implementasi serta komponen Kurikulum 2013 perlu
ditingkatkan agar mendapatkan hasil tujuan proses dan tujuan akhir yang seimbang seperti
diadakannya pelatihan khusus yang berkenaan dengan implementasi Kurikulum 2013.
2. Para pendidik agar lebih banyak lagi menggali informasi dan pengetahuan untuk lebih
memotivasi siswa dalam belajar terutama dalam hal perencanaan pembelajaran.
3. agar para guru lebih kreatif dalam menyikapi keterlambatan seperti ini dengan cara mencari
materi-materi pembelajaran yang mendekati dengan kurikulum 2013 ini misalnya dengan
membuka situs-situs internet.

DAFTAR PUSTAKA

Syatibi Raharjo, Rahmat, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, 2013, Yogyakarta:


Azzagrafika
Sanjaya Wina, Kurikulum dan Pembelajaran, 2011, Jakarta, Prenada Media Group
UU Republik Indonesia tentang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, 2006,Bandung: Fermana
http://tania.fkip.uns.ac.id/wp-content/uploads/dokumen-kurikulum-2013.pdf
http://nadyaafrilia.blogspot.com/2013/10/makalah-kurikulum-2013.html
Yandrikpg.wordpress.com/2013/04/09/perbandingan-kbk-2004-dan-ktsp-2006-dengan-
kurikulum-2013/
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/12/Penilaian-hasil-belajar-Kurikulum-
2013.html