Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH POLITIK PEMERINTAHAN ASIA TENGGARA

FILIPINA : NEGARA ASIA TENGGARA & DIVERSITASNYA

OLEH :

DESBIN RAJA IRSANTO S (1501113385)

JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS RIAU

2017/2018
KATA PENGANTAR

Salam Sejahtera,

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan
berkat dan kasih-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Filipina : Negara Asia Tenggara & Diversitasnya. Penulisan makalah ini bertujuan
untuk dapat menjadi bahan tambahan dalam bacaan mengenai isu isu kontemporer dan
serta kepemerintahan luar negeri dan juga sekaligus sebagai salah satu tugas untuk
memenuhi tugas mata kuliah Politik Pemerintahan Asia Tenggara.

Penulis berharap dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita
semua, terutama kepada penulis sendiri dan dapat menambah wawasan kita mengenai
Negara Filipina dan juga Karakteristiknya. Makalah ini tidaklah sempurna, oleh karena
itu kami penerimaan dari pembaca atas karya ini dan apabila berkesempatan untuk
memberikan saran serta kritikan selanjutnya untuk dapat terus memperbaiki karya
karya selanjutnya. Terima kasih.

Pekanbaru, 23 September 2017

Penulis

i|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................... ii

BAB I

A. Latar Belakang .......................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan .......................................................................... 2
D. Kerangka Teori .......................................................................... 2

BAB II

A. Sejarah Umum Terbentuknya Filipina .................................................. 3


B. Profil Pemerintahan Filipina .................................................. 7
C. Isu Terbaru di FIlipina .................................................. 16

BAB II

A. Kesimpulan ...................................................................................... 25

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 27

ii | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Negara-negara dunia ketiga saat ini semakin berkembang dan menjadi semakin
maju. Sejak berakhirnya Perang Dunia Pertama, negara yang baru terbentuk disebut
dengan negara ketiga. Negara-negara ketiga ini adalah hasil rekonstruksi ulang dari
negara-kota atau kerajaan-kerajaan terdahulu yang runtuh ataupun dijajah oleh bangsa
Eropa dan Amerika. Penjamuran negara dunia ketiga banyak terjadi didaerah Timur,
tepatnya dibagian Asia. Sebagian besar negara ketiga yang muncul adalah memang
akibat rekonstruksi ulang, namun juga terdapat beberapa negara yang berdiri akibat
reformasi sistem pemerintahan, yang awalnya kerajaan menjadi negara.

Di Asia sendiri, regional yang paling banyak dijamuri oleh negara dunia ketiga
adalah wilayah Asia Tenggara, dimana seluruh negara yang terletak di Asia Tenggara
adalah negara dunia ketiga. Namun demikian, tiap-tiap negara yang ada di Asia
Tenggara adalah unik dan berbeda dengan ciri khasnya masing-masing. Tidak satupun
negara yang sama atau memiliki ciri keunikan yang sama. Hal ini disebabkan karena
adanya perbedaan pengalaman dan sejarah yang menjadi tumpuan tiap-tiap negara
tersebut saat pertama kali terbentuk.

Jika dibandingkan, Thailand adalah satu-satunya negara di Asia tenggara yang


tidak dijajah, sementara negara lainnya dijajah oleh bangsa Eropa. Indonesia adalah
neagra yang dijajah oleh beragam bangsa, mulai dari Spanyol, Belanda, Jepang dan
Timor Leste yang dulunya merupakan bagian dari Indonesia dijajah oleh Portugal.
Begitu pula dengan Filipina, memiliki keunikan dan juga kelebihannya sendiri.

Filipina tentunya memiliki keunikannya sendiri dan kelebihannya sebagai


negara yang berdaulaut. Dengan subjek yang dijadikan bahan penelitian adalah Filipina,
penulisan karya ilmiah ini ditujukan untuk menemukan kelebihan tersebut dan agar
dapat memaparkan bagaimana ciri khas suatu negara tersebut dapat muncul.

1|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


B. RUMUSAN MASALAH
Setiap negara yang ada dan berdiri saat ini memiliki tujuan, cara dan juga
sistem yang berbeda. Tiap-tiapnya memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing.
Keunikan ini menjadi suatu hal yang menonjol dan bahkan dijadikan suatu pusat dari
negara tersebut unntuk dapat bertahan bersaing dengan negara lain. Tujuan penulisan
karya ilmiah ini adalah untuk memaparkan kelebihan yang dimiliki suatu negara, yang
dalam penelitian ini adalah Filipina, dengan rumusan masalah: Seperti apa
karakteristik yang dimiliki Filipina dan mengapa Filipina memiliki karakteristik
tersebut?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui seperti apa karakteristik yang
dimiliki oleh Filipina secara umumnya dengan memaparkan profil yang dimiliki serta
mengapa Filipina dapat memiliki karakteristik yang demikian.

D. KERANGKA TEORI
Penulisan ini menggunakan teori Konstruktivisme untuk dijadikan teori
pendukung atas analisa yang dilakukan. Dalam disiplin hubungan internasional,
konstruktivisme adalah pandangan bahwa aspek-aspek penting hubungan internasional
dikonstruksi oleh sejarah dan masyarakat, bukan dampak mutlak dari sifat manusia atau
ciri khas dunia politik lainnya.1 Teori konstruktivisme yang diggunakan memiliki
beberapa asumsi, namun dalam penulisan ini hanya satu asumsi yang akan digunakan
yaitu: Identitas dan kepentingan dihasilkan dari dan melalui aktivitas sosial. Penelitian
ini difokuskan pada kajian kontemporer yang menganalisis identitas dan juga
karekteristik suatu negara.2

1
Daniel H.Nexon & Patrick Thaddeus,2002,Whence Causal Mechanisms? A Comment on Legro,Dialogue
IO,Vol 1(1):81-101
2
Cynthia Weber,2001,International Relation Theory,London:Routledge.Hal : 67

2|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


BAB II

PEMBAHASAN

Seperti yang dijelaskan pada sub-bab sebelumnya, bahwasannya setiap negara


memiliki identitasnya masing-masing dan tiap-tiap identitas tersebut memiliki keunikan
dan kelebihannya masing-masing. Dalam hal ini, Filipina yang dijadikan sebagai objek
bahan yang diteliti tentunya juga memiliki perbedaan dengan negara lainnya, bahkan
dengan negara-negara yang terletak disatu regionalnya. Tentunya identitas tersebut tidak
dengan secara tiba-tiba membentuk dan menjadi Filipina yang berdiri saat ini.

Sama seperti yang diucapkan oleh Nicholas Onuf dalam tulisannya mengenai
teori konstruktivisme, bahwasannya identitas terbentuk akibat adanya aktivitas sosial.
Begitu pula dengan Filipina, adanya sejarah, pengalaman dan juga aktivitas sosial
lainnya lah yang menjadikan Filipina berdiri seperti saat ini. Namun seperti apakah
sejarah tersebut? Bagaimana pengalaman yang dialaminya? Apa saja aktivitas sosial
yang pernah terjadi didalam Filipina untuk dapat membentuk Filipina yang sekarang?

A. SEJARAH UMUM TERBENTUKNYA FILIPINA

Jika ingin mengetahui seperti apa karakteristik dari suatu hal, hal pertama yang
sebaiknya ditinjau adalah awal materi tersebut. Maka dalam hal ini adalah dasar
pembentukan negara tersebut, atau lebih tepatnya sejarah Filipina itu sendiri. Dengan
mengetahui sejarah dari Filipina akan dapat memutuskan seperti apa Filipina seharusnya
terbentuk dan dapat menentukan mengapa Filipina yang saat ini berdiri memiliki
karakteristik yang sedemikian.

Peninggalan tertulis Filipina dimulai sekitar abad ke-8 berdasarkan temuan


lempeng tembaga di dekat Manila. Dari tulisan pada lempeng itu diketahui bahwa
Filipina berada dalam pengaruh Sriwijaya. Namun bukti tertulis ini sangat sedikit
sehingga bahkan ahli-ahli sejarah Filipina masih beranggapan sejarah Filipina dimulai
pada era kolonialisme.

3|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


Sebelum orang-orang Spanyol datang pada abad ke-16, Di Filipina berdiri
kerajaan-kerajaan kecil yang bercorak animisme yang terpengaruh sedikit kultur India,
dan yang bercorak Islam di bagian selatan kepulauan. Kerajaan-kerajaan muslim ini
mendapat pengaruh kuat dari Kerajaan Malaka.

Filipina merupakan salah satu negara yang termasuk dalam kawasan Asia
Tenggara bersama dengan Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia,
Singapura, Brunei, Indonesia dan Timor Leste. Filipina berada di sebelah utara
Malaysia dan Indonesia. Sama halnya dengan Indonesia, Filipina juga merupakan
negara kepulauan dengan beberapa pulau terbesarnya.

Bangsa Spanyol melakukan ekspedisi pelayaran hingga sampai di pulau Filipina.


Penjelajah Spanyol Ferdinand Magelhaens menjadi orang pertama yang memimpin
ekspedisi mengelilingi dunia pada tahun 1.522 M3. Pada setiap ekspedisi yang
dilakukan oleh bangsa Spanyol umumnya memiliki misi dan tujuan untuk daerah yang
disinggahi. Termasuk dalam ekspedisi penjelajahan ke Filipina, bangsa Spanyol
memiliki dua motif. Motif tersebut diungkapkan bahwa dua motif penjelajahan Spanyol
ke Filipina, yaitu misi untuk menyebarkan agama dan kemungkinan membuka pos
perdagangan baru dan memperluas perdagangan ke Asia4.

Nasionalisme di Filipina tergolong nasionalisme tertua di Asia Tenggara dalam


arti menentang penjajahan. Hal ini disebabkan karena Filipina mendapat pendidikan
modern tertua di luar Eropa. Pendidikan tersebut diselenggarakan oleh Ordo Yesuit
yang berkarya di Filipina. Karya Ordo tersebut dilindungi oleh pemerintah Spanyol
sebab di nilai turut mengkonsolidasi kekuasaan pemerintah. Adapun gerakan nasional
yang pertama di Filipina adalah Liga Filipina yang berdiri tahun 1880 dan dipimpin
oleh Jose Rizal5.

Revolusi Filipina melawan Spanyol dimulai pada April 1896, yang berpuncak di
dua tahun kemudian dengan proklamasi kemerdekaan dan pendirian Republik Pertama

3
Allen & Uwin,1997, Focus on South East Asia. Singapore: KHL Printing,
, hlm. 100.
4
Ibid, Hal :101
5
Jose Rizal,1975,Noli me Tangere (terjemahan),Jakarta:Pustaka Jaya, hal. 10.

4|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


Filipina. Namun Traktat Paris, pada akhir perang Spanyol-Amerika, memindahkan
kendali atas Filipina kepada Amerika Serikat. Perjanjian ini tidak diakui oleh
pemerintah Filipina, yang pada 2 Juni 1899, menyatakan perang terhadap Amerika
Serikat. Perang Filipina-Amerika yang kemudian terjadi berakibat korban dalam jumlah
besar. Presiden Filipina Emilio Aguinaldo ditangkap pada tahun 1901 dan pemerintah
Amerika Serikat (AS) menyatakan konflik berakhir secara resmi pada tahun 1902. Para
pemimpin Filipina pada umumnya menerima bahwa AS telah menang, namun
permusuhan terus berlanjut dan baru mulai berkurang tahun 1913.

Pemerintahan kolonial AS dimulai tahun 1905 dengan otonomi lokal sangat


terbatas. Otonomi parsial (status persemakmuran) diberikan pada tahun 1935, dengan
kemerdekaan penuh dari AS direncanakan pada tahun 1946. Persiapan untuk negara
yang berdaulat sepenuhnya diinterupsi oleh pendudukan Kekaisaran Jepang selama
Perang Dunia II.

Dengan ekonomi yang menjanjikan pada dasawarsa 1950-an dan 1960-an,


Filipina pada akhir 1960-an dan awal 1970-an mengalami kebangkitan aktivisme
mahasiswa dan pergerakan sipil terhadap kediktatoran Presiden Ferdinand Marcos yang
memberlakukan hukum militer pada tahun 1972. Karena ikatan yang dekat antara AS
dan Presiden Marcos, pemerintah AS terus mendukung Marcos meskipun
pemerintahannya dikenal sangat korup dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia
secara meluas. Namun revolusi "People Power" pada tahun 1986 telah memakzulkan
Marcos dan membawa kembali demokrasi di negara tersebut. Periode setelah itu
ditandai oleh ketidakstabilan politik dan terganggunya produktivitas ekonomi.

Di bawah penjajahan Amerika, nasionalisme Filipina mengubah taktik yakni


meninggalkan kekerasan untuk mempengaruhi kebijakan Amerika yang memang
liberal, bahkan lebih liberal dibanding Inggris. Dalam kaitan itu, maka pada tahun 1907
didirikan Partindo Nacionlista (Partai Nasionalis) dengan pimpinan Sergio Osmena,
Manuel Quezon dan Manuel Roxas. Partai tersebut merupakan organisasi politik yang
besar dan kompromistis. Oleh karena itu Filipina segera diberi kemudahan legislatif dan
pelayanan sipil.

5|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


Pada tahun 1920 terjadi krisis pergerakan nasional di Filipina terhadap Amerika,
setelah Amerika berusaha menghambat emansipasi. Kaum nasionalis mempengaruhi
public lewat pers dan pentas, sementara tokoh-tokoh yang lain pergi ke Washington
membujuk pemerintah Amerika dan para pemimpin Kongres agar mempercepat proses
kemerdekaan Filipina.

Pada 4 Juli 1946 Filipina memperoleh kembali kemerdekaan mereka.


Pemerintahan selam 20 tahun oleh Ferdinand Marcos berakhir di 1986, pemberontak
populer memaksa dia ke pengungsian dan menunjuk Corazon Aquino sebagai presiden.
Masa kepresidenannya terganggu oleh beberapa percobaan kudeta, yang mencegah
kembalinya stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. Fidel Ramos adalah presiden
terpilih pada 1992 dan pemerintahannya ditandai stabilitas dan kemajuan yang pesat
dalam reformasi ekonomi. Pada 1992, AS menutup basis militernya yang terakhir di
Filipina.

Joseph Estrada merupakan presiden terpilih pada 1998, namun digantikan oleh
wakil presidennya, Gloria Macapagal-Arroyo, pada Januari 2001 setelah pengadilan
impeachment atas tuduhan korupsi diikuti demonstrasi yang meluas menuntut
penurunannya. Macapagal-Arroyo dipilih untuk masa dinas enam tahun pada Mei 2004
pemerintahan Filipina mengalami ancaman dari gerakan komunis bersenjata dan dari
separatis Muslim di Selatan.

6|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


B. PROFIL PEMERINTAHAN FILIPINA

Setelah mengetahui sejarah Filipina, bagaimana terbentuknya Filipina dan


dasar pembentukan Filipina, selanjutnya adalah menemukan ciri khas dari Filipina
tersebut dengan mengetahui profil Filipina yang ada saat ini. Profil ini meliputi sistem
pemerintahannya, bentuk negaranya dan juga perekonomian yang dimilikinya.

a) Kondisi Geografi dan Kependudukan Filipina

Kepulauan Filipina terdiri dari 7.107 pulau yang kebanyakan terletak di


wilayah laut utama Asia Tenggara; Laut Cina Selatan, Laut Filipina, Laut Sulu, Laut
Celebes, dan Selat Luzon.

Lokasi : Asia bagian Tenggara

Koordinat Geografi : 13 00 U, 122 00 T

Wilayah : 300,000 km (daratan: 298,170 km, perairan:


1,830 km)

Garis pantai : 36,289 km

Populasi : 89,468,677 (Juli 2006)

Tingkat Pertumbuhan Populasi : 1.8% (2006 )

Tingkat Kelahiran : 24.89 kelahirans/1,000 populasi (2006 )

Tingkat Kematian : 5.41 kematians/1,000 populasi (2006 )

7|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


b) Bentuk Negara

Negara Filipina berbentuk negara kesatuan, yaitu negara yang merdeka dan
berdaulat yang berkuasa hanya satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah
sebagai bagian dari negara. Negara kesatuan sering juga disebut sebagai negara unitaris,
unity. Unitaris merupakan negara tunggal (satu negara) yang monosentris (berpusat
satu), terdiri hanya satu negara, satu pemerintahan, satu kepala negara, satu badan
legislatif yang berlaku bagi seluruh wilayah negara. Hakikat negara kesatuan yang
sesungguhnya adalah kedaulatan tidak terbagi-bagi, baik ke luar maupun ke dalam dan
kekuasaan pemerintah pusat tidak dibatasi. Filipina dibagi 3 grup pulau yaitu Luzon,
Visayas dan Mindanao. Kemudian dibagi menjadi 17 Region, 80 Provinsi, 120 Kota,
1.511 Munisipalitas dan 42.008 distrik.

Seluruh provinsi dikelompokkan menjadi 17 Wilayah (Region) untuk


kemudahan administratif. Kebanyakan kantor pemerintah memiliki kantor regional
untuk melayani provinsi-provinsi di dalamnya. Wilayah ini tidak memiliki
pemerintahan lokal yang terpisah, kecuali Mindanao Muslim dan Wilayah Administratif
Cordillera, yang memiliki otonomi sendiri.

Sama seperti Indonesia, Filipina memiliki bentuk negara yang hampir serupa
dengan banyak provinsi dan juga kota. Hanya saja disini pemerintah memiliki kekuatan
absolut tanpa adanya sistem desentralisasi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh
kebiasaan adanya kekuasaan diktator sejak awal Republik Pertama Filipina, sehingga
kebiasaan ini tertanam pada rakyat Filipina yang menjadikan sistem desentralisasi tidak
terpikirkan untuk diterapkan, dan sejauh ini masyarakat Filipina juga tidak terlalu
menentang akan pemerintahan sentralisasi.

Sementara terhadap bentuk negaranya yang merupakan kumpulan provinsi dan


kota adalah disebabkan oleh bentuk geografisnya yang berupa kepulauan. Tidak
dibentuk seperti negara bagian ataupun federasi akan semakin mempermudah sistem
Sentralisasi sehingga rakyat yang terletak dibagian kepulauan yang jauh dari pusat
pemerintahan akan sulit melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pusat. Berikut
adalah pembagian wilayah yang ada diFilipina:

8|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


Daerah Wilayah Pusat
Wilayah Ilocos Wilayah I San Fernando, La Union
Lembah Cagayan Wilayah II Tuguegarao, Cagayan
Luzon Tengah Wilayah III San Fernando, Pampanga
CALABARZON Wilayah IVA Calamba, Laguna
NIMAROPA Wilayah IVB Calapan, Oriental Mindoro
Wilayah Bicol Wilayah V Legazpi, Albay
Visayas Barat Wilayah VI Iloilo City
Visayas Tengah Wilayah VII Cebu City
Visayas Timur Wilayah VIII Tacloban
Zamboanga Peninsula Wilayah IX Pangadian Zamboanga del Sur
Mindanao Utara Wilayah X Cagayan de Oro
Wilayah Davao Wilayah XI Davao City
SOCCSKSARGEN Wilayah XII Coronadal, Cotabato Selatan
Caraga Wilayah XIII Butuan
Wilayah Otonomi diMindanao Muslim ARMM Cotabato City
Wilayah Administratif Cordillera CAR Baguio
National Capital Region NCR Manila

c) Bentuk & Sistem Pemerintahan

Bentuk pemerintahan Filipina adalah republik demokratis, kedaulatan berada di


tangan rakyat dan kewenangan pemerintah berasal dari rakyat. Sebagaimana yang diatur
dalam konstitusi 1987. Konstitusi ini merupakan model konstitusi persemakmuran 1935
yang mendirikan sebuah sistem pemerintah yang serupa dengan Amerika serikat.
Konstitusi ini mencakup banyak batasan kekuasaan otoriter. Semua warga Negara
Filipina yang telah berusia 18 tahun lebih dapat memberikan suara.

Bentuk pemerintahan yang demokratis ini sangat melambangkan anti


penjajahan, dimana penjajah berlaku seolah raja atau bangsawan. Sementara sistem
demokrasi lebih mendahulukan rakyat. Sesuai yang terjadi pada Filipina selama lebih
dari dua ratus tahun dijajah oleh bangsa asing, sitem demokrasi adalah seolah olah
seruan bangsa Filipina untuk menghentikan penjajahan. Namun demikian, terbentuknya
sistem demokrasi ini tidak terlepas dari penjajahan itu sendiri, yaitu Amerika. Dimana

9|Filipina: Negara Asia Tenggara & Diversitasnya


Amerika dalam hal ini bertindak selaku pemenang Perang Dingin yang mewakilkan
ideologi Liberal dan Demokrasi.

Presiden dipilih melalui pemilu untuk masa jabatan enam tahun serta Wakil
Presiden yang juga dipilih langsung dapat mengabdi dengan masa waktu tidak lebih dari
dua periode enam tahun berturut-turut. Presiden dan Wakil Presiden dipilih melalui
pemungutan suara yang terpisah dan mungkin berasal dari partai politik yang berbeda.

Filipina sebagai Negara yang menerapkan sistem pemerintahan presidensial


memiliki presiden sebagai kepala Negara sekaligus menjabat sebagai kepala
pemerintahan. Namun demikian, dalam sistem pemerintahan Filipina presiden
mempunyai posisi yang cukup lemah. Hal tersebut karena dalam konstitusi Filipina,
impeachment dapat dibahas disenat jika sebelumnya di setujui oleh sepertiga anggota
parlemen. Itu artinya presiden ada kemungkinan bisa diberhentikan oleh parlemen.
Impeachment yang dibolehkan diFilipina dengan alasan politik, bukan kejahatan.
Sebagai contoh, pada tahun 1997 opposisi di parlemen berupaya untuk meloloskan
Impeachment guna menjatuhkan Presiden Geloria Macapagal Arroyo dalam kasus
politik yang berkaitan dengan masalah pelaksanan pemilu.

Kepala Negara atau Kepala Eksekutif Filipina adalah seorang Presiden.


Adapun untuk lembaga Legislatif Negara Filipina memiliki Legislatif Bicameral (dua
bagian) yang disebut dengan kongres Filipina. Majelis tertinggi atau senat memiliki 24
anggota yang secara langsung dipilih untuk mengabdi dengan masa waktu selama enam
tahun. Senator dibatasi waktunya untuk dua masa berturut-turut.

Majelis rendah atau dewan perwakilan memiliki maksimal 260 anggota dengan
masa jabatan selama tiga tahun. 208 wakil dipilih langsung dan 52 orang dipilih tidak
langsung dari daftar nominasi kelompok minoritas masyarakat adat. Anggota dewan
perwakilan dibatasi masa baktinya untuk tiga kali berturut-turut. Dua pertiga suara
kongres di perlukan untuk menolak hak veto undang-undang yang disusun presiden.

Untuk lembaga kehakiman (yudikatif) Pengadilan tertinggi I Filipina adalah


Mahkamah Agung yang terdiri atas Hakim Ketua dan 14 Hakim Anggota, semuanya

10 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
ditunjuk oleh Presiden Negara. Usia pensiun wajib/masa tugas bagi hakim Mahkamah
Agung adalah 70 tahun. Badan peradilan lainnya adalah pengadilan banding, pengadilan
tingkat pertama, dan pengadilan kota.

Adapun kewenangan Mahkamah Agung Filipina adalah :

1. Exercise original jurisdiction over cases affecting ambassadors, other public


ministers and consuls, and over petitions for certiorari, prohibition,
mandamus, quo warranto, and habeas corpus.
2. Review, revise, reverse, modify, or affirm on appeal or certiorari, as the law
or the Rules of Court may provide, final judgments and orders of lower
courts in:
3. All cases in which the constitutionality or validity of any treaty, international
or executive agreement, law, presidential decree, proclamation, order,
instruction, ordinance, or regulation is in question.
4. All cases involving the legality of any tax, impost, assessment, or toll, or any
penalty imposed in relation thereto.
5. All cases in which the jurisdiction of any lower court is in issue.
6. All criminal cases in which the penalty imposed is reclusion perpetua or
higher.
7. All cases in which only an error or question of law is involved.

11 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
d) Sistem Kabinet dan Kepartaian Filipina

Filipina melaksanakan sistem negara kabinet presidesial, dalam sistem


pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang
independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam
sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Sehingga
tidak ada kontrol antara kedua lembaga tersebut, baik eksekutif maupun legislatif.
Filipina menganut sistem dwipartai, yaitu terdapat lebih dari dua partai yang diakui
secara konstitusional. Partai partai tersebut diantaranya :

PMP
Nacionalista
Lakas Kampi CMD
Bangon Pilipinas
Bagumbayan-VNP
Independen
Ang Kapatiran
KBL
Lakas Kampi CMD
NPC
Liberal
PDP-Laban

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya Filipina adalah negara


yang pernah dijajah dan tidak mampu untuk menentukan nasibnya sendiri. Saat inii
mungkin Filipina sedang dihadapkan dengan transissi yang mungkin akan
mengubahnya menuju keranah komunisme. Namun tetap, saatini Filipina adalah negara
Demokratis yang berdaulat. Karena itulah, sistem Dwi-Partai ini sangat mencerminkan
posisi Filipina yang terlepas dari penjahan.

Hal seperti ini dapat berubah nantinya menjadi komunisme. Perubahan ini
sesungguhnya tidak terlalu aneh, karena jika diperhatikan sejak awal, sejak Republik
Pertama Filipina, pemerintahan diktator telah berlangsung dan cukup mencerminkan
Komunisme. Terdapat kemungkinan yang cukup besar bahwasannya Filipina akan
memiliki alurtransisi menuju komunisme seperti yang terjadi pada Tiongkok saat
terjadinya nasionalisme.

12 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
e) Perekonomian Filipina

Ekonomi Filipina merupakan keempat terbesar di Asia Tenggara dan ketiga


puluh enam di dunia berdasarkan PDB. Filipina menganut sistem ekonomi campuran
dengan industri utama bergerak pada bidang pengolahan makanan, tekstil, elektronik
dan otomotif. Pusat industri umumnya berada di daerah Metro Manila dan Metro Cebu.
Agrikultur masih memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Filipina.

Sama seperti negara lainnya didunia, Filipina juga beralih dari bangsa pemburu
menjadi bangsa petani, dimana bangsa Filipina mulai mengolah lahan, mendapatkan
kekayaan alam dan mulai mengolahnya menjadi produk olahan baru yang kemudian
diperjual belikan. Berkat campur tangan Amerika sejak awal abad 19, sektor inndustri
Filipina mulai berkembang dan tujuan dari sektor industri itu juga adalah Amerika
sendiri.

Amerika Serikat dan Jepang telah menjadi mitra ekspor utama Filipina. Selain
itu, RRC, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan dan Jerman juga menjadi mitra ekspor
terbesar Filipina. Sebagian besar ekspor berupa barang komponen elektronik dan semi
konduktor, disamping itu hasil alam seperti gas alam, minyak kelapa dan buah - buahan
menjadi andalan utama bidang ekspor hasil alam.

Sebelumnya lagi, Filipina terkenal dengan pertanian padi bukitnya, yang


diperkenalkan kira-kira 2.000 tahun lalu oleh suku Batad. Padi-padi bukit tersebut
terletak di lereng-lereng perbukitan Banaue dan Sagada di provinsi Ifugao, dan berada
di ketinggian 5.000 kaki dpl. Luasnya mencakup 4.000 mil serta diusahakan secara
tradisional tanpa penggunaan pupuk. Ia dinyatakan sebagai Warisan Dunia oleh
UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) pada
tahun 1995.

Pada 1998 ekonomi Filipina, sebuah campuran dari pertanian, industri ringan,
dan jasa pendukung; mengalami kemunduran sebagai akibat dari krisis finansial Asia,
dan cuaca yang buruk. Pertumbuhan jatuh ke 0,6% pada 1998 dari 5% pada 1997, tetapi
kembali ke sekitar 3% pada 1999, dan 4% pada 2000. Namun, Filipina tidak terlalu

13 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
terpengaruh krisis financial Asia tahun 1998 dibandingkan negara tetangganya, dibantu
oleh tingginya tingkat pengiriman uang dari tenaga kerja luar negeri tiap tahun, dan
penetapan harga aset yang tak tertahan atau peminjaman asing akibat krisis. Dari
penurunan 0.6% di 1998, GDP berkembang dari 2.4% di 1999, menjadi 4.4% di 2000,
tapi melambat 3.2% di 2001 dalam konteks kelambatan ekonomi global, kemunduran
ekonomi, dan kekhawatiran politik dan keamana. Pertumbuhan GDP meningkat
menjadi 5% antara 2002 dan 2005 menunjukkan fleksibelitas yang terus berlanjut di
bidang servis, ekspor yang maju, dan output pertanian. Namun, akan membutuhkan
pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih stabil utnuk membuat kemajuan yang dapat
diterima dalam penghapusan kemiskinan karena tingkat pertumbuhan per tahun Filipina
yang tinggi dan distribusi pendapatan yang tak merata. Pemerintah telah menjanjikan
untuk terus mereformasi ekonominya untuk membantu Filipina setanding dengan
perkembangan negara industri Asia Timur. Hutang besar ("public debt" sekitar 77% dari
PDB), menghambat perbaikan situasi ekonomi. Alokasi dana untuk hutang lebih tinggi
daripada untuk Departemen Pendidikan, dan militer digabungkan.

Strategi yang dilakukan termasuk peningkatan infrastruktur, merombak sistem


pajak untuk menambah pendapatan pemerintah, juga deregulasi, dan penswastaan
ekonomi, dan meningkatkan integrasi perdagangan di wilayah sekitar. Prospek masa
depan sangat tergantung dari performa ekonomi dari dua partner dagang utama,
Amerika Serikat, dan Jepang, dan administrasi yang lebih tepercaya, dan kebijakan
pemerintah yang konsisten.

Filipina juga berhadapan dengan harga minyak yang lebih tinggi, tingkat bunga
yang lebih tinggi untuk peminjaman dolar, dan inflasi yang lebih tinggi. Hambatan
fiscal membatasi Manila untuk membiayai infrastruktur dan pembelanjaan sosial.
Defisit besar pada anggaran Filipina menyebabkan tingkat utang yang tinggi, dan di
situasi ini memaksa Manila untuk menggunakan sebagian besar dari anggaran nasional
pemerintah pada servis utang. Perusahaan publik besar yang tak menguntungkan,
khususnya di sektor energi, menyumbang pada utang pemerintah karena perkembangan
yang lambat dalam privatisasi. Agensi tingkat kredit telah menyampaikan kekhawatiran
akan kemampuan Filipina untuk melunasi utang, walau persediaan bank sentral

14 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
sepertinya cukup dan alur pengiriman uang yang besar sepertinya stabil. Investor dan
lembaga penilaian kredit akan terus mencari implementasi lebih efektif untuk VAT baru
dan terus meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah secara menyeluruh di tahun
mendatang.

15 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
C. ISU TERBARU DIFILIPINA
a) Kebijakan War on Drugs
Saat ini, kebijakan Filipina yang paling disorot dunia adalah kebijakan yang
dikeluarkan oleh Presiden Filipina saat ini, yaitu Redrigo Duterte, terkait pemberantasan
narkoba yang terjadi diFilipina. Bersampingan dengan salah satu negara Golden
Triangle penyebar narkoba diAsia tenggara, yaitu Thailand, Filipina mengalami
penyebaran narkoba yang menurut Presiden Filipina saat ini perlu diberantas.Hanya
saja, kebijakan pemberantasan narkoba yang dikeluarkan mendapat tentangan dari
masyarakat.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh Duterte memang memiliki efek yang baik dan
akan menghasilkan negara bebas narkoba. Namun proses yang diterapkan dalam
menerapkan kebijakan ini bisa dikatakan tidak manusiawi. Lebih dari tujuh ribu orang
telah terbunuh oleh aparat keamanan sejak Duterte mengeluarkan kebijakannya pada
Juni, 2016. Sudah berbulan bulan Duterte menyangkal kritik tajam grup Hak Asasi
Manusia dan pemimpin internasional, yang mana menyatakan bahwa Duterte
memberikan izin kepada kepolisian untuk menangkap dan membunuh siapapun yang
terduga terkait dengan narkoba.

Bagi Filipina, peredaran narkoba merupakan salah satu masalah nasional yang
sejak lama telah dihadapinya. Peredaran narkoba tidak hanya sebagai masalah
keamanan, namun juga terkait masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi. Setiap tahun
baik bandar maupun pengguna narkoba terus menyebar ke seluruh wilayah negara.

Bukan suatu hal yang tabu jika sejak dulu Negara Filipina telah menjadi target
pasar dari para sindikat narkoba dunia. Shabu masih menjadi obat yang paling
difavoritkan oleh kalangan masyarakat dari sekian banyak jenis-jenis obat terlarang
yang baru yang ada dengan 95,47% kasus khusus untuk shabu-shabu dan 4,29% sisanya
adalah kasus marijuana, di tahun 2015. Berbagai cara mereka dilakukan untuk
menyeleundupkan obat-obat terlarang tersebut ke Filipina melalui berbagai jalur, baik
jalur udara, darat, dan laut. Narkoba tersebut disembunyikan di berbagai benda,
diantaranya dengan memasukannya kedalam pil kapsul, kotak susu, kantong teh, dan

16 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
bahkan menggunakan pelayanan jasa antar pribadi untuk mengantarkan narkoba yang
tersembunyi di sepatu dan charger ponsel.

Berkembangnya kasus peredaran narkoba di Filipina membuat Rodrigo Duterte


memiliki kepedulian lebih dan bertekad untuk menghapus bersih narkoba di negaranya,
bahkan sejak sebelum ia terpilih menjadi Presiden Filipina ke-16. Salah satu hal yang
dilakukan Duterte adalah Project Tokhang. Project Tokhang merupakan operasi
langsung berhadapan dengan para tersangka Bandar ataupun pengguna dari rumah ke
rumah. Tidak hanya menangkap, dalam operasi Tokhang, pihak berwajin juga
menghimbau para tersangka Bandar dan pengguna narkoba untuk berhenti
menggunakan narkoba dan memproduksi narkoba. Dalam operasi ini, Duterte
memerintahkan kepolisian untuk tidak pandang bulu, menembak para tersangka Bandar
dan pengguna narkoba, apabila terdapat tersangka yang memberontak ditangkap
ataupun melakukan hal-hal yang membahayakan. Karena membunuh para kriminal
bukanlah hal yang melanggar hak asasi manusia. Hukuman mati merupakan hukuman
yang paling cocok untuk para pelaku kriminal karena mereka telah mengambil hak asasi
milik orang lain dengan merugikan mereka secara material atau non-material. Sehingga
hukuman mati adalah satu-satunya cara untuk memutuskan rantai tindak kriminal,
terutama rantai peredaran narkoba di Filipina secara tuntas.

Selama kurang lebih 6 bulan masa kepresidenan Presiden Rodrigo Duterte, lebih
dari 7000 orang terbunuh dalam operasi War on Drugs yang dikomandani langsung oleh
Duterte. Tepatnya 7,025 korban terbunuh oleh operasi yang dilakukan kepolisian dan
sekelompok yang tidak diketahui identitasnya, terhitung sejak 1 Juli 2016 hingga 30
Januari 2017. Kebijakan yang menimbulkan banyak korban berjatuhan ini membuat
banyak pihak khawatir, dan mulai melayangkan berbagai bentuk kritik dan ancaman
kepada Presiden Filipina ke-16 itu. Tidak hanya dari dalam negeri, kritik terbanyak
datang dari organisasi-organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan
dan human rights, seperti Amnesty International, United Nation Human Rights
(UNHR), Human Rights Watch (HRW), beberapa media internasional, dan lainnya.

Amnesty International, laporannya yang dirilis pada 1 Februari 2017,


mengatakan bahwa kebijakan War on Drugs Duterte justru melanggar HAM dan

17 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
disebut sebagai crime against humanity atau kejahatan atas kemanusiaan. Mereka
juga memaparkan beberapa fakta kotor dibalik operasi polisi yang mana adanya oknum-
oknum polisi yang dibayar untuk melakukan pembunuhan kepada orang lain yang tidak
memiliki kaitan dengan narkoba atas permintaan pribadi ataupun kelompok. Tidak
hanya Amnesty Internasional, Human Right Watch juga mengatakan hal yang sama,
yakni kebijakan War on Drugs Duterte merupakan human rights calamity atau
bencana besar HAM atas terbunuhnya lebih dari 1000 tersangka Narkoba dalam waktu
singkat.

Kritik juga berdatangan dari badan-badan Narkoba di dunia yakni International


Narcotics Control Board (INCB) dan United Nations Office on Drugs and Crime
(UNODC). INCB berpendapat bahwa menggunakan extrajudicial killings untuk
mengontrol dan menghentikan masalah narkoba justru melanggar International Drug
Conventions. Tidak hanya organisasi, media-media internasional juga mulai kerap
memberitakan kebijakan Duterte dari sisi humanis. Dari perspektif media mainstream
internasional, kebijakan War on Drug Duterte jelas sangat melenceng dari nilai-nilai
HAM. Kebijakan Duterte juga mendapat kritik dari negara adidaya Amerika Serikat,
negara yang sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia diatas segalanya.We believe
in rule of law. We believe in due process. We believe in respect for universal human
rights. We believe fundamentally- that those aspects ensure and promote long-term
security. We are concerned by these detentions, as well as the extrajudicial killing of
individuals suspected to be involved in drug activity in the Philippines

Pada 2 Agustus 2016, sebanyak 372 NGOs melayangkan surat terbuka kepada
Eksekutif Direktur UNODC, Yury Fedotov dan Werner Sipp dari INCB, memintaagar
UNODC dan INBC menindak lanjuti masalah pelanggaran HAM yang dilakukan
Presiden Filipina Terpilih, Rodrigo Duterte atas kebijakan War on Drugs nya yang telah
memakan korban ratusan dalam waktu singkat. Para NGOs ini juga menyatakan ketidak
setujuan mereka atas praktek Ekstrajudicial Killing yang dilakukan Duterte dengan
mengatasnamakan pemberantasan Narkoba. Padahal, Bandar narkoba pun memiliki hak
untuk di lindungi, hak untuk mendapatkan jaminan kesehatan guna membantu
menyembuhkan kecanduannya, dan hak menerima perlakuan medis. Serta mereka juga

18 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
memiliki hak untuk menjalani peradilan atas apa yang telah mereka lakukan dan
nantinya hakim yang akan menentukan hukuman mereka. Namun hal yang dilakukan
Duterte justru bertolak belakang dengan hak-hak mereka. Duterte, dengan operasi
Double Barrel nya langsung mengeksekusi mati para tersangka narkoba.Lebih parah,
Duterte tidak segan menyuarakan perintah membunuh Bandar narkoba demi Filipina
yang bersih dari benda terlarang tersebut.

UNODC dan INCB berkomitmen untuk melakukan pemberantasan narkoba


dengan pendekatan human rights, artinya, kedua badan tersebut tetap menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan dan hak mereka dalam upaya pemberantasan dan pencegahan
narkoba di dunia. Melihat apa yang Duterte lakukan adalah hal yang bertolak belakang
dengan prinsip UNODC dan INCB ini, 372 NGOs tersebut mendesak kedua badan
internasional tersebut untuk menindak lanjuti kebijakan War on Drug Duterte. INCB
dalan laporan tahunannya tahun 2016 menyatakan, sistem kontrol narkoba harus
berdasarkan pada the principles of proportionality, collective responsibility dan
compliance dengan internasional human rights standards.

Meskipun kebijakan War on Drug Presiden Duterte menimbulkan pro-kontra di


dunia internasional, Duterte tetap mendapat dukungan besar dari masyarakat Filipina.
Dihadapi oleh dua pilihan untuk tetap melanjutkan atau menghentikan kebijakan War
on Drugnya karena kritik dari internasional, Duterte tetap memilih untuk melanjutkan
kebijakannya yang kontroversial ini karena dua alasan. Pertama, karena memberantas
narkoba menjadi prioritas utama Duterte selama dirinya menjadi presiden Filipina.
Kedua, karena kebijakan War on Drug ini terbukti efektif menurunkan tingkat
peredaran narkoba di Filipina.

Sebagai negara yang menandatangani dan meratifikasi Perjanjian Hak Asasi


Manusia (Declaration of Human Right), seharusnya pemerintahan Filipina tidak
melakukan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Hal ini sangat bertolakan dengan
isi dari Perjanjian Hak Asasi Manusia tersebut. Selain itu, rakyat Filipina sendiri juga
telah melakukan demonstrasi terhadap pemerintah Filipina atas kebijakan yang
dikeluarkan Duterte dan juga proses menjalankan kebijakan tersebut. Namun sekali lagi,

19 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
Duterte mengingkari sistem pemerintahannya sendiri, yaitu demokrasi. Duterte tidak
mengindahkan seruan rakyatnya dan tetap melanjutkan kebijakan tersebut.
Prilaku ini, jika dilihat kembali kemasa lampau Filipina, bukanlah prilaku yang
janggal. Telah dijelaskan pada bahasan sebelumnya bahwa sejak Republik Pertama
Filipina, negara ini telah memiliki pemerintahan yang otoriter, meskipun memiliki
sistem pemerintahan yang demokratis. Jadi bukanlah hal baru jika pemerintahannya
bersikap otoriter dan menggunakan tangan besi dalam memimpin. Hanya saja, hal ini
artinya membuktikan bahwa Filipina tidak siap atau bahkan mungkin tidak memiliki
kecocokan terhadap sistem pemerintahan Demokrasi. Dan hal ini agaknya cukup
terbukti dari kebijakan ini.
b) Infiltrasi Isis diFilipina
Meski sejumlah kelompok radikal keagamaan telah aktif di daerah perbatasan
antara Filipina-Malaysia-Indonesia selama bertahun-tahun, akan tetapi serangan ke Kota
Marawi, memunculkan kekhawatiran bahwa ISIS akan melebarkan sayapnya ke
kawasan Asia Tenggara. Kekhawatiran itu muncul karena apa yang terjadi di Filipina
Selatan pada kenyataannya bukanlah pemberontakan warga Filipina tetapi sudah
merupakan invasi teroris asing dukungan ISIS. Tujuan yang ingin dicapai adalah
menjadikan Pulau Mindanao sebagai bagian kekhilafahan. 6Meskipun ISIS belum
mendeklarasikan wilayah kekhilafahan di Asia Tenggara seperti di Suriah dan Irak,
tetapi bila melihat kondisi di Filipina maka hal itu hanyalah soal waktu. Tidak dapat
disangkal bahwa pengaruh ISIS telah menyebar ke seluruh Asia Tenggara beberapa
tahun terakhir ini.

Berkembangnya kelompok radikal yang berbasis agama telah


meresahkan masyarakat dunia. Pada saat Raja Salman hendak berkunjung ke Indonesia,
ratusan ulama dari negara ASEAN dan Timur Tengah berkumpul di Indonesia, di Hotel
Rancamaya Bogor, guna membahas radikalisme. Dalam pertemuan itu, para ulama
menyatakan kecemasan yang sama bahwa radikalisme yang terjadi saat ini sudah sangat
mengkhawatirkan. Konferensi yang bertujuan untuk membangun persatuan dan
kesatuan demi menghadapi kondisi yang dihadapi oleh umat islam di dunia itu

6
Humohrey Wangke,2017,Antisipasi Indonesia Terhadap Gerakan Isis diMarawi,Badan Keahlian DPR
RI:Majalah Info Singkat Hubungan Internasional,Vol 9(12):5-8

20 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
menekankan keharusan meninggalkan kekerasan, radikalisme, terorisme dan bagaimana
membawa pada persatuan dan kemanusiaan.

Kecemasan itu menjadi kenyataan ketika warga kota Marawi, di Pulau


Mindanao, Filipina Selatan, dikejutkan oleh pergerakan orang-orang yang mengenakan
penutup kepala dan membawa senapan serbu memasuki kota yang berpenduduk
mayoritas Muslim dengan populasi 200 ribu orang. Mereka menyerbu kota Marawi
secara tiba-tiba pada tanggal 24 Mei 2017 dan mengibarkan bendera hitam dengan
tulisan la ilaha ilallah yang menjadi ciri bendera ISIS (Iraq Suriah Islamic States).
Konflik bersenjata dengan tentara Filipina akhirnya terjadi.

Dalam pertempuran, pasukan Filipina berhasil mengatasi kelompok ISIS dan


segera melancarkan operasi memburu Isnilon Hapilon, pimpinan militan Filipina yang
disebut sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara. Karena terkepung dan terancam
kalah, Isnilon Hapilon segera meminta bantuan kepada kelompok Maute, militan lokal
yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok Maute ini segera berdatangan ke kota Marawi
dalam jumlah ratusan, dan membakari rumah, menculik dan tak segan bertempur
dengan pasukan pemerintah. Sejak konflik bersenjata terjadi, lebih dari 100 orang
menjadi korban.

Di Asia Tenggara, ISIS telah memiliki banyak cabang. Di Indonesia ada


Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang baru saja melakukan serangan di Terminal
Kampung Melayu, dan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso.
Sementara di Filipina, Abu Sayyaf telah bergabung dengan ISIS sejak Juli 2014.
Sebelum ada ISIS, kelompok-kelompok militan bersenjata telah ada di masing-masing
negaranya. Yang terjadi kemudian adalah apa yang disebut dengan franchising
ideology. Seperti globalisasi perdagangan, ISIS tidak harus memasok personelnya ke
negara-negara lain. Sepanjang kelompok militan itu percaya dengan ideologi yang
dianut ISIS dan punya kemauan melakukan praktik-praktik teror guna membangun
kekhilafahan model ISIS, sebuah kelompok militan di mana saja bisa menjadi cabang
ISIS yang baru.

21 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
Kelompok Pattani di Thailand Selatan, kelompok gerilyawan Abu Sayyaf,
MILF, juga Maute, adalah kelompok-kelompok militan yang dari awal sudah
mempunyai kemampuan bersenjata, bahkan sebelum ada ISIS. Baru ketika khilafah
ISIS terbentuk di tahun 2013, mereka membaiatkan diri atau menyatakan bergabung ke
kelompok ISIS. Hal semacam ini menguntungkan kedua belah pihak, baik bagi ISIS
yang mendapat perluasan pengaruh, maupun bagi kelompok militan yang mendapatkan
insentif dari ISIS. Kelompok-kelompok seperti JAD dan Abu Sayyaf bisa mendapatkan
akses senjata, perlindungan, hingga pelatihan personel dari ISIS. Dengan bergabung
dengan ISIS, mereka juga mendapatkan nama besar yang bisa membangun nama
kelompok itu sendiri hingga menggentarkan lawan politik mereka.

ISIS, meski sedang terdesak di medan perang Irak dan Suriah, kembali
menebar teror lewat tiga serangan brutal di tiga tempat berbeda sepanjang Mei 2017.
Organisasi teror ini menyerang Eropa lewat bom di konser Dangerous Woman Tour
Ariana Grande di Manchester, Inggris, yang menewaskan 20 orang. Dua serangan
lainnya terjadi di Asia Tenggara. Satu berupa bom bunuh diri di Kampung Melayu,
Jakarta, dan satu lainnya serangan teritorial ke Marawi, Mindanao, Filipina.

Serangan ke Marawi menjadi preseden spesial. Selama ini Filipina


memang memiliki kelompok teror yang menduduki basis teritorial seperti Abu Sayyaf
dan MILF di Filipina Selatan. Namun, serangan ke kota yang selama ini berada dalam
situasi damai merupakan gertakan luar biasa. Terhitung sepekan sejak tanggal 24 Mei
2017 kota Marawi menjadi ladang pertempuran pasukan Filipina dan kelompok afiliasi
ISIS bernama Maute. Perang kota ini mengorbankan sedikitnya 103 nyawa, baik dari
pihak berkonflik maupun warga sipil tak berdosa.

Konflik di Kota Marawi bukanlah konflik internal Filipina tetapi antara


pasukan Filipina dengan kelompok teroris dari mancanegara yang dipimpin Isnilon
Hapilon. Pemerintah Filipina menduga, konflik yang dikembangkan oleh kelompok
Maute ini merupakan upaya ISIS membangun basis perjuangan di kawasan Asia
Tenggara. Langkah yang dilakukan Duterte untuk memukul mundur ISIS adalah
menetapkan darurat militer keseluruh wilaayh Filipina dengan memperbolehkan militer
melanggar hak asasi manusia dan melakukan kejahatan perang dengan menembak mati

22 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
siapa pun yang terduga teroris. Duterte juga mengajak Indonesia dan Malaysia untuk
ikut memerangi teroris di Asia Tenggara.

c) Gencatan Senjata Terhadap Pemberontakan Komunisme

Duterte mengumumkan gencatan senjata ini dalam pidato kenegaraan


pertamanya di hadapan Kongres sembari menata dasar untuk pembicaraan damai
dengan pemberontak komunis yang dijadwalkan digelar di Norwegia bulan depan.
"Untuk menghentikan kekerasan dan menciptakan perdamaian, maka saya menyatakan
gencatan senjata sepihak," kata Duterte sambil meminta pemberontak melakukan hal
yang sama.

Pemberontakan komunis Filipina pecah sejak 1960-an dan menjadi perlawanan


terhadap pemerintah yang paling panjang dan telah menewaskan setidaknya 30.000
orang. Militer Filipina mengatakan, jumlah pemberotak komunis saat ini kurang dari
4.000 orang, menurun jauh dari 26.000 orang pada 1980-an. Namun, pemberontak ini
masih mendapat dukungan kuat di kawasan pedesaan yang miskin. Pasukan komunis
juga kerap membunuh prajurit pemerintah dan memeras para pebisnis lokal.

Pendahulu Duterte, Benigno Aquino langsung menggelar negosiasi begitu


menjabat pada 2010. Namun, perundingan berhenti pada 2013 setelah Aquino menuding
pemberontak tak tulus dalam mencari penyelesaian politis. Pembicaan damai terhenti
sama sekali setelah pemerintah Aquino menolak tuntutan pemberontak untuk
membebaskan rekan-rekan mereka yang dipenjara. Duterte, yang berkuasa sejak 30 Juni
dan menyebut pemimpin pemberontak yang mengasingkan diri Jose Maria Sison
sebagai teman, telah menawarkan pembebasan beberapa tahanan. Para pembantu dekat
Duterte meyakini, mantan wali kota Davao ini sudah menjalin pembicaraan dengan
Sison dan beberapa pemimpin senior komunis. Dalam pembicaraan itu, beberapa hal
disepakati termasuk negosiasi damai di Norwegia bulan depan.

Menganggapi hal ini, pemimpin pemberontak komunis Filipina menyambut


kemungkinan tawaran dari presiden Filipina terpilih untuk menempati empat posisi di
kabinetnya. Namun menurut partai ini, aliansi perlu didasarkan pada prinsip-prinsip

23 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
seperti keadilan dan kedaulatan sosial nasional, termasuk mengakhiri kehadiran pasukan
Amerika Serikat. Rodrigo Duterte yang memenangkan pemilu 9 Mei lalu mengatakan,
ia mungkin akan menawarkan sejumlah posisi di kabinetnya kepada Partai Komunis
Filipina (CPP). Posisi-posisi itu antara lain dalam reformasi agraria, lingkungan,
kesejahteraan sosial, dan tenaga kerja. "CPP dan kekuatan revolusioner menyambut
kemungkinan bergabung dengan Presiden Duterte dalam aliansi pemerintahan.

Baik dalam penempatan posisi di kabinet maupun untuk beberapa bentuk yang
lebih radikal lainnya dari pemerintah persatuan baru. CPP terbuka
mempertimbangkannya," ujar partai dalam sebuah pernyataan . Partai Komunis akan
menyerahkan kepada Duterte daftar orang-orang yang dirasa dapat diterima. Duterte
juga tampaknya akan melepaskan semua 500 tahanan politik di Filipina.

24 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
BAB III

KESIMPULAN

Setelah dipaparkan profiling dari Filipina, dapat ditemtukan kelebihan dan


keunikannya. Serta dapat diketahui alasan mengapa Filipina memiliki bentuk
sedemikian rupa. Diketahui bahwa Filipina memiliki sejarah yang hampir sama dengan
seluruh negara diAsia Tenggara, diketahui bahwa Filipina kini memiliki sistem
pemerintahan yang sama dengan seluruh negara diAsia Tenggara, diketahui bahwa
Filipina memiliki bentuk negara yang serupa dengan negara diAsia Tenggara. Namun
semua kesamaan itu tidak menandakan bahwa Filipina adalah negara yang sama dengan
negara negara diAsia Timur.

Jika dipandang dari sejarahnya, Filipina memang memiliki sejarah yang hampir
serupa dengan negara-negara di Asia Tenggara, yaitu dijajah. Namun dengan memiliki
kesamaan serupa yaitu dijajah, bukan berarti perlakuan penjajahan tersebut serupa.
Banyak sekali perbedaan penjajahan yang terjadi diFilipina dengan negara negara lain.
Jika dibandingkan, mungkin negara yang paling memiliki keserupaan dengan
penjajahan diFilipina adalah negara Malaysia. Letak kesamaannya yaitu pendidikan.

Telah dijelasakan sebelumnya bahwa Filipina adalah negara yang mendapatkan


pendidikan modern tertua diluar Eropa. Penjajahan yang dilakukan Eropa memang
memiliki tujuan 3G (Gold, Glory and Gospel), namun tidak berarti bahwasaanya
Spanyol hanya semena mena menjajah dan mengeksploitasi Filipina. Pendidikan
diajarkan diFilipina oleh Spanyol dan bangsa Filipina memiliki kesempatan untuk
menuntut ilmu.

Dengan diberikannya pendidikan tersebut, Filipina memiliki dasar pendidikan


untuk melanjutkan negaranya dengan mandiri. Dapat dikatakan bahwasannya
pendidikan inilah yang menunjang cepatnya proses nasionalisme Filipina, walau pada
akhirnya membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk berhasil memerdekakan ,
namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan itu mempercepat proses

25 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
kesadaran identitas bersama yang akhirnya menimbulkan keinginan untuk melakukan
nasionalisme.

Setelah Spanyol, Amerika yang kemudian menjajah atau mengkolonisasi


Filipina. Saat mengkolonisasi Filipina, Amerika bertindak keras dan menimbulkan rasa
tidak suka dari bangsa Filipina itu sendiri. Hal inilah yang menjadi dugaan dasar yang
menjadikan pemberontak komunis tidak menyukai Amerika, namun bukan hanya ini
saja. Pada saat ini pun, pemberontak komunisme diFilipina menganggap bahwa prilaku
Amerika menunjukan model penjajahan baru. Ini jugalah alasan kuat pemberontak
komunisme mengajukan kepada pemerintah Filipina untuk memutus hubungan dengan
Amerika.

Pada bentuk dan sistem pemerintahan Filipina, yang hampir menyerupai semua
negara diAsia Tenggara, hal ini memang disebabkan karena kesamaan sejarah, yaitu
akibat dijajah. Penjelasan ini sudah dijelaskan sebelumnya, namun secara ringkasnya,
bentuk dan sistem pemerintahan yang dianut oleh Filipina adalah dikarenakan
penjajahan, dengan kata lain Filipina ingin merombak sistem penjajahan yang memiliki
dominansi kekuasaan menjadi kekuasaan yang terbagi ditangan rakyat. Walau tidak
dapat dipungkiri bahwa Filipina juga memiliki sejarah komunisme.

Untuk meninjau mengapa pemerintahan Filipina tampak bersikap otoriter


adalah dikarenakan sejak Republik Awal Filipina, pemerintah yang ada sudah memiliki
corak perilaku otoriter. Hal ini tampaknya terus menurun sampai kepemerintahan yang
ada sekarang. Hal ini juga didukung jika diteliti berdasarkan perspektif Behavioralisme.
Berdasarkaan penarikan kesimpulan tersebut, telah ditemukan diversitas Filipina
terhadap negara negara Asia Timur lainnya.

26 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:

Weber,Cynthia.2001.International Relation Theory.London:Routledge.

Allen & Uwin.1997.Focus on South East Asia. Singapore: KHL Printing

Rizal,Jose.1975.Noli me Tangere.Jakarta:Pustaka Jaya

Sumber Jurnal:

Wangke,Homohrey.2017.Antisipasi Indonesia Terhadap Gerakan Isis


diMarawi.Badan Keahlian DPR RI:Majalah Info Singkat Hubungan Internasional.Vol
9(12):5-8

H.Nexon,Daniel & Patrick Thaddeus.2002.Whence Causal Mechanisms? A


Comment on Legro.Dialogue IO.Vol 1(1):81-101

Sumber Situs Online:

http://internasional.kompas.com/read/2016/07/25/18041641/duterte.umumkan.gencatan.
senjata.dengan.pemberontak.komunis. Diakses pada tanggal 23 09 2017 pukul
11.51 WIB

https://www.dfa.gov.ph/. Diakse Pada tanggal 23 09 2017 Pukul 14.46 WIB

27 | F i l i p i n a : N e g a r a A s i a T e n g g a r a & D i v e r s i t a s n y a