Anda di halaman 1dari 84

,-

.UTILITAS
BANGUNAN
BUKU PiNTAR UNTUK
MAHASISW-\ ARSITEKTUR - SIPIL

IR
t '- ..
H fI, R-ONO DO.-!"" ..... r-
, .. l 'l ., I J C t:KtjU~ M , \. 1\ RCHit')
I\.t \.

DOS EI'-i ITB l SGCf - 196 5


FTUI 1968 - 1983
FT. USAKTI 1974 - SEKARANG
ISTN 1988 - SEKARANG
----------------- -_ _-----------_._------ ..

'PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-lINDANG


HAK CIPTA

Pasal44
, UTILITAS
BANCUNAN
(I) Barangsiapa dengan sengaja dantanpa hak mengumumkan atau memperbanyak
suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dcngan pidana pcnjara paling
Jama 7 (tujuh) tab un danlatau denda paling banyak: Rp 100.000.000,_ (scratus juta
rupiah).
(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, mcmamcrkan, mengcdarkan. alau
menjuaJ kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil.pelanggaran Hak Cipta
sebagaimana dimaksud dalain ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling
BUKU PiNTAR UNTUK
lama 5 (lima) tabun danlatau dcnda paling banyak Rp 50.000.000.- (lima puluh
juta r u p i a h ) . . . . I
1
MAHASISWA ARSITEKTUR -SIPll

JR. H/l~RTONO POERBO., M. ARCH"


DOSEN ITB lS60 - 1965
FTUr 1968 - 1983
FT. USAKTI 1974 - SEKARANG
ISm 1988 - SEKARANG
Lopynghl pada Ojambatml
Anggota I/(API
Jakarta 1992 lSI
,

PRAKATA...................................................................................... VII

PENDAHUJ~{Jl\N ......................................................................... VCII


BAB I TRANSPORTASI VERTfKAL ....................................... ..
1. Elevator (f~ift) ........................................................................ .
2. Waktu l\1cnunggu (Interval, \-Vaiung Time) ......................... . 2
3. Daya Angkut Lin (Handling Capacity) ................................ . 2
4 .. \Vaktu Perjalanan Bo!ak-halik Lift (Round Trip Time) ...... .
5. Beban Puftcak Lift (Pe<tk Lead) ........................................... .
6. Efisiensi I3angunan (Building Efficiency) ............................ . 4
7. Perhitung~m Ju:~!~2'! ;j;'! (hl~1l1 ! Zone ................................ . 5
8. Korelasi Jum!ah Lamai da!alll 1 Zone Kapasitas Lift dan
JuITllall Lift .............................................................................. 6
9. Sistem Zone Banyak (~1uIti Zone System) .......................... 6
10. Sistem Zone Banyak dengan "Skylobby" ............................ . 9
II. Daya LiSlrik untuk Lift ......................................................... . 14
12. Beban Panas Ruang Mesin Lift ............................................ . 15
13. Lift Barang ............................................................................. . 15
BAB II PEKERJAAN PIPA DAN SANITASIIPLUfvfBING ..... 16
Angka":angka Kunci untuk Perancangan Plumbing ............... 16
1. Kebutuhan Air Bersih Bangunan ........................................... 16
2. Pedoman Cepat untuk Perancangan ............ ~.......................... 17
ISBN 979 428 165 4 3. Kebutuhan Perlengkapan SarJter ........................................... 17
4. Kebutuhan Air Perlengkapan Bangunan ................................ 1r
5. Daya Buang Rata-rata/Average Discharge Perlengkapan
SaIliter ...................................................................................... 17
6. Data untuk Menelllukan Diameter Pipa PenyaIurO(Atas Dasar
Perceta.lcan Anem Kosong Anem
Kehilangan Tekanan 0,2 mlm') ................................ :............ 18
7. Pipa Pembuangan Air Hujan (Hujan 500 mmlm2/Jam) ....... j8
8. Perhilungan Prasarana Utilitas ............................................ ' ..
IX
9. Tabcl-A Daya Huang Rata-rafa (Average Discharge) Per-
Jcngkapan Saniter ...................................................................
10. TabeJ-D Pipa Pembuang Tcgak (Stand PipdStacks) ........... .
11. Tabcl-C Deban Kebutuhan Air (Domcstic Water Dcm~tnd '22
. 22 ,I,
...... ,!

"'"
I f
PRAKATA

I~oad) .......................................................................................
23
!
12. Tabcl-D Kehutuhan Air Panas ............. '" ......................... '"
13. Tabel-E Pipa Pcnyalur Air (Tamhahan 0,2 m/m') .............. .
24 !
i
14. Tabel-F Koefisien Pcnf!!!!!W!'1fl .1\ ir . " ................................ ,.
25
2:1
15.. Tatil.;l-\J Septic Tank .......... '" .................................................. Ucapan "terima kasih saya sampai!:;;n ke;o'lda Ir. S. Siahaan yang
26
16. Pengolahan Air Duangan ....................................................... .
17. Drainase .................................................................................. .
26
32 I menyiapkan naskah Instalasi Listrik, If. Sabarto yang memeriksa naskal1
Instalasi Listrik, Ir. Rochadi yang mcnyiapkan naskah Pengolahan air
Iimbah, Sdr. Ratu Putra Kamal yang me,igctik seluruh naskah buku
BAB III TATA UDARA (AIR CONDITIONfNG) ................... . ini, Sdr. SIIntawi dan Sdr. Nyoman Punvayasa dan ZulJikar yang me-
34
J. Sislem LangslIng (Dircct COoling) ....................................... . nyiapkan gambar-gambar {eknis.
35
2. Sistcm Tidak LangslIng (Indirect Cooling) ' ........................ . Kepada Penerbit yang Lelah bersedia mcnerbitkan buku ini dan
3. Perhitungan Behan Pen(jj ngi Ii Ruang (;\ if Cilndi I ioni ng) ... .
3S
39 TOko-!oko buku yang bersedia menged:ukan kc selumh In(!C);)csia saya
s,unpaikan ucapan fcrima kasih.
BAB IV PRARANCANGAN INSTALASI LISTRI K INTERN
41 Kcpada semua pihak yang telah membaillu p~nerbitan bUku ini saya
1. Dasar-dasar Lisfrik ................................................................. . sampaikan pengharg2.an yang setinggi-lingginya.
4!
2. Perhitungan Kabel Insralasi Listrik ...................................... .
4;.{
Jakarta, 18 JuIi 1992.
Penu!is
BAn V PENCAHA YAAN LISTRIK ......................................... . ~ if
.'"1-

BAD VI INSTALASI PENANGKAL PETfR ............................ .


62

BAB VII PENCEGAHAN DAN PENA0:GGULANGAN


BAHA Y A KEI3AKARAN ........................ ,...........................(,j

LAl\1PIRAN TAB.t.L DAN GAivII3AR ....................................... 71

KEPUSTAKAAN .......................................................................... 158

VI
PENDAHULUAN
BAB I
, TRANSPORTASI VERTlKAL

Bangunan-bangunan yang dirancang oJeh para arsitck akhirnya harus


dapat dipakai. dihuni dan dinikmati oJeh masyarakat Juas. ladi harHs
dapat bcrfungsi dengan baik. tidak hanya indah dipandang sebagai Suatd Mekanisasi bangunan. lerulalll3 bangunan tinggi menjadi hal yang
menonjoJ dcngan timbulnya kchuluhan akan gedung-gedung tinggi di
karya sent Untuk itu bangunan harus dilcngkapi dengan prasararla scluruh dunia.
UtilitasiBuilding Utilities.
Lebih-Jebih dengan perkembangan teknologi masa kini. kcnyamanan Bangunan-bangunan tinggi dalam Arsitcktur tidaklah menjadi hasiI
manusia dan keselamatan manusia dalam mengilUni banguuan berJngkat karya para Arsitck dan Insinyur struklUr saja, lctapi menjadipaduan
banyak dan bangunan-bangunan bemang panjang dapal Jebili ditingkat- karya h~rbag~li kCahlian anl:tra lain juga Insinyur Mesin. Eleklro dan
kan. Fisi ka TCkni k!padiian-am'lfa' brya.scni dan Tekflolo g;:_
-, _-----. -
JX~!CnCaIW3n o(m~l1ll:m-bangunan
.. -," ------ -_.- .-- - ; . ... .,_.
lntegrasi antara sen] dan teknologi mcnjadi syarar rnutlak daJam DaLul1 tlnggl terJacl pemHuran
perancangan bangunan-bangunan masa kini. ti mbal bal ik ""; 'If" p<:n illlilJllgafl -rcni mban gan rungsi. slruk'tur. eSletika,
dJn persYJ[Jl:l1l-pcrsyaral:H1 Inckanikal maupuil e1ektrikaL
Para Arsitek harus bckerja sarna dengan AilJi -:ihIi Jain. para Spesi alis
dalam bidang Mekanikal dan EJektrikaJ. Fisika Bangunan. lilsinyur
SaIlitasi, di samping Insinyur SLruktlJr. 1. ELEV,!..TOR (LIFT)
Tetapi bcrhubung Arsitek harus menjadi Koordinator Team Perancang
Bangunan, maka pemilikan pengetahuan umum akan perJengkapan Salah satu mas:.dah yang I11cnjadi pemikiran pcrtama pada perencanaan
Utilitas Bangunan menjadi suatu keharusan. bangunan bcrtingka( banyak ialah masalah lrWlsportasi verlikai
umumnya dan lr~nsponasi manusia khususnya.
Buku ini kami tulis terutarnauntuk para Arsitek dan para Mahasiswa
Teknik Arsitektur sena para Tenaga Pengajar untuk mata kuliah Alar untuk transpOl1asi vcrtikaI dalam bangunan bertingkat adalah
UTILITAS. lift alau elev(![or. AlaI transportasi vertikal dalam bangunan bcrtingkat
{crsebut akan mcmakan vOlume gcdung yang ,tkan menentukan ejisiensi
Jakarta, 18 Juli 1992. gedung.
Penulis
Pemilihan kapasilas-kapasilas lift akan mcnentukan jumlah lift yang
mcmpengaruhi pula kualiras pclaYJnan gcdung, terutarna proyek-proyek
komersiI.

Instalasi lifl yang ideal ialah yang menghasilkan waktu meflullggu


di setiap lantai yang minimal. perccpalan yang komfortabeJ, angkutan
vertikal yang cepal. pemualan dan penurunan yang cepat di setiap
Iantai.

Kriteria kualitas pelayanan elevator adalah:


1. Waktu mcnunggu (Interval, waiting time).
2. Day~ angkut (Handling capacity).
3. Waktu perjalallan bUlak-halik lift (Round trip time).
2. WAKTU MENUNGGU (INTER V AL. \VAITING Tlt"1E)
.Jika I zone dil;tyani I .Iil"!, lIlaka W;:td!! IIlCTlllnggu = waktu pcrjalanan
bolak-baIik lift, jadi:
Kesabaran orang untuk menunggu lift tergantung kOla dan negar,\
di mana gedung itu ada. Orang-orang di kota besar lazimnya kurang, M = ~_~J?O x rl:!
sabar dibanding dengan orang-orang di kota keeiI. T
Untuk proyek-pro e komersil perkantoran diperhitungkan waletu
menunggu seki 30 detik. 4. WAKTU PERJALANAN I30LAK-I3ALIK LIFT
Waktu menungg (ROUND TRIP TIME)
bolak-balik dibagi jumlah
lift.
I /V-t.; >~,
'..r' ; r .<' ,
". '.
.(, _.:

Penting:
t<
'\ ~ r..r/
.-;/ A ,_I,
Waktu ini hanya dapat dihitung secara pcndekalan, schab pcrjaIanan
I
lift antar Jantai pa.<;li liclak akan Illcllcapai kccepatan yang nlenjadi
Jika jumlah lift total dihitung alas dasar d:y~~'~ngkU; p;~a beban kemampuan lift itu scnc1iri dan pada pc:rjaianan lift non SlOp, kccepatan
puncak saat-saat sibuk, maka untuk proyek-proyek perkantoran yang. kemampuannya ban! l~rclr:d SCtCli1h lift bcrgcrak bcherapa Ianlai dulu.
beberapa lantainya disewa oIeh salu penye.va, jumlall lift totalnya . misalnya liftdcngaIl kCn13mpuan hcrgerak 6 m/detik baru dap:it
harus ditambah dengan 20-40%, sebab sebJgi~!n lift di da13m zone mcneapai kccepatan ierscbui sctelah t;crgcrak 10 ianlai.
yang disewa satu penyewa tersebut dipak::ii Uiliu k l{[tu lililus mllar Dalam prakiek, 1>~~1!iamgJ!j ~k\';i(Or dilJkuk?n oleh Supplier iift
fantai, sehingga waktu menunggu dj i3ntai daS(J[ dapat mC:11Jnjang yang mengllitung keLu:ulJ~!!) lift h::r.:l:isarkan dal~-daia c!ari pahrik
menjadi 90 detik atau lebih. p'~mbuatnya.

Waktu menunggu juga sangat variabe! tL:rg;miung jenis gcdung. Secara pendckai.a.n, \Val\;llpl..~rjJ:~;r;m bobk-balik lin ter:jiri cbri:
l:.lill:li <.l~.1sar yang mCiiicriukan \Vaklu
Contoh-eontohnya sebagai berikut: a. Penumpang mcmasuki lin eli
a. perkantoran 25 - 45 ~~:..:~ 15 detik/0rang d:!11 un(u~= lif~ dcngal) kapasii<.l;;; III orang reriu
~ fiat ,50 - 120 detik . \vaktu .......................................................... "" .... .
CVhot,el 40 - 70 detik h. Pintu lift mcnwup kcmhaii .............................. . 2 detik
d. asrama 60 - 80 detik c. Pini:u lift membllk:l di seliap lamai tingkat .... .
(n-l)2 dctik
Waktu menunggu minimum adalah sarna dengan waktu pengosongan d. Penumpang meninggalka!l lift di sdiap Iantai
lift ialah kapasitas
)ift x 1,5 delik per penumpang. dalam 1 zone sebaI1yak (n-l) lan!ai:
(n-I) x min-I x 1.5 detik ................................ .
1,5 m dctik
3. DAYA ANGKUT LIfT (HANDLING C.A.PACITY) e. Pintu lift mcnutup kembali di sC"liJp !3ritai
tingkat .............................................................. . (n-2)2 detik
Daya angkut lift tergantung dari kapasitas d3.Il frekuensi pemuatannya. f Perjalanan bobk-haIik da1am 1 zune ............... . 2(n-1)h
Sta..'ldard da.ya angkut lift diukur untukjangka wak.lu 5 mel~it jam-ja.rn -s- detik
sibuk (rush-hour). g. Pintu membuka di Ianlai dasar ........................ .
2 dclik
Daya angkut 1 lift dalam 5 menit adalah: JUMLAH: l' (2h + 4s) (n - 1) + s (3m + 4) d 'k
-= s. ell'

[ M == 5 x 60 x m J== 5 x 60. x m x N Di mana:


w r- T =
waktu perja!3nan bolak-balik lift (Round trip time).
t:.ii mana: h = tinggi lantai sampai dengan lantaL
m == kapasitas lift (orang) dan daya angkllt 75 kg/orang. s = kecepatan rata-rata lift.
w ::: waktu menunggu (waiting time/interval) dalam' delik ::: TIN. n = jumlah luntai dalam 1 zone.
m =
kapasitas lift.
-. -.- .. ~ .. '-'" ,'--.-....- '~H j \t~CA.K LUAU)

7. PFHflJTUNGAN JUMLAH LII--. DALAM I ZONE


Beban puncak dipcrhilullgkan berdasarkan persenlasi empiris lerhadap
jumlah penghuni gedung, yang dipcrhitungkan harus terangkat oleh .:
lika hehan puncak lin dalam sualu gcdung diperhilungkan schcsar P%
lift-lift dalam 5 menit pertama jam-jam padat (rush-hour). .'
Untuk Indonesia persentasi tcrsebut adalah: x jumlah penghuni gcdung alas dasar a': m:! per orangluas I::ntai
nello, maka bcban puncak lift:
o. perkantoran ................... ,.4% x jumlah penghuru.( g cd ung
b. flat ........................ ~ ........
Cl%
x jumlah penghuni gedung " _ _ p (a - k)n
J~ - It

c. hotel.............................. 5% x jumlah penghuni gedung a


P = Persenlasi cmpiris heban puncak lift (%)
Data-data untuk penaksiran jumlah penghuni gedung:
a = Iuas lanlai kotnr per tingkat (01:1)
a. perkantoran .................. 4 m2/orang
n = jumlah lanlai
b. flaC................................ 3 m2/orang
k = )uas in li gcc1u ng (Ill 2)
c. hotel .............................. 5 m2/orang
a" = luas lan(ai ncf(o per orang (m2)
Sedangkan: k = 5 x N x m x 0,3 = 1,5 m N
6. EASIENSI DANGUNAN (D UILDING EFFICIENCY)
!v1aka: P (a - !.5 mN)
L =--------;;---- n-
_____ _

Ffisjensi lantai adaJah pcrscntasi luas lantai yang dar-at dihuni atau
a
(~isewakan terhadap luas ktntLii kOlOr. .
Untuk proyek perkOlltcrwl ada!ah:
r l ' == !:. (~~~-~-2 _:.2._~]~~~
-L ::"
I
J

I:) Iantat ................................................................. 85% Daya :.:.ngkui j iift (Ld au: 5 !ilenil:
20 lantai: lantai 1 - 10 ........................................ 80%
!v! == -~_~ii(L~ !~ == - 300 ill
__
Iantai II - 20 ........................................ 85% \V T
:~o lantai: lantai . I - 10 ........................................ 75% Daya angkur N En da1am 5 meni(:
lantai 11- 20 ........................................ 75%
Iantai 21 - 30 .................................. -.......
10 lantai: Iantai
85% [MN = 3(K~nl~ ]
1 - 10 ......................................... 75%
lan.tai 11 - 20 ....................................... Persamaan: L = MN
80%
lantai 21 - 30 ....................................... 85%
Jantai 31 - 40 ....................................... 90% .P (23 - 3 mN)n = 300 m N
2a" T
Data-data ini hanyaIah untuk keperluan perhitungan lift saja. 2 anT P 1
Efisiensi bangunan sangat tergantung luas lantai yang dipakai oleh 3m' (20Ga" + nTP) J
i nli gedung di - mana tabung lift ada di da!amnya. Besamya rongga
yang dipakai oIeh tabung lift tergantung tinggi gcdung. Di mana: N = jumlah lift dalam 1 zonc.
Secara empiris luas inti gedung adalah sekitar 5- 10 x luas tabung' a = !uas Jantai kotor per tingkat.
lift. Proyek perkanloran memerIukan luas inti yang Iebih besar daripa- P = persent3si jumlah penghuni gedung yang
<ia proyek flat. -cliperhitungkan sebagai beban puncak lift.
T = waktu perjalanan bo!ak-balik lift.
m = kapasH3s lift.
a" = luas lantai netto per orang.
=
n j!lmlah lanlai dalam I zone.

5
R. KORELASI JUMLAH LANTAI DALAM I ZONE
KAPASITAS LII--, DAN JUMLAH LlFT
untuk (jap zone, yang mcmpunyai waklu pcrjalanan i}olak-halik Jift
masing-masing.
Daya angkut lift dalam 5 menit:
[ M= 5 x 6~ x m = 300 m ]
, Contoh Perhitungan
. ~:
w
Suatu gedung 30 lantai dengan Iuas rala-rata a = 1200m2, tinggi lantai
Beban puncak lift:
sampai dengan lantai h = 3.60 meter dibagi dalam 2 zone: zone bawah
L = p % x Luas lanta~ ncfto dalam I zone IS lantai, dan zone atas 15 lantai.
Luas Iantm netto per orang .
Gedung tersebut direncanakan untuk diJayani oleh Iift- lift o

[ L = P na'] aU berkecepatan rata-rata 4m/detik dan kapasitas m = 20 oranglJift.

Dimana: n a' adalah Iuas Janlai nctto daJam I zone. Perhitullgan Zone - 2
Persamaan: 1\.1 = L Waktu perjalanan boJak-h,dik lift (antara bnlai I - 15 non-stop) dengan
kecepatan rata-fara S2 == .') m/dcrik.
300 m atnP
-W- = ---a:'- T = 2 (n1-I)h.l (~~:--.::~) (n2-1~ + s~ (3m + 4)
2 52 '.. S2
Ivfaka: f n == 300 a"m 1 & r :!'n\lyt-1
l a' w P J .. 300 a" j

_ 300 a" m N]
[n - a' P T
Untuk: h = 3060 m
N = a' n .P T J. n) = 15
[ = 15
300 a" ~ 112
SI = 3 m/dctik:
S2 = 5 IPJdeU k
9. SISTEM ZONE BANYAK (MULTI ZO!\l"E SYSTEM) m.= 20 orang/Uft
Maka: T2 = 160.32 delik
Untuk meni~gkatkan efisiensi bangunan, orang berusaha mempefkeciI
volume gedung yang dipergunakan untuk sirklliasi vertikal, terutama
dalam bangunan tinggi (lebih dari 20 lantai). Behan puncak lift untul;: zone - 2:
Juga untuk memperpendek waktu perjalanan bolak-balik lift yang - n., x (2a. - 3 In N.)
L2 = ---=--- 2 -a-"- - - =
memperpendek waktu menunggu lift terutama di lantai dasar. Untuk
tujuan ini orang ~elak\lkan zoning lift artinya pembagian kerja
Daya angkllt lift dalam 5 menit untuk zone _ 2:
kelompok-kelompok lift, misalnya 4 lift melayani Iantai I - 15, 4 lift
melayani lantai 16-30, jadi tidak berhenti di lantai I-IS. M = 300 m N2
Karena ada kelompok 4 lift yang tidak berhenti di lantai I _I 5 maka 2 T2
dalam tabung-tabungnya tit1ak diadakan lubang pintu ke luar; ini Persam aan: L2-- M2
merupakan penghematan biaya sirkuiasi vertikaI.
Dalam hal ada zoning lift nlaka perhitungan jumlah Ii.ft dia<L'lkan ~ P (2a ~ 3m N) _ 300 m N2
---2a" - - --1'-_--
6 ,(.

7
IIH'lIalllhah kc(ahanan g~dUIlg lcrhadap gaya- gaya horiz()nl~ll akibat seliap zone dday:ll1: nn lokal 'schanyak 4 buah (k~nbal1 kapasi(:i~;
J~idi
J!('lIIpa ataupun angin, 20 orang/lift Jan kcCepa!aH rata-rata 2m/dctik.

, 2. Perh;/tmp(J1l 1((1 express


PERHITUNGAN JUMLAH LU'T a. Un/uk mcnc{I/w; skylobby di alas zone-J
n = 14.
Suar~1 gc~ung dengan luas Jantai rata-rata 2190 m 2 dan jumlah lantai . s = 2 mJdetik
(, t (~Jt)~gl dalam 5 zone dengan 5 skyIobby. h = 3.60 III
SCllap zone mengandung 11 lantai termasuk skyJobby. W minimum = 24 detik
w maximum = 45 detik
"('fililwlgan lift lokal kapasitas lift = 20 orang/lift
I lias Jan!ai rata-rata a = 2190 m:!
IlIllllall lantai
n == 10 (tidak termasuk skylobby) \\' ak(u pcrjaJanan holak-halik lift
\\'.I~llJ lI1cnunggu
-- pintu un mcm[1uka di lantai dasar ................... .. = '"I
\V = 30 detik L dcLik
lanlai neno
J lI:lS
3.
1

= - penumpang masuk lift @ 1.5 dctikJ


I If.IS l:llIlai netro per oran:.! a" = 4 m1/orang orang = 20 x 1.5 ....... , ........................................ . = 30 lktlr:
J 'i'l \('1l1asi v.;nghul"! ~
- piatu lin mcnu!uf) kemhali di bntai dasar ....... . = 2 dClj :'
lill(lIk bcbai1 punc~l( lift p = 4'/0 - pll1lu lift membuka dan menutup di skylobby .. . 4 u:,:!lJ:.
llll,~gi lantai s/d-laatai / 11_ _ 3.60 m - r:nmnpang kduar lift (1i skyiohby
a;n v... p 0.'- 1.5 di~tik/orang ............................................... . = 3() UC-tt '-
I. .IJl:! si t as Ii ft . TIl =----=
l(X; a" I80rangl1ift .."-.rJ~ll,,nrin hola. f\..1,_i"."l;k
_ U L l lII't't
l . . 2 (14-_1) 3.60 46.~ (~c~!i f'~
~. ('( Tpatan rara-rata lift - -
Lie 4- JLlJ .. ,
l. \.. ,

~
........... .
=
S ::: 2 m/Jctik.

\\' a klu perjalanan bolak-bal!k lift:


Beban puncak lift express di atas zone - 1 =
T = (2h + 4s) (n - 1) + s (3m + 4) 0.04 x 10- x 1814
s h.eb an puncak-, ':f 11 1
il t OlCa = 4
T = 126.4 detik
a' n P T
Jumlah lift: N=
Itil/llah lift bkaJ: 300 a" m
N = a'n P T i814 x 10 x 0.04 x 114.8
300 a" m = 5 lift @ 18 orang
300 x 4 x 20
126."4
w = -5 = 25.28 dctik < w min = 1.5 m = 27 detik. \Vaktu menunggu w = 114.8 = 28.7 detik
4
I )/I'()"fl dengan lift loka! kapasitas 20 oran!/lift. . J adi skylobby di atas zone-l dibyani 4 lift @ 20 orang.
T = 132.4 detik ~
N =
4 lift @ 20 orang b. Unlll.~ mellcapai sJ..~ylobby di alas zone-2
w = 33 detik > w mi~ = 30 detik
n = 26

1/1 i 1
1 1
~ = j.) m/OCllk

h = 3.60 m \\'aktu p.lcllunggu w = g1428 = 30.32 dctik .


=
m 20 orang/lift
w min = 24.3 detik
w max '= 45 dctik d. Unluk mencapai skylobby di alas zoue - 4
n =)0
Waktu perjalanan tx)Jak-balik Jift T: s = 7 mJdctik
- pintu lift membuka dan menutup di lantaj dasar = 4
detik
h = 3.60 m
- pintu lift mcmbuka dan menutup di skylobby.. _ 4 w min .= 24 detik
detik
- pcnumpang' masuk di Iantai dasar w max = 45 detik
= 20 x 1.5 deli k ............. .............. ...................... = 30 m = 20 oranglIift
delik
- penurnpang keluar di skylobby = 20 x 1.5 d~tik =.30 detik
2 (26 - 1) 3.60 Waktu perjalanan bolak-balik lift:
- perjaJanan boIak-balik lift = " - ... =51.43 detik
.L) - nintu. lift membuka dan mcnutiJp di lantai dasar = 4 detik
- pintu lift membuka dan menutup di skylohby ... :;:: 4 de-Uk
T = ! 19.43 detik
-- penumpang masuk di lantai dasar
N = 18"14 x 10 x 0.04 x 119.43
-- ---~.------. = '1
i l'l't r,:;-.. 20
's orang
300 x 4- x 20
11 = 20 x 1.5 dctik ................................................. . = 30 deUk
- penumpa.i1g keluar lift diskylobby
119.43
\Vaktu :';11cnunggu \v = ---_ = 20 x 1.5 detik ................................................ .. :;::
30 ~j,:~-!i k.
= 29.86 detik
4 . . 2 (50 - 71) 3.60
pcrjalanan bolak-bahk lIft = = 50..+ Je~i-k

c. Un/uk mencapili skyiobby di alas zone -3 T = 118.4 detik


n = 38
s = 5 mldetik - IH14 x 10 x 0.04 x 118.4 = 4 lift @ 20 or~g
N - 300 x 4 x 20
h = 2.60 m
m = 20 oranglli ft w = 118.4 = 29.60 detik
w min = 24 detik 4
w max = 45 detik
e. Urztuk mencapai skylobby di alas zone - 5
Waktu perjalanan bolak-halik lift: n :;:: 62
- pintu lift membuka dan menutup di lantai dasar = 4 detik s = 8.5 mJdetik
- pintu lift membuka dan menutup di skylobby.... = 4 detik h = 3.60 m
- penumpallg masuk lii Ianiai dasar rn = 20 orangliift
= 20 x 1.5 detik .................................................. :;:: 30 detik w min = 24 detik
- penumpang keluar di skylobby = 20 x 1.5 detik = 30 detik w max = 45 detjk
. 1anan b 0 1aK-oa I"It( lft
- pefJa 1.' I:;:: 2 (38 -_ 1) 3.60 ..... . v d ~ti-
= 5320 'k
)

T = 121.28 detik
N - 1814 x 10 x 0.04 x 121.28 _ 4 "rt@20
-
300 x 4 x 20 - ,11 orang
, J
'''-

13
-- pintu lift membuka dan IllCIlUlUp di lanlai dasar
== 4- delik , Penggufl(J(11l Daya lislrik oleh lift (10 jam/hariJ:
- pintu lift membuka dan menutup di skyJobby ...
- penumpang masuk lift di lantai dasar
= 4 detik t,; .~.' 0.746 kw
= 20 x 1.5 detik ......................................................
:,:,';':'J"
kwh == 0.20 x 160 HP x HP x 10 jam = 240 kwh
- penumpang keluar Ii ft di skylobby = 30 aeti~~
.= 20 x 1.5 detik .................................................
= 30 detik~r:.;. ~.
- perjalanan bolak-balik lift _2 (62 - 1) 3.60 12. BEBAN PANAS RUANG MESIN LIFr
8.5 = 51.67 detik
T = 119.67 detik Beban panas ruang mesin lift maximum diperhitungkan 113 x jumlah
N = 1814 x 10 x O.C)4 x 119.67
HP di mana I HP = 2500 Btu (1 Btu == 0.'25 calori). .
300 x 4 x 20 = 4 Ii n @ 20 orang
Temperatur ruang mcsin lift harus dipertahankan antara 60-900F.
119.67
w == 4 == 29.92 dctik Suatu lift dengan kap.asitas 2000 Ib dan kecepatan 2,5 m/detik
memerlukan daya listrik:

0.75 x 2CYJO x 0.4536 x 2,5 HP = 23 HP


II. DAYA LTSTRIK UNTUK LIFf 75
(1 puund = U.4536 kg: 1 HP == 75 kg mJdetik;
l:aya .listrik yang diperluka~l untuk satu kelom{XlK lift sangat tergantung I HP == 0.746 KVA)
kapasItas, kecepatan dan Jumbh lift. Behan panas = 113 x 23 x '2500 Btu= 19.167 Btll:
Suatu lift dengan kapasit as m dan kecepat~n s mJdetik memerlukan
daya: '.
13. LIFT BARANG
[ E == 0.75 x m x 75 x s ] _
75 HP - 0,75 ms kw.
Setiap gedung bertingkat banyak baik dalam bentuk perkantoran, flat,
atau penggunaan campuran dengan gedung komersiH pasti memerlukan
Sedangkan faktor kebutuhan daya untuk suatu kelompok lift adalah: sarana sirkrulasi vertikal untuk barang di samping untuk orang.
Jumlah lift 2 3 14
/5 /6 '7 IlOP5 120 125 Krileria untuk lift barang yang penting ialah ukuran dan berm barang
yang harns diangkut Dalam gedung-gedung.dengan peq.ggunaan.cam-
Faktor Daya 0.85 0.77/0.72 iO.67/0.63 10.59 iO.5i 0.44 '0.40 '0.35
puran (mixed use) seringkali lift barang juga harus dapat melayani
('ontoh: angkutan orang teru.tama pacta jam-jam sibuk.
Pcrbraan yang dapat digunakan dalam prarencana ialah untuk setiap
1-ift dengan kapasitas 3500 Ib== 1587.6 kg d1 kecepatan 3 m/detik 5 lift orang diperlukan 1 lift barang.
memerlukan daya listrik
0.75 x 1587.6 x 3 ,. Kapasitas lift barang berkisar antara 1-5 ton dengan ukuran dalanl
75 HP = 48 HP antara 1.60 x 2.10 m sampai 3.10 x 4.20 m dan k~patan bergerak 1.5
- 2 m/detik maximum atau rata-rata 0.25 - 1 m/detik.
Untuk 5 lift = 0.67 x 5 x 48 HP = 160 HP
('atalan:
I orang diperhitungkan 75 kg.

\1 ,
15
j
BAB II
I ndustri 100 Iitc[lorangihari
PEKERJAAN PIPA DAN SANITASIIPLUMBING
Institusi 400 liter/oranglilari
, Rumah sakit
Hotel
500 liter/orang/hari
3.000 liter/kamaflhari
Penjara 50 liter/orang/hari
Binatu 40 literlkg cucian
Tempat cuci mobi~ 200 Hterlkali
Dalam rangka penghunian hangunan bertingkat hanyak baik itu per-
kantoran. perhotelan. rurnah sakit. flat. ataupun bangunan bertingkat 2. P E D 0 MAN C EPA TUN T U K
PERANCANGAN
banyak laillllYa, penghuninya rncrnerlukan pengadaan atau penyaluran
air bersih dingin. panas ataupun air es untuk tata udaca, dan pernbuangan Rat '2 m3/hru-iJlOOm 2
?jr kOlor. air hujan serta perlengkapan sanitasi yang diperlukan. Kantor
m 3lharill00m 2
Unluk perumahan bertingkat banyak diperlukan pipa penyalur gas Rumah sakH 1,5 m 3/harill ()Om 2
Hotel
untuk
oxigen_dapur, dan untuk Proycf( rurnall sakit diperlukan pipa penyaJur 3 m 3/hari/lOOm 2
Pertokoail 0,5 m 3;11arill OOm
Prasaram yang diperlukan adalah pipa dari besi cor atau pipa hit:!.'!].
pipa [Min a:au pipa galvanis. pipa PVC atau pla,tik bertul:1ng. atau 3_ KED U T U HAN PER LEN G K A PAN
pipa baja tah:m karat untuk penyaluran oxigen. Pekerjaan pipa disirnpan SANITER
(disembullyikan) dalarn tahung pipa (Pipe shaft) dalam .inti bangunan Closet
(huilding core)_ 8 lirer/kali
Urinoir
30 liter/jam
Daiam proyek perllOielan atJUpun rumah sakit yang rnempuyai ka- Badktllp 250 litcr/kali
mar mandi benumpuk. Sedangkan di lantai bawah ada ruang-ruang Douchelmarldi pancuran 25 Iiterfkali
penunjang seperti lobby. restoran atau ruang penunjang produktif
maupun nonproduktiflainnya. maka pipa pembuang tegak (standpipe) 4. K E BUT U HAN A I R PER LEN G K A PAN
clitampung oleh pipa penampung horisontal yang disembunyikan dalam BANGUNAN
luang instalasi yang terletak antara blok kamar tidur dan ruang Airconditioning
penunjang bertingkat rcndah. 0,2 m3/menitIIR
Mesin uap
20 IiterlHP/jam
Untuk menghernat pipa pcrnhuang tegak. perlengkapan saniter Pengaman kebakaran
dilctakkan bertolak belakallg' atau pada satu seri pipa pernbuang 20 m j
lIlcndatar. Tangki minimum 10 m 3

5. DAY A- B U AN G RAT A - RAT A fA V ERA G E


ANGKA-ANGKA KUNCI UNTUK PERAJ''ICANGAN
DISCHARGE PERLENGKAPAN SANITER
. PLUMBING
1. K E BUT U HAN A I R .B E Ii s r H Closet
120 liter/menit
BA N GUN AN Badkuipfoak mandi
90 liter/menit
F!atlrumah tinggal Wa~t.2fe1Jurjnoir
60 liter/menit
SekoJah ISO Jiter/orang/hari Kebutuh(Ul closet
buatv40 orang.
75 liter/oranglhari

17
,/ 6. D A TAU N T U K MEN E N T U K A N
DIAMETER PfPA PENYALUR.
ruang (Cooling Load). Lantai dasar (Lantai I) (ligunakan unluk fasilila."
(A T A S D A S A R
t komunaI (parkir, bermain anak-anak, waru.ng-warung, toko).
K E H I LAN G ANT E K A NAN 0,2 mim')
Diameter A. Jumlah Lift .
Debit liter/menit
3/8" Kapasitas minimum m = 15. keccpatan rata-rata = I m1deUk
5
I12" (36 x 8) x 13 x 0,03 (2 x 2,7 + 4 xl) U 3 - 1) + 1 (3x 15 + 4)
12,5
3/4" N = 300 x 15 x 3 x 1
30
I" 300ma"N 300 x 15x 3 x 2 = 240 detik
65
I 1I4" N=2;T= a'nP = 36x8x13xO,03
130
I I12"
2"
200 W = 240 = 120 detik
425 2
3"
4"
1.500 Daya Listrik Lift = (0,85 x 2 x 0,75 ms) = 0,85 x 2 x 0,75 x IS x 1
2.00()
19- I '"~kw
' = - - -19.
--125
- . - - = 3,49 "r. 2
\1>"1.1.
- j") x 36 x Y x 1,3
Kran:
1/2"
20 \VastafeI, badkuip B. TanggaDarural , ,. , 16 x 8 .0- .'. n"
3/4" 40 - JunlI3: nPn ~),
, h t"-- ~ ocr ;antai diDC[!lltungh.an~-=
1hl"1i gcdung l ( . .1 - :;;0 :;1 'L_.~.
. I"
70 '~'ak+u
\, l !--' ...... l.t;,J.J
rV"nnA("l-)ntr';rl 6 CA.... soedung 5 menit seliar 0.<1 m lebar tangg~~ ::'~;:r('-
1 I/4" _ ..

110 watkaIl 30 orCinglil1cnit.


7. PIP APE M B U A N G A I R H U JAN . .
lebar tangga mlHlffium - 9610"x 06 m
5 x _
= 064
, m.
(H U JAN 5 0 0 m m / m 2 / JAM)
Dipasang 2 tangga dengan Iebar 1.20 m. minimum.. .
Pipa Setiap gedung harus dilengkapi dengan 2 tangga daruI(lt deng,m
Luas atap m2
2" jarak pencapaian maximum 30 meter.
75
2 1'2"
3"
150
C. Pekerjaan Pipa (Plumbing)
250
4" 1 Pcr scri vertikal
/= 500
- 5j 1.DOQ -. Untvk closet: 12 x 2 buah = 24 hh A 120 liter/menit (Daya huang
~ --6t~
1.500 rata-rata Average Discnarge) = 2.880 liter/me?it. _ . .
8"
3.000 DiambiI pipa pembuang tegak (standpipe) l~A" = 15.000 hter/memt
(Lihat TabeI-A dan B).
8. PER H_ I TUN G A N P R A. S A RAN A
UTILITAS
2. Pioa Pembuang Air Kotor
Suatu bangunan flat 13 -lantai dengan 96 unit fiat 36 in 2ifiar Pe~ seri vertikal (daera..~ kamar man?i):
dibangun dengan sistem bangunan tipis bertingkat banyak/"SLAB" 8 Bale mandi: 12 x 2 bh =
tla(,~antaL Poros mema'ljang gedung-<liru-aIllcan timur-barat agar udale 24 x 90 liter/menit = 2.160 liter/menit
hanyale masuk panas mataharj, ul1luk memperkecil beban pendinginan \VastafeI: 12 x 2 bh =
24 x 60 liter/memt = 1.440 literlmenit
~tr seri vertikal (daerah dapur): PROYEK RUMAH SUSUN
B&1c dapur: 12 x 2 x 90 JiterJmenit = 2.160 liter/menit ,
B~ cud pakaian: -+- '-r---'----,..--' 14 ~TAP h = 2.70 m
B = 6.00 m .
J2 x 2 x 60 literJmenit = 1.440 literJmenit i '--+--t- H = 35.10 m
l L...+---+~ 12 H:8 = 5,85 < 6
Total = 7.200 literJmenit 11
I1pa pembuang tegale 1 YJ 4" = 15.000 liler/menit 10

9
3. JTJfta Pembuang Air Hujan
8
I .JJ~.<:; bidang atap = 36 x 9 x 1,3 = 421 m2
H!~j;m Icrbcrat Indonesia = 500 mmJm2~jam = 8,3 Iiter/menit
Cr.-r<;.h hujai1 total = 42! x 8,3 litcrJmenit = 3.496 liter/mcnit
Vir ?' pcmbuang disebac 6 0 3" = 10.8(,J) liter/menit
J

4. h~;;; f'cnyalur .AJr I3'.:fsih Dingin


--
hi
-~ ;
r.l:t" <;cri vertikaI: POTONGA~: /l,1E!..INTANG
24 closet x 120 Iirer/mcnit = 2.880 litcr/menit .-.-.---- ..
~.5,

I
6
8
-
,1.5:
"
-~-

24 wastafel x 90 liter/mcnit = 2.160liter/menit


2-; hak rnandi ;( 90 liter/meni' =: 2.160Ii terl mcnit
24 hak mancli x 90 lier/menit = 2. ! 60
litcr/menit
24 bak cuci pakaian x 60 liter/menit = 1.440liter/menit
Total = 10.800 literJmenit
M~:nurut TabeI C: PerJu air bersih dingin:
().25 x 500 literJmenit = 125 liter/menit; Pipa penyaIur ~l 114". F
E
). hpa Pcnyalur Air Bersih Panas o
fi/:t seri vertikaI:

24 hak mandi x 5 liter/menit = 120,1iter/menit


24 wa<)tafel x 0,3 literJmenit = 7,2 liter/menit
SELASAR
21 hak dapur x .1,35 liter/menit = 32,4 liter/menit
3 5 6 7 8
MeTJurut Tabel-D: Total = 159,6 Jiter/menit
IJerju air panas: 0,3 x 159,6 literJmenit := 48 Iiterlmenit
M'cnurut Tabcl-E perIu pipa ~ 1" := 65 IHerJmenit

D. Dayn Listrik Untuk Pompa Air


a. "cnyaluran air bersih dingin untuk 1 biok gedung S'KEMA DENAH RUM,u,H SUSUN 36 m 2 ~ER FLAT. -.-
4 seri vertikal x 125 literJmenit = 500 literlmenit STRUKTUR BOK ATAU KOTAK BETON TULANG CEIAK
=
2 J( pompa per hari 250 liter/merJt SETEMPAT DIPIKUL PORTAL .;'_.
P;tnj;fng pipa penyalur == 13 x 2,7 x L I = 39 in' TRAVE STRUKTUR BOX.3.00 m; TRAVE PORTAL D,.....SAR 6.00 n ..
J0% untuk belokan dan sambungan. LANTAI DASAR UNTUK FASiLiTAS KOMUNAL
Tahanan pipa 0,2 mlrn 1 = 39 x 0,2 = 7,8 mI. 5" - 12,7 ............................................ _.. 33.000 iiter/menit
Panjang pipa ekivalen = 39 + 1,8 = 47 mi. 6"' - 15,24 ~ ........................................ ___ .. 57.000 Hter/menit
t 8" - 20,32 ......................................... __.. . 108.000 liter/menit
Daya listrik untuk pompa =
g 10" - 25,4 ........................................... _.. .. 168.000 liter/menit
250 x 47.k m = 195,8 kgm detik = 195,8 = 2,6 fIr = 12" - 30,48 ......................................... _.... . 252.000 liter/menit
60 detik . 75
1 94 kw = 1.940. = 0,354 w/r1J2.
13 X 36 X 9 X 1,3
11.TABEL-C BEI3AN KEI3UTUHAN AIR
h. Penyaluran air bersih panas untuk I blok gedung
(D 0 M E.S TIC \V ATE R D E MAN D LOA D)
4 seri vertika! x 48 liter/mcrjt = 192 litcr/mcnit
2 x pompa pcr hari = 96 iiter/menit Daya buang periengkapan (discl1arge). Kc-butuhan (water demand)
?alijang pipa ekivalen = 47 ml.
Daya listrik untuk pompa air panas: liter/menit I !i!cr/mcrJt
~6 X7'5~ A'00,746 = 0.748 kw = 5-7;~6. = 0,14 '.v/m 2
----4
_ x 6 _.. I I
600 !
i 50 I

Jumlah day:! listrlk untuk pompa-pc:npa 1ir = 0,5 \\'/01 2 i.200 If 100

9. T A .B E L - A. D .~. y!.... B U A N G RAT A - RAT A


1.800
2.400
I
!
I
I!
120
160 Ii .
(A V ERA G E DIS C H A R G E) 3.ocYJ 180
PERLENGKAPAN SANITER 3.600
I

I 200 I
i
4.200 215
( 'Ioset ............................... ~ ....................... . 120 liter/menit 4.800 240
Jlak mandi ............................................... . 90 liter/menit 5.400 360
\\'astafeI .................................................... . 60 liter/menit 6.000 270
I 'rinoir ..................................................... . 120 liter/menit 6.600 280
'\id~t ........................................................ . YO liter/menit 7.200 295
I Llk cuei ctlpur ........................................ . 90 liter/menit
',Ij(}"\'l~r ..................................................... .
7.500 320
60 liter/menit 15'(X)O 500
II:! k cuei pakaiaIl .................................... . 60 lirer/menit 22.OC-8 700
30.000 870
i o. T ..\ BEL -B P I PAP E M B U A N GTE G A K 37.500 1.000
(S TAN D PIP E /S T A C K S) 45.000 1.iOO
52.500 1.200
\~ I 1/4'" Vi 3,715 em .............................. . 60 liter/mcnit 60.000 1.300
I 1/2" - 3.,R 1 ........................................ . 240 liter/menit
-;- - 5.0.'-: 67.500 1.400
.... ~ ......................................................................................... 720 lirer/menit
.-" I {2- - 6.35 75.000 1.500
........................................... 1.260 literllnenit
3- - 7.62 .................... _................................... . 82.000 1.600
1.800 Ii ter/menit 90.000 1.700
~- - 10.16 ..
-..... __ . _-- ................................ . 15.000 liter/menit
12. TAB E L-D 13. TA n E L-E PIP APE N Y A L U R A I R
KEBUTUI-IAN 0' A HAN A N 0,2 m I m'}
AIR PANAS
,
DAY/\ SALUR.
FLAT HOSPITAL HOTELI PABRIK KANfOR
;
DIAME1ER PIPA
(INCH) (LITERlMENIT)
I

liter/menit
3/8 5
Wastafel 0,3 0,4 0,5 0.8 0.4 112 i 12,5
Shower
Bak cud
(~uci piring
5
1,35
5
1,35
5
2
15
1,35 1.0
3/4
1
1 li4-
II ~~
130
II
I I l.~~
(untuk 2
')()() orang) 16,5 16,7
f
16,7 16,7 16,7 3 I
I!ak Pantry 0.35 0,65
I 0.65 - -
~________4_'__________ ~f__'________ 2_.000
___ ________ I
T, .I
f
, I
I K.RA!,\": i !
t:AKTOR
l-----~-o----l
REDUKSI
(DEMAND II I
I! 112

70~
}:ACTOR) '0,3 0,25 I 0,25 0,4 0,3
, .1

FAKlOR
I I14 i 110 I
SIMPANAN
(STORAGE
FAcroR) 1,25 0,60 0,80 1,00 2,()() 14. TAB E LF
KOEFISIEN PENGGUNAAN AIR
/ 'dtman:
Rat, Sekola.~ Gedung Umum .......... : 0.25
llilluk air ~anas disediakan pipa penyalur dan pipa ~:embali ke tang}j
Hotel ................................................... : 1/3
I.'IHanas alL
Ruma.n. SaJdt, Gedung Oiah Raga .... :. 0.25
I I 'pFeed + Down Feed) Loupe System.
Kola...'11 renang .................... ~ ............... : 1,0
15: TAB E L-G SEPTIC TA'NK
- BOD (Bio chemical Oxigen Demand) adaJah banyaknya oksigen
, yz..g 'dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan zat orgaflik p~da
JUMLAH ORANG VOLUME UKURAN: kC.:idisi aerobik.
YANG DILA Y ANI . (m3) (m 3 ) - K(lndisi Aerobik = Kondisi suatu badan air yang mengandung O 2
Kondi<:i Anaerobik = Kondisi suatu badan air yang tigak
60 4 1,2 x 2,5 x 1,5 iTte~gandung OkSigen.
120 8 1,5x 3,5 x 1,9
180 12 1,8 x 4 x 1,9
2. K.':' R A. K T E R 1ST I K A I R B U A N G A !./
240 16 1,8 x 5,4 x 2
Sccara umum terdiri dari:
300 20 2,2 x 5,4 x 2
A. Karakteristik Fisik
360 24 2,4 x 6 xl,? - \V211la
420 28 2,5 x 6 x 2,1
- B::u
480 32 2,5 x 7 x 2,1
- S~hu
Ke~=eruhan
I.:./.. TA-RATA: 0,10 m 3/orang
B. }(cJ-akleriSlik Kimia.
- Za Organik (Zat yang1apat terurai atau mudah terur~j menjadi Zat
16. P N G 0 L A HAN AIR BUANGAN
\'2Jlf! stabiI oleh manusia secara aJerniah) Umumnyaterdiri dari
;en':,:i\va C.H.N.OPS (Protein dan Karbohidrat.)
!JEFiNIS/ (ABR'EVIASI)
Zat- Anorganik (Zat yang tak dapat diurai olel1 bakteri)
Air Buangan atau Limbah (\Vaste Water) adalah air yang reiah 5e-
Comohnya:
ksai digunakan oleh berbagai kegiatan manusia. (Rumah tangga.
- Besi (Fe)
I ndustri. Bangunan Umum dan lain-lain)
- Mangan (Mn)
Sewer adalah pipa atau perpipaan atau jaringan perpipaan yang
Air Raksa (Hg)
pada umumnya tertutup dan normalnya tak membawa aliran air
- Timah Hitam (Pb)
huangan sccara pe!luh.
- Logam berat lainnya
Sewage adalah cairan huanga'n yang dibawa melalui Sewer.
- Pestisida
Sc\verage System adalah suatu sistem pengelolaan Air Limbd.!~ mula]
- Detergent
dari pengumpulan (Sewer) pengelolaan (Treatment) sampai dengan
oemhuangan akhir (Disposal)
C. Knrakten'stik Biologi
Comhined Sewer (Sistem tercampur atau Kombinasi) adalah sistem
- Aerobik bakteri (Bakterj yang hidup bila ada 02)
yang direncanakan untuk membawa domestik sewage, Industria!
Anaerobik bakteri (Bakt~ri y-ang dapat rudup tanpa 02)
\Vaste dan Storm Sewage '(Air hujan)
- Fakultatif (Bakteri yang hidup antara ada dan tak ada 02)
Self Durification adalah kemampuan a.Jamiah dari SU2tu badan ail
:lfJU sungai untuk mcnguraikan zat-zat organik menjadi za{ yang
3. PRO S E SSE L F PUR i F I K A SID I SUNG.4. I
slabil.
(S elf Pur if i cat ion)
DO (Disolved Oxygen) adalah oksigen yang terlarut dalam air yang
Ptoses terjadinya pembersihan diri sendiri oleh sungai secara lamiah.
digunakan untuk metabolisme binatang dan tumbuh-tumbuhan d:
<1::.dam air.
Reaksi ,yang terjadi
- Zat Organik + 02 bakteri zat-zat yang siabil + CO
- 02 diperoleh dan Badan air dan Udara .. 2 , Algae (gang gang) dan water Hyacynth (cceng. gOndok)
d. Dila lcualitas air pada baaan air penerima se~mikian buruknya
maka diperlukan prosespengolahan yang kompleks dan mahal untuk
Ke(1llaan I dapat digunakan kembali.
Disebut ZolleDegradasi Air Buangan dengan tingkat pencemaran yang e. Dadan air penerima akan menjadi tcmpa{ berkumpulnya Vektor
tinggi dibuang ke sungai menyebabkan perubahan. penyakit di samping bakteri-hakteri penyakit (cacing, penyakit
. perot).
Karakteristik: fisik, kimia dalam kehidupan rantai makanan (Food
Chain) di dalam air, bakteri menggunakan oksigen yang ada untuk f. Menurunnya kualitas air tanah dangkal. pencemaran yang meresap
menguraikan pencemaran terjadi .defisit oksigefl, ikfm dan
t Ice dalam tanah dan konrak dengan air fanah.
[wnbulz-rumbuhmz, mati yang hidup adalalz jalnur, gas CO , CH 4 & g. Berlcurangnya air baku untuk air minum karena kualitasnya yang
H2 S. 2
tidak::. memenuhi syarat air baku.
h. Kualitas kesehat2n Iingkungan mcnjadi mcnuruo.
Keadaan II
Jenis penyakit yang timhu! akihat penularan melalui air buangan
Discbut Zone pekol;;.posisi antara lain:
Tidak adaoksigeil terlarut dalam shngai, bakteri yang hi(i'.1p adaIa...~ Penyakir salur~n penccrnaan (typllU.I), p:Jra ryphus, dyseiHri. cho-
bak;eri Anaerobik; t...1r menjadi busuk";)erwarna hitam dan o:<u (H 2 ); lera: schistozominasi~:. dan lain scbagainya).
S
timbul el1daparz lumpur rebal berwarllfl hilam.
5. F A K ']" 0 .R - F A K TOR Y A N C IJ E R P N GAR U H DA-
Keadaall III LAM P N GEL OL it A tV L J-i\; G K U N G A N
Disebut Oksigen mulai busuk ke badan air (dad udara bebas,. 1. Kebiasaan hidup manusia
pengenceran, mekanis, hidroIis) CO2 berkurang berubahnya NH 3 + 2. TIngkat pendidikan masyarakat
2 ~N02.~N03 bakteri aerobik mulai hidup (Protozoa porifera). 3. TIngkat kesejahteraan masyarakat
4. Peraturan perundangan tentang air tmangan
Keadaall IV S. Dana yang tersedia
Keadaan aerobik dimulai kondisi mcmbaik seperti semu- 6. lndustri pengeloJa
ia, tumbuh-bumbuhan dan ikan muIai hidup dan berkembar.g. 7. Peran serta masyarakat

4. DAM P A. K P E M B U A N G A N A! R I. I lv! 5 A H 6. S /. S T E!.,f P EN GEL 0 L A. A N A I R B U .4. N G A N


TERHADAP LINGKUNGAN DAN PEN G 0 L A HAN A ! R B U .4. N (; A N
Dampak yang timbul antara lain: Pengelolaan air buangan melipUii kegi'atan antara lain:
a. Timbulnya bau busuk, karena pencemarari yc.ng tinggi sehingga air - Penyambungan rumah
menjadi septik. Penghuni di sepanjang badan air mcnjadi tidak PengumpuIan dan membawa air buangan
nyaman. PengoJahan air buangan
b. Kehidupan akuatik (ikan dan lain sebagainya) menj2.di tergallggu I Pembuangan akhir air huangan
bahkan dapat punah karena kadar oY~igen ill (jaJam air menjadi I
sedemikian rendahnya. I. em-a Pengo/alum Air BlIl1ngall
c. Dalam juml@ yang tidak terlalu besar dapat mempcrkaya kadar D3par dibagi menjadi:
Nutricyt (zat makanan) dalam air yang memungkinkan (imhulny;! - Si~em Individual
')0
Sistem Komunal (Sewerage Sys(on)
a. Proses Fisik:
Sistem Individual yaitu buangan tinja dari unit WC langsung disalur-
Berupa pemisahan antara cairan dan padalan (lengan cara
kan ke daJam lubang penampung dan diolahldiuraikan secara An~e-
, pengendapan dan penyaringan.
robik. .
Contoh: Unit saringan, pengendapan pasir. pengendapan
- Sistem Kornunal.
dan 2.
Buangan rumah tangga disalurk~nke' jaringan Sewerage kota
b. Proses Biologi:
(Jaringan saluran air buangan) dan berakhir pada Instalasi
Berupa pen guraian senyawa organik komplck mcnjadi bentuk
pengolahanair buangan, untuk kemudj~n air yang telah merrknuhi
sederhana dengan bantuan aktlvitas rnikro orgarusme dcngan
syarat Qibuang ke badan air penerima.
cara Aerasi dan penambahan lumpur aktif bila dipertukan.
2. Proses Pengolallan Air Buangan Contoh: Unit Biologi.
c. Proses Kimja:
Bahan baku yang masuk berupa buangan rumah tangga dan bu<.:.ngan
Industri. Air buangan rumah tangga mengandung buangan tinja, buang- Berupa ~ngikatan unsur-unsur kimia yang tidak dikehendaki
an pencuci, buangan dapur (cair) yang kesemuanya tenltama yang bc- dar) tidak dapat lCrpisah dalam proses nsi~, dcr.gan cara:
mpa buangan organik. Air Buangan Industri me!1gandung bahan-bahan Membunuh nahan kimia sebagai koagulan
buar: ~an kimia dan b3.i"1an-bahan buangan organik beJupa bUan~2i1 orga- Contoh: Unit Koagulasi dan f<loku] asL
nik dan anorgaruk. Pada prinsipnya proses pengolahan~y.a djjah..:-k::n d. Proses KimiaiBiologi:
dala:n 4 t21'lap yaitu: - Bempa mempunuh bakteri pawgen dengan nF"::;-;1bubuhkan
1. Tillap pengolahan awal: desinfektan.
_ Berupa pe..ny21ingan terhadap benda-benda kasar fun terdi:l dari Contoh: ChlorinasL
unit saringan .kasar dan pengendapan pasir. - Mendasarkan atas hasiInya, dlk(~nal pengolahan air ~juangan
2. Tahap pengolahan Pertama: lengkap dan tidak lengkap. Pada pengollli1an air buangan
- Berupa pengurangan benda-benda atau pertikel-pertikel padat lengkap, hasil olahannya telah aman, scdangkan hasil oIahan
dan terdiri dati unit pengendapan. tidak lengkap masih belum terIaltl" arnan.
3. Tabap pengolahan Kedua:
Berupa penguraian bahan-bahan organik dalam air buangan, 7. SIS T E A1 PEN G 0 L A HAN A! R I, I lvf BAH D I
dengan bantuan mikro organisme, Oxygen dapJatau berupa D K 1*)
perrtisahan bahan kimia yang tidak dikehendaki dengan!.1engikat Sistem pen~olahan air Iimbah eli DKI pada umumnya memakai Sjstcm
bahan tersebut dengan bahan. kimia lain agar terbentuk "t-LO K" Individual untuk Fecal r,,1anusia yaitu Septic tank (Ci.;bluk) yang
yang darat mengendap. Unit pengolahan terdiri dari unit Biologi overflownya dibuang ke badan air dan tidak mcmc"nuhi persyaratan
dan unit Kimia dan unit pengendapan-pengendapan. kualitas yang berlaku.
4. Tahap pengolahan Lumpur: Sedangkan air cuci/kamar mandi dan buangan dapur dibuang
- Penstabiian endapan lumpur dari unit pengendapan yang terjadi langsung ke saluran mikro drainase pemukiman, yang mcngakibalkan
dan terdiri dari unit pencerna dan pengering. Air buangan secara saluran air hujan pada musim kemarau perisi buangan dan menj3di
partial terdiri dari Cairan dan Padatan sedangkail air buangan sarang nyamuk.
secara fisik, kimia dan bakteriologi mengandung senyawa organik Sistem komunaf (Sewerage System) b~ru merupakan pilot proyck
senyawa P, senyawa K dan b(L"i(teri (patogen dan tidak patogen). di Kecamata;! SeUabudi.
- Mendasarkan atas prosesnya, maka dalam pengolahan air
buangan dikenal 3 proses yaitu:
.) Sumber: 1r. Rochadi (DKI)
11. DRAINASE
Luas area jakin = 45'(KX> m2
Koetisien AHean = PERBANDINGAN BESARNYA HUlAN , Dengan lebar jalan rala-rata 5 m. pa.njang jaJan =9000 mi.
YANG MENJADI ALIRAN DENGAN Panjang parit sebelah menyebelah jalan == 2 x 9OCX) m I == IR,(XX) mi.
BESARNYA HUJAN IT{] SENDIRI Panjang parit per arab = JOO.{oo == 548 m I; jumlah = 18(() = 3 3 jalur
. 548
Danar Koetlsien Aliran (C) (Run - Ofr Coefficient) Dengan kecepafan aIiran 0.5 m '/dr, fuas penampang parit ==
Padang rumputJtaman-taman ........................ 0,05 - 0,10
I)edusunan ..................................................... 0,10 - 0,25
15.514 m1
0,5 x 33
= 094

m:! = +
-
I m 2/parit
.
Ilcmukiman ............................................. ....... 0,25 - 0,50
Dacrah sedang ................................... ............ 0.50 - 0, I 70
Daerah padat .................... ............................. 0.70 - 0.90
.lalan aspaJ ..................................................... 0,25 - O,6(}
i\tap ............................................................... 0,70 - 0,95

RI mws debit: IQp =O.278 C I A I


Qp = Debit pU'ncak (mJ/detik)
C = Koefisien aliran
I = Curah hujan (mmlm2/jam)
=
A Luas area yang dihitung (kml)
COil loll:
Suatu daerah' pemukiman seluas 30 hektar dengan pembagian lahan
60% untuk pemukiman. 15% jalan-jalan, 15% ruang terbuka. 10%
fasilitas umum. Sedangkan daerah pemukiman dibangun peruInallan
dcngan kepadatan bangunan 60% (pad at) curah hujan 300 mm/mll
jam. Hitunglah drainase.

Perhitullgatl:
1. Daerah pemukiman = 6O%x30x IO'(XX)m2 = 180.(U) m2 = O,i8 Jan2
C 1 == 0,70. QJ = 0,278 x 0,7 x 300 x 0.18 m 3/dt = IO,51m 3/dt
2. Jalan-jalan = 15% x 30 x IO.<XXl m2 = 45.<m m2
= O,().15 kin:2
C 2 = 0,60; O2 =0,278 x ~6 x 300 x 0,045 m!/dt = 2,252 m 3/et.
3. Ruang terofJka = 15% x 30 x IO.(XX) m1 = 45.(XX) m 1 - !
= 0,Q45 km2
C 3 = 0,10; Q3 = 0,278 x 0,10, x 300 x 0,45 m'/dt -- 0,375 ml/dt
4. Fasilitas wnu..rn = 1(}% x 30 x 10.(XX) m2 = 3O.em m2
= a,03 km 2
C4 = 0,95; Q ::: 0,278 x 0,95,300 x 0,03 m'/dt = 2,m ml/dl
Drair~ totJil = 15,514 m AJt
'
"I
.',

1. SISTEM LANGSUNG (DIRECT COOLING), <8~'t' '"'l'.( --


BABllI lQ.?L.Qp,Lt
TATA UDARA (AIR CONDITION.ING) , Dalam sistem ini udara didinginkan langsung olch refrigerant dengan
mcnggunaican me.in-me.sin sh;tcm Paket scperti Window Unit atau
packag~ -Airconditioner dengan atau tanpa ta,bung l'rJara dingin
(duc~ni). Pelajari gambar-gambar!.

2. SISTEM TIDAK LANSUNG (INDIRECT COOLI0JG)

jlrinsip: MEN U RUN K ANT E M PER A T U R DAN K - Dalam sistem ini dipakai media: air es/Chilled water dengan temperatur
I. r: /I.'f nAn A N R U A N C.
sckitar SOC. Air es diproduksi dalam chiller, mesin_ pembuat aiT __ e.s
Hila tcmperatur dan kelembaban tinggi, orang akan merasa pengap
yang menggunakan refrigerant sebagai zat pendingin.
(::Ucky) . Cara ini banyak dipakai dalam bangunall tinggi scbab mcnghemat
Tcmperatur udara di Indonesia sekitar 300 dan kelembaban sddtar
tempat karena hanya menggunakan tabung pcnyebar udara 11OrisontaI,
l/{ i(;"r. Indonesia tcrmasuk daerah Tropis Lembab. Mesln pengatur udara
tidak perIu ada tabung vertikal.
(:::r conditioning) tcrdiri dari Kompresor yang mensirkulasikan :[21 Udara diserempetkan pada kumparan pip2. oi m3!l2 air cs
pl:n-tingin (refrigerant) ke dalam ku'mparan pipa tembaga (coil), dimana disirkulasikan. ~fesin pengolah. udarala.ir handling unit (.'\H~_:) bcr-i:-;i:
I;:ial dad da!am ruang diserempetkan pada kumparan (convettle) Y(G.g
'kumparan pipa (coil), blower dan filter udara. AH U dapat dite!nr2tka~
: l;tn~;snya diserap oIeh refrigerant yang kemudian mengembun. Adapun di setiap Jantai atau sam AHU melayani ~-3 lamai 2tau j~~::'- lantai
Ildara dalam ru~mg diisap n~rr .!i~!r.l)!Is kembaIi masuk ruang o1eh
tingkat sangat luas, satu lantai dilayani 2 au!U kbi~l AHU.
Idower (kipas). Dalam perancangan juga harus diperiksa kapasitas AHU _berapa
Setelah udara lewat kumparan, temperaturnya menurun sebab yang ada eli pasaran.
panasnya dipakai oleh refrigerarlt yang mengembun. Pada saat yang
s:llna, uap air dalam udara mengembun pula, sehingga kelembaban 1\.1 E SIN 'A C
IJdara menurun. Refrigerant adalah zat pendingin yang berasal dad gas
Illctan (CR.) yang Hidrogen-nya diganti dengan Halogen Fluor alau . Dibagi menurut cara kerjanya:
(:h100r, yang disebut da:1am perdagangan: Freon Unit Refrigerasi Kompresi Uap:
h- eo nIl : C C 11 F 1. Sistem expansi langsung (direct expansion)
Trichloro mono fluoro methan - Penyegar uciara paket
heaD 12: C C1 2F 3 - Penyegar uaara ruangan (A~ Room Unit)
Dichloro difluoro metilan 2. Sistem expansi tak langsung (Indirect expansion)
Refrigerant Freon mempunyai sifat dapat menguap pacta temperatur - Unit pendingin air (Chilied water system)
hiasa, tidak berbau, tidak beracun. Dipakai untuk gedung yang luflS atau tinggi.
Untuk Refrigerasi Industri seperti pabrik es dan Gudang pendingin,
dirakai zat pendingin amoniak (NH:J yang berbau tetapi lebih murall Dibagi'menurut sistem pendinginannya:
daripada Freon. Air Cooled (Pendingiil.udara) .
Digunakan u~tuk' mesin-mesin dengan kapasitas kocH
S i stem pendingin ruang ada 2. macam: - Efisiensi rendah
- MainterianCe rendah.
j
WATER COOLED .(PENDINGIN AIR) f INOUSTRI

Digunakan untuk.mesin-mesin dengan kapasitas besar. ,


Dibagi atas 2 bagian, yaitu:
- Efisiensi lebih besar.
a. Pcnyegaran udara bagi para karyawan.
Maintenance lebih tinggi karena menyangkut persoalaIl penyediaan
h. Penyegaran udara yang digunakan dalam proses produksi,
air.
pcnyimpanan. lingkungan kcrja mcsin dan scbagainya.

APLIKASI DARI AC SENTRAL ISTILAH-JSTILAH YANG SERING


GEDUNG KANTOR DIJU"MPAI DALAM PENGERTIAN AC

Dapat dibagi menurut jumlah tingkat lamaL Satu AHU dapat mclayani
1 lantai atau lebih tergantung kapasitas AHUnya da.n beban kilor yang
). Ton R = 12.000 Btu/h
j Beban panas latent = beban panas penguapan air
akan didinginkan. iI
Beban panas sensibel = bcban r~las dad sumber panas dalam perubahan
I
!
suhu~" Refrigerant = zat pendingin.
HOTEL. APARTEMEN DAN ASR_'-\MA .,i Refrigerant untuk mesin dcng3.fl kapasitas besar dipilih: R H R 12 , R22
j

Umumnya digunakan fan-coil unit. Ruang-ruang Umum Hotel uengan.


I Freon 1 I = C. CI:\F = Trichloro monof1uoro methune
!
AC 'package + ducting horisontal. Freon 12 = C CI2F) = Dichloro ditluoro methane
I Freon 113 = cell = Trichio[(} tritluoro ethane
RUMAH SAKIT
!
Freon 114 = C 2 C 12 F" = Dichloro tetrafluom ethane
Methane =" CH.
Rumah saki! berbeda dengan jenis bangunan lainnya, di mana Ethane . = C2H6
lingkungannya harus dijaga supaya tetap bersih uDtuk mencegah Ethylene = C2H.
penyebaran dan berkembangnyabakteri-bakteri. Oleh brena itu ruangan Ammoniak = NH)
yang tersedia hendaknya dibagi menjadi beberapa daerah sedemikian Water vapor = H 20
rup~ sehingga tidak terjadi pencampuran udara yang mengandung
},:uman penyaldt. CARA KERJA DARI
KOMPONEN-KOMPONEN AC SENTRAL
AC yang sesuai adalah type unit coil kipas udara (fan-coil) yang
.dipasang pada setiap ruangan alau Package "yang dipasang pada setiap Evaporator (Peflguap)
daerah. Cairan refrigerant yang ieK:2narmya diturunkan pada katup expansi
didistribt:l sikan secara merata ke daIam pipa ev;;porator. Dalam hal ini
T0 K0 SE R BA A D "A DAN PUS A T refrigerant akan menguap dan menyerap kalor air yang dialirkan ke
PERTOKOAN daIam tabung evaporator sehingga air yang keluar menjadi dingin dan
Dapat dibagi sarna dengan gedang kantor, dengan ducting horisontal. dipompakan ke dalam con pendingin di daiam AHU. Uap refrigerant
yang bertekanan rendah yang terjadi dikumpulkan dalam penampung
GEDU~G.-GEDUNGPERTEMUAN uap dan selanjutnya diisap oleh kompresor.
(B lOS K 0 P DAN L A I N - L A I N)
KOMPRESOR
Dapat digunakan 1 (sam) buah AC Package atau lebih + ducting.
Digerakian oleh motor listrik. Di daiam kompresor, tekanan uap
refrigerant yang diisap dari evaporator dinaikkan agar mudah mencair.
Sclama PC(ses kompresi berlangsung. tempcratur dan (ekanan uap keinbali dari ruangan) yang mela)uinya schingga udara tersebut
refrigerant menjadi naik ditekan masuk ke dalam kondcnsor. , menjadi dingin dan kemudian ditarik dan disalurkan ke dalam
ruangan oIch J.dpas udara (blower).
KONDENSOR
COOLING TO\VER
l Jap refrigerant yang bcrtekanan dan bersuhu ti nggi rada akhir
kompressi. dapat dengan mudah dicairkan dengan mcndinginkannya I3crfungsi sehagai pcndingin refrigerant setdall 'dipakai UIl[uk
dcngan air pcndingin (atau udara pendingin pada sisl~m air coolt.:d). mcndinginkan air atau membuat air cs daIam chjlJ(~r. Air cfiialu!1k~lf1
I )cngan kala lain, uap refrigerant menyerahkan panasnya kepada air dalam bcjana yang diberi vcntilasi mckanis (lihat gambar) ..
:tl au udara pendingin di dalam kondensor sehingga mengembun dan
IIlcnjadi cair. 3. PERHITUNGAN J3EBAN PENDINGIN RUANG (AIR
Karcna 'air atau udara pendingin menyerap panas dad refrigerant CONDITIONING)
rllaka air at au uaara tersebut akan menjadi panas pada waktu keiuar
(!:lri kOi1densor. Uap refrigerant yang sudah menjadi cair ini, kemudian Dikdahui : ukuran ruangan = (H) x (L) x (\V)
(li:tlirkan ke-dalam pipa-pipa eva{A'1rator melalu! ka:up CXP3f.5i. Kcjactan kOlldlSi ruangan lu~r, tempe-ratui = t,~
kf~lenlt):1han == .. _.... _.............. lj~.:
1111 akan bcrulang kembali seperti eli alas.
kondisi ruang dalam, tcmperatur = t:
KATUP EXPANSI ke1cmbab2n = .... % (50-8Q)o/c;
c):terior ruang 0213m: !(aCCl rayhan
I )igunakan untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang Tinggi plafon = ......... III
hcrtekanan tinggi supaya dapat mud an
menguap. Tinggi bidang jendela = ......... m
Katup expansi yang biasa digunakan ialah katup expansi termostatik Okupasi ruang = Luas bruto
yang dapat mengatur laju aliran refrigerant yang masuk ke dalarn . Luas per orang
(vaporator. Untuk mesin-mesin AC dengan kapasitas kecil, katup (I) Beban k{llor mdalu.i bidang kaca. (=' Beban sensibel)
('xpansi ini diganti dengan pipa-pipa kapilar. Utara = ......... m2 x 800 Btu/hlm 2 = ........... Btuh
Se!3tan = ......... m:! x 400 Blufhlm 2 = ........... Btuh
KOIL PENDINGIN Timur = ......... m:! x 900 Btu/h/m 2 = ........... Druh
I3ar~it = ......... m:! x 1000 Btufh/m2 = ........... Btuh
II.Jenis expansi langsung ........... Btuh
Refrigerant yang menguap <Ii dalam evaporator, abn menycrap
(2) Beban ka/or olelz transmisi bidrUlg dinding (Beban sensibel)
pa,!as dari udara yang akan didinginkan yang dilewatkan mei iilul
permukaan luac dari pipa evaporator sehingga udaca menjadi dingin U[ara m.,2 x 2,15 Bturnlm
.
2 Fx(t -t)
c ,
= ....... J3tuh
dan selanjutnya ditarik dan .disalurkan ke dalam ruangan oie.f] kip2S
Sclatan = m- x 2,i5 Btu/hlm 2 Fx(ro -t.) = ....... Btuh
I

Timur = m2 x 2,15 Btulpjm 2 Fx(t -t./ = ....... Btuh


udara (blower).
h. .Ienis expansi tak langsung
narat = m2 x 2,16 Btu/111m2 Fx(tOo -t:) = ....... Btuh
I

Air yang mudah'menja~ dingin yang keluar dari evaporator, masuk ......... Btuh
ke dalam pipa-pipa koil pendingin di dalam AHU dan air dingin ini Atap m x 11,5 Btu/h/m Fx(t-t) = ....... Btuh
2 2
I

akan menyerap panas dati udara (campuran udara luar dan udara ......... Btuh
Clltatan: Untuk Indonesia t o-t. = 5.
I
I
(]) Behan kaJor intern
Beban sensibeJ orang = okupasi x 200 Druh = ......... ntuh
Behan latent orang = okupasi x 250 Cluh = .......... Dluh
Beban sensibel Jampu lL
, !I
I
BAB IV
PRARANCANGAN INSTALASI USTRIK INTERN
~ ...... ~~~
I
=jumlah watt lampu x 1,25 x 3,4 I
........... Btuh I
(4) Vcntilasi lUau illjiltrllsi

CFM = (H) x (L) x (W) x (AC) x 35.3 J


60 1. DASAR-DASAR LISTRIK
dimana: (H) = room height, m
(L) = room length. m Arus bolak-balik
(\\') = r('rom width, m - Fasa I (satu): P = E x I x Cos ~. afau
(AC) = air changes per hour = 2 p
penukaran udara ~r jam = 2 (minir;lurn) r=E
C os fJ
-< X
J

di mana: P = daya dalam walt


iI('ban kfdor infiltrasi udara fuar
E = Tegangart fas2-netraI dalam volt
a) Behan sensibel = CFM x (to - t) x 1.08- u(uh = " ...... 13W/1 I = Kuat arus .dalam amper
h) Beban latent = . I

Cos ~ == Faktor kerja = 0,8 - 0,9


Cflvf x perbedaan spesific humidity-grllb x 0,67 Btuh P disebut sebagai daya al'1.if (real po\ver) sedang Exf disebut sebagai
daya semu dengan VoIt-Amper (VA).
= ....... Stuh
(udara IUaf dengan udara dalam) + Rugi tegangan (u) == tegangan kirim (E5) - tegangan terima (E ).
(u) = Es - ER dan besarnya = I - 5% dati Es
R
.......... Btuh atati
Total beban pendingin = (I) + (2) + (3) + (4) = ...... Btuh - Penampang penghantar = A
I Ton R = 12000 Btuh A = 2 x Cos tJ x I x I
K !lp3sitas AC = Total beban = ........ Ton R . ,,(xu
.' . 12.000
dimana: A = Iuas penampang penghantar dalam mm2
atau = Total Ton R r : : : daya hantar jenis penghantar, untuk Cu = (58 x 106)
Jlh Jantai x tinggi x luas Jantai/IOO (Ohm.m)l
= .............. TR/IOO ml
u = Rugi
tegangan penghantar dalaHl volt
I )nya listrik
I = Panjang
penghantar dalam meter
I = Kuat arus dalam pe~ighantar dalam amper
I Ton R = 1,25 kw =
Catalan: I/J P ~ 0.0172 X 10-6 Ohm.m
Total daya listrik = Total Ton R x 1,15 J...\v.
y =1..=
p 58 x I()6 (Ohm.m)"1

. Rugi tegangan (u) atau voltage drop cukup dihitnng berdasa::ka..'1


pecsentase rugi tegangan saja, kecuali untuk kabel-kabel transmisi daya.
1 I
u = 2 RI Cos (J = 2 '''A Cos J' A = 2 - - I Cos
r ' ,,(A
(i
,
Arus bo/ak-balik /asa tiga .
- HUb~ngan bintang: ~ontoh 220/380 Volt

oR
,(I 11 = 1,732
E, = E(
Daya
X I!

= 1,732 X E) x I) x Cox 41 =

r , 1
i R s T
3 x Efx If x Cox 0
p

,,1, ----t---_.1J N = --------------


c: I j 1,732 X EI x Cos ~
'-1 iE, I COflIOh perhitungall
I
cI f
f
I
Suatu saluran supply untuk pcrkngkapan panel dislribusi I, If-dan Hr
seperti pada gam bar.
I
i
0- )
! 0s I
!
At____oo__m____~L~4o-m-~I~----50-m--~J
I; 220 V - I . r? lIf 6,6 k\!;-i
22 kw ! I kv.:
=Ef
I j == li dan E.I = 1 73'). . .X, Ef
x -{j ,
Daya = 1,732 x E J x II X Cos ~ Telllukan Iuas penampang pcnghamar yang diperlukan Diia saiur:.HI
= 3 x E{. x I ) x Cos (fJ inSla]asi itu dihubungkan dcn.san:

dan r = p a.Jaringan arus bolak-hcJik rasa satu 220 volt dcngan Cos tfJ = O!~
1,732 X E) x Cos 0 b.Jaringan a.h.b. rasa tiga 2201320 volt dengan Cos 0= 0,3.
s Rugi teganguli lli~;~i~~~=j y~ng diperbolehkan = 4%.

.!
T
eli manaEI =
teg'angan antar fasa
~------------s
;
j
Tahanan jerus tembaga (Cu) = 1/5R X 10.6 ohm-m
E( = tegangan fasa - netral : .

Penye lesaiall
I) = arus dalam jaring E
(penghantar) E1 f Hitungan-hitungan untuk instalasi selalu dibuat berdasarkan tegangan
If = arus dalam fasa

\
. E1 nOminal, sekalipun tegangan yang sebenarny:.t akan lehih rendah karena
ada rugi tegangan.
Lu~s penampang penghantar: A = / / E, ~ E, ' \
1,7j2 x Cos r~ ~ ~~ Luas penampang kabcl supply yang digunakan diasumsikan di
[xu xIxl .-=- ~ ~\-\' mana-mana sarna.

Hubungan segitiga _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _=_ ;


a) Suppy dari jarillgall a.b.b. fasa saw 220 \'
11 Rumus: 1= p
<:------;.,~--__,r___ _ 0 R
E. Cos
E=E
f 1
I = -2..2.000 = 125 A
1 220 x 0,8
I
r--"7I~--_ _#___ _ rj) S
r
1
= 220I 1.000
x 0,8
= 62,5 A
" Ef = E,
~ = 6600 = 37,) A
220 x 0,8
'1.'
Total arussupply

/
[\.
= 225 A

'150 m
./
t,
I
A = 1,732 x Cos 0 x I.x 1
'Yu
= '1,732 x 0,8 x (41.8 x 60 -r- 20,,9 x 100 + 12.5 x 150)
1/
\

60m
100 m
r
1 ! 58xlO'x15,2
= 10,2 x lQ-6 m2

J
1I
. j A = 16 mm 2
225A
1 lOOA Arus yang mengalir dari titik supply = 75,2 A Berdasarkan arus irJ

II'"= 125A
.......

12 = 62,5A 13 = 37,5A
, didapat dad tabel, luas' penampang pcnghantar yang dibutuhkan sebagai
berikut:
I
- untuk kabel NYA dalam pipa instaIasi ............... ~ ......... = 25 mrn 2
f .uas penampang penghantar yang dibutuhkan berdasarkan rugi '- untuk kabel NYM ........................................................... = 16 mm 2
legangan yang diizinkan adalah: - untuk kabel NYY atau NYFGbY berurat 4, dalam tanah = 16 mm
2

A = 2.Cos t1 x I x I di mana: u = 4% x 220V = 8,8 V di udara = 16 mm 2


u
= 1158 x IC-6 ohm-m Faktor kerja (Cos tp)
/\ = 5~X~O~~~,8 x (125 x 60 + 62,5 x 100 + 37,5 x 150) Cos 0 =
.
Daya nyata ("". ./ att) _ ~
Daya semu (VA)
-
S
= 60,7 x l0-6 m 2, yang ada dipasarari adalah uk..1ran 70 ;nm:!
Jadi A = 70 mm 2 .
o B F E OA=OD
OA = Demand (kebutuhan) =
Arus yang mengaIir dari titik supply = 225 A. BerUCt.Sat;"dH iuu5 ini S KVA
didapat dati tabel, luas penampang penghantar yang digunakan sebagai OB = Daya aktif = P kw
t>erikut =
OC Daya reaktif Q KV Ar =
untuk bbel NYA dalam pipa instalasi ........................ = 120 mm2 Cos '/1 1 = Faktor kerja sebelum
untuk kabel NYM ......................................................... =
95 mm 2 . kompensasi
untuk kabel NYY atau NYFGbY 2 urat, dalam tanah .. = 70 mm 2 lOCOS 0-z = Faktor kerja sesudah
di udara .... =
70 mm 2 kompensasi
DO = Daya. kapasitor yang
") Supply daTi jaringan a.b.b. fasa liga, 2201380 V c . dipasang QcKV Ar
Rumus: p
I = A
Untuk memoerbaiki faktor kerja dapat dilakukan dengan cara: memakai
1,732 X EI x Cos cp
22.000 kapasitor statis..
11 = 1.732 x 380 x 0,8 = 41,8 A AB = 1,732 x V x I x Sin (J = daya reaktif
11.000 OB = 1,73.2 x V x I x Cos 0 = daya aktif
12 = 1,732 x 380 x 0.8 = 20,9 A
. dava ak.tjf
OD = OA = daya semu = p.f(COs 0)
6.600
l'
"'3 = 1.732 x 380 x 0,8 = 12,5 A BF = tambahan daya aktif setelah power diperbaiki
= OF (tan 01 - tan 02)
Rugi tegangan = 4% x 380 V = 15,2 V atau ~ = OD x cos ~ x (tan 01 - tan )
Luas penampang penghantar yang dibutuhkan:
. {I
KEMAMPUAN .HANTAR ARUS KADEl
NOMENKLATUR KADEL
INS TAL A S I S U H U K ELI LIN G 3 00 C ~
J

S U H U K ABE L M A K S I MUM 7 0 0 C. -, : ,
KODE ART I CONTOH PENGGUNAAN
LUAS NYA KABEL NYY ATAU NY!=GbY I
PENAM- OALAM NYM f

PANG PIPA INST 'NOM BEAURAT 2 I


8ERURAT:3 DAN 4 I N Kab~~ jenis standard dengan -
UO.\1!NAL I r------,-----I ! ~
_ _ _---4-_'NOM 01 TANAH 01 UDARA 1'0/ TANAHf Oi UDARA I i penghantar Cu
I ; i Kabel
-~~--r--+----~--
AMP AMP AMP AMP I AMP I AMP 1
NA jenis standar dengan
penghantar AI.
1NAYFGbYuntuk insta!asi da-
I la~ lanah dan di 1
I

~ i ~ ~ EI~!I
1,5 l uaara.
2,5
=
EI!
4. K Kabel dengan selubung limbe!/ NKBA untuk insta!asi da-
6. 1 "'pI K
I U L. lam tarrah. I
I I
10
16
25
50
63
80
I
,63
80
I 100 I
78
102
134
66
90
120 ,
~;:
-: 16
~
i 05
! Y I
!
:sclasi atau selubung PVC
I
I
jNYM
I! NVf...I"
lam gedung di
I
untuk insta!asi da- i
i
35 160 I rua ng kering
50
- 1I
I

187 2~3~OOQ I' .~~~ ~50


I !
f
!
I
i
70 231 205 200
I
\ Gb :Perl~<1i kawat baja pipih i ;'~Y'-.
if . . . , \,r
rut) uniuk ins1.a\8si 08- !
95
120
I/ 280
320
275
320,
I 245
280
245
I
!
i Idengan spiral pita baja. I
I!
lam tanah/di
udara'
I
I
150 ' 356 375
285 j

I
! I
, I

316 325 I
185 409 . 430 IA Kabel berisolasi tunggal I NYA untuk instalasi da-I
240
300
472 510
356
414
370
435 lam gedung. I
525 590 463 500 j
400 605 710 FA Penghantar kawat halus NYFA, untuk kabei
534 600
NYFAZ lampu.

em == Circular Mill == 'uas lingkaran yang 'berdiameter 1 ~,,{i:1 jHY I Sefubung luar bahan karet NYMHY . untuk instalasi di

1 em
==
==
0,001 inch.
0,001 mcm 1 mm 2 == 1,973 rncm
iI I buatan. ! udaraJdalam pipa
(kabel fleksibel).
I
i
== 5,067 x 1O~ mrTi == 19773 cm I
I I
== 7,845 x 1 O~ in 2 == 1,550 x 10-3 in 2 .i J Kabel dengan urat berwarna INYM (J) kabei dehgan ka- I
majemuk hijau kuning. I wat arde.
I 0 Kabel tanpa urat berwarna I.NYM CO) kabel tanpa ka-
/

I
majemuk.
I wat arde.
I
NfLAI ISOLASI KABEL fNSTALASI LISTRIK
PADA BANGUNAN ,
tl
1
beberapa bulan. 0100 karena itu perlu diadakan pedtitungan-perbituogan
Pra Reilcana.
Kelompokpembebanan listrik dalam bangunan adalah sebagai berikut:
i_ Y'l4:fond dengan konstruksi ~yu: 1 K.ohm/V. 1. Pencahayaan listrik.
2. f1afond dengan konstruksi besilbaja: 1 Mega ohmJ220V. 2. Stopkontak-stopkontak untuk pe,alatan rumah tangga maupun
= 5 K.ohm/V. motor-motor keeil.
3. Standar PLN: 1 Mega o1un/220;V = 5 K.ohmIV. 3. Ventilasi gedung dan Airconditioning.
AJat untuk mengukur t~anan isolasi kabel terseoul adalah Megger. 4. PI~mbingiSanitair (pompa air dan lain-lain).
5. TranSportasi vertikal.
2. PERHIruNGAN KABEL INSTALASi LrSTRIK 6. Peralatan dapur.
7. Pecalatan khusus (Laboratorium).
KETENIUAN UMur~1
Kuat Arus Listrik
_ I~.."talas
SYdIal-syarat perancangan Janng:-.-.-. . cing el,
... ~ y'
{ L;s-;k .
_. . ,,-onOiitiS
Q. Instalasi Fasa tiga: I =
1,732
p
E J x Cox 4l
1(1)
~fl;.dah antara lain: X
~---

di w..ana: I :::: MUS dalam penghantar dalam Amper


Flexibilitas P = load (beban) yang dibiltuhkan dalam Watt
Jarl ngan harus memberi kemungidnw' untuk penamba..~an behan, ~p.t:!pi El = Tegangan antar fasa dalam volt
tl:!:us dalam batas ekonomis, cada.nga.'l ~mbahan trJ):r. V~t berlehih3.n Cos tp :::: faktor kerja = 0,8 - 0,9.
(ovcr design) adalah tidak ekonomis dan merupakan Pe~borosap..

Kepercayaan
Jarlngan instalasi harus dapat diandalkan dan dapat dipercaya, sebab
h. InStalasi Fasa satu: '1 I = E x ~os 0 I(2)

. pembebanan ole;h peraIatan listrik sering tidak dapat dikontrol. Luas penampang penghantar :::: A
Hal yang pedu diperhatikan adalah kualitas bahan-bahan instalasi. Q. Instalasi Fasa tiga 1r--A-=-I-'7-3-~-:-;-O-S-0-x-I-X-I---'I (3)
Kcgagalan-kegagalan peralaian hams dapat diketahui secara dini agar
tJ<1;d: terjadi kecelakaan. ....
di numa:A = luas penampang penghant~ dalam mm
2

y = daya hantar jenis pengh ant ar .


/(~(ll1Ul1tan _
. untuk tembaga (Cu). == (50 x 106) (ohm.m)-l
~arlngan Instalasi harusdirancimg' sesuai Peraturan Nasional yar.g
bcrlaku (Peraturan Umum Instalasi LisUik) Tabung-tabung Inst2Jasi
u = rugi tegangan dalam volt
I = k'1lat arus dalam penghantar dalam amper
tuu-us mudah dicapai dan bebas hambatanlhalangau fisik. 1 = panjang panghantaf.dalam meter

TAKSIRAN PEMBEBANAN

Untuk: merancang jaringan instaJasi listrik suatu gedung harus lebih


h. Instalasi Pasa satu I A = 2;;::S 0 xIx1 I(4)

~umus (3) dan (4)' umumnya digunakan untuk instalasi yang k~il
dahulu menaksir beban total seluruh gedung dan menentukan lokasi
(perumahan). Voltage drop (u) dapat diambil antara (1-5)% dari
transformator dan tabung-tabung instaiasi. Behan total yang pasti dapat
dlkdahw setelah perancangan lengkap selesai, tetapi ini memerlukan tegangan supply atau rata-rata = 2,5%.

48
TAKSIRAN BEDAN USTRIK .BANGUNAN UNl1JK
PRARENCANA'INSTALASI Untuk instaIru;i yang besar (Kantor, Hotel, Rumah Sakit, Super Market
------------------------------------------------~--~, dan lain-lain) luas penampang penghantar yang dibutuhkan dapat
PERTUMDUHAN ditcntukan sebagai berikut:
PENGGUNAAN
BEllAN 1. Hitung kuat arus
PENCAHA Yl\AN RUPA-RUPA AC IO TAHUN (%) 2. Tentukan jenis kabel yang akan digunakan
AUDITORTUivf 3. Berdasarkan ad.l dan. ad.2 di atas lihat dari !abcl bcsar pcnampang
TJll1um
20 penghantar yang dibutuhkan.
165 30
Panggung 200 5
Wisma seni 50 Instalasi dalam gedung dapat di~agi atas 2 bagian yaitu:
Bank 40
10
20
50
60
30
40
,.I a. [nstalasi untuk penerangan
Kafcwria 50
( ;ercja
lO 50 30 b. Instalasi untuk power (Lift, AC, Pompa dan J;lin-Iain)
50 10 60
KO;:tputa 20

!'()KO SERBA ADA


40 20 i50 lDO Uarnbar panel listrik
rs;;;; Main
r1 Panel Pc-
t kPone!
.Distri-
II :i ner~nra~h
iLt,;:;;ncnt 50
15 cusi
i.aital dasar 40 ~-
.10 60 -;-5 ! Sv/!!cnes +
-
Lar.tai tingkat 3D
5
I Fuses
RUMAH StJSUN NYFGbYfNYY
I
rLN Gardu I _. U
0- 300 or
300 - 12.000 m Z
30
20
5
4 50
-ITra EFGby
.. I ------7!I Mam Panel I Nyt'Gb YINYY
o PL1'< I
Lebih dari 12.000 m2 10
2 - Switches - Switches +
Garasi sewa 5'
2 Trafo Step Down Fuses + Relays
Rumah sakit 20.
10 60 60 Fuses + K\VH Meter
HOTEL Sub Main Lift
Lobby 60 Panel Po- AC
5 80
Kamar-kamar 15 wcr Pompa
5 50 50
Indusn 20 20 100 NYFGbYlNYY
La bora tori um 60 50 60 100 Contoh perhitungan
Pcrpustakaan 40 10 60 30
Medica! Center 40 Suatu gedung kaIltor dengan jumlah lantai 10 memhutuhkan beban
20 40 50
Motel sebagai berikut:
15 5 30
Perlcantoran
60 20 60 untuk penerangan = 80 kw
Restoran 60
Sekclah
20 2 60 20 untuk lift = 50 k~v
Pcnokoan
30 20 60 50 untukAC Sentral = 300 kw
50 10
Pergudangan 1
10 2
50 50 llntuk, pompa = 5 kw
Koridor. Hall 10
5
Tegangan yang digunakan 220/3~0 Volt dengan faktor kerja = 0,8.
Tentukan besar penampang kabel yang digunakanuntuk:
Kabel penghantar dati gardu PLN ke ~1ain Panel.
- Kabel penghantar dari Main Panel ke Sub Main panel Penerangan. _
Kabel penghantar dad Main Pat)el ke Sub Panel Power. Kuat arus Ilntulc PCUlei AC
- Kabel penghantar dari Sub Main Panel ke Panel Lift. , 1= _-=3::...;;::OO..;:;.;.;.;:..OOO~__ == 570 A
Kabel penghantar dari Sub Main Panel Power lee Panel AC. 1,732 x 380 x 0,8
Kabel penghantar dari Sub Main Panel Power ke Panel Pompa. Dipilih kabelNYFGbY dalam tanah dan dad tabel didapat NYFGbY
4 x 400 mm 2
Pemecahall Kabel penghantar.dari Sub Main Panel Power kc Panel AC adalah
Beban Total == 435 kw = 435.000 Watt NYFGbY 4 x 400 mm 2
Beban untuk power == 355 kw == 355.000 Watt
Total lcuat arus yang dibutuhkan, Kuat arus untuk panel pompa
I= P == 435.000 = 826 A I == 5.000 == 9,5 A
1,732xE1xCos0 1,732x380xO,8 . 380 x 0,8
1 ...... "',.. 'Y..

Dipilih k&tel NYFGb Y dalam tanah. Dipilif-t kabel NYY dalam tanah dun dari tabel didapat: NYY 4- x
Dari tabel tidak ada kabel yang dapat menghantar arus 226 A 2,5 mm 2
sehingga diamhil 2 buah paralel yaitu NYFGbY 2 (4 x 2!1-0) mm 2 - Kabel penghantar dari Sub Main Panel Power kc panel Pompa
- Kabel penghanrar dari gardu PLN ke Main Panel ac;!lal1 kabel adala..i-I NYY 4 x 2,5 ::un 2
~anah NYFGbY 2 (4 x 240)mm2.
INSTALASI TENAGA LISTRIK SIAGA
Kuat arus untuk instalasi penerangan, (S TAN D B Y P 0 \\f. E R)
I == 80.000 == 152 A
1,732 x 380 x 0,8 Dalam situasi serba kckurangan tenaga Hstrik PLN, perlu disiapkan
Dipilih kabel NYFGb Y dan dari tabel didapat NYFGb Y instalasi tenaga listrik siaga/standby generator. yang unruk beberapa
- Kabel penghantar dari Main Panel ke Sub Main Kabel Penerangan proyek diadakm 100% standby power sererti rumah sakit, hotel.
adalah: NYFGb Y 4 x 50 mm 2 Umumnya, tenaga listrik siaga diadakan untuk menggerakkan
sedikitnya 2 lift. penerangan umum, ventilasi mekanis, sehingga
Kuat arus ulltuk illsta/asi power diperlukan sedikitnya 25% standby power.
I == 355.000 = 674 A Kecuali diesel generator set, diperlukan pula UPS (Uninterrupted
1,732 x 380 x 0,8. Power Supply) untuk Ruang Kompu~er. ruang operasi rumah. sak.it,
Dari tabel tidak ada kabel yang dapat menghantar arus tersebut jadi telekom, penca.hayaan ruang tangga darurat, fan untuk udara tekan
\ dipilih 2 bh paralel yaitu: NYFGbY 2 (4 x 185) mm 2 ruang t~ngga darurat dan lain-lain. .
- Kabel penghantar dari Main Panel ke Sub Main' Panel instalasi Battery kering yang digunakan lazimnya nickel-cadmium. Untuk
}X)wer adalah kabel NYFGb Y 2 (4 x 185) mrn2. kontinuitas suplai tenaga listrik. dipakai instalasi baterey yang besar
. +static inverter, ialah alat untuk merubah arus DClseara.f-tmenjadi ACI
Kuat arus untLtk panel lift bolak-balik.
I == 50.000 = 95 A
1,732 x 380 x 0,8
Dipilih kabel NYFGbY dalam tanah dan dati tabel didapat NYFGb Y
4 x 25 mm2
Kabelpenghantar dari Sub Main Panel power ke Panel Lift adalah
NYFGbY 4 x 25 mm~
_ type tutup (kap) lampu
BAH V _ penyusutan cahaya dari pennukaan lampu
PENCAHAYAAN LISTRIK , dan lain-lain.

CONTOH PERHITUNGAN

Suatu ruangan kantor dengan ukuran 20 x 10 x 3 m .jir<.:llcallakan


mcmakai 1L 4 x 40 Watt dcnganku3t pcncr~wg~d1 E = 30n l\..:x.
Ililwzg, jumlah lampu dan daya. lislrik yang dihullll1kafi.
TEKNIK PENERANGAN
:' ~; lill:l SYMBOL SATUAN RUMUS KA.NTOR PERUMAHAN PENYELESAIAN
\III~ cahaya fJ Lumen fi = I x Watt
Dari tabel, untuk 'IL 40 \Vatt besar lumen = 40 x 75 = ~OOO lumen.
L II:!; cahaya Candle I = J Watt
unluk 4 bl1 TL 40 \Vatt = 4 x 3000 = 12,OCX) lumen.
I :',d r...e:lcrangan E Lux E=~ I A
~==EXA 200-500 75-250 DipfUh CO = 60% dan
LLF = 0,8
t';ntuk: Gedung Kantor/Toko = 20-40 'W2~rJr::-" . E X ;\
Perumafan ............... = 10-20 \Va((;m~
Jun!.iah lamnu
t ;\fang dlbutuhkan =Q
----... ::.., '-T~;-':'
l.arnpu ,., "', ,..\ .
v , v
JL.t.
t-'

Hotel ........................ = 10-30 Watt/rn=-


= ~JQ._~__ 2.Q\~_-_ = lOA
Sekolah .................... = 15-30 \Vattlm::' 12000 x 0,6 x. 0.8
Rumah Sakit ............ ~ 10-30 \Vattfm=- Jadi n = i 1 bh 4 x TL 40 \Vatt
Pemakaian watt untuk lampu TL 4D Watt lermasuk ba!last = 50 \VaLl
l Jntuk sistem penerangan langsung dengan warna plafond dan dinding
Jumlah beban dari lampu = 11 x 4 x 50 \Vatt = 2200 Watt
Icrang.
_ Untuk stopkontak peralatan kantor diperhitungkan 20% dari beban
( 'ocrtlsien of utilization (CU) = (50-65)%
I.igllt loss factor (LLF) = 0,7 - 0,8. lampu = 20% x 2200 Watt = 440 Watt.
Total kebutuhan watt = 2200 + 440 = 26.+0 VI an
lI.11wk perhillllIgan jumlah lampu 2640 - 4
/\1Il.'lUS atau: \Vattlm 2 = 200 - 13,
JlIIl11ah lampu (N) = ,Kuat penerangan (E) x Luas bidang kerja (A) _ Untuk perumahan, jumlah stopkontak diperhitllngkan masing-masing
Lumen lampu x LLF x CU
1 (salu) buah @ 100 \Vatt pada: kamar tiduf, ruang tamu dandapur.
:dau: n= E x A
f/J lampu x LLF x CU
Catalan:
Daya cadangan listrik (Diesel GenSet) harus dapat melayani emer-
Contoh: -i

untuk ,1 bh TL 40 Watt, jumlah lumen = 40 x 75 = 3000 lumen gency load.


lIntuk 4 x 1L40 Watt, jumlah lumen = 4 x 3000 = 12CXJO lumen 2.5 x area of cavity wall ;,'
Cavity "Ratio (CR) = . area of work plane
CU sangat tergantung dari Pc' Pw ' Pf
I ,LF tergantung dari:
kebersihan sumber caha ya
atau: CR = 5h x L +W
L + W, di mana: L = length DATA BEBERAPA SUMBER CAHAYA
W = width t
. Sumber cahaya Lumen/WaH Umur rala-rata Pcnggunaan
h = heigtrt
(lampu) (Jam)
Ceiling Cavity Rati (CCR) = 5hce x L +W
l.Pijar 11 - 18 1000 indoor and outdoor
Lx W
2. TC iC.ballast 50 - 80 9000-1 gOO indoor arld outdoor
Room Cavity Ratio (RCR)
.
= 5h ~ x L + W
LxW 3. Halogen 16 - 20 1000 outdoor lampu-
lampu untuk
floor Cavity Ratio (FeR) = 5hfc x .L + W
Lx W laQangan tenis
.4. Mercury 30 - 60 16000 ou(door (Iampu
p == percentage pantulan, tergantung dari warna plafond. dinding dan
(ic.ballast) jalan taman dan
hidang kerja.
lain-l3.in}
5. Halide 80 -100 750.')- 1SOU{J untuk lampu-iampu
S K E M I. RAN;~ A N G AN PEN C A ~ rAY A A N
SOfor
-,-- 6. Sodhjffi 120 - ~40 1600Q-240JO untuk !2.mpu-lam;:-!c
I
t I
!-lee
luminaire plEne CaJatall:
jala.n

Indoor bisa untuk gedung kantor, peru mahan, hotel, rumah sakit d~n
lain-lain.
pw=50% room cavity
ILUMINASI
work plane KEGIATAN (LUX)
floor cavity Pf=20% BANGUNAN UMUM
BIOSKOP:
Auditorium 50
TYPE SISTEM PENERANGAN Foyer/~all 150
1. Direct lighting
(penerangan langsung) 90 - 100% TEATERIKONSERT:
Auditorium 100
2. Semi direct lighting
Foyer 200
(setengah langsung) 80 %
3. Direct-indirect lighting
GEREJA:
(kombinasi) 40 - 60% Jemaah 100
4. Semi indirect lighting Paduan suara 150
(setengah tidak langsung) 60 - 90%
5. Indirect lighting HOTELIWISMA:
(tidak langsung.) 60% \"ItSMA

56
KEGIATAN ILUMINASI lLUMIi'JASI
(LUX) , KEGIATAN
(LUr)
._------ ------_._------
Ruang tidur Dekorasi
Umum 500
50 Pabrik bier 30D
Pencahayaan kepala Pengalengan & pengawetan
00 500
Kamar mandi
Umum
100 PABRiK K!MIA
Cukur, Rias Ruang pabrik
500 200
Pencampuran 300
RUMAH TINGGAL: Injeksi
Umum 500
100 Kontroi 500
Bacaljahit Laboratorium
500 750
!angga Pencampuran warna
Dapur . 1000
'Jmum
.:/-~"'";~
300 PABRiK COKLA T
" " I J....
500 Ruang kerja 2:)0
Huang kerja Dekorasi/:nspeksi
300 .300
Pengemong:-m
150
PABRIK SUSU
HOTEL: Pemboto!an S~:;U 300
Serambi masuk
300
Ruang makan
200 INDUSTRI LlSTRIK
Oapur
500 Penggulungan klimmran 500
Kamar tidur/mandi
Umum PERAKiTAN
100
Lokal Halus
300 1500
Sangat halus 2000
RUPA-RUPA DALAM GEDUNG Inspeksi 1000
Sirkulasi, .Koridor, Tangga dalam pabrik 150
Luar gedung PENGECORAN
Pintu keluar - masuk Cor/ce!ak
30 300
LOiong pabrik Inspeksi
50 500
Oermaga
100
Bengkef ,
I

200 - ! PABRIK GELAS


1 Pencampuran
PABRIK ROTI: 200
Pencet.akan 300
Ruang kerja umum Dekorasi
300 500
Pengguratan 750
Catatan:
1 Kandela'kaki persegi = 10 Lux.
I
KEGIATAN ILUMINASI I
I
! IlUMINASI
(LUX) , KEGIATAN
. (LUX)
PABRIK KULlT
Presfpelicinan Pertukangan kasar 300
750 Pertukangan sedang
Potong/jahrt 500
1000 Penyelesaianlinspeksi
Peny'ortiran 750
1500
PABRIK MESIN KANTORISEKOLAH
Tekukllas Kantor 300
300
Pekerjaan mesin Ruang konferensi
500
Pekerjaan halus
750
Sangat halus KANTOR UMUM
1000
Presisi Biasa 500
2000
Ruang dalam 1000
PARilK KERT~S Ruang gambar 1000
Pem~ua! kerta~ kardus
300
TOKO
PABrilK KERAMIK Toko konvensior:al 300
Pem:Jakaran . Swalayan 500
200
Cetaklpres Super market 750
300
Dekorasi/enamel Ruang pamer 500
750
PERCETAKAN MUSEUM. WISMA SENI
Penjilidan Umum
500
Komposisi manual Benda pameran peka cahaya 150
750
Penyelesaian akhir 1000 Ttdak peka cahaya 300

PABRIK TEXTIL
Penyebaran
300
Pemintalan
500
Tenun biasa
750
Tenun halus
1000
Inspeksi
1500

PERGUDANGAN
Gudang
150
Pengepakan
300

PABRIK KAYU
Gergajilpotong
200
T E }vi PAT - T E M PAT Y A N G T A K T E ~ I [ I N DAR
BABVI
INSTALASI PENANGKAL PErm , DAR I SAM BAR A N PET I F.

Tcmpat yang basah dan berair.


Tempat terbuka (seperti lapangan).
Pohon-pohon yang tinggi.
Dacrah pinggiran hutan. . .'
Bangunan yang tinggi yangtidak diJengkapi dengan 1l1stai2-.51

Petir ialah suatu gejala lislrik di atmosfir yang timbul bila terjadi pcnangkal petit.
Trasnsformator pad a gardu induk listrik.
hanyak kondensasi dari uap air dan ada arus udara naik yang kuat.
Inst2.1asi Penangkal Pctir, ialah instalasi suatu sistem dcngan
TE M PAT - T E M P AT Y A N GTE R H I N DAR .
Lnmponcn-komponcn dan peralatan-peralatan yang secara keseluruhan
DAR 1 SAM BAR A N pOE T I R, ANT 1\ R A L A IN:
hcrfungsi untuk menangkap petir dan menyalurkannya ke tanah,
scllingg~ semua bagian daribangunan beserta isinya atau benda-benda Bangunan yang dilengkapi dengan instalasi penangkal petir.
yang di. i<1dunginya terhindar dad baha.ya sambaran peir. _ Kendaraan yang mempunyai karoseri baja.
Terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut: _ Dalam hutan yang fXlhon-pohonnya hampir sama linggi.
I. Penfhantar di atas :3!1a..i1, iaiat""l penghantar yang dipasang <Ii atas
atap sebagai penangkap petir, berupa elektroda logam yang dipas<;L.'1g TABEL TENTANG PENGARUH ARUS L!STRli<
tegak dan c1ektroda logam yang dipasang mendatar. PADA BADAN f\1ANUSI/-\
'J Penghantar pada dinding atau eli dalam bangunan, sebagai penyalur
Tcgangan pada
arus petir ke tanah yang terbuat dari temi>aga, baja gal vanish atau Kuat arus Pengaruh pada organ badan waktu lahan
bagian-bagian
aluminium. yang mengalir manusia,
yang dilanahkan.
melalui badan
'~. Elektroda-elektroda tanah, antara lain: jika R-pentanahan
(L Elektroda pita (strip), yang ditanam minimum OJ-l m dari per- = 5000 ohm.
mu kaan tanah.
tidak tcntu 2,5 V
b. Elektroda batang, dad pipa atau besi baja profiI yang dipancangkan 0,5 niA teras a rnulai kaget
teras:!. jel:1s lidak tenlu 5 V
tegak lurus dalam tanah scdaIam 2 ffi. 1
..,
mA
tidak tentu to V
mA mulai kejang
c. Elck1foda pelat, diranam minimum 50 em dari peimukaan (anall. L.
tidak: tcntu 25 V
5 rnA kejang keras
Ltktor-faktor yang perIu. dipcnimhangkan dalam merencanakan dan sulit untuk melepaskan
10 rnA
IIlcmasang sistern penangkal petir adalah: tidak tcolu 50 V
pegangan
Keamanan secara teknis, tanpa mengabaikan falctor keserasian Arsi- 15 rnA' kejang dengan rasa
tektur, perhatian utama harns ditujukan kepada diperolehnya nilai nyeri. tidak mungkin
melepaskan pegangan 15 sekon 75 V
perlindungan terhadap sambaran petir yang efektif. 5 sekon 100 V
20 rnA nyeri berat
Penampang hantaran-hantaran pentanahan yang digunakan. nyen yang talc tertahankan 1 sekon 150 V
30 mA
Ketahanan mekanis. 40 rnA mulai tidak sadar,
0,2 sekon 200 V
Ketahanan terhadap korosi. bahaya maut
Dentuk dan ukurar. bangunan yang dilindungi.
Faktor ekonomis. Arus listrik antara 15-30 mA sudah dapat mengakibatkan kematian,
karena sud(h~ sulit untuk melepaskan pegangan.
Tahanan kuHt manusia: BAB VII
untuk kuHt kering lOO-500K.oh.!11 untuk Imlit basah, misaInya kareria
kcringat dapat lurun menjadi 1 k.ohm. . ,
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
Tegangan MUS holak-baJik yang dianggap aman adalah 50 Volt BAHAYA KEBAKARAN
nomi naI ke hawah.

JENIS BAHAN UKURAN TERKECIL .


DARI INSTALAsI PENANGKAL PETIR
Ballaya Kebaknran adaIah bahaya yang ditimbulkan oietl adanya nyala
No. Nama Komponen Jenis bahan Bentuk Ukuran terkecil
api yang .tidak terkendaIi, sehingga dapat menganeam keselamatan
jiwa manusia manupun harta benda. NyaJa api adalah reaksi: dad
1. Penangkap petir:
bahan bakar; panas dan oksigen Oz.
1.1 Penangkap legak Tembaga siJinder pejal 010 mm Bahan yang mudah terbakar:
Baja galv. pita pejal 25 nun x 3 nun
- Benda padat: kayu, kertas, plastik d:m sebaga.ip.ya.
pipa silinder pejal 01"
pipa pejal 25mmx3mm
- Benda eair: bensin, spiritus dan sebagainya.
- Gas: asetelin, LNG dan sebagainya.
I .2 Batang :egak Tembaga silinder pejal 0Smm Pencegahan bahaya kebakaran ber2.fti segala usaila yang dilakukart
pita pejal 25nunx3mm agar tidak terjadi penyalaan api yang tidak terkendali.
Baja galv. silinder pejal o 8 nun
'-.r _____ _, __ Sumber panas yang dapat menimbulkan kebakaran:
pita pejal -.J 1.u.&1 " -' ......... .11

Sinar matanari, dapat menyebabkan kebakaran hutan.


1.3. Penangkap datar Tembaga silinder pejal 08mm Ustrj~ karena korsleting.
pita pejal 25mmx3mm - Panas yang berasal dari energi mekanik. karena gesekan benda-bellda
pilin
Bajagalv. silinder pejal
pita pejaI
SOmm2
o
25mmx4mm
I,"
1.
sehigga dapat terjadi . 10 neat an bunga api.
- Panas yang berasal dari reaksi kimia, di gudang-gudang bahan kimia.
Panas yang berasaI dari sumber-sumber tersebut di atas dapat
2. Penghantar Tembaga silinder pejal berpindah dengan cara:
08mm.
pita pejaI 25.mm x 3 mm Radiasi; yaitu perpindahan panas yang memanear ke segala arall.
pilin SOmm - Konduksi, yaitu perpindahan panas melalui benda (perambatan
Baja galv. silinder pejal 08mm
pita pejal
panas).
25mmx3mm
Konvelcsi, yaitu perpindahan panas yang menyebabkan perbedaan
3. Elektroda Tembaga silinder pejal o 1'2" tekanan udara.
Pentanahan pita pejal 25mmx4mm Loncatan bunga api. yaitu suatu reaksi .antara energi panas dengan
Baja galv. silinder pejal 0 1
'1" udara (02).
pita pejal 25mmx4mm

!'F::-IR INDONESIA = 200.000 AMPER


Sistem pematiama.'l
Penguraian, yaitu, memisahkan atau Elenjauhkan benda-iJencia yang
'dapat ternakar.
- Pendinginan, yaitu penyemprotan air pada benda-bend a yang
terbakar.
lsoIasi atau sistem lokalisasi. yaitu dcngan cara menyemprotkan listrik, gudang-gudang peralatan mesin dan sebagainya.
bah an kimia CO 2 Banyak CO 2 yang disiapkan atau jumlah tabung-tabungnya adallh
-- Blasting effect system. yaHu dengan cara memberikan tekanan y~ scperti label.
tinggi misalnya dengan jalan meledakkan bahan peledak.
PERALATAN PEMADAM_ API
INSTALASI TETAP
K E LAS, SIS T E M DAN BAH A N
PEMADAM KEDAKARAN Sistcm deteksi a\val bahaya (Early V'/aming Fire Detection), yang :-;Gcara
I Bahan-pemadaman otomatis membcrikan alarm bahaya atau langsung mengaktifkan alaI
No. KeJas ke- Powder pemadam. Dibagi atas dua bagian yailu sistem otomatis dan sistem
Sistem pem~-
bakaran Foam CTF- Dry- semi otomatis.
Air ~O2

II
damen
(Bus~) BCF Chemi-
cal .! CARA KERJA (OPERASONAL) PEMADAM
!
I. Kelas A: pcnding~nan. !Baik Boleh Boleh Boleh Boleh INSTALASI TETAP
kayu, ka:-et pcnguralan, \
r---'
tekstil d:.n isolasi ! I Sistem Otomatis
lain-lain 1
i
I ! Sistcm semi olomatis
, I I
.'. Keias B: Isolasi IBar~~yal13aik I naik Boleh Boleh
Api
bensin, cal,
minyak dan
la!!1-lain
I
!

i
I
I
I! !
I Api
1
a! ct deteksi
I
J,
:llat deteksi
, 1
!I

panel1alarrn
' I Dahaya
\ Kelas C:
Listrik dan
Isolasi I Bahaya Baik Boleh Baik
1
panel alarm
atau mesin-
mesin 1
manusia
KeIas D: Isolasi Bahaya Dahaya Boleh Bahaya Baik
logam pendinginan 1
sistem start sist em start
DCF = Bromide, Clorine, Fluorine adalah jenis' gas Halon
Bahan pemadam api CO 2 = carbon dioxida.
1
alat pemadam aktif
1
alat pemadam aktif

Prosentage CO 2 yang diperlukan untuk ruangan yang memakai sistem otomatis.


Pada sistern olomatis. manusia hanya diperlukan unluk mcnjaga
No. Tingkat bahaya Pcosentage Volume CO2 Berat CO2 per m l kemungkinan lain yang terjadi.
CO2 Sistem deteksi awal terdiri dart
I.
Alat deteksi asap (Smoke Detector)
Berbabaya 40% 40% x Volume ruangan 0,8 kg
, MempunYal kepekaan yang tinggi dan akan memberikan alarm bila
Cukup berbahaya 30% 30% x Volume ruangan 0,6 kg _ 1
terjadi asap di luang tempat alat itu dipasang.
INS TAL A SIP E MAD A MAP I T ETA P CO 2 Alat deteksi nyala api (Flame Detector)
Dapat mendeteksi adanya nyala api yang tidak terkeridali dengan
Bahan pemadam CO 2 adaIah batla~ yang efektjf digunakan untuk cara menangkap sinar ultra violet yang dipancarkan nyala "api
1... lIladaman kebakaran kelas C, misalnya di ruangan-ruangan mesin/ tersebut
ALAT DETEKSI PANAS (HEAT DETECTOR) dan bahan pcmadam CO 2 memancar ke luar melalui Nozzle
pengeluaran. Tabung CO2 ini dilcngkapi dengan peralatan elektronis.
Dapat membedakan adanya bahaya kcbakaran dengan cara mem~
kenaikan temperatuf (panas) yang terjadi di ruangan. Prinsip kerja Call1llm
deteksi awal adalah scbagai berikut: Akibat dad bekerjanya alat-alat Cara kerja ad.], 2 dan 3 sudah diberikan pada h.alaman-halaman
deteksi asap, delcksi nyala api maupun dcteksi.panas tersebut di atas, scbelumnya.
suatu sinyal listrik dikirimkan kc panel kontrol alarm bahaya, sebagai
input data yang akan diolah lcbih lanjut. INSTALASI PEMADAlv1 TETAP GAS HALON
Panel kontrol alarm bahaya, merupakan unit pengontro! yang akan
mengadakan pengolahan, seleksi dan evaluasi data. Hasilnya merupakan Pemadam Halon adalah bahan yang terdiri dari bcbcrapa unsur kimia.
suatu output yang berisi informasi tentang lokasi kebakaran (bisa Prinsip kerja pemadamannya sarna dengan pemadam CO2 yaitu dengan
disebutkan berupa nomoI- ruangan) sehingga peluga') dapat mengetahui eara Isolasi oksidasi. Sistem startnya juga menggunakan CO 2 dan
Iokasi kcbakaran. Output terseblll juga seeara oto01!ltis mengaktifkan dikenda1ikan dari panel kontrol. Cara pengoperasiannya sama dengan
peralatan di pusat .,11arm (berupa alarm, lampu, telpon dan sebagainya). pemadam CO 2 .
Setelah alarm bataya berbunyi dan iokasi kebakaran diketahui maka
Gas Halon terdiri dari Carbon(C). Fluorine(Cl), Brornide(Br) ciat!
petugas dapat seger:! bertindak. Iodine. Gas Halon dibuat dari 2 ata.u Icbih unsur-unsur di atas daE ~tda
Bila pada Ioka..;i kebakaran s'Jdah di lcngkapi dengan .pemadam api bermacam-maeam type; tergantung bahan ~jmia yaJ1~ digm:ak,~;1 d~'.!l
otomatis, maka shyal dari unit kontrol dapat langsllng mengak.'tifkan masing-masing type dibedakan scsuai dengan kode angkanya. 1'.1.isa iny i.:':
peralatan tersebut (misalnya sprinkicr otomatis). Halon 1301, ini berarti: Empat angka di belakang menunjukk,an
unsur-unsur kimia yang digunakan sebagai berikut:
INS TAL A SIP E MAD A 1v1 A PIT ETA P CO2 Angka pert am a (l) = unsur Carbon (C)
Angka kedua (2) = unsur Fluorine dan angka tiga menunjukkan
Bahan pemadam CO2 adalah bahan yang efektif digunakan untuk jumlaJl atomnya (F13)
pemadam kebakaran kelas C, misalnya di ruangan-ruangan mesinllistrik, - Angka ketiga (0) = unsur Chlorine (1). pada contoh di afas angka
gudang-gudang peralatan mesin dan sebagainya. Banyak CO 2 yang o berarti tidak mengandung Chlorine.
dis~apkan atau jumlah tabungnya adaiah seperti pada tabel (sudah
- Angka keempat (1) = unsur Bromide (Br).
di berikan).
Halon 1211 terdiri dari: Carbon(C), Ruori(FL2), Chlorine (C)
Peralatannya terdiri dad: dan Bf dinakakan: Bromo Chloro difluoro methane = BCF, Halon
lO(n berarti hanya menggunakan 2 unsur, yaitu Carbon dan Bromide
- Alat deteksi bahaya kebakaran
.- Panel kontrol = CBr. Bilakodenya terdiri dari 5 angka, maka angka kelima me-
- Alarm nunjukkan unsur Iodine. Halon 104 terdiri daTi: Carbon dan Chlorine
'fabung-tabung utama pemadam CO 2 , berisi bahan CO 2 cair dan + Carbon tetrachlorida. Power Dry: Chemical terdiri dari serb uk kimia.
Sodium Bicarb~nate atau Natrium Bicrbonate dengan CO 2 afau Nitro-
bertekanan yang dihubungkan satu sarna lain dengan pipa., yang
gen.
kemudian dihubungkan lagi dengan Nozzle Pengeluaran yang akan
memancarkan semua isi tabur.g mama setelah sistem otomatisasi CON T 0 H PER HIT U N G A N K E BUT U HAN CO 2
pemadam dija1:Hlkan. 3
Suatu ruangan kamar mesin yang mempunyai volume 150 m -
Tabung start CO 2 terdiri dari 2-3 tabung, yang berlungsi unluk direncanakan akan dipasang pemadam CO2 sistem otomatis. Berapa
menstart tabung-tabung utama dengan cara memberikan tekanan banyak CO yang akan diperlukan agar keamanan rtlangan itu terjamin
2
gas yang cukup besar ~hingga katup-katup pengeluaran terbuka dari ancaman kebakaran?
lawab: -;-5;~/
'f4~

= 60 m~
Volume CO2 yang diperlukan = 40% x 150 m3
IlIlIlIah CO 2 = 60 x 0,8 kg = 48 kg. , :::f
INSTA LASI SPRIKLER OTOMATIS

I.pIikler adal~ suatu alat semacam nozzle (pcnyemprot) yang dapat


IlwlIlancarkan air secara pengabutan (Fog) Jan bekcrja oiomatis. Bahan .
111'madamnya adalah air, maka instalasi sprilder khusus digunakan untuk
II/'madam kebakaran Kelas A (kayu, kerta~, plastik dan Jain-lain), LAMPIRAN TABEL DAN GAMBAR

P E MAD AMP a \V
D E R (D Rye HEM I CAL)
OTOMATIS

l'II\~'der Dry Chemical atau scrbuk kimia kering 3c1alah bahan r<~madam
III.I~ scrbaguna. Dapat dipakai untuk mCnLadamkan kebakaran Kelas
\, ,~ dan C. Alat deteksinya ada] all cara pefidcteksian panaS yang
IIwllIpakan gabu~gan dari sistem deteksi panas dcngan sistem. mekanis
,I .! !~~m:!dam portable.
Alat ini akan bekerja secara otomatis menyemprotkan bahan Dry
1II('IIlical bila terjaru kebakaran dan temperatur ruangan mencapai 72OC.
It"1 at kotor = 5 kg sedang berat serbuk kimianya sendiri = 3,5 kg.
\\'ilktu yang dibutuhkan untuk pendeteksian = 2-3 detik dan waktu
1"'lIlanCaran = 10 detik.
J\~masangan adalah di Iangit-Iangit ruangan pada ketinggian 2-2.5
III Ii atas peralatan yang kemungkinan besar dapat menjadi sumber
'II"
l.'II,~kauan pemadaman 9 m.
TAKSIRAN BEBAN AIRCONDITIONING
r
RUANG

Kantor besar (8agian pinggir) 22,5 - 27,S 1,111

Kantor besar (Bagian dalam) 30 - 35 II


Kantor kecii 32,5 - 37,S
II

Apartemen 35 - 45 li!l !

Kelas seko!ah 22~5 - 27,5 1:,1'1


1
1

'II
Pertokoan 20 - 25
- ~~ Pasien rumah sakit 25 - 30 Ii

Tamu hotel 25 - 30 Ii
Auditorium (TR/Kursi) 0,05 - 0,02
Bank (Ruang utama) 20 - 25.
Pabrik (pekerjaan halus) 25 - 30
Gereja (TR/Kursi) 0,04 - 0,06
Bowling (TR/Alley) 1,5 - 2,5
Motel 40 - 50
Perumahan 50 - 70
Pertokoan khusus 17;5 - 22,S Ill'
Swalayan 25 - 35
Iii I
Cocktail Lounge 15 - 20 L
Medical Center 25 - 30 tl!
Kantor telepon II'II,!
15 - 30 'I,

Komputer 5 - 15
II III!
Restoran 10 - 25
11'1'
,1:1:

Illi:1I1
1",,1:
1
1,11:
i
Ili

7'1..
KECEPATANA~:~:::':::~N:'SAAANKAN,I
-------------.;..-r-------__ -J. '.'::_
AtRCONDITIONING

KECEPATAN MAXIMUM DALAM SALURAN YANG DIRENCANAKAN


APLIKASI KECEPATAN KELUAR, A;--
(m/S) Saluran keluar Saluran
\ Aplikasi isap
fcmpat tinggal, apartemen, gereja,
2,5 - 3,75 ~aluran Saluran
(kembali) I
kilmar tidur di hotel, kantor pribadi petl cabang rnls
~;Iudio siaran radio I
1,5 - 2,5 T empat tinggal
I Cedung Umum
Gedung bioskop
5,0 - 6,25 Apartemen dan karnar tidur hotel
I 4
7,5
3
5,5
I
3
5
I
I
5,0 -
-
j
I Gedung bioskop
i !
~edung lantai at as 8 6,0 6
7,5 J
Kantor pribadi. - mewah - 5,5
(~edung lant~i utama 4
10,0 Kantor pribadi - rata-rata
I - ,.."
0, ... 5
Kantor umum I 11 7,0 i 6 i
i I (:EPATAN UOARA MASUK LUBANG ISAP YANG OISJ..RANKAN
Restoran
Toko kedl
Toko serba ada-iantai bawah
!
I
!
9
I 7,0
7,5
i
I
I

I
I
6
6
I
I
, 10 8,0 I 6 j

Illkasi lubang isap (dengan tera/i)


K>?cepata-n me!aiui !uuang Toko siJa ada-Iantai atas
I
9 II 7,2
I
I 6 I
!
i~ ap (berdasarkar. groos I -1

area), mls
I J, uias daciah y'ang dipakai
(occupied zone)
4 ke atas
I ),llam daerah yang dipakai
agak jauh dari tempat duduk
3-4
deka! tempat duduk
2-3
III/Itu atau dinding
1 - 1,5 --
11.IDian bawah dari pintu
1 - 1,5

75
KONOISI TEMPERATUA DAN KELEMBABAN LUAS PENAMPANG HANTARAN NOMINAL
UNTUK PENYEGARAN UDARA INDUSTRI
1 2 3 4 5
Musim Panas Musim dingin ~:;~7:~ KABEL PENGHANTAA TEM- HANTARAN UDARA
NOUSTRI Tempe- Kelem- Tempe- Kelem- . 1-.: TEMBAGA SAGA ALUMINIUM KA-
PROSES .I:}~'It.

ratui baban FLEKSIBEL, BEL DAN KABEL TA- ALUMINIUM'


ratur baban
(C) relt (%) (C) relatif (C)
LEBIH NAH INSTALASI TEMBAGA DAN CAM-
I'. ~rcetakan
Mencetak I 24-27 45-50 24 45-40
FLEKSIBEL TETAP TELANJANG PURAN I
( )1 ,tikaMenggosok 27 DAN I ALUMINIUM I
80
, I >tografi
Membuat film 23-24 40-65
27
23-24
80
40-65
SANGAT BULAT
BENTUK
SEKTOR
TELANJANG i
:
Mencuci film 21-24 FLEKSIBEL
60 21-24 60 2 2 2 2
r Membuat bir 4-8 50-70 4-8 mm 2 mm mm mm mm
I 50-70 I
Jla-gula Membuat I !
I I
~

-
Jla-gula
manisan
/Menyimpan I
I 18-27
I
35-50, 18-24 35-50 I 0,5
0,75
I --
-
I

iI
I -
- I -
-
-
I
I
I
I man/san I 16-~4 I 45-55 II 16-24
I I .1,0
I
1,0 I
I - - - 1
I

Jlc.-gula I
Membuat
I
i
I
I
f I
45-55

I,
I 1,5
2,5
1,5
2,5
I
I
-
-
-
-
-
-
I
I
1
1
coklat I
!, 1~
I 45-50 18 45-50 4 I! 4
I
I - - - !i
I
Jlc.-gula
I
Menyimpan I
I II 6 -
'6 6 - 1

coklat I 16-24 I 40-50 16-21 40-50 10 10 10 10 -


I
I

I
Irrllasi Membuat obat
I 21-27 10-50 21-27 10-50 II 16 16 16 16 16
~cah belah Membentuk
ari tanah)
'sin
I 27
I 60 27 60 25 25 I 25 25 25 I,
I
Mesin pembuat 24-27 50-60 24 45-50 35 35
~sin
35 35 35
roda gigi 50 50
)trik 50 50 50
Alat Iistnk 24-26 50-55 24-26 50-55 70 70
70 70 70
;trik Mengiso/asi 21-24 30-40 21-24 30-40 95 95 95 95 95
>kok Membuat rokok 21-27 55-65 21-27 55-65 120 120 120 120 120
mintalan Menganyam 24-27 50-60 21-24 50-60 150 150 150 150 150
pas) I
185 185 185 185 185
mintalan I Memintal
pas) I 24-27 50-60 21-24 50-60
I
240
300
240
300
240
300
240
300
240
300
mintalan Menganyam 24-27 60-65 24-27
I 60-65 I
400*) 400 -400 400 400
Jtera)
500*:*) 500 500 500 500
mintalan
tera) ,
Memintaf 24-27 65-70. 24-27 65-70 II - 630 i 630 - 625
- 800 I
- ,- 800
mintalan Menenun 24-27 60-70 21-24 60-70 1000 1000
tera)
mintalan Meminta! 1 24-27 65 27 65 Sumber: PUlL 1977
(wo I)
minta/an Menenun 24-27 50-55 21-24 50-55
(wo I) *>' TId&k digunakan untul< kabei sangat fleksibel
~*) idem .

II,
77
KEMAMPUAN HANTAR ARUS TERUS MENERUS KABEL INSTALASI KEMAMPUAN HANTAR ARt:JS TERUS-MENERUS KABEL INSTALASI
I3ERISOLASI PVC TUNGGAL DENGAN PENGHANTAR TEMBAG~. BERISOlASI DAN BERSELUBUNG PVC DENGAN PENGHANTAR
(NYA, NYAF DAN SEBAGAINYA) DAN PENGAMANNYA, PADA SUH4 TEMBAGA (NYM DAN SEBAGAINYA) DAN KABEL FLEKSIBEl
KELlLlNG 30C DENGAN SUHU PENGHANTAR MAKSIMUM 700C. SERTAPENGAMANNYA PADA SUHU KEULING 30 DENGAN SUHU
PENGHANTAA MAKSIMUM 70 o e.
1 2 3 4 5
1 2 I 3
I I UNTUK PEMASANGAN UNTUK PEMASANGAN
I
I
! OALAM PIPA INSTALASI 01 UOARA PAOA ISOLATOR I LUAS PENAMPANG I KEMAMFUAN HANTAR I KEMAMPUAN HANTAR
LUAS
KEMAMPUAN KEMAMPUAN !KEMAMPUAN
NOMINAL ARUS MAKSIMUM
I ARUS NOMINAL
PENAMPANG KEMAMPUAN
HANTAR
HANTAR HANTAR HANTAR
KABEL KABEL MI\KSIMUM PENGAMAN
I
NOMINAL
ARUS ARUS mm 2
A A
KASEL ARUS
NOMINAL ARUS r NOMINAL
MAKSIMUM
MAKSIMUM MAKSIMUM j MAKSIMUM I
KABEL KABEL! I 1,5 19 20
PENGAMAN PENGAMAN I
2,5 25 25
i mm2 I A A A I A I 4 II 34 35
:
I

I 1
1,5
I
11 10"
16
19
24
I 20!
?C I
6
10
44
q1
50
63
I
15 II _J
i
I
I

2,5 20 20 I 32 3S ! 16 32 80 II
4 25 25 42 50
I 25 108 100
6 33 35 54 63
I 35 I 134
-
125
50 161 160
10
16
45
61
50
63
73
98
80
100 . I 70 207 224

25 83 80 129 125 95 249 250


35 103 100
125
158 I 160
200
120 291 300
50 132 197 150 334 355

70 165 160 245 250 I 185


240
380
450
355
425
95 197 200
250
I 290 300
355
I,
12C 235 I 345 300 520 500
j
150 - - 390 ~425
185 - - 445 I
425 I Sumber: PUlL 1977

I I
240 - - 525 500 I
300 - - 605 I 600 I r
I .
-
~-

400 - - 725 710 I

-
500 - - 825
I 850
J
Sumber: PU:~" i977
Q

FAKTOR KOREKSI UNTUK KEMAMPUAN HANTAR ARUS ',,%dr I KEMAMPUAN HANTAR ARUS KABE.L TANAH BERISOLASI DAN
TERUS-MENERUS KABEL INSTALASI BERURAT TUNGGAL ATA4 ';~~~ f~ 1 BERSElUBUNG pvC DENGAN Pt:NGHANTAR TEMBAGA (NYY.
BANYAK DAN KABEL FL~KSIBEL OENGAN SUHU PENGHANTAP. "I,' t; :
NYFGbY DAN SEBAGAINYA) TEGANGAN KERJA MAKSIMUM 1,8'
MAKSIMUM 700(; SUHU KEUUNG 30C SAMrAl OJ:'N~AN 55C ' ;
kVARUS SE ARAH UNTUK KABEL BERURAT TUNGGAL DAN 0,6/
" kV SISTEM FASA-TIGA UNTUK KABEL BERU RAT DUA. TIGA
1 2 3
DAN EMPAT SUHU KEUUNG 30C, SUHU PENGHANTAR
% DARt KEMAMPUAN HANT AR ARUS MAKSIMUM 70 oe. TAHANANPANAS JENIS TANAH 100c CMM'ATT.

'r-
SUHU KELILING MENURUT TA8EL 4,2 DAN TABEl 4,3 I
tOe
BAHAN ISOLASI PVC BAHAN ISOLASI KARET
1 2 I
-J
3 4 5 I 0 7 i
~
KEMAt,,1PUAN HANT AR ARUS KABEL
LUAS
< t ~ 30 100 98 8ERURAT ~UA BERUAAT 3 DAN 4
PENAMPANG BERURAT TUNG GAL
30< t ~35 94 90 NOMINAL
01 T ANAH DI UDARA Of TANAH 01 UDARA 01 TANAH 01 UOARA
35 < t ~ 40 87 80
mm 2 A A A A A A
40 <
45 <
t
t
~
~
45
50
80
71
I 69
I 56 1,5 33 26 27 21 24 18
50 < t ~ 55 62
I 40

Sumber: PUlL 1977


I 2,5
4
45
58
35
46
36
47
29
38
32
41
25
34
6 74 58 59 48 52 44
10 98 80 78 66 69 60

FAKTOR KORE1<Sl UNTUK KEMAMPUAN HANTAR ARUS 16 129 105 102 90 89 80


TERUS-MENERUS INSTALASI BERURAT TUNGGAL ATAU BANYAK 25 169 140 134 120 116 105
DAN KABEL FLEKSIBEL DARI BAHAN KHUSUS TAHAN PANAS 35 209 175 i60 150 138 130
SUHU KELlLlNG 01 ATAS 55C. 50 24~ 215 187 180 165 160
/' 70 312 270 231 230 205 200
1 2 3
1----
SUHU KELILING tOC '95 374 355 280 275 245 245
010 DARI KEMAMPU-
120 427 390 320 320 280 285
HANTARAN DE- HANTARAN DE-, AN HANTAR ARUS
150 481 445 356 375 316 325
NGAN BATAS ,NGAN BATAS MENURUT TABEL
)85 552 510 409 430 356 370
SUHU 100C SUHU KERJA 130C 4.2 DAN TABEL 4.3
240 641 620 472 510 414 435
55
65
<
<
t
t
~
~
65
70
55
145
<
<
t
t
~
~
145
150
100
92 I
300
400
730
854
710
850
525
605
590
710
,I 463
534
500
600 fi
l

1',1'

70 < t ~ 75 150 < t ~ 155


75 <
80<t~85
t ~ 80, 155
160
< t
t
~
~
160
165
85
75
65
I 500 988 1000
Sumbe,: PUll 1977
:111'

I
<
90 < t ~ 90 165 < t ~ 170 53 !:Ir
I
I\I!"I
I
90 < t ~ 95 i70 < t ~ 175 38 .,.
t \\,1'

Catatan: 'I
I'
Sumber: PUlL 1977 Tabel ini berlaku untuk satu kabel yang ditanam langsung dalam tana~
I

dengan beban' normal, dan untuk satu kabel yang dipasang bebas Of
udara dengan beban penuh. - II
"1"
II

xo

I(EMAMPUAN HANTAR ARUS KASEL TANAH SERISOLASI DAN
"

FAKTOR KOREKSI UNTUK PENENTUAN KEMAMPUAN HANTAR


IIERSELUBUNG PVC DENGAN PENGHANTAR AlUMINI.UM (NAVY,' <
ARUS TANJ,H BERISOLASI DAN, BERSElUBUNG PVC DENGAN
NA YRGbY DAN SEBAGAIN~A) TEGANGAN KERJA MAKSIMUM 1,at '.c:: LIMA URAT ATAU LEBfH {NYY, NAVY, NAYFGbY DAN
~.~~~~ SEBAGAINYA} UNTUK LUAS PENAMPANG NOMINAL PENGHAN-'
I\AV ARUS SEARAH UNTUK KABEL BERURATTUNGGAL DAN 0.61 iL

I KV SISTEM FASA-TIGA UNTUK KABEL BERURAT DUA TIGA TAR SAMPAI DENGAN 10 MM2 BERLAKU UNTUK TABEL 46
, DAN-
I )AN EMPAT. SUHU KELILlNG30C C~1JW. ,. 4,7 KOlOM 6 DAN 7

2 7
1 2 I 3

KEMAMPUAN HANTAR ARUS KABEL FAKTOR KOREKS! TERHADAP TABEL 4, 6


LUAS
1'( NAMPANG
DAN TABEl 4, 7
II Nor.1INAL BERURAT TUNGGAL BERURAT OUA BERURAT 3 DAN 4 JUMLAH.URAT
LUAS PENAMPANG NOMINAL PENGHANTAR
01 T ANAH 01 UOARA 01 T ANAH 01 UOARA 01 T ANAH II 01 UOARA YANG DfBEBANI
,
11

I 1 SAMPAI DENGAN iOO MM2

A A A I A i A I A J 01 TANAH (KOLOM 6) -f 01 UDARA (KOLOM 7)

G
4 45
57
36
45 I
36
45
I
II
29
37!I
I 32
40
I
I
26
34
1 I
5
7
0,70
0,60
0,75
0,65
I ,
10 76 62 61 I 51 j 53 I 46 i 10 0,50 0,55
13
?5
I 102
134 J
82
11 0
79
102
I
I
70
94
I
I
69
89
!
!
62
82
i
I
14
19
0,45
0,40
0,50
0,45
:)5 I 160 ! 135 125 115 107 I
, 100 I
!
24 0,35 0,40
so 191 165 147 140 129 125 40 0,30 0,35
70 240 . 210 178 180 156 155 61 0,25 0,30
95 289 260 218 215 191 190
I~O 334 300 245 250 218 220 Sumber: PUlL 1977
ISO 374 350 280 290 245 250
185 427 400 316 335 276 285
:1-10 498 480 369 395 320 340
'H)O 570 550 414 460 365 390
100 659 660 481 550 418 460
1100 765 780
- I
Sumber: PUlL :977

, ,I/alan:
I, d )(~I ini berlaku untuk satu kabef yang ditanam langsung dalam tanah
,It'llgan beban normal, d~m untuk satu kabel yang dipasang bebas di
; I' I. Ira dengan beban penuh.
KEMAMPUAN HANTAR ARUS TIGA KABEL TANAH BERURAT KEMAMPUAN HANTAR ARUS "TIGA KABEL TANAH BERURAT
TUNGGAL, BERISOLASl DAN BERSELUBUNG PVC, TANPA. TUNG GAL, BERISOLASI DAN BERSElUBUNG PVC, TANPA
PEAISAI (NYY, NAVY DAN SEBAGAINYA) DIPASANG SEJAJAFt PERISAI" (NYY, NAVY DAN SEBAGAINYA) DIPA3ANG TERIKAT
PADA SISTEM FA SA-TIGA TEGANGAN KERJA MAKSIMUM 0,611 MEMBENTUK SEGIT1GA PADA SISTEM FASA-TfGA TEGANGAN
KV SUHU KEULING 30C, SUHU PENGHANTAR MAKSIMUM 700 e KERJA MAKSIMUM 0,6/1 KV. SUHU KELILING 30C, SUHU PENG-
TAHANAN PANAS JENIS TANAH 100C CWtlW. HANTAR MAKSfMUM 70 C TAHANAN PANAS JENIS TANAH 100C
Q

2 CMNV.
3 4 5

LUAS
KEMAMPUAN HANT AR ARUS KABEL DENGAN 1 2 =C=3 4 5
PENAMPANG PENGHANT AR TEMBAGA PENGHANTAR ALUMINIUM KEMAMPUAN HANT AR ARUS KABEL OENGAN
LUAS
NOMINAL PENAMPANG PENGHANTAR TEMBAGA PENGHANTAR ALUMINIUM
OITANAH DIUOARA 01 TANAH 01 UOARA
NOMINAL
mm2 A A A A I 01 TANAH
I OIUOARA 01 TANAH DIUDARA

16 107 100
;1 mm 2
A A I
A A
83 78
25 138 ,
-f""'-
..:;;) 107 105 16 98 86
I 75 I 67 i
35 165 170 129 130 I 25 12S 120 98 I 91 I
I!
I
t
I
50 196 205 151 160 I
I
35 151 , 145 116 I 115 i
j i
70 240 260 187 200 I 50 178 180 138 140 i
i
I
70 218 225 169 175
95 289 320 223 245 I 95 263 280 205 220
"

120
150
329
374"
375
430
258
289
290
335
I 120
150
298
338
330
380 .
231
263
255
295
I
185 418 490 325 ~O 185 383 440 294 340 I
590 374 240 436 530 338 410 I !. IIII

240 481 460 1.1

300 552 680 423 530 300 490 610 383 470
400 632 820 490 640 400 579 740 445 570
500 730 960 561 740 500 659 560 507 076

Sumber: PUlL 1977 Sumber: PUlL 1977


VIDE 0271 aI. 69

I :,(alan:
"Ihel ini berlaku untuk kabe! yang ditanam !angsung dalam tanah Catatan:
11,,/ HJan beban normal dan jarak antar pefmukaan kobel kira-kira 7 em, Tabel int berlaku untuk kabel yang ditanam langsung dalam tanah
d", untuk kabel yang dipasang bebas di udara dengan beban penuh dengan beban normal, dan untuk kabel yang dipasang bebas di udara
.1,111 jarak antar permukaan kabel sarna dengan diameter luar kabel. dengan beban penuh.
FAKTOR KOREKSI UNTUK PE"'ENTUAN KEMAMPUAN HANTAR
FAKTOR KOREKSI UNTUK PENENTUAN KEMAMPUAN HANTAR
ARUS KABEL BERURAT TUNGGAl YANG DITANAM BERKEL~
ARUS KABEL YANG DITANAM [lAlAM TANAH DENGAN TAHANAN
PANAS JENIS BERBEDA OARI 100C CMlW FAKTOR KOREKSI ==
POK DALAM 'TANAH PADA SISTEM FASA - TIGA
FAKTOR A x FAKTOR B.
3 4
---
Jumlah sistem dalam tanah 2 3 4 1
TAHANAN PANAS JENIS
I2~'3l~p~l7
70i !
f8l
~ 100 1120 150 j! 200 250!
1,1

.Faktor koreksi terhfidap tabel 4,9


llfltuk kabel sejajar. 0,82 0,74 I
TANAH (OC emfW)
lUAS PENAMPANG -- -
L '
___ J ______ -
I I
----:-- ______ ~1 ---!
I
0,68
Jarak antar permukaan kabel 7 em.
I PENGHANTAR Q (mm') FAKTOR A I
Faktor koreksi terhadap tabel 4.10
untuk kabel terikat memben1 uk segi
Q < 25 I 1 , 1 [ ' 0,94; 0,87 ; 0,78 0,721 0,67 :
'I' i
0,85 0,77 0,72 35 < Q < 95 11,13 1 ,O,93~0,86iO.76:0,70!O.64;
tiga. Jarak antara permukaan kabel i
120 < Q <240 1,14 1 ;0,9310,851 0 .76:0,69 O.63!
I
dua sistem 25 em.
I f--3_oo_<_Q_<_so_0_ _ _ _-+-i 1_,_15_1~1 i092 iO,8~ 0, 7~: 068 !0,63 i
Sumber: PUlL 1977
JEf-JIS KABEL I' 'I i -~-,~r;~~?R.l ~----;'-----I- ---~,'
Kabel berurat 3 dan I
4 dengan tegangan I Ii' 1 i 1 1! 1 . ,!

I'
FAKTOR KOR~KS! UNTUK PENFNTUAN KEMAr~PUAN HANTAR
I i I
ke~8 0,6/1 kV. ! I
ARUS K~BEL ARUS SE AR.A.H BERURAT TUNG GAL DAN KP.BEL I~-------------------~I--~'--~--+--~---
BERURAT BANYAK YANG DITANAM SEJAJAR DALAM TANAH ' Kabel berurat dengan Il
0,98 1
I1,01 I11,01 I1,,02 'j ',02 I'
1
l
I ',02 I
JARAK ANTAR PERMUKAAN KABEL 7 eM. tegangan kerja 0,6/1 kV I . I ! J
1 2 3 4 5 6 7 8
I
Tiga kabel tanpa I " I
Jumlah kabel
dalam tanah
2 3 4 5 6 8 10 II tunggal
perisai berurat
dengan ' r 1,01 1 1 0,98
I I
0,97 O, 97 IO,96!
I

Faktor koreksi I II ke~a 0,6/1 kV. II I ~I


terhadap tabel
Surnber: PUiL 1977
i
tabel 4,6 sam-
pai dengan 4,8
0,85 I 0, 75 1 0,68 0,64 0,60 0,56 0,53
I

I dan 4.18
I I I
Sumber: PUlL 1977
FAKTOR KOREKSI UNTUK PENENTUAN KEMAMPUAN HANTI'Sl WARNA URAT KABEL TANAH BERPERISAi BERISOLASI KERTAS
ARUS KABEL TANAH BERISOLASI DAN BERSELUBUNG P:VC JEr~IS NKBA DAN GPLK I

DENGAN TEGANGAN KERJA 0,611 KV PADA SUHU KELlU,..G -, ,"I

8ERBEDA DAR' 30C.


-
~_--~----2-----N-KLB-A----'3------r-----4--~
1 2 3 4 5 6 7
. - JUMLAH DENGAN URAT
TANPA URAT GPLK
Suhu keliling (OC) 15 20 25 30 35 40 URAT HIJAU-KUNING
HIJAU-KUNING
Faktor koreksi untuk (KOOE "J") (KODE "0") I
kabel ditanam dalam 1,12 ~---------r------------~-------- ----~--------:
1,18, 1,07 1 0,94 O,~7 hitalTi rnerah Ii
2
I! tanah biru warna alam
I Faktor koreksi un- I
I
I
hijaulkuning I hitanl mer2h !
i
I tuk kabel dipasang - -:- 1,06 1 0,94 I 0,87 3 hitam I biru
I
I kuning !I
di udara I -I I biru coklat biru !
----------~--~----~--~----~--~-~. -.1
Sumber: PUi:" 1977 - hijaulkuning hitam merah
hitam bi:u kurring
I,',
4 biru COk!2t biru
coklat hii2m birui}<uning

I i hijaulkuning ----1 !

! hitam
l
I
5 biru

b::
ooldat
hitam
I. Keterangan: l-w-a-rn-a-a-l-am--=-w.L-a-rn-a-a-l-a-m-ke-rt-a-s~--------;
hijeulkuning = hijau/warna alam;
I untuk hantaran pengaman
I cokiat . ::- warna alam
I hirulkuning = tanda bentuk cincin;
J untuk hantaran netral

Sumber: PUlL 1977

\11,

i i.
88
, KEMAMPUAN HANTAR ARUS KABEL TANAH BERPERISAI BENGAN
PENGHANTAi1 TEMBAGA BERISOLASI KERTAS DENGAN
FAKTOR KOREKSI UNTUK PENENTUAN- KEMAMPUAN HANTAR
ARUS KABEL TANAH BERISOLASI KERTAS DENGAN PEUNDUNG
PEUNOUNG TIMBEL (NKBA. GPLK DAN SEBAGAINYA). TEGANGAN TIMBEL DENGAN TEGANGAN KERJA 0,6/1 KV PADA SUHU
\ KERJA MAKSIMUM 0,6/1 KV. SUHU KELILING 30~. TAHA"'AN
i KELlLiNG BERBEDA DARI 30C.
\ PANAS JEN1S TANAH 100C CM/W.

1 I 2 I 3 I 4 5
J 2 3 4 5 6 71
KEMAMPUAN HANTAR ARUS KABEL I
Suhu keliling (OC) I 15 20
--~_-_--+I--,~--+---+--t---. -
25 30 35-----1 40
,----i
I
LUAS PENAMPANG
BERURAT DUA !I BERURAT -3 -DAN 4 Faktor koreksi untuk I ! I
NOMINAL f----
01 TANAHIO' UDARA!OITANAH 01 UDARA
--- kabel ditanam dalam 11 1,14 1,10 1,05 1 0,90 I' 0,90 I
tanah.
mm 2 A
---~ A ! A A I Fak10r koreksi untuk I
! I 1,05
I!--:
/' I 0,89
..
I !
I'i. kabel dipasang di iI - - 1. I, 0,95 I !
1,5 28 27 24 22
2,5 .... Q
0V 36 :12 30 ~dara _______._------.-.!_ I I I I ___J
4 50 47 .43 39 Su:nber: PUll 1917
6 fA 59 54 50
10 85 80 73 68

16 ~ 14 105 96 90
25 146 140 123 120
35 177 170 150 150
50 214 205 177 180
70 264 260 223 230

95 319 310 264 280


120 359 360 300 325
150 410 410 341 370
185 455 470 382 420
240 519 550 437. 490
300 582 491 560
400 ; 673 564 660

Sumber. PUlL 1971

-I

Catatan:
Tabel ini berlaku untuk satu kabel yang ditanam langsung datum tanah
dengan heban normai, dan untuk satu. kabel yang dipasang bebas di
udara dengan beban penuh.

90
EKIVALEN METRIK
SATUAN MEKANIKAL DAN LlSTRIK EKIVAlEN
----------------------------t-~
.
SATUAN NILAI EKIVALEN DALAM SATUAN . NtLAI SATUAN DALAM
UKURAN lINfER
SATUAN LAIN SATUAN LAIN
\
,1'1

1 centimeter = 0.3937 in. 1. in = 2.54 centimeter


1 watt detik
=
1 deGimeter 3.937 in. = 0 ..328 feet 1 ft = 3.048 decimeters
0.000000278 Kilowatt jam
1.000 wat jam
=
1 meter 39.37 in. = 1.0936 yards i yard = 0.9144 meter 1.34 EHP PK JAM
1 joule == 0.102 Ki!ogrametre Kilowatt 2.656.400 ft.-lb.
1 kilometer = 0.62137 mile mile = 1.6093 kilometers 0.00094 British Thermal Jam = 1 feet pound
Unit
UKURAN LUAS 0.2381 Kalori 3.600.000 joules
0.73 ft.-lb. Feet Pound . 3.440 British Thermal Units
1 sq.centimeter = 0.1550 sq.in. sq.inc = 6.452 square 366.848 Kgm
centimeters
1 sq.decimeter = 0.1076 sq.H. sq.foot = 9.2903 square 1,048 watt detik
decimeters 778 Feet Found 767 watt.
1 Bri~:sh 252 K2.lori
1 sq.meter = 1.196 sq.y(~. 1 sq.yd = 0.8361 sq. meter 33.000 Feet Pound'min.
Thsr~~T~:31 108 Kgm
1 hektar = 2.47. acres. acre = 0.4047 hek1ar U~j!s = O.C0029i Kilowatt Jam 550 Feet Poundldtk.
1 sq.kilometr ~ 0.386 Y~.m~l 1 sq.mile = 2.59 sq.kilometer 0.000388 E PH Jam 1 PK/ 2.580 British Ther-
UKURAN VOLUME
0.00087 lb.water evapo- TK = mal Unitsl1am
rated at 212::F 43 Btu/min
0.71 Btu/dtk.
1 cu.centimeter = 0.061 cu.in. 1 cu. inch = 16.39 cu.
centimeters 4~2 joules
1 cu.decimeter = 0.0353 cu.ft. 1 cu. foot = 28.317 cu. Kalori = 3.10 Feet Pound
decimeters 0.003968 Stu
1 cu. meter = 1.308 cu. yard 1 cu. yard = 0.7646 cu.meter
1.36 joules
2.6417 gallons 1 gallon = 0.3785 dekaliter
0.1383 Kgm
1.000 watts
1.34 PK
1 Feet 0.000000377 Kilowatt Jam 1.000 joules perdetik
BERAT Pound = 0.00129 Btu 1 Kilowatt 2.656.400 Feet Poundljam
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ Jam = 44.240 Feet
1 gram = 0.03527 ons 1 ons = 28.35 grams 0.746 Kilowatt Jam 737.3 Feet Pound/dt.
1 kilogram = 2.2046 pon 1 pen = 0.4536 kilogram PK Jam = 1.980000 Feet Pound 3.440 Btu/jam
1 metric ton = 1.1023 English ton 1 English ton = 0.9072 metric 2.580 Btu 3.440 Btuljam
ton 273 740 Kgm 57.3 Btufmin
0.955 Btu/dt
METRIK EKIVALEN

1 decimeter = 4 inci kilogram = 2 1/2' pon


1 meter = 1.1 yards metric ton =2200 pen
1 kilometer 5/8 of mile
1 hektar = 21/2 acres

92
~
.c
~
KONVGRSI TENAGA J<U[)!\ (HP/PK) KE KILO'vVA n
------- . - ----------
0 7
2 3
.----~-.-----~--
4
..... --.-- .- - .....
5
-~ , ' - ' - ". ----_ .. _6
.. -----.~.------
8 9

HP J<;N KW KW K'vV I<W KW KY./ KV'; KW t<:VV.

0 0.746 1.491 2.237 2.983 3.729 4.474 5.220 5.966 6.711


10 7.457 8.203 8.948 9.694 10.440 11.186 11.931 12.677 13.423 14.168
20 14.914 15.660 '16.405 17.151 17.897 _ 18.643 19.388 20.134 20.880 21.625
30 22.371 23.117 23.862 24.608 25.354 26.100 26.845 27.591 28.337 29.082
40 29.828 30.574 31.319 32.065 32.811 33.55"1 34.302 35.048 35.794 36.539
50 37.285 38.031 38.776 39.522 40.268 41.014 41.759 42.505 43.251 43.996
60 44.742 45.488 46.233 46.979 47.725 48.471 49.216 49.962 50.708 51.453
70 52.199 52.945 53.691 54.436 55.182 55.928 56.673 57.419 58.165 58.910
80 59.656 60.402 61.148 61.893 62.639 63.385 64.130 64.876 65.622 66.367
90 67.113 67.859 68.605 69.350 70.096 70.142 71.587 72.333 73.078 73.824
100 75.570 75.316 76.062 76.807 77.553 78.299 79.044 79.790 80.536 8~ .281
------._.,-----

.. -

KONVERSI KILOWAn t<E TENAGA KUDA (HP/PK)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 .9

Kilowatt HP HP HP HP HP HP HP HP HP HP
0 1.341 2.682 4.023 5.364 6.705 8.046 9.387 10.7:!8 12.069
10 13.410 14.751 16.092 17.433 18.774 20.1'15 21.456 22.797 24.1 38 25.479
20 26.820 28.161 29.502 30.843 32.184 3~).525 34.866 36.208 37.549 38.890
30 40.231 41.572 42.913 44.254 45.595 46.93G 48.277 49.618 50.9(;9 52.300
40 53.641 54.982 56.323 57.664 59.0 ')5 60.3.116 61.687 63.028 64.3)9 65.710
50 67.051 68.392 69.733 71.074 72.415 73.7CiG 75.097 76.438 77.Trg :20
60 80.461 81.802 83.143 84.484 85.8;:5 87.'! 66 88.507 89.848 91.189 92.530
70 93.871 95.212 96.553 97.894 ~~9 .2~~5 IOO.S8 101.9? 103.;~6 10t60 105.94
80 107.28 108.62 109.96 11.30 112l:)5 113.99 '115.33 116.67 11~.O1 119.35
90 '120.69 122.03 123.37 124.71 126.06 1.'27 '/\0 -128.7{~ 130.08 131.42 132.76
100 134.10 135.44 13B.78 138.12 '139.47 1 ,~O.81 142.15 143.49 1J14.83 1/l6.17
_____ ._~~v._._._._' ... _____ . . . __ _.. ~ _~_+_.

-.()
Jl

-=--=------:-~--=----=- ---:-=--~-'------=:----=--:--- -

"--
.__ ,..:...;- I

:1f"
"11::;
I.
(ARUS SE ARAH)
KONVERSI TEMPERATUR CELCIUS - FAHRENHEIT ,'; ( PERKIRAAN AMPER PAOA BEBAN PENUH
.;~~ i
DERAJAT DERAJAT DERAJAT DERAJAT DERAJAT OERAJ,\T '~'#".,'
'iff 1 VOLTASE I
C F C F C F ":::4 ' HP/PK
220 400 440 460
-40 -40 20 68.0 80 176
69.8 185 1 5.0 2.8 2.5 2.4
-35 -31 21 85
-30 22 71.6 90 194 2 9.0 5.0 4.5 4.3
-22
-25 23 73.4 95 203 3 12.5 7.1 6.5 6.2
-13
-20 -4 24 75.2 100 212
-15 5 25 77.0 105 221 5 21.0 11.0 10.0 9.6
-10 14 26 78.8 110 230 7 1
/2 30.0 I 16.0 14.6 14.0
-5 23 27 80.6 i 115 239 10 40.0 I
I
22.0 20.0
I
19.0
0 32 28 82.4 !I 120 I
248 I
I
1
I
33.8 29 84.2 125 257
I
15 59.0 '\ 32.0 29.0 I
I
28.0
,
f

2 35.6 30 86.0 130 266 20 77.0 i 42.0 37.5 I 36.0 I


I
3 37.4 31 87.8 135 275 30 '114.0
I
63.0 57.5 II 55.0 I
,
4 39.2 32 89.6 140 284
I - I

5 41.0 33 91.4 145 293 40 150.0 84.0 75.0


93.0 i 89.0 i
34 93.2 150 302 50 187.0 103.0
6 42.8 ,I I
7 44.6 35 95.0 160 320 75
I 267.0 I
I
154.0 140.0
I
134.0
8 464 36 958 "'''''0
II
i 238
! I
9 48.2 37 ! 98.6 i 180 356 100 370.0 ! 204.0 185.0 I 177.0 i
I

10 50.0 38 100.4 I 190 I 374 125 450.0 247.0 225.0 215.0


11 51.8 .39 102.2 200 392 150
I 550.0
I 303.0 275.0
I 263.0
I,

II
12
13
14
53.6 '
55.4
57.2
40
45
50
104.0
113.0
122.0
250
300
350
I 482
572
662
I

ii,

15 59.0 55 131.0 400 752 '\1


I!'\

16 60.8 60 140.0 500 932

~:
17 65 149.0 1000 I!],
62.6
70 158.0 1500' I
18 64.4
3632 I
75 167.0 2000
I
1,1',I,'i

19 66.2 II
:11:

1 97 i I
. MOTOR ARUS BOLAK - BALIK MOTOR ARUS BOLAK-BALIK
PEAKfRAAN AMPER PADA BEBAN PENUH SATU FASE
. PERKIRAAN AMPER PADA BEBAN PENUH 3 FASE

HP/PK VOLTASE FASE SATU VOLTASE 3 FASE


200 346
HP/PK
400 500 220 380 400 415 440
1 7 4 4 3 1 3.8 2.1 2.0 . 2.0 1.8
2 15 8
3
7 6 2 6.3 3.6 I 3.5 3.5 3.1
22 13 11 5.0 4.5
9 3 9.0 5.2 5.1
4 26 15 I
13 11
5 14.5 8.2 7.8 7.5 7.0
5 29 17 15
6 34 20 , 17
12
14
rI 7 /'2
1
21.0 12.5
15.5
11.5
14.5
11.0
14.0
10.5
13.5
I
I
I
7 1/ 2 I I II 10 27.0 I
43 25 I I

I 22
I 17 1') 1 I
34.0 1 18.6 17.5 17.0 16.0
---.+------t-
I
10
-
55 32 I 28 22 ----<
f
20.0 i
!
15
20
39.0
51.0 l 23.0
31.0
22.0
29.0
!I!

I
21.0
28.0 26.0;

I 25 64.0 I 38.0 36.0 I ')5 0 I 33.0 :


i-
I

I
I
30
40
76.0
100.0
i
44.0
60.0
42.0
57.0
t-I ~:.O 1--
0~.O I
38.0
~~.o
!
1
I 50 1230 720 685 I 60.0 I OL 0 .
I I i i
r--
I
II
60
75
90
147.0
182.0
218.0
87.0
108.0
131.0
! 83.0
102.0
124.0
I 80.0
99.0
120.0
I
I-
I
76.0
93.0
113.0
I
I
I
II
!
II
100 241.0 I -180.0
147.0 140.0 135.0 127.0
125 300.0 170.0 165.0 156.0 I
150 360.0
I 219.0 207.0 200.0 189.0 I
I
I

i
I
200 478.0 284.0 269.0 260.0 245.0
,I
250 596.0 1 355.0 337.0 325.-0 307.0

! 300
I 714.0
I 420.0 399.0 385.0 - 364.0
I

98
CONTOH INTI GEDUNG BENTUK TOWER (MENARA) I
. i
PINTU TANGGA DARURAT OISEBAR
RONGGA TANGGA OfLENGKAPI TABUNG UOARA. TEKAJ'J
(PRESSURIZED STAIRWELL)

~J. f,
-,
LlIT_L-l-=L~J=l---L~~-r--L-
I I ' I II I , , : J 1
i--
i
!-! .:--:
I I ' I ,

c
i
i

~I I ~ .,. I- I,'!.
-+-~
I I!
I' !-r:--, I !
.---;-t --:--t-r--i-, : . .
I i ! : : ' ,_-.-!
~!-+-+--+--t-----t-r--t:.-
I i~
!.: .-;
i : I. I I Ii..-LJ
iJ~~
I !
I j" i I ,
I

~~+4-+11-~~: I I
I

~~+-~~~+-~-irl~~r1-11~
r I I
I I
! I,
~~+-~~~rT-t-~~I-+~~-r~~

GEDUNG BANK BUMI DAYA PLAZA


TINGGI 32 LANTAf. LUAS LANTAI BERULANG 889 ,....12
lUAS INTI GEDUNG 169 M2 (19%)
STRUKTUR INTI GEDUNG STRUKTURAL + KOLOM TEPI
BEBAN GEMPA + ANG/N DIPIKUL INTI GEDUNG KANTOR DENGAN INTI GANDA STRUKTURAL
(STRUKTURAL DOUBLE CORE) DAN PORTAL BERTINGKAT
SATU BENTANG DENGAN KONSOl 01 KEDUA UJUNG

LUAS LANTAI BERULANG 884 M2


LUAS INTI = 204 M2 (23%)

J 100 1n,
1'1
UKURAN RUANG MESIN LIFT DAN JALUR KER~KAN TINGGf BEBAS MINIMUM (11) DAN KEDALAM~\N SUMUR
MINIMUM (17)
I

::z: ~________C-CDE I JEPANG ANSI as HKR MR_ I


8 IKECEPATAN ~------ I SUR I
UJ
CD

~
::z:
I 120 MPM lu2ft5_,2_E_)O__(_IT_'-_2__1_1/1_6_")-+-_5_, O-,-8_O..:..;.(1_6_'-_8"~)
-41 __
II
:s L-.000 FPM) ! _17 I 2,100 (6'-_'_0_3_/_4'_1-+--_2._134_(~7'_-O-=-)_ _----l1 II

, 150 MPM r
11 I 5,450 (17'-10 1/2") 5,195 (17'-0) I
I (500 FPM) ;--17-1~oo (7~-1-0--1-/2-"-)-+---2-,2-6-1-'-(7-'--5-'-)- - - - ,
I
f - - - - - - - - . -----.----r-------------1~--------~
)80 MPM i 11 I
5,900 (19'-4 1 1'4") 5,730 (18'-9 1/2") I
!
(600 FP~~L_~_~_L~~_?~J8'-1 3/8")
2,650 (8'-8 3/8)
210 MPt,,1 i 11 I 6,300 (2-~r-/---6-;:-)-----;1--6-,"1-,0-0-(2-0-'--6-'-')---""'1
I
I ~----; ----!-----------i'
i
.
(700 FP!-V1) ! 17 3,200 (10'-6") !
--~------
3,200 (10'-6")
~
i
KAMAF ~.~ESIN
r-;-----,
M-G )
'y_ .-
;
~.----- ~---. -------.!.
TENt-.GA LISTRiK UNTUK SATU LIFT

I CODE
I MOTOR 1 Ii.!~
!PENGGERAY; KVA: A.>/'P
PANJANG KABEL MAXIMUM
5- 1-1.1.1< 114 M~.-i< ! 22 t!.~.~2! 30 MMl

JARAK BEBAS (Ol-i)


,i8 750 2S-3O t--~i-8';
t
i <:0 130) -1141) i 53(202.,l 91("'44) ' , 38 /::;21\1 183(-)
i . -, 1 ' . t I"" t \-.": :
DAN KEOALAM SUMURAN MINIMUM P 8-750-2S-45 i 5,5 ! 12.51 60(50) -(105) I -(150) ' 65(255) I 98(337) i 131(-)
J 14 1 5,5 :
8-750-25-60 7,5 i 15,61 75(50)! -( 72) ! -(104) 48(1n} I 74(268) I 95(-) 18
~
~
KECEPATA
JEPANG
I 8-1000-2S-3O 5,5 !12,5! 6O(50)i -{ 96) -(137) 61(234) I 92(35-1) I i23(-)
I 82(326) I l09H
12 5,5 I
120~m OH 5250 (7-2 11116") I 8-1000-2S-45 5,5 1 12,5 I 60(50) I -( 68) -(126) 54(215) 18 5,5
I
-< 54j -(133) j 56(202) I 72(-)
(400 Jll)m) P 2.100 (6'-10314) ,
150~ . OH 5.45 (17'-10 1/2) !
8-1000-2S-60 11 !21.8!100(75U -( 78) 24 5.5 !
(500 !pm) P I 2,45 (7'-10 112)1
180 Jll)m OHi 5,900(19-4 1/4) I
(600~) P 2,700 (8'-103/8) I
210 rTl>fl1 OH 6,300 (20'-8") I
(700 !pm) P 3.200 (10'-6") I

102 101
,I I
i

DATA HITACHI
BE8AH

'""---- " -- - - - -

C.H MINIMUM & P. MINIMUM

~CEPATAN KOOE MM
(MILIf';'EIE~) ;
I
RUANG MESIN RUA.% M59~
2 Mldt O.H 5,250 LE~PI""
(400 (pm)
j
I) J lI.FT TU MJ.SUI( IUFT 2UFT 3 LIFT kg (Lbs) I
P 2,100 ! S T RI R2
X If nwr\(t11n) S T S T
2,5 MIdi O.H 5,450 1
(500 fpm) . ~O ,11,200. 6.e.so
P 2,400 1 1 6500 2m 900 2700 SJOO 5800 5)()() 7500
3 MIdi O.H 5,900 1 ~
(21'-4M) (6~10 3/'-) (2'-11 112") (b'-()3/S") (17 -4 S/8 ) (19'-3/8") (17'-4 SiS" J (24-"") (1M SIS) (Z~ 05.000)
2
(600 fpm) P 2,7001 545'0 SMO S450 7500 5300
6500 2250 2700
(19'-3/8") (17'-() 51ft) (24'-7'11"") (17"10516')
3,5 Mldt O.H 6,300 l ....2- (21'-4") (7'-1, S/8" (8'-() J/P:) (t7' -'0 518")
(t~~n 1(18':~~') C24'~~~"") cJ~~) t
(700 fpm) P 3,200
DATA LIFT MERK HITACHI JEPANG
1 4 a i_"2,
6
1/;-~~6")
(21~:~8~ (7'-Z:~~6'\
'))()

(t-n lIZ") 1/!//


I ff-f6Oil8") (Ir~~
C19~~") (1~~;':.) 24':;O,~~) n8'~:~l
(':~') Ie fS,:~Sf/21 1{2l~~:"1 I(W::l~~
11,650 7,650
PS,6SO) ~3(0)1

1(21,~:57~8' In'-~~-)'
5 I

~ 7100 2250
(23' J lIZ") C7'-45/8")
2600 I
I
5450 5800
C9'- 2 1/4' ) (11"105/8) (19'-3/8')
S4SO 7600 5450
(17:"05(8) (24~11114") (11-10 S/~') 12,300 '6,250

~
7
7250 2300
1000
(3',J 3(8")
//1 ,/
;

5800 5600 7850 . '5600 r,l)() '8,150)

'(19'-31e~ (18'-41/2') {2S'-911&") c16'-IOld)


9
(Zi-9112", ("-6518/ 1//
5000 . 5600
(z~~a")
450
1. liZ") 2!l00
(9'-z 1/4 H)
5500 5SOO
{16:"'41/2'" (19'-3/8") (1~4 \f2"i C24~r;?g4) 18'-41/2'')
- 10IJ (

1(2~~n, Ir fl'~~~2.1 1000 :(q,-22~"\ I(W,'- 6'-""1 1(1<t~-~e'\ I(,~'~nl 1{24'~~'~~ ""I 1~~1
56SO 13,150 8.850

-E- IZ3T!9~/t'I
0
C'~2'1
2]'-9112", I( 6,-Zi~e"1
7250
2S00
~ ('ZJ7f'?/e"l (8'-2 liz-")
(3'-3 31~

/V ('C-3~aj h1S':~Jl8")
(~8") (1~~~18'i (2~;~8j (1~~8")
5&00
(19'-3/S)
5&00
(15!..J/s-J
5800
C19'-3/8')
5750
7850
25'-9 1Ie")
8300
(la'-fO 3I! (27'-2 3/4~)
C'~~S")
18'~Jt6")
j(28,9S0) (1!.soo)

15 lU~/8) 1(e'_i5~2 nco


3100
~110'-2 118')
,I ("'-lit")
5500
(~~") (~S" 1(V'~~4) tJ~'J 0,900 9,3:;0
seoo

VV seoo DO,roo 20,600


(19'-318') (27~~/4" ( IgL3/S")
5e.oo
~ (zs1\ 3,", (t:" 318")
5 2550 (3'-7311") (!f-3/~)
sa50
C19'-2 "10 1cJ'~/4") (1'1-2114")
5eGO 5650
l~~~'l 11~~rJ
M

17 C19!-318") )

SUWIER: P. T. SARAHG TEKNIt( (HITACHI

104 105
ESCALA to f ~
,,_ ~.~ ~ <.~- -::.. ~.,
~ :. ~, ~.'" "", I:' ., "'" "". .. \:~.-
'. ~ ... 'i - ~ "'~ }.' .,..
.'
-~
,

o "'0

I
I
I
I'
.
I
I
1 -l- r
~;:..
I
~~ , "
I
Ij~----------------~-'--------------~+~l
' W
--~. ~

DATA LIFT MERK OTIS I, \

III.

SETIAP PENUMPANG 70 KG
r- LAN TAl LIFT !UKURAN DALA.M I LEBAR I
Y.APASITAS
MM TABUNG UFT MM LEBAR PINTU
PIJAKAN
MASUK (A)
I
I 32 US 44 UB
-
W 0 W 0 STANDARD !
KG IORANG ------
LEBAR DAlAM LEBAR DALAM TINGGI I A 2000 + 1000 H 3000 + 1000 H

545 8 1530 1220 1935 1630 100 815 I


B 2500 + 1000 H 3500 + 1000 H
680 10 1680 1220 2100 1630 100 I 915 --

910 13 I 1931 1350 2400 1780 100 I 915


1135 16 2134 1524 2550 1950 100 I 1070 I
J

1360 20 2134 1680 2550 2140 100 I 1070


1586 23 2134 1880 2550 2340 100 1070
Sumber: PT Citas Engineering Co. Ltd.

Sumber: PT Citas Engineering Co. Ltd.

106 1(0
SPEEDWALK UNTUK AIRPORT SKEMA ZONING ELEVATOR BANK OF AMERICA
HEADQUARTERS SAN FRANCISCO
TINGG I 50 LANT AI
,... "I",
c:r
0
0
a
a
0
0
0
a
a
0
Mcrk: Hitachi
Sumber: PT Sarang Teknik
gl fDl

1356
I 1101
I 67S
I
Of
0

1 10
,

I Ig
I 444

~-t
j
I. IDi
234 181 J. I Ids'!rl
I

"

II Igi
,g
600
/0
c.
0
C
'"C;; CI
a
I I
I
0
1
I

I III

~:rtll~~~~--------~~~
: ,I

108 ]09
11
~

--
o
-im?\C/)w
-rm"m
Zm3:-<
'G)<crX
G') :l> 0 0 U:o
--i-co
.~
::0A
:x>m
os:
m
U>

QO>co m ("')N
mJJz-<(f) m 0,
em 0' (j)
O. z-I~
Zr:IJ(f)m ::0 2
G)m"r
<z m me'>
-"Q- zm
-"0 -i rO mi"
Oeo -i
r':o m CD 0 . ~~
JJOJ)J
Z(!)IJ-<
-i CZ - -.'"
-<
0-1
J:> "~ :00
:- ~iJ ~'c rn
r"-l __ z Z i'\J:)
O..l..-iC
Z A C
c~
C,_
cnO
fTlmAc ::0
i"
o
,...
.1 ~_ - . ' .I_.t-+- .- . ,..~

I
,.....,..
-- - 1- -I- ~ ..
1-1- I-+-..
- -
n

- :r "
-.11..1 .,.. I I I -r' .... 1.-1 -~
--

SKEMAZONING ELEVATOR DP,LAM GEDUi\lG SEARS' TOWER


(130 TINGK/I,T) CHICAGO U$;.\

PERHATIKAN POSlSI SKYLOBBY YANG D!~P/1,T DICAPAI D,lI.HI 3 EXPFiESS ELEVATOR


DAN SUB ZONING ELEV!-\TOR D/tJAM SETL/.\rJ ZONE.

r---\--i- 1 [1J
L---t~r- LANTAI "'10

LI,i'HAI C(,go.

20 Iv~
.,"~._ .. __ .. _ l

['. . 1-!
r-~" . . .r-
c-__ .'. '... .._[--_ . . __ .
1---l -~
L
- ----

L_... _ .. \ __ . __ .L.. __ -..


1,'1 1',) LANTAl ~>166
POTONGAN VERTIKAL TABUNG SAMPAH
GEDUNG BERTINGKAT

\ I 'i ~ \

I"
I

......

L : . I . ',,' ;, -;; :: " '. :

,:..~" '. , ,'. : '. ',..,'


,-,'.: -...
;'0,I
~ ~~
:. :-
......:.....
.-"
.. I

1
@I

:I:
~.:,'"

~(?:.. .' . ~. :~
o
' ,....
0.. f. <0
~ : ... -.:
-
(J)~
~ ~.,
.:.':j~"f
. -1-
'," ~ =..
c)z :, ... .. ~.~
"
f .:
: .. . ......-=.-- :-:,............
.... -.
_-
'RUANG z<
::>...1 , r:.a..' "' , o " ' , ", I ' : ~.: :' N.~:,.,"" . ,....
SAMPAH :~', ".",~", ':~.'~ ::.0C):.a..::~",
COO ~- .. '.~ ,-~
M _, I " . I, ', I, r- .... ,

~(!)
:::!Z
<:::l
t-C O~9
ww Sl
cc)

112
111
,
I LAYOUT KAMAR MANDl-we' HOTEL

we - MANDl - WASTAFEL DIPAKAI BERSAMAAN


,
oJ
W
f-
o
I

c:
t+-
il L
~
i~dl-1
.~
~~I ~_.,
t-j .
~~
o
o
. --1-----1-----------------
I oos . os-a -----l----------l-
c: I I (r(;t; :

o KAMAF~ T!rYJR

. ;~:
cc..:
:c
I tl...'
:=

1'1
PIPA-PIPA ~. ,~

DIPASANG !J)
;~
. l-

-'---
PAD A DINDING (J)
i
PIPE SHAFT Z :
<t i~
o '0
10
Ie.:
KAMAR TIDUR
:I: ,0 I'
<t c.: !w
CLOSET o !m I

Z o gi z
TEGAK LURUS w a: ~l~
DINDING c o
:x:: il-
SHAFT '<{
-l

;0

I
------t-

C]
I
l
ooa

114 115
TOILEl GEDUN'G KANloR

, SKALA 1:50

;'''----P-E--M-B-UA-N--G-~ LANT AI URINOIA

I-

-1
ill
: \
I-
0-.,...
-'-
a:
:J
0
i=
a:
~
~

~
:x:
<{
z
UJ
0
a: ,I
:::> I'
0
~
a:

~

~
I
I
I
__________ -.1

00 CLOSET DIPASANG BERTOLAK BELAKANG UNTUK


MENGHEMAT PIPA PEMBUANG
- - - - PIPA VENTILASI KOLEKTIF
!

116
117 ii,
I II
DE-l'A1L INTI GEDUNG BBD PLAZA PERLENGKAPAN SANITASI

13.00
+----,---- , +- OALAM KAMAR
UGARA LUAR OARI
2.50 PIPA VENTILASI

II) rl&----t-fi5_ 1
_Y "

I I b i iI
TANPA
VENTllASI

-l-
SUMBAT AIR TERISAP

(9 KELUAR

UDARA WAR

1"- RESERVOIR AlA


PIPA VENTIU.SI !
- r - , i::::- 1_
1/:. . ".-
PIPA PEt,mUt:"j~1
,
DiPfRPM~JANG
SAMPAI RONGGA
ATAP ATAU OE-
NGAN PIPA YANG
LEB1H KECIL
~~~~~~"Z'?~--4 SUMBAT AIR TIDAK
TERISAP KELUAR
KARC:NA ADA PIPA
VENTI LASt

SilA CLOSET TIDAK DllENGKAPI PIPA


VENTILASI MAKA SUMBA T AIR AKAN
TERISAP KElUAR DAN UDARA BUSUK
DARI SEPTIC TANK ATAU RiOlERING
AKAN MASUK KE DALAM KAMAR

P TOILET PRIA
W . TOILET \VANITA
fo PIPA SAMPAH .'-'

(Pi TABUNG PIPA KE SEPTIC TANKlRIOOL


ltJ) TABUNG UDARA TEKAN
~ TABUNG VENTILASI '
'% TABUNG INSTALASI llSTRfK I
":tC TABUNG LIFT KAPASITAS 18 ORANG/LIFT . I
F TABUNG PIPA KEBAKARAN
T TABUNG TELPON \
AHU 01 lUAR INTI
\
\\1

118
PER1_ENGKAPAN SANrrASI PEMIPAAN/PLUMBING
INSTALASI AIR DALAM RUMAH TINGGAL

PIPA VEN filA-Sf ,


T BETUl
WASTAFEL

CLOSET

PIPA
PEM5UANG

SUMBAT AIR PPA VENTI LAS;


TERISAP KE JAWAH "'~C:NCEGAH SU!.~BAT
I:R TERISAP

PiPA
VENTiLASI

SUM BAT AIR

PIPA PEMBUANG ARAH HORISONTAL


PELAT BETON TULANG TIDAK PERLU
OllUBANGI

O!NOING
TABUNG
PIPA

120 121 I

1,,1
Q
t f
t o<
z
i w

PIPA VENTILASI
KOLEKTIF PER-
I
-,
LENGKAPAN SA-
NITASI8ANGUNAN
8ERTINGKAT eA-
NYAK

Ii
1
....
~
o
<l:
a.
Z'
<t
0:
o
....
o
~

Z
<l:

I,'

PIPA NR KOTOR -_._._. - - -


PIPA KOTORAN PAOAT ---<---< C(
PtPA VENTtLASI -- - - - - __ _

Ii

IU
1--

" + ,g
C)-
z~
<z
:J-
a:a:
POMPA PEMBUANG AMPAS SEPTIC TANK UNTUK
BANGUNAN BESAA .

1---1 I CJ)
~
+ 0 ~
a:
o
-.J MOTOR POMPA ----t-.
I
o
(9
c-, 2
~ <l:
0
0
:J
a: -f
.....
w
2 , I.
:2!
:J
<l:
(9
-2 I I
..J o ,.-
f-
0 o
> 0... I t - - - i t - - - - - - - -_ _
a:
<::
(f')
0
l.J ., I
w "i
CO
I,
Z
<
Z
:.l
(!)
Z
<::
Ol
AIR KOTOR DAN KOTORAN PADAT DIOLAH SECARA
~
Z ALAMI DALAM SEPTIC TANK.
~ AIR YANG TELAH DIPROSES: BERSIH OIlSAP
()
DENGAN POMPA KELUAR DAN AMPASNYA DIPOMPA
~
a.. KE LUAR UNTUK DIBUANG 01 TEMPAT PEMBUANGAN
w
en o z
~ <
(9
L[)
z
o
f-
o
0..

~
z

a:
....oo
~

, r,;
. ,,-.,'.
124 I~:
DE'fAll POMPA PEMBUANG PEN~OLAH AlA LIMBAH/WASTE PROCES~ING PLANT
1472 M3
,
MOTOR POMPA --~

DINDING BETON REINFORCED CONCRETE


TULANG 0.20 m WALL 0.20 m ,I
I

";---+-----+-'
i
If
E! .n
'-"> I
!
1

j
I
.1

PELAMPUNG
~~rl-------SAKLAR
OTOMATIS
1 I
DENAHIPLAN 1 : 200
: ~ v:~ :Aa.'<l:, ':~:p:A'
~ 4: ~ .. 0.:7 .' ~. ~., 0' .-'!.
~,., .. ~.: <l: .o:~ .:::: 6:4?1..~
.0

AIR KOTOR YANG SUDAH DIPROSES MENJADI BERSIH


DAN BEBAS KUMAN 01 RUANG CHlORINASI MENGAUR ~_________________~25~~~,_______________ ----+
KE RUANG POMPA DAN DIPOMPA KE LUAR MENUJU PARIT . t 15m

ATAU PIPA DRAINASE HALAMAN. POTONGAN 1 0 2 +-~+ SECTION 1 2

1. AIR KOTOR MASUKIWASTE WATER INFLOW.


2. AIR BERSIH KELUAAlCLEAN PRCCESSED WATER OUTFlOW.
3. JAMBAN AIR KOTOR. KOTORAN PADATM'ASTE WATER, SOlID WASTE POOL
4. JAMBAN PENGHANCUR AIRATIONIAIRATION CHAMBER. .
5.6.JAMBAN PENGENDAP/SETn.lNG CHAMBER
7. JAMBAN PENGENDAP + KARBON AKTIF PENGHILANG BAU.
SETTLING CHAMBER + ACTIVE CARBON ODOR EUMINATION.
8. JAMBAN KlORINASI PEMAn KUMANICHLORINATION CHAMBER.
9. KOMPRESOR PENYEMBUR UDARA PENGHANCUR KOTqRAN PADAT.
AIRATION COMPRESSORS FOR SOlID WASTE BLENDING.
10. LUBANG MASUK JAMBANIHATCH.

126
SKEMA HYOROFOOR UNIT OENGAN TANGKI VE~nKAL3~~'~ BAGIAN SUMUR BOR ART:SISIPOMPA'

IS! = 4000 UTER t ~


(1)~ 120 M H = 3.50 M
I..
TEBAl PELA T = 6 MM
TEKANAN KERJA = 3 - 4 ATM

MANa METER PAS 112 BATU

i
FLENS

SAKLAR TERMlS

KE POMPA USTRIK!
KETERANGAN

DEEP WELL.
I
I I
- - - - - LEIDING
= = = = = LEIDING
lISTRIK
AIR ISAP

.--lJID~RI
, = LEIDING AIR PRES
/ =:=:=:=:= LEIDING AIR KELUAR
I KAMAR DISEL
RUMAH PEMBAGI I

SA.KLAR INDUK 1

128
r
" I

PERHITUNGAN PRAR"NCANGAN UTILITAS BANGUNAN lIN3V'4Jl::j311l


, I
I

--------~\r=.--------~
. IR. HART.ONO PURSO
\

t \
' \ -_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ~_ - - - - - - - i i I

TAHANAN 0.2 MIM1


I I
I I

,\
I' I

200 I

~
I
5 ~2.5 3C 65
3/8 112 3/4 1 1/4 1 1/;2 ~ 3 4 (INCH)

DIAGRAM PIPA PENYALUR

RATA-RATA 0.1 M 310RANG 8<a 0


CD
N
<0

80 ,....
0
<D C\I

~ g
..... N
~~~~8
o606~
8 ~
I "

~ N

:j:
8 ""

:s; N

DIAGRAM SEPTIK TANK


8 12 16 20 24 28 32
81
:is ~ a:
<
z
81"
...,.
N
ID
~
<
:J:
:::>
~
:::>
m

f
~
w
:.::
::E
<
c::
Cl
-<
8 0 0
cD ""

.130 131
Ii
I',11111.
\1

',I
\

252.000

~
DATA BUANG RATA-RATA/AVERAGE :::>
-,
cr CJ
DISCHARGE PERlENGKAPAN SANtTER ?; w 0
z
(9~ 00
r- <i
~ ,\
Z::x::: a:. :::>
CLOSET 120 UMENiT a: -<
0>-
Z
~
<{
a:. 0 ~
en
W Zz a: <t: 0-
::; a: <:
BAK MANDl 90 Z w< < 0 < ~ a:.
0.... co :::> :::> > ~ 0 <i
WASTAFEL 60 0 <z ...J
Z ~ CO
:2
:::> 0
URINOIR 120 a::::> lU
Z :::>
t: <<t: (9 ~
~
Z w
~ a:.
BIDET 90 a go Z
w ::>
r/)
(3
Z <i CJ
Z
w
0...
BAK cuel OAPUR 90 Z (f)(j2 0...
(5 c: L
t- 0 <z ~ L zUJ < 0: ~
SHOWER 60
zw BAK cuel PAKAIAN 60 0 Z o...w
~2-
a:
CJ
w
a.. a..
0
:::> CJ) 0
a: U5
~
a:
ill
r-
<
....
w
~ l, \
t\
\
I \
1
)
::J
<:) z ::>
r-
\
\ /7 /
z

::> <
U) /
:::>
en ~ ~
0

~, 0 S
01 n: 3
I
I a: c:
I I- 0
I ("101 (n
z
t.n
t.:J
c5 0
r- z0
w ~
~
< Z I
0.. <
0
I,
~
a: a:
< 0 li\1 I
0
::l ~ I' 1

a: I
!
'I

ex: 0 j
1 'I. 1 '/2 2 2 '/2 3 4 5 6 8 10 12 (inch) ::> 0- /
.... <>
DIAMETER PIPA < ill (
DIAGRAM PIPA PEMBUANG
"
Z
UJ
C-
c:
0
oo
Z

0:
<
0
000
Z
a:
:5
0:
CJ
z
a:
lU
c:
;:{
Z
~
a::
0
<.')
Ii.!
UJ :::> UJ Ci C)
0:
0-
Z 0 0 ~ z z :E
en z---
ocr
U)
<
0..
z
0
<
Q..
w
0-
:::>z
0
~
W ~::1 52
::.::: 0:: en:::>
:E ~UJ :ECO
-0: 0- 0: IJ,.I~
<0 o...w
oC::
:::>0- 5:E
(,')~
<t:z
o...UJ
~2-

111

132
,r

INSTALASI PENGOLAH UDARA SKEMA PIPA DAN KABEL UNIT PEN"GOlAH UDARA

II
,
KABEL KONTROL TENAGA LlSTRIK
KABEL LlSTRIK MASUK
PIPA
../KONDENSOR
ALIRAN
UDARA

I
!, rJI
II
\" ....
KACA
KONTROL
i ;\JDICA TO!1 ,
EMBUN .....
'-
"-
KLEP '- ,
SOLENOID I

,I I I

i,',
'i I

134
135
PEMlPAAN
PENGATUH UOARA PAKET

,
PV - l 10 J( 2
JALUR U OARA
KELUAR KIP
-"

~ -KIP
. t--

MO

I ~

~ KONTR

", I -
KUMPARAN
UOARA MASUK FILT "----*--PENGEMatJN PA -l20
I
I ~UOA
I

\' I

PIPA KAPIlER: - m:~ .....--BAKI PENGERING


,"'u"'
P!PA- REFRIGERANT
" Pi?;" CAIR..;N
~~~

IlII~L
"1 11

~
G S S CAIRt-N
li,i" \
II' :I@ III
(I

III PA!..tJANG MAXIMUM PIPA 40 M

UNIT D.!-U.~:;
I,
CD K(jT.M~ ~ONTROL
PEnALA7AN
PEUNOUNG

10::0
40i50

q;
.!.
/11'\
\..Y UDARA KELUAR iii
1\1. 8 (F-PT) 105 ~I~!------------------~~
KIPAS PIPA REFRIGERANT PlPA iEMBAGA 1"
llNTUK ZAT PEND!NGlN KELUAR I \

@ SiMPUL PEMERIKSA
@ KONDENSOR
KONOENSOR
SAKLAR TEKAN
,,)'"1

136
\..,J (f)
:11
CIt /\
:0

D~ II i
.~
() rri
~
~\:l:7::-~~---:-~ ~ ~~
'I-!+- C"

\~2S<\ (~~C> \i:7~~ ~~


~\ ~
~-o<A "\ c '" '"
C:=O~Q r:'?! \\\_. \)\ \
A
m
A
p
- 0
\
?2~:i

~~ c'-\":~\);; ~ ~ :i '"~:;~
Z 1./):0 :1 .,\_t-I' ':\-, 'I -,;;: '" OJ x I' "J \
~.
C In i2
cj .
" \ _ . _____ .. ,\-'-_ 'T1 0 OJ C
:;.:: UJ

~b ~ ~'\ '< ~
l'
:u '0 " --" ,,," 0 u> ,. :n iJ\
:t' " ':i I' \ ," "':;! z JJ E ' m
. :' i2__-SI ,V..!llm
~
~ '!i ,?~O, -,\-,~
" r 7" ,==,- L
~
' ==
, g , l~}f~~~~-1~~~\ ,:;;~
\ A

1;
en
m
32
'"0

__ "~:_b---t\=::\=?f-.:::t:~1\IJ
i
r

(lJoL--
~"
_";,,
~~~
F-
r-
Vi
-I
:u
~
~
0
~
Z
__ II ,. \:!-0 Ci
:!l
I./)
m r=

'"
A 1:l
~ ~ :u
Z
m
z l>
"tJ
m C> 5 CD
Z
C> m
m
::D
r
Z
C>

... .

SKEMA PENGATUR UDARA (Alii HANDL.ING UNIT)


UDARA KELAR

- -t--:k-
UDARA MASUI<
- t
TER~'OST.AT--------,
J.
r--l---

I r . J: ~--
. -----ill--
PEr~GATUR
l VOLU ME
.:J i 1-

)
JENG~.TUR
-- <ELEMBAP)\N:

l
I
I

I
I
I
J

- t- FAN

,~I ~'iL_J
::>
UDARA LUAR KONEKTOR
MAS UK ---"tv-+ FLEXIBEL
- ~
I

PENGATURVoLUME~E;ANft <? KCEP~ ARAH


UDARA MASUK UDA!~A \ -~ E5KELUAR MENUJU CHILLER
' l""___ l_~~5..s MASUK DARI CHILLER

UDARA LUAR (10%) DAN UDARA RESlr:,KUU\SI (_:Jt::~TEL.!\f-llJ~:Vv';\T ~3!\FiINC;AN DISEREMP~:TKAr'J pAnA P!PA-
PIPA PENDINGIN (COOLING COILS) SEHlr\jGC.:~ TUr\\Jr',' TCiviPEflATURNYA DAf'-l f<ELEM8A8ANNY!\
(750F/240C, 50%) LALU bIDISTRI8USIV~N LE\Vl:1 -i-AHUi\!(; .. T/\DU~~C (DUCTS).
~ SIRKULASI AIR ES (4C) DIU\YANI D/\~'J D!()L.!\~I !)/\lJdv'1 C:--llLLEHS (PENDINGIN AIR)_

~~
!II

~ SKEMA PENGATUR UOARA MU1..TIZONE UDARA KELUAR


t r- -{!] TERMOSTAT

PENGATUR
UDARA MASUK RESIRKULASI TEGANGAN

-,f- PENGATUH ;---1 --... UDARA KELUAR

I(ELEMBAPAN I
L_
~
UDA. AA LUAR
MASUK ~
I~~ KONECTOR
FLEX/BEL
.~
~ PENGATUR
PENGATUR ----m VOLUME
VOLUME UDARA
. -MASUK SARINGAN
UDARA j
-.

. ------
KLEP 3 ARAH
~EsKELUAR. MENUJU
._-- - ..
.

. AIH ES MASUK DARI CHILLER


CHILLER

AIR DALAM CHILLERS DIDINGINKAN OLEH ~lEFI~IGEf1ANT (FHEON). REFRIGERANT DIDINGINKAN


OLEH SIRKULASI AIR OALAM CONDENSOR. AIF\ YANG MENDINGINKAN REFRIGERANT DAL~M KON-
DENSOR D/DINGINKAN DENGAN SIRKULASI DALAM COOLING TOWER.

MESIN PENGOLAH UDAH/l/Alfl HJ\NDLING UNIT

UOARA KEMBALI
FILTER COIL PENDINGIN

MOTOR PENGATUR
ALIRAN UOARA

~ KE TABUNG
OISTRlBUSI

UDAriA LUAR COIL PENDINGIi'J

A. OENAH B. T/I,MP/d<

.4

~
-
~ ~'~~
:D~
cnc
m~
~~
r----
~ ..
iJ
I m
I s:
rn (J)
I rn
- C/) ;;'J\
I 55
:0
:0 m
,I m
C/)
~j ~ s:
5: m :t> :D CJ)
A
I I ~
"1 :Q
p
z
:x:-
::r:
c::
r---
"
m

- ~

CD
I "I ,I Z l>
'1

I I I
I I
I I
I
I

I
I
I ,
I I
,I
,
'
-c
s::
;1\

"0
)..
:0
;r.
z
-c
c
0
;,. ,
JJ
P
C
Z
Z
J]
~:
:r>
(J
JL
I
"Z
~

n
0
;=
I I
ij r- I
LI,,)~:::__
~
c
r- ---- :to
:ii
C
A Z
(7)
I Z
m r I ~
I (f)
c:
-'-1 I
,
I _.oj
Z
:i I
~
L _____ -..: ____ r' __ J
~A
0 :DC
r------- --
CO
CO L----0 m!:
C/)~
-<
I -,
-
1.J..
I ~.
-0
=u

SKEMA AIR HANDLING UNIT

DETEKTOR
ASAP
UDARA KEM8ALI

o TERMOSTAT

=Q- FILTER - --}f --r~O~~R~EN(::T~~ ~AMPER 11


r--- =>
T
- -- -
I ,,......-.........
I ----.:L~~-~' {l f(UMP,~,RAN PIPA
I (l UDARA
!
I

I
~-r'" BAGI
I. .... -, I

PENGATUR'
IALIRAN I
TEF1MOSTAT I I
I
FAN MOTOR I
I
IIII I I
AIR ES
MASUK - ......._- .-.-.
_I
- - - - .1 .
I III'
I
I
I I
IL- -- - - - - t
I

___ ...lI
I

L_ __. .__ _.... __. ... - .- -"'" __ J :I - - -1


~
v) L __-,. __ ~. _____., __ __ _ __ ....__ _.... .._._ .... ..____ .. 1 l. . . _,,_________)

--------- ~==~==~~~

~
FAN 'COIL UNIT lANTAI UNIT FAN COil PLAFOND
UNTUK PROYEK PERHOTELAN
UDARA KELUAR
TUTUP

""
20B 8 I
--~-------'------'---------..~+of4--=-"*
, 102,5
FIL TER UDARA

220

8AKI
PENGERING

8
M

o
UDA?A M/,SLJK
DARI DEPA;-,l

UKURAN (MM)
UKURAN (:viM)
-II MODEL T-A--:-;-i--;:::-I~
' j ~ , ~ t :..J II c
I LV-2OCFE-EX T 980 I 574 480 550
MODEL

I LH-200FE-EX
I
A 8
!
! sse I

l
I lV-300FE-EX I 1110 694 600 670 l--
990 I 595 I 480 i ---i

I LV-400FE-EX 1230 720 790


I LH-300FE-EX 1110 715 I 600 iI 670

lV-600FE-EX I
---1---+--+__---1
1560 1144 1080 1120
I LH-4~FE-EX 1230 635 I 720 I 790

LLH-600FE-EX 1560 1165 t 1080 I li20

c.." 102,5 PIPA PENGURAS FIL TER UDARA


o r- / ,./'
-il;-:,--~~--'-'.y1 I " i lp iI III
j~_~_/L:!1 'I/? : II~I
l i..\J";~.:li I r:---'j...., 1 J ---l1! ~
,p . . . iR! --t----------- ----------~~I-,~llgi
II,
,'-',,..~, IIIllF(') -~
I:r: I~~~~.~\ 0>

/"'-l~
,L}>I(!~
~,f
" ';;;ip i '~ ;:-1.gj j'}O
~ I ~L
II I ~ ~
~
I~ ~ I
f

f~Jj
8 -
1. t= ~.-_-_ ~:.:.-- ---:::: _-:..-.:_-::---:::::::--=-:::-= ==-=::-:.::--.::-
__ __-:-
___ -.:;;:. . .
_ _ :...~ _- _
T __ , . I

jL2(Cl PENYETEl KlEP UOARA


~8T /

144 145
. I
I
InESfN AC SPLIT
DENAH PENYEBARAN UOARA AC BANK BUMI DAYA
Ut--tTUK PROYEK FLAT PLAZA JAKARTA
t
MOTOR KIPAS UNIT DALAM RUANG
PANIL KONTROl
KIPAS

AURAN
lISTRIK

SAKI PENGER1NG

UDAHA KELUAR
I
~~
KIPAS
~~~ 6

~
. 8 :g=~=(,....::.t=cg.:.:?
'I .: itS
!~
MOTOR KIPAS
Ie L!
~=4r-z:
; ~,:
,~' . ;;:::-l!'~
UDAPA
tMSUK U ',t'i
,u . I'./iA
I

JARINGAN
IO(Y
i~i
.
~): ! II
I~!
KONDEN SOR-----tr),s.
'II! t'1.!
PENGEM8UN _---...::c.....l-
I i
UNIT LUAR RUANG KOMPRESOR

146
-
~

~-"1==n==""'==;;=
00

~~.- -~-
~t'[.Tf~l
0
m
\ {/ ~ .1..,: tvl 1~1@lW~ z

~ //
~b,~-__U--L~r.~_",y.:----(,~--:
-'
:I:
/ .. .. ~ l~P
"0

~ r"~::;~;~~~::-,:~~.. " ;i::-:-:-::.':::::''~' .';.- .. -:


: --_.[ , CJl

;
~~
r.' - - ",<
m
iW~~.;;~1~~1,Lr', "~ '~ ~.. ~~J~l;.~~.~--~-~:. :~!:;.J i"~':!i l~~~:'. ~ !:
:1' I~"il _. I;:,
I, I,. I tj,
1"'
I

':
.. ..
f I "'~ I W
-l>
zto
C/):o
,: ,":~':-_'..:i.~I.'
,i'"
~ :~~ :::' .:~::
" I': -.'J..l ''}'" ...... ,,--'
'oJ
-c:t>
JjZ
Ir ~
(.~; : L~l IL':~/J::
" I r ',. I, " . _ I I'

'

..'-
;)::
I

lL-.-" "')""
:
1
.0)

.~ . ""
I

,:
II
,.?
..,~
:;
I
"j
r'--:: ,"'::
~
r -pI:':".- _-_-,'
: ,:
I

"';1-:' .
:r. \.
,l..
I,
Oc
-<0
ml>
:~:::
II ,:, :
: :;:: :: .: iI\:XJ
i",:;'~"::'l":1;;;"--""';~~'":;"'-"riii'n1~b: CD>
2:Jj
i"'"
-11 =0
}.:}> '.
::
J":"!HL:_'.~I"" ':~~' []!"'rr"~i"
~~.~~.J~t~ .
:'~!;':W~:, ::y:
j :{~: c~L.&;~~~~~:
,I :::'I;!
::::::
',T:8-: "
;, I:j "
'''''';-'';:
I 1 CD>
On
"'O-
r-

NZ
><
m
z
::!
r
"--I1-~"'~w""'_==~I_"""
""'---n- .. -
~

,\ --

S~EMA AIRCONDITIONING SISTEM PENDINGINAN DENGAN AIR ES


(CHILLED WATER) UNTUK BANGUNAN TINGGI

KETERANOAN
- - - Am ES KF.LUAR
-- AIR ES MASUK
- KONDENSASI
._ AIR HANGAT KELUAR OMI K0NDENSOR
- AIR DINGIN M.A:SUK UNTUK KONDENson

AIR H,\NOLING ulm OILAYANI OENGArJ SIRI<ULASI AIR ES YANG


OIPROOUKSI OLEH CHILLER, OENGAN SIRKULASI REHllGEHANT
REFRIGERANT DIDINGINKAN OENGAN SIRKLJLASI IdR DALAM KONllENSOfl.
AIR YANG HANGA T KELUAA DARI KONOENSOR DIOING!NKAN OLEH
COOLING TOWER DENGAN EMBUSAN UDARA OLEH KIPAS

~
-,J .
ru r.
~~~~G ~~NOENsor~ AlA ~."-:,,~.:-:-.-=-~_: __.:-~,,: ~=:-=''':'~:l
}ili[-]:'=[,-- --ME~;iiJrEi~r5i~i'cil~JAifl~Eji
t
rD.f'~~:;:J rl::r:;~-5" --q?~~-:;3
'
-1''''-.''-,
C_.=:f]il ' C;-~ f1 t' '~--- 11
:.. - ~ . ~ :o't_~jfrJ ~ j,~ J:,~~,'4+::"-'~ it r\<"'-":;~~cc-:'~-=':: - ~ ~;;ry
. . . q.
"l~~:s.-",,-
,. ' , TAr"OKI
,'H4
_._-_.'\. ,~'.J.._---
TEKAr-.:,,'vU\-..= I,.-!_
',"--__ . ___ -----
.--~.-;.~: !

"4
1----
!::4 t.-:g=-:.i . :~~ '.: r'(.II,'PA I'[NDIIJGIII Alfl ES . A ..

o POMPA KONDENSOi1

.'- ----- -----


-
' J)
C p
G sQ
$:-1
m~
-10
rno '):>:r:
~~ -4:r:
r Zr
~z Zo _0
":0
~g ,,~ :00
J: '8~
"'-
:00
~~
:00
rn"
Or
Zc
zO
.z
~o

~o
f\)_
~o
_.:1) -"~
~;.u o o ..
:0
5:n o
o

-- ~

PEMIPAAN UNTUK PEMADAM KEBAKARAN .

PIPA INDUK KRAN KEBAKARAN DAN PENYEMBUR AIR/SPRINKl.ER

~ ~
DIJALAN

! , L
SPRINKLERS A".'-
\~.
F
)~._ _ KRAN
KLEP PIPA
"
JALAN
PENGAMAN

.1------. MENARA AIR

c;= ==~-~-~.-.~--=--.~ -~ -~--- -- -- - -


~::;:-':'-
SISTEM DETEKSI ASAP KEBAKARAN DALAM
r- ~ FAN PENGISAP VE~TfBULE. TANGGA KEBAKARAN
BANGUNAN TINGGI ATAP
1-4 ....
~
LANTAI34

J
f Ff- 26 X 26

r'"
-

1~'~
~ ... T ABUNG PEf'.'Y ALUR
4- & PENGISAP UDARA
108 X 80
FAN ATAP 1""''-

i-++-
.. VESTIBULE TANGGA
KEBAKARAN OAlAM

1-1 .... - !
X
BANGUNAN TiNGGI

- \62 26

.. -
--1+
UNTUK MENGHEMAT
1-1'-
~,-.
.. - Ii - TEMPAT, AONGGA
TANGGA DllENGKAPI
OENGAN TABUNG

- 108 X 76
.-+--'-
-tI UDARAIAIR SHAFT

~E
UNTUK MENY ALURKAN
~-- .... ~
UDAAA TEKJ._N DENGAN

o
~- _P- 182 x 30
!
FAN YANG DIGERAK-
z KAN OLEH UPS/BA TEREI

,t-----
I
;5.
~ 10a.x 72 ... -
..... ,.. 4 KERING. SEH:NGGA
lEKANAN UDAR.A.

t~: -~~~:
1 ! OALAM RONGSA T;'NGGA.
-
-=~------~~~~~~~l I ~!~------ I
DETEKTOR ASAP i 105 ;r. 30 LES:H BESAH GAt:;'-
t-t~
I PADA RUANG S~r:::U
I 1--1-- --l=r+"
UNGNYA.J/..F (Sf~P

_l ___
1'}S x 66
. -- KEBJl.KARAN T1DAK
Y-ABEL -r-----+-----i. 1_____ ._
lOS X 60 I r-
-.--l

-+ --,~....
-------+--
~
---
_ -- -
--J 1
1108 x :;0
DAP.AT Ml,.SUK RONGGA
TANGGA. MESK!PUN
PiNT'J TANGGA Tt:l AP
TERBUKA PADA WAKTU
H .....
~

I KEBA KARAN
76 x 60 ..... - 1
I

6Ox6O
!'--l4-
-i_
-.-
....... I
j

,-I ....

50 x 60 ~-
r-
-_0-... 108 x 42

AIR HANDLONG UNITS


1-'-

t-'-
-.- I
36 x 60 --
t-'-

~+-
...-
RElAY UNTUK -~
MENGGER)J(KAN FAN '=1-

SlSTEM OETEKSI /.SAp ~ DAl.AM BANGUNAN TINGGI


PADA SM T KEBAKARNoI
3Ox6O

~
"\1- _
-.- ...
FAN PENYALUR UOARA
VESTIBULE TANGGA KEBAKARAN

-- I -~
40x26

4Ox26 t ~20X30
.... 450 CFM
30 x 16
20 x 20
300 CFM
I
.
iLANTAI3

LAN!AI 2
~

30 X i5

153
152
MESIN PENGOLAH AIR ES
VI
~
,--- ------1
it.
----t W
'L-A~ 1t :
--t-----
rn
o
--' -.-.
' ~
-'.::.!
.... . ;,.,.'
'.'
-
I .~
L.....-. . _ ~-.
_ . .-.JI DETAIL l

FUNDASI

~
420
..I -
475

AliRAN LISTRIK

.- =III~-~'-----
H ..
_..._. ________ i. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __
--.-- ~ .--- --.~---.-----~-----., __.-----
.. -~-.------.-.~ ... ...

INSTALASI PENDINGIN AIR (COOLING TOWER) YANG MELAYANI KONDENSOR


UNTUK SISTEM AIR CONDITIONING

t KIPAS

SARINGAN
EMBUN AIR

+ .-+- UDARA
~J t
GAS REFRIGERANT
~~
REFRIGERANT CAIR
KONDENSOR ~ J
L.~<iJ-
BAKI ~ AIR TAMBAHAN

POMPA SIRKULASI

.~
'J\
OJ)

_I';
we'"

j
I

COOLING TOWER I

:)
I ()

, '-(f) 0

,Ir
a: <C- >
. .-z
<C 0
>
Q..
::::0...
<c:5
0...
<!)
, <C ~a:
_W
Z
:::>
i
I
I
<.9
(f) <cm m
I
I Z
w
:50 ~<C<!)
a:-:>Z
:::>
~
I Q.. w<t: W W
1 (f) (f)
0...C)(f)
I
I

~
I

....J
W
en
~
~ c...
<i.. ,.....
:r: 1-- .:J
of- 0:0:
W
~Q)
z -< r'""
o cr:<:::::::
_"J":::.
o o..<w
PELAMPlJNG
J:
(f) C) (f)

o
t-
Z
PIP'\' PELUAP o
o

G) MOTOR (i) PENDUKUNG SEKAT


PENDUKUNG KIPAS
KULIT LUAR
@ KIPAS
JALUSI

0 PIPA PENYEMBUR @ BAKI AIR

0 PENUTUP KIPAS @ KAKI PENDUKUNG

SEKAT

COOLING TOWER MENDINGINKAN AIR YANG HABIS DIPAKAI


UNTUK MENDINGINKAN REFRIGERANT DALAM CONDENSER.

156 157
KEPUSTAKAAN
Buku-buku terbitan kami:

, Tim Seminar Tata Linfkungan Fakultas Teknik Univesitas Indonesia


bimbingan Dipl. Ing. S..\'ondo B.Suredjo:

PENCERl\1JNAN l"\ILAI BUDA YA DALAM ARSITEKTUR


INDONESIA. Pembah:L'-.l.a tentang pcrkembangan budaya yang pemah
Arismunandar, Prof. Dr. If. Wiranto, Penyegarall Udara. menjiwai arsiteklur Ind,~.ncsia selama ocrabad-abad yang lalu.
Gui nness , William l.Me, Benjamin Stein and John S. ReynOld, Me-
chanical and Electrical Equipment for Building. PER AN, KESAN DA~ PESAN BENTUK-llENTUK ARSITEK-
Harten, P. Van dan Ie. E. Setiawan, lnstalasi Lislrik Arus Kua.t. TUR. Pembahasan (cnlang bentuk-bentuk arsiteklur yang dilihat dari
Jordan, Richard C. and Gayle B. Priester, Refrigeration and fungsinya. kesan yang r~rpanruI dan pcsan yang disampaikan.
Airconditioning. .
PROSES PER ANCA.:.'\GAN ARSITEKTUR YANG SISTEl\1ATIS.
Soufyan dan Morimura, Perancangan dan Pemeliharaall Sistem
Pembahasan ten tang cara merancang sesualu bangunan agar fungsi
Plambing.
dan kesan yang ditampilkan memiliki kcgunaan yang optimal.

PERSEPSI BENTUI( DAN KONSEP ARSITEKTUR. J\1cmbahas.


timhlllnya arsilektur m'h~t>m. mcnganalisa sampai sejauh mana pengaruh
ftmgsi terhadap bentuk. [X'ngaruh tcknoiogi dan SlrukLUr scrta pengaruh
goIitik.

ARSITEKTUR, l\1ANCSIA DAN PENGAMATANl':'Y A. Iv1embahas


masalah arsitektur seeara umum dikaitkan d~ngan tinjauan ruang sccara
psikologis dan pengarn:Hxl yang ccnnaL

Prof Ir. R. SoemOllO: l\10NOGRA!vI BETON BERTULANG.


Hitungan kokoh pada 0.:(011 bertulang.

Sharmi Ranti: RUl\1AH TROPISffROPIKAL HOUSE. Menam-


pilkan berbagai model rumah yang khas untuk daerah trOPIS dan per-
syaratannya untuk mendapalkan keteduhan, kenyamanan dan diberikan
penjelasan pengaturan t.1t.1 mango Dilengkapi denah dan gambar-gambar
berw.arna.
Ir. Setyo Soetiadji S.: Sed Anatomi Bangunan. Buku praktis meran-
cang arsitektur terdiri 6 jilid. Untuk mahasiswa Arsitektur dan calon- .
calon arsitek serta mereka yang bergerak dalam bidang rencana bangun-
an.

ANATOMI DENAH: Buku praktis arsitektur yang memberikan


penjelasan mengenai Anatomi Denah dalam bidang merancang ba.'lgun-
158 an dan diuraikan sec~ra mcndeta.iI.
\~~-.------------------,

ANATOMI TAMPAK. Buku praktis arsitektuf yang membcrikan me-


ngenai Anatomi Tampak mulai dari Perihal Tampak Luaf; Fak~()r YID!g
mempengaruhi Pengolahan Tampak, Karakter Pcnampilau Tamp~
Garis Bidang <l'ln Struktur dalam Tampak Bangunan; Patahan untuk
membuat Tampak Bangunan, dan contoh Tampak Bangunan.

ANATOMI POTONGAN. Mcmhahas ma.~alah pcrancangan arsitektur


dari segi potongan. Antara l<l:in tcnlang pOlongan bangunan, ruang. de-
. tail. potongan dan fungsi ruang, potongan dan permukaan tanah datar.
potongan dan pennukaan tanah miring. dan potongan dcngan per-
mukaail tanah curam.

ANATOl\1I S~RUKTUR. Memha11cL<\ masaJah struktur dalam hidang


arsitektur. Dijelaskan pengenian.strukrUf, anatorni Struklur dan struktur
daIam kaitannya dcngan perancmgan bangunan.

ANATOMI ESTETIKA. Meinadukan unsur esretika daJam pcren-


canaan bangunan. Amara lain bcnluk lingkaran dan lengkung. segitiga.
persegi. tonggak, struktur can(ik, olaf1an garis, bidiUlg, tmnpak. fisiko .
pennainanwarna dalam tampak bangunan, perrnainan tekstur pe-
nambahan ornamen dan benda hi~l~.

ANATo~'n UTILITAS. Pemhah~L"c1l1 tcntang ulililas bangunan mulai


dari anatominya., hubungan utilitas dengan fungsi hangunan. ULilitas
dan Perancangan Bangunan, penc~ayaan dan pengudaraan alami.
Lingkup elektrika datam bangunan dan lingkup mekanikal dalam ba-
ngunan.

Dipl.lng. Y.B. lJangunwijaya: PENGAl'.rrAR FISIKA nANGUNAN.


Membicarakan masalah pembangunan rumah di Indonesia disertai be-.
berapa pe.rtimbangan yang berkaitan dengan pembangunan rumah.

P.T. PENERBIT DJAMBATAN


Jalan Kramat Raya 152
Tromolpos 11I6Ilkt.
Telp. 324 332-322 810
Jakarta 10011

. -~-----------