Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ekosistem laut merupakan sistem akuatik yang terbesar di planet bumi.
Lautan menutupi lebih dari 80 persen belahan bumi selatan tetapi hanya menutupi
61 persen belahan bumi utara, dimana terdapat sebagian besar daratan bumi
Indonesia sebagai Negara kepulauan terletak di antara Samudera Pasifik dan
Samudera Hindia dan mempunyai tatanan geografi yang rumit dilihat dari
topografi dasar lautnya. Dasar perairan Indonesia di beberapa tempat, terutama di
kawasan barat menunjukkan bentuk yang sederhana atau rata yang hampir
seragam, tetapi di tempat lain terutama kawasan timur menunjukkan bentuk-
bentuk yang lebih majemuk, tidak teratur dan rumit.
Bentuk dasar laut yang majemuk tersebut serta lingkungan air di atasnya
memberi kemungkinan munculnya keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan
sebaran yang luas, baik secara mendatar maupun secara vertikal. Lingkungan laut
selalu berubah atau dinamis. Kadang-kadang perubahan lingkungan ini lambat,
seperti datangnya zaman es yang memakan waktu ribuan tahun. Kadang-kadang
cepat seperti datangnya hujan badai yang menumpahkan air tawar dan
mengalirkan endapan lumpur dari darat ke laut. Cepat atau lambatnya perubahan
itu sama-sama mempunyai pengaruh, yakni kedua sifat perubahan tersebut akan
mengubah intensitas faktor-faktor lingkungan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem laut?
2. Apa saja macam-macam ekosistem laut?
3. Apa manfaat ekosistem laut bagian kehidupan manusia?

1
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian ekosistem laut.
2. Untuk mengetahui macam-macam ekosistem laut.
3. Untuk mengetahui manfaat ekosistem laut bagian kehidupan manusia.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ekosistem Laut


Ekosistem air laut merupakan salah satu jenis ekosistem di Bumi yang
dikenal juga dengan ekosistem bahari. Ekosistem air laut ini merupakan ekosistem
yang berada di perairan laut (baca: macam- macam laut). Ekosistem air laut ini
terdiri atas beberapa ekosistem lainnya yakni ekosistem perairan dalam, ekosistem
pantai pasir dangkal atau bitarol, dan ekosistem pasang surut. Ekosistem air laut
ini didominasi oleh perairan asin yang sangat luas dan merupakan ekosistem yang
menjadi tempat tinggal berbagai biota laut, mulai dari hewan ber sel satu,
mamalia, invertebrata, hingga tanaman- tanaman laut seperti alga dan terumbu
karang.

B. Ciri-Ciri Ekosistem Laut


Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :
1. Salinitas (kadar garam) yang tinggi terutama di daerah laut tropis (daerah
katulistiwa), karena suhunya tinggi dan penguapan besar.
2. NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
3. Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
4. Di daerah tropis, suhu air laut sekitar 25 - 30C.
5. Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman. Batas
antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian
bawah disebut daerah termoklin.
6. Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, akibatnya
daerah permukaan laut tetap subur sehingga banyak plankton dan ikan.

3
C. Bagian-Bagian Ekosistem Laut
Sebagai suatu ekosistem, ekosistem laut ini terdiri atas beberapa bagian.
Secara umum, bagian- bagian dari ekosistem air laut ini dilihat dari jarak dari
pantai dan juga kedalamannya. Dilihat dari sudut tersebut, ekosistem air laut
dibedakan menjadi zona litoral, zona neritik, dan juga zona oseanik.
1. Zona litoral
Zona litoral ini juga disebut sebagai zona pasang surut, yakni merupakan
zona yang paling atas atau paing dangkal dari lautan. Zona litoral ini merupakan
zona dari laut yang berbatasan langsung dengan daratan. zona litoral ini juga
merupakan zona yang terendam ketika air laut mengalami pasang, dan akan
terlihat seperti daratan ketika air laut surut. Di zona litoral ini, kita akan
menemukan banyak hewan atau sekelompok hewan, diantaranya adalah bintang
laut, udang, kepiting, bulu babi, hingga cacing laut.
2. Zona neritik
Zona yang kedua adalah zona neritik. Zona neritik ini disebut juga dengan
ekosistem pantai pasir dangkal. Zona neritik ini merupakan bagian dari laut yang
mempunyai tingkat kedalaman sekitar 200 meter, sehingga masih dapat ditembus
oleh cahaya matahari hingga ke bagian dasar. zona neritik ini merupakan zona
yang banyak dihuni oleh berbagai jenis tumbuhan ganggang lalu atau rerumputan
laut dan juga berbagai jenis ikan. Do zona neritik ini kita akan menemukan suatu
ekosistem lainnya yang lebih kecil, yakni ekosistem terumbu karang, ekosistem
pantai batu, dan ekosistem pantai lumpur. Ketiga ekosistem tersebut disebut juga
sebagai jenis- jenis dari ekosistem pantai pasir dangkal atau zona neritik ini.
3. Zona oseanik
Dari kedua zonae sebelumnya, yakni zona litoral dan zona neritik, zona
oseanik merupakan zona yang paling dalam dari ekosistem air laut. Zona oseanik
ini merupakan wilayah ekosistem air laut yang lepas, yang mana kedalamannya
sangat dalam. Saking dalamnya, zona ini sampai terlihat gelap. Zona oseanik ini
dibedakan menjadi dua macam, yakni zona batial dan juga zona abisal. Zona
batial merupakan zona yang memiliki kedalaman sekitaran 200 hingga 2000

4
meter. Zona batial mempunyai keadaan yang remang- remang karena cahaya
matahari yang masuk hanya sidkit sekali, sehingga tanpak remang- remang.
Di zona batial ini kita tidak bisa menemukan produsen karena hanya dihuni oleh
nekton (sejenis organisme yang aktif berenang). Sementara zona abisal
merupakan zona yang memiliki kedalaman yang lebih jauh lagi yakni lebih dari
2000 meter. Zona abisal ini merupakan zona yang sama sekali tidak dapat
ditembus oleh cahaya matahari. Zona abisal ini dihuni oleh binatang- binatang
predator, detrivitor atau pemakan sisa organisme, dan juga pengurai. Secara
umum, air di zona oseanik ini tidak dapat bercampur dengan dengan air di
permukaan air laut, hal ini karena keduanya memiliki perbedaan suhu. Batas dari
kedua bagian ini dinamakan daerah termoklin.
Ekosistem air laut dibedakan atas zona- zona sebagai berikut:
a. Zona fotik, yakni merupakan zona yang mudah ditembus cahaya matahari
dan mempunyai kedalaman air kurang dari 200 meter. Di zona fotik ini
kita akan menemui organisme yang melakukan fotosintesis.
b. Zona twilight, yakni zona yang mempunyai kedalaman air antara 200
hngga 2000 meter. Di zona ini, cahaya matahari yang masuk hanya sedikit,
oleh karena itu bersifat remang- remang.
c. Zona afotik, merupakan zona yang tidak dapat ditembus cahaya matahari
sama sekali, yakni di kedalam lebih dari 2000 meter.
Kemudian berdasarkan wilayah permukaan secara vertikal, laut dibedakan
atas bebera zona berikut ini:
a. Epipelagik, yakni daerah yang berada di antra permukaan hingga
kedalaman sekitar 200 meter.
b. Mesopelagik, yakni daerah dengan kedalaman antara 200 hingga 1000
meter.
c. Batiopelagik, yakni daerah jerang benua yang mempunyai kedalaman 200
hingga 2500 meter.
d. Abisalpelagik, yakni daerah yag mempunyai kedalaman 4000 meter.
e. Hadal pelagik, yakni daerah laut yang paling dalam dimana kedalaman
lebih dari 6000 meter.

5
D. Macam-Macam Ekosistem Laut
1. Ekosistem pantai batu
Sesuai dengan namanya, ekosistem pantai batu memiliki banyak
bongkahan batu besar maupun batu kecil. Organisme dominan di sini, yaitu
ganggang cokelat, ganggang merah, siput, kerang, kepiting, dan burung.
Ekosistem ini banyak terdapat di pantai selatan Jawa, pantai barat Sumatra, Bali,
Nusa Tenggara dan Maluku.
2. Ekosistem pantai pasir
Ekosistem pantai pasir terdiri atas hamparan pasir yang selalu terkena
deburan ombak air laut. Di tempat ini angin bertiup kencang dan cahaya matahari
bersinar kuat pada siang hari. Vegetasi atau tumbuhan yang dominan adalah
formasi pes-caprae dan formasi barringtonia. Formasi pes-caprae terdiri atas
tanaman berbatang lunak dan berbiji (terna), misalnya Ipomoea pes-caprae, Vigna
marina, dan Spinifex littoreus. Formasi barringtonia terdiri atas perdu dan pohon,
misalnya Barringtonia asiatica, Terminalia catappa, Erythrina, Hibiscus
tiliaceus, dan Hernandia. Hewan yang hidup di pantai pasir, misalnya kepiting dan
burung. Pantai pasir antara lain terdapat di Bali, Lombok, Papua, Bengkulu, dan
Bantul (Yogyakarta).
3. Ekosistem hutan mangrove
Terdapat di daerah tropis hingga subtropis. Ekosistem ini didominasi oleh
tanaman bakau (Rhizophora sp.), kayu api (Avicennia sp.), dan bogem
(Bruguiera sp.). Tumbuhan bakau memiliki akar yang kuat dan rapat untuk
bertahan di lingkungan berlumpur yang mudah goyah oleh hempasan air laut.
Akar napasnya berfungsi untuk mengambil oksigen langsung dari udara.
Tumbuhan bakau memiliki buah dengan biji vivipari yang sudah berkecambah
dan berakar panjang saat masih di dalam buah sehingga langsung tumbuh ketika
jatuh ke lumpur. Hewan-hewan yang hidup di ekosistem ini, antara lain burung,
buaya, ikan, biawak, kerang, siput, kepiting, dan udang. Hutan mangrove banyak
terdapat di pesisir pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Papua, Bali, dan Sumbawa.

6
4. Ekosistem estuaria
Estuaria adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas
dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air
tawar, dapat dikatakan Estuaria (muara sungai) merupakan tempat bersatunya
sungai dengan laut. Ekosistem estuaria memiliki produktivitas yang tinggi dan
kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuaria antara lain rumput
rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain
berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.
5. Ekosistem terumbu karang
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas khusus yang
terdiri dari karang batu clan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut
terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari
sehingga foto sintesis dapat berlangsung. Terumbu karang didominasi oleh karang
(koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang menyekresikan kalsium
karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan
menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang. Hewan-hewan yang
hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai
invertebrata, mikro organisme, dan ikan hidup di antara karang dan ganggang.
Herbivor seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut,
dan ikan karnivor. Ekosistem terumbu karang terdapat di laut yang dangkal
dengan air yang jernih. Organisme yang hidup di ekosistem ini, antara lain hewan
terumbu karang (Coelenterata), hewan spons (Porifera), Mollusca (kerang, siput),
bintang laut, ikan, dan ganggang. Ekosistem terumbu karang di Indonesia yang
cukup terkenal di antaranya Taman Nasional Bawah Laut Bunaken.
6. Ekosistem laut dalam
Ekosistem laut dalam terdapat di laut dalam atau palung laut yang gelap
karena tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Pada ekosistem laut dalam
tidak ditemukan produsen. Organisme yang dominan, yaitu predator dan ikan
yang pada penutup kulitnya mengandung fosfor sehingga dapat bercahaya di
tempat yang gelap.

7
E. Manfaat Ekosistem Laut
Ekosistem laut merupakan ekosistem yang banyak memberikan manfaat
bagi kehidupan manusia. beberapa manfaat dari ekosistem air laut antara lain:
1. Sebagai sumber makanan bagi manusia, baik hewani maupun nabati.
2. Sebagai pengontrol iklim di dunia
3. Sebagai pembangkit listrik tenaga angin, tenaga ombak, dan tenaga pasang
surut.
4. Tempat rekreasi dan hiburan
5. Tempat budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laut, dan lain sebagainya.
6. Tempat barang tambang berada
7. Tempat penelitian dan juga riset
8. Sumber air minum
9. Jalur transportasi.
10. Mata pencaharian penduduk lokal.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ekosistem laut adalah bagian dari ekosistem akustik dengan kadar garam
yang tinggi pada permukaan air yang sangat luas. Banyak hewan laut hidup di
lingkungan ekosistem ini mulai dari hewan bersel satu, invertebrata, mamalia
sampai tumbuhan laut yaitu terumbu karang dan rumput laut.
Macam-macam ekosistem laut terdiri dari :
1. Ekosistem pantai batu
2. Ekosistem pantai pasir
3. Ekosistem hutan mangrove
4. Ekosistem estuaria
5. Ekosistem terumbu karang
6. Ekosistem laut dalam
Beberapa manfaat dari ekosistem air laut antara lain:
1. Sebagai sumber makanan bagi manusia, baik hewani maupun nabati.
2. Tempat rekreasi dan hiburan
3. Tempat budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laut, dan lain sebagainya.
4. Jalur transportasi.
5. Mata pencaharian penduduk lokal.

B. Saran
Ekosistem laut sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia. Oleh
karena itu, kita sebagai pelajar harus menjaga kelangsungan ekosistem laut seperti
tidak membuang sampah ke sungai karena sampah tersebut akan bermuara ke laut
sehingga mengotorinya dan merusak macam-macam habitatnya.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/ekosistem-air-laut
http://www.ebiologi.com/2015/06/pengertian-ekosistem-laut-macam-dan.html
https://www.satujam.com/ekosistem-di-dalam-laut/
http://belajarpintarbersamawib.blogspot.co.id/2016/05/macam-macam-ekosistem-
laut.html
http://www.pelajaran.co.id/2016/17/macam-macam-ekosistem-lengkap-dengan-
ciri-cirinya.html

10
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya yang berjudul MACAM-MACAM
EKOSISTEM LAUT Dan diharapkan dapat mengembangkan wawasan dengan
cara mencari informasi tentang ekosistem perairan dari berbagai macam
pembahasan dari dalam dan luar untuk mendapatkan informasi yang lebih dari
pada makalah ini.
Dengan selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak
yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk itu penulis
mengucapkan banyak terimakasih.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik
dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan
pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan demi tercapainya kesempurnaan dari makalah ini.

Labuan, September 2017

Penyusun

ii
11
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................. 1
B. Rumusan Masalah......................................................... 1
C. Tujuan Penulisan .......................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekosistem Laut .......................................... 3
B. Ciri-Ciri Ekosistem Laut .............................................. 3
C. Bagian-Bagian Ekosistem Laut .................................... 4
D. Macam-Macam Ekosistem Laut .................................. 6
E. Manfaat Ekosistem Laut .............................................. 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................. 9
B. Saran ............................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 10

ii
12
MAKALAH
MACAM-MACAM EKOSISTEM LAUT
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran IPA

Disusun Oleh : Kelompok 2


1. Fahmi Idris
2. Rio Ruziana
3. Siti Aminah
4. Mita Rusdiani
5. Nurbaiti
Kelas : XII Akuntansi 1

SMK BAKTI NUSANTARA


Tahun Pelajaran 2017/2018

13