Anda di halaman 1dari 2

RETENSI BERKAS REKAM MEDIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

01/RM/III/2014 00 1 dari 1

Ditetapkan
Tanggal Terbit
SPO Chief Executive Officer
12 MARET 2014

REKAM MEDIS
Ditinjau Kembali
Drg. Yusrahma Nurina, MARS
11 MARET 2017

Adalah suatu kegiatan memisahkan antara dokumen rekam medis yang masih
Pengertian
aktif dan yang non aktif atau in-active

1. Mengurangi berkas rekam medis yang semakin bertambah.


Tujuan 2. Menyiapkan fasilitas yang cukup untuk tersedianya tempat penyimpanan
berkas rekam medis yang baru.

1. Berkas Rekam medis tiap-tiap pasien harus disimpan minimal untuk masa
5 tahun dari kunjungan terakhir. Apabila terakhir berobat 5 tahun saat
dilakukan retensi, misalnya pelaksanaan retensi di Januari 2014 berarti
Kebijakan berkas yang in aktif adalah tahun 2009 dan tahun sebelumnya (2008).
2. Berkas Rekam medis pasien in aktif boleh dipindahkan keluar tempat
penyimpanan jika tempat penyimpanan berkas rekam medis aktif di rumah
sakit sudah penuh dengan tetap memperhatikan aspek legalnya.

1. Turunkan BRM dari lemari penyimpanan BRM, cek seluruh BRM pada
tulisan terakhir dokter dan perawat.
2. Pisahkan BRM yang diretensi.
3. Cek ulang kembali pada system MEDINFRAS dan system lama (Q-Pro)
pada menu Admintrasi Data Pasien dan data kunjungan pasien untuk
memastikan tanggal terakhir pasien berobat ke SSMH.
4. Lakukan proses scanning untuk simpan soft copy data pasien.
Prosedur
5. Untuk BRM rawat inap, pisah dokumen yang dilestarikan yaitu: Form
Registrasi Pasien Rawat Inap, Lembar Masuk dan Keluar, Resume Medis,
Laporan Operasi, Lembar Anastesi, Informed Consent, Surat Keterangan
Lahir, Surat Kematian
6. Kumpulkan semua berkas rekam medis in aktif dan susun atau jajarkan
rekam medis berdasarkan system angka akhir. Atau Simpan berkas rekam
medis in aktif di tempat yang telah ditentukan.

Unit Terkait Unit Rekam Medis