Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F.

Dewi) 22-34

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI SAKSI DALAM


SUATU PERKARA PIDANA

Oleh : Yurika Fahliany Dewi


Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
Email : seladabanjar@gmail.com

Abstrak : Anak sebagai generasi penerus, sering disalahartikan sebagai komoditas oleh
orang dewasa. Sehingga pola asuh yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak
dapat memicu mereka menjadi anak konflik hukum. Keberadaan anak harus mendapatkan
perlindungan baik dari orang tua, lingkungan maupun negara. Anak yang berhadapan
dengan hukum seringkali harus menyelesaikan permasalahannya di peradilan pidana
anak. Sementara itu, peraturan dan perundang-undangan yang ada masih belum optimal
dalam memberikan perlindungan, khususnya yang berkaitan perlindungan kepada anak
sebagai saksi dalam peradilan pidana.Perlindungan hukum kepada anak sebagai saksi
dalam proses peradilan pidana antara lain berbentuk jaminan keselamatan, perlindungan
jati diri, hak mendapatkan pendampingan,dan hak untuk didampingi pembela, hal ini
diatur dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Penulisan ini
akan menjelaskan kerangka perlindungan hukum terhadap anak sebagai saksi dalam
proses peradilan pidana, serta untuk menganalisis implikasi hukum terhadap anak
sebagai saksi dalam proses peradilan anak.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Anak, Saksi, Perkara Pidana

PENDAHULUAN yang dapat merugikan pertumbuhan dan


perkembangannya.
Sebagai generasi muda, anak Bagi anak yang terlibat dalam proses
merupakan suatu kekuatan sosial yang peradilan pidana, di mana anak menjadi
berperan sangat besar dalam pembangunan saksi, maka apa yang dialami anak baik
bangsa dan negara. Ditangan generasi dari segi mental dan jiwanya terkadang
muda inilah terletak masa depan suatu belum mampu diterimanya. Selain itu
bangsa dan ditangan pemuda jugalah adanya kemungkinan pembalasan dari
terletak tanggung jawab atas pembentukan pihak pelaku serta kedudukan saksi yang
kualitas generasi muda (anak) yang kelak sangat riskan, tidak menutup kemungkinan
akan menjadi pemimpin dan membangun terjadinya perubahan bukan lagi sebagai
hari depan umat manusia yang lebih saksi akan tetapi bisa menjadi pelaku.
baik.Anak seharusnya mendapatkan Meski para penyidik telah diberi bekal
pembinaan dan perlindungan, mengingat teknik penyidikan, namun karena tugas
keadaan fisik dan mentalnya masih labil, dari organisasi yang mengharuskan
yang dalam banyak hal perlu mendapat pemeriksaan sedemikian rupa, sehingga
perlakuan dan perlindungan khusus, tidak menutup kemungkinan unsu-unsur
terutama terhadap perbuatan-perbuatan pemaksaan dan penekanan terhadap saksi,
sehingga apabila anak dijadikan saksi

22
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

dalam proses peradilan pidana, tidak Penanganan anak yang berhadapan


menutup kemungkinan anak dapat menjadi dengan hukum telah di atur dalam
korban (victimisasi struktural).1 beberapa intrumen internasional, sebut saja
Dengan mengingat keadaan anak, Konvensi Hak Anak, Riyadh Guideline.
seharusnyalah anak diperhatikan secara Indonesia memiliki peraturan perundang-
khusus. Diperlakukan sebagaimana undangan yang juga mengatur secara
layaknya seorang anak dan tidak khusus perlindungan anak yang berkonflik
memperlakukan anak sebagai orang dengan hukum seperti Undang-Undang
dewasa atau mengukur pribadi anak Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem
dengan ukuran orang dewasa. Perlakuan Peradilan Pidanan Anak. Selain itu,
yang belum sepantasnya untuk diterima Indonesia telah memiliki Undang-Undang
anak (trauma), apalagi dialami dalam no.23 tahun 2002 tentang perlindungan
pengalaman pertamanya, akan selalu anak, yang berupaya mengatur tata cara
berbekas terhadap jiwa dan perkembangan pemenuhan hak anak. Sebelum Undang-
anak selama masa hidupnya.2 undang ini berlaku, anak yang melakukan
Hukum sebagai konsep-konsep, ide- tindak pidana seringkali mendapatkan
ide, dan cita-cita sosial yang melekat stigma, kurang bahkan tidak ada pen-
secara interen merupakan pancaran sistem damping yang internsif mendampingi anak
nilai yang hidup dalam sanubari selama tahap penyelidikan, penyidikan,
masyarakat. Hukum berpijak pada basis penuntutan dan persidangan di pengadilan.
sosial tempat ia tumbuh, berlaku dan Hal tersebut cenderung merugikan anak
berkembang. Dengan demikian hukum dari sisi pemenuhan hak atas perlindungan
bukan merupakan kaidah yang bebas nilai, hukum dan hak tumbuh kembang khusus-
di mana manfaat atau mudaratnya semata- nya secara psikologi.
mata bergantung pada manusia pelaksana Lebih jauh, dijelaskan dalam
atau yang menerapkannya. Hukum sebagai penjelasan UU No. 11 tahun 2012 tentang
konsep-konsep, ide-ide, dan cita-cita sosial Sistem Peradilan Anak bahwa anak adalah
yang melekat secara interen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pancaran sistem nilai yang hidup dalam keberlangsungan hidup manusia dan ke-
sanubari masyarakat. Hukum berpijak pada berlangsungan sebuah bangsa dan negara.
basis sosial tempat ia tumbuh, berlaku dan Dengan demikian, maka anak adalah
berkembang. Dengan demikian hukum komponen penting dari bangsa Indonesia
bukan merupakan kaidah yang bebas nilai, sehingga kedudukannya adalah sebagai
di mana manfaat atau mudaratnya semata- pihak yang wajib dilindungi.
mata bergantung pada manusia pelaksana UU No. 11 Tahun 2012 tentang
atau yang menerapkannya.3 Sistem Peradilan Anak juga menjelaskan
bahwa anak memiliki peran strategis yang
1
Arif Cosita, 1995, Pengembangan Aspek secara tegas dinyatakan bahwa negara
Perlindungan Anak Dalam Undang-Undang menjamin hak setiap anak atas
Peradilan Anak Tanggungjawab Bersama, Seminar
kelangsungan hidup, tumbuh, dan
Hukum Nasional LPPH Golkar, Jakarta,.hal. 13
2
Loebby Loqman, 1996, Hukum Pidana anak, berkembang serta atas pelindungan dari
Universitas Diponegoro, Semarang, hal.1 kekerasan dan diskri- minasi. Oleh karena
3
Salman Luthan, 1997, Penegakan Hukum itu, kepentingan terbaik bagi anak patut
Dalam Konteks Sosiologis, Jurnal Hukum : Hukum dihayati sebagai kepentingan terbaik bagi
Perubahan Masyarakat, No. 7 Vol. 4, hal. 57-58.
23
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

kelangsungan hidup umat manusia. bermasalah itu, 5.900 anak menjadi korban
Konsekuensi dari ketentuan Pasal 28B kekerasan, 34.000 di antaranya anak
Undang-Undang Dasar Negara Republik jalanan, 3.600 anak berhadapan dengan
Indonesia Tahun 1945 perlu ditindaklanjuti hukum (ABH), dan kasus-kasus tersebut
dengan mem- buat kebijakan pemerintah akan mengalami peningkatan dari tahun ke
yang bertujuan melindungi Anak. tahun.4
UU No. 35 Tahun 2014 yaitu Pada anak yang menjadi saksi dalam
perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang suatu tindak pidana, seorang anak dapat
perlindungan anak, memberikan benrtuk mengalami tekanan dan keadaan yang
perlindungan hukum yang bersifat tidak sesuai dengan kesiapan mental
preventik (pasif) dalam bentuk hak anak maupun jiwanya. Adanya kemungkinan
untuk bebas dari segala tindakan pembalasan dari pihak pelaku serta
memperalat, memanfaatkan, atau memeras kedudukan saksi yang sangat riskan, tidak
anak untuk keuntungan pribadi, keluarga, menutup kemungkinan terjadinya peru-
atau kelompok tertentu. Perlindungan bahan bukan lagi sebagai saksi melainkan
hukum tersebut berbentuk tindakan dapat juga menjadi pelaku. Undang-
pemerintah memberikan pengakuan dan Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem
jaminan atas hak asasi anak atas Peradilan Pidana Anak pada Pasal 1
perlindungan dari eksploitasi ekonomi mengharuskan semua aparat penegak
yang diwujudkan dalam bentuk pengaturan hukum memperlakukan anak saksi sesuai
dalam suatu peraturan perundang- dengan kepentingan terbaik si anak.
undangan. Pengaturan tentang Lembaga penegak hukum pendukung
perlindungan hukum bagi anak terhadap peradilan pidana yang terdiri dari
kemungkinan eksploitasi fisik (seksual) kepolisisan, kejaksaan, pengadilan dan
dan ekonomi dalam Pasal 13 ayat (1) UU lembaga pelaksana putusan pengadilan.
No. 35 Tahun 2014 telah mencerminkan Setiap lembaga penegak hukum
implementasi asas negara hukum melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai
kesejahteraan sangat sangat perduli dengan tahapan dalam proses peradilan
terhadap kesejahteraan bangsa terutama pidana, yaitu tahap penyidikan,
kesejahteraan anak. Anak-anak adalah penuntutan, pemeriksaan perkara dimuka
masa depan bangsa Indonesia sehingga pengadilan dan pelaksanaan putusan
harus dilindungi dengan baik supaya dapat pengadilan. Proses yang berangkaian dan
tumbuh dan berkembang dengan cara berurutan yang dilakukan oleh masing-
sejahtera lahir dan batin. Anak dalam masing instansi tersebut munuju pada
kedudukan sebagai subjek hukum yang suatu tujuan bersama yang dikehendaki.
belum paripurna berhak untuk memperoleh Keseluruhan proses dalam peradilan
jaminnan supaya pemenuhan hak-hak asasi pidana itu bekerja dalam satu sistem,
anak sebagaimana disebutkan di atas dapat sehingga antara masingmasing lembaga
terpenuhi. Oleh karena itu, praktik sebagai subsistem yang saling
peradilan di Indonesia menetapkan batas berhubungan dan mempengaruhi
usia anak demi perlindungan hak-hak anak
dan masa depan terhadap anak tersebut.
Data tahun 2016 yang ada di
4
Kementerian Sosial bahwa 4,1 juta anak https://www.kemsos.go.id. Diakses pada
tanggal 7 April 2017.
24
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

mesyarakat satu dengan lainnya.5 Dalam Perbuatan hukum yang dimaksud hanya
hal ini anak kembali berhadapan dengan menyangkut perbuatan hukum perdata dan
pihak pelaku yang tidak menutup bukan pidana. Contohnya adalah jual beli,
kemungkinan kejiwaan anak tertekan. sewa menyewa dan sebagainya.
UU No.13 Tahun 2003 tentang
RUMUSAN MASALAH Ketenaga Kerjaan, dalam Pasal 1 angka 26
menyatakan bahwa anak adalah setiap
Berdasarkan uraian diatas maka orang yang berumur dibawah 18 tahun.
peneliti merumuskan permasalahannya, Sedangkan menurut UU No. 12 Tahun
yaitu bagaimana kedudukan anak sebagai 1995 tentang Pemasyarakatan dalam Pasal
saksi dalam suatu perkara pidana? 1 angka 8 menjelaskan bahwa :
Anak Didik Pemasyarakatan adalah:
METODE PENDEKATAN a. Anak Pidana yaitu anak yang
berdasarkan putusan pengadilan
Penelitian ini adalah penelitian menjalani pidana di LAPAS Anak
hukum yuridis normatif, yaitu penelitian paling lama sampai berumur 18
dengan mengidentifikasi hukum sebagai (delapan belas) tahun;
norma-norma tertulis yang dibuat dan b. Anak Negara yaitu anak yang
diundangkan oleh lembaga-lembaga atau berdasarkan putusan pengadilan
pejabat yang berwenang. Pembahasan diserahkan pada negara untuk dididik
permasalahan dalam penulisan ini dan ditempatkan di LAPAS Anak
pendekatan masalah yang digunakan paling lama sampai berumur 18
adalah pendekatan perundang-undangan (delapan belas) tahun;
(statute appro- ach). c. Anak Sipil yaitu anak yang atas
permintaan orang tua atau walinya
PEMBAHASAN memperoleh penetapan pengadilan
untuk dididik di LAPAS Anak paling
Kedudukan Anak dibawah Umur lama sampai berumur 18 (delapan
Sebagai Saksi Dalam Perkara Pidana. belas) tahun.

Pengertian Anak UU No. 11 Tahun 2012 tentang


Menurut undang-Undang No.1 Tahun Sistem Peradilan Anak, menyebutkan
1974 tentang Perkawinan Pasal 47 ayat 1 dalam Pasal 1 angka 2,3,4,5, bahwa :
menyatakan bahwa anak yang belum 1. Anak yang Berhadapan dengan
mencapai umur 18 tahun atau belum Hukum adalah anak yang berkonflik
pernah menikah melakukan orang tua ada dengan hukum, anak yang menjadi
dibawah kekuasaan orang tuanya selama korban tindak pidana, dan anak yang
mereka tidak dicabut kekuasaan orang menjadi saksi tindak pidana.
tuanya. Pasa 47 ayat 2 menyatakan bahwa 2. Anak yang Berkonflik dengan Hukum
4 orang tua mewakili kepentingan anak yang selanjutnya disebut Anak adalah
dalam melakukan perbuatan hukum. anak yang telah berumur 12 (dua
belas) tahun, tetapi belum berumur 18
(delapan belas) tahun yang diduga
5
Satjipto Rahardjo, 1982, Ilmu Hukum, Alumni, melakukan tindak pidana.
Bandung, hal. 89
25
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

3. Anak yang Menjadi Korban Tindak seperti kriminalitas anak, terlantarnya anak
Pidana yang selanjutnya disebut Anak dan eks- ploitasi terhadap anak.6
Korban adalah anak yang belum Ketentuan hukum khusus tentang
berumur 18 (delapan belas) tahun anak yang melakukan tindak pidana diatur
yang mengalami penderitaan fisik, dalam Undang-Undang No.11 tahun 2012
mental, dan/atau kerugian ekonomi tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
yang disebabkan oleh tindak pidana. Pembedaan perlakuannya terletak pada
4. Anak yang Menjadi Saksi Tindak hukum acara dan ancaman pidananya.
Pidana yang selanjutnya disebut Anak Termasuk didalamnya terdapat perubahan
Saksi adalah anak yang belum model keadilan retributif menjadi keadilan
berumur 18 (delapan belas) tahun restoratif.
yang dapat memberikan keterangan Seorang anak diperlakukan secara
guna kepentingan penyidikan, khusus karena mengingat tumbuh kem-
penuntutan, dan pemeriksaan di sidang bangnya yang belum purna akan mem-
pengadilan tentang suatu perkara pengaruhi psikologi anak dalam beberapa
pidana yang didengar, dilihat, dan/atau hal. Sehingga mutlak memerlukan
dialaminya sendiri. "perlakuan khusus" diantaranya
pelindungan khusus, terutama pada
Menurut UU No. 35 Tahun 2014 tindakan-tindakan yang dapat merugikan
tentang Perlindungan Anak, Pasal 1 angka perkembangan mental maupun jasmani.
1 menyatakan, bahwa anak adalah Perlakuan khusus dimulai sejak penahanan
seseorang yang belum berusia 18 (delapan yaitu ditahan terpisah dari orang dewasa,
belas) tahun, termasuk anak yang masih demi menghindarkan anak terhadap
dalam kandungan. Sedangkan UU No. 39 pengaruh buruk yang dapat diserap karena
Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, kontak sosial, perlakuan khusus diterapkan
Pasal 1 angka 5 menyatakan bahwa anak pada seluruh proses pidana, disidik
adalah setiap yang berusia 18 (delapan menggunakan pendekatan yang efektif,
belas) tahun dan belum menikah, termasuk afektif dan simpatik.
anak yang masih dalam kandungan apabila Hak anak dalam Proses Peradilan
hal tersebut adalah demi kepentingannya. Pidana Anak dalam proses peradilan
pidana memiliki beberapa hak-hak yang
Pengertian Hukum Pidana Anak perlu diperhatikan dan diperjuangkan,
Hukum pidana anak meliputi segala antara lain:
aktivitas pemeriksaan dan pemutusan 1. Setiap anak memiliki hak untuk
perkara yang menyangkut kepentingan diperlakukan sebagai yang belum
anak. Menurut analisis sejarah (Eropa dan tentu terbukti bersalah
Amerika) ternyata, bahwa ikut campurnya 2. Setiap anak memiliki hak untuk
pengadilan dalam kehidupan anak dan mendapatkan perlindungan dari tinda-
keluarga, senantiasa ditujukan kan-tindakan yang merugikan dan
menanggulangi keadaan yang buruk, menimbulkan penderitaan mental,
fisik, dan sosial

6
Sudarto, 1981, Kapita Selekta Hukum Pidana,
Alumni, Bandung, hal. 130.
26
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

3. Setiap anak memiliki hak untuk men- melakukan tindak pidana (Pasal 1
dapatkan pendampingan dari angka 3).
penasehat hukum untuk membantu (3) Anak yang Menjadi Korban Tindak
dalam proses peradilan pidana. Pidana yang selanjutnya disebut Anak
4. Setiap anak memiliki hak untuk men- Korban adalah anak yang belum
dapatkan penyuluhan dalam ikut serta berumur 18 (delapan belas) tahun
memperlancar pemeriksaan yang mengalami penderitaan fisik,
5. Setiap anak memiliki hak untuk mental, dan/atau kerugian ekonomi
mengemukakan pendapatnya yang di- sebabkan oleh tindak pidana
6. Anak berhak atas persidangan tertutup (Pasal 1 angka 4).
demi kepentingannya agar terhindar (4) Anak yang Menjadi Saksi Tindak
dari tekanan mental, fisil maupun Pidana yang selanjutnya disebut Anak
sosial Saksi adalah anak yang belum
7. Setiap anak memiliki hak untuk berumur 18 (delapan belas) tahun
mendapatkan pembinaan secara manu- yang dapat memberikan keterangan
siawi yang sesuai dengan peraturan guna kepentingan penyidikan,
perundang-undangan penuntutan, dan pemeriksaan di sidang
8. Peradilan sedapat mungkin tidak pengadilan tentang suatu perkara
ditangguhkan, konsekuensinya persi- pidana yang didengar, dilihat, dan/atau
apan yang matang sebelum siding dialaminya sendiri (Pasal 1 angka 5).
dimulai.
9. Setiap anak memiliki hak untuk dapat Bentuk Perlindungan Hukum pada
berhubungan dengan orang tua dan Anak Sebagai Saksi
keluarganya.7 Menurut Kitab Undang-undang
Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 1
Kategori Anak Dalam Sistem Ayat (26), Saksi adalah orang yang dapat
Peradilan Pidana Anak Anak yang memberikan keterangan guna kepentingan
dimaksud dalam UU No. 11 Tahun 2012 penyi- dikan, penuntutan dan peradilan
tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, tentang suatu perkara pidana yang ia
adalah : dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan ia alami
(1) Anak yang Berhadapan dengan sendiri. Hal ini menandakan bahwa
Hukum adalah anak yang berkonflik seorang saksi adalah orang yang terlibat
dengan hukum, anak yang menjadi secara langsung dalam suatu perkara
korban tindak pidana, dan anak yang pidana, baik sebagai pelaku, korban mau-
menjadi saksi tindak pidana (Pasal 1 pun saksi (selain sebagai saksi dan
angka 2); korban). Seorang saksi berperan sebagai
(2) Anak yang Berkonflik dengan Hukum bahan keterangan dalam perkara pidana,
yang selanjutnya disebut Anak adalah baik itu pada proses penyidikan,
anak yang telah berumur 12 (dua penuntutan maupun peradilan suatu
belas) tahun, tetapi belum berumur 18 perkara. Kasus hukum pidana yang
(delapan belas) tahun yang diduga diajukan ke peradilan namun tanpa
hadirnya saksi dapat menimbulkan bias
pada keputusan hakim.
7
Wagiati Soetodjo, 2010, Hukum Pidana Anak,
PT. Refika Aditama, Bandung, hal. 72.
27
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

Pada Pasal selanjutnya yaitu KUHAP (3) Ketentuan mengenai tata cara perlin-
Pasal 1 Ayat (27) disebutkan Saksi adalah dungan terhadap korban dan saksi
salah satu alat bukti dalam peradilan diatur lebih lanjut dengan Peraturan
pidana. Walaupun posisinya penting, Pemerintah.
KUHAP sama sekali tidak menganggap
bahwa pihak saksi perlu dilindungi UU No. 26 Tahun 2000 tentang
kepentingannya atau perlu dilindungi ke- Pengadilan Hak Asasi Manusia
beradaannya. Perlindungan saksi yang memberikan lanjutan perlindungan pada
dicantumkan pada KUHAP hanya menca- saksi sebagai mana pada Pasal di atas
kup perlindungan hak-hak saksi dalam dengan Pasal 35 yang menyatakan :
suatu proses sidang peradilan. Hal ini bisa (1) Setiap korban dan saksi dalam pela-
dilihat sebagai berikut : nggaran hak asasi manusia yang berat
- Pasal 166 yang intinya mengatakan dan atau ahli warisnya dapat
bahwa pertanyaan yang diajukan oleh memperoleh kompensasi, restitusi, dan
penuntut umum dan penasehat hukum rehabilitasi.
kepada terdakwa maupun saksi tidak (2) Kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi
boleh bersifat menjerat. sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1)
- Pasal 177 Saksi berhak mendapat dicantumkan dalam amar putusan
penerjemah. Pengadilan HAM.
- Pasal 229 Saksi memiliki hak untuk (3) Ketentuan mengenai kompensasi,
men- dapatkan penggantian biaya restitusi, dan rehabilitasi diatur lebih
yang dikeluarkan guna ia datang ke lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
persidangan. Berdasarkan Undang-Undang No. 26
Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak
Pasal 117 Saksi tidak boleh dalam Asasi Manusia tersebut, saksi adalah
keadaan tertekan atau ditekan. seseorang yang patut mendapat
Perlindungan saksi berada dalam satu perlindungan dari negara secara gratis.
paket dengan perlindungan korban pela- Selain dari pada itu, saksi juga berhak
nggan hak asasi manusia berat pada UU mendapatkan imbalan dari negara
No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan berupa memperoleh kompensasi,
Hak Asasi Manusia. Pada UU ini, hal restitusi, dan rehabilitasi.
tersebut terdapat pada Pasal 34 sebagai
berikut : Ditegaskan dalam Pasal 1 angka 27
(1) Setiap korban dan saksi dalam KUHAP yang pada dasarnya menyatakan
pelanggaran hak asasi manusia yang bahwa keterangan saksi adalah keterangan
berat berhak atas perlindungan fisik yang bersumber dari apa yang saksi lihat
dan mental dari ancaman, gangguan, sendiri, dengar sendiri dan saksi alami
teror, dan kekerasan dari pihak sendiri. Artinya bahwa fakta-fakta yang
manapun. diperoleh dari keterangan saksi haruslah
(2) Perlindungan sebagaimana dimaksud bersumber dari pribadinya sendiri. Apabila
dalam Ayat (1) wajib dilaksanakan ketentuan Pasal 1 angka 27 KUHAP
oleh aparat penegak hukum dan aparat dihubungkan dengan penjelasan Pasal 185
keamanan secara cuma-cuma. maka dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa :

28
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

i. Setiap keterangan saksi yang tidak Anak yang belum berumur lima
didengarnya sendiri dalam peristiwa belas tahun demikian orang yang sakit
pidana yang terjadi atau di luar yang ingatan, sakit jiwa, sakit gila meskipun
dilihat atau dialaminya dalam perkara kadang-kadang saja yang dalam ilmu jiwa
pidana yang terjadi, tidak dapat disebut psycophaat mereka tidak dapat
dijadikan dan dinilai sebagai alat bukti. dipertanggung jawabkan secara sempurna
Dengan demikian keterangan seperti dalam hukum pidana, maka mereka itu
ini tidak mempunyai nilai kekuatan tidak perlu diambil sumpah atau janji
pembuktian. dalam memberikan keterangan karena itu
ii. keterangan saksi yang diperoleh keterangan mereka hanya dipakai sebagai
sebagai hasil dari pendengaran dari petunjuk saja.
orang lain atau Testimonium de auditu, Pengecualian terhadap saksi yang
tidak mempunyai nilai sebagai alat tidak perlu disumpah yaitu: anak yang
bukti. Keterangan saksi di sidang umur belum cukup 15 tahun dalam Pasal
pengadilan berupa keterangan ulangan 171 butir (a) atau orang sakit ingatan atau
dari apa yang didengarnya dari orang sakit jiwa meskipun kadang-kadang
lain, tidak dapat dianggap sebagai alat ingatannya baik kembali dalam Pasal 171
bukti.8 butir (b). Hal ini berarti untuk anak yang
iii. Baik pendapat maupun rekaan yang umurnya belum cukup lima belas tahun
diperoleh dari hasil pemikiran saja, dan belum pernah kawin atau orang sakit
bukan merupakan keterangan saksi. ingatan atau sakit jiwa meskipun kadang-
Penegasan ini sesuai dengan ketentuan kadang baik kembali, boleh diperiksa
Pasal 185 ayat (5). Sehingga setiap memberi keterangan "tanpa sumpah", di
pendapat dari hasil pemikiran sendiri sidang pengadilan.
harus dikesampingkan dari Sekalipun keterangan anak
pembuktian. (keterangan tanpa sumpah) bukan
merupakan alat bukti yang sah, dan juga
Pasal 171 KUHAP memberi tidak memiliki kekuatan pembuktian,
kesaksian dibawah sumpah yaitu: namun keterangan itu dapat dipergunakan
a. Anak yang umurnya belum cukup untuk menguatkan keyakinan hakim
lima belas tahun dan belum pernah seperti yang disebut pada Pasal 169 ayat
kawin. (2), dan dapat dipakai sebagai petunjuk
b. Orang sakit ingatan atau sakit jiwa seperti yang terdapat dalam penjelasan
meskipun kadang-kadang ingatannya Pasal 171.
baik kembali. Sesuai dengan Undang-Undang No.
31 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU
Andi Hamzah mengemukakan No.13 tahun 2006 tentang Perlindungan
kriteria tentang syarat saksi dari anak tanpa Saksi dan Korban bahwa memberikan
sumpah dalam memberikan keterangan keterangan kepada penyidik, harus terlepas
mengemukakan bahwa, dari segala macam tekanan baik yang
berbentuk apapun dan dari siapapun. Sama
8
R. Soesilo dan Karjadi,1994, Kitab Undang- halnya dalam pemeriksaan anak saksi
Undang Hukum Acara Pidana Serta Komentar harus memperoleh kenyamanan dan tidak
Lengkap Pasal Demi Pasal, Bogor: dibawah tekanan dalam memberikan
Politeia,hal.163.
29
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

keterangan. Hal ini seperti disebutkan anak sebagai saksi dalam peradilan pidana,
dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. dalam hal kejadian dan/atau peristiwa yang
Bahwa dalam pemeriksaan anak saksi terjadi hanya oleh anak menimbulkan
harus memperhatikan kepentingan anak permaslahan tersendiri. Anak sebagai saksi
dan mebuat anak saksi nyaman, ramah sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal
anak, serta tidak menimbulkan ketakutan 1 ayat (5) Undang-Undang Nomor 11
dan tekanan. Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan
Pada prinsipnya persidangan Pidana Anak: Anak yang menjadi saksi
dilakukan dengan asas terbuka untuk tindak pidana yang selanjutnya disebut
umum tetapi ada sidang tertentu yang anak saksi adalah anak yang belum
mengenyampingkan asas terbuka untuk berumur 18 tahun yang dapat memberikan
umum, yaitu persidangan anak dan tindak keterangan guna kepentingan penyidikan,
pidana asusila. Pada persidangan anak penuntutan, dan pemeriksaan disidang
dilakukan secara tertutup untuk melindungi pengadilan tentang suatu perkara pidana
anak tersebut sehingga pada persidangan yang didengar, dilihat, dan/atau dialaminya
diberlakukan hal-hal yang berbeda pula sendiri.
dari persidangan orang dewasa. Keberadaan anak saksi dalam sistem
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2007 peradilan pidana anak yang ada dalam
ini, seorang anak sebagai saksi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012
peradilan pidana perdagangan orang perlu tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
mendapatkan perlindungan khusus dengan diatur dalam Bab VII pada Pasal 89 s/d
mengingat kepentingan dan masa depan Pasal 91 dalam ketentuan Pasal 89
dari anak tersebut, yaitu hakim maupun disebutkan bahwa Anak Korban dan/atau
pejabat pelaksana persidangan tidak Anak Saksi berhak atas semua
menggunakan toga atau pakaian dinas. perlindungan dan hak yang diatur dalam
Sidang yang melibatkan saksi anak pun ketentuan peraturan perundang-undangan.
dilakukan dengan melihat kepentingan Selanjutnya dalam Pasal 90 ayat (1)
masa depan anak tersebut juga, yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012
dilakukan dengan tertutup. Proses pengam- tentang Sistem Peradilan Pidana Anak juga
bilan bukti dari kesaksian anak tersebut menjelaskan hak Anak Korban dan/atau
juga bisa dilakukan dengan menghadirkan Anak Saksi yakni:
orang tua/wali, atau orang tua asuh, atau a. Upaya rehabilitasi medis dan
advokat atau pendamping lainnya. Pada rehabilitasi sosial, baik di dalam
proses pengambilan kesaksian dari anak lembaga maupun di luar lembaga;
sebagai saksi dimaksud di atas, b. Jaminan keselamatan, baik fisik,
kepentingan anak juga diutamakan dengan mental, maupun sosial; dan
cara tidak menghadirkan terdakwa pada c. Kemudahan dalam mendapatkan
proses tersebut. informasi mengenai perkembangan
Saksi adalah orang yang dapat perkara.
memberikan keterangan guna kepentingan Perlindungan terhadap saksi anak
penyidikan, penuntutan, dan peradilan, dalam menyelesaikan perkara anak sangat
saksi yang dimaskud dalam tulisan ini diperlukan sebagai jaminan akan
yakni anak sebagai saksi Fokus perlindungan hak asasi anak dan
permasalahan dan pembahasan disini yakni pemenuhan akan hak-haknya, keterangan

30
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

dan/atau informasi yang diberikan oleh Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang
anak guna kepentingan penyidikan, Perlindungan Anak yang menjadi acuan
penuntutan, dan pengadilan tentang suatu perlindungan terhadap anak tidak mengatur
perkara yang terjadi. Anak yang menjadi saksi anak secara khusus, yang diatur
korban dan/atau saksi suatu tindak pidana adalah saksi korban akibat dari suatu
bisa saja mengalami trauma yang begitu tindak pidana akan tetapi dalam
mendalam sehingga untuk memberi suatu kenyataannya, seorang saksi seringkali
kesaksian mengenai tindak pidana yang disamakan dengan korban karena korban
terjadi sering mengalami kendala, dengan dapat memberikan kesaksiannya untuk
demikian dibutuhkan cara khusus agar pembuktian dalam mengungkap kebenaran
anak lancar dalam memberikan untuk proses peradilan. Selanjutnya dalam
keterangannya akan tetapi tidak jarang Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014
juga anak mengalami trauma yang tentang perubahan atas 13 Tahun 2006
mendalam akibat dari suatu tindak, tentang Perlindungan Saksi dan Korban,
peranan saksi anak yang mengalami, didalamnya hanya memberikan
melihat dan/atau mendengar dapat perlindungan kepada saksi berupa hak-hak
membantu mengungkap kebenaran. seorang saksi walaupun tidak dicantumkan
Pasal 12 ayat (1) Konvensi Hak Anak secara tegas mengenai saksi anak secara
menyatakan bahwa negaranegara pihak khusus.
harus menjamin bagi anak yang mampu Perlindungan hukum terhadap anak
membentuk pendapatnya sendiri, hak sebagai saksi diberikan pada setiap proses
untuk mengutarakan pendapat-pendapat peradilan mulai dari pemeriksaan di
tersebut dengan bebas dalam semua tingkat kepolisian sampai tingkat
masalah yang mempengaruhi anak itu, pengadilan. Keterangan anak saksi biasa
pendapat-pendapat anak itu diberi bobot ataupun saksi korban sangat penting guna
yang semestinya sesuai dengan umur dan mengungkap sebuah peristiwa yang terjadi
kematangan si anak. Dan di ayat (2) dan dialami oleh anak akibat dari suatu
dinyatakan: untuk tujuan ini, maka anak tindak pidana dalam mengungkap
harus diberi kesempatan untuk didengar kebenaran di sidang pengadilan. Mengacu
pendapatnya dalam persidangan- pada Undang-undang Nomor 8 Tahun
persidangan pengadilan dan administratif 1981 Tentang Hukum Acara Pidana,
yang mempengaruhi anak itu, baik secara Perlindungan secara khusus terhadap anak
langsung atau melalui suatu perwakilan sebagai saksi tidak ada diatur. KUHAP
atau badan yang tepat dalam suatu cara tidak memisahkan saksi dewasa dengan
yang sesuai dengan peraturan-peraturan saksi anak. Pasal 113 KUHAP menyatakan
prosedur hukum nasional. Dengan hak bahwa : jika seorang tersangka atau saksi
menyatakan kebebasan mengeluarkan yang dipanggil memberi alasan yang patut
pendapat tersebut, maka anak yang dan wajar bahwa ia tidak dapat datang
menjadi saksi suatu tindak pidana dapat kepada penyidik yang melakukan
mengeluarkan apa yang dilihat dan pemeriksaan, penyidik itu datang ke
didengar tanpa adanya pemaksaan ataupun tempat kediamannya.
tekanan dari pihak manapun. Dengan lahirnya Undang-undang
Undang-undang Nomor 35 Tahun nomor 11 tahun 2012 tentang sistem
2014 tentang perubahan atas Undang- peradilan anak membuat dunia peradilan

31
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

anak semakin nyata karena dalam undang- Peradilan Anak. Dalam hal Anak Korban
undang tersebut dipisahkan anak sebagai dan/atau Anak Saksi tidak dapat hadir
pelaku, saksi dan korban. Undang-undang untuk memberikan keterangan di depan
tersebut telah memberikan kejelasan sidang pengadilan, Hakim dapat
pengaturan anak sebagai saksi tindak memerintahkan Anak Korban dan/atau
pidana. Anak Saksi didengar keterangannya:
Anak yang dijadikan sebagai saksi a. di luar sidang pengadilan melalui
yang melihat dan mendengar belum perekaman elektronik yang dilakukan
mendapatkan perhatian yang penuh dari oleh Pembimbing Kemasyarakatan di
pemerintah, terlepas dari adanya Undang- daerah hukum setempat dengan
Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang dihadiri oleh Penyidik atau Penuntut
Sistem Peradilan Anak. Maidin Gultom Umum dan Advokat atau pemberi
dalam bukunya yang berjudul Pelindungan bantuan hukum lainnya; atau
Hukum. b. melalui pemeriksaan langsung jarak
Terhadap Anak Dalam Sistem jauh dengan alat komunikasi
Peradilan Pidana menulis hak-hak anak audiovisual dengan didampingi oleh
sebagai saksi yang dibagi atas :9 orang tua/Wali, Pembimbing
a. Sebelum Persidangan: Kemasyarakatan atau pendamping
1) hak diperhatikan laporan yang lainnya.
disampaikannya dengan suatu tindak
lanjut yang tanggap/peka, tanpa Menurut Peraturan Kapolri No. 3
mempersulit para pelapor Tahun 2008 tentang Pembentukan Ruang
2) hak untuk mendapatkan perlindungan Pelayanan Khusus Dan Tata Cara
terhadap tindakan yang mcrugikan Pemeriksaan Saksi dan/atau Korban
penderitaan fisik, mental dan sosial Tindak Pidana pemeriksaan terhadap saksi
dari siapa saja karena kesaksiannya dan/atau korban yang masih anak-anak di
3) hak untuk mendapatkan fasilitas ikut kepolisian (dalam artian masih berumur di
serta memperlancar pemeriksaan bawah 18 tahun) dilakukan di Ruang
sebagai saksi Pelayanan Khusus. Ruang Pelayanan
b. Selama Persidangan: Khusus (RPK) adalah ruangan yang aman
1) hak untuk dapat fasilitas untuk dan nyaman diperuntukkan khusus bagi
menghadiri sidang sebagai saksi saksi dan/atau korban tindak pidana
2) hak untuk mendapat penjelasan termasuk tersangka tindak pidana yang
mengenai tata cara persidangan. terdiri dari perempuan dan anak yang patut
c. Setelah Persidangan: diperlakukan atau membutuhkan perlakuan
Hak untuk mendapatkan perlindungan secara khusus, dan perkaranya sedang
dari tindakan-tindakan mental, fisik ditangani di kantor polisi (pasal 1 angka 2
dan sosial dari siapa saja. Peraturan Kapolri).
Pemeriksaan di RPK tersebut
Pasal 58 ayat (3) Undang-Undang dilakukan dengan memperhatikan
Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem ketentuan dalam tersebut, yaitu :10
10
Pasal 17 ayat 1 Peraturan Kepala Kepolisian
9
Maidin Gultom, 2008, Perlindungan Hukum Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008
Terhadap Anak, Refika Aditama, Bandung, hal, 20 Tentang Pembentukan Ruang Pelayanan Khusus
32
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

a. Petugas tidak memakai pakaian dinas KESIMPULAN


yang dapat berpengaruh terhadap
psikis saksi dan/atau korban yang akan Anak yang perposisi sebagai saksi
diperiksa; dalam perkara pidana akan mendapatkan
b. Menggunakan bahasa yang mudah jaminan perlindungan hukum yakni berupa
dapat dimengerti oleh yang diperiksa, jaminan keselamatan baik fisik, mental,
bila perlu dengan bantuan penerjemah maupun sosial dan memiliki akses
bahasa yang dipahami oleh yang terhadap informasi mengenai perkem-
diperiksa; bangan perkara. Anak sebagai saksi harus
c. Pertanyaan diajukan dengan ramah mendapatkan haknya berdasarkan
dan penuh rasa empati; kepentingan terbaik anak dan penghargaan
d. Dilarang memberikan pertanyaan yang terhadap anak. jaminan perlindungan yang
dapat menyinggung perasaan atau hal- didapatkan tidak hanya dari Undang-
hal yang sangat sensitif bagi saksi Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem
dan/atau korban yang diperiksa; peradilan pidana anak, namun juga dari
e. Tidak memaksakan pengakuan, atau Undang-Undang No. 31 Tahun 2014
memaksakan keterangan dari yang tentang perubahan atas UU No. 13 tahun
diperiksa; 2006 tentang perlindungan saksi dan
f. Tidak menyudutkan atau menyalahkan korban.
atau mencemooh atau melecehkan Negara dalam hal ini pemerintah dan
yang diperiksa; aparatur penyelenggara peradilan yang
g. Tidak memberikan pertanyaan yang bertanggung jawab menegakkan Undang-
dapat menimbulkan undang 11 tahun 2012, agar
kekesalan/kemarahan yang diperiksa; memperhatikan impelemtasi yang efektif
h. Tidak bertindak diskriminatif dalam dengan pertimbangan kepentingan terbaik
memberikan pelayanan/pemeriksaan; anak, anggaran yang dibutuhkan dalam
i. Selama melakukan pemeriksaan, penegakan, perspektif para penegak
petugas senantiasa menunjukkan sikap hukum.
bersahabat, melindungi, dan
mengayomi yang diperiksa; DAFTAR RUJUKAN :
j. Selama dalam pemeriksaan, petugas
mendengarkan dengan saksama semua Arif Cosita, 1995, Pengembangan Aspek
keluhan, penjelasan, argumentasi, Perlindungan Anak Dalam Undang-
aspirasi, dan harapan untuk Undang Peradilan Anak
kelengkapan hasil Laporan Polisi yang Tanggungjawab Bersama, Seminar
berguna bagi proses selanjutnya; Hukum Nasional LPPH Golkar,
k. Selama dalam pemeriksaan, petugas Jakarta.
senantiasa menaruh perhatian terhadap
situasi dan kondisi fisik maupun Loebby Loqman, 1996, Hukum Pidana
kondisi kejiwaan yang diperiksa. anak, Universitas Diponegoro,
Semarang.

Salman Luthan, 1997, Penegakan Hukum


Dan Tata Cara Pemeriksaan Saksi dan/atau Korban Dalam Konteks Sosiologis, Jurnal
Tindak Pidana.
33
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 1, April 2017 Perlindungan Hukum Terhadap...(Yurika F. Dewi) 22-34

Hukum : Hukum Perubahan 2006 tentang Perlindungan Saksi dan


Masyarakat, No. 7 Vol. 4. Korban
10. UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang
Satjipto Rahardjo, 1982, Ilmu Hukum, Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun
Alumni, Bandung. 2002 tentang Perlindungan Anak
11. Peraturan Kapolri No. 3 Tahun 2008
Sudarto, 1981, Kapita Selekta Hukum tentang Pembentukan Ruang
Pidana, Alumni, Bandung. Pelayanan Khusus Dan Tata Cara
Pemeriksaan Saksi dan/atau Korban
Wagiati Soetodjo, 2010, Hukum Pidana
Anak, PT. Refika Aditama, DAFTAR WEB :
Bandung.
https://www.kemsos.go.id. Diakses pada
R. Soesilo dan Karjadi, 1994, Kitab tanggal 7 April 2017.
Undang-Undang Hukum Acara
Pidana Serta Komentar Lengkap
Pasal Demi Pasal, Bogor: Politeia.

Maidin Gultom, 2008, Perlindungan


Hukum Terhadap Anak, Refika
Aditama, Bandung,

DAFTAR PERUNDANG-UNDANGAN

1. UU Nomor 8 Tahun 1981 Tentang


Kitab Undang-undang Hukum Acara
Pidana
2. UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang
Perkawinan
3. UU Nomor 12 Tahun 1993 Tentang
Pemasyarakatan
4. UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang
Hak Asasi Manusia
5. UU Nomor 26 Tahun 2000 Tentang
Pengadilan Hak Asasi Manusia
6. UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenaga Kerjaan
7. UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang
Perdagangan Orang
8. UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang
Sistem Peradilan Anak
9. UU Nomor 31 Tahun 2014 Tentang
Perubahan atas UU Nomor 13 Tahun

34