Anda di halaman 1dari 2

Mengerti atau bahasa Inggrisnya dari Garis Bawah Berdiri.!

Anda pernah melihat anak kecil yang bisa makan sendiri tapi minta disuapin atau anda pernah
merasakannya sewaktu masih kecil.? Anda pernah melihat orang yang berkumpul sedang
bermusyawarah dalam lingkungan masyarakat tapi yang berbicaranya hanya orang satu, atau
anda pernah menyuruh orang padahal anda bisa melakukannya, misalnya anda saat berkunjung
ke rumah orang atau saudara anda lalu anda disuruh makan , begitu pun sebaliknya ketika anda
mendapat kunjungannya. Lazimnya kalau dirumah sendiri setelah makan anda seharusnya
mencucinya sendiri, akan tetapi saat berkunjung anda tidak mencucinya karena anda hanya
disuruh makan dan tidak disuruh untuk mencuci piring namun tidak mungkin juga tamu atau
saudaranya sendiri disuruh mencuci piring setelah makan kan.? Disadari atau tidak itu
merupakan bagian dari berkehidupan dilingkungan untuk saling menghargai dan menghormati
satu sama lainnya. Tapi disini yang lebih saya tekankan adalah tentang rasa saling pengertian
dalam kehidupan, ini merupakan bagian penting yang akan saya kupas dalam tulisan saya kali
ini. Dalam hal ini mungkin anda sering mendengar ketika orang orang sedang mngobrol atau
orang tua sendiri kita sedang mengobrol, pernah mengatakan tentang kata sebutan untuk orang
dengan kata orang mengerti.
Nah ini bagi saya merupakan hal sederhana yang sering kita jumpai dikehidupan sehari hari
namun dampaknya lebih dari kata sederhana itu sendiri bahkan sangat besar. Mengapa saya
katakan sangat besar, karena kata tersebut itu akan sangat bermanfaat dan bermakna bagi diri
sendiri ketika melakukan komunikasi dengan orang lain, apa lagi ketika hidup di sebuah
masyarakat baik di perdesaan ataupun di perkotaan.
Sebenarnya saya sendiri awalnya kurang paham dan aga aneh ketika mendengar sebutan orang
mengerti. Saya kira itu adalah sebutan untuk orang orang yang berpendidikan dan berilmu
agama serta para orang tua yang memang dipandang sebagai tokoh masyarakat maupun tokoh
agama dillingkungannya. Namun pada hakikatnya ternyanta itu merupakan sebuah kata kiasan
yang tidak ditujukan khusus kepada orang tertentu, namun kata ini merupakan kata kiasan untuk
orang yang paham saat melakukan komunikasi dan mengisaratkan bahwa dalam setiap perlakuan
dalam kehidupan sehari hari itu kita harus saling mengerti dan memahami satu sama lainnya
meskipun kita mengetahui dan bisa dalam segala hal, namun ketika kita tidak tahu pun jangan
lantas untuk pura pura mengetahui nya, segeralah menanyakannya agar dalam komunikasinya
terus bersambung dan mendapatkan informasi yang memang benar benar sesuai.
Parihal kata ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari, baik dalam kehidupan keluarga
maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti saya sebutkan di atas tadi disadari atau tidak
kita sering melakukannya, salah satu contoh dalam keluarga telah saya sebutkan di awal paragraf
contohnya, sedangkan dalam bermasyarakat anda mungkin pernah menjupai saat dilingkungan
sendiri ada kerja bakti, biasanya dilakukan pada hari minggu atau pada saat tanggal merah sesuai
kesepakatan masyarakat dilingkungannya. Saat melakukan kerja bakti itu misalnya di lingkungan
RT, secara otomatis disitu langsung terlihat perannya masing masing, para lelaki atau bapak
bapak melakukan pekerjaan fisik dan para wanita atau ibu ibunya bergotong royong membuat
atau membeli makanan untuk dipersiapkan saat istirahat untuk dihidangkan kepada para lelaki
atau bapak bapak.
Contoh kehidupan bermasyarakat di atas baik para lelaki maupun wanitanya bagian dari kata
orang mengerti karena tanpa dikomadoi dan disuruh telah saling mengerti dan memahami
untuk berbagi perannya masing masing dalam kegiatan bermasyarakat. Nah dalam lingkungan
kehidupan keluarga sendiri pun diperlukan adanya hal yang sama seperti itu, dari contoh di atas
dapat di artikan bahwa anak kecil saja dapat disebut sebagai orang mengerti karena memang
itu merupakan bagian atau perannya sebagai anak anak. Serta contoh sederhana tentang
mencuci piring tersebut, dapat diketahui bahwa anda hidup tidak sendiri akan tetapi sebagai
makhluk sosial yang akan saling mengisi satu sama pada suatu saat nanti apa lgi sebagai
keluarga, yang merupakan sebuah keniscayaan untuk salah memahami dan mengerti setiap
harinya.

Ini tulisan murni tanpa gubahan sederhana saya yang masih banyak kekurangan, semoga
mendapatkan respon yang positif serta adanya saran dan masukannya. Insyaallah mudah
mudah hari sabtu besok ada kesempatan untuk share tulisan ini di blog yaa.!

Jumat 19 Mei 2017 ini saya mendapatkan ini tentang tulisan ini saat waktu sore hari, setelah
saya mandi sekira pukul 16.30, lalu meyiram bunga dihalaman rumah dan menyapu halaman.
Lalu setelah itu saya disuruh oleh si mamah-panggilah ibu saya untuk mengepel lantai ruang
tamu sekira puku 17.00, sambil aga lelah saya mengatakan kunaon hente ke enjing wae.
Sambil mengucap istigfar dalam hati setelahnya saya melanjutkan mngepel itu sambil perasaan
lelah dengan diiringi ucapan istigfar dalam hati. Lalu si mamah menjawab atu da mamah teh
cape mun ges ti teh linda teh, padahal saya tau bahwa si mamah mengucapkan seperti itu
merupakan hanya ungkapan saja karena arti sebenarnya adalah, rasa kasih sayang dan
pengertian ibu saya terhadap saya karena ada rasa sedih dalam hati saya, maka ibu saya
menyuruh agar saya terus beraktifitas suapaya menghilangkan rasa keletihan saya itu. Awal nya
saya kurang paham dengan maksud ibu saya, namun setelah beberapa menit baru saya
memahami. Kembali ke mendapatkan ide tulisan ini adalah saat saya mengepel di ruang dapur
atau di bagian hampir akhir. Disinilah bagi saya Allah SWT berperan mengingatkan hambanya
bahwa sebagai hambanya yang dhoif ketika dilandasi dengan niat dan rasa keikhlasan untuk
beramal dan berbakti kepada orang tua akan diberikan jalan kemudahan untuk mewujudkan salah
satu keinginannya.