Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...

(Mulida Hayati) 1-11

KESETARAAN GENDER DALAM HUKUM ISLAM

Oleh: Mulida Hayati


Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
Email : mulidatency@gmail.com

Abstrak: Persoalan gender akan menjadi masalah apabila menimbulkan ketidakadilan


antara laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini Islam tidak membeda-bedakan antara
laki-laki dan perempuan, keduanya merupakan Hamba Tuhan. Baik laki-laki maupun
perempuan mendapat pahala yang sama atas amal saleh yang dibuatnya. Sebaliknya,
laki-laki dan perempuan memperoleh azab yang sama atas pelanggaran yang
diperbuatnya. Perempuan dalam Islam tidak dibatasi ruang geraknya untuk berkarya
dengan tidak mengingkari kodratnya sebagai seorang perempuan yang beraqidah, sopan
santun dan berbudi pekerti mulia.

Kata Kunci : Gender, Hukum Islam

PENDAHULUAN Dalam pandangan hukum Islam,


segala sesuatu diciptakan Allah SWT
Persoalan gender selalu hangat dengan kodrat. Demikian halnya manusia,
dibicarakan, khususnya menyangkut antara laki-laki dan perempuan sebagai
persoalan perbedaan gender yang memuat individu dan jenis kelamin memiliki
fungsi dan peran sosial antara wanita dan kodratnya masing-masing. Al-Qur'an
pria. Perbedaan gender sesungguhnya mengakui adanya perbedaan anatomi
tidaklah menjadi masalah sepanjang tidak antara laki-laki dan perempuan. Al-Qur'an
melahirkan ketidakadilan gender (gender juga mengakui bahwa anggota masing-
inequalities). Namun yang menjadi masing gender berfungsi dengan cara
persoalan ternyata perbedaan gender telah merefleksikan perbedaan yang telah
melahirkan berbagai ketidakadilan, baik dirumuskan dengan baik serta
bagi kaum laki-laki dan terutama bagi dipertahankan oleh budaya, baik dari
kaum perempuan. Ketidakadilan gender kalangan kaum laki-laki maupun
merupakan sistem dan struktur dimana perempuan sendiri. Kodrat perempuan
baik kaum laki-laki dan perempuan sering dijadikan alasan untuk mereduksi
menjadi korban dari sistem tersebut. berbagai peran perempuan di dalam
Sebagai agama universal, Islam keluarga maupun masyarakat, kaum laki-
menjembatani persamaan fungsi dan peran laki sering dianggap lebih dominan dalam
sosial. Keseteraan fungsi dan peran laki-laki memainkan berbagai peran, sementara
dan perempuan merupakan bagian dari nilai- perempuan memperoleh peran yang
nilai Ilahiyah dan nilai-nilai esensial, dimana terbatas di sektor domestik. Kebudayaan
nilai-nilai tersebut merupakan hikmah yang yang berkembang dalam masyarakat pun
dalam terhadap adanya kesetaraan gender. memandang bahwa perempuan sebagai

ISSN : 2085-4757 1
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

makhluk yang lemah, emosional, halus dan segi anatomi biologi. Istilah sex lebih
pemalu sementara laki-laki makhluk yang banyak berkonsentrasi pada aspek biologi
kuat, rasional, kasar serta pemberani. seseorang, meliputi perbedaan komposisi
Anehnya perbedaan-perbedaan ini kimia dan hormon dalam tubuh, anatomi
kemudian diyakini sebagai kodrat dan fisik, reproduksi, dan karakteristik
sudah tetap yang merupakan pemberian biologis lainnya. Sementara itu, gender
Tuhan. Barang siapa berusaha merubahnya lebih banyak berkonsentrasi kepada aspek
dianggap menyalahi kodrat bahkan sosial, budaya, psikologis, dan aspek-
menentang ketetapan Tuhan. Peran dan aspek non-biologis lainnya.2
status perempuan dalam pandangan Islam Perbedaan tersebut melahirkan
selalu dikaitkan dengan keberadaan laki- pemisahan fungsi dan tanggungjawab
laki. Perempuan digambarkan sebagai antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki
makhluk yang keberadaannya sangat bertugas mengurusi urusan luar rumah dan
bergantung kepada laki-laki. Sebagai perempuan bertugas mengurusi urusan
seorang anak, ia berada di bawah dalam rumah yang dikenal sebagai
lindungan perwalian ayah dan saudara masyarakat pemburu (hunter) dan peramu
laki-laki, sebagai istri bergantung kepada (gatherer) dalam masyarakat tradisional
suami. Islam menetapkan perempuan dan sektor publik dan sektor domestik
sebagai penenang suami, sebagai ibu yang dalam masyarakat modern.3
mengasuh dan mendidik anak dan menjaga Peran-peran sosial yang
harta benda serta membina etika keluarga dikonstruksikan oleh masyarakat. Peran-
di dalam pemerintahan terkecil, yaitu peran tersebut berkaitan dengan tugas,
keluarga. fungsi, hak dan kewajiban serta
kesempatan antara laki-laki dan perempuan
PERMASALAHAAN yang dibentuk oleh ketentuan sosial, nilai-
nilai yang berlaku, dan budaya lokal.
Bagaimana Kesetaraan Gender dalam
Artinya, laki-laki dan perempuan harus
Hukum Islam ?
bersikap dan berperan sesuai dengan apa
yang diharapkan oleh masyarakat.4
TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulannya, Gender adalah :
Pengertian Gender Suatu konsep yang mengacu pada peran-
Istilah gender digunakan berbeda peran dan tanggungjawab laki-laki dan
dengan sex. Dalam kamus bahasa Inggris, perempuan sebagai hasil konstruksi sosial
tidak secara jelas dibedakan artinya antara yang dapat diubah sesuai dengan
kata sex atau gender karena keduanya perubahan zaman.5
diartikan sebagai jenis kelamin.1 Gender
digunakan untuk mengidentifikasi 2
perbedaan laki-laki dan perempuan dari Nasarudin Umar, 1999, Argumen Kesetaraan
Gender Persfektif Al-Quran, Jakarta: Paramadina, hal
segi sosial budaya. Sementara sex 35.
3
digunakan untuk mengidentifikasi Ibid, hal 302-303.
4
perbedaan laki-laki dan perempuan dari Tim Pemberdayaan Perempuan Bidang Agama
Departemen Agama RI, 2001, Keadilan dan Kesetaran
GenderPersfektif Islam, Jakarta: Penerbit Tim
Pemberdayaan Perempuan Bidang Agama Departemen
1
Trisakti Handayani, dkk, 2003, Konsep dan Teknik Agama RI, hal 123.
5
Penelitian Gender, Malang: UMM Press, hal 4. Ibid.

ISSN : 2085-4757 2
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

Konsep Kesetaraan Gender a) Perempuan adalah makhluk


Konsep penting yang perlu dipahami ciptaan Allah SWT yang
dalam rangka membahas hubungan kaum mempunyai kewajiban sama untuk
perempuan dan laki-laki adalah beribadat kepada-Nya sebagaimana
membedakan antara konsep sex (jenis termuat dalam (Surah Adz-
kelamin) dan konsep gender. Pemahaman Dzariyat: 56).
dan pebedaan antara kedua konsep tersebut b) Perempuan adalah pasangan bagi
sangat diperlukan dalam melakukan kaum laki-laki termuat dalam
analisis untuk memahami persoalan- (Surah An-Naba:8)
persoalan ketidakadilan sosial yang c) Perempuan bersama-sama dengan
menimpa kaum perempuan. Hal ini kaum laki-laki juga akan
disebabkan karena ada kaitan yang erat mempertanggung jawabkan secara
antara perbedaan gender (gender individu setiap perbuatan dan
differences) dan ketidakadilan gender pilihannya termuat dalam (Surah
(gender inequalities) dengan struktur Maryam: 93-95).
ketidakadilan masyarakat secara luas. d) Sama halnya dengan kaum laki-
Pemahaman atas konsep gender sangatlah laki Mukmin, para perempuan
diperlukan mengingat dari konsep ini telah mukminat yang beramal saleh
melahirkan suatu analis gender.6 dijanjikan Allah untuk
dibahagiakan selama hidup di
Perempuan Dalam Konsep Islam dunia dan abadi di surga.
1. Perempuan Sebagai Individu Sebagaimana termuat dalam
Al-quran menyoroti perempuan (Surah An-Nahl: 97).
sebagai individu. Dalam hal ini e) Sementara itu Rasulullah juga
terdapat perbedaan antara perempuan menegaskan bahwa kaum
dalam kedudukannya sebagai individu perempuan adalah saudara
dengan perempuan sebagai anggota kandung kaum laki-laki (HR Ad-
masyarakat. Al-quran memperlakukan Darimy dan Abu Uwanah).
baik individu perempuan dan laki-laki Dalam ayat-ayatnya bahkan Al-
adalah sama, karena hal ini Quran tidak menjelaskan secara tegas
berhubungan antara Allah SWT dan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk
individu perempuan dan laki-laki Nabi Adam, sehingga karenanya
tersebut, sehingga terminologi kelamin kedudukan dan statusnya lebih rendah.
(sex) tidak diungkapkan dalam masalah Atas dasar itu prinsip Al-Quran terhadap
ini.7 kaum laki-laki dan perempuan adalah
Pernyataan-pernyataaan Al- sama, dimana hak istri adalah diakui
Quran tentang posisi dan kedudukan secara adil (equal) dengan hak suami.
perempuan dapat dilihat dalam Dengan kata lain laki-laki memiliki hak
beberapa ayat sebagaimana berikut: dan kewajiban atas perempuan, dan kaum
perempuan juga memiliki hak dan
6
Mansour Fakih, 1997, Analisis Gender dan kewajiban atas laki-laki. Karena hal
Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal 4.
7
Amina Wadud-Muhsin, 1998, Quran and
tersebutlah maka Al-Quran dianggap
Woman, dalam Liberal Islam a Sourcebook, Charles memiliki pandangan yang revolusioner
Kurzman (ed), New York: Oxford University Press, hal terhadap hubungan kemanusiaan, yakni
127-138.

ISSN : 2085-4757 3
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

memberikan keadilan hak antara laki- yang tertulis dalam Al-Quran, maka
laki dan perempuan.8 rujukannya adalah watak kaum pria
2. Perempuan dan hak kepemilikan dalam kehidupan, ia menikahi wanita
Islam sesungguhnya lahir dengan dan bertanggung jawab terhadap
suatu konsepsi hubungan manusia nafkah keluarganya selain ia juga
yang berlandaskan keadilan atas bertanggung jawab terhadap segala
kedudukan laki-laki dan perempuan. sesuatu yang berkaitan dengan
Selain dalam hal pengambilan keluarganya itu. Itulah sebabnya ia
keputusan, kaum perempuan dalam berhak memperoleh bagian sebesar
Islam juga memiliki hak-hak ekonomi, bagian untuk dua orang, sementara itu
yakni untuk memiliki harta kaum wanita, bila ia bersuami, maka
kekayaannya sendiri, sehingga dan seluruh kebutuhannya ditanggung oleh
tidak suami ataupun bapaknya dapat suaminya, sedangkan bila ia masih
mencampuri hartanya. Hal tersebut gadis atau sudah janda, maka
secara tegas disebutkan dalam (Surah kebutuhannya terpenuhi dengan harta
An-Nisa: 32). Artinya: Dan warisan yang ia peroleh, ataupun
janganlah kamu iri hati terhadap kalau tidak demikian, ia bisa
karunia yang telah dilebihkan Allah ditanggung oleh kaum kerabat laki-
kepada sebagian kamu atas sebagian lakinya. Jadi perbedaan yang ada
yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada disini hanyalah perbedaan yang
bagian dari apa yang mereka muncul karena karekteristik tanggung
usahakan, dan bagi perempuan (pun) jawab mereka yang mempunyai
ada bagian dari apa yang mereka konsekuensi logis dalam pembagian
usahakan. Mohonlah kepada Allah warisan.10
sebagian dari karuniaNya. Sungguh, Lebih lanjut ia menegaskan
Allah Maha Mengetahui segala bahwa Islam memberikan jaminan
sesuatu. yang penuh kepada kaum wanita dalam
Kepemilikan atas kekayaannya bidang keagamaan, pemilikan dan
tersebut termasuk yang didapat melalui pekerjaan, dan realisasinya dalam
warisan ataupun yang diusahakannya jaminan mereka dalam masalah
sendiri. Oleh karena itu mahar atau pernikahan yang hanya boleh
maskawin dalam Islam harus dibayar diselenggarakan dengan izin dan
untuknya sendiri, bukan untuk orang kerelaan wanita-wanita yang akan
tua dan tidak bisa diambil kembali oleh dinikahkan itu tanpa melalui paksaan.
suami.9 Janganlah menikahkan janda sebelum
Sayyid Qutb menegaskan diajak musyawarah, dan janganlah
bahwa tentang kelipatan bagian menikahkan gadis perawan sebelum
kaum pria dibanding kaum perempuan diminta izinnya, dan izinnya adalah
dalam hal harta warisan, sebagaimana sikap diamnya (HR. Bukhari Muslim).
3. Perempuan dan Pendidikan
8
Islam memerintahkan baik laki-
M.Hidayat Nur Wahid, 1996, Feminisme Gender
Persfektif Islam, Surabaya: Risalah Gusti, hal 3-35.
laki maupun perempuan agar berilmu
9
Mansour Fakih, 1997, Analisis Gender dan
10
Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal Sayyid Quthb, 1984, Keadilan Sosial Dalam Islam,
37-67. Bandung: Penerbit Pustaka, hal 71-74.

ISSN : 2085-4757 4
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

pengetahuan dan tidak menjadi orang Kesamaan tersebut dapat dilihat dari 3
yang bodoh. Allah sangat mengecam (tiga) hal, yaitu :
orang- orang yang tidak berilmu 1. Dari hakikat kemanusiaannya. Islam
pengetahuan, baik laki-laki maupun memberikan sejumlah hak kepada
perempuan (Surah Az-Zumar: 9). perempuan dalam rangka peningkatan
Kewajiban menuntut ilmu juga kualitas kemanusiaannya. Hak tersebut
ditegaskan Rasulullah dalam hadis, antara lain: waris (Surah An-Nisa
Artinya: menuntut ilmu itu wajib atas 4:11), persaksian (Surah Al-Baqarah 2:
setiap laki-laki dan perempuan. (HR. 282), aqiqah (Surah At-Taubah 9:21),
Muslim). dan lain-lain.
Hal ini dapat dikatakan bahwa 2. Islam mengajarkan bahwa baik
Islam justru menumbangkan suatu perempuan maupun laki-laki mendapat
sistem sosial yang tidak adil pahala yang sama atas amal saleh yang
terhadap kaum perempuan dan dibuatnya. Sebaliknya, laki-laki dan
menggantikannya dengan sistem yang perempuan memperoleh azab yang
mengandung keadilan. Islam sama atas pelanggaran yang
memandang perempuan adalah sama diperbuatnya (Surah Al-Nahl 16 : 97).
dengan laki-laki dari segi 3. Islam tidak mentolerir adanya
kemanusiannya. Islam memberi hak- perbedaan dan perlakuan tidak adil
hak kepada perempuan sebagaimana antar umat manusia. Hal ini ditegaskan
yang diberikan kepada kaum laki-laki dalam firman-Nya: Hai manusia,
dan membebankan kewajiban yang sesungguhnya Kami menciptakan kamu
sama kepada keduanya. dari seorang laki-laki dan perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-
PEMBAHASAN bangsa dan bersuku-suku supaya
saling mengenal Sesungguhnya orang
Kesetaraan Gender Dalam Konsep
yang paling mulia di antara kamu di
Hukum Islam
sisi Allah ialah orang yang paling
Al-Qur'an mengakui adanya
bertakwa di antara kamu.
perbedaan (distinction) antara laki-laki dan
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
perempuan, perbedaan tersebut
lagi Maha Mengenal. (Surah Al-
dimaksudkan untuk mendukung misi
Hujurat 49:13).
pokok Al-Quran, yaitu terciptanya
Dari ayat tersebut tampak jelas
hubungan harmonis yang didasari rasa
bagaimana hubungan antara laki-laki dan
kasih sayang (mawaddah wa rahmah) di
perempuan diatur oleh norma agama. Ayat
lingkungan keluarga. Hal tersebut
tersebut sekaligus memberi penjelasan
merupakan cikal bakal terwujudnya
bahwa pada dasarnya manusia diciptakan
komunitas ideal dalam suatu negeri yang
sama, meskipun berasal dari bangsa atau
damai penuh ampunan Tuhan (baldatun
suku yang berlainan.
thayyibatun wa rabbun ghafur). Ini semua
Secara lebih jelas, hubungan antar
bisa terwujud manakala ada pola
jenis kelamin atau prinsip gender dalam
keseimbangan dan keserasiaan antara
Islam ditegaskan dalam ayat: Laki-laki
keduanya (laki-laki dan perempuan).
dan perempuan yang berserah diri kepada
Islam menempatkan perempuan pada
Allah laki-laki dan perempuan yang
posisi yang sama dengan laki-laki.

ISSN : 2085-4757 5
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

beriman, laki-laki dan perempuan yang Dalam kapasitas sebagai hamba, laki-
lulus, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki dan perempuan masing-masing
laki-laki dan perempuan yang bersabar, akan mendapatkan penghargaan dari
laki-laki dan perempuan yang takut Tuhan sesuai dengan kadar
kepadaNya, anak laki-laki dan perempuan pengabdiannya (Surah Al-Nahl 16:97).
yang bersedekah, laki-laki dan perempuan 2. Laki-laki dan Perempuan sebagai
yang berpuasa, laki-laki dan perempuan Khalifah di Bumi
yang menutup aurat mereka, laki-laki dan Maksud dan tujuan penciptaan
perempuan yang berzikir kepada Allah, manusia di muka bumi, selain untuk
untuk mereka Allah telah menyediakan menjadi hamba yang tunduk dan patuh
ampunan dan pahala yang besar. (Surah serta mengabdi kepada Allah SWT,
Al-Azhab 33-35). juga untuk menjadi khalifah di bumi
Jika kita meletakkan beberapa ayat di (Surah Al-An'am 6:165). Kata Khalifah
atas secara bersama-sama dan melihatnya tidak menunjuk kepada salah satu jenis
secara utuh sesuai dengan dimensi waktu, kelamin atau kelompok etnis tertentu.
jelaslah bahwa Allah SWT tidak Laki-laki dan perempuan mempunyai
membeda-bedakan jenis kelamin atau fungsi yang sama sebagai khalifah,
kodrat yang dibawa sejak lahir. yang akan mempertanggungjawabkan
Nasaruddin Umar, mengemukakan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi,
ada beberapa ukuran yang dapat digunakan sebagaimana halnya mereka harus
sebagai pedoman dalam melihat prinsip- bertanggung jawab sebagai Hamba
prinsip kesetaraan gender dalam Al- Tuhan.
Qur'an. Ukuran-ukuran tersebut antara lain 3. Laki-laki dan Perempuan Menerima
sebagai berikut:11 Perjanjian Primordial
1. Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Laki-laki dan perempuan sama-
sebagai Hamba sama mengemban amanah dan
Salah satu tujuan penciptaan menerima perjanjian primordial dengan
manusia adalah untuk menyembah Tuhan. Seperti diketahui, menjelang
kepada Tuhan (Surah Az-Dzariyat seorang anak manusia keluar dari rahim
51:56). Dalam kapasitas manusia ibunya, ia terlebih dahulu harus
sebagai hamba, tidak ada perbedaan menerima perjanjian dengan Tuhannya
antara laki-laki dan perempuan. (Surah Al-Araf 7:172). Tidak ada
Keduanya mempunyai potensi dan seorangpun anak manusia lahir di muka
peluang yang sama untuk menjadi bumi yang tidak berikrar akan
hamba ideal, yaitu dalam Al-Qur'an keberadaan Tuhan, tidak ada
biasa diistilahkan sebagai orang-orang seorangpun yang mengatakan "tidak".
yang bertaqwa, dan untuk mencapai Dalam Islam, tanggung jawab
derajat bertaqwa ini tidak dikenal individual dan kemandirian berlangsung
adanya perbedaan jenis kelamin, suku sejak dini, yaitu sejak dalam
bangsa atau kelompok etnis tertentu. kandungan.
4. Laki-laki dan Perempuan Sama-sama
11
Nazarudin Umar Prinsip-Prinsip Keadilan Gender
Berpotensi Meraih Prestasi
dalam Al-Quran, Http:///C:/ download keadilan dan Dalam hal peluang untuk meraih
kesetaraan gender/prinsip-prinsip kesetaraan gender.htm. prestasi maksimum, tidak ada
(Diakses, 2 April 2017, Pukul 02.15 WIB).

ISSN : 2085-4757 6
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

perbedaan antara laki-laki dan termasuk kelompok yang paling bertaqwa


perempuan, sebagaimana ditegaskan maka dia adalah orang yang paling mulia
secara khusus di dalam 3 (tiga) Ayat Al- di sisi Allah SWT.
Qur'an (Surah Ali Imran 3:195; Surah Ayat lain terdapat dalam Surah An-
An-Nisa 4:124 dan Surah Mumin Nisa 24 yang menyebutkan sebagai
40:40). berikut: Artinya: Kaum laki-laki itu
Ayat-ayat ini mengisyaratkan adalah pemimpin bagi kaum perempuan,
konsep kesetaraan gender yang ideal oleh karena Allah telah melebihkan
dan memberikan ketegasan bahwa sebahagian mereka (laki- laki) atas
prestasi individual, baik dalam bidang sebahagian yang lain (perempuan), dan
spiritual maupun urusan karier karena mereka (laki-laki) telah
profesional, tidak mesti dimonopoli menafkahkan sebagian dari harta
oleh salah satu jenis kelamin saja. Laki- mereka. Sebab itu maka perempuan yang
laki dan perempuan memperoleh saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi
kesempatan yang sama meraih prestasi memelihara diri ketika suaminya tidak
optimal. ada, oleh karena Allah telah memelihara
(mereka). Perempuan-perempuan yang
Kesetaraan Gender Menurut Syariah kamu khawatirkan nusyuznya, maka
Dalam konteks umum, seluruh Ayat nasehatilah mereka dan pisahkanlah
Al-Quran yang membicarakan manusia mereka di tempat tidur mereka, dan
dengan berbagai aspeknya dapat pukullah mereka. Kemudian jika mereka
dikaitkan dengan persoalan gender. mentaatimu, maka janganlah kamu
Salah satu ayat yang merupakan prinsip mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
dasar yang berhubungan dengan gender Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi
adalah Surah Al-Hujurat 49:13, Artinya: Maha Besar. (Surah An-Nisa 24)
Hai manusia, sesungguhnya Kami Bertitik tolak dari ayat di atas, dapat
menciptakan kamu dari seorang laki-laki diketahui bahwa ada perbedaan antara laki-
dan seorang perempuan dan menjadikan laki dan perempuan. Konteks ayat dengan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku- tegas menyebut bahwa laki-laki adalah
suku supaya kamu saling kenal- qawwamuna (pemimpin) bagi kaum
mengenal. Sesungguhnya orang yang perempuan oleh karena Allah telah
paling mulia di antara kamu di sisi Allah melebihkan sebagian mereka (laki- laki)
ialah orang yang paling taqwa diantara atas sebagian yang lain (perempuan), dan
kamu. Sesungguhnya Allah Maha karena mereka (laki- laki) telah
Mengetahui lagi Maha Mengenal. menafkahkan sebagian dari harta
Salah satu pemahaman yang dapat mereka. Maka, pemahaman sebaliknya
diambil dari kandungan ayat di atas adalah (mafhum mukhalafah) dari konteks ayat
bahwa jenis kelamin yang berbeda adalah ini adalah bahwa kaum perempuan tidak
fitrah ciptaan Allah SWT terhadap bisa menjadi pemimpin kaum laki-laki.
manusia. Jenis kelamin itu bukan standar Ayat ini membicarakan perbedaan antara
yang menentukan kualitas seseorang. jenis kelamin laki-laki dan perempuan dari
Kualitas seseorang dinilai dari kadar segi kepemimpinan dalam hubungannya
ketaqwaannya. Artinya, siapapun dia, dengan hal yang telah Allah berikan
apapun jenis kelaminnya, ketika dia keutamaan dan persoalan nafkah. Ayat ini,

ISSN : 2085-4757 7
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

membicarakan gender bukan sebagai suatu Kesetaraan Gender Menurut Fiqih


yang setara, tetapi berbeda. Jika kita Gender ditinjau dari aspek fiqih
menggunakan dalil ayat ini, maka paham pendapat M . Al-Ghazali menyebutkan
kesetaraan gender bermasalah dan wajar bahwa Islam mengakui kesetaraan antara
jika ada yang menyebut paham gender laki-laki dan perempuan dimana Islam
menyesatkan.12 memperhatikan hak dan tanggung jawab,
Salah satu hal prinsip yang tidak dan dalam hal tertentu, terdapat perbedaan,
boleh diabaikan dalam mengungkap ayat dimana perbedaan itu terkait dengan sifat
di atas adalah bahwa perbedaan antara asal dan fungsi.13 Dasarnya adalah
laki-laki dan perempuan adalah perbedaan Allah SWT berfirman : "Sesungguhnya
peran dan tanggungjawab berdasarkan Aku tidak menyia-nyiakan amal orang
tinjauan Syariah, bukan kualitas dan yang beramal di antara kamu, baik pria
bukan tinjauan sosial, karena pembeda maupun perempuan, (karena sebagian
sesungguhnya adalah tetap ketaqwaan. dari kamu adalah (keturunan) dari
Jika suatu ketika laki-laki dalam sebagian yang lain. (Surah Ali Imran
menjalankan peran kepemimpinannya 3:195), dan Allah SWT berfirman :
tidak amanah dan tidak bertanggungjawab, "Barang siapa yang mengerjakan amal
maka di saat itu laki-laki tersebut saleh, pria atau perempuan, dan
kualitasnya bisa saja berada jauh di bawah memiliki Iman, sesungguhnya, baginya
perempuan yang dipimpinnya. Oleh sebab akan Kami berikan kehidupan baru,
itu, perbedaan yang ada mestinya tidak kehidupan yang baik dan murni, dan
dijadikan alasan untuk mentafsirkan ayat Kami akan melimpahkan pahala yang
dengan berbagai argumentasi sehingga lebih baik sesuai apa yang telah mereka
terlihat seakan-akan gender adalah sesuatu kerjakan. " (Surah An Nahl 16: 97).
yang tidak harus diperjuangkan dan Lebih lanjut Al-Ghazali mengulas
terkadang dalam banyak kesempatan tentang pemahaman dan pelaksanaan
mengatasnamakan Islam. qawamah, dan memandang bahwa
Syariat Islam tidak membedakan kesulitan agama adalah pada orang yang
manusia atas dasar jenis kelamin. mengubah wacana dari arah yang benar,
Perbedaan peran dan fungsi tidak berarti dan mengangkat hadis yang lemah ke
terjadinya diskriminasi atau degradasi satu posisi ayat-ayat yang jelas dan hadis yang
sama lain. Manusia memiliki hak-hak terdengar jelas. Menurutnya siapa pun
umum untuk hidup dalam martabat, hak yang memiliki pemahaman yang benar
untuk memiliki bekal hidup dan hak-hak mengenai Al-Quran akan tahu bahwa
sosial dan sipil. Diterangkan dalam Al- terdapat kesetaraan antara pria dan
Quran Surah Al- Baqarah 228, perempuan. Pria qawamah dalam keluarga
menyatakan yang artinya: Dan para tidak berarti kehilangan kesetaraan, seperti
perempuan memiliki hak yang seimbang halnya penyampaian dari warga yang
dengan kewajibannya menurut cara yang ditujukan pada pemerintah mereka; tidak
patut. berarti sebagai penundukkan dan
penaklukan. Posisi pria terhadap
12
Fahmi Salim, Islam dan Kesesatan Faham Gender,
13
http://www.hidayatullah.com/read/islam-dan-kesesatan- Muhammad Al Ghazali, 1990, Qadaya al-Marah
paham-gender-.html. (diakses 6 April 2017, pukul 19.10 al Byna wa al-Taqalid al Rakidah-Wafidah, Kairo : Dar
WIB). al-Shuruq, hal 15-16.

ISSN : 2085-4757 8
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

perempuan atau sebaliknya digambarkan Kaum perempuan dimasa Rasulullah


sebagai berikut: "Mereka adalah pakaian digambarkan sebagai perempuan yang
bagimu dan kamu adalah pakaian bagi aktif, sopan, dan terpelihara akhlaknya.14
mereka. " Di rumah seorang muslim, Bahkan, dalam Al-Qur'an, figur ideal
terdapat batas yang ditentukan oleh aturan seorang muslimah disimbolkan sebagai
Allah (Hudud Allah), yang disebut enam pribadi yang memiliki kemandirian politik
kali dalam dua ayat, Surah Al-Baqarah : [al-istiqlal as-siyasah] (Surah Al-
229-230. Mumtobsnah 60:12), seperti figur Ratu
Balqis yang memimpin kerajaan
Islam Mengangkat Posisi perempuan superpower (arsyun azhim) (Surah An -
Islam diyakini oleh para pemeluknya Naml 27:23); memiliki kemandirian
sebagai rahmatan lil al- alamin (agama ekonomi [al-iqtishadi] (Surah An-Nahl
yang menebarkan rahmat bagi alam 16:97), seperti figur perempuan pengelola
semesta). Salah satu bentuk dari rahmat itu peternakan dalam kisah Nabi Musa di
adalah pengakuan Islam terhadap keutuhan Madyan (Surah Al-Qashash 28:23);
kemanusiaan perempuan setara dengan kemandirian di dalam menentukan pilihan
laki-laki. Ukuran kemuliaan seorang pribadi [al-istiqlal asy-syakhshi] yang
manusia di sisi Tuhan adalah prestasi dan diyakini kebenarannya, sekalipun
kualitas takwanya, tanpa membedakan berhadapan dengan suami bagi wanita
etnis dan jenis kelaminnya (Surah Al- yang sudah kawin (Surah At-Tahrim
Hujurat 49:13). Al-Qur'an tidak menganut 66:11) atau menentang pendapat orang
faham the second sex yang memberikan banyak (public opinion) bagi perempuan
keutamaan kepada jenis kelamin tertentu, yang belum kawin (Surah At-Tahrim
atau the first ethnic, yang 66:12). Al-Qur'an mengizinkan kaum
mengistimewakan suku tertentu. Setiap perempuan untuk melakukan gerakan
orang, tanpa dibedakan jenis kelamin dan oposisi terhadap berbagai kebobrokan, dan
suku bangsanya mempunyai potensi yang menyampaikan kebenaran (Surah At-
sama untuk menjadi abid dan khalifah Taubah 9:71).
(Surah An-Nisa 4:124 dan Surah An-Nahl Tidaklah mengherankan jika pada
16:97). masa Nabi ditemukan sejumlah perempuan
Beribu tahun sebelumnya, perempuan memiliki kemampuan intelektual dan
dipandang tidak memiliki kemanusiaan prestasi sosial yang cemerlang seperti yang
yang utuh, dan oleh karenanya perempuan diraih kaum laki-laki, seperti para istri
tidak berhak bersuara, berkarya, dan Rasul. Dalam jaminan Al-Qur'an, pe-
berharta. Bahkan, ia dianggap tidak rempuan dengan leluasa memasuki semua
memiliki dirinya sendiri. Islam secara sektor kehidupan masyarakat, termasuk
bertahap mengembalikan lagi hak-hak politik, ekonomi, dan berbagai sektor
perempuan sebagai manusia merdeka. Ia publik lainnya.
berhak menyuarakan keyakinannya, berhak Perempuan dalam Islam tidak
mengaktualisasikan karyanya, dan berhak dibatasi ruang geraknya hanya pada sektor
memiliki harta, yang memungkinkan domestik di rumah tangga, melainkan
mereka diakui sebagai warga masyarakat dipersilakan aktif disektor publik,
dan ini merupakan gerakan emansipatif di
14
era modern. Masharul Haq, 1994, wanita Korban Patologi
Sosial (terj.), Bandung: Pustaka, hal 17.

ISSN : 2085-4757 9
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

termasuk bidang iptek, ekonomi, sosial, proporsional sehingga beban di rumah


ketenagakerjaan, HAM, dan politik. Hanya tangga dapat dipikul bersama. Demikian
saja, perlu digarisbawahi bahwa pula dengan anggota keluarga lainnya:
keaktifannya itu tidak sampai membuat ia laki-laki dan perempuan hendaknya semua
lupa atau mengingkari kodratnya sebagai mengerti tugas masing-masing sehingga
perempuan di mana ia berhak menjalankan tidak ada satu pihak memikul beban yang
fungsi-fungsi reproduksinya dengan wajar, banyak sementara pihak lain menganggur.
seperti hamil, melahirkan dan menyusui Tidak perlu ada pembagian kerja
anaknya. Hal yang lebih penting lagi, domestik secara kaku, misalnya siapa
bahwa keaktifannya itu tidak sampai harus melakukan apa, tetapi yang
menjerumuskan dirinya ke luar batas-batas terpenting adanya saling pengertian
moral yang digariskan agama. diantara laki-laki dan perempuan untuk
Apa pun bentuk aktivitas kaum mengerjakan tugas-tugas di rumah tangga
perempuan harus, selalu sejalan dengan sebagai tugas bersama. Semua pekerjaan di
norma-norma agama. Kebebasan yang rumah tangga tidak ada yang spesifik
diberikan Islam bukanlah kebebasan tanpa untuk laki-laki atau hanya bisa dilakukan
batas, melainkan kebebasan terkendali, oleh peremuan. Laki-laki dan perempuan,
yakni terkendali oleh nilai-nilai akhlak keduanya dapat melakukan pekerjaan
mulia. Oleh karena itu, gerakan tersebut dengan sama baiknya. Artinya,
pemberdayaan perempuan hendaknya siapa yang mempunyai kesempatan, dialah
melahirkan sebanyak mungkin perempuan yang mengerjakan, tanpa harus
salehah, yaitu perempuan yang berpikiran diperintahkan. Dengan begitu, mitos
maju, berwawasan inklusif, modern, aktif, segregasi kerja yang selama ini dianut di
dinamis, terdidik, dan mandiri, tetapi tetap masyarakat, yaitu bahwa tugas perempuan
memiliki akidah yang benar, sopan-santun, semata-mata mengurus rumah tangga dan
mempunyai rasa malu, dan budi pekerti laki-laki hanya mencari nafkah di luar
mulia. Dengan ungkapan lain, perempuan rumah, dapat dieliminasi secara bertahap.
muslimah yang ideal adalah perempuan Mungkin inilah makna pesan Allah SWT
yang beriman, berakhlak mulia, di dalam Al-Qur'an: Sesungguhnya Allah
berpendidikan, berwawasan inklusif, dan SWT tidak menyianyiakan aktivitas orang-
beramal saleh yang antara lain terwujud orang yang beramal saleh baik laki-laki
dalam aktivitasnya membangun dan maupun perempuan. (Surah Ali Imran
memberdayakan masyarakat menuju 3:3).
terciptanya tatanan masyarakat yang adil,
damai, dan sejahtera atau baldatun KESIMPULAN
thayyibatun wa rabbun ghaffur.
Agar perempuan dapat menekuni Perbedaan gender sesungguhnya
aktivitasnya di ruang publik dengan baik, tidaklah menjadi masalah sepanjang tidak
peran domestik di rumah tangga hendak- melahirkan ketidakadilan gender (gender
nya dibagi secara sukarela bersama laki- inequalities). Syariat Islam tidak
laki. Ayah dan ibu dapat membuat membedakan manusia atas dasar jenis
kesepakatan bersama tentang pengelolaan kelamin. Perbedaan peran dan fungsi tidak
tugas-tugas di rumah tangga; anak laki-laki berarti terjadinya diskriminasi atau
dan perempuan mendapatkan tugas yang degradasi satu sama lain. Manusia

ISSN : 2085-4757 10
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Kesetaraan Gender dalam...(Mulida Hayati) 1-11

memiliki hak-hak umum untuk hidup Nasarudin Umar, 1999, Argumen


dalam martabat, hak untuk memiliki bekal Kesetaraan Gender Persfektif Al-
hidup dan hak-hak sosial dan sipil. Quran, Jakarta: Paramadina.
Islam diyakini oleh para pemeluknya
sebagai rahmatan lil al- alamin. Salah satu Sayyid Quthb, 1984, Keadilan Sosial
bentuk dari rahmat itu adalah pengakuan Dalam Islam, Bandung: Penerbit
Islam terhadap keutuhan kemanusiaan Pustaka.
perempuan setara dengan laki-laki. Ukuran
kemuliaan seorang manusia di sisi Tuhan Tim Pemberdayaan Perempuan Bidang
adalah prestasi dan kualitas takwanya, Agama Departemen Agama RI,
tanpa membedakan etnis dan jenis 2001, Keadilan dan Kesetaran
kelaminnya. GenderPersfektif Islam, Jakarta:
Perempuan dalam Islam tidak Penerbit Tim Pemberdayaan
dibatasi ruang geraknya untuk berkarya Perempuan Bidang Agama
dengan tidak mengingkari kodratnya Departemen Agama RI.
sebagai seorang perempuan yang
beraqidah, sopan santun dan berbudi Trisakti Handayani, dkk, 2003, Konsep
pekerti mulia. dan Teknik Penelitian Gender,
Malang: UMM Press.
DAFTAR ACUAN
Fahmi Salim, Islam dan Kesesatan Faham
Amina Wadud-Muhsin, 1998, Quran and Gender,
Woman, dalam Liberal Islam a http://www.hidayatullah.com/read/isl
Sourcebook, Charles Kurzman (ed), am-dan-kesesatan-paham-gender-
New York: Oxford University Press. .html.

M.Hidayat Nur Wahid, 1996, Feminisme Nazarudin Umar Prinsip-Prinsip Keadilan


Gender Persfektif Islam, Surabaya: Gender dalam Al-Quran,
Risalah Gusti. Http:///C:/ download keadilan dan
kesetaraan gender/prinsip-prinsip
Mansour Fakih, 1997, Analisis Gender dan kesetaraan gender.htm.
Transformasi Sosial, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar

Masharul Haq, 1994, wanita Korban


Patologi Sosial (terj.), Bandung:
Pustaka.

Muhammad Al Ghazali, 1990, Qadaya al-


Marah al Byna wa al-Taqalid al
Rakidah-Wafidah, Kairo : Dar al-
Shuruq.

ISSN : 2085-4757 11