Anda di halaman 1dari 66

Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan

Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

BAB III
PELAKSANAAN OJT

3.1 Lingkup Pelaksanaan OJT


Pelaksanaan OJT Taruna Program Diploma III Teknik Telekomunikasi dan
Navigasi Udara Angkatan VII Tahun 2017 ATKP Surabaya secara intensif
dimulai sejak tanggal 3 April 2017 sampai dengan 22 Juni 2017. Secara teknis,
pelaksanaan OJT dilaksanakan pada Unit Teknik CNS & Otomasi.
Fasilitas CNS & Otomasi Airnav Cabang Madya Balikpapan
3.1.1 Fasilitas Komunikasi Penerbangan
Fasilitas komunikasi penerbangan merupakan peralatan elektronika
ataupun mekanik yang dipasang di darat ataupun pada pesawat terbang
yang digunakan sebagai alat komunikasi hubungan jarak jauh dari darat ke
udara dan sebaliknya.
Adapun fasilitas komunikasi yang terdapat di Airnav Kantor Cabang
Madya Balikpapan, diantaranya :
a. Very High Frequency Transmitter dan Receiver ADC (VHF
TX&RX ADC)
Radio komunikasi yang digunakan pada sektor ini berjumlah dua
frekuensi dengan setiap channel terdiri dari frekuensi main dan
backup. Coverage area yang meliputi sektor ini adalah Aerodrome
(apron, runway, dan taxiway) dan Tower (departure dan arrival).
Sepinggan Aerodrome Control berfungsi memberikan Aerodrome
Control Service, Flight Information Service dan Alerting Service di
wilayah sekitar Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad
Sulaiman. Peralatan ini terdiri dari Transmiter dan Receiver yang
dipakai untuk pengontrolan pesawat sampai dengan jarak radius 10
NM dari Bandara dengan ketinggian 2500 feet.

14
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Berikut adalah spesifikasi dari Very High Frequency Transmitter


dan Receiver ADC.
1. VHF A/G ADC Transmitter (Primary)
Merk : NEC
Tipe : T-N4110 B
Power Output : 25 watt
Frekuensi : 118.1 MHz
Jangkauan Pancar : 50 NM
Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Sepinggan Tower
Nomor Seri : 174B102702-001
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar
Koordinat : 11505.87S/1165439.87E

Gambar 3.1 VHF ADC Transmitter (Primary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

15
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

2. VHF ADC Transmitter (Secondary)


Merk : TELEFUNKEN
Tipe : S-31811
Power Output : 50 watt
Frekuensi : 118.7 MHz
Jangkauan Pancar : 100 NM
Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Sepinggan Tower
Nomor Seri : 51049521
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar
Koordinat : 11505.87S/1165439.87E

Gambar 3.2 VHF ADC Transmitter (Secondary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

16
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

3. VHF A/G ADC Receiver (Primary)


Merk : NEC
Tipe : R-N4120A
Power Output :-
Frekuensi : 118.1 MHz
Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Sepinggan Tower
Nomor Seri : 174B102705-001
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Tower Ruang Penerima
Koordinat : 11549.49S/1165343.80E

Gambar 3.3 VHF ADC Receiver (Primary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

4. VHF A/G ADC Receiver (Secondary)


Merk : NEC
Tipe : R-N4120A
Power Output :-
Frekuensi : 118.7 MHz

17
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Jenis Antenna : Omnidirectional


Jenis Modulasi : AM
Callsign : Sepinggan Tower
Nomor Seri : 174B102705-001
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Tower Ruang Penerima
Koordinat : 11549.49S/1165343.80E

Gambar 3.4 VHF ADC Receiver (Secondary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

b. Very High Frekuensi Transmitter dan Receiver APP (VHF TX&RX


APP)
Approach Control berfungsi memberikan approach control service
kepada pesawat terbang yang beroperasi di wilayah udara Balikpapan
Terminal Control Area. Terdiri dari Transmiter dan Receiver yang
dipakai untuk pengontrolan pesawat sampai dengan jarak 100 NM dari
Bandara sampai dengan ketinggian 24.500 feet.

18
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Berikut adalah spesifikasi dari Very High Frekuensi Transmitter


dan Receiver APP.
1. VHF A/G APP Transmitter (Primary)
Merk : PAE
Tipe : T6T
Power Output : 50 W
Frekuensi : 120.4 MHz
Jangkauan Pancar : 100 NM
Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Balikpapan Approach
Nomor Seri : 6V10062 / 6V10063
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 2015
Penempatan : Gedung Pemancar
Koordinat : 11505.87S/1165439.87E

Gambar 3.5 VHF APP Transmitter (Primary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

19
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

2. VHF A/G APP Transmitter (Secondary)


Merk : NEC
Tipe : T-N4110A
Power Output : 50 W
Frekuensi : 121.0 MHz
Jangkauan Pancarar : 100 NM
Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Balikpapan Approach
Nomor Seri : 174B102701-001
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar
Koordinat : 11505.87S/1165439.87E

Gambar 3.6 VHF APP Transmitter (Secondary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

20
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

3. VHF A/G APP Receiver (Primary)


Merk : PAE
Tipe : T6R
Power Output :-
Frekuensi : 120.4 MHz
Jangkauan Pancar : 100 NM
Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Balikpapan Approach
Nomor Seri : 6V18716/ 6V18717
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 2015
Penempatan : Gedung Tower Ruang Penerima
Koordinat : 11505.87S/1165439.87E

Gambar 3.7 VHF APP Receiver (Primary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

4. VHF A/G APP Receiver (Secondary)


Merk : NEC
Tipe : R-N120 A
Power Output :-
Frekuensi : 121.0 MHz

21
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Jangkauan Pancar : 100 NM


Jenis Antenna : Omnidirectional
Jenis Modulasi : AM
Callsign : Balikpapan Approach
Nomor Seri : 174B102701-001
Hubungan : ATC dan Pilot
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Tower Ruang Penerima
Koordinat : 11549.49S/1165343.80E

Gambar 3.8 VHF APP Receiver (Secondary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

c. Very High Frequency A/G Transmitter dan Receiver Emergency


(VHF TX/RX Emergency)
Peralatan ini terdiri dari Transmiter dan Receiver yang dipakai
untuk pengontrolan pesawat sampai dengan jarak 70 NM dari Bandara,
digunakan dalam kondisi emergency.
Berikut adalah spesifikasi dari Very High Frequency A/G
Transmitter dan Receiver Emergency.
1. VHF A/G Transmitter Emergency
Merk : NEC
Tipe : T 4110 A
Power Output : 50 watt

22
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Frekuensi : 121,5 MHz


Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar

Gambar 3.9 VHF Transmitter Emergency


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

2. VHF A/G Receiver Emergency


Merk : NEC
Tipe : R N4120 A
Frekuensi : 121.5 MHz
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Tower Ruang Penerima

23
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.10 VHF Receiver Emergency


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

d. VHF-ER (Very High Frequency Extended Range)


Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jasa ACC yang memiliki
wilayah tanggung jawab yang sangat luas, maka dibeberapa tempat
dipasang peralatan VHFER (Extended Range). Pemancar, penerima
serta tiang antena VHF yang sangat tinggi ditempatkan di daerah
pegunungan atau di daerah dataran tinggi. Selanjutnya dibangun stasiun
radio untuk penempatan peralatan yang dimaksud, sehingga dapat
menjangkau daerah yang sangat luas sesuai kebutuhan.
Peralatan VHF-ER (Extended Range) yang berada di Bandar Udara
Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan
ini berfungsi sebagai perpanjangan jangkauan wilayah kendali Makassar
Air Traffic Service Controller (MATSC).
VHF-ER Transmitter (Primary)
Merk dan Negara : PAE/UK
Tipe : T6T Mk6
No. Seri : 6V10065 & 6V10066

24
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Lokasi : Gedung Pemancar


Frekuensi : 132.5 MHz 8 KHz
Power Consump : 600 VA
Power Output : 100 Watt
Tahun Instalasi : 2015

Gambar 3.11 VHF ER Transmitter (Primary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

VHF-ER Receiver (Primary)


Merk dan Negara : PAE/UK
Tipe : T6R Mk6
No. Seri : 6V18718 & 6V18719
Lokasi : Gedung Tower Ruang Penerima
Frekuensi : 132.5 MHz 8 KHz
Power :-
Power Consump : 40 VA
Tahun Inst : 2015

25
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.12 VHF ER Receiver (Primary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

VHF-ER Transmitter (Secondary)


Merk dan Negara : PAE/UK
Tipe : T6T
No. Seri : 136350HS
Lokasi : Gedung Pemancar
Frekuensi : 133,8 MHz 8 KHz
Power Consump : 600 VA
Power Output : 100 Watt
Tahun Instalasi : 2015

Gambar 3.13 VHF ER Transmitter (Secondary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

26
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

VHF-ER Receiver (Secondary)


Merk dan Negara : PAE/UK
Tipe : T6R
No. Seri : B6100
Lokasi : Gedung Tower Ruang Penerima
Frekuensi : 133,8 MHz 8 KHz
Power :-
Power Consump : 40 VA
Tahun Inst : 2015

Gambar 3.14 VHF ER Receiver (Secondary)


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

e. High Frequency Flight Service Station Transmitter dan Receiver (HF


TX/RX FSS)
FSS adalah suatu system yang dapat memancarkan sinyal yang
dialokasikan pada daerah HF (High Frequency), dan dapat pula
menerima sinyal dari pesawat yang berada pada daerah pelayanannya.
Alat ini berfungsi untuk memberikan pelayanan lalu lintas udara untuk
penerbangan domestik. Peralatan FSS merupakan salah satu peralatan
pendukung suatu Bandar Udara yang difungsikan untuk menuntun suatu
pesawat yang sedang bergerak untuk mencapai suatu Bandar Udara
yang dituju, dimana wilayah cakupan dari peralatan ini adalah daerah

27
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

yang dimana daerah tersebut tidak dapat dijangkau oleh pelayanan dari
ATC (Air Traffic Control).
Biasanya yang dicover oleh peralatan ini di Indonesia adalah Indonesia
bagian timur, hal ini dikarenakan di wilayah tersebut masih terdapat
cukup banyak blank area, yaitu suatu area yang belum tercover oleh
suatu Bandar Udara, namun tidak menutup kemungkinan juga
digunakan untuk menuntun pesawat didaerah bagian barat Indonesia.
Berikut adalah spesifikasi HF FSS Transmitter dan Receiver :
1. HF FSS Transmitter
Merk : TOSHIBA
Type : JRC - 107
Power Output : 1 KW
Frekuensi 1 : 8882 KHz
Frekuensi 2 : 6577 KHz
Frekuensi 3 : 8957 KHz
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar

28
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.15 HF FSS Transmitter


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017
2. HF FSS Receiver
Merk : TOSHIBA
Type : JRC - 253
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Penerima HF

29
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.16 HF FSS Receiver


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

f. High Frequency Single Side Band/ Point to Point Transmitter dan


Receiver (HF SSB/PTP TX/RX)
Terdiri dari Transmitter dan Receiver yang berfungsi untuk
koordinasi dengan bandara terdekat yang tidak memiliki peralatan
Automatic Message Switching Centre (AMSC).
Berikut adalah spesifikasi dari High Frequency Transmitter dan
Receiver Single Side Band :
1. HF Transmitter SSB
Merk : TOSHIBA
Tipe : JRC 107
Power Output : 1 KW
Frekuensi 1 : 5340 Khz
Frekuensi 2 : 6554 Khz

30
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Frekuensi 3 : 8082.5 Khz


Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar

Gambar 3.17 HF SSB Transmitter


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

2. HF Receiver PTP
Merk : TOSHIBA
Tipe : JRC 253
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Penerima HF

31
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.18 HF PTP Receiver


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

g. VCSS (Voice Communication Switching System)


VCSS adalah salah satu peralatan komunikasi terintegrasi yang
memudahkan ATC controller untuk mengendalikan secara efisien
komunikasi A/G (Air to Ground), DS (Direct Speech) dan saluran
PABX (Public Automatic Branch Exchange) dengan menekan pilihan
saluran pada TED (Touch Entry Display).
Prinsip Kerja
VCSS bekerja dengan cara menggabungkan jalur komunikasi A/G
(Air to Ground). DS (Direct Speech) dan saluran PABX (Public Address
Branch Exchange) ke server VCSS, kemudian oleh server jalur A/G
(Air to Ground), DS (Direct Speech) dan saluran PABX (Public Address

32
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Branch Exchange) dibentuk sebuah sistem switching yang kemudian


ditampilkan pada TED (Touch Entry Display).
Jalurnya dimulai dengan comunication equipment yang terhubung
dengan server VCSS. Lalu masuk ke MDF (main distribution frame)
yang berada di ruang Telnav. Dari MDF masuk IDF (intermediate
distribution frame) NETVIEL yang khusus untuk VCSS. Setelah itu
masuk ke Bix Block dimana didalamnya berisi dengan kumpulang krone
yang letaknya dibelakang server VCSS. Bix Block menjadi jalur ke
sistem switching. Dari krone tersebut masuk ke DAP (digital analog
processing) dilanjutkan ke COP (computer proessing) yang berisi
hubungan port serial dan ethernet. Pada COP ini terjadi looping east
west. Terdapat 4 looping position yaitu loop pertama pada maintenance
room, loop selanjutya pada ruang ADC, 2 loop terakhir pada ruang APP
(controller dan TMA).
Merk : HARRIS
Tipe : LIBERTY STAR
Instalasi : 2012
Penempatan : Gedung Operasional

33
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.19 Server VCSS


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Gambar 3.20 Display Client VCSS Ruang Surveillance


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

34
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

h. Voice Recorder
Adalah fasilitas keselamatan penerbangan yang digunakan untuk
Merkam percakapan penerbangan antara pilot ATC serta koordinasi
antar Controller dan digunakan sebagai sarana Bantu di dalam
penyelidikan suatu kecelakaan pesawat udara.
Di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman
Sepinggan Balikpapan memiliki 2 peralatan recorder, peralatan
recorder dengan merk MDK dan merk Versadial. Tetapi, saat ini untuk
peralatan recorder dengan merk MDK sejak Tahun 2016 sudah tidak
lagi digunakan. Jadi hanya menggunakan peralatan recorder dengan
merk Versadial. Peralatan recorder dengan merk Versadial merupakan
peralatan yang baru diinstal pada Bulan April Tahun 2016 di Bandar
Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan
Balikpapan.
Berikut adalah spesifikasi dari Tape Recorder and Reproducer
Merk :Versadial
Type :Versadial
Banyak Channel :32
Instalasi :2016
Penempatan :Gedung operasional

35
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.21 Gambar Server Versadial


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Gambar 3.22 Remote Playback Versadial


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

36
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

i. Recorder pada ATC System


ATC System adalah fasilitas keselamatan penerbangan yang
digunakan untuk mengkombinasi, merekam dan menampilkan tampilan
video yang menggambarkan pesawat terbang yang didapat dari data
Radar dan dikombinasikan dengan data input penerbangan yang didapat
dari data ATC System. Peralatan ini juga digunakan untuk merekam
percakapan dari VCSS. Hal ini digunakan sebagai sarana bantu dalam
suatu penyelidikan aktifitas penerbangan.
Prinsip Kerja
Prinsip perekaman ricochet recorder dalam merekam display dari
ATC Automation system dan suara dari VCSS adalah dengan
menggunakan sistem software. Hasil display dari ATC system diambil
langsung dari monitor melalui kabel VGA. Data dari kabel VGA
dikonversi pada sentinel sehingga data dapat disimpan pada hard disk.
Sedangkan data suara dari VCSS dihubungkan dan dikonversi ke
recorder melalui E1 sebelum disimpan. Media penyimpanan data pada
ricochet recorder berupa 12 buah hard disk 2TB.
Spesifikasi peralatan Ricochet Recorder di Bandar Udara
Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Merk : RICOCHET
Tipe : RICOCHET ATC SW V. 3.5.1.0
Instalasi : 2012
Penempatan : Gedung Operasional

37
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.23 Recoder Ricochet


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

38
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.24 Remote Playback Ricochet


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

j. UHF Radio Link


Suatu pemancar dan penerima dengan frekuensi yang berbeda
sehingga komunikasi dapat berlangsung secara full duplex . Dalam
system transmisi dengan radio link, data awal dirubah oleh suatu
interface/modem kemudian dimodulasikan ke pemancar dan oleh
penerima diproses sebaliknya.
Merk dan Negara : NEC/Japan
Tipe : 1.5G4MB 600A
Jumlah : 1 set
Frekuensi : 7.125 MHz to 8.5 GHz
Power (daya) :-
Consump : 125 Watt
Output : +36 Dbm
Tahun Inst : 2016

39
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.25 UHF Radio Link


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017
Tx Rx
Tipe : MDP-400MB-1B
No. Seri : 86734
Lokasi : Gedung Tower Ruang Penerima
Tx Rx
Tipe : MDP-400MB-1B
No. Seri : 86743
Lokasi : Gedung Tower Ruang Penerima
PCM MUX
Merk dan Negara : RAISECOM
Tipe : RC3000-6
No. Seri : 101106000100B15B26B0036
Lokasi : Gedung Tower Ruang Penerima

40
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

UPS
Merk : APC
Tipe : SMT3000RM12U
No. Seri : AS1543141325 & AS1543141400
Lokasi :Gedung Pemancar&Gedung Tower Ruang Penerima

Gambar 3.26 Antenna Radio Link Tower ADC merk Raisecomp


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

k. Very Small Aperture Terminal (VSAT)


VSAT adalah sebuah antena berbentuk parabola kecil yang digunakan
untuk melakukan pengiriman data, gambar maupun suara via satelit,
sehingga sistem telekomunikasi VSAT dapat mencakup jarak yang sangat
jauh. VSAT bisa disebut juga stasiun penerima sinyal dari satelit dengan
antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.
Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke
satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik
lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke
sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang
selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada

41
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di


atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
- TTY
1. Balikpapan Makassar
2. Balikpapan Samarinda
- DIRECT SPEECH (DS)
1. Balikpapan Makassar
2. Balikpapan Tarakan
3. Balikpapan Banjarmasin
4. Balikpapan Samarinda
5. Balikpapan PBN
6. Balikpapan PLW
7. Balkpapan - Pontianak
- DATA RADAR
1. Balikpapan Makassar
- VHF-ER
1. Balikpapan Makassar
2. Balikpapan - Bontang
3.1.2 Fasilitas Navigasi dan Pengamatan
Yang termasuk fasilitas navigasi adalah semua peralatan elektronika yang
dipasang baik di darat maupun pada pesawat terbang yang akan menuntun
pesawat menuju ke arah atau posisi titik tertentu. Fasilitas navigasi yang ada
di Perum LPPNPI Cabang Balikpapan antara lain :
a. Non Directional Beacon (NDB)
NDB adalah suatu sistem navigasi udara yang memancarkan
gelombang omnidirectional elektromagnetik atau gelombang radio Low
Frequency (LF) atau Medium Frequency (MF) ke segala arah dan
memberikan petunjuk arah pesawat terhadap stasiun NDB yang

42
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

berkaitan dengan instrument yang berada di pesawat yaitu, Automatic


Directional Finder (ADF).
Pada saat pesawat menerima sinyal NDB, maka pilot akan
mendengar sinyal identifikasi sebanyak dua kali. Sesuai dengan
penunjukkan jarum indikator ADF, pilot dapat menentukkan arah dari
stasiun NDB. Pada saat pesawat tepat berada di atas stasiun NDB, maka
jarum indikator ADF akan berbalik 180 derajat, mengindikasikan
pesawat tepat berada di atas stasiun NDB.
Pemancar NDB beroperasi pada frekuensi 200 KHz sampai dengan
800 KHz dan secara terus menerus memancarkan frekuensi pembawa
(carrier) yang dimodulasi dengan kode Morse yang berfrekuensi audio
1020 KHz.

Gambar 3.27 Transmitter NDB


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

43
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.28 Antena Transmitter NDB


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Jenis-jenis NDB dilihat dari power yang digunakan dapat dibedakan


menjadi 3, yaitu :
a. Low Range (LR) : Daerah cakupan (coverage range) antara 50 NM
sampai dengan 100 NM (1NM = 1.853 Km) dengan daya Pancarar
antara 50 Watt sampai 100 Watt.
b. Medium Range (MR) : Daerah cakupan (coverage range) antara
100 NM sampai dengan 150 NM dengan daya Pancarar antara 100
Watt sampai 1000 Watt.

44
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

c. High Range (HR) : Daerah Cakupan (coverage range) antara 150


NM sampai dengan 300 NM atau lebih dengan daya Pancarar antara
1000 Watt sampai 3000 Watt.
Fungsi-Fungsi NDB :
Homing, Stasiun NDB yang dipasang di dalam lingkungan bandara
dan dioperasikan untuk memandu penerbangan dalam
mengemudikan pesawat udara menuju lokasi bandara.
En-Route, Stasiun NDB yang dipasang di luar lingkungan bandara
pada suatu lokasi tertentu dan dioperasikan untuk member panduan
kepada pesawat udara yang melakukan penerbangan jelajah di jalur
penerbangan yang terdapat Blank Spot.
Holding, Stasiun NDB yang dipasang di luar atau di dalam
lingkungan dan digunakan untuk memandu penerbangan yang
sedang melakukan holding, yaitu menunggu antrian dalam
pendaratan yang diatur dan atas perintah pengatur lalu lintas udara /
controller.
Locator, Stasiun NDB yang dipasang pada perpanjangan garis
tengah landasan pacu guna memberikan panduan arah pendaratan
kepada penerbang pada saat posisi pesawat berada di kawasan
pendekatan untuk melakukan pendaratan.
Berikut adalah spesifikasi NDB
Merk : NAUTEL
Tipe : ND-12000-020-500 / 100
Power Output : 1000 W
Koordinat Antena : 01 15 07 419 S, 116 54 39 732 E
Frekuensi : 365 KHz
Instalasi : 1993
Penempatan : Shelter NDB ( Sepinggan )
Ident : OL

45
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

b. Doppler Very High Frequency Omni Directional Radio Range


(DVOR)
Merupakan fasilitas navigasi udara yang digunakan untuk
memberikan sinyal panduan ke segalah arah (omnidirectional) dengan
azimuth, dari 0 sampai 360 derajat, terhadap lokasi stasiun VOR.
Dengan memilih channel frekuensi VOR, pilot akan mendapat arah atau
azimuth TO ke arah stasiun VOR atau FROM dari atau
meninggalkan stasiun VOR. Setiap stasiun VOR mempunyai kode
identifikasi yang dipancarkan dengan kode morse. Alat ini memberikan
arah yang lebih jelas atau sudut azimuth yang lebih teliti daripada NDB.
Berikut adalah Spesifikasi dari DVOR :
Merk : Selex ES
Tipe : 1150A DOPPLER
Daya : 100 W
Frekuensi : 117,2 Mhz
Ident : BPN
Instalasi : 2015
Penempatan : Pada shelter DVOR (Kec. Batakan)
Koordinat Antena : 011444.99S
1165625.43E
Monitor : Azimuth Angle
30 Hz Modulation
9960 Hz Modulation
Deviation
RF Level
Tx Power
Carrier Power/Modulasi/VSWR

46
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

LSB/USB Sideband power


Subcarrier/Ident level
Bearing
Rx carrier

Gambar 3.29 Server DVOR


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

47
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.30 Stasiun Antena DVOR


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Prinsip Kerja
DVOR bekerja berdasarkan asas effect Doppler dimana dengan
frekuensi kerja 108 Mhz 118 Mhz yang memberi panduan kepada
pesawat terbang ke segala arah dengan azimuth dari 0 sampai 360
derajat terhadap lokasi VOR. Semua VOR memakai dua buah signal
yang dimodulasikan secara AM dan FM yaitu 30 Hz sebagai reference
dan 30 Hz sebagai variable. Sebenarnya kedua signal ini membentuk
perhitungan sudut akibat dari pergeseran fase signal variable terhadap
signal reference sesuai posisi pesawat terhadap stasiun VOR sehingga
diperoleh beda fase tertentu yang menunjukkan sudut derajat
azimuthnya.
1) Signal 30 Hz reference dipancararkan kesegala arah (omni
directional) dengan fase yang sama pada setiap azimuth dari 0
sampai 360 derajat.

48
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

2) Sedangkan sinyal Variable adalah sinyal 30 Hz Frequency


Modulation (FM) yang phasenya berbeda pada setiap titik.
Dengan mengukur perbedaan phase antara sinyal 30 Hz AM dan 30 Hz
FM, pilot dapat mengetahui azimuth dari stasiun VOR.
c. Distance Measuring Equipment (DME)
DME adalah peralatan bantu navigasi udara yang merupakan
kombinasi sistem antara ground dengan aircraft untuk mengukur jarak
kemiringan/slank distance antara pesawat dengan stasiun DME. DME
merupakan suatu transponder yang mengubah besaran waktu menjadi
besaran jarak. DME biasanya colocated dengan VOR. DME bekerja
pada frekuensi UHF yaitu 962-1213 MHz. Band frekuensi tersebut
terbagi menjadi 252 kanal yaitu 126 kanal X dan 126 kanal Y yang
memiliki frekuensi masing-masing sebesar 1 MHz. Berikut adalah
spesifikasi dari DME di Perum LPPNPI Cabang Madya Balikpapan.

Merk : Selex ES
Tipe : Model 1119A
Power Output : 1000 Watt
Ident : BPN
Frekuensi : 1206 MHz (Tx) dan 1143 MHz (Rx)
Koordinat Antena : 01 14 44 499 S
116 56 25 337 E
Penempatan : Pada shelter DVOR
Instalasi : 2015
Prinsip kerja
Sinyal interogasi yang dipancararkan atau dikirim oleh pesawat,
kemudian diterima DME. Dalam hal ini peralatan yang di Ground
Station adalah sebagai transponder, diproses dalam waktu 50s dan
dikembalikan lagi sebagai replay sama persis dengan yang diterima
oleh pesawat. Maka sinyal yang dikirim dari ground Station tersebut

49
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

diterima oleh pesawat dalam bentuk besaran jarak interval waktu untuk
mengirim dan menerima serta memproses sinyal pada ground Station
yaitu selama 50 s. Jadi, pesawat akan mengetahui jarak dengan
ground Station setelah 50 s. Jarak yang diterima oleh pesawat ini
berupa slank range/sisi miring pesawat terhadap Ground Station.
Ada 4 fungsi dari DME :
1) Position Fixing (menentukan posisi yang tepat)
2) En-route Separation (pemisahan dalam perjalanan)
3) Approach to An Airport (pendekatan ke Bandara)
4) Calculating Ground Speeds (menghitung kecepatan
berdasarkan perhitungan dari darat)

Gambar 3.31 Server DME


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

50
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

d. Automatic Terminal Information Service (ATIS)


ATIS adalah alat telekomunikasi penerbangan yang
memancarkan informasi cuaca di sekitar bandara secara otomatis ke
pesawat terbang. ATIS juga berfungsi sebagai pemberi informasi
seperti arah angin, kecepatan angin, QNH, dan QFE kepada pilot
berupa suara dengan cara broadcast. Berita tersebut diperbarui
setiap 30 menit
Berikut adalah spesifikasi dari Automatic Terminal
Information Service (ATIS)
ATIS Console
Merk : KRAME
Tipe :-
Instalasi : 2006
Penempatan : Gedung Operasional

Gambar 3.32 ATIS Console


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

51
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.33 Reproducer ATIS


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

ATIS Transmitter
Merk : NEC
Tipe : N4110 A
Frekuensi : 127.6 MHz
Instalasi : 1993
Penempatan : Gedung Pemancar

52
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.34 ATIS Transmitter


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

e. Instrument Landing System (ILS)


Peralatan ILS merupakan alat bantu alat bantu navigasi yang
memberi informasi kepada pilot untuk pendekatan menuju
landasan. ILS dimaksudkan untuk memudahkan pilot mengadakan
pendekatan ke landasan terutama pada waktu cuaca kurang baik dan
visibility yang terbatas.
ILS terdiri dari 3 komponen antara lain :
1) Localizer
Peralatan ini berfungsi untuk membimbing pesawat agar
berada pada centerline of runway dalam proses pendaratannya.
Pemancar memancarkan frekuensi carrier yang dimodulasi AM

53
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

(Amplitude Modulated) dengan dua sinyal sinusoidal yaitu 90


Hz dan 150 Hz. Bila pesawat pada posisi perpanjangan as
landasan, akan menerima sinyal modulasi 90 Hz dan 150 Hz
dengan phase terhadap carrier sehingga (DDM = 0).
Prinsip Kerja
Signal yang diberikan oleh Localizer yaitu CSB signal
(carrier and sideband) dan SBO signal (sideband only).
a) CSB (Carrier and Side Band)
Sinyal CSB adalah RF frekuensi carrier yang
dimodulasi dengan dua frekuensi audio, 90 Hz dan 150 Hz
dan menghasilkan suatu sinyal modulasi amplitudo yang
terdiri dari : RF Carrier (FC), Upper Sideband, RF plus 90
Hz dan RF plus 150 Hz, Lower Sideband, RF minus 90 Hz
dan RF minus 150 Hz
Besarnya modulasi AM audio frekuensi (90 Hz atau
150 Hz) pada frekuensi carrier adalah 20 %, total modulasi
kedua audio tersebut adalah 40 %.
b) SBO (Side Band Only)
Sinyal SBO adalah frekuensi sideband saja dan
frekuensi carriernya dilemahkan (dihilangkan). Karena ada
dua audio modulasi frekuensi (90 Hz dan 150 Hz), hasil
frekuensi sideband adalah :
Frekuensi RF Carrier plus dan minus 90 Hz
Frekuensi RF Carrier plus dan minus 150 Hz.
Supaya menghasilkan radiasi ILS seperti yang diminta
perlu merubah hubungan fase dari SBO tersebut
Menggeser fase 180 antara sideband 90 Hz dan sideband
150 Hz.

54
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Selanjutnya menggeser fase 180 sinyal SBO pada separuh


sistem jajaran antenna.
Sebagian dari jajaran antenna akan memancarkan
kombinasi sinyal CSB dan SBO dimana sideband 90 Hz
akan saling menambahkan (sama fasenya), sedangkan
sideband 150 Hz akan saling menghilangkan (berbeda fase
180)
Sebagian dari jajaran antenna yang sebaliknya akan
memancarkan kombinasi sinyal CSB dan SBO dimana
sideband 150 Hz akan saling menambahkan (sama
fasenya), sedangkan sideband 90 Hz akan saling
menghilangkan (berbeda fase 180)
Sinyal CSB dipancararkan dari sepasang antenna bagian
tengah dari jajaran antenna localizer dan menghasilkan
DDM = 0 pada landasan.

Gambar 3.35 Pancaran Sinyal Localizer


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

55
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Berikut adalah Spesifikasi dari Localizer di Bandar udara


Internasional Sepinggan Balikpapan.
Merk : Selex ES
Tipe : 2100
Frekuensi : 110.9 MHz
Power Output : 15 Watt
Ident : IBPN
Koordinat Antena : 01 16 25 364 S
116 52 53 904 E
Penempatan : Pada shelter LLZ (RWY 07)
Instalasi : 2016
Jenis Modulasi : AM
Jangkauan Pancaran : 25 NM
Jenis Antenna : Directional

Gambar 3.36 Transmitter Localizer


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

56
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.37 Antena Localizer


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

2) Glide Path
Adalah komponen dari ILS yang memberikan panduan secara
vertical untuk jalur pesawat tertentu dengan sudut normalnya 3
dengan horizontal dari pesawat. Sinyal navigasi, gelombang
90/150 Hz yang dimodulasi secara AM, dipancararkan dari system
antenna GP dalam bentuk sinyal carrier dan sinyal sideband murni
yang memberikan paduan pesawat di udara.
Berikut adalah Spesifikasi dari Glide Path di Bandar Udara
Internasional Sepinggan Balikpapan.
Merk : Selex ES
Tipe : 2110
Frekuensi : 330.8 MHz
Power Output : 5 Watt

57
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Jangkauan Pancaran : 10 Nm
Jenis Antena : Directional
Koordinat Antena : 01 15 57 573 S
116 54 09 493 E
Penempatan : Pada shelter GP (sisi kiri RWY 25)
Instalasi : 2016

Gambar 3.38 Transmitter Glide Path


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

58
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.39 Antena dan Shelter Glide Path


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Prinsip kerja
Glide Path dibentuk oleh radiasi di lapangan dimana pada
centerline GP terdapat modulasi depth (kedalaman modulasi)
90/150 Hz adalah sama (masing-masing bernilai 40%). Pada
daerah di atas path, 90 Hz lebih dominan dibandingkan 150 Hz,
sedangkan pada daerah di bawah path, 150 Hz dominan
dibandingkan 90 Hz. Tidak ada kode stasiun dan sinyal audio
yang dihasilkan oleh Glide Path. Elemen dasar yang dihasilkan
oleh Glide Path yaitu :

59
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

a) Carrier Power
Yaitu output dari pemancar (CW) yang dimodulasikan oleh
sinyal yang sama 90/150 Hz. Sehingga carrier pada bagian ini dan
sideband 90/150 akan muncul.
b) Sideband Power
Yaitu bagian dari output pemancar (CW) yang dimodulasikan
secara seimbang dengan 90 Hz : 150 Hz. (dengan catatan bahwa
hubungan phase RF antara 90 Hz dan 150 Hz pada sideband
adalah berbeda phase, sedangkan hubungan phase RF antara 90
Hz dan 150 Hz pada carrier adalah sephase)
c) Antenna Bawah
Antenna dengan reflector tunggal, ditempatkan dengan
ketinggian h/2 di atas permukaan tanah dan digunakan untuk
memancarkan gelombang carrier.
d) Antenna Atas
Antenna dengan reflector tunggal, ditempatkan dengan
ketinggian h dari permukaan tanah dan digunakan untuk
memancarkan gelombang sideband.

Gambar 3.40 Pancaran Sinyal CSB dan SBO pada Glide Path
Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

60
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

3) Middle Marker
Merupakan bagian dari peralatan ILS yang memancarkan
sinyal radio frekuensi 75 MHz, dilengkapi dengan coding yang
berfungsi untuk memberikan panduan peringatan tentang jarak
1050 m dengan ketinggian 200 feet terhadap titik touch
down di tengah perpanjangan landasan / centre runway kepada
pilot agar pesawat yang akan mendarat dapat mengikuti secara
tepat.
Berikut adalah Spesifikasi dari Middle Marker di Bandar
Udara Internasional Sepinggan Balikpapan.
Merk : Selex ES
Tipe : 2130
Frekuensi : 75 MHz
Power Output : 1 Watt
Frekuensi Tone : Dash Dot Dash
Instalasi : 2016
Penempatan : Pada shelter MM
(960 m dari RWY 25)
Koordinat Antena : 01 15 37 787 S
116 54 46 266 E

61
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.41 Shelter dan Antena Middle Marker


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

4) Terminal Distance Measuring Equipment (T-DME)


Sub sistem peralatan ILS yang berfungsi untuk
memberikan informasi jarak kepada penerbang hingga
mencapai 115 mil terhadap ground Station. Peralatan ini
sebagai pengganti Outer Marker dan penempatannya berada
satu gedung (colocated dengan Glide Path) karena jika
pemasangan outer marker dilakukan maka posisi dari stasiun
outer marker berada di laut.
Berikut adalah Spesifikasi dari TDME
Merk : Selex ES
Tipe : 118A LPA

62
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Power Output : 100 Watt


Koordinat Antena : 01 15 57 573 S
116 52 53 904 E
Frekuensi : Int. 1007 Mhz,
Reply. 1070 Mhz
Instalasi : 2016
Penempatan : Pada shelter GP
(colocated with GP)
Ident : IBPN

Gambar 3.42 T-DME


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

f. Monopulse Surveilance Secondary Radar (MSSR)


Dalam penggunaannya Radar MSSR di Bandar Udara Internasional
Sepinggan Balikpapan berfungsi untuk menentukan posisi (jarak dan
Azimuth) serta ketinggian dan kecepatan pesawat udara termasuk
identifikasi dari masing-masing pesawat udara. MSSR merupakan

63
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

peningkatan dari SSR konvensional untuk mengatasi masalah-masalah


yang biasanya terjadi pada SSR konvensional.
Masalah yang timbul pada SSR konvensional adalah :
Jawaban/Reply masuk melalui Side Lobe Antenna
Pantulan karena adanya halangan/Obstacles
Jawaban/Reply yang diinterogasi oleh SSR lain
Jawaban/Reply yang garbled (kacau)
Prinsip kerja
Pada sistem SSR dengan monopulse ada tambahan sinyal yang
diterima yang dikenal dengan difference beam ( channel), sehingga
membutuhkan tiga receiver untuk memproses informasi yaitu untuk
menerima channel, channel dan channel.
Pada gambar di bawah ini menunjukkan sum dan difference beam.
Pengukuran kuat sinyal di receiver channel dan channel digunakan
untuk menentukan apakah posisi pesawat ada pada main beam. Beam
antena adalah simetris antara titik tengah terhadap kedua sisi
channel maupun channel. Rasio sinyal antara terhadap yang
sama dapat ditemukan pada dua tempat, di sisi yang berbeda dari titik
tengah. Sisi dimana sinyal datang dapat ditentukan dengan mengukur
phase relatif antara channel dengan channel, yang berbeda phase
180 antara dua sisi tersebut.

64
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.43 Pola Pancaran Radar MSSR


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Hasil perbandingan antara dan dikenal dengan Off Boresight


Angel (OBA) yang berupa tegangan. Nilai tegangan yang dihasilkan
selanjutnya dikonversi menjadi sudut koreksi terhadap boresight. Jika
nilai tegangan yang dihasilkan adalah nol maka koresksi sudut yang
diberikan terhadap boresight adalah nol karena pesawat berada pada
boresight. Jika tegangan yang dihasilkan adalah positif maka koreksi
sudut yang diberikan adalah penambahan terhadap sudut boresight
karena pesawat berada di sebelah kanan boresight. Jika nilai tegangan
yang dihasilkan adalah negatif maka koreksi sudut yang diberikan
adalah pengurangan terhadap sudut boresight karena pesawat berada di
sebelah kiri boresight.
Spesifikasi peralatan MSSR di Bandar Udara Internasional
Sepinggan Balikpapan, yaitu :
Merk : ELDIS

65
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Tipe : MSSR1
Power Output : Partial
Frekuensi : Tx 1030 0.001 MHz
Instalasi : 2008
Penempatan : Shelter MSSR (Sepinggan)

Gambar 3.44 Radar MSSR Merk Eldis


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

66
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.45 Display Radar MSSR


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Gambar 3.46 Antena Radar MSSR


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

67
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

g. ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast)


ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) adalah
system yang didesain untuk menggantikan fungsi Radar dalam
pengelolaan ruang udara bagi transportasi sipil. Dengan teknologi ini,
pesawat terbang terus menerus mengirim data ke sistem receiver di
bandara secara broadcast. Terdapat 3 fungsi penggunaan ADS-B,
yaitu ;
1. Posisi GPS yang dilaporkan oleh ADS-B menjadi lebih akurat
dibandingkan posisi yang dihasilkan oleh Radar dan juga lebih
konsisten. Sebagai kelanjutannya dalam IFR environment, maka
jarak antar pesawat terbang di udara dapat menjadi menjadi lebih
dekat dari jarak antara (separation) yang diperbolehkan
sebelumnya.
2. Surveillance dengan ADS-B lebih mudah dan lebih murah, baik
dalam hal pemasangan maupun pengoperasian dibandingkan
dengan Radar. Hal ini dapat diartikan bahwa wilayah udara yang
sebelumnya tidak memiliki Radar sehingga operasi penerbangan
hanya menggunakan sistem pemisahan procedural (procedural
separation). Dengan adanya ADS-B maka untuk daerah-daerah
yang tidak memiliki Radar akan dapat menikmati layanan dari
ATC yang lebih baik.
3. Karena ADS-B merupakan layanan broadcast yang dapat diterima
oleh pesawat terbang. Maka dengan ADS-B pesawat terbang akan
memiliki kemampuan traffic awareness yang akurat dan murah,
khususnya apabila dikaitkan dengan adanya pesawat terbang lain
di sekitarnya.
Merk : THALES
Type : AS-682
Power Consump : 60 VA

68
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Frequency : 1090 MHz


Jenis Antenna : Omnidirectional
Tahun Instalasi : 2010

Gambar 3.47 ADS-B Server


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Gambar 3.48 Antena ADS-B


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

69
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

3.1.3 Fasilitas Otomasi


a. ATC System
Adalah salah satu peralatan di Bandar Udara untuk mengolah
data yang digunakan untuk pemanduan lalu lintas udara yang hasil
datanya dapat digunakan oleh ATC untuk mengambil keputusan
dalam memandu pesawat.
Cara-cara pengaturan lalu lintas udara yang manual dirubah oleh
ATC system yang dapat meningkatkan efektifitas dan
produktifitas dari ATC controller.
Prinsip Kerja
ATC system menggunakan data-data radar yang kemudian
data tersebut diolah di RDP (Radar Data Processor) dan ATC
system juga menerima data Flight Plan dari AMSC oleh Briefing
Office dan data tersebut diolah oleh FDP (Flight Data Proessor),
kedua data dari RDP dan FDP di gabungkan sehingga tampilan
pada display menjadi lebih lengkap dan detail, kemudian akan
ditampilkan pada workStation-workStation dengan display
berukuran 2000x2000 pixcell atau yang biasa disebut 2k X 2k
yang digunakan ATC untuk melakukan pemanduan terhadap
penerbangan.
Spesifikasi peralatan ATC system di Bandar Udara
Internasional Sepinggan Balikpapan.
Merk : TERN SYSTEM
Tipe : TAS TERN-2NDTHH9RHH3
Instalasi : Tahun 2012
Penempatan : Gedung Operasional

70
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.49 Display ATC System


Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

Gambar 3.50 Display TMA ASD, FDO/FDD, CTR ASD di ruang APP
Sumber : Hasil Karya Penulis, 2017

71
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

b. Automatic Message Switching Center (AMSC)


AMSC adalah suatu alat yang digunakan untuk komunikasi data
penerbangan antara suatu bandara dengan bandara lain.
Komunikasi data penerbangan ini sangat penting karena berguna
untuk mengirimkan jadwal penerbangan, berita cuaca, NOTAM, atau
berita lain yang ada hubungannya dengan penerbangan. Sistem ini
disebut dengan AFTN (Aeronautical Fixed Telecommunication
Network).
Prinsip Kerja
AMSC memiliki sistem penyaluran berita (message switching)
berbasis computer yang bekerja secara store dan forward.
Penanganannya dilakukan dalam basis satuan berita.
Sistem AMSC ini digunakan dilingkungan penerbangan, yang
mengikuti standard format dan aturan penanganan berita yang
ditetapkan oleh ICAO. Yaitu ANNEX 10 Vol II untuk jaringan AFTN,
namun pada prinsipnya dapat dimodifikasi untuk format berita yang
lain. Sistem standard dari AMSC ini mempunyai keluaran berupa
saluran-saluran DC (current loop) dua kawat atau empat dengan satu
saluran internal dan external. Saluran ini dapat dihubungkan ke AMSC
lain (sesuai dengan jaringan yang ingin dibuat) atau langsung dengan
teleprinter.
Sistem AMSC dapat menerima, mengolah, dan mengirim berita
dalam beberapa jenis format yang umum digunakan dalam keperluan
aeronautical. Untuk format AFTN panjang maksimum berita dibatasi
sampai dengan 2100 karakter dalam penggunaannya. Biasanya
karakter kode yang digunakan adalah ITA 2 (International
Telegraph Alphabet 2) atau Boudut Code dan IA -5 atau ASCII. Kode
konversi antara suatu circuit masukan dan keluaran dilakukan AMSC
secara otomatis dengan cara software konversi karakter dilakukan

72
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

dengan menggunakan table table konversi karakter karakter kode


tertentu.
Berikut adalah spesifikasi dari AMSC
Merk : ELSA AMSC
Tipe : AROMES - 1003QI
AFTN Terminal : ADC, APP, BO, dan Meteo
Instalasi : 2012
Penempatan : Ruang Com

Gambar 3.51 Server AMSC


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

73
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.52 wiring diagram AMSC Airnav Cabang Madya Balikpapan


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

74
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

3.2 Jadwal dan Kegiatan Harian Pelaksanaan On The Job Training


3.2.1 Jadwal Pelaksanaan On The Job Training
Pelaksanaan OJT di Airnav Cabang Madya Balikpapan pada Unit
Teknik CNS & Otomasi selama 12 minggu. Pada 9 minggu pertama,
Taruna melaksanaan OJT dengan mengikuti jam kantor (Office Hour),
yaitu jam 7.30 WITA sampai 17.00 WITA. Pada 3 minggu terakhir, Taruna
melaksanakan OJT dengan mengikuti jadwal shift.
Tabel 3.1 Jadwal OJT 9 Minggu Pertama
JAM JAM
NO HARI KETERANGAN
DATANG PULANG
1 Senin
2 Selasa
3 Rabu 07.30 17.00 Masuk
4 Kamis
5 Jumat
6 Sabtu
- - Libur
7 Minggu
Sumber: Hasil karya penulis, 2017

Tabel 3.2 Jadwal OJT 3 Minggu Terakhir


JAM
NO TANGGAL SHIFT
DATANG PULANG
1 5 Juni 2017 Pagi-siang 07.30 20.00
s/d
22 Juni
2 2017 Malam 19.30 08.00
Sumber: Hasil karya penulis, 2017

Adapun daftar hadir pelaksanaan kegiatan OJT Taruna terlampir pada


Lampiran.

73
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

3.2.2 Kegiatan Harian Pelaksanaan On The Job Training


Kegiatan harian pelaksanaan OJT di Airnav Cabang Madya Balikpapan
sejak Tanggal 3 April 2017 sampai 22 Juni 2017 terlampir pada Lampiran.
3.3 Permasalahan
Airnav Cabang Madya Balikpapan menggunakan Radar MSSR Mode S Merk
ELDIS sebagai fasilitas surveillance atau fasilitas pengamatan penerbangan.
Pada Radar MSSR terdiri dari 2 (dua) channel transmitter yaitu channel A dan
channel B. Dua channel tersebut bekerja secara redundent, artinya kedua sistem
sama-sama bekerja namun yang dipancarkan hanya satu channel saja. Sehingga
apabila salah satu channel mengalami kegagalan kerja maka otomatis akan
changeover ke channel lainnya.
Pada peralatan ini pernah mengalami kegagalan changeover yang dilakukan
secara manual dari channel A ke channel B melalui RCMS diruang Otomasi.
Setelah dicek dan dianalisa, ternyata Power Omega channel B drop sampai 800
watt dimana seharusnya Power tersebut bernilai 2000-2700 watt. Setelah
beberapa saat status Power Omega berwarna merah (alarm). Setelah itu
dilakukan pengecekan pada peralatan Radar ELDIS, pada lampu indikator Out
bagian Omega berwarna merah. Diindikasi bahwa pada Modul TMOS channel B
bagian Omega mengalami kerusakan. Kemungkinan terdapat komponen yang
telah rusak. TMOS channel B dibuka untuk dilihat bagian yang bermasalah. Pada
awalnya dilakukan pengecekan short atau tidaknya pada Transistor BLA 1011-
200 milik Sum dan Transistor BLA 1011-200 milik Omega dengan
menggunakan Avometer. Pada Transistor milik Sum setelah dicek hasilnya short,
sehinggan kondisinya baik. Namun pada Transistor milik Omega tidak short.
Sehingga disimpulkan bahwa Transistor milik Omega rusak.

74
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Gambar 3.53 Transistor BLA 1011-200 milik omega (rusak)


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

Gambar 3.54 Transistor BLA 1011-200 milik sum (baik)


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

75
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

TMOS pada masing-masing channel memiliki modul spare. Namun pada


spare modul TMOS channel B mengalami kerusakan juga pada bagian Transistor
untuk Omega dan Sum.
3.4 Penyelesaian Masalah
Tindakan yang dilakukan terkait TMOS channel B unserviceable antara lain :
Memasang Transistor BLA 1011-200 baru pada bagian Omega dan Sum di
TMOS spare dengan cara disolder.
Setelah disolder, dicek short atau tidaknya pada kedua Transistor. Hasilnya
keduanya short, sehingga terpasang dengan baik.
Melepas semua konektor pada TMOS channel B. Kemudian memasang
TMOS spare dan menyambungkan semua konektor kembali.
Hasilnya TMOS channel B masih unserviceable.
Lalu memindah Transistor BLA 1011-200 milik Sum pada TMOS spare ke
TMOS asli channel B dan dipasang pada bagian Omega.
Transistor BLA 1011-200 pada bagian Sum dalam kondisi baik. Sehingga
yang diganti hanya pada bagian Omega.
Hasilnya status di RCMS Radar pada Power Sum dan Omega tidak alarm.
Menguji coba untuk melakukan changeover dari channel A ke channel B
melalui RCMS Radar.
Hasilnya changeover berhasil.
TMOS channel B normal operasi.
Mengecek Power Omega melalui RCMS Radar. Power Omega menunjukan
3100-3200 watt (terlalu tinggi).
Menurunkan Power Omega melalui TAB TSS pada ISLS ATTN P1.
Menurunkan power dengan merubah nilai 9 ke 12. Sehingga power yang
awalnya 3100-3200 watt menjadi 2500-2700 watt.
Mencoba untuk changeover lagi secara manual dari channel B ke channel A
melalui RCMS Radar.
Hasilnya channel A normal operasi.

76
Perum LPPNPI Kantor Cabang Madya Balikpapan
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Untuk kondisi sekarang pada TMOS spare, Transistor BLA 1011-200 yang
terpasang pada bagian Sum rusak. Pada bagian Omega dalam kondisi baik.

Gambar 3.55 TMOS channel B (Normal operasi)


Sumber: Hasil karya penulis, 2017

77