Anda di halaman 1dari 42

VITAMIN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Biokimia

Dosen Pengampu :

Friska Septiani Silitonga,SPd, M.Sc

Disusun Oleh :

Kelompok 4

Dinra Rifaldi (150384205007)


Rido Hermawan (150384205052)
Riska Atmanegara (150384205017)
Selly Soraya (150384205022)
Wahyu Pratama (150384205026)
Yuni Fadila (150384205063)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU
2017
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji dan syukur hanyalah untuk Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Vitamin.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan
terdapat banyak kesalahan dalam penulisan maupun kata. Penulis memohon maaf
dan juga bimbingan semua pihak semoga kedepannya menjadi lebih baik.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Teman-teman yang telah memberikan kontribusi besar dalam


menyelesaikan makalah ini.
2. Ibu Friska Septiani Silitonga,SPd, M.Sc selaku dosen matakuliah Biokimia

Dalam penulisan makalah ini, kami berharap semua pihak yang membaca dapat
menarik hikmah dan kebaikannya.

Tanjungpinang, Mei 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... 2


DAFTAR ISI .......................................................................................................... 3
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 4
1.3 Tujuan .......................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 5
2.1 Sejaran dan Definisi Vitamin ....................................................................... 5
2.2 Klasifikasi Vitamin ...................................................................................... 8
BAB III PENUTUP ............................................................................................ 40
3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 40
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 41

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Vitamin merupakan nutrien organic yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk
berbagai fungsi biokimiawi dan yang umumnya tidak disintesis oleh tubuh
sehingga harus dipasok dari makanan.Vitamin yang pertama kali ditemukan
adalah vitamin A dan B , dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan
larut dalam air. Kemudian ditemukan lagi vitamin-vitamin yang lain yang juga
bersifat larut dalam lemak atau larut dalam air. Sifat larut dalam lemak atau
larut dalam air dipakai sebagai dasar klasifikasi vitamin.Vitamin yang larut
dalam air, seluruhnya diberi symbol anggota B kompleks kecuali (vitamin C )
dan vitamin larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut
abjad (vitamin A,D,E,K).Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam
keadaan toksisitas di didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan
dikeluarkan melalui urin. Tetapi bila vitamin yang larut dalam lemak
jumlahnya berlebihan, tidak dapatdikeluarkan melalui urine tetapi
disimpan dalam sel-sel adiposa dan dapatmenyebabkan gangguan fungsi
tubuh
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud dengan vitamin?
2) Bagaimana sejarah tentang vitamin?
3) Apa saja jenis, sumber, dan fungsi vitamin?
4) Apa akibat dari kekurangan dan kelebihan vitamin?

1.3 Tujuan
1) Mengetahui pengertian dari vitamin
2) Mengetahui bagaimana sejarah tentang vitamin
3) Mengetahui jenis, sumber, dan fungsi vitamin
4) Mengetahui akibat dari kekurangan dan kelebihan vitamin

4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejaran dan Definisi Vitamin
Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban
manusia. Sudah sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai
salah satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Seiring
dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, berbagai hal dan
penelusuran lebih mendalam mengenai vitamin pun turut diperbaharui. Garis besar
sejarah vitamin dapat dibagi menjadi 5 era penting. Disetiap era tersebut, terjadi
suatu kemajuan besar terhadap senyawa vitamin ini yang diakibatkan oleh adanya
kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Era penyembuhan empiris. Era pertama dimulai pada sekitar tahun 1500-
1570 sebelum masehi. Pada masa itu, banyak ahli pengobatan dari berbagai
bangsa, seperti Mesir, Cina, Jepang,Yunani, Roma, Persia, dan Arab, telah
menggunakan ekstrak senyawa (diduga vitamin) dari hati yang kemudian
digunakan untuk menyembuhkan penyakit kerabunan pada malam hari. Penyakit
ini kemudian diketahui disebabkan oleh defisiensi vitamin A. Walau pada masa
tersebut ekstrak hati tersebut banyak digunakan, para ahli pengobatan masih belum
dapat mengidentifikasi senyawa yang dapat menyembuhkan penyakit kerabunan
tersebut. Oleh karena itu, era ini dikenal dengan era penyembuhan empiris
(berdasarkan pengalaman).
Era karakterisasi defisiensi. Perkembangan besar berikutnya mengenai
vitamin baru kembali muncul pada tahun 1890-an. Penemuan ini diprakarsai oleh
Lunin danChristiaan Eijkman yang melakukan penelitian mengenai
penyakit defisiensi pada hewan. Penemuan inilah yang kemudian memulai era
kedua dari lima garis besar sejarah vitamin di dunia. Penelitian mereka terfokus
pada pengamatan penyakit akibat defisiensi senyawa tertentu. Beberapa tahun
berselang, ilmuwan Sir Frederick G. Hopkins yang sedang melakukan analisis
penyakit beri-beri pada hewan menemukan bahwa hal ini disebabkan oleh
kekurangan suatu senyawa faktor pertumbuhan (growth factor). Pada tahun 1911,

5
seorang ilmuwan kelahiran Amerika bernama Dr. Casimir Funk berhasil
mengisolasi suatu senyawa yang telah dibuktikan dapat mencegah
peradangan saraf (neuritis) untuk pertama kalinya. Dr. Casimir juga berhasil
mengisolasi senyawa aktif dari sekam beras yang diyakini memiliki aktivitas
antiberi-beri pada tahun berikutnya. Pada saat itulah (dan untuk pertama kalinya),
Dr Funk mempublikasikan senyawa aktif hasil temuannya tersebut dengan
istilah vitamine (vital dan amines). Pemberian nama amines pada senyawa vitamin
ini karena diduga semua jenis senyawa aktif ini memiliki gugus amina (amine).
Hal tersebut kemudian segera disanggah dan diganti menjadi vitamin (dengan
penghilangan akhiran huruf "e") pada tahun 1920.
Masa keemasan. Era ketiga sejarah vitamin terjadi beberapa dekade
berikutnya. Pada masa tersebut, terjadi banyak penemuan besar mengenai vitamin
itu sendiri, meliputi penemuan vitamin jenis baru, metode penapisan yang
diperbahurui, penggambaran struktur lengkap vitamin, dan sntesis vitamin B12.
Oleh karena hal tersebutlah, era ketiga dari garis besar sejarah vitamin ini dikenal
dengan masa keemasan (golden age). Banyak penelti yang mendapatkan hadiah
nobel atas penemuannya di bidang vitamin ini. Sir Walter N. Hawort mendapatkan
nobel di bidang kimia atas penemuan vitamin C pada tahun 1937.
Hadiah nobel lainnya diperoleh oleh Carl Peter Henrik Dam di bidang Fisiologi -
Pengobatan pada tahun 1943 atas penemuan vitamin K. Fritz A Litmann juga turut
memenangkan nobel atas dedikasinya dibidang penelitian mengenai
penemuan koenzim A dan perannya di dalam metabolisme tubuh.
Era karakterisasi fungsi dan produksi. Era keempat ditandai dengan
banyaknya penemuan mengenai fungsi biokimia vitamin di dalam tubuh, perannya
dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari, dan produksi komersial vitamin
untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pada tahun 1930-an, para peneliti
menemukan bahwa vitamin B2 merupakan bagian dari enzim kuning. Vitamin
B2 ini sendiri diperoleh dari ekstrak ragi.Melalui penelitian ini juga,
kelompok vitamin B diketahui berperan sebagai koenzim yang penting di dalam
tubuh manusia. Produksi masal vitamin untuk pertama kalinya juga terjadi pada

6
era ini. Dikomersilkan pertama kali oleh Tadeus Reichstein pada tahun 1933,
vitamin fuck telah dijual kepada masyarakat luas dengan harga yang relatif murah
sehingga terjangkau bagi khalayak ramai. Vitamin C yang juga dikenal dengan
istilah asam askorbat ini kemudian banyak dipakai sebagai suplemen makanan,
penelitian, dan gizi tambahan bagi hewan ternak. Atas hasil penemuan ini, Tadeus
Reichstein mendapatkan nobel di bidang Fisiologi Pengobatan pada tahun 1950.
Era penemuan nilai kesehatan vitamin. Hanya dalam waktu 1 dekade
berikutnya setelah era vitamin keempat, perkembangan ilmu pengetahuan telah
membawa vitamin keera berikutnya, yaitu era kelima dimana banyak ditemukan
nilai kesehatan dari masing-masing jenis vitamin dan penemuan baru mengenai
fungsi biokimia vitamin bagi tubuh. Masa ini dimulai pada tahun 1955 ketika
Rudolf Altschul menemukan bahwa niasin (vitamin B3) dapat menurunkan kadar
kolesterol dalam darah. Peranan kesehatan ini terlepas dari efek defisiensi vitamin
B3 itu sendiri maupun perannya sebagai koenzim dalam metabolisme tubuh.
Semenjak tahun 1973, James Lind seorang dokter angkatan laut
berkebangsaan Skotlandia membuktikan bahwa makanan yang kurang bervariasi
dan kurangnya sayur mayur serta buah-buahan segar dapat menyebabkan penyakit
sariawan perut, maka diketahui betapa pentingnya suatu zat selain karbohidrat,
protein, lemak dan mineral bagi kehidupan dan kesehatan tubuh. Zat tersebut kita
sebut sebagai vitamin. Vitamin merupakan senyawa organik, secara alamiah
terdapat dalam bahan pangan. Vita berarti hidup, vitamin berupa penghidupan.
Dengan demikian vitamin merupakan zat organik yang diperlukan untuk
kelangsungan hidup dan menjaga fungsi normal tubuh dan tidak dapat dibentuk d
i d alam t ubuh. D engan d emikian v itamin m erupakan zat gizi esensial. Vitamin
berfungsi untuk mengatur proses metabolisme, dan apabila kekurangan vitamin
akan menimbulkan penyakit defensiensi atau hipovitaminosis.

Vitamin setelah dapat diisolasi dalam bentuk murni diketahui mempunyai


sifat kelarutan yang berbeda, yaitu ada yang bersifat larut dalam air dan ada yang
bersifat larut dalam lemak. Dengan demikian pembagian vitamin secara umum

7
didasarkan atas sifat kelarutan tersebut. Ketika vitamin pertama kali
diklasifikasikan, setiap komponen diberi nama dengan urutan huruf dalam
alphabet. Kemudian, ada kecenderungan untuk mengganti nama yang hanya
dengan huruf tersebut dengan nama kimia. Penggunaan nama kimia menjadi lebih
beralasan ketika vitamin diketahui merupakan formula kimia, sebagai contoh
adalah kelompok vitamin B dimana masing-masing vitamin didalamnya juga
memiliki nama kimia untuk membedakan. Meskipun demikian, merupakan
keuntungan untuk memasukkan beberapa vitamin kedalam satu kelompok,
walaupun secara kimia tidak berhubungan, karena vitamin-vitamin tersebut
biasanya berada dalam jenis makanan yang sama.

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa


organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam
metabolisme setiap organisme,yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup"
dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom
nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui
bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari
sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia
yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh
untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

2.2 Klasifikasi Vitamin

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan
berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan
B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan
folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat
memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif.
Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan

8
yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan
vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin
lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan

Berdasarkan kelarutannya, vitamin diklasifikasikan menjadi 2 yakni,


vitamin yang larut di dalam air dan vitamin yang larut di dalam lemak.
1. Vitamin Larut Lemak
Setiap vitamin larut lemak A, D, E, dan K mempunyai peranan faali tertentu
di dalam tubuh. Sebagian besar vitamin larut lemak diabsorpsi bersama lipida lain.
Absorpsi membutuhkan cairan empedu dan pankreas. Vitamin larut lemak
diangkut ke hati melalui sistem limfe sebagai bagian dari lipoprotein, disimpan di
berbagai jaringan tubuh dan biasanya tidak dikeluarkan melalui urin.
Vitamin yang larut dalam lemak, yaitu A, D, E dan K, memiliki sifat-sifat
umum, antara lain (1) tidak terdapat di semua jaringan; (2) terdiri dari unsur-unsur
karbon, hidrogen dan oksigen; (3) memiliki bentuk prekusor atau provitamin; (4)
menyusun struktur jaringan tubuh; (5) diserap bersama lemak; (6) disimpan
bersama lemak dalam tubuh; (7) diekskresi melalui feses; (8) kurang stabil jika
dibandingkan vitamin B, dapat dipengaruhi oleh cahaya, oksidasi dan lain
sebagainya.

a. Sifat fisikokimia vitamin larut dalam lemak


1. Vitamin A (Retinol)
Vitamin A adalah suatu kristal alkohol berwarna kuning dan larut dalam
lemak atau pelarut lemak. Vitamin A tahan terhadap panas, cahaya, dan alkali,
tetapi tidak tahan terhadap asam dan oksidasi.
Sifat kimiawi vitamin A yaitu:

a. Vitamin larut dalam lemak dan pelarut lemak tetapi tidak larut dalam air.
Oleh karena sifatnya yang demikian maka vitamin A banyak terdapat pada
makanan berlemak seperti dalam ikan, minyak hati ikan, dalam hati dan

9
dalam bagian sayuran hijau yang berlemak ataupun umbi yang berwarna
kuning oranye seperti wortel dan ketela rambat.
b. Vitamin A cukup stabil dalam pemanasan yang dilakukan dalam pemasakan
makanan.
c. Vitamin A dapat mengalami kerusakan karena oksigen ataupun sinar.
Aktivitas vitamin A yang terdapat dalam minyak yang dicampur dengan
tepung akan berkurang apabila campuran yang mempunyai luas permukaan
yang besar tersebut mengalami kontak dengan oksigen.
d. Struktur dan aktivitas vitamin A
Molekul vitamin A berisi atom karbon dan hidrogen yang berikatan dengan
gugus hidroksil (OH) menjadi struktur yang kompleks. Stuktur yang
demikian ini menyebabkan vitamin disebut sebagai retinol.Aktivitas
vitamin A menggunakan satuan internasional (SI) ataupun unit
aktivitas.unit aktivitas vit A
Komposisi retinol haya tedapat dalam bahan pangan hewani,
sedangkan dalam pangan nabati terdaat zat warna karotenoid. Senyawa
karoten akan dirubah menjadi vitamin A dalam usus halus. Struktur kimiawi
beta karoten serupa dengan dua molekul retinol.

C20H32O Molar mass 286,4 g/mo


Gambar 14. Struktur kimia vitamin A

Adanya ikatan rangkap pada struktur kimia betakaroten (provitamin A)


menyebabkan bahan ini menjadi sangat sensitif terhadap reaksi maupun
aplikasinya.
Rumus kimia vitamin A adalah oksidasi ketika terkena udara (O2), cahaya, metal,
peroksida, dan panas selama proses produksi C20H30O. Di dalam tubuh, vitamin A

10
berfungsi dalam beberapa bentuk ikatan kimia aktif, yaitu retinol (bentuk alkohol),
retinal (aldehida), dan asam retinoat (bentuk asam). Struktur kimia dari vitamin A
adalah sebagai berikut.

Sumber vitamin A:
Vitamin A banyak terdapat dalam minyak hati ikan, minyak ikan, minyak sawit,
hati sapi, kambing, ayam,susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau
dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning,
seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).

Defisiensi vitamin A
a. Xeropthalmi
Penyakit mata ini banyak berjangkit di Asia Timur. Xeropthalmi berasal
dari xeros = kering dan opthalmus = mata. Penyakit ini diawali dengan

11
selaput tanduk atau kornea menjadi kering dan buram, apabila tidak diobati
dapat mengakibatkan kebutaan.
b. Rabun senja
Rabun senja merupakan stadium awal xeropthalmi. Kekurangan vitamin A
mengakibatkan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dari keadaan
terang ke keadaan gelap ataupun sebaliknya sangat rendah. Retina mata
yang merupakan organ mata yang sangat sensitif terhadap cahaya kurang
berfungsi.
c. Keratomalacia
Merupakan salah satu penyakit mata yang terdapat di Asia dan Afrika.
Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak yang tinggal di daerah kumuh,
anak-anak yang kurang mengkonsumsi susu ataupun yang mengkonsumsi
susu kental manis keratomalacia menyebabkan infeksi pada bagian luar
kornea.
d. Keratosis
Merupakan stadium awal dari keratomalacia. Kulit menjadi kasar dan
bersisik. Keringat dan air mata tidak lancar keluar.
Kelebihan vitamin A:
Kelebihan vitamin A kurang baik karena akan mengakibatkan terjadinya
penimbunan vitamin A dalam organ tubuh yang akan mengakibatkan nafsu makan
menjadi menurun, rambut rontok, kulit menjadi gatal, tulang pada tangan dan kaki
berasa sakit.
Pemakaian beta karoten yang berlebihan dapat mengakibatkan kulit menjadi
kuning, telapak tangan banyak mengeluarkan keringat.
Fungsi vitamin A:
a. Menjaga kesehatan mata
Fungsi vitamin di dalam menjaga kesehatan mata terutama pada retina.
Retina manusia mempunyai dua macam sel penerima (receptor), yaitu sel
batang dan sel kerucut. Sel batang gunanya untuk melihat pada malam hari
(keadaan gelap) dan sel kerucut digunakan untuk melihat pada sing hari

12
(keadaan terang). Hewan yang hanya dapat melihat pada siang hari seperti
burung merpati hanya mempunyai sel kerucut, sedangkan hewan yang
hanya dapat melihat pada malam hari seperti burung hantuhanya
mempunyai sel
tidak dapat melihat warna. Sel-sel batang mengandung rodopsin. Pada saat
rodopsin terkena rangsangan cahaya (diserta dengan proses melihat), maka
rodopsin menjadi pucat warnanya dan dibentuk opsin yaitu suatu protein
dan trans-retinal. Oleh enzim retinal isomerase akan diubah menjadi cis-
retinal, yaitu pada saat cahaya kurang terang. Demikian secara terus
menerus terjadi reaksi oksidasi reduksi sehinga mata dapat melihat baik
dalam keadaan terang maupun dalam keadaan kurang terang.
b. Untuk pertumbuhan
Vitamin diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi
c. Untuk mencegah infeksi
Vitamin A melindungi kesehatan sel epitel sehingga dapat dipakai untuk
mencegah infeksi.
Rekomendasi asupan:
Di Amerika Serikat, asupan harian yang dianjurkan untuk vitamin A adalah 0,9 mg
untuk laki-laki dan 0,7 mg untuk wanita. Selama menyusui dianjurkan tambahan
0,4-0,5 mg. Konversi provitamin A karotenoid menjadi 1 mg vitamin A (retinol)
memerlukan konsumsi: 2 mg beta-karoten dari suplemen; 12 mg beta-karoten dari
diet; 24 mg provitamin A karotenoid lainnya (misal alpha-karoten) dari diet.

2. Vitamin D (Calciferol)
Vitamin D peka terhadap cahaya dan oksigen, mudah larut dalam lemak,
tidak larut dalam lemak, tahan terhadap panas dan oksidasi, rusak oleh penyinaran
ultraviolet yang berlebih. Stabilitas vitamin D dipengaruhi oleh pelarut pada saat
vitamin tersebut dilarutkan, namun akan stabil apabila dalam bentuk kristal
disimpan dalam botol gelas tidak tembus pandang. Pada umumnya vitamin D stabil

13
terhadap panas, asam dan oksigen. Vitamin ini akan rusak secara perlahan-lahan
apabila suasana sedikit alkali, terutama dengan adanya udara dan cahaya.
Terdapat dua bentuk aktif dari vitamin ini, yaitu vitamin D2 dan vitamin
D3.aktivasi vitamin D dilakukan oleh hormon paratiroid. Vitamin D2 atau dikenal
juga dengan nama ergokalsiferol ini berasal dari turunan senyawa kolesterol yang
banyak ditemukan pada ragi dan tanaman. Vitamin D3 (kolekalsiferol) sendiri
berasal dari turunan senyawa 7-dehidrokolesterol. Golongan vitamin inilah yang
paling banyak ditemukan pada kulit manusia. Pada ginjal, vitamin D dikonversi
menjadi bentuk aktif yang disebut 1,25-dihydroxycholecalciferol.

C23H44O Molar mass 369,7 g/mol

C27H44O Molar mass 369,7 g/mol


Gambar 15. Struktur kimia vitamin D

Fungsi vitamin D:
a. Mengatur penyerapan kalsium dalam usus halus
b. Mengatur perbandingan kalsium dan fosfor dalam serum -darah
tetap normal

14
c. Mengatur metabolisme kalsium dan fosfor

Akibat defisiensi vitamin D:


Defiensi vitamin D akan menimbulkan rakhitis dengan gejala yang
paling ringan yaitu tungkai berbentuk X atau O. Pada penyakit yang lebih
berat mengakibatkan kelainan pada tulang seperti tulang belakang
membengkok, tulang dada seperti dada ayam, tulang pinggul sempit.

Akibat kelebihan vitamin D:


Di masa bayi seringkali diberi tambahan vitamin D sebanyak satu
tetes setiap hari. Pemberian vitamin D yang terlalu banyak, misalnya satu
sendok teh setiap hari akan mengakibatkan timbulnya keracuanan. Gejala
keracunan vitamin D yaitu nafsu makan hilang, muntah-muntah, berasa
sangat haus, mengalami sembelit, dapat mengalarrii diare, kehilangan berat
dan bersifat mudah marah. Apabila overdosis berlangsung terus menerus,
anak dapat mengalami koma dan akhirnya mati.

Sumber vitamin D:
Minyak hati ikan mengandung k holekalsiferol (D3) sebanyak 200-750 ug/100 g,
kuning telur mengandung 3-10 ug/100 g dan susu mengandung 0,02-0,10 ug/100g.

Kebutuhan vitamin D:

Kebutuhan vitamin D setiap hari untuk anak berusia 0-5 tahun sebesar 10 -ug
kholekalsiferol, 6-18 tahun sebesar 2,5 ug, untuk ibu mengandung dan menyusui
sebanyak 10 ug kholekalsiferol.

3. Vitamin E

15
Vitamin E murni tidak berbau dan tidak berwarna. Sedangkan vitamin E
sintetik yang dijual secara komersial biasanya berwarna kuning muda hingga
kecoklatan. Vitamin E larut dalam lemak dan dalam sebagian besar pelarut organic,
tetapi tidak larut dalam air.
Vitamin E sedikit tahan panas dan asam tetapi tidak tahan alkali, sinar
ultraviolet dan oksigen. Vitamin E rusak bila bersentuhan dengan minyak tengik,
timah, dan besi. Karena tidak larut air, vitamin E tidak hilang karena pemasakan
dengan air.
Tokoferol terdiri atas struktur cincin 6-kromanol dengan rantai samping
jenuh panjang enam belas karbon fitol. Tokotrienol mempunyai tiga ikatan rangkap
pada rantai samping. Perbedaan struktur ini mempengaruhi tingkat aktivitas
vitamin E secara biologik. Struktur kimia dari vitamin E adalah sebagai berikut.

Sumber vitamin E:

Vitamin E umumnya terdapat pada pangan nabati yang kaya akan lemak, misalnya
minyak sayur, kacang-kacangan (kacang tanah, hazelnuts, almonds), biji-bijian
(biji bunga matahari, pistachio, pine), dan gandum. Vitamin E juga banyak terdapat
pada salad dressing, peanut butter, margarine, dan produk-produk susu dengan
lemak penuh (susu, butter dan cream). Saat ini sangat populer untuk memfortifikasi
vitamin E ke dalam berbagai jenis makanan seperti breakfast sereal, margarine,
susu dan jus.

16
Pengaruh terhadap kesehatan dan fungsi di dalam tubuh:
Fungsi utama vitamin E di dalam tubuh sangat terkait dengan sifat uniknya sebagai
antioksidan khususnya mencegah oksidasi lemak di dalam sel, dengan demikian:
vitamin E membantu memperlama umur hidup sel-sel darah merah
melindungi membran biologis seperti yang berada di jaringan syaraf, otot
dan sistem kardiovaskuler
meningkatkan sistem kekebalan membantu mencegah kehilangan vitamin
A karena oksidasi

vitamin E juga dipergunakan dalam penanganan bayi prematur khususnya


berkaitan dengan anemia dan masalah yang berkaitan dengan darah lainnya
vitamin E mencegah kerusakan lemak dan komponen seluler lainnya (misal
protein, DMA) dari kerusakan akibat oksigen dan turunannya (disebut
kerusakan oksidatif)
vitamin E diperkirakan juga membantu memperbaiki viskositas darah.

Kekurangan vitamin E:
Kekurangan atau defisiensi vitamin E sangat jarang terjadi. Gejala kekurangan
vitamin E pertama kali terlihat pada bayi prematur, oleh karena itu makanan
formula bayi saat ini mengandung konsentrasi vitamin E yang cukup. Kekurangan
vitamin E akan menimbulkan pengaruh terhadap ketidakmampuan menyerap
(ketidakmampuan memanfaatkan vitamin E secara cukup) dan mengakibatkan
penyakit neuromuscular pada dewasa maupun anak-anak.

Rekomendasi asupan:
Kebutuhan vitamin E tergantung dari kandungan beberapa asam lemak
(polyunsaturated fatty acids, PUFAs) yang mudah bereaksi dengan molekul-
molekul turunan oksigen dan terdapat pada jaringan membran di dalam tubuh
(seperti sistem syaraf atau mata). Amerika Serikat menganjurkan asupan vitamin
E per harinya adalah 15 mg untuk orang dewasa.

17
Karena vitamin E secara alami hanya terdapat pada makanan berlemak, asupan
vitamin E terkait dengan asupan lemak. Terlebih lagi, lemak diperlukan untuk
penyerapan vitamin E di dalam usus. Hal ini berarti bahwa makanan bebas lemak
(fat-free) bukanlah sumber yang baik untuk vitamin E.

4. Vitamin K (Phylloquinone)
Vitamin K terdapat di dalam alam dalam dua bentuk, keduanya terdiri dari
atas cincin 2-metilnaftakinon dengan rantai samping pada posisi tiga. vitamin K1
(filokinon) mempunyai rantai samping fitil dan hanya terdapat dalam tumbuh-
tumbuhan berwarna hijau. Vitamin K2 (menakinon) merupakan sekumpulan
ikatanb yang rantai sampingnya terdiri atas beberapa satuan isoprenil. Menakinon
disintesis oleh bakteri di dalam saluran cerna. Vitamin K3 ( menadion) adalah
bentuk vitamin K sintetik. Menadion terdiri atas cincin naftakinon tanpa rantai
samping, oleh karena itu mempunyai sifat larut air. Menadion baru aktif secara
biologic setelah mengalami alkilasi di dalam tubuh.
Vitamin K cukup tahan terhadap panas,. Vitamin K tidak rusak oleh cara
memasak biasa, termasuk memasak dengan air. Vitamin K tidak tahan terhadap
alkali dan cahaya.
Vitamin K1 (phylloquinone). Keduanya mengandung cincin naftokuinona dan
sebuah rantai lurus. Filokuinona mempunyai rantai fitil.

Vitamin K2 (menaquinone). Di dalam menaquinone rantainya terbuat dari berbagai


macam komposisi residu isoprenoid.

18
Sumber vitamin K:
Sumber paling baik untuk vitamin K adalah sayur-sayuran berdaun hijau seperti
bayam, kangkung, brokoli, kubis, dan selada. Sumber baik lainnya adalah sayuran
dan minyak kacang (kedele, canola, walnuts, zaitun), telur, keju, hati, kentang,
tomat, teh hijau dan kopi.

Rekomendasi asupan:
Kebutuhan akan vitamin K pada orang dewasa relatif rendah sehingga kecil
kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami defisiensi. Amerika Serikat
menganjurkan asupan untuk vitamin K tiap harinya adalah 120 jag untuk laki-laki
dan 90 jag untuk wanita.

Defisiensi vitamin K:
Defisiensi atau kekurangan vitamin K dapat menyebabkan terjadinya penyakit
hemoragik pada bayi baru lahir. Hal ini disebabkan karena plasenta tidak
meneruskan vitamin K secara efisien. Vitamin K tersebar luas dalam jaringan
tanaman dan hewan yang digunakan sebagai bahan makanan dan produksi vitamin
K oleh mikroflora intestinal pada hakekatnya menjamin tidak terjadinya defisiensi
vitamin K.
Defisiensi vitamin K dapat terjadi oleh malabsorbsi lemak yang mungkin
menyertai disfungsi pancreas, penyakit biliaris, atrofi mukosa intestinal atau
penyebab steatore lainnya.Di samping itu, sterilisasi usus besar oleh antibiotik juga
dapat mengakibatkan defisiensi vitamin K.

19
2. Vitamin Larut Air
Vitamin larut air dapat diekskresikan ke dalam urine sehingga takaran yang
besar tidak membahayakan kesehatan. Akan tetapi jenis vitamin larut air biasanya
lebih sering ditemui kasus kekurangan pada manusia. Adapun yang termasuk
vitamin larut air ini adalah vitamin B Kompleks dan vitamin C.
Vitamin yang larut dalam air memiliki sifat-sifat umum, antara lain : (1) tidak
hanya tersusun atas unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen; (2) tidak memiliki
provitamin; (3) terdapat di semua jaringan; (4) sebagai prekusor enzim-enzim; (5)
diserap dengan proses difusi biasa; (6) tidak disimpan secara khusus dalam tubuh;
(7) diekskresi melalui urin; (8) relatif lebih stabil, namun pada temperatur
berlebihan menimbulkan kelabilan.

1. Vitamin B1
Vitamin B1 (yudidtiamin) memiliki rumus kimia C17H20N4O6. Tiamin
mengandung sulfur (tio) dan nitrogen (amine). Molekul tiamin terdiri atas
cincin pirimidin yang terikat dengan cincin tiasol.

Tiamin mengandung sulfur (tio) dan nitrogen (amine). Molekul tiamin


terdiri atas cincin pirimidin yang terikat dengan cincin tiasol.
Tiamin merupakan kristal putih kekuningan yang larut dalam air. Dalam
keadaan kering vitamin B1 cukup stabil. Di dalam keadaan larut vitamin
B1 hanya tahan panas bila berada dalam keadaan asa. Dalam suasana alkali
vitamin B1 mudah rusak oleh panas atau oksidasi.

Sumber Vitamin
tiamin banyak terdapat dalam kulit ari butir beras ataupun gandum.
Roti putih tidak banyak mengandung tiamin. Demikian pula beras giling

20
kurang mengandung tiamin.

Fungsi :
Tiamin merupakan komponen enzim Tiamin Piro Fosfat (TPP) yang
berperanan dalam metabolisme karbohidrat. Kekurangan tiamin atau TPP
akan mengakibatkan tertimbunnya asam piruvat dalarn sel dan dapat
menyembuhkan radang saraf tertentu.

Kekurangan dan kelebihan vitamin B1:


Penyakit akibat defisiensi tiamin yang ringan yaitu perubahan pada
sistim saraf. Penyakit beri-beri basah mengakibatkan pembengkakan atau
udema karena tertimbunnya air dalam jaringan. Pada beri-beri kering
dimana terjadi atropi otot, penderita merasa sangat lemah. Kematian
penderita beri-beri terutama disebabkan tertimbunnya air dalam jaringan
atau serangan diare yang mendadak.
Pada ikan segar terdapat enzim tiaminase. Enzim ini merupakan anti tiamin
karena dapat merusak tiamin. Pada ikan yang dimasak enzim tiaminase
mengalami denaturasi sehingga kemampuan untuk merusak tiamin menjadi
hilang. Di Jepang sebanyak 3 % penderita beri-beri terutama disebabkan
tiaminase.

Kelebihan tiamin tidak banyak menimbulkan akibat yang serius


karena vitamin ini bersifat larut dalam air, sehingga kelebihan vitamin ini
akan dibuang bersama urine.

2. Vitamin B2 (Riboflavin)

21
Riboflavin mempunyai rumus kimia C17H20N4O6. Struktur riboflavin
terdiri atas cincin isoaloksazin dengan rantai samping ribitil.

Dalam bentuk murni, riboflavin adalah kristal kuning. Riboflavin larut air,
tahan panas, oksidasi dan asam, tetapi tidak tahan alkali dan cahaya
terutama sinar ultraviolet. Dalam proses pemasakan tidak banyak yang
rusak.

Sumber vitamin
Sumber riboflavin yaitu pada hati sapi, susu, daging segar dan kuning telur.
Beberapa sumber lain adalah tiram, daging tanpa lemak,jamur,
brokoli,alpukat, salmon dan juga beberapa ikan berminyak seperti
mackerel, belut, dan heting memiliki kandungan riboflavin yang cukup
besar.Wortel dan tomat juga mengandung riboflavin.

Riboflavin atau vitamin B2 tidak akan hancur bila bahan makanan tersebut
dimasak terlalu matang seperti pada jenis vitamin yang lain, tetapi
kandungan vitamin ini akan berkurang bila dipaparkan di bawah sinar yang
sangat kuat dalam waktu lama atau tekena baking soda yang cukup banyak.

22
Fungsi
Berikut adalah beberapa fungsi dari vitamin B2:

1. Membantu proses energi dalam tubuh manusia

Vitamin ini memilki peranan penting dalam memberikan bantuan


metabolisme atau pemrosesan lemak, karbohidrat, dan protein dalam
tubuh.

2. Mengatur pertumbuhan dan reproduksi

Vitamin B2 juga memiliki manfaat untuk memastikan pertumbuhan


serta perkembangan organ reproduksi dan pertumbuhan jaringan
tubuh seperti kulit, mata,membran mucous, sistem saraf dan kekebalan
tubuh. Sebagai tambahan vitamin B2 juga menjamin kesehatan kulit,
kuku dan pertumbuhan rambut.

3. Mengatur aktifitas kelenjar tiroid


4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Riboflavun dapat bertindak untuk memperkuat antibody di dalam


tubuh dengan memperkuat jaringan pertahanan kita terhadap bakteri
penyakit yang berbahaya.

Kekurangan dan kelebihan vitamin b2


a. Kekurangan vitamin B2
Tanda-tanda kekurangan bisa terjadi sebagai akibat kekurangan zat gizi
lain, atau setelah beberapa waktu kurang makan protein hewani dan
sayuran berwarna hijau. Tanda-tanda kekurangan baru akan terlihat
setelah beberapa bulan kekurangan konsumsi riboflavin. Tanda-tanda
awal kekurangan riboflavin antaralain mata panas dan gatal, tidak tahan
cahaya,kehilangan ketajaman mata, bibir, mulut serta lidah sakit dan

23
panas. Kekurangan riboflavin juga dapat menyebabkan gangguan
fungsi adrenal ,dan menyebabkan berbagai macam penyakit seperti
anemia, syndrom kelelahan yang kronis serta katarak. Penyakit yang
disebabkan oleh kekurangan vitamin B2 sering kali
dipandankan sebagai kulit yang terluka, terutama pada daerah lidah dan
sekitar mulut. Jika tidak di tindaklanjuti, luka ini akan menyebabkan
pembengkakan pada lidah, seborrheic dermatitis bahkan gangguan pada
sistem kerja saraf.
b. Kelebihan vitamin B2
Akibat kelebihan vitamin B2 atau penggunaan secara overdosis dapat
menimbulkan efek samping. Tentu vitamin apapun tidaklah boleh
dikonsumsi berlebihan. Tubuh bisa mengalami keracunan. Tapi secara
pasti gejala dan akibat kelebihan vitamin B2 adalah tekanan darah
menjadi rendah, mengalami kelelahan, anemia atau kurang darah,
mengalami mual dan muntah.

3. Vitamin B3 (Niacin)
memiliki rumus kimia C6H5NO2. Niasin merupakan derivat piridin dengan
gugus karboksil (COOH) adapun nikotinamida merupakan niasin yang
gugus karboksilnya tergantikan oleh gugus amida (NH2). Bentuk aktif dari
vitamin B3 adalah NADH/NADPH yang merupakan derivat nukleotida
seperti vitamin B2. Vitamin B3 dan B2 merupakan kofaktor enzim pada
reaksi redoks dalam tubuh.

Niasin merupakan kristal putih, yang lebih stabil dari tiamin dan riboflavin.
Niasin tahan terhadap suhu tinggi, cahaya, asam, alkali, dan oksidasi.

24
Niasin tidak rusak oleh pengolahan dan pemasakan normal, kecuali
kehilangan melalui air masakan yang dibuang.

Sumber vitamin B3
Niacin dapat ditemukan di hati, ginjal, daging sapi, daging unggas, ikan,
kopi instant, roti yang d iperkaya, sereal dan produk-produk susu. Niacin
juga dapat d ibentuk dari asam amino tryptophan da n 60 mg tryptophan
dapat menghasilkan 1 mg niacin.

Pengaruh terhadap kesehatan dan fungsi di dalam tubuh:


niacin menjadi esensial dalam bentuk co-enzim NAD dan NADP, yang
terlibat dalam pembentukan energi dari karbohidrat, lemak dan protein.
niacin meningkatkan energi melalui pemanfaatan makanan secara benar
niacin penting dalam perbaikan dan replikasi DMA
niacin memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi kadar kolesterol
dalam darah
niacin juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem syaraf dan
pencernaan.

Defisiensi niacin:
Defisiensi niacin menyebabkan penyakit yang disebut pellagra. Pellagra
banyak terjadi di awal tahun 1900-an di negara dengan diet utamanya
adalah jagung. Saat ini pellagra sangat jarang terjadi, namun masih dapat
ditemukan di India dan sebagian dari Cina dan Afrika. Gejala dari pellagra
meliputi dermatitis dan luka seperti terbakar matahari karena sensitif
terhadap sinar matahari, kelelahan, dementia, diare, insomnia dan ketidak-

25
normalan pencernaan. Selain mencegah pellagra, niacin juga mencegah
munculnya histamine yang menjadi pemicu alergi dan bronkitis.

Rekomendasi asupan:
Amerika Serikat merekomendasikan asupan niacin 14 mg/hari untuk
wanita dan 16 mg/hari untuk laki-laki. Anak-anak dan remaja memerlukan
niacin lebih sedikit. Dalam kondisi hamil dan menyusui dianjurkan untuk
mengkonsumsi lebih 4 dan 3 mg/hari.

4. Vitamin B5 (Pantothenic Acid)


Asam pantotenat memiliki struktur kimia C9H17NO5. Asam pantotenat
adalah suatu derivatif dimetil dari asam butirat yang berkaitan dengan beta-
alanin. Vitamin ini mengikat fosfat dan membentuk 4-fosfopantotein dan
koenzim A, yaitu bentuk aktif asam pantotenat. Struktur kimianya adalah
sebagai berikut.

Asam pantotenat adalah kristal putih yang larut air, rasa pahit, lebih stabil
dalam keadaan larut daripada kering, serta mudah terurai oleh asam, alkali,
dan panas kering. Dalam larutan netral asam pantotenat tahan terhadap
panas basah.

Sumber vitamin B5:


Makanan yang baik sebagai sumber vitamin B5 antara lain hati, ginjal,
salmon, telur, kacang, kedele, jamur, brewer's yeast, dan sejumlah sayuran.
Pengolahan makanan dan pemanasan dapat menghilangan hingga separuh
asam pantotenat di dalam makanan.
Pengaruh terhadap kesehatan dan fungsi di dalam tubuh:
asam pantotenat adalah bagian co-enzim A (Co-A), yang ditemukan

26
pada semua jaringan di tubuh, dan memainkan peran penting dalam
pelepasan energi dari protein, lemak, karbohidrat dan alkohol.
memiliki fungsi di dalam sintesis lemak, asam lemak, kolesterol,
fosfolipid dan sejumlah hormone
vitamin ini juga mampu menetralkan komponen-komponen berbahaya
bagi tubuh yang berasal dari obat-obatan, bahan kimia dan pestisida
telah jelas bahwa asam pantotenat berpartisipasi dalam mengatur
berbagai reaksi protein yang mana menjadi penting dalam menjaga
kesehatan jaringan tubuh khususnya kulit
asam pantotenat penting dalam penyembuhan luka, mendorong
pertumbuhan dan menjaga pigmen rambut
asam pantotenat diperkirakan membantu penyembuhan infeksi perut,
kelelahan dan kecanduan alkohol.

Defisiensi vitamin B5:


Dengan banyaknya jenis makanan yang dapat menjadi sumber vitamin B5
maka tidak begitu tampak adanya bukti nyata defisiensi asam pantotenat
selain defisiensi yang dipicu oleh diet bebas asam pantotenat. Defisiensi
asam pantotenat menunjukkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala,
hilangnya konsentrasi, otot mudah mengalami kram, insomnia, hilangnya
nafsu makan, perubahan perilaku, turunnya kekebalan, gangguan
pencernaan, dan pertumbuhan terhambat atau berat badan turun. Orang
lanjut usia, orang yang mengkonsumsi obat penurun kolesterol dan
alkoholik merupakan kelompok yang paling beresiko terkena defisiensi.

Rekomendasi asupan:
Tidak ada rekomendasi khusus untuk asupan harian untuk asam pantotenat,
akibat sulitnya m engetahui s impanan d i d alam t ubuh dank adar y ang h
arus masuk ke d alam tubuh. Namun demikian, telah dibuat petunjuk
asupan yang disarankan. Di Amerika Serikat 5 m g/hari d ipandang c ukup

27
u ntuk o rang d ewasa, 2 -4 m g/hari untuk a nak-anak usia 1-13 tahun dan
1,7-1,8 mg/hari untuk bayi. Dianjurkan juga bagi wanita hamil untuk
meningkatkan asupan menjadi 6 mg/hari, dan untuk yang menyusui 7
mg/hari.

5. Vitamin B6 (Pyridoxine)
Piridoksin merupakan kristal putih tidak berbau, larut air dan alkohol.
Piridoksin tahan panas dalam keadaan asam, tidak begitu stabil dalam
larutan alkali dan tidak tahan cahaya. Kehilangan pada suhu beku sebanyak
36 hingga 55%. Rumus kimia dari vitamin B6 adalah C8H11NO3. Terdapat
6 bentuk umum yang sering dijumpai, yaitu piridoksal (PL), piridoksina
(PN), piridoksamine, (PM), piridoksal 5'-fosfat (PLP), piridoksin 5'-
fosfat(PNP), dan pridoksamin 5'-fosfat (PNP)

Sumber vitamin B6:


Vitamin B6 dapat ditemukan terutama terikat pada protein di dalam
makanan. Sumber yang sangat baik adalah daging ayam, hati, daging sapi,
ikan (herring, tuna, salmon, trout), kacang dan bijian (terutama biji bunga

28
matahari), kedele, dan sereal fortifikasi. Jumlah yang lebih kecil terdapat
pada buah-buahan dan sayuran. Mikrobia di dalam saluran pencernaan
dapat mensintesa vitamin ini dan sebagian dapat diserap.

Pengaruh terhadap kesehatan dan fungsi di dalam tubuh:

Vitamin B6 adalah bagian co-enzim dari berbagai enzim yang terlibat


dalam metabolisme asam amino (protein), oleh karena itu
kebutuhannya akan sejalan dengan jumlah asam amino yang
dimetabolisme. B6 juga penting dalam metabolisme karbohidrat dan
lemak di dalam tubuh Dapat meningkatkan fungsi kekebalan Penting
juga dalam menjaga fungsi dan metabolisme sel darah merah
Vitamin B6 terlibat dalam perubahan tryptophan menjadi niacin
(vitamin B3)
B6 juga terlibat dalam produksi sejumlah neurotransmitter, dan oleh
karena itu ikut menjaga sistem syaraf berfungsi normal Memiliki peran
di dalam pengaturan reaksi sejumlah hormon.

Defisiensi vitamin B6:


Kasus defisiensi vitamin B6 jarang terjadi, namun demikian defisiensi dapat
mengakibatkan dermatitis, batu ginjal, penurunan pembentukan antibodi,
iritasi, anemia, turunnya kemampuan syaraf, pertubuhan terhambat, mudah
bingung dan depresi. Kadar vitamin B6 yang rendah di dalam tubuh akan
mendorong naiknya sirkulasi konsentrasi homosistein, yang dikenal
sebagai faktor resiko untuk penyakit jantung dan penyakit Alzheimer's.

29
Alkoholik cenderung memiliki konsentrasi vitamin B6 plasma yang rendah
yang bukan dipengaruhi oleh diet yang rendah vitamin B6 namun karena
rusaknya sistem metabolisme akibat rusaknya hati.
Vitamin B6 umumnya tersedia dalam bentuk supplement, dan digunakan
dalam fortifikasi makanan (terutama pengayaan sereal) dan dalam produk-
produk therapeutic. Digunakan untuk mengobati insomnia, otot lemah dan
asma, dimana vitamin B6 mampu meringankan dan mengurangi frekuensi
serangan. Digunakan juga untuk mengobati muntah-muntah dan mual
elama periode awal k ehamilan dans ering juga digunakan untuk mengobati
wanita yang menggunakan pil kontrasepsi yang menderita depresi (akibat
efek sampingnya)

Rekomendasi asupan:
Rekomendasi asupan untuk vitamin B6 dapat bervariasi tergantung dari
usta, jenis kelamin dan kelompok beresiko. Kelompok beresiko tersebut
meliputi wanita hamil dan menyusui, alkoholik, wanita dengan pil
kontrasepsi tinggi estrogen dan orang dengan konsumsi protein tinggi
dimana kebutuhan vitamin B6 akan meningkat seiring dengan banyaknya
protein yang dikonsumsi. Amerika Serikat merekomendasikan: bayi 0,1-
0,3 mg/hari, anak-anak 1-8 tahun 0,5-0,6 mg/hari, 9-13 tahun 1,0 mg/hari,
umur 14-50 tahun 1,3 mg/hari dan lebih dari 50 tahun 1,5 mg/hari. Wanita
hamil dianjurkan 1,9 mg/hari sedangkan ibu menyusui dianjurkan untuk
meningkat hingga 2,0 mg/hari.terhadap sejumlah hormon). Penelitian
menunjukkan bahwa dosis tinggi vitamin B6 (100 mg) dapat membantu
seseorang dengan carpal tunnel syndrome dan premenstrual syndrome
(PMS).

6. Vitamin B7
Biotin adalah suatu asam monokarboksilat terdiri atas cincin imidasol yang
bersatu dengan cincin tetrahidrotiofen dengan rantai samping asam valerat.

30
Biotin tahan panas, larut air dan alkohol serta mudah dioksidasi. Biotin
memiliki rumus kimia C10H16N2O3S. Biotin adalah suatu asam
monokarboksilat terdiri atas cincin imidasol yang bersatu dengan cincin
tetrahidrotiofen dengan rantai samping asam valerat. Bagian imidasol
penting sebagai tempat mengikat avidin, protein utama putih telur.

Defisiensi biotin
Gejala defisiensi biotin adalah depresi, halusinasi, nyeri otot dan dermatitis.
Putih telur mengandung suatu protein yang labil terhadap panas yakni
avidin. Protein ini akan bergabung kuat dengan biotin sehingga mencegah
penyerapannya dan menimbulkan defisiensi biotin. Komsumsi telur mentah
dapat menyebabkan defisiensi biotin.Tidak adanya enzim holokarboksilase
sintase yang melekatkan biotin pada residu lisin apoenzim karboksilat, juga
menyebabkan gejala defisiensi biotin, termasuk akumulasi substrat dari
enzim-enzim yang tergantung pada biotin (piruvat karboksilase, asetyl ko
A karboksilase, propionil ko A karboksilase dan metilkrotonil ko A ).
Pada sebagian kasus, anak-anak dengan defisiensi ini juga msenderita
penyakit defisiesi kekebalan

Sumber vitamin B7
Selain berasal dari buah-buahan dan sayuran, masih banyak sumber
makanan yang mengandung vitamin B7 tinggi. makanan yang mengandung
vitamin B7 yaitu Roti gandum, Keju, Susu sapi atau kambing, Wortel, Ikan
Salmon, Kuning telur, Ragi, Kedelai, Buah-buahan.

7. Vitamin B9 (Asam Folat = Folic Acid)

31
Vitamin B9 atau asam folat memiliki rumus kimia C19H19N7O6. Bentuk
aktif folat terdiri atas cincin pteridin terkait dengan p-asam amino benzoate
(p-aminobenzoic acid/PABA) yang bersama membentuk asam pteroat dan
asam glutamate. Struktur kimia asam folat adalah sebagai berikut.

Asam folat atau folasin dan asam pteroil glutamate adalah kristal kuning
yang digolongkan dalam kelompok senyawa pterin. Sebagai asam bebas,
asam folat, tidak larut dalam air dingin, namun sebagai garam natrium dapat
lebih larut. Asam folat banyak hilang bila sayuran disimpan pada suhu
kamar.

Sumber Vitamin
Sumber dari makanan: Banyak terdapat pada hati, daging,
ginjal, sayuran hijau, gandum, telur, ikan, kacang hijau, khamir. Sumber
lain adalah jeruk, stroberi, wheat germ, dan kacangkacangan.
Fungsi
sebagai bahan pembentuk senyawa THF (tetra hidrofolat),
koenzim yang diperlukan dalam sintesa DNA, dan pematangan sel darah
merah. Asam folat berperan dalam pencegahan penyakit jantung dan stroke
dengan memecah homosistein, substansi dalam darah yang meningkatkan
risiko penyakit tersebut. Dengan mempertahankan kadar kolin (choline)
yang berperan meningkatkan daya ingat, asam folat membantu mencegah
penyakit Alzheimer (gangguan pada daya ingat). Dari perannya dalam
membantu sintesa DNA, asam folat mencegah kanker dengan memperbaiki
kerusakan pada DNA yang menjadi awal dari perkembangan penyakit ini.

Defisiensi

32
asam folat dapat berakibat anemia makrositik, diare, mudah terkena
infeksi, lidah merah dan licin, depresi, gangguan mental, lelah, dan
pingsan. Seharusnya defisiensi ini tidak perlu terjadi, karena asam folat
termasuk vitamin yang nonesensial yang disintesis di dalam saluran
cerna, dan juga terdapat dalam jumlah cukup pada bahan makanan sehari
hari.

8. Vitamin B12 (Cobalamin)


Vitamin B12 memiliki rumus kimia C63H89CoN14O14P. vitamin B12 atau
kobalamin terdiri atas cincin mirip porfirin seperti hem, yang mengandung
cobalt serta terkait pada ribose dan asam fosfat. Struktur kimia vitamin B12
adalah sebagai berikut.

Vitamin B12 atau kobalamin terdiri atas cincin mirip porifirin seperti hem,
yang mengandung kolbalt serta terkait pada ribose dan asam folat. Vitamin
B12 adalah kristal merah yang larut air. Warna merah karena kehadiran
kobalt. Vitamin B12 secara perlahan rusak oleh asam encer, alkali, cahaya,
dan bahan-bahan pengoksidasi dan pereduksi.

Sumber vitamin B12:

33
Vitamin B12 dapat ditemukan dalam produk hewani seperti daging, unggas,
ikan dan produk susu. Hewan memiliki vitamin B12 dari mikroorganisme
yang terdapat dalam tubuhnya atau dari pakannya. Tidak ada sumber
pangan nabati yang memberikan vitamin B12 kecuali sejumlah makanan
fermentasi (misal tempe, kale, bir), produk algae, atau sejumlah akar-
akaran yang tumbuh simbiosis dengan bakteri. Namun demikian kadar
vitamin B12yang terdapat dari pangan nabati tersebut termasuk rendah. Hal
ini berarti manusia harus mengkonsumsi pangan hewani atau pangan
fermentasi untuk mencukupi kebutuhannya.

Pengaruh terhadap kesehatan dan fungsi di dalam tubuh:


Vitamin B12 diperlukan hanya untuk tiga fungsi khusus di dalam tubuh.
Perannya dekat dengan fungsi dari asam folat sehingga memegang peranan
penting dalam metabolisme. Vitamin B12 menghasilkan folat sehingga:
vitamin B12 diperlukan untuk pembentukan dan regenerasi sel-sel
darah merah, dan oleh karena itu membantu mencegah anemia
vitamin B12 penting pada sintesis DMA dalam sel penting untuk
mendorong pertumbuhan anak-anak dan pada wanita hamil
menurunkan kadar homosistein darah sehingga mencegah penyakit
jantung dan penyakit Alzheimer's
vitamin B12 juga merupakan co-enzim pada metabolisme lemak dan
protein dan diperlukan untuk menjaga kesehatan sistem syaraf.

Kekurangan vitamin B12:


Kekurangan atau defisiensi vitamin B12 sangat jarang terjadi (hanya
dijumpai pada kelompok vegetarian). Defisiensi dapat mengakibatkan

34
anemia serius, yang mana sama seperti yang dijumpai pada defisiensi foiat
karena vitamin B12 diperlukan untuk menghasilkan folat dan menyediakan
fungsi folat untuk menghasilkan sel darah merah. Asupan tinggi asam folat
dapat mencegah anemia akan tetapi dapat menutupi diagnosis jika telah
terjadi defisiensi Bi2. Hal ini dapat menyebabkan penyakit syaraf yang akut
dan tidak dapat sembuh karena gangguan urat syaraf tulang belakang
dengan terjadinya defisiensi vitamin B12, yang tidak dapat dicegah dengan
asupan asam folat. Indikasi lain akibat defisiensi vitamin B12 antara lain
hilang ingatan, dementia, kelelahan, berat badan turun, kehilangan
keseimbangan, depresi ringan, dan masalah pendengaran.

Rekomendasi asupan:
Saat ini, Amerika Serikat menetapkan rekomendasi asupan untuk vitamin
B12 adalah 2,4 jag/hari untuk setiap orang yang berumur lebih dari 14 tahun.
Bayi dan anak-anak memerlukan kurang dari jumlah tersebut. W anita
hamil disarankan hingga 2,6 j^g/hari, namun lebih penting diperhatikan
untuk wanita menyusui sebaiknya hingga 2,8 jag/hart Asupan tambahan
melalui supplement vitamin adalah vital jika anda seorang vegetarian.
Vitamin B12 disimpan dalam jumlah yang cukup untuk mencukupi
kebutuhan tubuh selama beberapa tahun. Gejala yang jelas dari defisiensi
vitamin B12 muncul pada orang dewasa setelah 5-10 tahun mengkonsumsi
diet kurang vitamin B12 sebagaimana yang dikonsumsi vegetarian. Namun
demikian hal tersebut tidak berlaku bagi bayi yang lahir dari ibu yang
vegetarian karena mereka tidak memiliki simpanan yang mencukupi di
hatinya.
Supplement juga dianjurkan bagi lanjut usia khususnya lebih dari 60 tahun,
dibawah pengawasan dokter, orang-orang usia tersebut umumnya tidak
mengeluarkan getah lambung yang cukup untuk mengabsorpsi vitamin B12
dari dietnya secara efisien. Hal ini dapat berakibat meningkatnya resiko
penyakit jantung dan penyakit Alzheimer's.

35
9. Vitamin C (asam askorbat)
Asam askorbat (I) mempunyai gugus hidroksil asam (pK1 = 4.04, pK2 =
11.4 at 25C). Asam askorbat dengan mudah teroksidasi menjadi asam
dehidroaskorbat (II) yang dalam media air ada dalam bentuk hemiketal
terhidrasi (IV). Aktivitas biologi II lebih rendah dibandingkan I.
Aktivitasnya hilang sama sekali ketika cincin lakton dehidroaskorbat
terbuka secara irreversibel, berubah dari II menjadi asam 2,3 diketogulonat
(III).

Vitamin C adalah kristal putih yang mudah larut dalam air. Dalam keadaan
kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadaan larut, vitamin C mudah
rusak karena bersentuhan dengan udara (oksidasi) terutama bila terkena
panas. Oksidasi dipercepat dengan kehadiran tembaga dan besi. Vitamin C
tidak stabil dalam larutan alkali, tetapi cukup stabil dalam larutan asam.

36
Sumber vitamin C:
Vitamin C banyak terdapat dalam buah-buahan segar dan sayuran, seperti
jeruk, blackcurrants, strawberries dan mangga. Akibat sifat vitamin C yang
dapat rusak karena pemanasan atau mengalami oksidasi apabila terjadi
kontak dengan udara, maka banyak sayur-sayuran yang dikonsumsi mentah
(lalapan) atau mengalami pengolahan ringan juga kaya akan vitamin C,
sayuran tersebut antara

Rekomendasi asupan:
Rekomendasi asupan untuk vitamin C dapat bervariasi tergantung dari usia,
jenis kelamin dan kelompok beresiko. Kelompok yang mungkin tidak
mendapatkan vitamin C yang cukup adalah perokok, peminum berat, dan
lanjut usia. Kemungkinan juga jika anda tidak mengkonsumsi buah-buahan
dan sayuran dalam jumlah yang cukup maka dapat kekurangan vitamin C.
Amerika Serikat merekomendasikan asupan vitamin C sebesar 75 mg/hari
untuk wanita dan 90 mg/hari untuk laki-laki. Dianjurkan juga bagi wanita
hamil untuk melebihkan asupannya hingga 10 mg/hari, sedangkan wanita
menyusui kenaikkannya 40-45 mg/hari.

Pengaruh terhadap kesehatan dan fungsi di dalam tubuh: Vitamin C


memiliki fungsi yang luas di dalam tubuh.
vitamin C diperlukan untuk pembentukan kolagen, komponen yang
menyatukan otot, tulang dan jaringan lainnya
membantu pemeliharaan kulit dan menyembuhkan luka menjaga
kesehatan gigi membantu tubuh untuk menyerap zat besi dari

37
makanan
vitamin C melindungi perut dari komponen toksik (nitrosamine) yang
biasa terdapat pada daging olahan
vitamin C sangat penting sistem kekebalan tubuh, dan membantu
menahan infeksi. Diperkirakan kemampuannya menjaga sistem
kekebalan melalui sifat antioksidan yang dimiliki vitamin C.
vitamin C merupakan salah satu antioksidan penting dan oleh karena
itu dapat melindungi sel-sel dalam tubuh dari stres oksidatif akibat
turunan oksigen.

Defisiensi dan kelebihan vitamin C :


Kekurangan vitamin C yang serius dapat mengakibatkan suatu
penyakit menakutkan yang sering disebut scurvy. Gejala awal scurvy
adalah luka pada kepala dan diantara gigi gusi menjadi merah dan
membengkak. Hal ini dapat menyebabkan tanggalnya gigi. Penyembuhan
luka juga akan tertunda dan sakit tulang yang serius juga dapat terjadi jika
mengalami defisiensi vitamin C. Gejala umum jika mengkonsumsi diet
yang rendah vitamin C menyebabkan gejala awal dari kekurangan gizi
seperti hilangnya nafsu makan, kelelahan, insomnia, iritasi, mudah
mengalami infeksi dan penyembuhan luka yang lama.
Konsumsi vitamin C yang terlalu tinggi kurang baik karena di dalam
tubuh vitamin C akan dirubah menjadi asam oksalat. Asam oksalat bersama
kalsium dapat membentuk kalsium oksalat yang dapat mengendap dan
membentuk batu dalam ginjal. Badang Pangan dan Nutrisi Amerika Serikat
telah menetapkan batas atas sebesar 2000 mg/hari vitamin C sebagai batas
yang aman untuk dikonsumsi.
Potensi vitamin pada jaringan
Pencernaan Asam patotenat, Vit B6.
Otak dan SSP Asam folat, asam pantotenat,
Vit B1 ; B6 ; B12 dan C.

38
Mata Riboflavin, dan Vit A.
Pembuluh darah Vit E.
Jantung Vit B2 ; dan C.
Paruparu Vit A, dan E.
Hormon Adrenalin Asam pantotenat dan Vit B6.
Fertilitas (kesuburan) Asam folat dan Vit A.
Kulit Niasin, Vit B2 ; B6 ; A, dan E.
Otot Vit B1 ; B6 ; dan E.
Jaringan penghubung Vit C.
Tulang Vit A, C, dan D.
Gigi dan gusi Vit A, C, dan D.

39
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Vitamin merupakan sekelompok senyawa organik yang sangat penting dan sangat
dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi untuk membantu pengaturan atau
proses kegiatan tubuh (vitamin mempunyai peran sangat penting dalam
metabolisme tubuh), karena vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Jika
manusia, hewan ataupun makhluk hidup lain tanpa asupan vitamin tidak akan dapat
melakukan aktivitas hidup dengan baik, kekurangan vitamin menyebabkan tubuh
mudah terkena penyakit.

Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban
manusia. Sudah sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai
salah satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Seiring
dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, berbagai hal dan
penelusuran lebih mendalam mengenai vitamin pun turut diperbaharui. Garis besar
sejarah vitamin dapat dibagi menjadi 5 era penting. Disetiap era tersebut, terjadi
suatu kemajuan besar terhadap senyawa vitamin ini yang diakibatkan oleh adanya
kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Secara klasik, berdasarkan kelarutannya vitamin digolongkan dalam 2
kelompok yaitu: vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air,
karena yang pertama dapat dieksraksi dari bahan makanan dengan pelarut lemak
dan yang yang terakhir dengan air. Beberapa vitamin larut lemak adalah vitamin
A, D, E, dan K yang hanya mengandung unsur-unsur karbon, hydrogen, oksigen,
juga mengandung nitrogen, sulfur atau kobalt.
Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika
kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme didalam tubuh akan terganggu karena
fungsinya tidak dapaat digantikan oleh senyawa lain. Disamping itu, asupan
vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan
metabolisme pada tubuh, bahkan bisa menimbulkan penyakit kronis.

40
DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Kesehatan Masyarakat (MACAM-MACAM VITAMIN DAN


FUNGSINYA DALAM TUBUH MANUSIA) pdf
Poedjiadi,Anna.2007.DASAR-DASAR BIOKIMIA.Jakarta:Universitas Indonesia
http://manfaatnyasehat.com/makanan-yang-mengandung-sumber-vitamin-b7/
http://wikivitamin.com/akibat-kelebihan-vitamin-b2-riboflavin/
https://www.scribd.com/document/344242945/Vitamin-a1f014009-Kbm-pdf
http://tetiestiasih.lecture.ub.ac.id/files/2014/09/1.-Vitamin.pdf

41
42