Anda di halaman 1dari 11

Nama Mahasiswa : Zarah Widianita

NIM : 130070400011019
Instruktur Klinik : drg. Diwya N., Sp.Pros
Acc:
Tgl.Diskusi IP : 2 November 2015

MAKALAH INDIKASI PERAWATAN GTP SINGLE DENTURE RA DAN GTSL RB

DATA DEMOGRAFIS PASIEN


Nama pasien : Ny. Miskayah
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir : 14 Mei 1962 (53 th)
Suku : Jawa
Alamat : Jalan Candi No. 38
Telepon/ Hp : 081333280439
Status : Kawin
Pekerjaan : Asisten Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : SD
Pembiayaan : Ditanggung oleh operator

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Pasien datang dengan keluhan gigi pada rahang atas
hilang semua sehingga pasien merasa kesusahan
saat makan karena makanan sering menempel di
gusi dan gusi sering lecet. Pasien juga merasa malu
sehingga ingin dibuatkan gigi tiruan.
Tujuan Pembuatan Gigi Tiruan : Perbaikan estetik, fungsi kunyah, dan fonetik.
Riwayat Kesehatan Gigi & Mulut :
a. Penyebab kerusakan atau kehilangan gigi : Gigi berlubang
b. Tindakan pencabutan gigi yang terakhir kali dilakukan :
Urutan pencabutan (regio-rahang) : Pasien tidak ingat urutan
pencabutan giginya namun yang terakhir kali dicabut adalah gigi depan RA
Waktu pencabutan : bulan Maret 2015
c. Kebiasaan buruk : TAK
Riwayat Kesehatan Umum
Penyakit Sistemik/Alergi/Menular : Pasien menderita maag
Penggunaan Obat-obatan : Tidak ada
Riwayat Pemakaian GT : Pernah memakai gigi tiruan yaitu GTSL RA. Pasien
membuat gigi tiruan di tukang gigi. Gigi tiruan yang

1
lama dipakai selama 4 tahun. Gigi tiruan tersebut
pecah dan pasien tidak memperbaiki lagi gigi tiruan
tersebut. Pasien tidak memakai gigi tiruan selama 2
tahun.
Perawatan GT yang lama : Pasien membersihkan gigi tiruan dengan cara
menyikat dengan sikat gigi.
Problema dengan GT yang lama : Gigi tiruan sudah tidak pas.
Sikap Mental : Philosophis

PEMERIKSAAN KLINIS
1. EKSTRA ORAL
14
Bentuk Kepala : Mesocephalic (P = 18cm, L = 14cm, I = 18 100 = 78)
Bentuk Wajah : Square-Tapering
Bentuk Profil Wajah : Lurus-Orthognatic
10
Tinggi & Lebar Wajah : Mesoprosop (P = 11,5; L = 10cm , I= 11,5
100 = 87)

Proporsi & Simetri Wajah : Proporsional, Simetris


Mata : Asimetris ; Warna Pupil Coklat
Hidung : Simetris ; Bernafas melalui hidung
Bibir : Kontur Kompeten ; Panjang Normal ; Ketebalan Medium;
Mobilitas bibir Normal ; Lateral negative space ada; Bentuk
lengkung bibir atas Moderate Arched-Upward; Garis senyum
asimetris; Lengkung senyum asimetris
Warna kulit : sawo matang
Sendi Temporomandibular (TMJ) :
Tonus otot : Klas 1-Normal
Range of Motion rongga mulut : Normal 39 mm
Pembukaan Mulut : Tidak terdapat deviasi/defleksi
Tes beban kunyah : tidak nyeri
Joint sound : clicking pada sisi kanan
Evaluasi neuromuscular : Tidak normal-Affected
Koordinasi neuromuscular : Cukup
Kelainan/ defek pada wajah : t.a.k

2
FOTO KLINIS EKSTRA ORAL

Foto Wajah Tampak Depan

Foto Bentuk Kepala

Foto Wajah Tampak Samping

2. INTRA ORAL
Refleks muntah : Rendah
Sensitivitas Palatal : Klas 1 - Normal
Saliva : Klas 1 - Normal

3
Mukosa : Kondisi klas 1 Normal
Ketebalan Klas 1 ; Resiliensi Mukosa Normal
Lidah : Klasifikasi House klas 1 ; Posisi Lidah Klasifikasi Wright klas 1;
Mobilitas normal
Frenulum :
RA Bukalis Kanan Klas 2-sedang RB Bukalis Kanan Klas 2-sedang
RA Bukalis kiri Klas 2-sedang RB Bukalis kiri Klas 1-rendah
RA Labialis Klas 2-sedang RB Labialis Klas 2-sedang
RB Lingualis klas 1-rendah
Vestibulum :
RA Anterior: deep Posterior Kanan: deep Posterior kiri: shallow
RB Anterior: deep Posterior Kanan: Shallow Posterior kiri: deep
Ukuran Lengkung Rahang : RA klas 2-sedang RB klas 2-sedang
Bentuk Lengkung Rahang : RA klas 3-Ovoid RB klas 3-Ovoid
Bentuk Dalam Palatum Keras : U-Shaped
Bentuk Palatum Lunak : klas 1-ideal
Bentuk Dan Relasi Palatal Tenggorokan : klas 1
Tinggi Residual Ridge : RA anterior klas 2 Posterior klas 2
RB anterior klas 2 Posterior klas 2
Kontur Residual Ridge : RA Square Ovoid (U-Shaped)
RB kiri: Square Ovoid (U-Shaped)
RB kanan: V-shaped
Kesejajaran Residual Ridge : Klas 1-sejajar
Relasi Ridge Maksilomandibular pada rahang tidak bergigi :
Sagital Prognathic ; Transversal sudut 80
Ruang antar-rahang : Klas 3-Insufficient
Undercut Tulang/Eksostosis : Tidak ada
Torus Palatina : Klas 1
Torus mandibularis : Klas 1
Genial Tubercles : normal
Ridge Mylohyoid : normal
Tuberositas Maksilaris : Terdapat pembesaran : Bony enlargement di
posterior kanan
Ruang Retromylohyoid : Kanan Klas 2-sedang
Kiri Klas 2-sedang
Ruang Dasar Mulut : Dalam
Oklusi : Tidak ada oklusi
Artikulasi : Tidak dapat ditentukan

4
FOTO KLINIS INTRAORAL

Gambar Klinis Tampak Depan (Anterior)

Gambar Klinis Tampak Samping Kanan Gambar Klinis Tampak Samping Kiri

Gambar Klinis Oklusal RA Gambar Klinis Oklusal RB

5
ODONTOGRAM

Keterangan odontogram:
- Kehilangan gigi 18 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 28 38 37 36 46 47 48
- Nekrosis pulpa 43 44
- Kegoyangan 2 pada 42; 1 pada 31 32 41
- Karies 31 32 34 35 41 42 45
- Ekstrusi pada 41 42
- Kalkulus dan stain pada 31 32 33 41 42

Foto Panoramik

ANALISA RADIOGRAFIK PANORAMIK


Obyek tercakup
Kontras, detail, dan ketajaman baik

6
TMJ s/d tepi mandibula jelas
Septum nasal dan palatum durum jelas
Tampak gambaran cervical vertebrae
RA dan RB tidak dalam posisi oklusi
Kelengkungan RB baik
Radiograf dapat diinterpretasi

Interpretasi Radiograf :
Ketinggian Puncak Alveolar Ridge klasifikasi Wical dan Scope :
Klas 1 (mild resorption) : 34, 35, 45
Klas 2 (moderate resorption) : 31, 32, 33, 41, 42
Terdapat gigi 31, 32, 33, 34, 35, 41, 42, 45, sisa akar gigi 43, 44

RADIOGRAFIK INTRAORAL

Interpretasi Foto Periapikal Gigi 35


Tidak terdapat lesi periapikal pada gigi 35
Terdapat penurunan tulang 1/3 servikal pada gigi 35
Perbandingan mahkota dan akar gigi 35 = 1:2

Interpretasi Foto Periapikal Gigi 42


Tidak terdapat lesi periapikal pada gigi 42
Terdapat radiolusen mencapai dentin pada bagian distal mahkota sampai akar 42
Terdapat penurunan tulang 2/3 dari tinggi vertikal gigi 42
7
Perbandingan mahkota dan akar gigi 42 = 1:2

Interpretasi Foto Periapikal Gigi 45


Tidak terdapat lesi periapikal pada gigi 45
Terdapat penurunan tulang 1/3 servikal pada gigi 45
Perbandingan mahkota dan akar gigi 45 = 1:2

DIAGNOSIS
Edentulous ridge pada 18 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 28 38 37 36 46 47 48
Nekrosis pulpa 43 44
Pulpitis reversibel 31 32 34 35 41 42 45
Periodontitis kronis disertai kegoyangan 2 pada 42 dan kegoyangan 1 pada 31 32 41

RENCANA PERAWATAN
Periodonsia : Scalling & Root Planning, Splinting gigi 41, 42, 31, 32, 33, 34, 35
Konservasi : Tumpatan direct 31 32 34 35 41 42 45
Bedah Mulut : Ekstraksi 43 44
Prostodonsia : GTL Single Denture RA
GTSL RB

PROGNOSIS
Baik

8
DESAIN GIGI TIRUAN

Desain Utama
Klasifikasi Kehilangan Gigi :
RA -
RB Klasifikasi Kennedy Klas I Modifikasi 1

Keterangan Desain Gigi Tiruan Rahang Atas :


Gigi tiruan lengkap rahang atas
Basis akrilik
Anasir gigi akrilik

Keterangan Desain Gigi Tiruan Rahang Bawah :


Klamer half jackson pada gigi 42
Klamer 2 jari pada gigi 35 dan 45
Pelebaran plat dari gigi 33, 32, 31, 41, 42
Anasir gigi akrilik 36, 37, 43, 44, 46, 47

9
Desain Alternatif
Klasifikasi Kehilangan Gigi :
RA -
RB Klasifikasi Kennedy Klas I Modifikasi 1

Keterangan Desain Gigi Tiruan Rahang Atas :


Gigi tiruan lengkap rahang atas
Basis akrilik
Anasir gigi akrilik

Keterangan Desain Gigi Tiruan Rahang Bawah :


Klamer half jackson pada gigi 42
Klamer 2 jari pada gigi 35 dan 45
Cingulum rest pada gigi 32
Basis akrilik
Anasir gigi akrilik 36, 37, 43, 44, 46, 47

TAHAPAN KERJA KLINIS


1. Mencetak anatomis menggunakan bahan alginat RA dan RB dengan sendok cetak
nomor 2
2. Membuat model studi RA dan RB
3. Membuat catatan gigit
4. Survey pada model RB

10
5. Memasang model studi pada okludator
6. Persiapan rongga mulut meliputi scalling RB, pencabutan sisa akar 43, 44, tumpatan
direct gigi 31 32 34 35 41 42 45
7. Pembuatan model studi sesudah persiapan rongga mulut
8. Membuat individual tray RA dan RB
9. Border molding RA dan RB
10. Mencetak fungsional RA dan RB
11. Pembuatan lempeng dan galangan gigit
12. MMR
13. Mounting artikulator
14. Pembuatan klamer RB
15. Pemilihan anasir gigi
16. Menyusun anasir gigi RA dan RB
17. Kontur gingival
18. Pasang coba basis malam
19. Flasking
20. Wax elimination
21. Packing akrilik
22. Deflasking
23. Remounting 1
24. Selective grinding 1
25. Remount jig
26. Poles awal
27. Try in
28. IMR
29. Remounting 2
30. Selective grinding 2
31. Try in
32. Poles akhir
33. Insersi
34. Kontrol
Kontrol 1 : H+1 pasca insersi
Kontrol 2 : H+3 pasca kontrol 1
Kontrol 3 : H+7 pasca kontrol 2

11