Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS PTK

JUDUL : PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING PADA MATERI POKOK


LAJU REAKSI DI SMA NEGERI 1 KEBOMAS GRESIK
OLEH : NUR KUMALA SARI
SKRIPSI 2014

LATAR BELAKANG PENELITIAN


Banyaknya metode yang digunakan guru dalam pembelajaran, namun sedikit
dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa. Brain Based Learning
digunakan karena metode pendekatan ini mengondisikan terjadinya pembelajaran
berorientasi pada upaya pemberdayaan potensi otak secara alamiah sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Pendekatan ini pula mendorong guru untuk
menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan namun tetap dapat
melatih siswa berpikir menggunakan otak secara maksimal.

TUJUAN :
Mengetahui pengelolaan pembelajaran ketika diterapkan pendekatan Brain
Based Learning pada materi pokok laju reaksi kelas XI IPA di SMA Negeri 1
Kebomas Gresik
Mengetahui aktivitas belajar siswa dalam kelompok ketika diterapkan
pendekatan Brain Based Learning pada materi pokok laju reaksi kelas XI IPA
di SMA Negeri 1 Kebomas Gresik
Mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan pendekatan Brain Based
Learning pada materi pokok laju reaksi kelas XI IPA di SMA Negeri 1
Kebomas Gresik
Mengetahiu respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan
Brain Based Learning pada materi pokok laju reaksi kelas XI IPA di SMA
Negeri 1 Kebomas Gresik
APA ITU BRAIN BASED LEARNING
Brain Based Learning merupakan suatu pendekatan komprehensif dalam
pembelajaran yang menekankan pada cara otak belajar alami dan merupakan
suatu meta-konsep dari sejumlah konsep pendidikan hingga tercipta suasana
pembelajaran yang menyenangkan.
BBL didukung oleh teori belajar konstruktivisme dimana siswa aktif membangun
struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif siswa. Jadi siswa harus
membangun pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri, guru dapat memfasilitasi
proses ini dengan pengajaran yang bermakna. Pendekatan Brain Based Learning
dianggap berhasil apabila meliputi empat aspek yaituu pengelolaan pembelajaran,
aktivitas kelompok, peningkatan hasil belajar, serta respon siswa.

METODOLOGI PENELITIAN
Desain Penelitian : one group Pretes Posttes design, yaitu dilaksanakan pada
satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Peneliti mengidentifikasi
kondisi awal pada kelompok sampel dengan pretes, kemudian melakukan
kegiatan pembelaran dengan menerapkan BBL, dan pada akhir kegiatan
diukur kemampuan akhir dengan posttes.
Perangkat Pembelajaran
Silabus, Lesson Plan, Worksheet, dan Buku ajar
Instrumen Penelitian
Lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran BBL, Lembar pengamatan
aktivitas kelompok, Lembar respon siswa, Soal tes hasil belajar siswa
Metode Pengumpulan data
Metode pengamatan, metode angket, metode tes.

HASIL PENELITIAN
- Sebelum dilaksanakan pendekatan Brain Based Learning diketahui
sebanyak 26,67% siswa menganggap materi laju reaksi sulit dan 50%
siswa tidak tuntas dengan KKM 75.
- Pada tahap pelaksanaan, sebanyak 32 siswa awalnya diberikan pretes oleh
guru untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
- Penelitian dilakukan selama 3x pertemuan, hasil dari pengelolaan kelas
sangat baik untuk 3x pertemuan mengalami peningkatan dengan skor 3.19,
3.61, 4.00.
- Hasil penelitian mengenai aktivitas kelompok sudah mencerminkan
pendekatan Brain Based Learning, guru memberikan pembelajaran yang
menarik dan bermakna seperti memberi reward, menyajikan video,
berkelompok dan berdiskusi, melakukan peregangan, permainan, hingga
praktikum di kelas. Siswa dapat mengikuti dengan baik.
- Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari 50% menjadi 84.37 %
ketuntasan dengan KKM 75.
- Respon positif dari siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan
pendekatan Brain Based Learning secara keseluruhan dengan presentase
87,97%, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa
menyukai pembelajaran menggunakan pendekatan Brain Based Learning.
ANALISIS
Dilakukan di kelas pembelajarannya sendiri.
kegiatan penelitian yang tidak saja bertujuan memecahkan masalah,tetapi
juga mencari dukungan!lmiahnya,
merupakan bagian penting dari upaya pengembangan profesional
guru,karena PTK mampu membelajilrkan guru untuk berpikir kritis dan
sistematis, mampu membiasakan-membelajaran guru untuk menulis dan
membuat catatan,
masalah yang dikaji berasal dari adanya permasalahan yang nyata dan
aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas, bukan masalah teoritis
atau bersifat bebas konteks,serta
dimulai dari permasalahan yang sederhana, nyata,jelas dan tajam
mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.
Merupakan kegiatan nyata untuk meningkatkan kualitas proses belajar-
mengajar.

Merupakan tindakan oleh guru kepada siswa.


Tindakan harus berbeda dari kegiatan biasanya.
Terjadi dalam siklus berkesinambungan, minimum dua siklus.
Ada pedoman yang jelas secara tertulis bagi siswa untuk dapat mengikuti
tahap demi tahap.
Ada untuk kerja siswa sesuai pedoman tertulis dari guru.
Ada penelusuran terhadapa proses dengan berdasar pedoman pengamatan.
Ada evaluasi terhadap hasil penelitian dengan instrumen yang relevan.
Keberhasilan tindakan dilakukan dalam bentuk refleksi dan melibatkan
siswa yang di kenai tindakan.
Hasil refleksi harus terlihat dalam perencanaan siklus berikutnya.