Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia pariwisata di Indonesia semakin berkembang pesat dan cukup


menggembirakan. Pembangunan pariwisata terus ditingkatkan dengan pengembangan,
pengunaan sumber daya dan potensi pariwisata yang ada. Melalui pembangunan pariwisata,
selain dapat meningkatkan devisa negara juga dapat memperluas kesempatan kerja. Pelaksanaan
pembangunan pariwisata dilakukan dengan membangun tempat- tempat penginapan seperti
villa, bungalow, losmen ataupun hotel. Pembangunan villa-villa berkembang dengan pesat,
seperti pendirian villa-villa baru dan lain sebagainya.
Wilayah pulau dewata Bali sangat diburu oleh wisatawan sebagai daerah wisata, oleh
karena itu sangat dibutuhkan adanya tempat-tempat penginapan yang layak bagi para
wisatawan. Agar mereka dapat menikmati segala suasana wisata mereka, selain menikmati
pemandangan alamnya mereka juga sejatinya mendapatkan tempat penginapan yang sesuai
dengan yang diharapkan.
Salah satu cara untuk lebih memanjakan pengunjung atau wisatawan adalah dengan
membuat hunian atau penginapan yang tak terlupakan. Tak hanya mengandalkan pesona
alamnya namun, membuat tempat-tempat hunian yang indah juga sangat penting sebagai daya
tarik dari daerah Bali itu sendiri khususnya daerah Bedugul, kabupaten Tabanan, Bali. Villa
dengan konsep tradisional Bali sangat menambah daya tarik. Dengan begitu suasana khas Bali
menjadi semakin lengkap dengan adanya penginapan nuansa Bali. Dengan demikian orang akan
selalu berdatangan apabila tempat tujuan segala aspeknya sesuai dengan yang diharapkan.

LOKASI DAN SITE

Lokasi site terletak di Bedugul, kabupaten Tabanan provinsi Bali. kawasan ini sangat
asri karena masih banyak daerah-daerah bernuansa hijau. Villa-villa pada kawasan ini telah
banyak dibangun dengan berbagi style dan konsep. Namun karena di Bali memiliki aturan
tersendiri mengenai bangunan yang diatur dalam Perda yang salah satunya adalah harus ada
unsur-unsur tradisional Bali pada setiap bangunan yang dibangun. Oleh karena itu hamper
semua bangunan memiliki unsur tradisional Bali namun ada pula yang sebagian besar
menggunakan konsep di luar Bali namun, tetap menambahkan sentuhan unsur tradisional Bali.
Temperatur udara kira-kira berkisar antara 18o C sampai 28o C, dengan kelembaban antara 90%
sampai 95%.
JALAN MASUK (ACCESS ROAD)
Jalan masuk ke site menggunakan jalan lingkungan yang ada di sekitar site, oleh karena
itu hanya perlu membuat jalan kecil untuk akses mobil ke site.
Taman-taman dan tanaman-tanaman akan dibuat pada bahu jalan menuju site, agar
jalanan lebih nyaman dilihat sekaligus menambah pemandanga sekitar site. Perkerasan jalan
dibuat dengan lapisan batu kali (expose), dengan harapan suasana desa tetap terwujud serta
akrab dengan lingkungan. Lampu penerangan jalan disembunyikan pada bagian bawah tembok,
sehingga tidak merusak pandangan.

CIRI KHAS
Halaman yang luas dan pemandangan langsung menuju danau diharapkan menjadi ciri
khas dari bangunan villa ini.

BLOCK PLAN
KONSEP PENGEMBANGAN
Pengembangan diusulkan untuk membangun fasilitas hunian berupa villa lengkap
dengan fasilitas penunjang. Baik yang disediakan untuk kepentingan per unit hunian, maupun
yang dapat dimanfaatkan oleh umum kolam, taman dan restaurant.
Villa direncanakan terdiri dari 1 tipe, yaitu tipe 700 M2 luas area dengan 400 M2 luas
bangunan, dan tipe 500 M2 luas area dengan 250 M2 luas bangunan. Parkir direncanakan secara
terpusat dengan maksud agar ketenangan dan privasi masing-masing unit hunian dapat
terpelihara dengan baik.. Fasilitas restaurant, taman dan kolam renang umum dapat dinikmati
oleh setiap pengunjung. Restaurant direncanakan diletakkan di bagian timur site, disamping
lobby, sehingga siapa saja yang dating ke villa dapat langsung akses tanpa mengganggu
penghuni villa.
Fasilitas yang dikembangkan adalah :
1. Villa tipe 700 M2, dengan luas bangunan 400 M2, sebanyak 6 unit
2. Restaurant dengan kapasitas 20 tempat duduk
3. Fasilitas parkir 10 mobil
4. Public swimming pool
5. Lobby sekaligus office
6. MEP room
KONSEP DESIGN
Konsep bangunan akan menggunakan konsep yang menyatu dengan alam yaitu dengan
material bangunan yang menggunakan sedikit batu alam pada lobby, kemudian memasukan
unsur regionalisme yaitu dengan penggunaan atap limasan pada setiap bangunan. Dengan
menggunakan atap limasan diharapkan dapat melestarikan bangunan dengan gaya khas
Indonesia, khususnya Bali. selain itu penggunaan atap limasan dapat mengatasi jika terjadinya
hujan, menimbang Indonesia merupakan Negara tropis dengan curah hujan yang tinggi.
KONSEP PENATAAN JALAN MASUK (ACCESS ROAD)
Taman-taman direncanakan akan dibuat pada bahu jalan menuju site, agar jalanan lebih
nyaman dilihat sekaligus menambah pemandanga sekitar site. Perkerasan jalan dibuat dengan
lapisan batu kali (expose), dengan harapan suasana desa tetap terwujud serta akrab dengan
lingkungan. Lampu penerangan jalan disembunyikan pada bagian bawah tembok, sehingga
tidak merusak pandangan. Pada penataan jalan ini diharapkan pihak pemilik dapat membantu
dalam hal dana, agar dari jalanan sudah bisa terbaca bagaimana keadaan villa didalamnya.
Dengan demikian pengunjung dan penghuni villa akan puas dengan semua bagian-bagian villa
ini.

KONSEP PENATAAN SITE (SITE PLANNING)


Site direncanakan akan ditambah beberapa lanskaping untuk mendukung agar site lebih
terlihat asri. Sementara hal lainnya tetap menggunakan keadaan asli site.
Parkir
Untuk mengoptimalkan penggunaan lahan, maka parkir bagi penghuni dan pengelola
(Customers park) direncanakan berlantai jamak, sedangkan parkir umum (public park)
direncanakan dekat dengan area pintu masuk, ditata sedemikian rupa sehingga tidak
merusak/mengganggu suasana lingkungan properti yang diciptakan. Penyekat (barrier) yang
berkesan alamiah dan material finishing direncanakan sedemikian rupa untuk menanggulangi
hal ini. Sebagai pendekatan parkir penghuni direncanakan berkapasitas 60 sampai 70 mobil di
dalam satu bangunan yang dikamuplase sedemikian rupa sehingga tidak tampak kontras,
sedangkan parkir umum direncanakan berkapasitas tidak lebih dari 10 mobil atau tergantung
dari kondisi lahan yang tersedia.

Jalan kendaraan
Jalan-jalan penghubung di dalam site semuanya direncanakan menggunakan koral sikat kasar
sebagai bahan finishingnya. Jalan ini diperuntukkan bagi kendaraan buggy (electrical vehicle)
sebagai sarana angkutan dalam site, untuk mengurangi kebisingan. Dengan demikian design
tanjakan harus diperhitungkan sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang akan dioperasikan.

Saluran dan drainase


Sakuran pembuangan air hujan ditempatkan pada bagian dalam jalan, dibuat dengan
menggunakan beton. Pada beberapa bagian dari saluran ini dapat difungsikan sebagai elemen
landscape dengan mengaliri air serta atraksi air lainnya.
Penampungan limbah cair hunian ditempatkan dibawah jalan untuk memudahkan
pemelirahaannya. Semua limbah cair dikumpulkan pada kolam penampungan yang dibuat pada
bagian bawah site, dan ditreatment secara alamiah dengan menggunakan tumbuhan dan jenis
ikan tertentu. Kolam ini dapat dimanfaatkan sebagai kolam hias atau kolam pancing rekreasi
bagi penghuni.

Barrier/buffer
Pada zone-zone yang dapat merusak visual lingkungan ditutup dengan menggunakan barrier
pepohonan atau penyekat yang berupa tembok transparan. Buffer untuk menanggulangi
kebisingan dibuat dengan tembok massive yang kedap suara, atau dengan mengisolasi produk
kebisingan itu sendiri.

Penerangan jalan dan lingkungan dalan site


Secara maksimal menggunakan bentuk-bentuk yang sesuai dengan lingkungan dan bersifat
tidak pabrikasi atau merupakan produk seni yang mencerminkan keramahan lingkungan.

Konsep Penataan Areal Pintu Masuk


Pintu masuk direncanakan dengan bentuk candi bentar (Balinese split gate) sebagai
ungkapan selamat datang bagi mereka yang memasuki area properti. Entrance gate dihubungkan
dengan porte cochere (canopy) dan parkir penghuni serta berhubungan juga dengan parkir
umum. Penataan taman akan sangat berperan dalam hal ini. Area sepanjang jalan dari entrance
gate sampai lobby dan area parkir ditata dengan landscape yang bernuansa pedesaan, disertai
dengan riak air terjun atau kolam hias sebagai elemen yang memberikan kehidupan. Di beberapa
tempat ditempatkan elemen hardscape seperti patung atau jenis lain yang sesuai. Penataan
landscape dibuat untuk menciptakan kesan pertama dalam properti yang tenang dan damai
sebagaimana halnya kehidupan pedesaan di Bali pada umumnya.
Konsep Penataan Bangunan.
Secara keseluruhan tampilan bangunan menerapkan konsep tampilan bangunan
Tradisional Bali, untuk menciptakan suasana yang selaras dengan lingkungan, dan bersamaan
dengan itu pula suasana pedesaan di Bali dapat dinikmati oleh penghuni atau pengunjung.
Arsitektur tropis yang lembab merupakan ciri utama dalam penataan bangunan, dengan ruang-
ruang terbuka dan level lantai yang cukup tinggi dari permukaan tanah.
Sosok/ performance
Kecuali bangunan parkir, wujud atau sosok bangunan direncanakan sesuai dengan
kaidah Arsitektur Tradisional Bali, yang memiliki proporsi sebagaimana layaknya manusia yang
memiliki bagian kepala, badan dan kaki. Konsep ini mengacu pada keselarasan antara bangunan
dan pemakai, dimana manusia (pemakai) ditempatkan sebagai bagian dari alam, dan bukan
sebagai bagian dari teknologi.

Bentuk atap
Agar sesuai dengan keadaan alam yang berada di daerah tropis yang lembab, maka
bentuk atap yang paling 1deal adalah bentuk limas, sesuai dengan bentuk atap bangunan di
sekitarnya, dimana ruang dalam yang terjadi dapat berfungsi sebagai tambahan volume udara
yang juga berfungsi untuk menurunkan tingkat kelembaban secara alamiah. Bentuk atap limas
juga memudahkan dalam hal penyediaan materialnya, baik material untuk konstruksi atap,
maupun bahan atapnya sendiri. Bahan konstruksi atap dominan memakai kayu yang ada di
pasar, sehingga konstruksi relatif membutuhkan biaya yang lebih murah. Bahan penutup atap
dibuat dari alang-alang atau genteng lokal atau sirap (genteng kayu) sebagai alternatif lainnya.

Material
Sebagian besar material komponen bangunan menggunakan material lokal yang mudah
didapat, memiliki karakteristik tampilan sesuai dengan laingkungan yang ada. Hampir
keseluruhan struktur bangunan menggunakan beton bertulang. Bata merah atau batako dipakai
sebagai bahan dasar tembok-tembok penyekat atau tembok lainnya. Bahan finishing bangunan
seluruhnya memakai bahan yang memiliki karakter alamiah seperti bebatuan, kayu, dan
sejenisnya. Pada beberapa bagian bangunan menggunakan penutup dinding dengan batu alam.
Usulan ruang-ruang dalam bangunan (the proposal of space requirement for each building)

Lobby (800 M2)


Yang merupakan bangunan utama adalah bangunan lobby, terdiri dari ruang-ruang sebagai
berikut :
1. Lobby, dengan luas lantai lebih-kurang 440 M2, termasuk ruang lobby lounge, lobby bar,
receptionist/front office
2. Office pengelola lebih-kurang 160 M2.
3. Locker bagi karyawan dan staff (250 M2)
konsep bangunan lobby sendiri menggunakan konsep tradisional Bali. untuk penyesuaian
dengan alam lingkungan, maka kondisi ini dapat diwujudkan dengan design lanscape yang
cermat, serta pemakaian material finishing yang sesuai, untuk menyembunyikan karakteristik
beton sebagai bahan bangunan moderen. Dengan metode design ini tampilan bangunan lobby
tetap terjaga kesesuaiannya dengan lingkungan.

Restaurant. (768 M2)


Bangunan restaurant terdisi dari :
1. Ruang santap berkapasitas 20 tempat duduk, dengan luas lantai lebih-kurang 100 M2
2. Ruang saji (pantry)
3. Kitchen, kurang-lebih 36 M2
4. Ruang pendingin (cold storage), kurang-lebih 20 M2
5. Gudang
6. Ruang cuci (pan and disk cleaning area)

Entertainment.
1. Swimming pool.
2. Taman
Villa type 400 700 M2.
Terdiri dari :
1. 2 ruang tidur lengkap dengan toilet, masing-masing dengan toilet.
2. Satu unit dining room lengkap dengan kitchen area.
MEP room (150 M2)
1. Ruang Genset
2. Ruang Panel
3. Gudang
RINGKASAN EKSEKUTIF
Berdasarkan hasil data penelitian kami optimis akan proyek Villa FloweR yang kami
kerjakan. Diharapkan dengan pembangunan Villa ini dapat menambah devisa negara Indonesia
khususnya meningkatkan sektor perekonomian di Pulau Bali. Selain itu, diharapkan dengan ini
dapat lebih banyak lagi menarik mina turis, agar Indoneisa dapat lebih dikenal sebagai lokasi
wisata yang mendunia, khususnya Bali dan menambah kualitas hidup warga dengan memberi
lapangan pekerjaan kepada warga sekitar
Lokasi villa juga menjadi daya tarik tersendiri karena berada di dekat danau Beratan
dimana tempat ini adalah tempat wisata yang cukiup banyak digemari oleh wisatawan asing
maupun wisatawan lokal.
Sumber modal utama adalah lahan seluas 3 ha yang bernilai Rp. 45.500.000.000,00 dan
dalam jangka pendek kami harus mencari pinjaman dana sebesar Rp. 20.000.000.000,00 untuk
membiayai pembangunan (terlampir pada proposal) dan rencana jangka panjang kami adalah
mengembangkan kawasan penginapan di beberapa tempa di Bali lainnya.

RENCANA PEMASARAN
FloweR memiliki pasar yang sangat pasti yaitu para expatriate yang berencana untuk
memiliki tempat hunian di Bali yaitu di daerah Bedugul yang sangat terkenal diluar negeri dan
lokasi bangunan pun sangat strategis dimana letaknya sangat dekat dengan pemandangan
utamanya yaitu danau Beratan. Disamping itu kami juga akan bekerja sama dengan agent-agent
properti baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri untuk memasarkan produk yang kami
miliki. Disamping itu kami juga akan menciptakan pasar dengan mengadakan pameran dagang
baik dalam maupun luar negeri. Iklan dibeberapa media cetak dan elektronik, brosur-brosur
serta perlengkapan lainnya berupa Video Animasi yang akan secara rinci menampilkan kualitas
produk kami, bahan baku serta sistem pembuatan yang menimbulkan kepercayaan pasar
terhadap kami bahwa apa yang kami buat sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan.
Berikut akan kami lampirkan estimasi biaya dari rencana pemasaran :
1. Pameran dagang dalam negeri (Surabaya, Jakarta, Batam) @ 10 hari : Rp.
750.000.000,00
2. Iklan di Media cetak (Kompas, Jakarta Post, Jawa Post) @10 kali terbit : Rp.
500.000.000,00
3. Iklan di Televisi (Indosiar, RCTI,SCTV) durasi 2 menit @10 kali tayang : Rp.
500.000.000,00
4. Property brokerage 5% dari nilai transaksi yang dibuat
5. Brosur dari kawasan yang akan dibangun
6. Marketing Gathering 3 kali seminggu @ Rp. 2.000.000,00 selama 2 bulan : Rp.
48.000.000,00
7. Hadiah kepada 10 pembeli pertama berupa discount 2% dari nilai transaksi
8. Paket-paket hadiah lainnya seperti cinderamata

Langkah promosi ditas akan dilakukan demi menarik peminat-peminat atau wisatawan-
wisatawan yang akan berwisata ke Bali maupun yang belum berwisata ke Bali. untuk mencapai
peminat yang sesuai dengan yang diharapkan maka ada berbagai hal yang perlu kami lakukan
diantaranya : membangun villa yang sesuai dengan minat pasar/pembeli dan berkualitas tinggi,
mengadakan promosi secara berkala baik tunggal maupun bersama, mengadakan pameran
dagang didalam maupun diluar negeri, dimana tujuan akhir dari semua ini adalah untuk bisa
melunasi pinjaman modal yang kami buat diawal proyek.
RENCANA KEUANGAN
Perusahaan kami memiliki 4 pusat laba yang meliputi :
1. Laba konstruksi yang mencapai 15% dari nilai proyek
2. Laba penjualan villa yang mencapai 20% dari nilai proyek
3. Laba operasional proyek yang mencapai 2% dari nilai proyek
4. Laba lain-lain yang mencapai 2% dari nilai proyek

Cara pencapaian laba tersebut adalah :


Dengan mengadakan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan proyek, maka kami
akan bisa mengadakan efisiensi terhadap bahan serta sumber daya pendukung, sehingga akan
muncul selisih yang menyebabkan timbulnya keuntungan. Nilai jual terhadap 1 unit villa adalah
20% dari nilai dasar, dengan menggunakan teknologi yang memadai maka kami akan bisa
menghemat waktu pengerjaan dari sebuah proyek dan bahan-bahan yang kami gunakan
langsung didatangkan dari produsen untuk menghindari laba berganda dari pihak penjual.

Syarat pembayaran yang kami tetapkan adalah menggunakan progress proyek, yaitu :
1. Down Payment sebesar : 30%
2. Termijn I (2 bulan dari DP) : 20%
3. Termijn II (2 bulan dari termijn I) : 20%
4. Termijn III (2bulan dari termijn II) : 20%
5. Termijn IV (pada saat seraah terima) : 10%
Neraca sementara kami (pra proyek)

Jumlah Jumlah
No. Uraian Uraian
(Rp) (Rp)

1 Aktiva lancar - Passiva -


2 Kas - Hutang jangka pendek -
3 Piutang - Hutang Bank -
4 Aktiva tetap Hutang jangka panjang -
- Tanah 3 ha 45,000,000,000.00 Modal 22,500,000,000.00
- Gedung 2,500,000,000.00 Total passiva 22,500,000,000.00
- Kendaraan 80,000,000.00

Total aktiva tetap 22,500,000,000.00