Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PERKEMBANGAN KOGNITIF

AUDITORY

Disusun oleh :

Affani Kristina K8116002

Agein Firda Maharani K8116004

Ajeng Anggit Ganarsih K8116006

Anastasia Lucky Aurelia K8116008

Universitas Sebelas Maret

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak dosen mata kuliah yang senantiasa membimbing kami
dengan baik.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Surakarta, 20 Maret 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................................................................. 2
D. Manfaat .......................................................................................................................................... 2
BAB II ....................................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 3
A. Pengertian Perkembangan Kognitif Auditory ............................................................................. 3
B. Cara Mengembangkan Kognitif Auditory.................................................................................... 3
C. Ciri ciri perkembangan kognitif Auditory dan ciri ciri gaya belajar kognitif Auditory ........... 4
D. Strategi yang digunakan untuk mempermudah proses belajar anak Auditory .......................... 5
E. Masalah seputar karakteristik perkembangan kognitif Auditory peserta didik dan solusinya. . 5
BAB III PENUTUP ..................................................................................................................................... 8
Daftar Putaka .......................................................................................................................................... 9

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peserta didik tidak pernah lepas dari belajar, baik di sekolah lingkungan
keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Kemampuan kognitif sangat diperlukan
peserta didik dalam pendidikan. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek
yang sangat penting dalam perkembangan peserta didik. Kita ketahui bahwa peserta
didik merupakan objek yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran,
sehingga perkembangan kognitif sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam
sekolah.
Dalam perkembangan kognitif di sekolah, guru sebagai tenaga kependidikan
yang bertanggung jawab dalam melaksanakan interaksi edukatif dan pengembangan
kognitif peserta didik, perlu memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang
perkembangan kognitif pada anak didiknya.
Orang tua juga tidak kalah penting dalam kognitif anak karena perkembangan
dan pertumbuhan anak dimulai di lingkungan keluarga. Namun, sebagian pendidik
dan orang tua belum terlalu memahami tentang perkembangan kognitif anak,
karakteristik perkembangan kognitif, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah
perkembangan kognitif anak.
Oleh karena itu, mengingat pentingnya perkembangan kognitif bagi peserta
didik, diperlukan penjelasan perkembangan kognitif lebih detail baik pengertian
maupun tahap-tahap karakteristik perkembangan kognitif peserta didik. Pada maklah
ini kami akan membahas perkembangan kognitif tentang perkembangan Auditory.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang perkembangan kognitif peserta didik, dapat kita ambil
masalah-masalah yang mendasar terhadap perkembangan kognitif Auditory, antara
lain:
1. Apa pengertian perkembangan kognitif Auditory ?
2. Bagaimana cara mengembangkan kognitif Auditory ?
3. Apa saja ciri ciri perkembangan kognitif Auditory dan ciri ciri gaya belajar
kognitif Auditory?

1
4. Apa saja Strategi yang digunakan untuk mempermudah proses belajar anak
Auditory?
5. Masalah apa yang berkaitan dengan perkembangan kognitif Auditory peserta didik
dan bagaimana solusinya ?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah perkembangan kognitif Auditory anak usia dini,tujuan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian perkembangan kognitif Auditory anak usia dini.
2. Mengetahui cara pengembangan kognitif Auditory anak usia dini.
3. Mengetahui ciri ciri perkembangan kognitif Auditory dan ciri ciri gaya
belajar kognitif Auditory.
4. Mengetahui Strategi yang digunakan untuk mempermudah proses belajar anak
auditori.
5. Mengetahui masalah seputar karakteristik perkembangan kognitif Auditory anak
usia dini dan solusinya.

D. Manfaat
1. Bagi penulis makalah ini memberikan manfaat yang sangat besar, karena dengan
adanya penyusunan makalah mengenai perkembangan kognitif Auditory anak usia
dini, peserta didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai
perkembangan kognitif Auditory.
2. Bagi pembaca khususnya para mahasiswa, makalah ini dapat memberikan
wawasan mengenai perkembangan kognitif dan tahapannya. Dengan adanya
makalah ini dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan kognitif
Auditory yang dimilikinya.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Perkembangan Kognitif Auditory


Kemampuan yang berhubungan dengan bunyi atau indera pendengaran anak.
Kemampuan yang dikembangkan, antara lain :

1. Mendengarkan atau menirukan bunyi yang didengar sehari-hari,


2. Mendengarkan nyanyian atau syair dengan baik, mengikuti perintah lisan
sederhana,
3. Mendengarkan cerita dengan baik,
4. Mengungkapkan kembali cerita sederhana,
5. Menebak lagu atau apresiasi musik,
6. Mengikuti ritmik dengan bertepuk,
7. Mengetahui asal suara dan mengetahui nama benda yang dibunyikan.

B. Cara Mengembangkan Kognitif Auditory


Ada banyak cara untuk mengembangkan pembelajaran pendengaran, diantaranya
sebagai berikut:

1. Ketika anak masih kecil, membiasakan bercerita kepadanya . Ketika dia mampu
membaca sendiri, meminta anak untuk membaca keras-keras baik untuk orang
lain atau diam-diam pada dirinya sendiri. Diarahkan untuk mengikuti teks dengan
jari telunjuk saat dia sedang membaca.
2. Anak perlu mendapatkan petunjuk lisan untuk mengerti suatu perintah. Maka orang
tua dianjurkan menceritakan dengan jelas konsep-konsep baru dan pelajaran
kepada anak.
3. Membantu anak untuk membentuk kelompok belajar dengan anak-anak dari
kelasnya atau dengan teman sebaya. Mendengarkan ide teman-temannya akan
membuat pikirannya terangsang untuk memiliki ide sendiri dan anak akan
termotivasi untuk lebih kreatif.

3
4. Pengaruh orang tua atau teman membaca dengan keras dapat membantu anak
dalam konsentrasi ataupun menambah minat anak untuk mendengarkan suatu hal
yang menarik.
5. Melatih anak dengan kemampuan mendengarkan suatu cerita, lalu orang tua
memberikan pertanyaan kepada anak tersebut tentang cerita yang ia dengar. Dapat
juga dengan melatih anak untuk bercerita kembali cerita yang ia dengarkan.

C. Ciri ciri perkembangan kognitif Auditory dan ciri ciri gaya belajar kognitif
Auditory

1. Ciri ciri perkembangan kognitif Auditory


Suka cerita dan lelucon
Sering berbicara pada dirinya sendiri ketika mengerjakan sesuatu
Memiliki kesulitan mengikuti petunjuk tertulis
Memiliki masalah dengan menulis
Tidak bisa membaca bahasa tubuh atau ekspresi wajah dengan baik
Belajar lebih baik ketika berada dalam kelompok dengan siswa lain
Memiliki perilaku sosial yang tinggi
Menanyakan suatu hal dengan banyak pertanyaan
Lebih ribut atau berisik dari kebanyakan anak-anak lain
Suka menceritakan tindakannya sendiri
Dominan dengan perihal yang ia dengar daripada perihal yang ia baca ataupun
tertulis
Berimajinasi tinggi tentang suatu hal yang didengar
Menangkap makna cerita yang didengar dengan cepat
Suka suatu hal yang berhubungan dengan mendengarkan
2. Ciri ciri gaya belajar Kognitif Auditory
Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :
Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi
yang didiskusikan dalam kelompok
Cenderung banyak bicara
Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena
kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
Kurang cakap dalam mengerjakan tugas mengarang/ menulis

4
Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti
hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas
Mudah menanggapi sesuatu hal yang didengar
Memiliki kemampuan mendengar dengan baik
Mudah menguasai materi iklan dalam TV ataupun radio, dengan rangsang
pendengaran

D. Strategi yang digunakan untuk mempermudah proses belajar anak Auditory


1. Mengajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas
maupun di dalam keluarga.
2. Mendorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Mengunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Mendiskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Membiarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan mendorong
untuk mendengarkannyasebelum tidur.
6. Membiasakan untuk membaca dan menceritakan kembali hal yang dibaca.
7. Membiarkan anak berimajinasi sesuai hal yang dipahami.
8. Melatih kemmpuan bicara pada anak dengan bercerita.

E. Masalah seputar karakteristik perkembangan kognitif Auditory peserta didik


dan solusinya.
Kami mengambil masalah tentang karakteristik perkembangan kognitif
Auditory yaitu penyakit Disleksia. Pada anak usia dini, tanda-tanda gejala awal yang
dapat didiagnosa adalah keterlambatan dalam berkomunikasi (pengucapan), huruf
terbalik satu sama lain atau menulis seperti dalam bayangan cermin, serta kesulitan
dalam memahami arah kiri ke kanan atau sebaliknya, dan mudah terganggu dengan
kejadian dimasa lampau. Umur anak-anak penderita disleksia di sekolah bisa berbeda
satu sama lain. Gejala-gejala dapat termasuk kesulitan mengidentifikasi atau
menghasilkan kata-kata berima, atau menghitung suku kata dalam kata-kata
(kesadaran fonologi).
Kompleksitas ortografi suatu bahasa secara tidak langsung berpengaruh dalam
seberapa sulit untuk belajar membaca suatu bahasa. Misalnya, bahasa Inggris

5
memiliki kompleksitas ortografi dalam Sistem Penulis Huruf Alfabetnya, dengan
kompleksitas struktur bahasanya yang menggunakan corak ejaan pada beberapa
tahap: dasar-dasar, korespondensi suaru huruf, silabel, maupun morfem. Bahasa lain,
seperti bahasa Jepang atau Mandarin, menggunakan sistem kepenulisan logo-grafik.
Hal ini bisa dilihat dari susunan kata yang tidak berhubungan langsung dengan cara
pengucapannya yang menjadi salah satu jenis kesulitan penderita disleksia.

Beberapa kesenjangan belajar yang mirip dengan disleksia, tetapi belum jelas
apakah kesenjangan belajar ini dipengaruhi oleh perkembangan saraf otak yang
akhirnya menyebabkan disleksia. Kesenjangan-kesenjangan ini meliputi:

1. Disgrafia adalah sebuah gangguan untuk mengekspresikan diri melalui menulis dan
mengetik. Meskipun dalam beberapa kasus dapat mempengaruhi secara langsung
kontak antara mata-tangan, arah atau urut-urutan proses penjabaran seperti
mengikat simpul atau melakukan tugas rutin.
2. Gangguan Kekurangan Perhatian, telah dilaporkan berada di antara ADD/ADHD
dan disleksia/gangguan membaca.
3. Gangguan Proses Pendengaran (Auditory Processing Disorder) adalah sebuah
kondisi yang mempengaruhi proses penerimaan bunyi/informasi.
Adapun penyebab penyakit tersebut menurut ahli yaitu, para peneliti sudah
berusaha untuk menemukan dasar biologis disleksia sejak pertama kali teridentifikasi
oleh Oswald Berkhan pada tahun 1881 sedang istilah disleksia muncul pada tahun
1887 oleh Rudolf Berlin. Teori-teori dari etiologi disleksia telah berkembang
sedemikian rupa. Di antara penyebab disleksia yaitu kerangka/anatomi saraf, faktor
keturunan/genetik, pengaruh interaksi lingkungan.
Penyelesaian masalahnya :

Melalui strategi kompensasi dan terapi, penderita disleksia dapat belajar


membaca dan menulis dengan memberi dukungan semangat untuk belajar. Ada
beberapa cara atau teknis yang dapat dikelola atau bahkan memperendah risiko
terkena disleksia. Menghilangkan stress dan kecemasan diri kadang bisa
meningkatkan pemahaman tertulis.

Untuk interaksi disleksia dengan sistem penulisan alfabet, tujuan dasar adalah
untuk meningkatkan kepedulian hubungan antara huruf-huruf dan pengucapannya
(bunyi), dan untuk menghubungkannya dimulai dengan mengajarinya membaca dan

6
bertutur kemudian memadukan antara bunyi kedalam kata-kata. Telah ditemukan
bahwa melatih fokus pada membaca dan bertutur menghasilkan hasil yang lebih
memuaskan ketimbang pelatihan fonologis. Tokoh-tokoh terkenal yang diketahui
mempunyai disfungsi disleksia adalah Albert Einstein, Steve Jobs, Richard
Branson, Tom Cruise, Bella Thorne, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, Lee Kuan
Yew Vanessa Amorosi, Florence Welch, Jim Caviezel, Abiseckh Bachan,
dan Thomas Alva Edison. Film yang mengangkat tentang penderita disleksia
adalah Taare Zameen Par (Like stars on Earth).

Meskipun demikian, perlu kesadaran bahwa penderita disleksia bukanlah


keterbelakangan mental. Tetapi ini lebih kepada keterlambatan dalam proses belajar
membaca dan bertutur. Mereka bukan malah dijauhi maupun diasingkan, akan tetapi
mereka adalah anak-anak yang mempunyai bakat tersendiri. Pengarahan serta
pengajaran yang tepat akan membuahkan hasil. Kepedulian menjadi kunci dari
keberhasilan belajar anak penderita disleksia.

Setiap anak itu unik, memiliki bakat tersendiri. Anak penderita disleksia
bukanlah anak yang idiot, malas belajar, atau tidak mau belajar. Akan tetapi memang
mereka yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Karena setiap pemahaman setiap
anak tidaklah sama. Tolak ukurnya tidak dapat dilihat dari perbandingan. Orang tua
dan guru menjadi pemeran utama dalam mendidik anak penderita disleksia. Mereka
bukan untuk dijauhi tapi untuk didekati. Karna suatu keistimewaan seorang anak
berbeda-beda. Perbedaan itu untuk dihargai bukan utuk dibedakan.

7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Seorang anak yang mempunyai karakteritik kognitif auditory harus selalu


dikembangkan dan diberi stimulasi. Walaupun terdapat masalah dalam
mengembangkan kognitif auditory namun terdapat banyak strategi untuk
memecahkan permasalahan dalam perkembangan auditory

B. Saran

Sebaiknya orang tua dan guru mengetahui tentang karakteristik perkembangan


auditory pada anak. Supaya memudahkan dalam mensstimulasi dan
mengembangkannya. Dan juga bisa mempermudah anak dalam belajar
menggunakan kognitif auditory tersebut.

8
Daftar Pustaka
Gredler, Margaret E. 2011. Learning and Instruction: Teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana
Perdana Media Group.
Santrock, John W. 2002. Life Span Development-Perkembangan Masa Hidup. Jakarta:
Erlangga
Santrock, John W. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini . Jakarta: Kencana
Suyadi. 2010. Psikologi Belajar Paud. Yogyakarta :
19 Maret 2017.
http://www.academia.edu/10977381/Stimulasi_dini_pada_perkembangan_verbal_dan_kognitif_an
ak. 20 Maret 2017