Anda di halaman 1dari 9

A.

Latar Belakang

Lalat buah (Drosophila melanogaster) digunakan dalam percobaan


genetika biasa digunakan dalam menguji hipotesis mendel baik Hukum Mendel 1
atau Hukum Segregasi dan Hukum Mendel II atau Hukum Pemisahan Secara
Bebas, pautan seks, crossing over. Lalat buah ini biasanya diamati dalam medium
yang steril dan praktis. Dalam hal ini dibutuhkan medium untuk lalat buah yang
membuat lalat buah bertahan hidup di dalam medium sehingga siklus hidupnya
dapat di amati secara saksama.

Wheeler (1976) menguraikan produksi dan penggunaan Drosophilla spp di


laboratorium. Lalat buah yang paling mudah dipelihara adalah Drosophilla
melanogaster. Media makanan dasar untuk lalat ini sangat mudah dibuat dan di
sterilkan sihingga investasi tungau,nematode dan infeksi cendawan dapat di
cegah. Wheeler juga melengkapi resep untuk 3 macam makanan buatan yang
digunakan untuk memelihara lalat ini.

Dalam pembuatan medium dibutuhkan alat steril yang bebas dari bakteri
dan tidak terkontaminasi. Dalam pembuatan medium juga diperlukan teknik-
teknik yang biasanya dalam pengukuran dan pemilihan bahan. Terdapat beberapa
jenis medium yang dapat di gunakan untuk memelihara lalat buah. Perilaku lalat
buah dan sifat genetiknya hanya dapat diamati jika terdapat dalam medium,
dengan begitu penting untuk mempelajari pembuatan medium lalat buah.
Sterilisasi medium digunakan untuk mencegah terjadinya pembusukan mediaum
dikarenakan bakteri dan alat yaang digunakan tidak steril.

Pembuatan medium lalat buah sangat penting dalam pengamatan sehingga


diperlukan praktikum pembuatan medium pada unit pertama praktikum genetika
agar praktikan dapat mengerti dalam pembuatannya sehingga memudahkan dalam
pengamatan perilaku,siklus hidup dan pengujian hipotesis mendel.

Dari uraian diatas dilakuakn praktikum pembuatan medium pada unit satu
praktikum genetika agar mahasiswa paham pembuatan medium.
B. Tujuan
Mengetahui cara penyiapan wadah untuk pembuatan medium
pemeliharaan lalat buah (Drosophila melanogaster).
Mengetahui cara pembuatan medium pemeliharaan lalat buah
(Drosophila melanogaster).
C. Manfaat
Agar mengetahui cara penyiapan wadah untuk pembuatan medium
pemeliharaan lalat buah (Drosophila melanogaster).
Agar mengetahui cara pembuatan medium pemeliharaan lalat buah
(Drosophila melanogaster).
D. Alat dan Bahan
Alat :
1. Botol kultur ( botol selai ) : 5 botol
2. Tutup busa ( plastik gula ) : 5 lembar
3. Gelas beaker : 1 buah
4. Gelas ukur 100 mL : 1 buah
5. Blender : 1 buah
6. Kertas serbet : 5 lembar
7. Plastik pembungkus : 5 lembar
8. Karet gelang : 5 buah
9. Pengaduk : 1 buah
10. Panci : 1 buah
11. Corong : 2 buah
12. Kompor : 1 buah

Bahan :

1. Pisang ambon : 600 gram


2. Ragi : 20 gram
3. Nipagin : 7 ml
4. Agar- agar : 7 gram
5. Gula merah : 150 gram
6. Aquadest : secukupnya
E. Cara Kerja
Melakukan sterilisasi botol selai terlebih dahulu

1. Siapkan alat dan bahan

2. panaskan aquades 3. timbang pisang 4.Timbang gula


5. Menghaluskan
pisang ambon dan
mengukur sobit acid

6. Setelah halus
campurkan dengan
agar-agar gula yang
telah dimasak di
kompor

7.Masukkan nutrien
yang telah dibuat ke
dalam botol oleskan
nipagin di ujung
mulut botol tutup
dengan plastik ikat
dengan karet

F. Landasan Teori

Menurut W.Lay, Bibiana (1994) Sebaiknya media yang dibuat sebelum


digunakan semua bahan yang telah di sterilkan terlebih dahulu yang berguna
untuk membunuh bakteri yang berada dalam media biakan yang dapat
mempercepat proses pembusukan media. Hal ini sesuai dengan literature yang
ada, Dalam praktikum pensterilan media menggunakan otoklaf yang
menggunakan tekanan yang disebabkan uap air sehingga suhu mencapai
121derajad Celsius selama 15 menit. Pensterilan ini sangat diperlukan untuk
memperlambat terjadinya pembusukan pada medium biakan yang terjadi karna
ketidak sterilan media yang menyebabkan bakteri yang berada di dalam media
dapat bertahan hidup dan merusak media biakan.

Dalam pembuatan media sintetis juaga harus di perhatikan jumlah dan


kosentrasi bahan yang ada, karna jumlah dan kosentrasi yang tidak sesuai dengan
media hidup hewan percobaan dapat menghambat pertumbuhan hewan sample.
Sebagai mana dikatakan dalam literature, Berdasarkan komposisi
kimiawinya,dikenal medium sintetik dan non sintetik atau kompleks. Komposisi
medium sintetik diketahui dengan pasti dan biasanya dibuat dari bahan-bahan
kimia yang kemurniannya tinggi dan di tentukan dengan tepat. Maka medium
semacam ini dapat diulangi pembuatannya kapan saja dan akan diperoleh hasil
yang sama. Dipihak lain komposisi kimiawi medium non sintetik tidak diketahui
dengan pasti. Sebagai bahan untuk membuat medium menjadi padat dapat dipakai
agar-agar atau silica gel. Namun yang paling umum digunakan adalah agar-agar.
Meskipun bahan utama agar-agar adalah galaktan, yaitu suatu kompleks
karbohidrat yang diekstraksi dari alga marin genus Gelidium. Agar-agar menjadi
larut atau cair apabila dipanaskan sampai suhu 1000C dan akan berbentuk cair
bila didinginkan dalam 48 derajad Celsius (Hadioetomo,Ratna Siri Hal :44-47)

Lalat buah merupakan hewan percobaan yang sering digunakan dalam


praktikum genetika. Beberapa hukum genetika yang penting telah dihasilkan dari
penelitian menggunakan lalat buah Strickberger dalam Wahyuni.

Lalat buah diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh morgan dan castel
pada tahun 1900 sebagai model untuk memahami genetika pada organisme
diploid. Drosophila melanogaster digunakan sebagai objek penelitian genetika di
laboratorium, karena mempunyai ukuran yang kecil, siklus hidup yang pendek,
mampu memproduksi keturunan yang banyak dalam waktu singkat, perawatannya
mudah, jumlah kromosom yang sedikit, dan biaya pemeliharaan yang murah
(Suryo, 2010).
Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7 mm x 0,3 mm dan terdiri atas
kepala, toraks (dada) dan abdomen. Toraks terdiri dari 3 ruas; berwarna oranye,
merah kecoklatan, coklat, atau hitam; dan memiliki sepasang sayap. Pada B.
Dorsalis complex, biasanya terdapat dua garis membujur dan sepasang sayap
transparan. Pada abdomen umumnya terdapat dua pita melintang dan satu pita
membujur warna hitam atau bentuk huruf T yang kadang-kadang tidak jelas.
Ujung abdomen lalat betina lebih runcing dan mempunyai alat peletak telur
(ovipositor) yang cukup kuat untuk menembus kulit buah, sedangkan pada lalat
jantan abdomennya lebih bulat. Daur hidup lalat buah di daerah tropis
berlangsung sekitar 25 hari (Putra, 2001; White and Elson Harris, 1992) dikutip
dalam (Dumalang, 2011, hlm 193).
Lalat buah merupakan serangga yang melakukan kopulasi setelah tengah
hari sebelum lalat buah jantan mengenal pasangannya selain melalui feromon,
juga melalui kilatan warna tubuh dan pita atau bercak pada sayap (Putra, 2011
dikutip dalam (Dumalang, 2011, hlm 193).
Dumalang, 2011, hlm 193, berlangsungnya perkawinan sangat dipengaruhi
oleh kematangan seksual dari lalat buah, hal ini berhubungan dengan usia lalat
dewasa setelah menetas dari pupa. Perkawinan awal terjadi pada usia 9 11 hari
setelah imago keluar dari pupa. Sukses kawin dalam peristiwa perkawinan sangat
dipengaruhi oleh lingkungan terutama intensitas cahaya dan suhu. Proses
perkawinan terdiri dari dua tipe, yaitu; pertama, tipe bercumbu dengan
menggetarkan sayap, dan kedua yaitu tipe bercumbu dengan tidak menggetarkan
sayap.
Dalam praktikum genetika, media standar yang digunakan untuk
pemeliharaan lalat buah adalah media pisang dan tape, dengan perbandingan 6:1,
6 bagian pisang dan 1 bagian tape. Kandungan utama dalam buah-buahan adalah
karbohidrat, yang merupakan bagian dari zat gizi utama yang berperan sebagai
sumber energi . (Wahyuni , hlm 2)

Ada banyak resep dalam persiapan media cultur untuk D. Melanogaster


dan laboratorium berbeda atau pusat penelitian memiliki media kultur yang
mereka formulasikan sendiri untuk lalat buah mereka. The Bloomington
Drosophila stock center di universitas indiana adalah salah satu pusat penelitian
Drosophila terpopuler. Tujuh jenis medium kultur berbeda digunakan pada pusat
ini dan tiap medium memiliki kelebihan dalam memelihara lalat buah. (Yee, 2010
dikutip dalam modul genetika).

G. Hasil dan Pembahasan

Terlebih dahulu alat-alat yang digunakan dalam pembuatan


medium pemeliharaan lalat buah disterilkan, yaitu botol selai sebagai
wadah nutrien agar tidak terkontaminasi dengan bakteri.
Pembuatan medium ini menggunakan beberapa bahan yakni pisang
ambon sebagai bahan utama yang nantinya akan merangsang datangnya
lalat karena memiliki aroma yang khas, gula merah yang sebagai pemanis
dan membantu betina dalam bertelur,agar-agar yang memadatkan adonan,
nipagin yang akan mencegah tumbuhnya jamur pada medium yang telah
dibuat, sorbic acid yang digunakan sebagai bahan pengawet adonan
medium yang telah dibuat, fermipan sebagai bahan pengembang dan
kertas saring guna untuk menyerap kelebihan air pada medium.
Alat-alat yang digunakan yakni timbangan untuk mengukur
komposisi bahan yang akan digunakan, blender untuk mennghaluskan
pisang ambon, panci sebagai wadah mencampurkan bahan-bahan, kompor
untuk memanaskan adonan, pengaduk sebagai alat untuk mengaduk atau
mencampurkan bahan, dan gelas ukur untuk mengukur seberapa banyak
aquadest bahan utama yang digunakan yakni pisang.
Menurut Hartati 2017 yaitu medium yang mula-mula dipergunakan
ialah campuran antara pisang ambon dan tape ketela pohon dengan
perbandingan 6:1. Pada pembuatan medium diharuskan berhati-hati dan
teliti agar tidak terjadi kesalahan dan pada saat pembuatan medium
diharuskan untuk memakai masker agar medium yang dibuat tidak
terkontakminasi oleh bakteri yang lain serta ketepatan dan kecepatan
tangan dalam membungkus atau menutup medium yang telah diisi adonan
agar mencegah sedikitinya terkontakminasi dengan bakteri lain
H. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan hasil yang diperoleh maka kita
dapat :
1. Menyiapkan medium Dropophila melanogaster dengan baik dengan
menyiapkan beberapa bahan yang akan digunakan yakni pisang ambon,
ragi, fermipan,ragi, agar-agar. Nipagin, sorbic acid, gula merah, dan
aquadest serta alat yang digunakan untuk membua yakni blender, kompor,
panci, pengaduk.
2. Membuat medium pemeliharan lalat buah Dropophila melanogaster
dengan menggunakan bahan- bahan dan alat yang telah dipersiapakan

Saran

Sebaiknya para praktikan menggunakan masker pada saat praktikum agar


mengurangi terkontaminasi dengan bakteri pada saat pembuatan medium.
I. Daftar pustaka

Wahyuni, sri eko. 2014. Pertumbuhan Lalat Buah (Drosopilla Sp.) Pada
Berbagai Media Dan Sumbangannya Pada Pembelajaran Biologi Di Sma.
Jurnal.

Dumalang, Serlij dkk 2011. Perilaku Kawin, Uji Respon dan Identifikasi Spesies
Lalat Buah ada Belimbing, Ketapang, Dan Paria. Jurnal. Volume 17 No. 3
Desember 2011. Fakultas Pertanian Unsrat,Manado

Hartati, 2017 dkk. Modul Genetika Berbasis Pendekatan


Saintifik.Makassar.Jurusan Biologi FMIP UNM.

Suryo, 2010. Genetika.Yogyakarta. Universitas Gajah Mada.