Anda di halaman 1dari 2

RESUME BUKU

Judul : Teknologi Roket untuk


Perang dan Damai
Penulis : Drs. Sarmidi
Penerbit : Pustaka Sinar Harapan.
Tahun Terbit : 1989
Tebal Halaman : 174 halaman
Oleh : Endah Fitriningtyas S.Pd

Roket pada dewasa ini digunakan untuk tujuan damai atau perang.
Sebagai tujuan damai , misalnya untuk peluncuran satelit, wahana penelitian
atmosfir atas dan sebagainya. Tujuan militer misalnya untuk senjata darat ke
darat atau untuk keperluan yang lain. Didalam buku ini dibahas tentang apa itu
roket, bagaimana cara mengendalikannya, perbedaan mesin jet.
Roket mulai dibahas secara keilmuan pada tahun 1903 oleh seorang guru
berkebangsaan Rusia bernama Konstantin Eduardovich Tsiolkovsky. Ia
menganalisis hubungan kecepatan gas pancar dan berbagai perbandingan massa
roket .
Prinsip motor roket adalah suatu motor propulsi yang bekerja
berdasarkan hokum Newton ketiga yakni aksi sama dengan reaksi dan
berlawanan arah. Ini berarti gaya dorong ke depan yang diperoleh adalah karena
adanya semburan gas ke belakang. Untuk mendapatkan pancaran gas digunakan
reaksi pembakaran kimia, reaksi nuklir, tenaga listrik atau dengan tenaga
matahari. Oleh karena itu dikenal beberapa macam roket berdasarkan sumber
energinya.
Seperti kita ketahui suatu roket dirancang dan dibuat untuk
diterbangkan. Penggunaannya bermacam macam tergantung pada
pemakaiannya. Walaupun hamper semua roket dimaksudkan untuk diluncurkan
akan tetapi menjelang tahap peluncuran ada beberapa langkah yang harus
dilewati. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dan mengurangi segala resiko
yang mungkin akan terjadi pada saat peluncurannya. Motor roket biasanya
bekerja hanya beberapa saat saja akan tetapi mereka bekerja dalam kondisi yang
berat misalnya menerima tekanan akibat pembakaran dengan temperature yang
relative tinggi dan kadang kadang disertai pembakaran yangn tidak stabil.
Jika kita perhatikan roket roket yang ada dewasa ini ada dua macam
yakni roket tanpa kendali dan roket yang dapat dikendalikan. Roket tanpa
kendali biasanya digunakan untuk keperluan penelitian cuaca atau biasanya
disdebut roket sonda atau pada rokert roket lain yang tidak membutuhkan
pengendalian. Rokert yang dapat dikendalikan misalmnya digunakan untuk
rudal . Wahana yang beroperasi di daerah atmosfer biasanya menggunakan alat
pengendalian pada sayapnya. Sebagai contoh pada pesawat terbang
menggunakan rudder pada ekor untuk membelok, elevator pada sayap belakang
dan flap pada sayap depan untuk naik turun dan aileron pada sayap depan untuk
berputar pada sumbu.
Untuk mendapatkan jangkauan terbang yang lebih jauh dan kecepatan
yang lebih besar biasanya digunakan roket yang bertingkat. Namun demikian
ternyata bahwa banyak masalah yang harus dihadapi dalam roket bertingkat ini,
misalnya masalah pemisahan tingkat bawah dan tingkat atasnya, masalah
penyalaaannya, masalah kelurusan sambungannya, keselamatan pekerja selama
peluncurannya maupun daerah tempat peluncuran dan daerah jatuhnya roket
tersebut.
Jika suatu roket diluncurkan dari satgu tempat ke antariksa ada beberapa
kemungkinan yang terjadi jatuh ke bumi, mengorbit sekeliling bumi atau lepas
dari orbit bumi dan lari ke orbit planet lain. Kemungkinan pertama roket terbang
ke antariksa kemudian jatuh ke bumi lagi dengan lintasan parabola atau biasa
disebut dengan balistik.
Suatu hal yang perlu diketahui bahwa penggunaan motor roket biasanya
telah ditentukan pada waktu merancangnya misalnya roket ilmiah . Roket ilmiah
biasanya kurang cocok untuk keperluan militer.
Roket untuk penelitian meterologi atau lazimnya disebut sonda dan yang
dapat diukur dari roket ini tergantung pada muatan nyang dibawanya misalnya
untuk suhu, tekanan dan kecepatan angina, pengukur kepadatan dan suhu
electron , pengukjur kepadatan dan suhu ion, pengukur intensitas sinar kosmis,
pengukur medan geomagnet dan sebagainya.
Dari pembacaan ini, saya pembaca semakin menyadari bahwa sudah
menjadi sifat manusia untuk saling berhubungan satu dengan yang lain baik
dengan orang terdekat maupun yang jauh. Pada mulanya system komunikasi
yang dapat memenuhi kebutuhan nasional diselenggarakan dengan system
terreatrial yang terdiri dari jaringan gelombang mikro atau kabel koaksial.
Dengan makin berkembangnya kebutuhan akan telekomunikasi ini maka system
terrestrial ini ternyata tidak dapat memenuhi kebutuhan. Untuk mengatasi hal
tersebut digunakan system satelit komunikasi.
Di tahun 2016 ini, dunia sudah dikembangkan penemu jaringan 4G. Cara
mengakses internet, catu daya sering tidak stabil hingga akhirnya ada penemuan
Dr. Eng. Khoirul Anwar pria asal Kediri Jawa Timur memberikan solusi
menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan . FFT
merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital
sehingga alat tersebut dapat menggunakan seluruh alam agar menyumbangkan
energy. Setelah terkumpul banyak dapat dihasilkan dan diterapkan Teknologi
4G.