Anda di halaman 1dari 12

Laporan Kegiatan Program Pengobatan Dasar

Program Internsip Dokter Indonesia

(PIDI)

PENGOBATAN DASAR POLI ANAK


MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT
DI PUSKESMAS SUNGAI MALANG
Pembimbing:

dr. Richard Lawalata

NIP. 19600515 198802 1 003

Disusun oleh:

dr. Grace Duma Mawarni Hutahaean

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

SUNGAI MALANG

Jalan Negara Dipa RT VII Sungai Malang Amuntai 71418

2016

1
PROGRAM PENGOBATAN DASAR

LAPORAN KEGIATAN PENGOBATAN DI POLI ANAK

PUSKESMAS SUNGAI MALANG

Nama : dr. Grace Duma Mawarni Hutahaean

Tanggal : 21-23 November 2016

PENDAHULUAN

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), merupakan pedoman terpadu yang

menjelaskan secara rinci penanganan penyakit yang banyak terjadi pada bayi dan balita.

Manajemen ini meliputi upaya kuratif terhadap penyakit pneumonia, diare, campak, malaria,

infeksi telinga, malnutrisi dan upaya promotif dan preventif yang meliputi imunisasi, pemberian

vitamin A dan konseling pemberian makan yang bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian

Bayi dan Anak Balita dan menekan morbiditas untuk penyakit tersebut.

Perkembangan MTBS di Indonesia, dimulai pada tahun 1996 yaitu di buatnya 1 set

modul dan pedoman MTBS WHO/UNICEF kemudian MTBS mulai diujicobakan di Jawa Timur

pada tahun 1997 tepatnya di Kabupaten Sidoarjo, dan pada tahun 2005 MTBS telah dilaksanakan

di 33 Propinsi.

Manajeman Terpadu Balita Sakit (MTBS) disajikan dalam satu bagan yang

memperlihatkan urutan langkah-langkah dan penjelasan cara pelaksanaannya. Bagan tersebut

menjelaskan langkah-langkah berikut ini :

2
1. Menilai dan membuat klasifikasi anak sakit umur 2 bulan <5 tahun. Menilai anak sakit,

berarti melakukan penilaian dengan cara anamnesis dan pemeriksaan fisik. Sedangkan

membuat klasifikasi dimaksudkan membuat sebuah keputusan mengenai kemungkinan

penyakit atau masalah serta tingkat keparahannya. Klasifikasi merupakan suatu katagori

untuk menentukan tindakan, bukan sebagai diagnosis spesifik penyakit.

2. Menentukan tindakan dan memberi pengobatan adalah merupakan penentuan tindakan dan

memberi pengobatan di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan setiap klasifikasi maupun

mengajari ibu tentang cara memberikan obat dan tindakan lain yang harus dilakukan di

rumah.

3. Memberi konseling bagi ibu Konseling berarti mengajari atau menasehati ibu yang

mencakup mengajukan pertanyaan, mendengarkan jawaban ibu, memuji, memberikan

nasehat yang relevan, membantu memecahkan masalah,mengecek pemahaman ibu, menilai

cara pemberian makan anak, memberi anjuran pemberian makan yang baik untuk anak serta

kapan harus membawa anaknya kembali ke fasilitas kesehatan.

4. Memberi pelayanan tindak lanjut adalah memeriksa hasil pengobatan, menentukan tindakan

dan pengobatan selanjutnya pada saat anak datang untuk kunjungan ulang.

5. Manajemen terpadu bayi muda umur 1 hari <2 bulan meliputi menilai dan membuat

klasifikasi, menentukan tindakan dan memberi pengobatan, konseling dan tindak lanjut pada

bayi umur 1 hari sampai <2 bulan baik sehat maupun sakit. Pada prinsipnya, proses

manajemen kasus pada bayi muda umur 1 hari <2 bulan tidak berbeda dengan anak sakit

umur 2 bulan <5 tahun.

Puskesmas Sungai Malang menerapkan MTBS sejak tahun 2003 dan sampai saat ini,

pelaksanaannya telah dilakukan setiap hari untuk semua balita sakit. Untuk membantu penerapan

3
MTBS di wilayah kerjanya, puskesmas telah melakukan lokakarya bagi bidan, bidan desa, dan

perawat pustu.

TUJUAN

Tujuan pelayanan ini adalah untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik anak,

khususnya dalam menentukan klasifikasi, tindakan, konseling dan tindak lanjut sesuai penyakit

anak. Selain itu juga menentukan status gizi dan mengetahui secara dini masalah pada gizi anak.

MANFAAT

1. Melatih kemampuan melakukan pemeriksaan terhadap anak

2. Melatih kemampuan dalam menentukan klasifikasi, tindakan, konseling dan tindak lanjut

sesuai bagan MTBS

3. Memberikan terapi yang tepat sesuai klasifikasi, usia dan berat badan anak

SASARAN

Seluruh anak berusia 2 bulan - <5 tahun yang berkunjung ke poli anak Pusksmas Sungai Malang

RINCIAN KEGIATAN

a. Kegiatan : Pengobatan dasar di poli anak

b. Alat : Pengukur suhu, timbangan, pengukur tinggi badan, alat penghitung nafas,

stetoskop, mainan, buku bagan MTBS, lembar MTBS

c. Waktu : 21-23 November 2016

d. Tempat : Poli Anak Puskesmas Sungai Malang

4
.

PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Setiap anak berusia 2 bulan sampai <5 tahun yang datang ke poli anak di catat tanggal

datang dan identitasnya meliputi nama, jenis kelamin, usia, dan alamat pada lembar MTBS

dan lembar pemeriksaan.

2. Ibu atau anggota keluarga yang mengantar kemudian ditanya mengenai keluhan anak,

apakah anak termasuk kunjungan pertama, atau kunjungan ulang.

3. Memeriksa apakah ada tanda bahaya umum (tidak bisa menyusu atau minum, memuntahkan

segalanya, kejang, dan letargi atau tidak sadar)

4. Menanyakan apakah anak batuk atau sukar bernapas, diare, demam, atau nyeri telinga. Jika

ada, tentukan pemeriksaan dan klasifikasi berdasarkan klasifikasi MTBS.

5. Bila ada batuk atau sukar bernapas maka dilakukan penghitungan kecepatan napas anak

dalam satu menit.

6. Anak kemudian ditimbang dan diukur tinggi badan serta dilakukan pengukuran suhu.

7. Menentukan status gizi anak dan menentukan klasifikasi dan tindakan yang sesuai

8. Memeriksa apakah ada anemia melalui pemeriksaan pada telapak tangan.

9. Memeriksa status imunisasi dan menentukan perlu atau tidak suplemenstasi vitamin A

10. Menentukan masalah atau keluhan lain

11. Menilai pemberian makan anak

12. Melakukan tindakan dan konseling sesuai klasifikasi yang sesuai

13. Menentukan tindak lanjut meliputi kunjungan ulang, kapan harus kembali dan

menjelaskannya pada ibu

5
14. Menjelaskan kepada ibu tentang kondisi penyakit anaknya, cara pemberian obat di rumah,

cara pemberian makan anak saat sakit, kapan kunjungan ulang, dan kapan ibu harus segera

membawa anaknya kembali.

HASIL PEMERIKSAAN

21 November 2016

No Nama Usia Alamat BB TB Diagnosis Terapi


(kg) (cm)
1. An. M.Rassya 17 Sungai 9.5 74.1 Pneumonia Kotrimoxazol
bulan Malang (membaik) syr diteruskan,
puyer
PCT/CTM/
GG/Vit B comp
2. An.Hendra 44 Kandang 12.5 91.5 ISPA puyer PCT/
bulan Halang GG/CTM/ Vit B
comp
3. An.M.Alfi 5 Palampitan 7.6 65 Diare tanpa Puyer
bulan Hilir dehidrasi PCT/Vit.B
comp, Oralit,
Zink
4. An.Nor Asifa 50 Paliwara 13 94 ISPA puyer PCT/
Azahra bulan GG/CTM/ Vit B
comp
5. An.Sri Hariati 6 Haor 7.8 65.3 Diare tanpa Oralit, Zink
bulan Gading dehidrasi
6. An.A.Labib 12 Palampitan 9.9 70.5 Pneumonia Kotrimoxazol
bulan Hulu syr, puyer
PCT/CTM/ GG/
Vit B comp
7. An.Naila Putri 8 Kandang 7.1 67 ISPA puyer PCT/
bulan Halang GG/CTM/ Vit B
comp
8. An.Salwa 44 Kebun 12.5 93.5 ISPA puyer PCT/
bulan Sari GG/CTM/ Vit B
comp
9. An.M.Alfianor 20 Sungai 11 80.5 ISPA puyer PCT/
bulan Malang GG/CTM/Vit B
comp
10. An.Risma 19 Amuntai 8.5 72.3 Pneumonia Kotrimoxazol
bulan Selatan syr, puyer
6
PCT/CTM/ GG/
Vit B comp
11. An.Syifa Suci 56 Kebun 19 108.3 ISPA puyer PCT/
bulan Sari GG/CTM/ Vit B
comp
12. An.Noraisyah 8 Palampitan 6.6 66 ISPA puyer PCT/
bulan Hilir GG/CTM/ Vit B
comp
13 An.M. Nadir 13 Sungai 10.5 79.5 Pneumonia Kotrimoxazol
bulan Malang syr, puyer
PCT/CTM/ GG/
Vit B comp

22 November 2016

No Nama Usia Alamat BB TB Diagnosis Terapi


(kg) (cm)
1. An. Aisya 40 Palampitan 12 91 ISPA puyer PCT/
Putri R. bulan Hulu GG/CTM/ Vit B
comp
2. An.Dara 48 Amuntai 25 107 ISPA puyer PCT/
Dilara bulan Selatan GG/CTM/ Vit B
comp
3. An.Arya 32 Sungai 13.8 91 Asma Puyer
Biyaz bulan Malang Salbutamol/B
comp, Vit C,
Amox syrup
4. An.M. Zaini 19 Palampitan 9.9 78.6 Pneumonia Kotrimoxazol
bulan Hilir syr, puyer
PCT/CTM/ GG/
Vit B comp
5 An.Said 9 Amuntai 7.8 73.8 Diare tanpa Oralit, Zink
bulan Selatan dehidrasi

7
23 November 2016

No Nama Usia Alamat BB TB Diagnosis Terapi


(kg) (cm)
1. An. Aisya 58 Sungai 23 107.3 Demam Chloramphenicol
Syifa bulan Malang typhoid syr, puyer
PCT/Vit/B
comp/Vit C
2. An. Rahida 17 Amuntai 10.5 78.3 ISPA puyer PCT/
Afifa bulan Utara GG/CTM/ Vit B
comp
3. An.Algazali 21 Kebun 11.5 79.5 Diare tanpa Puyer PCT/ Vit
bulan Sari dehidrasi B comp Oralit,
Zink
4. An.M.Bahid 5 Amuntai 7.2 63.2 ISPA puyer PCT/
bulan Selatan GG/CTM/ Vit B
comp
5. An.M.Ihsan 47 Palampitan 13 93.4 ISPA puyer PCT/
bulan Hilir GG/CTM/ Vit B
comp
6. An.M.Haikal 3 Sungai 7.5 63 ISPA puyer PCT/
bulan Malang GG/CTM/ Vit B
comp
7. An.Karina 17 Sungai 11.4 79.8 Konjungtivitis Chloramphenicol
bulan Malang bacterial tetes mata, puyer
PCT/CTM/ Vit
B comp/Vit C
8. An.Khairunnisa 39 Paliwara 11.2 89 ISPA puyer PCT/
bulan GG/CTM/ Vit B
comp
9. An.Kanza 33 Amuntai 10.7 83 Diare tanpa Puyer PCT/B
bulan Selatan dehidrasi comp, Oralit,
Zink
10. An.M.Azka 5 Kebun 6.7 60.9 Dermatitis Hidrokortison
bulan Sari popok salep
11. An.M.Wildan 13 Desa 10.6 74.5 Impetigo Kotrimoxazol
bulan Keharusan krustosa syr,
oxytetrasiklin
salep, puyer PCT
Vit B comp,
Vit.C
12. An.M. Lutfi 37 Palampitan 11.5 87 Dermatitis Bedak
bulan Hulu acetylsalisilat,
puyer
CTM/Vit.B
Comp, Vit.C

8
13. An.M.Nadir 13 Sungai 10.5 79.5 Pneumonia Amoxycillin syr,
bulan Malang (tidak puyer
membaik) PCT/CTM/ GG/
Vit B comp
KESIMPULAN

Dari hasil kegiatan pengobatan dasar di poli MTBS yang dilakukan pada tanggal 21-23

November Desember 2016 dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar.

Jumlah anak yang datang sebanyak 31 dimana semua berusia 2 bulan- <5 tahun.

Didapatkan 14 anak ISPA, 1 anak kunjungan ulang pneumonia (tidak membaik), 4 anak

kunjungan pertama dengan pneumonia, 1 anak kunjungan ulang pneumonia (membaik), 5 anak

diare tanpa dehidrasi, 1 anak dengan asma, 1 anak dengan demam typhoid, 1 anak dengan

konjungtivitis bakteri, 1 anak impetigo dan 2 anak dengan dermatitis. Selain itu dari 4 anak yang

pneumonia ada 1 anak yang melakukan kunjungan ulang setelah 2 hari dan 3 anak yang lain

belum waktunya kunjungan ulang.

SARAN

Melatih kemampuan melakukan pemeriksaan berdasarkan MTBS lebih cepat dan efisien

Memastikan ibu atau keluarga mengerti penyakit yang diderita anak, cara pemberian obat,

kapan kunjungan ulang, dan kapan harus segera membawa anaknya kembali.

9
10
11
12