Anda di halaman 1dari 11

DEFISIENSI LEMAK

Disusun oleh kelompok 4


Anggota :
Jamaludin ( 11. 048 )

AKADEMI KEPERAWATAN DR.SOEDONO MADIUN


JALAN IMAM BONJOL NO.01 MADIUN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yng Maha Esa atas selesainya penyusunan
makalah ini tanpa halangan suatu apapun.
Makalah ini disusun dengan cara diskusi bersama dari berbagai sumber dan dikemas
dengan cara praktis, sehingga dapat dipelajari dengan mudah. Selain untuk memperluas
cakrawala pengetahuan, makalah ini diharapkan memperlancar proses belajar mengajar dan
pemahaman anda tentang Defisiensi Lemak.
Kami menyadari, makalah ini jauh dari sempurna. Masih banyak kelemahan dan
kekurangannya. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun, sangat diharapkan.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan kami khususnya dan selanjutnya kami
lebih meningkatkan kompetensi sehingga dapat menjadi perawat profesional sebagaimana yang
diharapkan oleh bangsa dan negara.

Madiun, April 2012

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...........................................................................................................................1
Daftar Isi....................................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................................5
II.1 Lemak Di Dalam Tubuh........................................................................................5
II.2 Kebutuhan Lemak..................................................................................................6
II.3 Defisiensi Lemak....................................................................................................7
II.4 Akibat Kelebihan dan Kekurangan lemak.............................................................8
II.5 Penyakit Akibat Dari Defisiensi Lemak................................................................9
II.6 Solusi Akibat Dari Defisiensi Lemak..................................................................12
BAB III PENUTUP.................................................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Lemak disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber
energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh
diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan
di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Lemak secara kimiawi tersusun oleh sekelompk
senyawa yang berbeda. Dalam bahan makanan lemak dapat terdiri dari dua bentuk, yaitu yang
tampak (visible) dan yang tidak tampak (invisible). Lemak yang tampak misalnya mentega,
margarin, minyak goreng dan sebagainya. Lemak yang tidak tampak misalnya yang terdapat
dalam berbagai bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu, telur, dansebagainya. Fungsi
dan manfaat lemak sehubungan dengan fungsi lemak sebagai bahan makanan lemak mempunyai
peranan yang penting,karena (Pyke, 1977) mengemukakan bahwa:(1). Kandungan kalorinya
sangat tinggi. Oleh karena itu sangat penting untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang
mengerjakan tugas/pekerjaan fisik yang berat. Selain itu adanya lemak dalam bahan makanan
dapat memberikan citarasa kelezatan yang lebih menarik. (2). Kandungan asam lemak sangat
penting, yang disebut asam lemak esensial, karena dapatmerupakan prekursor pembentukan
hormon tertentu seperti prostaglandin. Selain itu juga sebagai penyusun membran yang sangat
penting untuk berbagai tugas metabolisme. (3). Lemak juga dapat melarutkan berbagai vitamin,
yaitu vitamin A, D, E dan K. Oleh karena itu mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung
lemak akan menjamin penyediaan vitamin-vitamin tersebut untuk keperluan tubuh. (4). Lemak
dalam tubuh mempunyai peranan yang penting, karena lemak cadangan yang ada dalam tubuh
dapat melindungi berbagai organ yang penting, seperti ginjal, hati dan sebagainya, tidak saja
sebagai isolator, tetapi juga kerusakan fisik yang mungkin terjadi pada waktu kecelakaan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa saja lemak dalam tubuh ?
2. Bagaimana kebutuhan lemak dalam tubuh ?
3. Pengertian defisiensi lemak?
4. Apa akibat dari defisiensi lemak?
5. Apa saja penyakit akibat dari defisiensi lemak?
6. Bagaimana solusi akibat dari defisiensi lemak?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian defisiensi lemak
2. Mengetahui apa akibat defisiensi lemak
3. Mengetahui penyakit akibat defisiensi lemak
4. Mengetahui bagaimana solusi akibat defisiensi lemak
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Lemak di dalam Tubuh


Lemak di dalam tubuh dibedakan atas lemak yang merupakan bagian sel, lemak yang
merupakan simpanan energi dan lemak metabolik. Lemak yang merupakan bagian sel berfungsi
memperkuat selterutama sebagai bagian membran sel. Fosfolipida merupakan bagainterbesar
lemak pada membran sel.
Lemak yang merupakan simpanan energi berbentuk trigliserida,kebanyakan berupa
lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal. Jenislemak dalam makanan sehari-hari mempengaruhi
susunan lemak simpana. Simpanan energi di dalam tubuh berbentuk lemak karena lemak dapat
menyimpan energi lebih dari dua kali energi di dalam karbohidratsehingga memerlukan tempat yang lebih
kecil.
Lemak yang merupakan simpanan energi berupa jaringan lemak.Sebagian jaringan lemak
berupa lemak putih seperti yang terdapat di bawah kulit dan sekitar organ. Lemak tubuh yang
mengandung lebih banyak darah tampak kecokelatan dan hanya terdapat di bagian tertentu tubuh,
misalnya punggung bagian atas pada bayi. Lemak simpanan kecolekatan ini digunakan untuk
mempertahankan suhu normal tubuh pada bayi.
Lemak metabolik merupakan lemak yang mengalami perubahanmetabolik, menghasilkan
zat khusus yang mempunyai arti penting secarahayati maupun gizi. Pelepasan energi yang
terdapat di dalam lemak simpanan didahului oleh perubahan lemak itu ke dalam bentuk
metabolik yang dapat diuraikan. Contoh lain kolesterol, yang mengalami perubahan
di dalam kelenjar adrenal (anak ginjal) menjadi berbagai hormon steriod.Di dalam hati kolesterol
diubah menjadi asam-asam empedu yangdigunakan dalam pencernaan lemak yang tidak larut di dalam
air,sedangkan sebagaian besar bagian tubuh misalnya darah, terdiri atas air.Karena itu
pengangkutan lemak melalui darah terjadi dengan bantuan protein. Lemak diikat oleh protein
menjadi lipoprotein.
Lemak simpanan tidak hanya berasal dari lemak makanan tetapi juga dari karbohidrat dan
protein yang diubah menjadi lemak di dalam tubuh. Selama peredaran di dalam darah, lipoprotein dapat
membawakolesterol. Lipoprotein berdensitas rendah (low desnsity lipoprotein)mengangkut
kolesterol dari hati ke sel. Lipoprotein berdensitas tinggi(high density lipoprotein) mengangkut kolesterol
dari sel ke hati.

II.2 Kebutuhan Lemak


Tubuh manusia membutuhkan lemak sejak masa janin. Pada masaitu terjadi pertumbuhan
dan perkembangan otak yang sangat pesat. Masa penting perkembangan otak ialah pada
pembelahan sel dini, yaitu padawaktu janin mendapat makanan dari plasenta 70% sel otak
membelaselama masa pertumbuhan janin. Pada awal pembentukan otak kandungan lipida di
dalam otak meningkat karena lipida merupakan bagian dari membaran sel otak. Sekitar 50%
bobot kering otak terdiri atas lipida dan 50% lipida itu terdiri atas asam lemak tak jenuh
majemuk berantai panjang. Lipida juga merupakan bagian utama jaringan saraf.
Lipida merupakan bagian membran sel penerima cahaya padaretina. Sebagian besar asam
lemak masuk ke dalam sel penerima cahaya pada masa pasca lahir. Namun ketersediaan asam
lemak pada masa perinatal juga diperlukan untuk mencegah kerusakan fungsi retinatermasuk
penurunan ketajaman penglihatan.
Asam lemak yang terdapat banyak di dalam sel otak dan retinaialah asam
dokosaheksaenoat (22 : 6 n-3). Otak juga menggunakan asameikosatetraenoat (20 : 4n-6).
Kebutuhan lemak untuk digunakan sebagai bagain membran sel berlangsung terus.
Selanjutnya lemak dari makanan dibutuhkan tubuhsebagai sumber energi dan zat gizi esensial
yaitu asam lemak esensialdan mungkin pula sebagai sumber vitamin larut dalam lemak.
Asam arakhidonat dan asam lemak tak majemuk tak berantai atomkarbon 20 dan 22
merupakan penurun asam eikosaenoat. Asam-asam in imempunyai sejumlah besar aktivitas fisiologi
antara lain, kemampuanmengkontraksi otot halus, menghambat atau mendorong adhesi kepingdarah dan
menyebabkan kontriksi atau dilatasi pembuluh darah yangmempergaruhi tekanan darah.
Salah satu eikosanoid yaitu prostasiklin yang terbentuk di dindingarteri merupakan
penghambat kuat agregasi keping-keping darah.Prostasiklin melemaskan dinding arteri sehingga
mendorong penurunantekanan darah. Sebaliknya, tromboksan yang terdapat di dalam keping-keping darah,
mendorong agregasi keping-keping darah sehingga dindingarteri berkontraksi dan mengakibatkan tekanan
darah meningkat.
Jumlah lemak yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari tidak ditetapkan. Pada daftar
dianjurkan tidak terdapat angka untuk lemak. Namun apabila kita memperhatikan label pangan
dalam kemasan, kitaakan menjumpai angka kecukupan lemak. Angka kecukupan gizi
untuk menghitung sumbagan zat gizi yang terkandung di dalam panganterhadap pemenuhan kecukupan zat gizi.
Dalam hal lemak, angka kecukupan zat gizi untuk label pangan dapat digunakan sebagai
pedoman konsumsi lemak sehari.
Anak usia 4 sampai 24 bulan misalnya dapat mengkonsumsi lemak sebanyak 30 gram atau 28, 4%
kecukupan energi sehari. Lemak yangdikonsumsi harus mengandung 3 gram asam linoleat. Anak usia 2
5tahun dapat mengkonsumsi 45 gram lemak sehari, atau 27% kecukupan energi. Asam linoleat
yang dikonsumsi sehari 4,5 gram. Bagi orang dewasa, konsumsi lemak maksimum 55 gram atau
25% kecukupanenergi sehari. Lemak yang dikonsumsi sebaiknya tidak mengandungasam lemak
jenuh lebih dari 20 gram. Masukan kolesterol bagi orangdewasa sebaiknya kurang dari 300 mg sehari.
Mengapa hanya asam linoleat yang disebut, padahal asam linoleatdan asam asakidonat
juga menrupakan asam lemak esensial. Bahwa asam linoleat esensial bagi manusia, tidak
diragukan lagi namun keesensiallanasam linoleat masih dipertanyakan. Karena sebagian besar
lipida otak terditi dari turunan asam linoleat masuk akal untuk menganggap asamlinoleat sebagai
esensial. Asam arakidonat dapat dibentuk di dalam tubuhmelalui proses perpanjangan rantai
atom karbon dan pentidak jenuhandari asam linoleat.
Maka apabila tubuh mendapat asam linoleat dan atau asamlinolenat dan proses tersebut
masih berlangsung asam arakhidonat tidak harus ada makanan. Departemen Kesehatan UK pada
tahun 1991menetapkan , jumlah asam linoleat di dalam makanan sekurang-kurangnya 1% energi
makanan, sedangakn jumlah asam linolenatsekurang-kurangnya 0,2% energi makanan yang dikonsumsi
bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Para ahli sepakat, bayi baru lahir dianjurkanmendapat asam
linolenat sebanyak 0,5% energi makanan atau 1% jumlahasam lemak. Jumlah ini didasrkan atas
kadar rata-rata asam lemak tersebut di dalam air susu ibu.

II.3 Defisiensi lemak


Terjadi pada kelaparan (starvation), gangguan penyerapan ( malabsorption), pada
keadaan ini tubuh terpaksa mengambil kalori dari simpanan karena intake yang kurang, yang
dimobilsasi selain lemak juga karbohidrat, pada gizi buruk yang keras akhirnya diambil protein
dari jaringan lemak sehingga vakuol yang ditempati oleh lemak menjadi keriput.,sel menjadi
longgar dan diisi oleh transudat., makin banyak lemak yang hilang makin banyak cairan
interstitium.
Karena karbohidrat yang disimpan tidak banyak dibanding dengan simpanan lemak,
maka turunnya berat badan , merupakan cermin mobilisasi lemak dari depot2nya, dan baru
kemudian menyusul protein.
Dengan menghilangnya lemak maka alat tubuh mengecil.
Alat tubuh dibagi atas 3 golongan :
1.Alat tubuh yang kehilangan berat sejajar dengan turunnya berat badan ( pancreas, kelenjar
parotis, dan submaxillaris).
2.Alat tubuh yang kehilangan berat lebih banyak dibandingkan dengan turunnya berat badan
(thymus, limpa dan hati).
3.Alat tubuh yanmg kehilangan berat hanya sedikit dari turunnya berat badan (ginjal, ovarium,
testis, thyroid, jantung dan otak.)
Di negara maju, asupan lemak dianjurkan kurang lebih 35% dari total asupan kalori,
sedangkan di negara berkembang asupan lemak jauh lebih sedikit dari anjurantersebut.] Lemak
baik untuk dikonsumsi karena memiliki fungsi menghasilkan energi (9 Kkal/gr), memberikan
rasa gurih, membantu pengangkutan vitamin A, D, E, K dan mengandung asam lemak esensial
Akan tetapi, pada usia lanjut pemilihan jenis lemak harus lebih bijaksana. Lemak tidak jenuh,
khususnya omega-3 dan omega-9 perlu mendapat perhatian.

II.4 Akibat Kekurangan dan Kelebihan Lemak


Makanan sumber lemak biasanya lebih mahal dari pada makanansumber karbohidrat.
Bandingkan misalnya, harga 1 kg beras dan harga 1kg minyak goreng. Karena itu dikonsumsi lemak biasanya
dipengaruhioleh tingkat penghasilan. Apabila penghasilan bertambah, konsumsilemak meningkat,
dan sebaliknya.
Kenyataan di Indonesia, masyarakat berpenghasilan rendahmengkonsumsi lemak kurang
dari 10% konsumsi energi. Golonganmasyarakat ini perlu meningkatkan konsumsi lemak.
Sebaliknyamasyarakat berpenghasilan tinggi cenderung mengkonsumsi lemak berlebihan sehingga harus
mengurangi konsumsi lemak.
Akibat apa yang ditimbulkan oleh konsumsi rendah lemak?Kekurangan asam lemak
esensial (Omega -3 dan Omega -6) pada masa janin mengakibatkan penurunan pada
pertumbuhan otak. Pertumbuhanotak yang terganggu akan mengakibatkan penurunan fungsi
otak, yaitukemampuan kognitif rendah, yang tidak dapat diperbaiki kemudian.
Kekurangan asam linoleat pada anak-anak dan orang dewasa mengakibatkan kelainan pada
kulit yaitu ekzema. Pada ekzema kulitmengalami inflamasi yaitu radang disertai panas kering dan
bersisik.Ekzema terjadi pada bayi yang mendapat makanan Ekzema terjadi pada bayi yang
mendapat makanan mengandung asam linoleat kurang dari0,1% energi makanan. Pada orang
dewasa ekzema terjadi jika makanantidak mengandung lemak. Untuk memenuhi kecukupan asam
lemak esensial, susu formula bayi sekarang ditambah asam linolenat sehinggarasio asam linoleat
terhadap asam linolenat mendekati 5 : 1.
Akibat kekurangan asam lemak esensial pertama kali ditemukan pada anak-anak yang
mendapat makanan yang dapat dikatakan tanpa lemak. 400 bayi yang diberi makanan yang
mengandung asam linoleat dalam jumlah yang berbeda. Anak-anak yang mendapat makanan
dengan kandungan asam linoleat kurang dari 0,1% energi makanan menunjukkan gejala
kekurangan asam lemak esensial.
Akibat kekurangan asam lemak esensial pada orang dewasa diamati pada seorang pria
yang ususnya dibuang, disisakan sepanjang 60 cm.Kemudian dia mendapat makanan tanpa lemak melalui
vena saja. Setelah100 hari dia menderita radang kulit bersisik.
Kekurangan lemak mengakibatkan perubahan pada komposisi asamlemak di berbagai
jaringan, terutama membran sel. Selain itu terjadi penurunan efisiensi produksi energi di dalam
sel.
Penyerapan vitamin larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, danK rendah jka makanan
sehari-hari mengandung sedikit lemak.Kandungan vitamin-vitamin tersebut di dalam hidangan
makanan rendahlemak mungkin juga sedikit.
Akibat apa yang ditimbulkan oleh konsumsi berlebih lemak?Konsumsi berlebih lemak
akan mengakibatkan kegemukan karena kadar energi di dalam lemak lebih dari 2 kali kadar
energi di dalam karbohidrat.Rasa makanan berlemak yang umumnya enak, cenderung
mendorongkonsumsi berlebih. Kegemukan berkaitan dengan timbulnya penyakitkronis seperti
jantung dan pembuluh darah dan diabetes melitus.
Peningkatan kadar kolesterol di dalam darah merupakan faktor resiko penyakit jantung dan
pembuluh darah dengan gejala awal tekanandarah tinggi (hipertensi) kebiasaan dan pola makan berperan besar
dalam pengendalian kadar kolesterol di dalam darah. Upaya yang dapatdilakukan untuk
mempertahankan kadar normal kolesterol di dalamdarah meliputi mempertahankan berat badan
normal, tidak mengkonsumsi berlebih lemak dan lemak jenuh, mengatur keseimbangankonsumsi
asam lemak tak jenuh dan menguranggi konsumsi makanan berkadar tinggi kolesterol.
Penelitian di Jepang menunjukkan, konsumsi berlebih asam lemak linoleat dan perubahan
pada keseimbangan asam lemak esensial yangdikonsumsi mengakibatkan tubuh hiperaktif
terhadap berbagai zat penyebab alergi. Meningkatkan rasio asam lemak Omega -3 atau Omega-6
di dalam sel berperan dalam alergi dan inflamasi akan menurunkanreaktifitas tubuh terhadap
alergi dan inflamasi.
Pengamatan pada hewan percobaan menunjukkan konsumsi berlebih lemak jenuh
maupun lemak tak jenuh, mendorong terjadinya pertumbuhan tumor. Perlu diingat, faktor resiko
kanker banyak sekali,makanan hanya salah satu di antaranya. Perubahan dan pola makanatidak
menjamin seseorang terhindar dari kanker.Penelitian pada hewan menunjukkan, untuk
menghindari penyakitkronis seyogyanya konsumsi asam lemak Omega -6 dikurangi
dankonsumsi asam lemak Omega -3 ditingkatkan. Konsumsi asam linolenatsebanyak 8,4%
energi menunjukkan hasil terbaik.

II.5 penyakit akibat dari defisiensi lemak


1. Marasmus
Marasmus sering sekali terjadi pada bayi di bawah 12 bulan. Terdapat beberapa tanda khusus pada
marasmus ialah kurangnya (bahkan tidak ada) jaringan lemak di bawah kulit, Sehingga seperti bayi yang
memakai pakaian yang terlalu besar ukurannya. Selain itu terdapat pula beberapa tanda khusus bayi
terkena marasmus, diantaranya:
- Bayi akan merasa lapar dan cengeng.
- Wajahnya tampak menua (old man/monkey face).
- Atrofi jaringan, otot lemah terasa kendor/lembek ini dapat dilihat pada paha dan pantatbayi yang
seharusnya kuat dan kenyal dan tebal.
- Oedema (bengkak) tidak terjadi.
- Warna rambut tidak berubah.
Pada marasmus tingkat berat, terjadi retardasi pertumbuhan, berat badan dibanding usianya sampai
kurang 60% standar berat normal. Sedikitnya jaringan adipose pada marasmus berat tidak menghalangi
homeostatis, oksidasi lemak tetap utuh namun menghabiskan cadangan lemak tubuh. Keberadaan
persediaan lemak dalam tubuh adalah faktor yang menentukan apakah bayi marasmus dapat
bertahan/survive (Cameron & Hofvander 1983:19-21).
2. Kwashiorkor
Jika marasmus umumnya terjadi pada bayi dibawah 12 bulan, kwashiorkor bisanya terjadi pada anak
usia 1-3 tahun. Pertumbuhannya terhambat, jaringan otot lunak dan kendor. Namun jaringan lemak
dibawah kulit masih ada dibanding bayi marasmus. Istilah kwashiorkor sendiri berasal dari bahasa salah
satu suku di Afrika yang berarti "kekurangan kasih sayang ibu". Beberapa tanda khusus dari kwashiorkor
adalah:
- Selalu ada oedema (bengkak), terutama pada kaki dan tungkai bawah. Sifatnya pitting oedema. Bayi
tampak gemuk, muka membulat (moon face), karena oedema. Cairan oedema sekitar 5-20% dari jumlah
berat badan yang diperhitungkan dari penurunan berat badan ketika tidak oedema lagi (pada masa
penyembuhan).
- Rambut berubah menjadi warna kemerahan atau abu-abu, menipis dan mudah rontok, apabila rambut
keriting menjadi lurus.
- Kulit tampak pucat dan biasanya disertai anemia.
- Terjadi dispigmentasi dikarenakan habisnya cadangan energi atau protein. Pada kulit yang terdapat
dispigmentasi akan tampak pucat. Sering terjadi dermatitis (radang pada kulit). Kulit mudah luka karena
tidak adanya tryptophan dan nicotinamide, meskipun kekurangan zinc bisa juga menjadi penyebab
dermatitis. Pada kasus kwashiorkor tingkat berat kulit akan mengeras seperti keripik terutama pada
persendian utama. Bibir retak-retak, lidah pun menjadi lunak dan gampang luka.
- Pada kwashiorkor, pengaruh terhadap sistem neurologi dijumpai adanya tremor seperti Parkinson
yang berpengaruh terhadap jaringan (cabang) syaraf tunggal maupun syaraf kelompok pada otot. Seperti
otot mata sering terjadi terus berkedip, atau pada pita suara yang menghasilkan suara getar
serak/cengeng.
Perubahan mental juga terjadi misalnya bayi menjadi cengeng, apatis, hilangnya nafsu makan dan sukar
diberi makan/disulang. Gejala anemia dan defisiensi mikronutrien juga sering dijumpai pada kasus ini.
3. Marasmic Kwashiorkor
Anak/bayi yang menderita marasmic-kwashiorkor mempunyai gejala (sindroma) gabungan kedua hal di
atas. Seorang bayi yang menderita marasmus lalu berlanjut menjadi kwashiorkor atau sebaliknya
tergantung dari makanan/gizinya dan sejauh mana cadangan energi dari lemak dan protein akan
berkurang/habis terpakai.
Apabila masukan energi kurang dan cadangan lemak terpakai, bayi/anak akan jatuh menjadi marasmus.
Sebaliknya bila cadangan protein dipakai untuk energi, gejala kwashiorkor akan menyertai. Hal ini dapat
terjadi pada anak yang dietnya hanya mengandung karbohidrat saja seperti beras, jagung atau singkong
yang miskin akan protein. Gagalnya pertumbuhan kemungkinan akan menyertai pada kasus KEP-
marasmus, Kwashiorkor atau keduanya.
4. Susunan Syaraf Pusat dan Kekurangan Energi Protein
Masukan energi dan protein yang tidak mencukupi kebutuhan bayi/anak, akan berdampak terutama pada
perkembangan susunan saraf. Hal ini dapat terjadi sejak di dalam kandungan, lebih-lebih setelah lahir.
Menurut Beard (dalam Ziegler and Filler 1996: 615) kekurangan energi dan protein biasanya disertai
defisiensi zat gizi mikro yang sangat berpengaruh terhadap sel-sel otak dan Susunan Saraf Pusat (SSP)
atau Central Nervous System (CNS) serta penurunan jumlah lemak otak (total brain lipid), kolesterol,
phospolipid dan ganglioside. (Yusuf, 1979 dan Sastri, 1985 dalam Ziegler and Filler 1996: 615).
Dampak dari KEP terhadap SSP/CNS sangat terasa terutama pada awal pertumbuhan. Terjadinya
disfungsi dari neuromuscular adalah tanda dari marasmus dan kwashiorkor yang akan menyebabkan
kerusakan motor neuron dan saraf sensor.
Pengaruh KEP yang terjadi pada masa 13 minggu kehamilan sampai usia 1 atau 2 tahun akan berakibat
terganggunya multiplikasi glial, pertumbuhan syaraf neuron dan pembelahannya. Kegagalan pemberian
kalori dan protein untuk memenuhi kebutuhan pada masa yang pendek ini akan membawa perubahan
morfologis yang berarti. (Chopra dan Arun, 1992 dalam Ziegler and Filler 1996: 615).

II.6 Solusi Akibat Dari Defisiensi Lemak


Agar konsumsi lemak dapat bermanfaat positif bagi tubuh manusia perlu strategi yang tepat pada
pemilihan jenis lemak. Pedoman umum agar makanan yang dikonsumsi mengandung zat
gizi yang diperlukan oleh tubuh, adalah dengan mempertimbangkan kecukupan, keseimbangan,
dan keberagaman zat masing-masing individu. Dapat dengan meningkatkan jumlah vitamin
D serta lemak dibutuhkan untuk tubuh menyerap itu, juga ditemukan pada ikan salmon, sarden,
dan minyak ikan cod.
PENCEGAHAN
Pencegahan hendaknya meliputi seluruh faktor secara simultan dan konsisten, dapat segera
dilaksanakan beberapa tindakan untuk mengatasi keadaan :
1. Mengendalikan penyakit-penyakit infeksi, khususnya diare:
- Sanitasi : personal, lingkungan terutama makanan dan peralatannya.
- Pendidikan : Dasar, Kesehatan dan Gizi.
- Program Imunisasi.
- Pencegahan penyakit yang erat dengan lingkungan, seperti TBC, nyamuk (malaria, DHF), parasit
(cacing).
2. Memperkecil dampak penyakit-penyakit infeksi terutama diare di wilayah yang sanitasi
lingkungannya belum baik. Diarhea merupakan penyakit endemo-epidemik yang menjadi salah satu
penyebab bagi malnutrisi. Dehidrasi awal dan re-feeding secepat mungkin merupakan pencegahan untuk
menghindari bayi malnutrisi/KEP.
3. Deteksi dini dan manajemen KEP awal/ringan:
- Memonitor tumbuh kembang dan status gizi Balita secara kontinyu, misalnya dengan tolok ukur KMS.
- Perhatian khusus untuk faktor risiko tinggi yang akan berpengaruh kelangsungan status gizi (antara
lain: kemiskinan, ketidak tahuan, adanya penyakit infeksi).
4. Memelihara status gizi anak
- Dimulai sejak dalam kandungan, ibu hamil dengan gizi yang baik diharapkan akan melahirkan bayi
dengan status gizi yang baik pula.
- Setelah lahir segera diberi ASI eksklusif sampai usia 4 atau 6 bulan.
- Pemberian makanan pendamping ASI (weaning food) bergizi, mulai usia 4 atau 6 bulan secara
bertahap sampai anak dapat menerima menu lengkap keluarga.
- Memperpanjang masa menyusui (prolong lactation) selama ibu dan bayi menghendaki.
(WHO Geneva 1976: 45-46)
BAB III
PENUTUP

Makanan yang dimakan manusia disamping menghasilkan energi atau tenaga, juga
mengandung senyawa-senyawa untuk pertumbuhan dalam menjalankan fungsi-fungsi
kehidupan. Agar dapat memenuhinya makanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak,
vitamin,mineral dan air.
Makanan sebagai sumber energi tubuh, lemaklah yang menghasilkan energi besar, karena
1 gram lemak menghasilkan 9 kalori sedangkan pada karbohidratdan protein menghasilkan 4
kalori.
Energi ( asam arakhidonat, dokosatetraeonat dan dokosaheksaeonat) sangatdibutuhkan
untuk metabolisme basal, thermic effect feeding, thermoregulation,aktivitas fisik dan
pertumbuhan pada bayi dan anak-anak. Makanan yangseimbang untuk bayi dan anak-anak apabila total
energi yang dihasilkan ketiga zat gizi penghasil energi masing-masing memberi kisaran kontribusi
energi sebagai berikut:
1. Lemak sebesar 30 55% dari total energi2.

2. Protein sebesar 7 16% dari total energi3.

3. Karbohidrat sebesar 29 63% dari total energi


Dengan demikian dapat dilihat, bahwa sejak bayi kebutuhan energi yangdihasilkan oleh lemak
cukup besar selain karbohidrat. Dan kebutuhan inimeningkat sampai masa produktif (dewasa).
Energi yang dihasilkan oleh lemak tahan lama karena lemak dalam proses penguraiannya lebih
lama.