Anda di halaman 1dari 7

Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

Topik Penyuluhan : Pencegahan Primer HIV/AIDS


Pokok Bahasan : HIV/AIDS
Sub Pokok Bahasan : Pencegahan Primer
Sasaran : 20 Masyarakat Desa Suka Damai
Tempat : Balai Desa Suka Damai
Waktu : 10.00-10.30 WITA
Hari, tanggal : Selasa, 28 Desember 2016
Pengorganisasian : 1. Pembawa Acara : Muhammad Makmur
2. Penyaji : Diky Rizayanoor
3. Fasilitator : 1. Efriliana
2. Aulia Rachmah
3. Chairunnisa Mei Yuni
4. Siti Marhamah
5. Rina Lidia
6. Ihsanul Fajri
7. Muhammad Ramadhan
4. Evaluator : 1. Ayu Dwi Lestari

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan tentang konsep dan penatalaksaan
sekunder (first aid) untuk pasein mengalami epilepsi, diharapkan masyarakat
mampu memahami tentang konsep epilepsi dan penatalaksanaannya.

B. Tujuan Instruksional Khusus


Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, siswa dapat
memahami dan menjelaskan:
1. Pengertian Epilepsi
2. Penyebab Epilepsi
3. Tanda dan Gejala Epilepsi

1
Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

4. Penatalaksanaan (first aid) Epilepsi


C. Metode
Ceramah dan tanya jawab (diskusi) secara langsung dan terarah sesuai
materi penyuluhan.

D. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Waktu
Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab Ceramah 2 menit
2. Memperkenalkan diri salam
3. Bina hubungan saling 2. Mendengarkan
percaya. 3. Menjawab
4. Menyampaikan tujuan pertanyaan
pokok materi
5. Menanyakan
pengetahuan peserta
tentang Epilepsi
Pelaksanaan Menjelaskan materi tentang: 1. Mendengarkan Ceramah 8 menit
1. Pengertian Epilepsi 2. Menanyakan
2. Penyebab Epilepsi materi yang
3. Tanda dan Gejala Epilepsi belum
4. Penatalaksanaan sekunder dimengerti
(first aid) Epilepsi
5. Penyaji memberi
kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
6. Menjawab pertanyaan
peserta
Penutup 1. Memberikan pertanyaan 1. Menjawab Tanya 5 menit
A. Pengertian Epilepsi pertanyaan jawab
B. Penyebab Epilepsi 2. Menjawab (diskusi)
C. Tanda dan Gejala salam
Epilepsi

2
Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

D. Penatalaksanaan (first
aid) epilepsi
2. Menarik kesimpulan
3. Menyampaikan hasil
evaluasi
4. Memberi reinforcement
positif kepada peserta
5. Menutup penyuluhan
(salam)

E. Setting Tempat
B
Keterangan :
A
A = Penyaji
D D B = Pembawa Acara
C C C C
C = Peserta penyuluhan
D
C C C C D = Fasilitator
D
D
C C C C
D
C C C C

D D
D

F. Media
1. Power Point
2. Leaflet
G. Garis Besar Materi ( Terlampir)
1. Pengertian Epilepsi
2. Penyebab dari Epilepsi
3. Tanda dan gejala Epilepsi
4. Penatalaksanaan sekunder (first aid) Epilepsi

H. Evaluasi

3
Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

1. Evaluasi Struktural
a. Kesiapan peserta penyuluhan (Min. 10 orang )
b. Kesiapan tempat pelaksanaan
c. Kesiapan tim penyaji
d. Kesiapan materi penyaji
e. Kesiapan media (Power Point, pamflet)
2. Evaluasi Proses
a. Penyaji menyampaikan materi dengan lancar
b. Peserta mendengarkan dengan fokus
c. Peserta aktif dalam melakukan tanya jawab (minimal 10% dari yang
ada diruangan)
3. Evaluasi Hasil
Peserta dapat menjawab pertanyaan penyuluh dengan baik.
Pertanyaan yang diberikan meliputi :
a. Apa yang dimaksud Epilepsi?
b. Apa yang menjadi penyebab Epilepsi?
c. Apa saja yang penatalaksanaan sekunder (first aid) epilepsi?
I. Referensi (terlampir)

4
Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

Lampiran
MATERI PENYULUHAN

A. Definisi
Epilepsi adalah suatu kondisi kelainan yang mempengaruhi otak
dan menyebabkan kejang-kejang. Epilepsi merupakan salah satu kelainan
neurologis yang paling umum terjadi dan mengenai sekitar 50 juta orang
di dunia. Epilepsi berupa suatu kondisi yang berbeda-beda ditandai dengan
kejang yang tiba-tiba dan berulang. Tidak ada perbedaan usia, jenis
kelamin, atau ras, meskipun kejadian kejang epilepsi yang pertama
mempunyai dua pembagian, dengan puncaknya pada saat masa kanak-
kanak dan setelah usia 60 tahun (6).

B. Etiologi
Penyebab dari Epilepsi (5)(4) :
a. Trauma lahir,
b. Cedera Kepala, Infeksi sistem syaraf
c. Keracunan CO
d. Demam, ganguan metabolik (hipoglikemia, hipokalsemia, hiponatremia)
e. Tumor Otak
f. Gangguan peredaran darah otak

C. Manifestasi Klinik
Tanda dan gejala epilepsy (1) :
a. Dapat berupa kejang-kejang, gangguan kesadaran
b. Dapat mengalami Aura yaitu suatu sensasi tanda sebelum kejang
epileptik (Aura dapat berupa perasaan tidak enak, melihat sesuatu,
men cium bau-bauan tak enak, mendengar suara gemuruh, mengecap
sesuatu, sakit kepala dan sebagainya).
c. Napas terlihat sesak dan jantung berdebar
d. Di saat serangan, penyandang epilepsi terkadang juga tidak dapat
berbicara secara tiba- tiba

5
Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

e. Hitam bola matanya berputar- putar


f. Terkadang keluar busa dari liang mulut dan diikuti dengan buang air
kecil

D. Penatalaksanaan sekunder (first aid) epilepsy


Pertolongan pertama pada epilepsy :
1. Jangan takut, jangan panik, utamakan keselamatan dan bertindak
tenang. Pindahkan barang-barang berbahaya yang ada di dekat pasien.
Jangan pindahkan pasien kecuali berada dalam bahaya. Longgarkan
kerah kemeja atau ikat pinggang agar memudahkan pernafasan.
2. Jangan masukkan apapun ke mulut pasien, atau benda keras di antara
gigi karena benda tersebut dapat melukai pasien.
3. Bila pasien muntah atau mengeluarkan banyak liur, miringkan kepala
pasien ke salah satu sisi.
4. Observasi kondisi kejang. Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah,
posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu
saat kejang mulai dan berakhir, serta lamanya kejang.
5. Tetap di samping pasien sampai keadaan pasien pulih sepenuhnya.
Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka
pasien dapat dikatakan telah pulih. Namun bila pasien mengalami sakit
kepala, terlihat kosong atau mengantuk, biarkan pasien melanjutkan
istirahatnya. Jangan mencoba memberi stimulasi pada pasien jika
keadaan pasien belum sepenuhnya sadar. Biarkan pasien kembali pulih
dengan tenang.
6. Obat supositoria (obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan
melalui lubang/ celah pada tubuh, umumnya melalui rectum/ anus)
dapat diberikan untuk menghentikan kejang.
7. Segera cari pertolongan medis/ rumah sakit bila:
a. Kejang berlangsung selama 5 menit atau lebih
b. Kejang yang diikuti kejang berikutnya tanpa ada fase sadar
diantaranya
c. Pasien terluka saat kejang

6
Satuan Acara Penyuluhan Pencegahan Tersier Meningitis

REFERENSI

1. George Dewanto. Et al. 2009. panduan praktis diagnosis & tatalaksana


penyakit saraf. Jakarta : EGC
2. International League Against Epilepsy (ILAE) and International Bureau for
Epilepsy (IBE)., 2005. Definition: Epilepstic Seizures And Epilepsy. Geneva
3. Miller, Laura C., 2009. Epilepsy. In: Savitz, Sean I. and Ronthal, Michael
(Ed.). Neurology Review for Psychiatrists. Philadelphia: Lippincott Williams
& Wilkins, 106-125.
4. Shorvon S. Handbook of epilepsy treatment. Oxford:Blackwell science
Ltd:2000.
5. Tarwoto. 2007. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem
Persarafan, Jakarta : CV. Sagung Seto.
6. WHO, 2012. Neurological disorders: A Public Health Approach. WHO.