Anda di halaman 1dari 11

MODUL PERKULIAHAN - 05

KETERAMPILAN DASAR
WAWANCARA

FAKULTAS PSIKOLOGI
Universitas Mercu Buana

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh


Psikologi Psikologi
05 61072 Agung Sigit Santoso

Abstract Kompetensi
Pengenalan berbagai ketrampilan dasar yang Mahasiswa dapat mengenal dan memahami
diperlukan dalam kegiatan wawancara. berbagai ketrampilan dasar yang diperlukan
untuk melakukan wawancara dan mampu
mempraktekannya dalam latihan wawancara.
Kode Mata Kuliah : 61072
Dosen/Team Teaching : 1. Drs. Agung Sigit Santoso, M.Si., Psi.
2.
Diskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan
mendasar tentang konsep, teori dan praktek menggunakan
metode observasi & wawancara sebagai salah satu bagian dalam
proses pemeriksaan psikologis

Kompetensi : 1. Mahasiswa mengetahui teori, metode, proses, struktur,


pengkondisian situasi, keterampilan observasi & wawancara

2. Mahasiswa mampu menyusun rencana observasi & wawancara

3. Mahasiswa mampu menerapkan tahapan dalam observasi &


wawancara sesuai bidang masalahnya sebagai bagian dalam
praktek pemeriksaaan psikologis.

MATERI KULIAH KE 5

KETERAMPILAN DASAR WAWANCARA

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
2 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
KETERAMPILAN DASAR WAWANCARA

A. PENGANTAR

Wawancara atau sering disebut juga interviewm mempunyai definisi atau batasan
sebagai suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak dengan cara melakukan
pertukaran informasi, baik menggunakan cara verbal dan/nonverbal, serta mempunyai tujuan
tertentu yang spesifik.

Ketika melakukan wawancara, seorang pewawancara biasanya bertemu untuk


pertamakalinya dengan yang diwawancarai, dengan begitu pewawancara akan memberikan
kesan awal pada orang yang diwawancarai. Seiring kegiatan wawancara yang berlangsung,
maka sangat besar terjadi kesan lain yang akan terbentuk dengan adanya dinamika proses
yang ada, dan dapat saja terjadi, bahwa kesan awal akan dimodifikasi berdasarkan hubungan
yang sedang berjalan.

Perubahan kesan terhadap pewawancara


dengan sendirinya akan mempengaruhi proses
wawancara selanjutnya, dan berdampak terhadap
akurasi dan kelengkapan data yang dikumpulkan.
Oleh karena itu, diperlukan keterampilan
wawancara yang baik, agar data yang diperoleh
lebih lengkap dan akurat.

Beberapa keterampilan dasar wawancara


yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah
sebagai berikut :

I. Tahap Opening
Langkah pertama: Membangun rapport
1. Perkenalan
2. Mengucap salam
3. Aktivitas non verbal
4. Percakapan topik umum & ringan
5. Personal inquiry

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
3 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
Langkah kedua: Orientasi
1. Tujuan
2. Lama & sifat wawancara
3. Tanggung jawab
4. Manfaat informasi
5. Latar belakang kedatangan itee

Teknik Opening / Pembukaan

Komunikasi Verbal
1. Menyimpulkan masalah
2. Menjelaskan timbulnya masalah
3. Sebutkan manfaat keterlibatan itee dalam proses wawancara
4. Meminta saran & bantuan
5. Mengarahkan pembicaraan yang berhubungan dengan posisi & hal-hal yang
diketahui itee
6. Mengarahkan pembicaraan mengenai pihak yang merekomendasi iter
7. Mengarahkan pembicaraan mengenai lembaga yang dinaungi iter
8. Meminta waktu secara spesifik
9. Bertanya

Open-ended
Mudah dijawab & pertanyaan jelas
Relevan dengan tujuan wawancara

10. Menggabungkan beberapa teknik opening

Komunikasi Non Verbal


1. Etika memasuki ruang wawancara
2. Etika berhadapan dengan lawan bicara
3. Kontak mata
4. Penampilan
5. Berjabat tangan, dan sentuhan

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
4 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
II. Tahap Body (Inti Wawancara)

1. Panduan Wawancara

a. Mengembangkan area inquiry

b. Mengingat jawaban itee

c. Mengenali jawaban yang relevan dan tidak

d. Menentukan pertanyaan lanjutan yang akan dikemukakan

2. Rangkaian Tahap Body

a. Topical sequence (pembagian sub topik)

b. Time sequence (urutan kronologis)

c. Space sequence (pembagian ruang)

d. Cause to effect sequence (akibat sebab)

e. Problem solution sequence

3. Rencana Wawancara

a. Non scheduled interview

- Memilliki panduan atau hanya daftar topik/sub topik

b. Moderately scheduled interview

- Terdiri dari pertanyaan secara garis besar & pertanyaan untuk probing

c. Highly scheduled interview

- Memuat seluruh pertanyaan dan penggunaan bahasa/pilihan kata & kalimat

d. Highly standardized scheduled interview

- Seluruh pertanyaan & jawaban telah tersedia, yang bersifat serupa

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
5 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
4. Questioning

Tipe Pertanyaan

1. Open & Closed Question

a. Pertanyaan Terbuka

tidak ada jawaban ya atau tidak


menggali lebih banyak informasi
diawali dengan: 5W+ceritakan...,
gambarkan...,dengan cara apa...
menggabungkan opini, sudut pandang, pikiran, dan perasaan
menciptakan rapport, percakapan yang berkesinambungan.
prosentase bicara antara iter & itee optimum

b. Pertanyaan Tertutup

hanya menggali fakta


membatasi percakapan & jawaban
diawali dengan: mampukah, sudahkah, apakah
itee merasa diinterogasi
menciptakan suasana tanya jawab, bukan percakapan
iter lebih banyak bicara

2. Primary & Secondary Question

a. Primary Question

Pertanyaan awal/pokok primary question

b. Secondary Question

Penggunaan secondary question :

Untuk informasi lebih lanjut


Disebut juga probing atau follow up question
Sangat berguna jika: Jawaban itee tidak lengkap, dangkal, kurang tepat,
tidak jelas

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
6 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
3. Neutral & Leading Question

a. Neutral Question

Jawaban itee tidak diarahkan/ditekan

b. Leading Question

Pertanyaan menjurus pada harapan & keinginan tertentu

Menyusun Pertanyaan :

1. Tata Bahasa

a. Gunakan bahasa yang baik tetapi tidak jargon


b. Sesuaikan pilihan kata dengan frame of reference itee
c. Buatlah pertanyaan secara jelas
d. Berhati-hati dalam pengucapan
e. Memberikan pertanyaan sesuai dengan panduan untuk hasil reliabel

2. Kesinambungan
a. Kesinambungan pertanyaan satu dengan lainnya.
b. Berikan penjelasan jika terkesan kurang relevan
c. Pilihan timing/kapan penyampaiannya.

3. Tingkat Pengetahuan

a. Pertanyaan lebih tinggi dari tingkat pengetahuan itee: malu, marah, enggan
merespon

b. Pertanyaan lebih rendah dari tingkat pengetahuan itee :

mengejek
kata sangat sederhana
meminta informasi sederhana dari seorang ahli
terlalu banyak penjelasan

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
7 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
4. Kompleksitas

a. Hindari pertanyaan yang rumit/kompleks

b. Gunakan pertanyaan sederhana & jelas

5. Kemudahan /Kemampuan itee menjawab pertanyaan :

a. Aspek sosial

b. Aspek psikologis

c. Aspek situasional

Kesalahan dalam Bertanya :

a. Bipolar Tarps

Dalam kesalahan bertanya ini pertanyaan yang harusnya terbuka, tetapi


menjadi tertutup, sehingga hanya mendapat dua jawaban dari itee, dengan
keadaan yang demikian tentu iter hanya mendapatkan informasi yang sedikit.

Mis: Apakah anda tahu tentang hasil diskusi tadi ?

b. Open to close switch

Memindahkan pertanyaan yang seharusnya terbuka dengan pertanyaan


tertutup, dan terkesan memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi, sehingga itee
belum menjawab pertanyaan yang pertama sudah ada pertanyaan yang
tertutup yang diberikan oleh iter.

Misalnya :

Setelah anda dipecat dari perusahaan tersebut, bisa anda ceritakan


perasaan saat itu ? apakah anda merasa sedih ?
Kenapa anda tidak meneruskan sekolah ? apakah karena faktor ekonomi ?

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
8 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
c. The Double-Barrelled Inquistion

Yang dimaksud dalam hal ini pertanyaan yang diberikan kepada itee adalah
pertanyaan yang isinya double sehingga akan membuatnya terjebak dan
bingung mau menjawab yang mana terlebih dahulu. Singkatnya dalam sekali
bertanya iter memberikan dua pertanyaan yang harus dijawab oleh itee.

Misal :

Ceritakan kapan dan dimana peristiwa kecelakaan itu terjadi ?


Jenis buku dan film apa yang anda sukai ?

d. The Leading Push

Pertanyaan yang diberikan sebenarnya


adalah pertanyaan yang ingin menggali
lebih dalam, tetapi terkesan memojokan
atau menggiring jawaban itee.

Misal :

Yang saya tangkap dari cerita anda


tadi anda tadi adalah seorang yang manja....ya kan ?
Dari cerita anda tadi memang betulkah anda seorang pekerja keras ?

5. The Guessing Game

Pertanyaan yang diberikan iter berupa kalimat pengandaian yang mungkin akan
membuat itee bingung dan berandai-andai.

Misal :

Seandainya saat kejadian itu anda seorang diri apa yang mungkin terjadi
pada diri anda ?

6. The Yes or No Response

Pertanyaan yang diberikan adalah pertanyaan yang memiliki dua respon


antara ya dan tidak

Misal :

Kalau boleh saya tahu apa kekurangan dan kelebihan yang anda miliki ?

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
9 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
III. Tahap Closing

Fungsi Closing :
1. Pesan mengakhiri wawancara tetapi tidak mengakhiri hubungan
2. Wawancara diakhiri dengan baik
3. Menyimpulkan materi wawancara

Panduan Closing :

1. Bersikap tulus & jujur


2. Jangan tergesa-gesa
3. Jangan memulai topik baru
4. Akhiri tepat pada waktunya
5. Hindari kesalahan menutup wawancara
6. Terbuka tentang rencana selanjutnya
7. Hindari Leave departure

Teknik Verbal dalam Closing


1. Menawarkan untuk menjawab pertanyaan
2. Gunakan clearinghouse question
3. Sampaikan tujuan telah tercapai
4. Buatlah personal inquiries
5. Buatlah professional inquiries
6. Sampaikan bahwa waktu habis
7. Jelaskan alasan wawancara disudahi
8. Tunjukkan penghargaan & rasa puas
9. Tunjukkan perhatian
10. Buat rencana pertemuan selanjutnya, jika diperlukan
11. Merangkum proses wawancara

Teknik Non Verbal dalam Closing


1. Bersandar ke depan
2. Bergerak menjauhi itee
3. Berdiri
4. Melepas silangan tangan
5. Menaruh tangan di atas paha
6 Mengajak berjabat tangan
7. Melirik jam

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
10 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Gorden, R.L. (1996). Basic Interviewing Skills. Illionis: F.E. Peacock Publisher
2. Stewart, J.C., Cash, W.B. (2000). Interviewing: Principles and Practices. United States of
America: The McGraw-Hill
3. Rahayu, I.T. (2004). Observasi & Wawancara. Malang: Bayumedia Publishing.
4. Disarikan dari berbagai sumber.

2016 Metode Obsevasi & Wawancara Pusat Bahan Ajar dan eLearning
11 Drs. Agung Sigit Santoso, MSi., Psi http://www.mercubuana.ac.id