Anda di halaman 1dari 7

TEORI AKUNTANSI

Kerangka Konseptual Akuntansi

Disusun Oleh:
Danny Putra Pratama 041411331207
Hanif Rachmawan 041411331217
Aditya Pratama Putra 041411331245
Anis Lathifah 041411331250
Rahmat Fathony S 041411331256
Hibban Razan Afani 041411331259
Mohammad Husen R 041411331264
Dery Halim Zhafir 041411331267
Andara Yahya Pratama 041411333010
Hasabi Sailendra 041411333017
Tubagus Algan Roiston 041411333055

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2017
KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI

A. Tujuan Pelaporan Keuangan


SFAC No. 1 Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises (1978)
enekankan pada tujuan pelaporan keuangan perusahaan yaitu untuk menyediakan
informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan bisnis dan
ekonomi. Statement ini merupakan turunan dari Trueblood Report dengan
beberapa judgment penilaian yang lebih berorientasi pada pengguna.
Statement ini mengakui adanya heterogenitas kelompok pengguna eksternal.
Meskipun demikian, statement ini menyatakan bahwa pada umumnya para pengguna
eksternal tersebut mementingkan prediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran kas di
masa mendatang. Oleh karena itu, tujuan pelaporan keuangan perusahaan didefinisikan
secara umum dan tidak menyasar pada kepentingan satu kelompok pengguna saja.
Statement ini berasumsi bahwa pengguna laporan keuangan memiliki kemampuan
dalam membaca informasi yang terdapat didalamnya. Selain itu, statement ini juga
menyatakan pentingnya stewardship untuk menaksir seberapa baik manajemen
melaksanakan tugas dan kewajibannya kepada pemilik dan pihak lain yang
berkepentingan. Berikut ini merupakan beberapa judgment penilaian penting yang dibuat
melalui laporan:
a. Manfaat penggunaan informasi lebih besar daripada biaya yang digunakan
untuk menyediakan informasi tersebut.
b. Laporan akuntansi bukan satu- satunya sumber informasi mengenai perusahaan.
c. Accrual accounting sangat berguna dalam menaksir dan memprediksi earning
power dan aliran kas suatu perusahaan.
d. Informasi yang disediakan harus bermanfaat, tapi pengguna membuat keputusan
dan penaksiran mereka sendiri.
Dokumen ini tidak menyatakan statement mana yang harus dipakai dan bagaimana
formatnya. Namun dokumen ini menyatakan bahwa pelaporan keuangan harus
menyediakan informasi mengenai sumber ekonomi perusahaan, kewajiban, dan ekuitas
pemilik.

SFAC 1 juga:
a. Berpendapat bahwa laporan keuangan harus lebih bersifat general purpose daripada
mengarah pada kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
b. Mengasumsikan pengguna mempunyai pengetahuan tentang informasi dan pelaporan
keuangan, sebuah penyimpangan dari asumsi Trueblood Report yang
menyatakan kemampuan yang terbatas pengguna laporan keuangan.
c. Seperti Trueblood Report, pengguna juga diasumsikan memiliki wewenang yang
terbatas.
d. Statement tersebut juga mencatat the importances of stewardship yang menentukan
seberapa baik manajemen menjalankan kewajiban dan obligasi pada pemilik dan
kelompok kepentingan lainnya. Gagasan ini muncul karena penafsiran yang sempit
terhadap pemeliharaan sumberdaya perusahaan yang layak untuk
pertanggungjawaban.

Posisi pelaporan keuangan dan laporan keuangan menurut FSAB dalam SFAC No.1
maupun SFAC No.8 adalah
a. Pelaporan keuangan lebih luas daripada laporan keuangan
b. Laporan keuangan tetap merupakan komponen pokok pelaporan keuangan
c. Pelaporan keuangan terdiri dari:
o Supplementary information
o Other means of financial reporting

SFAC No.8 secara umum merumuskan tiga tujuan pelaporan keuangan, yaitu:
a. Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi
investor, pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada maupun yang potensial
dalam membuat keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas pelapor.
Keputusan tersebut meliputi membeli, menjual, atau menahan instrument ekuitas dan
hutang serta menyediakan pinjaman dan kredit dalam bentuk lain.
b. Menilai prospek arus kas bersih yang dimiliki oleh suatu entitas, investor yang sudah
ada maupun oleh calon investor, kreditur serta kreditur lain yang membutuhkan
informasi tentang sumber daya entitas, klaim terhadap entitas tersebut, dan seberapa
efisien maupun efektif manajemen entitas melakukan pengelolaan dan
komisarisbyang telah menyelesaikan tanggung jawab mereka untuk menggunakan
sumber daya entitas.
c. Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari
pelaporan suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya ekonomi dan klaim
terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam pelaporan entitas.

B. Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan


Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna terdiri dari,
mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin berguna bagi kreditur yang ada dan
potensial investor dan kreditur lainnya untuk membuat keputusan tentang entitas pelapor
berdasarkan informasi yang dimiliki dalam bentuk laporan keuangan. Informasi ini
berhubungan dengan dalam kerangka konseptual sebagai informasi tentang fenomena
ekonomi.
Terdapat kendala yang berhubungan dengan kemampuan pelaporan keuangan
untuk menyediakan informasi yang bermanfaat, yakni kendala tehadap kos yang dapat
berbeda pada berbagai jenis informasi. Suatu informasi akan berguna apabila bersifat
relevan dan direpresentasikan dengan tepat.

a. Karakteristik Kualitatif Fundamental


SFAC No.8 menetapkan uinsur karakteristik kualitatif fundamental adalah
relevansi dan representasi yang tepat.
a) Relevan
Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam pembuatan
keputusan oleh pengguna. Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut
memiliki criteria unsur kualitas, antara lain:
o Nilai prediksi, informasi dikatakan memiliki nilai prediktif jika dapat digunakan
sebagai masukan bagi proses yang digunakan oleh pengguna untuk
memprediksi hasil masa depan.
o Nilai konfirmatori, informasi keuangan dikatakan memiliki nilai konfirmasi jika
dapat memberikan umpan balik mengenai evaluasi sebelumnya atau keduanya.
o Materialitas, merupakan aspek entitas tertentu dari relevansi berdasarkan sifat
atau besarnya kedua item informasi tersebut berhubungan dalam konteks entitas
individu laporan keuangan.

Terdapat tiga karakteristik untuk informasi representasi sempurna, yaitu ;


o Lengkap, yakni mencakup semua informasi yang diperlukan bagi pengguna
untuk memahami fenomena yang sedang digambarkan termasuk semua
deskripsi yang diperlukan dan penjelasannya.
o Netral, menggambarkan seleksi atau penyajian informasi keuangan tanpa bias
dalam artian tidak miring, tertimbang, menekankan, memakai perlombaan, atau
dimanipulasi untuk meningkatkan probabilitas bahwa informasi keuangan akan
diterima baik atau tidak oleh pengguna informasi.
o Bebas dari kesalahan, yakni tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi
fenomena dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang
dilaporkan telah dipilih dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam
proses.

b. Menerapkan Karakteristik Kualitatif Fundamental


Informasi yang bermanfaat harus relevan dan terepresentasi dengan tepat, baik
ketepatan representasi dari sebuah fenomena yang tidak relevan, maupun sebaliknya.
Proses yang paling efisien dan efektif untuk menerapkan karakteristik kualitatif
fundamental biasanya harus memenuhi syarat sebagai berikut:
Mengidentifikasi suatu fenomena ekonomi yang memiliki potensi untuk menjadi
berguna bagi pengguna informasi keuangan entitas pelaporan itu.
Mengidentifikasi jenis informasi tentang fenomena yang akan relevan jika tersedia
dan dapat setiia diwakili.
Menentukan apakah informasi yang tersedia dan dapat setia diwakili.

c. Meningkatkan Karakteristik Kualitatif


Dapat dibandingkan, memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi dan
memahami kesamaan dan perbedaan antara item-item laporan keuangan.
Dapat diverifikasi berarti bahwa pengamat berpengetahuan dan independen yang
berbeda bias mencapai consensus meskipun tidak selalu perjanjian yang lengkap,
bahwa penggambaran tertentu merupakan representasi setia.
Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia untuk mengambil
keputusan dalam waktu yang akan mampu memperbaharui keputusan mereka.
Semakin lama informasi maka informasi tersebut menjadi kurang berguna.
Dapat dipahami, yaitu Mengklasifikasikan, mengkarakterisasi, dan menyajikan
informasi secara jelas dan ringkas akan membuat informasi tersebut dapat
dimengerti.

d. Menerapkan dan Meningkatkan Karakteristik Kualitatif


Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif merupakan proses
berulang yang tidak mengikuti perintah yang detentukan. Meningkatkan karakteristik
kualitatif harus sejauh mungkin dimaksimalkan baik secar individu maupun
kelompok.

e. Kendala manfaat dan biaya pada pelaporan keuangan


Biaya merupakan kendala yang luas atas informasi yang dapat disediakan oleh
laporan keuangan. Ada beberapa jenis biaya dan manfaat yang perlu dipertimbangkan.
Penyedia informasi keuangan mengeluarkan sebagian besar usaha yang terlibat dalam
pengumpulan, pengolahan, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi keuangan,
namun para pengguna akhirnya menanggung biaya-biaya dalam bentuk berkurangnya
return.
Pelaporan informasi keuangan yang relevan dan memiliki nilai representasi
yang tepat akan membantu pengguna untuk membuat keputusan dengan lebih percaya
diri. Dalam menerapkan kendala biaya, dewan akan menilai apakah manfaat dari
pelaporan informasi tertentu cenderung untuk membenarkan biaya yang dikeluarkan
untuk menyediakan dan menggunakan informasi tersebut. Karena subjektivitas yang
melekat maka penilaian individu yang berbeda atas biaya dan manfaat dari pelaporan
barang-barang tertentu atas informasi keuagan akan bervariasi. Oleh karena itu dewan
berupaya untuk mempertimbangkan biaya dan manfaat dalam kaitannya dengan
pelaporankeuangan umum dan tidak hanya dalam kaitannya dengan entitas pelaporan
individu.

Statements of Financial Accounting Concept No.2 Karakteristik Kualitatif dari


Informasi Keuangan (Qualitative Characteristics of Accounting Information). Statemen
ini bertujuan untuk memberikan karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh informasi
akuntansi sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermanfaat.

a. Relevansi informasi
Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki manfaat, sesuai
dengan tindakan yang akan dilakukan oleh pemakai laporan keuangan. Dengan kata
lain, relevan merupakan kemampuan dari suatu informasi untuk mempengaruhi
keputusan manajer atau pemakai laporan keuangan lainnya sehingga keberadaan
informasi tersebut mampu mengubah atau mendukung harapan mereka tentang hasil-
hasil atau konsekuensi dari tindakan yang diambil.

b. Nilai umpan balik dan nilai prediksi sebagai unsur-unsur relevan


Informasi dapat menjadikan keputusan yang berbeda dengan meningkatkan
kemampuan pembuat keputusan untuk memprediksi atau dengan membetulkan
harapan awal mereka. Informasi berpengaruh terhadap perilaku manusia dan karena
orang berbeda dapat bereaksi secara berbeda terhadap informasi tersebut, maka
informasi keuangan tidap dapat dievaluasi dengan cara sebatas kebenaran peramalan
atas dasar informasi tersebut. Nilai prediktif merupakan pertimbangan yang penting
dalam memisahkan informasi akuntansi yang relevan dan tidak relevan.

c. Ketepatan waktu (timeliness)


Ketepatan waktu adalah aspek pendukung relevansi. Ketika informasi tidak tersedia
saat dibutuhkan atau tersedia setelah sekian waktu setelah pelaporan maka informasi
tersebut tidak memiliki nilai untuk tindakan masa depan. Informasi tersebut memiliki
relevansi dan manfaat yang rendah. Timeliness berarti tersedianya informasi dalam
pengambilan keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas pengaruhnya
dalam mempengaruhi keputusan. Timelinesssendiri tidak dapat membuat informasi
relevan, tetapi kurangnyatimeliness dapat membuat informasi kehilangan
relevansinya. Jadi ada derajat timeliness.

d. Keandalan informasi (reliablelity)


Keandalan merupakan kualitas informasi yang menyebabkan pemakaian informasi
akuntansi, sangat tergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Keandalan
suatu informasi sangat tergantung pada kemampuan suatu informasi untuk
menggambarkan secara wajar keadaan/peristiwa yang digambarkan sesuai dengan
kondisi yang sebenarnya.

e. Representational faithfulness
Representational faithfulness berhubungan dengan tingkat kesesuaian antara
pengukuran atau deskripsi dengan fenomena yang digambarkan. Dalam akuntansi
fenomena yang digambarkan adalah sumber daya ekonomi, kewajiban, transaksi dan
kejadian yang merubah sumber daya dan kewajiban entitas. Kadang informasi tidak
andal karena kesalahan interpretasi.