Anda di halaman 1dari 13

PERCAKAPAN

Disebuah Rumah Sakit Medika Surabaya tepatnya ruang pemeriksaan no. 2, datang ibu
dan anak yang bernama Sdr. latif dan Ny. Aysah, Sdr. Latif mengeluh nyeri perut bagian
kanan bawah dan perawat UGD melakukan pemeriksaan.

Perawat UGD : Permisi mas, silahkan berbaring di atas ranjang biar saya periksa
dulu

Pasien : Iya sus

Perawat UGD : Untuk ibu silahkan ke bagian administrasi

Ny. Aysah tersebut bergegas menuju bagian administrasi untuk mengurusi pendaftaran
anaknya

Receptionis : Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?

Ibu pasien : Siang mbak, saya mau mendaftarkan anak saya yang sekarang ada
di UGD

Receptionis : Baru masuk ya bu?

Ibu pasien : Iya mbak

Receptionis : Bisa pinjam KTP anaknya dan ibu sebagai penanggung jawab

Ibu pasien : Iya (sambil mengeluarkkan KTP)

Receptionis : Baik sekarang tolong di isi dulu formulirnya ini ya bu

Ibu pasien : Iya mbak (sambil mengisi formulir)

Beberapa saat kemudian selesailah Ny. Aysah mengisi formulir pendaftaran dan
diserahkannya kembali ke petugas receptionis.

Ibu pasien : Sudah selesai mbak


Receptionis : Baik, tunggu dulu bu ya saya daftrakan dulu anaknya ke rekam
medik. Silahkan duduk nanti kalau sudah selesai saya panggil

Ibu pasien : Iya

Receptionis : Keluarga dari Sdr. Latif

Persyaratan pendaftaran sudah selesai diproses. Silahkan dibawa


dan diberikan ke petugas UGD ya ibu

Ibu pasien : Iya terima kasih mbak

Receptionis : Sama-sama ibu

Setelah melakukan registrasi, Ny. Aysah pun kembali ke ruang UGD dan menyerahkan
formulir kepada perawat UGD. Kemudian perawat UGD melakukan pemeriksaan
kepada Sdr. Latif

Perawat UGD : Selamat siang, dengan Sdr. Latif ?

Pasien : Siang suster, iya sus

Perawat UGD : Permisi ya mas saya mau tensi dulu

Pasien : Iya sus

Perawat UGD : (melakukan TTV) apa yang dirasakan saat ini mas?

Pasien : Nyeri sus perut saya sebelah sini (sambil memegang perut bagian
kanan bawah)

Perawat UGD : Sudah berapa lama mas merasakan nyeri?

Pasien : Sudah 1 minggu yang lalu sus, saya kira nyeri biasa tapi kok tidak
hilang-hilang sampai sekarang, dan juga saya sulit tidur karena
nyeri ini, kadang mual juga sus

Perawat UGD : Lalu apakah mas minum obat-obatan untuk mengatasinya, atau
mas pernah memeriksakannya ke dokter?
Pasien : Iya sus, 6 hari yang lalu saya periksa ke dokter tapi tidak ada efek
sama sekali jadi saya periksa ke sini

Perawat UGD : Hmm. Baik mas sudah selesai pemeriksaannya. Saya laporkan
kepada dokter dulu ya masnya, tunggu disini.

Setelah beberapa saat dokter mendatangi pasien Sdr. Latif untuk melihat keadannya
dan memeriksanya.

Dokter UGD : Bagaimana sus hasil pemeriksaannya tadi?

Perawat UGD : Hasil pemeriksaan untuk pasien Sdr. Latif , TD : 110/70 mmHg,
N : 114 x/menit, RR : 24 x/menit, suhu : 37oC dokter

Dokter UGD : Oh iya sus

Bagaimana sdr. Latif , apa yang dikeluhkan sekarang?

Pasien : Perut bagian kanan bawah saya sakit dokter sejak 1 minggu yang
lalu

Dokter UGD : (mengambil stetoskop) apakah mas latif memiliki riwayat


penyakit lain atau keluhan lain ?

Pasien : Tidak ada dokter

Dokter UGD : Ooh iya, untuk mengetahui lebih lanjut penyakitnya saya
sarankan sdr. latif untuk melakukan pemeriksaan lab. USG

Pasien : Begitu ya dokter?

Emm baiklah saya setuju dok, asal saya dapat segera lekas sembuh

Dokter UGD : Baik, kalau begitu sdr. latif di sini terlebih dahulu, setelah ini akan
ada perawat yang akan mengambil sempel darah

Pasien : Baik dokter, terima kasih banyak

Dokter UGD : Iya mas, sama-sama


Saya permisi dulu

Pasien : Iya dokter

Setelah dokter memeriksa keadaan Sdr. Latif , dokter kembali ke ruang dokter dan
memerintah perawat mawaddah untuk pengambilan sempel darah dan pemasangan
infus. Sebelum melakukan pengambilan darah, perawat mawaddah menelpon petugas
laboratorium untuk pengambilan sempel darah pasien.
Perawat 2 : Assalamualaikum

Laborat : Waalaikumsalam

Perawat 2 : Mas ini dari perawat UGD, bisa tolong datang ke sini untuk
pengambilan sampel darah pasien baru

Laborat : Iya mbak saya segera ke sana

Perawat 2 : Iya mas terima kasih, saya tunggu

Setelah beberapa saat petugas laborat datang ke ruangan UGD untuk pengambilan
sempel darah sdr. Latif dan perawat mawaddah melakukan pemasangan infuse.
Perawat UGD : Permisi mas, saya akan mengambil sampel darah dan memasang
infuse pada mas, apakah sdr. latif bersedia?

Pasien : Iya sus tidak apa-apa

Perawat UGD : Baik mas tenang ya, kalau sakit, tarik nafas dalam ya

Pasien : Iya sus

Perawat UGD : (infus sudah terpasang) sudah selesai mas

Laborat : Sampel darah ini akan segera saya bawa ke laboratorium

Kalau begitu saya permisi dulu mas

Pasien : Iya sus, terima kasih


Setelah sdr. Latif terpasang infuse, sdr. latif melakukan pemeriksaan USG dan CT-Scan.
Setelah menunggu beberapa lama dokter membacakan hasil pemeriksaan laboratorium,
USG kepada keluarga pasien di ruangan dokter
Dokter UGD : (membaca hasil pemeriksaan) dari hasil pemeriksaan yang anak
ibu lakukan, anak ibu terdiagnosa apendisitis atau usus buntu bu

Ibu pasien : Kenapa kok anak saya bisa terkena usus buntu dokter?

Dokter UGD : Apakah anak ibuk suka makanan pedas?

Ibu pasien : Iya dokter

Dokter UGD Mungkin itu salah satu penyebab dari usus buntu bu

Ibu pasien : (sedih) lalu penyakit anak saya apa bisa disembuhkan dokter?

Dokter UGD : Bisa ibu, salah satu jalannya yaitu melalui operasi

Ibu pasien : Baik dokter, perkara ini akan saya bicarakan dengan anak saya
dulu

15 menit kemudian setelah Ny. Aysah membicarakan mengenai rencana operasi dengan
anaknya, Ny. Aysah kembali ke ruangan dokter
Dokter UGD : Iya ibu, bagaimana hasil rundingan dengan anak ibu?

Ibu pasien : Setelah saya diskusikan dengan anak saya, kami setuju untuk
dilakukan operasi dokter

Dokter UGD : Baik ibu, silahkan tunggu sebentar

Suster

Perawata UGD : Iya dokter

Dokter UGD : Tolong siapkan inform consent untuk keluarga pasien sdr. Latif
dan beritahukan untuk pasien agar berpuasa, besok akan dilakukan
pembedahan
Perawat UGD : Baik dokter saya siapkan (menyiapkan lembar inform consent)

Untuk menunggu jadwal operasi yang dijadwalkan besok tn. L dipindahkan ke ruang
rawat inap. Perawat 2 mengkonfirmasi keluarga untuk pemilihan ruangan rawat inap.
Perawat 2 : Ibu, untuk menunggu jadwal operasi besok, anak ibu mau
dipindahkan di ruang rawat inap yang VIP atau VVIP bu ?

Ibu pasien : Yang VVIP saja sus

Perawat 2 : Baik ibu

Perawat UGD menelepon ruangan untuk mengkonfirmasi adakah ruang kosong ke


ruang rawat inap.
Karu rawat : Assalamualaikum ruang marwah, dengan perawat dhita ada
inap yang bisa saya bantu?

Perawat UGD : Waalaikumsalam saya perawat UGD. Saya ingin bertanya apakah
ruang VVIP ada kamar kosong?

Karu rawat : Oh ada sus, pasien apa?


inap

Perawat UGD : Ini sus, ada pasien atas nama sdr. latif usia 20 tahun dengan
diagnose apendisitis. Besok akan dilakukan operasi. Terpasang
infuse RL 15tpm. Setelah ini akan saya kirim ke ruangan VVIP.

Karu rawat : Iya baik sus saya tunggu ya. assalamualaikum


inap

Perawat UGD : Iya sus waalaikumsalam

Selama menunggu kedatangan pasien baru, karu memberikan informasi kepada perawat
untuk menyiapkan ruangan dan berkas-berkas anamnesa.
Karu rawat : Suster , sebentar lagi akan ada pasien baru dari UGD atas nama
inap sdr. latif umur 20 tahun dengan diagnose apendisitis. Besok akan
dilakukan operasi. Tolong disiapkan kamarnya dan berkas-berkas
anamnesanya ya sus.

Perawat 1 : Baik bu, terima kasih atas infornya

Karu rawat : Iya sama sama


inap

Setelah beberapa lama karu menanyakan kembali kepada perawat tentang kelengkapan
untuk penerimaan pasien baru dan memeriksa kelengkapan dokumen yang telah
disiapkan.
Karu rawat : Suster , bagaimana persiapannya? Sudah lengkap? Atau mungkin
inap ada yang bisa saya bantu?

Perawat 1 : Semua sudah lengkap bu, sudah saya siapkan lembar penerimaan
pasien baru diantaranyya : lembar pasien MRS, lembar
pengkajian, lembar inform consent, status pasien, nursing kit,
lembar tata tertib pasien dan lembar kepuasan pasien.

Karu rawat : Oh ya sudah, terima kasih ya sus


inap
Ini sebentar lagi pasiennya segera datang

Jadi suster stay di sini sama saya saja ya buat menyambut pasien

Perawat 1 : Oh iya sus

Perawat beserta pasien dan keluargannya sampai di ruang VVIP, disambut oleh karu,
perawat evi . Kemudian Sdr. latif dan ibunya diantar perawat menuju kamarnya.
Setelah perawat mengantarkan pasien ke dalam kamar inap, perawat menuju ke nurse
station. Setelah melengkapi berkas pasien baru, karu, perawat evi mendatangi kamar
sdr. latif selaku pasien baru untuk melakukan perkenalan.
Karu rawat : Assalamualaikum selamat siang sdr. Latif . Bagaimana
inap kondisinya sekarang?

Ibu pasien : Waalaikumsalam, selamat siang juga suster


Ini sus, anak saya masih merasa nyeri

Karu rawat : Iya anaknya disuruh istirahat saja dahulu ya bu untuk


inap mempersiapkan operasi esok hari.

Ibu pasien : Baik sus

Karu rawat : Silahkan suster evi mungkin ada yang ingin ditambahkan?
inap

Perawat 1 : Tidak sus

Karu rawat : Baik kalau begitu saya dan rekan saya pamit dulu ya mas bu,
inap silahkan sdr. latif istirahat kembali. Selamat istirahat

Assalamualaikum

Istri pasien : Waalaikumsalam

Selang beberapa jam Perawat 1 mendatangi kamar sdr. latif untuk mengingatkan agar
sdr. Latif berpuasa untuk mempersiapkan operasi yang akan dilakuakn esok hari.
Perawat 1 : Assalamualaikum

Keluarga : Waalaikumsalam

Perawat 1 : Bagaimana keadaan mas saat ini?

Pasien : Alhamdulillah sus agak mendingan dibandingkan tadi

Perawat 1 : Ooh iya syukur kalau begitu

Saya kesini hanya mengingatkan saja kalau mas harus berpuasa


karena besok akan dioperasi

Anak pasien : Kenapa sus harus puasa dulu?

Perawat 1 : Iyah jadi begini ya mas, puasa disini dilakukan supaya semua
kotoran terkuras dan bersih dan nanti pada saat dilakukan operasi
tidak menganggu jalannya operasi
Ibu pasien : Oh begitu ya sus

Ibu pasien : Berapa hari anak saya harus berpuasa sus?

Perawat 1 : Mulai sekarang sampai dilakukannya operasi bu

Ibu pasien : Apakah tidak akan mempengaruhi kesehatan anak saya sus dan
bagaimana dengan pemberian obatnya?

Perawat 1 : Insya Allah tidak bu, dan ibu juga tidak usah khawatir mengenai
obat yang diberikan semuanya akan baik-baik saja

Ibu pasien : Iya sus kalau begitu, saya harap dengan operasi ini suami saya bisa
sembuh dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya

Perawat 1 : Iya mudah-mudahan saja, ibu berdoa saja sama yang di atas

Ibu pasien : Iya sus

Perawat 1 : Kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu mas, bu, (sambil
tersenyum ramah)

Pasien : Iya sus, terima kasih ya

Perawat 1 : Iya mas, Assalamualaikum

: Waalaikumsalam

Keesokan harinya setelah melakukan operasi sdr. Latif akan di pindahkan ke ruang
rawat inap ruang shofa no. 5, setelah di pindahkan ke ruang rawat inap perawat evi dan
rahma melakukan observasi.
Perawat 1 : Assalamualaikum selamat pagi sdr. Latif dan ibu

Permisi saya mau melakukan pengkajian tanda-tanda vital yang


meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, dan pernafasan

Perawat 2 : Bagaimana bu, sdr. Latif perkembangannya?

Pasien : Waalaikumsalam, pagi juga sus

Iya silahkan sus


Ibu pasien : Itu sus, anak saya sudah bisa kentut-kentut

Perawat 2 : Sudah berapa kali kentut bu?

Ibu pasien : Sering sus

Perawat 2 : Makannya bagaimana bu?

Ibu pasien : Habis sus ini, baru saja

Perawat 2 : Bagaimana kondisinya hari ini mas?

Pasien : Alhamdulillah sudah lumayan membaik sus

Perawat 1 : Alhamdulillah

Sudah mas, tekanan darah bapak 120/70 mmHg, nadi : 68 x/menit,


suhu : 37 oC

Pasien : Normal ngak sus?

Perawat 1 : Alhamdulillah normal mas

Bagaimana perut mas setelah dilakukan operasi ?

Pasien : Iya masih nyeri sedikit sus dibagian jahitan

Perawat 1 : Sudah di minum obatnya mas?

Pasien : Sudah kok sus

Perawat 1 : Sudah ya mas kami permisi dulu kalo ada keperluan tinggal tekan
bel saja

Pasien : Iya sus

Kemudian jam 12.30 dokter dan perawat rahma melakukan visite kepada pasien sdr.
latif di kamar shofa no 5
Perawat 2 : Assalamualaikum selamat siang sdr. latif

Permisi dokter mau melakukan kunjungan


Pasien : Waalaikumsalam selamat siang

Dokter : Gimana mas kondisinya hari ini ?

Pasien : Udah mendingan dok tapi masih nyeri dikit dibagian jahitan

Dokter : Sudah minum obat tadi pagi

Pasien : Sudah dok

Dokter : Hindari makanan yang kasar, es, pedas ya mas. Karena makanan
pedas itu memicu batuk karena bisa menyebabkan nyeri pada luka
jahitan

Banyak makan yang berserat biar cepet pulih bekas jahitannya

Pasien : Iya dok, kapan pulang saya dok ?

Dokter : Tunggu kondisi mas benar-benar membaik ya

Pasien : Iya dok terima kasih

Dokter : Iya sama-sama , sus sdr. latif ini nggak boleh makan makanan
yang berminyak juga jangan banyak bergerak dulu biar nyerinya
tidak timbul lagi

Perawat 2 : Iya dok nanti saya informasikan kepada ahli gizi

Dokter : Ok sus terima kasih

Setelah itu perawat rahma memberitahukan kepada ahli gizi bahwa pasien bernama sdr.
latif umur 20 th kamar shofa tidak boleh makan makanan yang kasar dan pedas.
Perawat 2 : Pasien sdr. Latif umur 20 kamar shofa no 5 sesuai advis dokter
harus melakukan diet terhadap makanan berminyak atau redah
lemak dan makanan kasar

Ahli gizi : Iya kalau seperti itu saya akan rubah menu makanan untuk pasien
tersebut
Perawat 2 : Kalau bisa yang berserat biar pasien cepet pulih

Ahli gizi : Iya terima kasih sudah mengiformasikan

Perawat 2 : Iya sama-sama

Setelah 2 hari dirawat inap, dokter memperbolehkan untuk pulang, kemudian perawat
memberitahuka n kepada keluarga pasien bahwa pasien udah diperbolehkan pulang dan
segera menyeleseikan keuangan diruang administrasi. Kemudian perawat rahma
melaporkan kepada kepala ruangan bahwa pasien sdr. Latif umur 20 th kamar shofa no
5 sudah diperbolehkan dokter untuk pulang.
Perawat 2 : Assalamualaikum selamat sore

KARU : Waalaikumsalam iya

Ada apa sus ?

Perawat 2 : Saya mau melaporkan bahwa pasien yang bernama sdr. latif umur
20 th kamar shofa no 5 sudah diperbolehkan dokter pulang dan
sudah menyeleseikan keungannya

KARU : Iya segera persiapkan kepulangannya

Perawat 2 : Iya sudah bu permisi

Setelah semua sudah diseleseikan perawat evi dan perawat rahma mengantarkan pasien
pulang dan memberikan health education kepada keluarga pasien.

Perawat 1 Ibu, sdr. latif sudah diperbolehkan pulang

Ibu pasien Iya sus

Perawat 2 Nanti kalau dirumah makannya diperhatikan ya bu, jangan makan


yang pedas, asam, dan yang keras-keras bu
Buat anaknya kalau masih terasa nyeri jangan pakai celana yang
terlalu ketat dulu ya mas, jangan juga melakukan kegiatan yang
berat-berat supaya jahitannya cepat kering

Obatnya di minum rutin ya mas, sampai habis

Untuk control 1 minggu sekali sampai luka jahitan kering ya mas

Pasien dan ibu Iya sus terima kasih


pasien

Perawat 1 dan Iya sama-sama


2