Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM VIII

VLAN TRUNKING PROTOKOL (VTP)

1. Tujuan

Setelah menyelesaikan modul ini, anda diharapkan dapat :


1. Mengetahui konsep VTP
2. Melakukan konfigurasi VTP dalam jaringan

2. Dasar Teori

VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada
jajaran switch cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch
skala besar yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
Keuntungan VTP :
mengubah konfigurasi VLAN dalam lingkungan yang besar.
VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke
semua switch yang berada di dalam domain yang sama.

VTP Domain

Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas sehingga switch Cisco
dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada
semua switch Cisco Anda, pembuatan VLAN baru pada satu switch akan
menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat VTP
management domain yang sama. VTP management domain merupakan sekelompok
switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari
satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP
management domain manapun.

6
Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP sangat menguntungkan. Bayangkanlah
suatu lingkungan di mana administrator jaringan harus mengatur 20 switch atau lebih.
Tanpa VTP, untuk membuat VLAN baru administrator harus melakukannya pada
semuanya switch yang diperlukan secara individu. Namun dengan VTP,
administrator dapat membuat VLAN tersebut sekali dan VTP secara otomatis akan
menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke semua switch yang berada di dalam
domain yang sama. Keuntungan VTP yang utama adalah efisiensi yang diberikan
dalam menambah dan menghapus VLAN dan juga dalam mengubah konfigurasi
VLAN dalam lingkungan yang besar.

Secara umum, mengonfigurasi VTP pada switch Cisco Catalyst bukanlah


pekerjaan yang sulit. Pada kenyataannya, begitu nama VTP management domain
dibuat pada setiap switch, proses pertukaran informasi VTP antar-switch akan
dilakukan secara otomatis dan tidak memerlukan konfigurasi lebih lanjut atau
pengaturan setiap hari. Namun, untuk mendapatkan gambaran lengkap bagaimana
VTP bekerja dalam suatu VTP domain, pertama Anda harus mengetahui mode VTP.

Mode-mode Operasi VTP


Jika Anda ingin membuat switch menjadi bagian dari suatu VTP management
domain, setiap switch harus dikonfigurasi dalam satu dari tiga mode VTP yang dapat
digunakan. Mode VTP yang digunakan pada switch akan menentukan bagaimana
switch berinteraksi dengan switch VTP lainnya dalam management domain tersebut.
Mode VTP yang dapat digunakan pada switch Cisco adalah mode server, mode
client, dan mode transparent.

Mode server
VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN atau
pengubahan domain mereka. Semua informasi VTP disebarkan ke switch lainnya
yang terdapat dalam domain tersebut, sementara semua informasi VTP yang diterima

7
disinkronisasikan dengan switch lain. Secara default, switch berada dalam mode VTP
server. Perlu dicatat bahwa setiap VTP domain paling sedikit harus mempunya satu
server sehingga VLAN dapat dibuat, dimodifikasi, atau dihapus, dan juga agar
informasi VLAN dapat disebarkan.

Mode client
VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah,
atau menghapus VLAN manapun. Pada waktu menggunakan mode client mereka
mendengarkan penyebaran VTP dari switch yang lain dan kemudian memodifkasi
konfigurasi VLAN mereka. Oleh karena itu, ini merupakan mode mendengar yang
pasif. Informasi VTP yang diterima diteruskan ke switch tetangganya dalam domain
tersebut.

Mode transparent
Switch dalam mode transparent tidak berpartisipasi dalam VTP. Pada waktu
dalam mode transparent, switch tidak menyebarkan konfigurasi VLAN-nya sendiri,
dan switch tidak mensinkronisasi database VLAN-nya dengan advertisement yang
diterima. Pada waktu VLAN ditambah, dihapus, atau diubah pada switch yang
berjalan dalam mode transparent, perubahan tersebut hanya bersifat lokal ke switch
itu sendiri, dan tidak disebarkan ke switch lainnya dalam domain tersebut.

Berdasarkan peran masing-masing mode VTP, maka sekarang kita dapat


mengetahui penggunaannya. Sebagai contoh, jika mempunyai 15 switch Cisco pada
jaringan, Anda dapat mengonfigurasi mereka dalam VTP domain yang sama.
Walaupun setiap switch secara teori dapat berada dalam mode default (mode server),
akan lebih mudah jika hanya satu switch saja yang dalam mode itu dan kemudian
mengonfigurasi sisanya dakan mode client.

8
Kemudian, ketika Anda ingin menambah, menghapus, atau mengubah VLAN,
perubahan tersebut secara otomatis dapat disebarkan ke switch mode client. Jika
Anda perlu suatu switch yang standalone, atau tidak ingin menyebarkan informasi
VLAN, gunakan mode transparent.

VTP Advertisement

Setiap switch yang tergabung dalam VTP menyebarkan VLAN, nomor revisi,
dan parameter VLAN pada port trunk-nya untuk memberitahu switch yang lain dalam
management domain. VTP advertisement dikirim sebagai frame multicast. Switch
akan menangkap frame yang dikirim ke alamat multicast VTP dan memproses
mereka.

Karena semua switch dalam management domain mempelajari perubahan


konfigurasi VLAN yang baru, suatu VLAN hanya perlu dibuat dan dikonfigurasi
pada satu VTP server di dalam domain tersebut.

Secara default, management domain diset ke non-secure advertisement tanpa


password. Suatu password dapat ditambahkan untuk mengeset domain ke mode
secure. Password tersebut harus dikonfigurasi pada setiap switch dalam domain
sehingga semua switch yang bertukar informasi VTP akan menggunakan metode
enkripsi yang sama.

VTP advertisement dimulai dengan nomor revisi konfigurasi 0 (nol). Pada


waktu dilakukan perubahan, nomor revisi akan dinaikkan sebelum advertisement
dikirim ke luar. Pada waktu switch menerima suatu advertisement yang nomor
revisinya lebih tinggi dari yang tersimpan di dalam, advertisement tersebut akan
menimpa setiap informasi VLAN yang tersimpan. Oleh karena itu, penting artinya
untuk memaksa setiap jaringan baru yang ditambahkan dengan nomor revisi nol.

9
Nomor revisi VTP disimpan dalam VRAM dan tidak berubah oleh siklus listrik
switch.

3. Daftar Alat dan Bahan


1. Switch 4 unit
2. Kabel converter DB-9 ke USB 1 buah
3. Kabel console/rollover 1 buah
4. Kabel UTP type Straight 3 meter 3 buah
5. Aplikasi emulator terminal (minicom,hyperterminal,putty)

4. Keselamatan Kerja
1. Sebelum melakukan langkah percobaan, pastikan kabel power terhubung ke
Power Supply.
2. Matikan komputer, router dan switch setelah praktikum selesai.

10
5. Langkah Kerja
Percobaan Membuat Mode Server, Mode Client dan Membuat VLAN
1. Buatlah koneksi trunk antara 4 switch

2. Perhatikan status vtp dengan perintah Switch#show vtp status


3. Ubah hostname server dan client menjadi swServer dan swClient1, swClient2 dan
swClient3.
4. Konfigurasi Switch Server menjadi Server VTP dan swClient menjadi client
Switch0>enable
Switch0#conf t
Switch0(config)#hostname swServer
swServer(config)#vtp mode server
swServer(config)#vtp domain Kelas
swServer(config)#vtp version 2
swServer(config)#vtp password kelaspass
swServer(config)#end
5. Konfigurasi Switch Client1 sebagai berikut:
Switch1>enable
Switch1#conf t
Switch1(config)#hostname swClient1
swClient1(config)#vtp mode client

11
swClient1(config)#vtp domain Kelas
swClient1(config)#vtp version 2
swClient1(config)#vtp password kelaspass
swClient1(config)#end
6. Konfigurasi Switch Client2 sebagai berikut:
Switch>enable
Switch#conf t
Switch(config)#hostname swClient2
swClient2(config)#vtp mode client
swClient2(config)#vtp domain Kelas
swClient2(config)#vtp version 2
swClient2(config)#vtp password kelaspass
swClient2(config)#end
7. Konfigurasi Switch Client3 sebagai berikut:
Switch>enable
Switch#conf t
Switch(config)#hostname swClient1
swClient3(config)#vtp mode client
swClient3(config)#vtp domain Kelas
swClient3(config)#vtp version 2
swClient3(config)#vtp password kelaspass
swClient3(config)#end
8. Lakukan perintah pada semua switch client dengan perintah : swClient#show vtp
status
9. Konfigurasi trunk antar switch pada masing-masing switch dengan perintah:
swServer#conf t
swServer(config)#int fa0/1
swServer(config-if)#switchport mode trunk
swServer(config)#int fa0/2

12
swServer(config-if)#switchport mode trunk
swServer(config-if)#end

swClient1#conf t
swClient1(config)#int fa0/1
swClient1(config-if)#switchport mode trunk
swCient1(config)#int fa0/2
swClient1(config-if)#switchport mode trunk
sw Client1 (config-if)#end

10. Pada Server Switch, buatlah dua buah vlan yaitu vlan2 dan vlan3, kemudian cek
dengan perintah swServer#show vlan brief dan swServer#show vtp status
11. Cek kondisi vlan pada masing-masing switch Client dengan perintah yang sama
12. Ambil Data dan buat kesimpulan

Percobaan Membuat Mode Server, Mode Transparent dan Mode Client


1. Delete vlan2 pada Switch Server, kemudian cek dengan perintah swServer#show
vlan brief dan swServer#show vtp status
2. Cek kondisi vlan pada masing-masing switch Client dengan perintah yang sama
3. Amati apa yang terjadi, analisis dan ambil datanya
4. Buatlah vlan4 pada client1, amati apa yang terjadi, catat datanya dan analisa.
5. Ganti hostname Switch Client2 menjadi swTrans. Ganti mode Client2 menjadi
Transparent dengn perintah swClient2(config)# vtp mode transparent dan cek
dengan perintah swCTrans#show vtp status

13
6. Buat vlan4 pada Switch Transparent. Cek dengan perintah : swTrans#show vlan
brief
7. Lakukan perintah swTrans#show vlan brief pada Switch Server dan Client
lainnya
8. Amati apa yang terjadi, analisis dan ambil datanya
9. Buat vlan5 pada switch mode server, kemudian amati yang terjadi pada switch
mode client dan transparent.
10. Amati apa yang terjadi, analisis dan ambil datanya

6. Tugas dan Pertanyaan


1. Berdasarkan data yang telah diambil, apakah perbedaan mode server, mode client
dan mode transparent?
2. Buat beberapa scenario yang mewakili jawaban Anda pada pertanyaan 1.
3. Dimanakah tempat penyimpanan informasi VLAN pada mode server, client dan
transparent.

14