Anda di halaman 1dari 27

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU

DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN


PETERNAKAN

Jl. Raya Tembeling, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan


Topaya - Kabupaten Bintan
Telp. (0771) 311911 , FAX : (0771) 311933
Email : distanhutnak.provkepri@gmail.com

SPESIFIKASI TEKNIS
Program
Peningkatan Kesejahteraan Petani

Kegiatan
Pembangunan dan Pengembangan BBI Pertanian dan
Kehutanan

Pekerjaan

Belanja Konsultan Perencanaan Peningkatan Jalan (Jalan


Paving) Lingkungan Perkantoran BBI

Tahun Anggaran 2016


DAFTARISI
Halaman

1. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pendahuluan .................................................. 1

2. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Galian .............................................................. 1

3. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Urugan TanahKembali ................................... 1

4. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Penyiapan dan Pemadatan Badan Jalan ...... 1

5. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Paving Blok .................................................... 1

6. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pemadatan dan Pemerataan Paving Blok .... 1

7. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Kansteen......................................................... 1

8. Spesifikasi Teknis Pekerjaan ParitPracetak .................................................. 1

9. Spesifikasi Teknis Pekerjaan BatuMiring ...................................................... 1

10. Spesifikasi Teknis Pekerjaan PembongkaranBeton ..................................... 1

11. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Biaya Penimbunan Tanah.............................. 1

12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225 ..................................................... 1

13. Spesifikasi Teknis Pekerjaan UruganPasir ................................................... 1

14. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembersihan Akhir ........................................ 1


1
1. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pendahuluan

A. PEMBERSIHAN LOKASI

1. Lokasi pekerjaan terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala


kotoran, rumput, semak, akar-akar pohon dan dan material lainnya.

2. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lokasi pekerjaan harus selalu dijaga,


tetap bersih dan rata.

B. PENGUKURAN

1. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran


kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-
keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-
batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.

2. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan


lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada direksi
pekerjaan/konsultan pengawas dan untuk dimintakan keputusannya.

3. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan


kontraktor.

C. PAPAN NAMA PROYEK

1. Kontraktor harus menyediakan papan nama proyek yang


mencantumkan nama pemberi tugas, nama
program/kegiatan/pekerjaan, nilai kontrak, waktu pelaksanaan,
konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, dan informasi lainnya
yang dianggap perlu.

2. Ukuran layout dan peletakan papan nama harus dipasang sesuai


dengan pengarahan direksi pekerjaan/konsultan pengawas..

3. Segala biaya dalam rangka penyediaan papan nama proyek


termasuk tanggungan Kontraktor.

D. KESELAMATAN KERJA (K3)

1. Kontraktor wajib untuk melindungi tenaga kerjanya dalam program


BPJS Ketenagakerjaan sektor jasa Konstruksi.

2. Kontraktor harus menjamin bahwa semua pekerjaan dan


perlengkapan konstruksi yang dipakai sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan sehingga dapat menjamin keselamatan yang
ditentukan oleh direksi pekerjaan.

3. Tenaga kerja yang bekerja di lapangan harus mengikuti peraturan


keselamatan kerja dan pelaksanaan pekerjaan dan jam kerja.

4. Kontraktor dengan persetujuan direksi pekerjaan, harus menciptakan


system pengamanan terhadap peralatan-peralatan yang digunakan
pada lokasi pelaksanaan pekerjaan sedangkan biaya atas keperluan
tersebut ditanggung oleh kontraktor.

a. Kontraktor wajib menyediakan perlengkapan dan peralatan K3


antara lain alat-alat pelindung anggota badan, terdiri dari :

- Pelindung tangan
- Pelindung kaki
- Pelindung kepala
2
1. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pendahuluan

E. PENGENDALIAN KEMAJUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. Kontraktor wajib menyediakan 5 (lima) foto copy laporan kemajuan


pekerjaan terdiri dari laporan harian, mingguan, bulanan, back up data,
Shop drawing/asbuilt drawing, dan dokumentasi pelaksanan pekerjaan
kepada direksi pekerjaan yang merupakan ringkasan dari jadwal
pekerjaan, kemajuan yang dicapai, rencana kegiatan yang akan datang
dan semua permasalahan dan tindakan perbaikan.

Setiap laporan kemajuan pekerjaan minimal meliputi :

a. Laporan status pekerjaan

b. Perbandingan status pekerjaan terhadap jadwal pelaksanaan


pekerjaan.

c. Garis besar permasalahan yang mempengaruhi waktu pemenuhan


target pekerjaan.
d. Kurva S terbaru/actual dan jadwal terinci.
e. Semua informasi yang diminta direksi pekerjaan.

2. Segala biaya dalam rangka penyiapan pelaporan kemajuan pekerjaan


termasuk tanggungan Kontraktor.

3. Pertemuan/rapat teknis dan evaluasi pekerjaan dilaksanakan dengan


interval yang teratur dan tempat pertemuan harus disetujui oleh peserta
rapat koordinasi. Pertemuan yang dilaksanakan harus dihadiri wakil dari
kontraktor, direksi pekerjaan dan konsultan pengawas.

F. PEKERJAAN LAIN-LAIN

Kontraktor wajib memperbaiki segala kerusakan yang timbul akibat kesalahan


kontraktor, antara lain :

a. Kerusakan jalan akibat kendaraan pengangkut bahan-bahan yang tidak


sesuai dengan kelas jalan yang dilewati.

b. Kerusakan turap-turap jalan / saluran serta jalan karena kendaraan


pengangkut bahan-bahan yang pergi pulang ke lokasi proyek.

c. Lain-lain kerusakan akibat kelalaian kontraktor dalam pelaksanaan


pekerjaan.
2. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Galian 1

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat dan


pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan
galian tanah seperti tertera pada gambar rencana.

B. PELAKSANAAN

a. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan


syarat-syarat yang ditentukan menurut keperluan.

b. Dasar dari semua galian harus rata, apabila pada dasar setiap galian
masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur, maka
harus dibuang keluar.

c. Terhadap kemungkinan adanya air didasar galian, baik pada waktu


penggalian maupun pada waktu pelaksananpekerjaan harus disediakan
pompa air, jika diperlukan dapat bekerja terus menerus, untuk
menghindari tergenangnya air pada dasar galian.

d. Kontraktor harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi


galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan
atau penunjang sementara.

e. Kontraktor diwajibkan mengambil langkah-langkah pengamanan


terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan daerah galian
yaitu dengan memberikan pengaman sementara pada bangunan
tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan
mengalami kerusakan.

f. Sisa galian tanah yang berasal dari pekerjaan galian, setelah mencapai
jumlah tertentu dan tidak diperlukan harus segera disingkirkan dari
lokasi pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas
petunjuk direksi pekerjaan/konsultan pengawas.

g. Jika tidak ditentukan lain, maka pemanfaatan hasil galian tanah untuk
menimbun badan jalan di sekitar lokasi penggalian dan/atau sesuai
petunjuk direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
1
3. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Urugan Tanah Kembali

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja dan alat-alat yang


dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan urugan tanah
kembali dari pekerjaan galian saluran, galian kansteen, dan pekerjaan
galian lainnya seperti tertera pada gambar rencana.

B. PELAKSANAAN

a. Pekerjaan urugan tanah kembali dilakukan dengan mengurug/menimbun


kembali sisa galian/celah-celah lubang yang berada di sisi-sisi parit
parcetak, kansteen dan celah dari pekerjaan galian lainnya.

b. Celah-celah lubang yang sudah ditimbun dengan tanah bekas galian


harus dipadatkan, agar tidak terjadi penurunan permukaan tanah
nantinya.

c. Pemakaian tanah bekas galian untuk penimbunan kembali harus


mendapatkan persetujuan dari direksi pekerjaan/konsultan pengawas.

d. Bagian-bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan tanah


dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug
4. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Penyiapan dan Pemadatan Badan Jalan 1

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat dan pengangkutan yang


dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan penyiapan dan
pemadatan badan jalan seperti tertera pada gambar rencana/BQ.

b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembentukan tanah dasar dan


pemadatan seluruh badan jalan agar elevasinya sesuai dengan yang
ditunjukkan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi
pekerjaan, dan termasuk pekerjaan pemadatan tanah dasar

B. BAHAN/ALAT

a. Pekerjaan ini menggunakan alat berupa baby roller/stemper dan


peralatan lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

C. PELAKSANAAN

1. Pekerjaan penyiapan dan pemadatan badan jalan dilaksanakan


sebelum pemasangan paving blok.

2. Tahapan pekerjaan penyiapan dan pemadatan badan jalan yaitu :

a. Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat


maupun dengan cara manual untuk membentuk tanah dasar sesuai
gambar atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan/konsultan
pengawas

b. Pemadatan tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat baby


roller/stemper pada daerah badan jalan.

c. Badan jalan yang sudah dibentuk sesuai ukuran yang tercantum


dalam gambar rencana harus dipadatkan hingga badan jalan
tersebut benar-benar padat.

3. Sebelum pemadatan dilakukan, badan jalan yang memerlukan


penimbunan baik dengan tanah hasil galian secara manual maupun
timbunan tanah yang didatangkan, harus dilakukan penimbunan terlebih
dahulu, baru setelah itu timbunan tanah yang sudah diratakan tersebut
dipadatkan dengan alat.
4. Seluruh pekerjaan penyiapan dan pemadatan badan jalan ini harus
mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan / konsultan pengawas
1
5. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Paving Blok

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya
pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan perkerasan jalan berupa


pemasangan paving

blok sesuai detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar


rencana.

2. Standard.

- Semen Portland harus memenuhi NI-8.

- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.

- Air harus memenuhi PVBI-1982 Pasal 9.

- Kerikil/split harus memenuhi PBBI 82 pasal 12

B. BAHAN/PRODUK

1. Paving Blok.

a. Kuat tekan yang harus dicapai adalah 200 kg/cm2, dengan toleransi
yang diperkenankan 5 kg/cm2.

b. Menggunakan type/model Hexagon (polos) tebal 8 cm dengan


toleransi ketebalan yang diperkenankan adalah 2 mm

2. Pasir Pasang.

C. PELAKSANAAN

a. Sebelum pemasangan paving blok dimulai, kontraktor harus


memperlihatkan dahulu jenis paving blok yang akan digunakan, dan
paving blok yang diajukan tersebut harus dilakukan pengujian/test
kuat tekan beton di laboratorium yang disetujui oleh direksi
pekerjaan/konsultan pengawas untuk mendapatkan mutu rata-rata.

b. Pengujian mutu paving blok selama pelaksanaan pekerjaan akan


dilakukan sesuai kebutuhan dan penentuan jumlah paving blok yang
akan di uji akan tentukan oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
c. Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut di
atas, menjadi tanggung jawab Kontraktor.

d. Dalam hal diperlukan guna pemeriksaan hasil pekerjaan di


laboratorium, maka kontraktor wajib melaksanakan pengujian tersebut
dengan tidak menambah beban biaya bagi pemberi tugas.

e. Bahan-bahan lain yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini harus


diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan/konsultan pengawas
untuk mendapatkan persetujuannya. Jika contoh bahan tersebut telah
disetujui oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas, barulah
kontraktor melanjutkan pekerjaan.

f. Paving block yang dikirim ke lapangan harus diterima dalam keadaan


utuh tanpa adanya cacat yang akan mempengaruhi hasil akhir
pemasangan.

g. Sebelum melaksanakan pekerjaan kontraktor harus mengadakan


pemeriksaan/ pengukuran guna menentukan dengan pasti kondisi
lapangan, serta keadaan lapangan yang nanti mungkin akan
mempengaruhi jalannya pekerjaan.

h. Penyusunan paving block dilakukan serapat mungkin dengan arah


melebar dan sejajar serta rata, sesuai dengan as jalan.

i. Paving block dipasang/disusun setelah permukaan badan jalan diberi


urugan pasir pasang tebal 5 cm (sesuai gambar rencana) yang telah
diratakan/padatkan.

j. Pemotongan paving blok harus dilakukan dengan menggunakan alat


khusus pemotong paving blok (Cutter), dan tidak dibenarkan
menggunakan alat lain kecuali atas persetujuan direksi
pekerjaan/konsultan pengawas
1
6. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pemadatan dan pemerataan Paving Blok

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya
pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan antara lain pemadatan dan


pemerataan paving blok dengan stamper, serta penaburan pasir di
atas permukaan pasangan paving blok sesuai yang ditunjukkan
dalam gambar rencana.

B. BAHAN/ALAT

1. Plate Compactor (Stamper Kodok)

2. Pasir Pasang.

C. PELAKSANAAN

a. Pemadatan dan pemerataan paving blok dilakukan setelah pasangan


paving blok selesai dikerjakan, pemadatan dan pemerataan dengan
stamper ini dilakukan di atas permukaan paving blok dengan disertai
penaburan pasir di atas permukaan paving blok secara merata, hal ini
untuk mengisi celah pada spesi paving blok agar paving blok tersebut
rapat dan kuat.

b. Hasil pekerjaan pemadatan dan pemerataan paving blok ini adalah


terbentuknya pasangan paving blok yang rapi, rata, tidak terdapat
gelombang dan atau cekungan yang dapat mempengaruhi estetika.

c. Seluruh pekerjaan pemadatan dan pemerataan paving blok harus


mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
1
7. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Kansteen

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya
pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

b. Meliputi pekerjaan pemasangan kansteen sepanjang jalan paving


blok sesuai detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar
rencana.

2. Standard.

- Semen Portland harus memenuhi NI-8.

- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14


ayat 2. - Air harus memenuhi PVBI-
1982 Pasal 9.
- Kerikil/split harus memenuhi PBBI 82 pasal 12

B. BAHAN/PRODUK

a. Kansteen yang digunakan adalah yang berkualitas baik (cetak pabrik).

b. Ukuran Kansteen yaitu panjang 50 cm, lebar atas 9 cm dan bawah 13


cm, serta tinggi 20 cm.

C. PELAKSANAAN

a. Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini harus


diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan /konsultan pengawas
untuk mendapatkan persetujuannya. Jika contoh bahan tersebut telah
disetujui oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas, barulah kontraktor
melanjutkan pekerjaan.

b. Sebelum melaksanakan pekerjaan kontraktor harus mengadakan


pemeriksaan/ pengukuran guna menentukan dengan pasti kondisi
lapangan, serta keadaan lapangan yang nanti mungkin akan
mempengaruhi jalannya pekerjaan.

c. Sebelum memulai pekerjaan galian tanah, lokasi pekerjaan sudah siap


dibersihkan terlebih dahulu dan kotoran/sampah dibuang ketempat yang
ditentukan.
d. Galian tanah kansteen dilaksanakan sesuai gambar rencana, dibuat

e. sedemikan rupa agar pengerjaan pemasangan kansteen cetak dapat


dilakukan dengan mudah.

f. Penumpukan tanah galian jangan sampai merusak halaman dan jalan.

g. Kansteen yang rusak/patah tidak diperkenankan untuk di pasang.

h. Pemasangan kansteen harus rapi, rata, dan lurus sesuai kondisi


lapangan.

i. Sambungan antara kansteen menggunakan spesi, tebal minimal 2 cm


dengan campuran 1 Pc : 4 Psr, sedangkan dibawah kansteen (alas
kansteen) harus diberi beton dengan campuran 1 pc : 4 ps (sesuai
gambar rencana).

j. Setelah pemasangan selesai, sisa galian/celah-celah lubang yang


berada di sisi-sisi kansteen harus ditutup/ditimbun kembali dan
dipadatkan.
1
8. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Parit Pracetak

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya
pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pemasangan saluran parit pra cetak dan


seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar rencana.

2. Standard.

- Semen Portland harus memenuhi NI-8.

- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14


ayat 2. - Air harus memenuhi PVBI-
1982 Pasal 9.
- Kerikil/split harus memenuhi PBBI 82 pasal 12

B. BAHAN/PRODUK

a. Parit cetak yang digunakan adalah yang berkualitas baik, produksi


dalam negeri (cetak pabrik)

b. Saluran Pracetak menggunakan type V Ukuran 30 x 38 x 60 cm dan 38 x


47 x 60 Cm

C. PELAKSANAAN

a. Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini harus


diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan /konsultan pengawas
untuk mendapatkan persetujuannya. Jika contoh bahan tersebut telah
disetujui oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas, barulah kontraktor
melanjutkan pekerjaan.

b. Sebelum melaksanakan pekerjaan kontraktor harus mengadakan


pemeriksaan/pengukuran guna menentukan dengan pasti kondisi
lapangan, serta keadaan lapangan yang nanti mungkin akan
mempengaruhi jalannya pekerjaan.

c. Sebelum memulai pekerjaan galian tanah, lokasi pekerjaan sudah siap


dibersihkan terlebih dahulu dan kotoran/sampah dibuang ketempat yang
ditentukan.

d. Sebelum pemasangan parit pracetak, di atas tanah harus diberi lapisan


e. urugan pasir pasang sebagai dudukan parit pracetak, dan harus
diperhatikan elevasi kemiringan saluran agar air dapat mengalir
sempurna tanpa ada genangan.

f. Sambungan antara parit cetak menggunakan spesi dengan tebal minimal


2 cm.

g. Setelah pemasangan selesai, sisa galian/celah-celah lobang yang


berada di sisi-sisi parit parcetak harus ditutup/ditimbun kembali dan
dipadatkan, agar tidak terjadi penurunan permukaan tanah nantinya
(Pek. Urugan tanah kembali)
1
9. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pasangan Batu Miring

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam terlaksananya
pekerjaan ini sehingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pasangan batu belah (batu miring),


dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar
rencana.

2. Standard

a. NI-3, Standard untuk pasir.

b. NI-8, Standard untuk PC.

c. PUBI-9 Standard untuk air agregate.

d. ASTM : C144, Agregate for masonry mortar.

C150, Portland cement


C270, Mortar for unit masonry

B. BAHAN

1. Batu belah yang digunakan adalah batu belah jenis granit dia. 9 dengan
kualitas baik.

2. Semen yang memenuhi persyaratan ASTM C-150.

3. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam, alkali dan bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat
merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10.

4. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 dan PUBI 1982.

C. PELAKSANAAN

1. Semua bahan sebelum digunakan harus ditunjukkan kepada direksi


pekerjaan/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Material
yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai
dengan persayaratan biaya tambahan.

2. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diharuskan memeriksa site yang


telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulai
pekerjaan.
3. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya,
Kontraktor harus segera melaporkan kepada direksi pekerjaan/konsultan
pengawas. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat
tersebut sebelum kelainan / perbedaan diselesaikan.

4. Pekerjaan pasangan batu miring ini merupakan susunan dari batu belah
yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk dimensi yang telah
ditentukan, diantara susunan batu belah tersebut diberikan adukan antara
semen dan pasir pasang dengan komposisi adukan 1 pc : 4 psr.

5. Pemasangan batu miring di pasang setelah permukaan tanah dasar rata dan
tanahnya sudah stabil.

6. Setelah pemasangan, sisi bagian dalam pasangan batu miring harus


ditimbun dengan tanah dan dipadatkan, penimbunan harus disetuju oleh
direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
1
10. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembongkaran beton

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat dan


pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan
pembongkaran beton seperti tertera pada gambar rencana/BQ.

B. BAHAN/ALAT

a. Pekerjaan ini menggunakan alat berupa pahat beton, palu, dan jika
diperlukan dapat menggunakan alat pemecah beton, serta alat lainnya
yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

C. PELAKSANAAN

1. Pekerjaan pembongkaran beton existing yang akan dilaksanakan yaitu :

a. Pembongkaran plat beton jalan existing , plat beton dwiker, pasangan


batu miring

existing, dan beton existing lainnya yang dalam pelaksanaannya


harus dibongkar, sehingga memungkinkan pembangunan atau
perluasan atau perbaikan struktur yang mempunyai fungsi yang
sama seperti struktur yang lama.

b. Pengangkutan/pembuangan hasil pembongkaran beton ke tempat


lain yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas.

2. Pelaksanaan seluruh pekerjaan tersebut harus memperhatikan faktor


kebersihan dan keamanan area sekitarnya agar tidak terjadi kerusakan-
kerusakan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan dalam proses
pengerjaan.

3. Apabila terjadi kerusakan sebagai akibat dari kesalahan dalam


pengerjaan menjadi tanggung jawab kontraktor.

4. Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan pekerjaan yang


diperlukan dengan pemilik tanah dan menanggung semua biaya, untuk
pembuangan akhir sisa pembongkaran.

5. Seluruh pekerjaan pembongkaran beton harus mendapat persetujuan


dari direksi pekerjaan/konsultan pengawas .

6. Pekerjaan-pekerjaan lainnya yang belum tertuang spesifikasi teknis ini


akan di tentukan kemudian pada saat pelaksanaan.
1
11. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Biaya Penimbunan Tanah

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, alat-alat, dan


pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan
biaya penimbunan tanah seperti tertera pada gambar rencana.

B. PELAKSANAAN

a. Pekerjaan ini berupa pemanfaatan tanah dari hasil pekerjaan galian


tanah dengan memindahkan tanah hasil galian saluran/pekerjaan galian
lainnya ke lokasi pekerjaan lain yang memerlukan timbunan tanah
seperti yang tertera pada detail gambar rencana.

b. Pelaksanaan pekerjaan timbunan tanah dengan memanfaatkan sisa


hasil galian (Biaya Penimbunan tanah) sesuai petunjuk direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.
1
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat


bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan
dalam gambar, dengan hasil yang baik dan sempurna.

b. Pekerjaan ini termasuk pekerjaan beton, pembesian dan bekisting


sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.

2. Standard.

Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan :

a. Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai.

b. Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, NI - 2.

c. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961, NI - 5.

d. Peraturan Semen Portland Indonesia 1972, NI - 8.

e. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.

f. Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborong


Pekerjaan Umum (AV) No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan
Lembaran Negara No. 1457.

g. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun


tertulis yang diberikan Perencana/Konsultan Pengawas.

h. Standar Normalisasi Jerman (DIN).

i. American Society for Testing and Material (ASTM).

j. American Concrete Institute (ACI).

B. BAHAN / PRODUKSI

1. Persyaratan Bahan

a. Semen Portland :

Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis
merk dan atas persetujuan Direksi Pekerjaan/Konsultan Pengawas
dan harus memenuhi NI-8. Semen yang telah mengeras
sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Penyimpanan
Semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas
dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah
dan ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen.
b. Pasir Beton :

Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi
komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971.

c. Koral Beton/Split :

Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori serta


mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971.

Penyimpanan/Penimbunan pasir koral beton harus dipisahkan satu


dengan yang lain, hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak
tercampur untuk mendapatkan perbandingan adukan beton yang
tepat.

d. Air :

Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam, alkali dan bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat
merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. Apabila dipandang
perlu Direksi Pekerjaan/Konsultan Pengawas dapat minta kepada
Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium
pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor.

e. Besi Beton :

Besi tulangan menggunakan besi Ulir Dia. 10 dan 12 mm (sesuai detail


gambar rencana), besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan
bebas dari cacat seperti serpih-serpih. Penampang besi bulat serta
memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1971). Bila dipandang perlu
Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke
laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
Kontraktor.

f. Kawat Ikat :

Standar material : SII O162-81: ekuivalen dengan JIS 63532


Diameter : 0.91 mm atau lebih
Tegangan Tarik : 60 75 Kg/mm2

g. Begesting :

Bahan : Plywood, tebal 9 mm dan Balok Kayu Kelas III, Dolken Kayu,
Paku, Minyak Begesting (tidak berwarna, yang tidak menimbulkan karat
pada permukaan beton dan tidak mempengaruhi rekatan maupun
warna bahan finishing permukaan beton)

Begesting dibentuk menurut rencana beton sesuai yang ditunjukan


dalam detail gambar.
2
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

2. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus memberikan contoh-


contoh material misalnya : besi, koral, pasir, PC, dan material begesting
untuk mendapatkan persetujuan dari direksi pekerjaan/konsultan pengawas.

3. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh direksi pekerjaan/konsultan


pengawas, akan dipakai sebagai standard/pedoman untuk
memeriksa/menerima material yang dikirim oleh kontraktor ke lokasi
pekerjaan.

4. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan

a. Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan


tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam
kotak/kemasan aslinya
yang masih tersegel dan berlabel pabriknya.

b. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering,


tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah
ditentukan pabrik.

c. Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi


sesuai dengan jenisnya.

d. Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman


dan penyimpanan.
Bila ada kerusakan, Kontraktor wajib mengganti atas beban Kontraktor.
3
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

C. PELAKSANAAN

1. Pekerjaan beton K225 meliputi pekerjaan beton pengunci paving, plat beton
penutup parit, plat beton pada dwiker dan beton bak kontrol dengan bentuk
dan ukuran sesuai gambar rencana.

2. Pembesian :

a. Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang


dibengkokkan, sambungan kait-kait, persyaratannya harus sesuai
SK.SNII-1991.

b. Pemasangan dan penggunaan tulangan beton, harus disesuaikan


dengan gambar rencana.

c. Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin besi tersebut
tidak berubah tempat selama pengecoran dan harus bebas dari papan
acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan
ketentuan dalam SK.SNI-1991.

d. Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari
lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.

3. Cara Pengadukan :

a. Cara pengadukan sebaiknya menggunakan concrete mixer/molen untuk


volume adukan di atas 1 m3 di satu tempat pekerjaan, sedangkan untuk
adukan dengan volume kecil (dibawah 1m3) di satu tempat pekerjaan
dapat dikerjakan secara manual sesuai petunjuk dan persetujuan direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.

b. Takaran untuk Semen Portland, pasir dan koral harus disetujui terlebih
dahulu oleh Direksi Pekerjaan/Konsultan Pengawas.

c. Selama pengadukan kekentalan adukan beton harus diawasi


dengan jalan

memeriksa slump pada setiap campuran baru. Pengujian slump (12 2)


cm.

4. Pengecoran Beton :

a. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan


membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh,
pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian, pemeriksaan penulangan dan
penempatan penahan jarak.
b. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan Direksi
Pekerjaan/ Konsultan Pengawas.

c. Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin untuk menjamin


beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton
seperti keropos dan sarang-sarang koral/split yang dapat memperlemah
konstruksi.

d. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari


berikutnya maka

tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh direksi


pekerjaan/konsultan pengawas.

5. Pekerjaan Bekisting :

a. Begesting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang


telah ditetapkan/yang diperlukan dalam detail gambar.

b. Begesting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-


perkuatan, sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan
kedudukannya selama pengecoran dilakukan.

c. Begesting harus bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji), potongan kayu,


tanah/lumpur dan sebagainya, sebelum pengecoran dilakukan dan harus
mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton.

d. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan


yang aman, sehingga mutu bahan dan mutu pekerjaan tetap terjamin
sesuai persyaratan.

e. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi


penguapan cepat. Persiapan perlindungan atas kemungkinan
datangnya hujan, harus diperhatikan.
4
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

6. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting :

Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari direksi
pekerjaan/konsultan pengawas. Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan
mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari
direksi pekerjaan/konsultan pengawas.

7. Job Mix Formula dan pengujian

a. Jika tidak ditentukan lain, maka Job Mix Formula untuk mendapat mutu
beton, sesuai Job Mix Formula yang di keluarkan oleh Laboratorium Dinas
Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang.

b. Jika diperlukan pengguna jasa dapat meminta kontraktor melakukan


pengujian dengan mengambil benda uji berupa kubus beton dan diperiksa
di laboratorium konstruksi beton yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan
/konsultan pengawas.

c. Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan/mutu tersebut,


menjadi tanggung jawab kontraktor.

8. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan

a. Beton yang dicor dihindarkan dari benturan benda keras setelah


pengecoran.

b. Beton dilindungi, kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan


pkerjaan lain.

c. Bila terjadi kerusakan, kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya


dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.

d. Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus dirawat.


13. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Urugan Pasir 1

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya
pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan urugan pasir dibawah parit


pracetak dan seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam
gambar rencana.

B. BAHAN/PRODUK

a. Pasir Pasang

Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.

C. PELAKSANAAN

a. Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini harus


diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan /konsultan pengawas
untuk mendapatkan persetujuannya. Jika contoh bahan tersebut telah
disetujui oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas, barulah kontraktor
melanjutkan pekerjaan.

b. Sebelum memulai pekerjaan, area yang akan di beri urugan pasir harus
bebas dari kotoran/sampah yang dapat mempengaruhi hasil pekerjaan.

c. Pekerjaan urugan pasir dikerjakan sebelum pemasangan parit pracetak,


yaitu sebagai dudukan parit pracetak, agar memudahkan pada saat
pemasangan/penyetalan elevasi saluran parit pracetak.

d. Pekerjaan urugan pasir ini menggunakan pasir pasang dengan


ketebalan lapisan 5 cm di atas tanah atau sesuai detail gambar rencana.
1
14 . Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembersihan akhir

A. UMUM

Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, peralatan dan alat-alat


bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk
mendapatkan hasil yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pembersihan lokasi pekerjaan dari segala kotoran,


dan sisa material pekerjaan yang sudah tidak digunakan lagi, sesuai
petunjuk direksi pekerjaan/konsultan pengawas.

B. PELAKSANAAN

1 Setelah seluruh pekerjaan selesai, maka kontraktor harus melaksanakan


pekerjaan pembersihan akhir dengan membersihkan lokasi pekerjaan
dari segala kotoran-kotoran, termasuk material sisa pekerjaan yang ada
di lokasi kegiatan.

2 Sebelum pekerjaan diserah terimakan, kontraktor wajib meneliti semua


bagian pekerjaan yang belum sempurna, dan harus diperbaiki, semua
barang yang tidak berguna harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan,
sehingga pada saat serah terima pertama dilaksanakan, kondisi jalan
paving blok/semenisasi dalam keadaan bersih dan rapi.