Anda di halaman 1dari 41

TOIKI (Tim Olimpiade Kebumian Indonesia)

Di atas Awan masih Ada Awan


Lihat gambar ini:

Awan Cumulonimbus ini kok bagian atasnya agak geje (gak jelas) ya? Flat gitu... seperti
tertahan sesuatu.
Kenapa ya?
Awan yang biasa kita lihat setiap hari : Cumulonimbus, Cumulus, Altostratus, dsb. adalah
awan-awan yang tetes airnya atau kristal es nya berasal dari permukaan bumi. Tahu dong,
cara pembentukan awan?
Kebangetan kalo gak tahu... dulu waktu TK aja KebumianZone udah diajarin kok -_-
Biasa lahair dari laut/sungai/danau/transpirasi tumbuhan menguap... naik ke atas...
mendingin... uap air mengembun jadi air... dan taraaaaaa~ terbentuklah awan! Yep, inilah
mekanisme paling basic untuk pembentukan awan. Awan juga bisa terbentuk dengan cara:
1) Perkembangan awan lain, misalnya altocumulus yang membesar dapat membentuk
statocumulus.
2) Pendinginan suatu lapisan udara secara keseluruhan, misalnya jika atmosfer bagian
bawah mendingin, akan terbentuk stratus di sana.
3) Penguapan awan lain, misalnya cirrostratus tipis yang menguap dapat menjadi
cirrocumulus.
4) Dan lain lain.

Yang jelas, intinya awan-awan yang biasa kita lihat ini asalnya dari uap air di permukaan bumi
yang naik
lalu mendingin menjadi awan. Nah, awan-awan ini akan terhenti ketika mencapai puncak
troposfer alias
tropopause. Loh, kenapa harus begitu?

Sekaranggimana caranya paket udara yang mengandung uap air bisa naik dan membentuk
awan-awan indah? Pada prinsipnya, paket udara akan terus naik kalau dia lebih enteng dari
lingkungan sekitarnya. Bagaimana caranya agar lebih enteng? Tentunya paket itu harus lebih
panas.
Perhatikan struktur melintang atmosfer berikut. Garis menunjukkan suhu.

Perhatikan batas antara troposfer dan stratosfer (yaitu tropopause). Dari permukaan bumi ke
bagian atas troposfer, suhu udara semakin dingin. Karenanya, mudah bagi sebuah paket
udara yang panas bin lembab untuk terus naik.. naik... dan naik... di daerah troposferkan
suhu lingkungannya dingin banget, otomatis paket udara jadi lebih hot dan lebih enteng.
Masalah datang ketika paket udara mulai bertemu stratosfer. Di stratosfer, suhu udara makin
ke atas justru makin panas... alhasil paket udara tadi, kalau dibandingkan dengan kondisi
lingkungan di stratosfer, malah jadi dingin! Dingin = berat, karena berat paket udara nggak
bisa naik lagi. Dengan kata lain, gerakan vertikal paket udara terhenti di tropopause.
Inilah mengapa awan-awan Cuma ada di troposfer.

Apa itu artinya gak ada awan yang berada di atas troposfer? Eh, jangan salah! Awan-awan
yang terbentuk dari hasil naiknya uap air dari permukaan bumi lah yang nggak bisa
menembus tropopause. Nah, gimana kalo suplai airnya bukan dari permukaan bumi, tapi dari
luar angkasa? Beneran ada loh! :D
Wow, jadi emang bener ya, ada UFO yang semprot-semprot air di bagian atas atmosfer?
Mari kenalan dengan awan nacreous dan awan noctilucent... dan asalnya mereka BUKAN
dari alien Mars....

Awan nacreous, asal katanya dari nacrea yang artinya mutiara. Awan ini memang tampak
berkilau mutiara. Belum diketahui pasti komposisi awan nacreous, namun diperkirakan terdiri
atas tetes air (cair /padat?) yang kelewat dingin. Awan ini berada di stratosfer pada ketinggian
30 km. Walau cantik, awan ini berbahaya! ialah yang menyebabkan lubang ozon di antartika.
(Lebih lanjut silakan baca Wikipedia ini)
Awan noctilucent, yang berarti awan malam yang berkilau terdiri atas kristal-kristal es.
Airnya berasal dari meteor yang terpecah di atmosfer atas atau dari reaksi kimia yang
melibatkan gas methan. Awan ini berada di mesosfer bagian atas dengan ketinggian kira-kira
75 km.

Kedua awan ini baru terlihat di daerah kutub, di mana matahari bersinar cukup rendah
sehingga kilau keduanya tampak jelas.

Wah, ternyata di atas awan masih ada awan!

Membedakan Awan metode GPL (Ga Pake Lama)

++STEP BY STEP HOW TO EASILY DISTINGUISH CLOUD TYPES++


1. pandanglah langit.

2. Fokuskan pandanganmu pada salah satu awan.

3. Langkah paling pertama: tentukan jenisnya antara stratiform atau


cumuliform atau awan lain.

Angkat tanganmu, lalu cobalah menggambarkan garis pembatas antara awan


dan langit biru. Kalau kamu bisa melakukannya dengan mudah, berarti itu
awan cumuliform. Apalagi kalau awan itu bentuknya mirip gumpalan kapas,
jelas cumuliform dah. Kalau awan itu batasnya tidak jelas, dan bentuknya
membentang luas, berarti itu awan stratiform.

Awan lain:
Jika kamu bisa mendengar suara petir plus awan itu sangat gelap (hampir
hitam) sampai-sampai kamu tidak bisa melihat langit biru di balik awan
sedikitpun, berhenti di sini. Sudah pasti itu Cumulonimbus (petir cuma
terbentuk di Cb).

Awan dengan bentuk seperti serat-serat kembang gula bisa langsung


diidentifikasi sebagai Cirrus.

Kalau itu cumuliform, lalu cumulus apa?

Cumulus:
Siapa yang tidak kenal awan cumulus? Kapas putih sendirian melayang di
langit (sering kali ukurannya lumayan besar) sudah bisa memastikan kalau
itu awan cumulus. Kumulus juga sering muncul berkelompok. Namun,
berbeda dengan stratocumulus, awan cumulus terpisah cukup jauh dengan
awan lain sehingga kamu bisa melihat cukup banyak langit biru diantaranya.

Altocumulus:

awan altocumulus sering muncul sebagai kumpulan awan-awan berbentuk


cumulus. Kamu masih bisa melihat langit biru dengan jelas di sela-sela grup
awan tersebut. Ukuran per individualnya kira-kira sebesar ibu jari.

Stratocumulus:

awan stratocumulus mirip dengan altocumulus kecuali ukuran individunya


yang jauh lebih besar, kira-kira sebesar kepalan tangan.
Cirrocumulus:

Langit seperti cirrocumulus sering dijuluki mackerel sky sebab mirip


dengan sisik-sisik ikan mackerel. Sama seperti altocumulus, Cirrocumulus
terdiri atas barisan awan-awan Cumulus. Kadang-kadang, Cirrocumulus
muncul sendirian atau dalam baris. Beda dengan stratocumulus? ukuran per
individunya kecil sekali.

Kalau itu stratiform, lalu stratus apa?

Cirrostratus:

awan cirrostratus terkenal sebagai awan yang menampilkan halo (lingkaran


cahaya) nan indah disekitar matahari dan bulan. Ini sekaligus ciri utama
awan cirrostratus. Satu lagi, awan cirrostratus cukup transparan sehingga
benda-benda di permukaan bumi masih punya bayangan. Warnanya pun
membuat langit lebih putih seperti berkilau (glary).

Altostratus:
Awan altostratus menyebabkan matahari atau bulan dibaliknya seperti
tenggelam dalam air atau biasa disebut watery sun atau watery moon.
Tetapi, tidak ada halo yang terbentuk. Warnanya menyebabkan langit jadi
agak kelabu, tapi tidak pernah putih. Sebagai pembeda yang baik dengan
cirrostratus, benda-benda tidak memiliki bayangan saat altostratus muncul.

Nimbostratus:

nimbo berarti hujan, jadi karakter utama nimbostratus adalah hujan


ringan sampai moderate yang turun dari awan ini (faktanya, kalau awan ini
tidak menghasilkan hujan, berarti bukan nimbostratus). Awan nimbostratus
lebih kelabu dari altostratus. Juga, matahari dan bulan tidak terlihat sama
sekali. Biasanya awan ini ditemani oleh awan stratus fractus yang tampak
seperti robekan kertas.

Stratus
Seperti nimbostratus, awan stratus juga abu-abu tua dan tidak melewatkan
matahari serta bulan. Bedanya, hujan jarang turun dari awan stratus, kecuali
gerimis ringan (di nimbostratus hujannya lebih lebat tapi tidak selebat
Cumulonimbus). Dasar awan stratus lebih seragam daripada nimbostratus.

gampang, kan? :)

Mesosfer = Lapisan Atmosfer Terdingin, Tapi Membakar Meteor?

Sudah ada mesosfer setebal 20 kilometer, eh masih banyak juga meteor-meteor yang nyelonong
menyambangi permukaan bumi kita seperti di Teluk Bone dan Duren Sawit (Jakarta) baru-baru ini.
Gimana kalau nggak ada sama sekali ya.. wah pastinya kehidupan di bumi ga mungkin ada. By the
way, ngerasa aneh ga sih, geosciensters, bukannya mesosfer itu lapisan terdingin dengan suhu
sampai -100C, tapi kok bisa membakar meteor?

Sebenarnya ini ga aneh loh, geosciensters. Jawabannya: gesekan.


Pernah kan, waktu udara dingin, kamu menggosokkan kedua telapak tanganmu biar hangat? Begitu
jugalah cara kerja mesosfer. Mesosfer memiliki cukup densitas untuk menggosok meteor-meteor
yang masuk ke bumi sampai terbakar. Apalagi meteor-meteor itu jatuh bebas dengan kecepatan
yang luar biasa, bisa dibayangkan gaya geseknya besar sekali!

Pertanyaannya: mengapa yang membakar meteor bukan lapisan termosfer saja, yang jauh lebih
panas?

Sebenarnya, termosfer dan eksosfer itu tidak sepanas yang diberitakan!


Kalau kamu membawa thermometer biasa ke atas sana dan mengukur suhunya, kamu akan
dapatkan hasil pengukuran yang super dingin! Kok bisa?

Seperti yang kamu tahu, makin panas suatu zat, maka gerak partikelnya semakin cepat. Partikel-
partikel udara di termosfer bagian tengah sampai eksosfer bergerak sangat cepat, secepat partikel
yang bersuhu ratusan derajat Celcius. Tapi, udara disana tipiiiiiiis sekali dengan jumlah partikel
sangat sedikiiiiiiit. Padahal kebanyakan energy yang diserap thermometer atau dirasakan oleh
kulit/meteor berasal dari konduksi. Jadi, walaupun suhu partikel udaranya tinggi sekali, tetapi
jumlahnya terlalu sedikit sehingga suhu lingkungannya rendah sekali. Begitu Jadi meteor sih aman-
aman saja melewati eksosfer dan termosfer yang hot sampai akhirnya dihadang si mesosfer yang
cool . Hehehe.

Mesosfer itu ibarat pedang bermata dua (bagi manusia sih). Di satu sisi dia berjasa melindungi bumi
dari bombardir meteor, tapi di sisi lain mesosfer bisa juga membakar pesawat luar angkasa yang kita
luncurkan dengan biaya jutaan dolar. Solusinya? perlindungan ekstra. Badan pesawat ulang-
alik/satelit dilapisi bahan-bahan yang tahan panas, seperti berilium, tungsten, karbon-karbon
reinforsi,dan karbon ablatif sehingga tahan dari gaya gesek nan hot dari mesosfer.
Skala Gerak Atmosfer

Fenomena-fenomena yang terjadi di atmosfer kita sangat beragam, dari yang seimut pusaran
angin kecil (eddies) sampai sebesar sel Hadley, sel sirkulasi yang mempengaruhi sepertiga
dunia. Karena itu, meteorologis mengelompokkan berbagai kejadian di atmosfer dalam skala
mikro, meso, sinoptik dan global sesuai dengan luas daerah yang dipengaruhi dan durasi
peristiwa.

Skala mikro
peristiwa-peristiwa di atmosfer yang ukurannya meteran dan hilang dalam beberapa menit.
Contoh: pusaran angin kecil di tengah taman kota

Skala meso
Peristiwa-peristiwa di atmosfer berukuran beberapa sampai puluhan kilometer dan
berlangsung selama puluhan menit sampai beberapa jam.
Contoh: Awan Cumulonimbus, membuat satu kecamatan diterjang hujan badai yang
berlangsung satu-dua jam.Tornado, pusaran angin di darat yang merusak area seluas beberapa
km dan hilang dalam hitungan puluhan menit. Mesosiklon adalah emaknya tornado. (Untuk
keterangan lebih lanjut tentang pembentukan tornado silakan klik Torrrnado!)

Skala sinoptik
Sinoptik adalah peta cuaca. (pembahasan lebih lanjut tentang peta cuaca silakan klik Melihat
Lebih Dekat: Peta Sinoptik). Jadi, yang termasuk skala sinoptik ialah peristiwa-peristiwa
yang digambar di peta cuaca, misalnya front, depresi dan antisiklon, atau bisa juga fenomena
berukuran ratusan-ribuan km yang berlangsung berhari-hari, seperti hurricane.

Skala global
Namanya juga skala global, pastinya peristiwanya mempengaruhi satu planet. Contoh:
Sirkulasi Hadley, Ferrel, dan Kutub.

Itu semua pembagian skala untuk semua peristiwa atmosfer. Skala regional tidak dikenal
secara resmi, tapi kalau ngomongin skala regional biasanya maksudnya adalah

satu daerah yang ukurannya sedang (gak kecil-kecil amat tapi gak gede-gede amat), misalnya
satu pulau Jawa.

Oya, pembagian skala gerak ini pun nggak strict ya! Satu kategori bisa bercampur dengan
kategori lain. Contoh: Tropical Storms alias badai tropis ada yang berkekuatan lemah, tetapi
ada juga yang kuat banget sehingga kategorinya bercampur antara skala meso dan skala
sinoptik,

Khusus untuk angin, kita punya klasifikasi sendiri.


Skala Tersier
Alias angin lokal: angin yang berhembus di daerah yang sempit aja, seperti: Angin Fohn,
angin Anabatik, dsb.

Skala Sekunder
Sama juga dengan angin regional: meliputi daerah yang nggak terlalu sempit tapi juga nggak
terlalu luas. Contoh: Angin Muson di Indonesia. Oya, sirkulasi Muson di Indonesia dikenal
juga dengan nama Siklus Walker.

Skala Primer
Ini nih tandingannya skala global: angin yang mendunia! Termasuk angin skala primer adalah
angin pasat, angin baratan, dan angin timuran

Ketidakselarasan (Unconformity)

Pernah dong kamu menikmati musik orkestra?


Belom ya? makanya jangan dangdutan terus dong.. hahaha
dalam musik orkestra, berbagai macam alat musik --Trumpet, cello, biola, flute-- dimainkan
bersama-sama. Di sini, keselarasan sangat penting! Gak cuma asal tiup aja, tapi bunyinya
harus selaras agar menghasilkan melodi yang indah. Jika tidak selaras, pasti bunyinya
sumbang.

nah, dalam geologi pun dikenal pula istilah ketidakselarasan (unconformity).


Ketidakselarasan ini dikenal terutama dalam cabang stratigrafi, yaitu cabang geologi yang
khusus mempelajari perlapisan batuan.

Idealnya, perlapisan batuan terbentuk terus menerus. Setelah terbentuk lapisan A, lalu B di
atasnya, lalu C diatasnya lagi. terus begitu. Kalaupun ada jeda, jeda itu sebentar saja. Tetapi,
kadang-kadang terdapat kasus dimana sedimentasi berhenti sama sekali untuk jeda waktu
yang lama, sehingga dari kacamata waktu geologi bisa dibilang ada lapisan yang "hilang".
Itulah ketidakselarasan.

ada bermacam-macam ketidakselarasan di alam. Let's see it one by one!

1. disconformity

disconformity terjadi ketika sedimentasi terhenti untuk waktu yang saaangat lama, sampai-
sampai lapisan batuan yang terakhir terbentuk tergerus oleh erosi. Dengan kata lain, ciri khas
ketidakselarasan jenis disconformity adalah ADANYA BIDANG EROSI.
2. nonconformity

nonconformity : adanya lapisan batuan sedimen yang menumpang DI ATAS batuan


beku atau metamorf, Proses terbentuknya sebagai berikut: ada sebuah perlapisan batuan
sedimen yang mengandung batuan metamorf/intrusi batuan beku. Pada suatu hari, proses
sedimentasi berhenti untuk waktu yang lama. Perlapisan batuan sedimen ini pun tererosi
sampai-sampai batuan beku/metamorf muncul ke permukaan. Beberapa saat kemudian,
proses sedimentasi berjalan lagi. hasil akhirnya adalah batuan beku/metamorf dengan bagian
atas tampak tererosi dan ditumpangi suatu lapisan batuan sedimen

3. paraconformity

paraconformity ini ketidakselarasan yang paling bikin pusing ahli geologi (yang amatiran
kayak saya sih). Bayangin aja, kalau disconformity kan gampang ketahuannya, soalnya dia
punya bidang erosi yang mencolok mata. Nah si paraconformity ini terjadi ketika sedimentasi
terjadi untuk waktu yang luuuama TETAPI lapisan batuan yang terakhir TIDAK
mengalami erosi! makanya, kelihatannya perlapisan batuan hasil paraconformity itu normal-
normal saja seperti lapisan batuan yang terbentuk secara selaras. Paraconformity baru
ketahuan kalau ternyata ditemukan "loncat fosil" antara lapisan batuan sedimen yang saling
bersebelahan. Seperti yang sudah kamu baca, Hukum Suksesi Fauna berkata bahwa tiap
periode geologi diwakili oleh fosil yang unik, khas pada zaman itu. Nah, kalau perlapisan
batuan sedimen terbentuknya selaras, seharusnya fosil-fosil yang dikandungnya pun
bergantian dengan mulus dari zaman ke zaman.Tapi kalau ternyata antara dua lapisan batuan
sedimen yang bersebelahan eh kok fosil yang dikandungnya loncat zaman, berarti pasti dulu
ada jeda sedimentasi yang lama... walaupun tanpa bidang erosi. Yap, paraconformity.

4. angular unconformity

angular unconformity dicirikan oleh adanya beda dip yang sangat tajam antara
perlapisan di atas dan perlapisan di bawah. misalnya, dalam suatu tubuh perlapisan batuan
sedimen, 3 lapisan terbawah punya dip 0 derajat, alias lapisan itu horizontal. Eh ternyata..4
lapisan di atasnya punya dip 60 derajat! inilah angular unconformity.
Struktur Batuan: Sedimen

Apa itu struktur batuan? Apa bedanya dengan tekstur?


sederhananya, tekstur batuan itu sesuatu yang baru kelihatan kalau kita
memperhatikan batuan dari
jarak dekat. Kamu punya segenggam batu aja, teksturnya udah bisa dideskripsikan
(lihat posting tekstur batuan: sedimen ini). Sedangkan, struktur batuan justru terlihat
jelas kalau kita mengambil langkah mundur dan memperhatikan batuan dari kejauhan.
Sebongkah kecil batu aja biasanya nggak bisa memperlihatkan struktur; harus
ngelihat massa batuan langsung di lapangan!

Termasuk struktur batuan sedimen di antaranya..

1. Perlapisan/Bedding
Disebut juga emaknya batuan sedimen. Abis, kalau ada batu punya perlapisan,
langsung bisa ketahuan kalau itu batuan sedimen! Ngomong-ngomong, kok bisa sih
batuan berlapis-lapis kayak lapis legit?
Itu karena penulis asalnya dari Malang (lahh ga nyambung)
Ehem, bidang perlapisan terbentuk jika terdapat suatu periode singkat di mana proses
deposisi (pengendapan) menjadi sedikit sekali. Kata kuncinya di sini singkat, karena
kalau terlalu lama, apalagi sampai terbentuk bidang erosi, ini sudah menjadi
ketidakselarasan atau unconformity. Oya, bidang perlapisan juga bisa terbentuk kalau
ada perubahan lingkungan pengendapan.

2. Laminasi

Ini cucunya perlapisan cuz laminasi adalah perlapisan yang tipiiiis banget, dari
beberapa mili sampai 1 cm. Ini biasanya terbentuk kalau suplai sedimennya sangat
sedikit. Contoh: endapan silika di dasar laut.
Convolute lamination:

laminasi yang tampak terlipat (pernah keluar di OSN 2008). Struktur convolute
lamination ini muncul bukan karena perlipatan akibat gaya endogen loh, melainkan
akibat pengaruh arus yang mengalir di sekitarnya atau akibat proses dewatering
/liquefaksi (sedimen kehilangan kandungan air secara tiba-tiba akibat terkena
gangguan). Kehilangan air yang tiba-tiba ini membuat sedimen kehilangan
kekuatannya. Nah, gangguan tadi berupa stress (tekanan) yang disebabkan oleh
berbagai macam hal, salah satunya yang sering terjadi ialah oleh gempa bumi.

3. Silang Siur/Cross-bedding

Struktur eksotis ini terbentuk kalau agen transportasi sedimen berupa arus/current;
ini bisa arus sungai, arus laut, angin, dll. Yang namanya arus jelas punya arah dong..
karena itu struktur silang siur sangat <3 disayang-sayang ahli geologi <3 karena
berguna untuk menentukan paleocurrent alias arus purba.

Gak cuma itu aja, silang siur juga bisa memberitahu kita mana bagian atas perlapisan
dan mana bagian bawahnya. Dengan kata lain, dia penanda top and bottom gitu loh!

Lagipula bentuknya eksotis banget, di dalam perlapisan ada perlapisan! Wow, cute
dan smart ya?! XD

4. Mud Cracks
Kretak-kretak pas zamannya El Nino melanda Indonesia, kita sering ngelihat
sawah-sawah mengering sampai retak-retak itulah mud cracks. Permukaan lumpur
yang di-oven sinar matahari akan memperlihatkan struktur mud cracks. Kalau tidak
terjadi pembalikan lapisan, biasanya tampak samping mud cracks berbentuk
trapesium dengan sisi di atas lebih pendek daripada sisi di bawah. Karenanya, top and
bottom lapisan sedimen bisa ketahuan.

5. Ripple marks

Ripple marks, sama seperti cross-bedding, disebabkan oleh arus. Bedanya, ripple
marks cuma bentukan yang ada di permukaan perlapisan sedimen. Struktur ini bisa
menandakan arus purba juga.

5. Channel
Struktur Channel berskala meter sampai kilometer. Struktur ini terbentuk di sepanjang
jalur transportasi sedimen dan air yang mengalir dalam waktu yang lama. Dengan
kata lain, channel adalah sungai purba. Struktur channel bisa menunjukkan top and
bottom karena bagian dasar sungai punya bentuk yang khas.

6. Flute cast

Adalah struktur sedimen yang terjadi akibat material-material yang dibawa arus
menggerus bagian dasar sungai. Arus sungai mempunyai arah menuju ke bagian
yang memanjang. Dengan demikian, struktur ini juga penentu paleocurrent.

Karena struktur ini hanya ada di bagian dasar suatu tubuh arus dan bagian yang
menggembung selalu di bawah, maka flute cast pun handal dalam menentukan top-
bottom perlapisan sedimen.

7. Flame Structure (check)

Dinamai flame structure karena kenampakannya mirip lidah api yang menjilat-jilat ke
atas. Flame structure terbentuk saat suatu lapisan mudstone berada di bawah lapisan
batupasir. Batu pasirini membebani mudstone yang lemah, sehingga sedikit massa
mudstone di bawah muncrat ke atas dan membentuk lidah.

8. Gradasi
Struktur gradasi dicirikan oleh perubahan tekstur batuan secara perlahan-lahan dari
atas ke bawah. Gradasi Normal mempunyai kenampakan makin ke bawah ukuran
butir makin besar. Biasanya, proses sedimentasi normal bakal menempatkan butir-
butir paling kasar di bagian terbawah lapisan yang kemudian menghalus ke atas
secara yang gede kan lebih berat, jadi lebih cepet turun. Atas dasar inilah gradasi
dapat digunakan sebagai penciri top and bottom lapisan batuan. TETAPI, pada
beberapa kasus tertentu bisa juga terbentuk Gradasi Terbalik atau Reverse Grading,
karena itu kita perlu berhati-hati kalau memakai dasar gradasi sebagai acuan top
bottom.

9. Lenticular bedding

Perlapisannya berbentuk melensa, yaitu makin ke tepian, lapisan makin tipis.


Lenticular bedding menandakan lingkungan yang didominasi gelombang pasang-surut
(tidal).
10. Ball and Pillow Structure

Struktur ini biasanya terjadi jika ada selapis sedimen pasir berada diantara sedimen
lumpur. Sedimen sedimen pasir tampak terpecah-pecah sehingga bentuknya mirip (?)
bantal. Diperkirakan penyebabnya akibat peristiwa gempa atau tingginya tingkat
sedimentasi sehingga mengganggu stabilitas perlapisan.

Itulah 10 struktur sedimen yang lumayan umum dijumpai, disamping belasan jenis
struktur sedimen lainnya!
lebih lengkap tentang struktur sedimen bisa dibaca di sini.

Korelasi Batuan

mari kita lihat soalnya!


suatu batuan sedimen akan dikorelasikan dengan batuan lain yang letaknya berjauhan,
maka yang menjadi sarana untuk korelasinya adalah
a. kesamaan ukuran butir batuan
b. kesamaan mineral penyusun batuan
c. kesamaan struktur sedimen
d. kesamaan lingkungan pengendapan
e. kesamaan kandungan fosil

apa sih korelasi batuan itu?


sesuai hukum stratigrafi yang dicetuskan Pak Nicolas Steno, yaitu Hukum Kontinuitas
Lateral, lapisan sedimen itu tersebar dalam area yang luaaaaaas di permukaan bumi. jadi
lapisan batubara yang ditemukan di suatu tempat di Kalimantan Barat bisa jadi merupakan
kelanjutan dari lapisan batubara lain yang ketemu di kalimantan Timur. atau lapisan batupasir
di daerah Malang sebenarnya melampar sampai ke Jawa Tengah. Ini sangat mungkin sekali
dalam geologi!

Tapi saudara-saudara, menghubungkan batuan di satu tempat dengan tempat lain yang
berjauhan letaknya bukan perkara gampang loh. Kita cuma bisa menghubungkan dua lapisan
batuan yang terletak di lokasi berjauhan jika mereka: 1) jenis batuannya sama 2) (ini yang
paling penting) UMURNYA SAMA.

coba perhatikan ilustrasi berikut.

di sisi kiri, kita jumpai sebuah tebing dengan perlapisan batupasir (A), batulempung (B), dan
batulanau (C), batupasir (D), batulempung (E), dan batulanau (F). di sisi kanan yang 500
meter jauhnya ada tebing lain yang lebih pendek, terdiri atas lapisan batupasir, batulempung,
dan batulanau.

ayo kita coba korelasikan.


Syarat pertama: jenis batuannya harus sama. Batupasir cuma bisa dihubungkan dengan
batupasir. Batulempung dengan batulempung. batulanau dengan batulanau.
tapi kita punya masalah disini! batu pasir di tebing kanan harus dihubungkan dengan
batupasir (A) atau (D) di kiri? batulempung di kanan berhubungan dengan (B) atau (E)? Batu
lanau di kiri dengan (C) atau (F)? kita lihat syarat berikutnya.

Syarat kedua: umurnya harus sama. kita harus menghubungkan batupasir di tebing kanan
dengan batupasir di kiri yang UMURNYA SAMA. Lah, bagaimana caranya tahu umur
batuan ?? tentusaja dengan KANDUNGAN FOSIL DONG! ingat, berdasarkan hukum
Suksesi Fauna, setiap kurun waktu geologi punya perwakilan fosil yang khas (fosil indeks).
Jadi, kita teliti saja kandungan fosil di lapisan batu pasir di tebing kanan, batupasir (A) dan
batupasir (D). Kita lihat, lapisan mana: (A) atau (D) yang kandungan fosilnya menandakan
waktu yang sama dengan fosil yang ada di batupasir di tebing sebelah kanan. Eh ternyata nih,
fosil indeks di batupasir tebing kanan sama dengan fosil indeks di batupasir (D)! jadi
batupasir D -lah yang merupakan kelanjutan dari batupasir di tebing kanan. Anda sudah
sukses mengkorelasi batu pasir!
Begitu Menarik, Bagai Magnet

Kemagnetan merupakan salah satu sifat fisik mineral, selain kekerasan, sifat dalam, warna,
ketembusan cahaya, de el el. Berdasarkan gimana reaksi suatu mineral kalau dipapar medan
magnet, mineral terbagi atas 3 jenis:

Ferromagnetik
Mineral-mineral ferromagnetik bukan cuma sangat bersemangat kalau medan
magnet dari luar datang.. saking ngefansnya sama si medan magnet nih, mineral-mineral
ferromagnetik bahkan punya sifat kemagnetan yang permanen!
Contoh:
Magnetit (Fe3O4)
pyrrhotit (Fe1-xS)
Maghemite (Fe2O3, -Fe2O3)
Isovite ((Cr,Fe)23C6)
Chromferide (Fe3Cr1-x)
Symthite ((Fe,Ni)9S11 atau ((Fe,Ni)13S16)
Wilhelmramsayite (Cu3FeS32(H2O)
Batiferrite (Ba[Ti2Fe10]O19)

Paramagnetik
Beda dengan mineral-mineral paramagnetik yang cinta mati sama medan magnet,
cinta mineral-mineral paramagnetik sementara aja! Mineral-mineral ini bersifat magnet
cuma ketika ada medan magnet disekitarnya. Begitu medan magnet dari luar pergi, hilang
deh sifat kemagnetannya.
Contoh: Hematit (Fe2O3)
Franklinite ((Zn,Fe2+)(Fe3+)2O4 )
Pirit (FeS2)
Kalkopirit (CuFeS2)
Olivin ((Mg,Fe)2SiO4)
Ilmenit (FeTiO3)
Piroksen ((Mg,Fe)SiO3)
Hornblende ((Ca,Na)23(Mg,Fe,Al)5(Al,Si)8O22(OH,F)2
Mineral mika (Biotit, Muskovit, Flogofit)
Diamagnetik
Digoda medan magnet? Cuek aja, lagi! Itulah mineral-mineral diamagnetik. Dalam
bahasa sehari-hari, kita sering bilang benda-benda seperti air, udara, plastik, kertas sebagai
benda tanpa magnet. Sebenarnya, benda-benda diamagnetik sedikit menolak medan
magnet. Yang termasuk mineral-mineral diamagnetik adalah mineral-mineral non-logam,
seperti
Sulfur (S)
Kuarsa (SiO2)
Halite (NaCl)
Calcite (CaCO3)
Ortoklas (KAlSi3O8)
Plagioklas ((Na,Ca)(Si,Al)4O8)
Talk(Mg3Si4O10(OH)2)
Gipsum (CaSO42H2O)
Intan (C)

Silau, Meeeen! (Pembahasan IESO 2008)

17. Sean is in Manila and driving his car to the north at noon. He has trouble seeing the
car moving in front of him because the sun's rays are reflected from the back window
glass and the glare is in his eyes. The back window glass of the car A forms an angle
with the ground of 52 18as shown in the picture below. The arrow AB is parallel to the
ground. (6 pts in total)

a) In this situation, what is the altitude of the sun? (2 pts)


b) The latitude of Manila is 14 36 N. What is the declination of the sun on this date? (2
pts)
c) Estimate the dates when this situation occurs. (2 pts)

(terjemahan:
Sean berada di Manila dan sedang mengendarai mobilnya ke Utara pada tengah hari. Dia
kesulitan melihat mobil di depannya karena sinar matahari dipantulkan oleh kaca belakang
mobil di depannya tepat ke matanya (silau gitu maksudnya). Kaca belakang mobil itu
bersudut 52 18 dengan tanah (lihat gambar). Panah AB paralel terhadap tanah.
a) pada situasi ini, berapa ketinggian matahari? (dalam derajat)
b) Manila berada pada lintang 14 36 N. Berapa deklinasi matahari pada hari itu?
c) perkirakan tanggal-tanggal saat situasi seperti ini bisa terjadi.
Berapa ketinggian matahari?
Pada waktu tengah hari, matahari tepat berada di meridian. Meridian adalah (gampangnya) garis tengah langit.
Ketinggian matahari adalah sudut yang dibentuk sinar matahari dengan tanah.

Nah, kaca belakang mobil di depan mobil Sean kan membentuk sudut 52 18dengan tanah. Lalu hasil pantulannya tepat ke mata Sean sehingga
menyilaukan. Dengan kata lain hasil pantulan sinar matahari sejajar dengan tanah. Karena sinar pantul sejajar dengan tanah, maka sudut antara sinar
pantul dan kaca mobil juga 52 18.

Ingat hukum Snellius tentang pemantulan cahaya: sudut datang sama dengan sudut pantul. Dengan demikian:

Sekarang kita bisa menghitung ketinggian matahari seperti ini:


Dan mendapatkan hasil 75,4 atau 75 24.

Berapakah deklinasi matahari pada tanggal ini?


Pada prinsipnya, deklinasi matahari adalah derajat lintang di bumi di mana matahari mempunyai ketinggian 90, alias lintang di mana Matahari tepat
bersinar dalam posisi tegak lurus. Contohnya, pada tanggal 23 September Matahari tepat di atas khatulistiwa, sehingga pada tanggal ini deklinasi
matahari 0.

Manila terletak di lintang 14 36. Di Manila, Matahari terlihat berketinggian 75 24. Pastinya, pada saat ini juga, ada suatu tempat di Bumi di mana
matahari berketinggian 90 . Di mana tempat itu? Lihat kembali soal: Sean berkendara menuju Utara,sedangkan matahari berada di belakangnya.
Berarti, matahari berada di Selatan Manila dengan selisih lintang sebesar:

selisih lintang = 90 - 75,4 = 14,6 atau 14 36.

Wah! Lokasinya sejauh 14 36 di Selatan kota Manila yang punya lintang 14 36 LU? Berarti Matahari tepat berada di Ekuator, dong!

Jadi, deklinasi matahari sebesar 0 .

Tanggal berapa yang mungkin?


Tentu saja, Matahari berada di atas ekuator pada tanggal 21 Maret (Vernal Equinox) dan 23 September (Autumnal Equinox)!

Kerak, Lempeng, atau Litosfer? The Very Basic of Geoscience! PART I

Inilah salah satu pertanyaan paling mendasar di bidang kebumian:


bumi padat/solid earth terdiri atas lapisan apa saja?

KebumianZone yakin deh, semua orang yang buka kebumianzone.co.nr ini pernah lihat,
minimal sekali dalam hidupnya, diagram yang menujukkan isi perut bumi kalau misalnya
Bumi bisa dipotong laiknya telor asin. Seperti ini.
Dan emang sih bentuknya kayak telor asin, makin ke dalem makin menguning! (belum
waktunya makan siang loh, geosciensters... hehehe)

Dilihat dari diagram di atas, lapisan-lapisan dalam Bumi mulai dari permukaan (yang
sekarang kita injak) sampai ke inti Bumi adalah:kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam.
Hmm... itukah jawaban atas pertanyaan Bu Guru SMP?

Guru SMP: ... kalau geosfer bagian-bagiannya apa aja anak-anak??

Sebagai murid SMP, jawaban seperti itu bisa dimaklumi. Tapi sebagai anak olim kebumian
yang bersiap-siap bertarung di ajang International Earth Science Olympiad, jawaban itu
nggak bisa diterima!

Huwaaaa ... terus gimana dong, KebumianZone?

Tenang, nggak usah panik. Sebenarnya, memang benar kerak, mantel, dan inti luar dan
inti dalammerupakan lapisan-lapisan geosfer, tetapi jika ditinjau dari komposisi kimianya.
Jika ditinjau dari sifat fisiknya, Bumi terdiri atas litosfer, astenosfer, mesosfer, inti luar,
dan inti dalam.

Dilihat dari sifat fisik lapisannya, bumi terdiri atas:


a. Litosfer: sifat padat tetapi rapuh (relatif gampang patah, kayak kayu), ketebalan 100-150
km. Litosfer sama dengan lempeng.
b. Astenosfer: sifat padat tetapi liat (fleksibel, seperti tembaga). Inilah sumber magma.
c. Mesosfer: sifat padat seperti litosfer, pada kedalaman 300-2900 km.
d. Inti luar: sifat cair (beda dengan astenosfer!!!), Temperatur 4000-5000C, pada kedalaman
2900-5200 km
e. Inti dalam: sifat padat. Temperatur 5000-6000C. Pada kedalaman 5200 km-6371 km.

Dilihat dari segi komposisi kimianya, bumi terdiri atas:


a. Kerak: komposisi kimia kaya silikat
b. Mantel: komposisi kimia miskin silikat, sangat dominan Fe dan Mg dibandingkan kerak
c. Inti: dominan Fe dan Ni (beberapa ahli membaginya menjadi inti dalam dan inti luar,
karena inti dalam memiliki kandungan Fe yang sedikit lebih banyak)
Coba lihat; inilah kedua cara membagi isi dalam bumi

Jadi apa itu litosfer? Litosfer adalah bagian terluar kulit bumi yang sifatnya padat, terdiri
atas kerak yang sifatnya padat dan mantel bagian atas yang juga padat.
Apa itu astenosfer? Mantel bagian tengah yang sifatnya plastis, terletak di bawah litosfer.
Apa itu mesosfer? mantel bagian bawah yang sifatnya padat, terletak di bawah astenosfer.
Apa itu inti luar? Inti bumi bagian luar yang sifatnya cair.
Apa itu inti dalam? Inti bumi bagian dalam yang sifatnya padat.

Jadi, kedua klasifikasi ini saling bertumpukan; bagian yang sedang kita injak ini bisa disebut
kerak ataupun litosfer (lempeng), tergantung berdasarkan apa: sifat fisik atau komposisi
kimia.

Sekarang, inilah jebakan besar yang kamu harus super hati-hati: kerak benua dan kerak
samudera vs. Lempeng benua, lempeng samudera, dan lempeng benua-samudera.

Lempeng vs Kerak, the very basic of Geoscience! PART 2

Kita sudah tahu apa itu beda kerak dan lempeng. Sekali lagi, kerak adalah bagian terluar
bumi setebal maks. 70 km yang komposisi kimianya kaya silikat. Lempeng adalah bagian
terluar bumi setebal 100-150 km yang sifat fisiknya padat. Sama-sama bagian terluar bumi,
namun dinamai kerak jika kita meninjau dari segi komposisi kimianya, atau lempeng jika
kita meninjau dari segi sifat fisiknya.

Nah, berdasarkan komposisi kimianya, kerak terbagi lagi menjadi dua jenis: kerak benua dan
kerak samudera. Kerak benua adalah kerak yang komposisinya kaya Si dan Al alias asam.
Karena itu, berat jenisnya rendah (2,7 g/cm3). Selain itu, umurnya relatif tua dan tebal sekali
(20-70 km). Kerak benua, sesuai namanya, biasanya membentuk daratan.

Selain kerak benua, ada satu lagi jenis kerak, yaitu kerak samudera: kaya Si dan
Magnesium alias basa. Berat jenisnya tinggi (3,0 g/cm3). Umurnya muda. Tipis (7-10 km).
Sesuai namanya, kerak samudera biasanya membentuk lautan.
Nah, lalu apa itu lempeng benua? Sekali lagi camkan dalam benakmu, litosfer terdiri atas
kerak dan mantel atas. Kalau misalnya suatu litosfer punya kerak berjenis kerak benua, maka
litosfer ini disebut lempeng benua. Dan sebaliknya; litosfer yang keraknya berjenis kerak
samudera dinamai lempeng samudera.

Ada nggak sih litosfer yang keraknya ada yang kerak benua dan ada yang kerak samudera?

Yah, kenapa enggak? :D lempeng Eurasia sebenarnya adalah lempeng benua-samudera;


bagian utara-baratnya tersusun oleh kerak benua, tapi bagian Indonesia (Jawa) nya adalah
kerak samudera.

Dalam teori tektonik lempeng alias plate tectonic, yang disebut-sebut saling bertabrakan,
saling berjauh
an, bersubduksi adalah plate alias lempeng alias litosfer, BUKAN kerak! Sekali lagi,
BUKAN kerak!

Berdasarkan penelitian ahli geofisika, kerak terlalu tipis buat ditabrak-tabrakin, ditarik-tarik,
dan didelesep-delesepkan. Sehingga bisa disimpulkan bagian terluar bumi yang berperan
dalam tektonik lempeng nggak Cuma kerak, tapi kerak+bagian mantel atas yang sifatnya
padat, yang secara keseluruhan kita sebut... apa anak-anak...? Yup, litosfer.

Menakjubkan ya, betapa kita udah salah paham selama ini. :D

Konsep Penanggalan Relatif dan Absolut Part I

Geologi selalu bersinggungan dengan waktu. Setiap kali kita berhadapan dengan suatu
tubuh batuan, penting banget bagi kita untuk menjawab: batuan ini kapan terbentuknya ya?

Nah, untuk menjawabnya, geologi ngasih kita dua senjata ampuh: penanggalan relatif dan
penanggalan absolut. Penanggalan relatif menjawab antara batuan A dan batuan B lebih
tua yang mana. Cara tahunya? Kita bisa menerapkan hukum-hukum geologi: seperti
Superposisi, Cross-cutting relationship, hukum inklusi, dsb.

Kamu udah pernah baca tentang hukum-hukum di atas? Kalau sudah, silakan lanjutkan
membaca artikel ini. Kalau belum, baca dulu posting: hukum-hukum geologi. Penting buat
minimal sekedar tahu, karena kalau nggak ada basic tentang hukum-hukum geologi sama
sekali, kamu akan kesulitan memahami artikel ini..

Oke, semua udah baca tentang hukum-hukum geologi? Baguuus... mari kita lanjutkan! :)
Untuk melatih pemahaman kita soal penanggalan relatif, mari kita kerjakan soal
KebumianTryout#2, Oktober 2010 ini.

6. perhatikan gambar berikut. Manakah yang benar?

a. granit terbentuk bersamaan dengan batupasir


b. granit terbentuk sebelum batupasir
c. granit terbentuk setelah batupasir
d. granit berada di atas batupasir
e. umur granit dan batupasir tidak bisa ditentukan

Kita lihat pada gambar, ada pecahan-pecahan batu warna coklat (yaitu pecahan batupasir)
masuk ke dalam batuan yang berwarna merah (granit). Dengan begini udah jelas dong, kita
harus memakai hukum inklusi yang berbunyi:

Jika ada fragmen batuan yang terinklusi dalam suatu perlapisan batuan, maka
perlapisan batuan itu terbentuk setelah fragmen batuan.

Maksud hukum di atas, kalau ada pecahan batuan A yang nebeng di dalam batuan B,
pertama-tama pecahan batuan A harus ada terlebih dahulu, barulah terbentuk batuan B
yang menimbun pecahan batuan A. Untuk kasus no.6, memang begitulah jawaban yang
logis: harus ada batupasir dulu, barulah batupasir itu diterobos granit, dan beberapa
fragmen batu pasir ngikut di dalam granit. Nggak mungkin dong granit makblek terbentuk
duluan, lalu tiba-tiba pecahan batupasir masuk-masuk ke dalamnya. Gimana caranya
fragmen-fragmen yang kecil itu menembus tubuh granit yang keras kompak?? Nggak logis!
Makanya, jawaban untuk no.6 adalah C.

Jelas ya? Ilmu kebumian itu soal logika :)

Nah, berdasarkan penanggalan relatif, ternyata oh ternyata batu granit ternyata lebih muda
dari batupasir. Sekarang, berapa tahunkah tepatnya perbedaan umur antara batugranit dan
batupasir? 100 tahun? 1000 tahun? 10 juta tahun? Di sinilah metode penanggalan relatif
harus undur diri, menyerahkan tongkat estafetnya ke metode penanggalan absolut. Dengan
penanggalan absolut, kita bisa tahu tanggal ulang tahun suatu batuan secara precise.
Hmm... kalau mau tahu tanggal ulang tahun seorang temen, kan kita tinggal nanya: eh,
ulang tahunmu kapan? atau ngintip di info Facebooknya. Lah kalo batuan?? Nanya ke
rumput yang bergoyang mah ada lagunya, tapi kalau nanya ke batuan?? Dan emangnya
batuan punya Facebook??

Hmmm gimana yaaaa caranya? Tunggu posting: Konsep Penanggalan Relatif dan Absolut
Part II, berikutnya.

Buat geosciensters yang penasaran mampus, inilah petunjuknya: kita minta bantuan
NUKLIR. Hayo tebak apa? hehehehe

Menyibak Misteri Dasar Laut: Passive Margin

Perhatikan gambar berikut.

4. Daerah shelf break ditunjukkan oleh huruf ...


a. A b. B c. C d. D e. E

5. Daerah dimana terjadi aktivitas vulkanik ditunjukkan oleh huruf...


a. A b. B c. C d. D e. E

Kedua soal diatas merupakan soal KebumianTryout #1, September 2010. Woot, apatuh
KebumianTryout? Yap, tiap bulan, kami mengadakan TO Kebumian online berskala nasional
loh.. khusus untuk membantu kamu mempersiapkan diri buat OSN Manado 2011. GRATIS!!
Jadi, kalau kamu siswa SMA kelas X atau XI, yuk buruan daftar! Caranya? Klik:
kebumiantryout

Okay, kita kembali ke soal no 4 dan 5. Tentunya kamu sudah bisa menebak, dari bentuk yang
dilukiskan oleh gambar di atas, dari label-labelnya (continental margin, ocean basin, abyssal
plain) bahwa gambar diatas merupakan penampang dasar samudera. Kalau kamu suatu hari
berkesempatan numpang di kapal selam bertenaga nuklir punya Amrik dan dibawa jalan-
jalan menikmati indahnya dasar Sam. Pasifik, yaaa... kira-kira gitu deh bentuknya dasar laut.

Dalamnya laut bisa ditebak, dalamnya hati siapa yang tahu? Hehehehe

Apakah semua samudera di Bumi ini punya profil persis seperti itu? Sebenarnya.. nggak
juga. Tiap samudera punya karakter khas masing-masing.

Salah satu karakter yang membedakan adalah jenis tepian samuderanya, atau marginnya.
Secara umum, terdapat dua jenis tepian samudera: passive margin dan active margin. Suatu
samudera tepinya disebut pasif kalau pada tepiannya tidak dijumpai batas lempeng atau
aktivitas tektonik. Sebaliknya, suatu samudera tepinya disebut aktif kalau pada tepiannya
terdapat aktivitas tektonik yang intensdengan kata lain, tepian samudera ber-active margin
juga merupakan batas lempeng.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan peta lempeng tektonik berikut.

Samudera Atlantik merupakan salah satu contoh samudera ber-passive margin. Perhatikan,
tepi Samudera Atlantik kan berbatasan dengan Benua Afrika dan Amerika Selatan.. tetapi
tepi itu bukan merupakan batas lempeng! Lempeng Afrika dan Lempeng Amerika Selatan
justru bertemu di tengah-tengah Samudera Atlantik, sehingga tepi samuderanya nggak aktif.

Lain halnya dengan samudera Pasifik; bisa kamu lihat, tepi-tepi Samudera Pasifik dipenuhi
garis-garis hitam yang menandakan pertemuan lempeng! Dengan kata lain, banyak banget
aktivitas tektonik di tepian samudera Pasifik... sehingga kita pun menamainya active margin.

Jelas, kan, geosciensters? :D

Nah, pada artikel kali ini, KebumianZone akan membahas soal profil dasar samudera tipe
passive margin.

Dasar samudera tipe passive margin terbagi atas dua bagian : continental margin (tepi
benua) dan ocean basin (cekungan samudera). Continental margin adalah bagian samudera
yang berdekatan dengan daratan (benua) dan masih mendapat pengaruh daratan, misalnya
masih menampung endapan aluvial dari sungai. Bagian-bagian dari continental margin
sendiri antara lain:
a. Continental shelf: continental shelf yang landai ini sebenarnya masih bagian dari benua.
Bahkan, pada zaman es, bagian ini kering loh! (Pada waktu zaman es kan air laut surut).
Sedimen yang menutupi continental shelf berasal dari benua, namun sedimen tersebut 70%
berasal dari endapan sungai waktu zaman es dulu; sungai yang sekarang bermuara di sana
dan mengendapkan material cuma berkontribusi sedikit.

b. Shelf break: batas berakhirnya shelf dan dimulainya continental slope. Uniknya, di
samudera manapun di dunia, batas shelf break selalu berada di sekitar 140 m di bawah
permukaan laut! Wah, wah... kompak banget sih! Kemungkinan besar, ini merupakan sisa-
sisa zaman es dulu, dimana level air laut lebih rendah dari sekarang dengan tepian berada di
shelf break.

c. Continental slope: sesuai namanya, karakter khas continental slope adalah slopenya alias
kemiringannya yang curam abis! Kebanyakan continental slope dihiasi lembah-lembah
gelap nan curam hasil dari pahatan arus turbid. Mau tau lebih lanjut? Baca artikel satu ini.

d. Continental rise: setelah kita asyik maen perosotan menuruni continental slope nan
curam, kita bertemu lagi dengan bagian tepi benua yang landai yaitu continental rise.
Kemiringannya bervariasi antara 0,5 sampai 1, melampar hingga 500 km dari slope.

Sedangkan bagian dari cekungan samudera alias ocean basin:


a. Abyssal plain: dataran di tengah samudera yang dalam dan luas.

b. Mid Oceanic Ridge: pada mid oceanic ridge, terdapat dua buah lempeng samudera yang
saling menjauh. Akibatnya, magma dari dalam Bumi keluar di pertengahannya, lalu
membeku, dan membentuk tebing-tebing tinggi yang memanjang mengikuti batas lempeng.
Hm... tebing tinggi yang memanjang... Mirip punggung ya? Makanya, fitur ini disebut
punggungan tengah samudera alias mid oceanic ridge.

Begitulah :D

Mengukur kemeriahan pesta gunung api dengan VEI

Tahun 2010 ini, kayaknya gunungapi-gunung api di Indonesia lagi berpesta, nih! Mulai dari
gunung Sinabung di Sumatera, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru dan Bromo di
Jawatimur, Gunung Salak di Jawa Barat, sampai yang paling menghebohkan, sang tuan besar
Gunung Merapi! Semua nggak mau kalah menjamu kita-kita dengan berbagai macam
hidangan lezat, mulai dari bon-bon abu vulkanis nan lembut, sup awan panas yang bikin
anget, sampai pasta lava pijar yang sausnya merah menyala. Duh duh duh...

By the way, ahli vulkanologi punya standar tersendiri loh untuk mengukur kemeriahan pesta
(sunatan?) yang gunungapi selenggarakan. Ukuran itu adalah VEI alias Volcano Explosivity
Index. Soal tentang VEI pernah keluar di KebumianTryout#1, September 2010 loh!

9.Dahsyatnya letusan gunung bisa diukur dengan VEI (Volcano Explosivity Index). VEI
letusan Krakatau 1883 mempunyai VEI sebesar ...
a. 9 b. 8 c. 7 d. 6 e. 5
Letusan Krakatau 1883

VEI, sekali lagi, adalah skala yang disepakati para ahli vulkanologi untuk mengukur
dahsyatnya suatu letusan gunung api. Penentuannya berdasarkan atas : volume tephra
(material padat) dan tinggi kolom awan. Makin besar volume material padat yang
dikeluarkan, VEInya makin tinggi. Ingat loh, yang dibicarakan disini adalah volume material
padat; karena itu, meski gunung-gunung di Hawaii tiap kali erupsi mengeluarkan lava yang
volumenya luarrr biasa, tetep aja VEInya rendah... masalahnya gunung-gunung di Hawaii
hobinya mengeluarkan material cair namun minim material padat.

Inilah tabelnya

Dan ini tabel+contoh gunungapinya


Memang yaa... Indonesia begitu kaya, sehingga gunung-gunungnya mampu mengadakan
pesta gunungapi skala internasional ... weleh-heleh ... dimana abunya terbang hingga Eropa
Timur ! Bahkan, letusan gunungapi terbesar sepanjang sejarah duni dengan VEI 8 terjadi
73.000 tahun yang lalu di Sumatera Utara, yang sisa-sisa gunung apinya kita kenal dengan
Danau Toba. (deket venue OSN 2010 ini!)

Jadi, danau Toba dulunya adalah gunung api! Bayangin... @.@ gunung segede itu ilang
semua, tinggal danau yang rata dengan tanah plus 1 pulau di tengah.. seberapa gede
letusannya yaaa @_@

Bagaimana dengan Krakatau? Letusan legendaris tahun 1883 itu sukses menyabet VEI 6.

Bagaimana dengan...Merapi? VEI Letusan Merapi akhir-akhir ini berkisar antara 3,5-4
dengan tipe letusan Vulcanian menuju Plinian

Wah, bagaimana dengan hari-hari berikutnya, apakah Merapi akan semakin


memantapkan kondangannya, ataukah pesta itu akan segera berakhir?? Beberapa ahli
berpendapat bahwa masa puncak erupsi sudah berakhir. Namun ada juga yang menduga
letusan ini akan semakin besar terutama menjelang bulan Purnama. Sejarah mencatat erupsi-
erupsi terbesar terjadi waktu bulan Purnama. Mistis? Nggak sama sekali. Ini murni karena
pengaruh gravitasi bulan dan matahari yang begitu kuat saat bulan Purnama. Mau lebih tahu?
Baca dong artikel dari Dongeng Geologi berikut.

Adududuh... semoga hajatan gunung-gunung berapi di Indonesia segera usai, ya!

Bagaimana Matahari Mati? (Bukan Supernova)


Dan inilah soal yang paling menghebohkan dalam Sejarah KebumianTryout:

Mengapa Matahari diprediksi tidak akan mengalami Supernova? Jelaskan


maksimal dalam 4 kata (lebih poin dikurangi).
--Soal KebumianTryout esai no.4, Desember 2010
Biasanya untuk jawaban essay kan kita sering mengarang indah, tapi sekarang bahkan
jawabannya nggak boleh lebih dari 4 kata!

Tanya kenapa?

Kenapa oh kenapa para tryouters hanya boleh memakai 4 kata? Karena oh karena, memang
soal ini bisa dijawab dengan singkat! Kali ini kita mencari inti terpenting dari sebuah
jawaban. Menulis jawaban panjang itu gampang, geosciensters. Menulis dengan efektif dan
efisien, itulah yang susah. KebumianZone ingin para geosciensters mampu menjawab soal
essay di OSP dan OSN nanti dengan efektif dan efisien, sehingga skornya maksimum.
Makanya, latihan terus di KebumianTryout... :)

Jadi, mengapa Matahari nggak bakal mati dengan Supernova? Eh.. eh.. tunggu dulu,
emangnya Matahari bakal mati?
Sedih dong... T.T
Yup, bayi matahari lahir sekitar 5 milyar tahun yang lalu. Alhasil, kakek matahari pun
bakal gugur juga kelak, sekitar 5 milyar tahun lagi. Namun, perginya Matahari nanti nggak
bakal menghebohkan alam semesta. Ini karena Matahari diprediksi mati tidak dengan melalui
tahapan Supernova.

Apa itu Supernova? Supernova adalah, gampangnya, ledakan mahadahsyat yang


menandainya matinya suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova adalah bintang-
bintang yang sangat massif, > 8 kali Massa matahari.

Supernova

Jadi, jawaban untuk pertanyaan di atas: karena massanya terlalu kecil.

Lalu, bagaimana proses terjadinya supernova?


Bintang-bintang masif hidup dengan cara yang berbeda dibandingkan Matahari. Matahari
hidup dengan cara membakar hidrogen (fusi hidrogen) menjadi helium. Bintang-bintang
masif nggak hanya membakar hidrogen saja. Struktur internal bintang-bintang gede mirip
bawang; lapisan terluar adalah lapisan pembakaran hidrogen yang membakar hidrogen
menjadi helium, lapisan di dalamnya merupakan pembakaran helium yang membakar helium
menjadi karbon. Berikutnya adalah lapisan pembakaran karbon, pembakaran oksigen,
pembakaran neon, dan seterusnya sampai yang terdalam berupa lapisan pembakaran besi.

Tapi pembakaran besi ini nggak sama dengan pembakaran-pembakaran lain. Pembakaran
hidrogen ke helium, seperti yang matahari kita lakukan, menghasilkan energi. Pembakaran
besi justru menyerap energi. Ketika pada suatu hari bintang gede mulai melaksanakan
pembakaran besi, temperatur bintang mendadak drop! Iya, karena energinya diserap untuk
membakar besi di inti tadi. Ketika suhu turun drastis, tekanan pun turun drastis... inti bintang
pun kolaps. Runtuhnya inti bintang membuat densitas naik mendadak sehingga tiba-tiba
temperatur mencapai 10 MILYAR kelvin!
Ingat, suhu inti matahari tuh 15 juta kelvin doang... brrrrr.... subhanallah...
Ketika mencapai temperatur superhot ini, semua elemen di inti karbon, oksigen, silikon,
semuanya tercerai-berai menjadi proton, neutron, elektron, dan cahaya lagi. Jadi, proses
pembentukan elemen-elemen ini, yang untuk membuatnya membutuhkan waktu milyaran
tahun, akan hancur lebur kurang dari 1 detik!

Proses ini pun membutuhkan energi, sehingga inti pun runtuh lebih dalam lagi, sampai
densitasnya sangat-amat rapat. Ketika densitas mencapai titik maksimum, segala yang tersisa
itu tiba-tiba MELEDAK keluar seperti kembang api. Itulah supernova!

Lagi-lagi Hukum Keppler (KebumianTryout Sep10 esai no.2)

Eits! Hati-hati, sudah jadi sejarah OSN Kebumian bahwa soal-soal hitungan selalu masuk
bagian essay OSP dan OSN. Dengan kata lain, kamu berpotensi kehilangan 4 atau lebih
poin nilai yang sangat precious di tengah persaingan medali yang makin ketat dari tahun
ke tahunjika kamu selalu lemah terhadap soal hitungan.

Maka dari itu, penting bagimu untuk bisa membantai soal hitungan. Bagaimana caranya?
Pakai strategi dong.

Strategi tersebut sudah diuraikan secara gamblang di Bantai Soal Hitungan. Silakan di-
download. Kali ini kita bakal menerapkan strategi-strategi tersebut untuk mengerjakan soal
TO September 2010 Esai no.2

Diketahui sebuah satelit berkode A34 mengorbit planet KZ23990 dalam waktu 1,77 hari.
panjang setengah sumbu panjangnya 4,22 x 108 m. Berapakah massa planet KZ23990?

Diketahui:
Ptsatelit = 1,77 hari = 152.928 detik
asatelit = 4,22 x 108 m

Ditanyakan : mplanet?

Jawab:
Penjelasan:

Hukum Keppler III, seperti yang kalian tahu, berbunyi sebagai berikut

kuadrat periode planet pada tata surya berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak planet-
matahari

Dengan kata lain,

dengan P dalam tahun dan a dalam AU.

Sebenarnya rumus di atas berasal dari hukum gravitasi Newton, bunyi aslinya adalah:
Dan semua data dimasukkan dengan satuan SI, yaitu meter untuk jarak dan detik untuk
waktu.

Kebetulan, untuk sistem matahari-planet, jika kita memakai satuan AU untuk jarak dan tahun
untuk waktu, maka rasio 4phi^2/G(M+m) akan sama dengan 1. Sehingga khusus untuk
sistem matahari-planet, bisa kita ringkas hukum Keppler III menjadi

Dengan : P = periode (tahun)


a = setengah sumbu panjang (AU)

Soal tadi, meninjau suatu satelit yang mengorbit suatu planet. Ini analog dengan planet-planet
yang mengitari matahari. Dengan demikian, hukum Keppler III bisa diterapkan di sini.
Namun, karena yang kita tinjau itu bukan sistem matahari-planet, maka kita harus
memakai rumus Keppler III yang asli, yaitu

ingat! a dalam meter dan P dalam detik.

Cara lain? Kita bisa menganggap lintasan satelit berupa lingkaran, lalu menerapkan
persamaan percepatan sentripetal dan percepatan gravitasi. Selengkapnya lihat Gerak
Melingkar si Titan.

Selamat menghitung! :D

Gerak Melingkar si Titan (Soal OSP 2010 Esai no.4)

4. Titan adalah satelit Saturnus yang mengorbit dengan lintasan berupa lingkaran dengan
kecepatan orbit 5595,25 m/s dan periode orbitnya adalah 15,9 hari. Hitunglah:

a) radius orbitnya
b) massa planet Saturnus
Ingat: gunakan rumus kecepatan dan percepatan gerak melingkar serta rumus percepatan
akibat gaya gravitasi dan massa benda. Konstanta gravitasi, G-6,67 x 10-11 N m2 kg-2 (N
= Newton)

(Gak punya soal OSP 2010? Download aja di soal-soal kebumian)

Mumpung kebumianzone lagi demen-demennya ngebahas soal-soal esai astro nih yuk
sekalian kita bahas soal yang masih hangat-hangat minyak telon: OSP 2010 esai no.4!

Sesuai perintah, kita kerjakan soal ini memakai rumus percepatan gerak melingkar:

Dengan:
as = percepatan sentripetal
v = kecepatan tangensial
r = radius

bersama dengan rumus percepatan gravitasi:

Dengan:
g = percepatan gravitasi
G = konstanta gravitasi
M = Massa benda (yang besar)
r = radius

dan rumus kecepatan gerak melingkar

a) untuk mengetahui radius orbit, cukup gunakan rumus kecepatan gerak melingkar.
Wow jauh banget ya! Bandingkan dengan jarak Bumi-Bulan yang cuma 0,384 juta km.

b) ketika Titan melakukan gerak melingkar alias mengorbit Saturnus, percepatan sentripetal
Titan harus minimal sama dengan tarikan percepatan gravitasi Saturnus (kalau nggak, Titan
bakal ditelan Saturnus!). Karena itu:

Ga percaya? Coba aja googling berapa jarak orbit Titan dan massa Saturnus, hasilnya sama !
:D

Trik Jago Meramal Cuaca

1. Pada pagi hari, cek rerumputanada embunnya apa tidak. Kalau rumputnya kering,
berarti ada awan disekitarmu atau anginnya agak kencangartinya bakal turun hujan. Kalau
rumputnya berembun, kemungkinan besar tidak hujan. WARNING! Metode ini tidak valid
kalau pada malam sebelumnya turun hujan!

2. Perhatikan bulan di malam hari. Bulan yang kemerahan atau agak pucat menandakan
banyak debu di langit. Tetapi, jika bulannya jelas dan cerah, kemungkinan besar depresi
(pusat tekanan rendah) sudah membersihkan udara dari debu... tekanan rendah berarti hujan.
Halo di sekitar bulan diakibatkan awan cirrostratusawan yang terbentuk saat ada front
panas atau jika udara lembab. Ada halo berarti hujan dalam 3 hari ke depan.

3. Perhatikan api unggun. Asapnya harus naik dengan tenang. Kalau berputar-putar atau
malah turun, berarti daerahmu tekanan udaranya rendah = hujan.

4. Ambil nafas dalam-dalam. Tutup matamu, rasakan bau udara.


Tetumbuhan mengeluarkan zat buangan saat tekanan udara rendah, sehingga udara berbau
seperti kompos.
Rawa-rawa mengeluarkan gas methan tepat sebelum badai datang. Ini juga karena tekanan
udara yang rendah. Baunya nggak enak..
Secara umum bebauan terasa lebih kuat sebelum badai datang. Bisa dibilang, bunga lebih
harum sebelum terjadi hujan.

5. Cek kelembaban. Saat udara lembab, rambut terasa tebal dan ikal. Daun-daun cenderung
menggulung. Garam jadi menggumpal (garam jadi susah keluar dari shaker).

6. Perhatikan awan-awan.
Awan-awan bergerak ke arah berlawanan (misalkan awan satu ke Utara tapi awan lain ke
Timur) menandakan cuaca buruk.
Awan cumulonimbus sejak pagi hari : seharian akan hujan.
Cumulonimbus mammatus: cumulonimbus sedang dalam proses menghilang (bukan
terbentuk)
Cirrus fibratus: hujan dalam 36 jam ke depan
Altocumulus berbentuk mirip sisik ikan makerel: hujan dalam 36 jam ke depan.
Cumulus castellanus: kemungkinan hujan dalam beberapa jam.

7. Perhatikan perilaku hewan.


Burung terbang tinggi di langit berarti cuaca cerah. (Tekanan udara rendah mengganggu
pendengaran burung sehingga burung cenderung terbang rendah atau nongkrong di jaringan
kabel listrik).
burung pelikan (atau burung laut lain) cenderung istirahat di tepi pantai dan nggak terbang
kalau badai akan datang.
Hewan-hewan, terutama burung, tiba-tiba jadi pendiam saat badai akan datang.
Sapi-sapi lebih suka duduk di tanah dan berkumpul bareng-bareng saat badai akan datang.
Kucing cenderung menggaruk dan menyentuh bagian belakang telinganya saat badai akan
datang.
Kura-kura akan mencari tempat yang lebih tinggi saat hujan besar bakal datang (mungkin
kamu akan menemukan kura-kura di jalan raya dekat pantai 1-2 hari sebelum badai)

Namanya juga ramalanbelum tentu 100% benar. Cara terbaik jadi peramal cuaca handal
ialah dengan trial and error: mencoba meramal, membuat hipotesis-hipotesis, mengetes
prediksi, dan membuat metode peramalanmu sendiri. Petani dan peternak tradisional
melakukan hal yang sama sebab cuaca sangat mempengaruhi hidup dan pekerjaan mereka.