Anda di halaman 1dari 19

PORTOFOLIO

PARONIKIA

Disusun Oleh :
dr. Eva Natalia Br. Manulang
Pendamping :
Dr. Soraya

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


RS BHAYANGKARA POLDA KEPRI
KOTA BATAM
TAHUN 2017

1
A. ANAMNESIS

Seorang pasien perempuan usia 38 tahun datang ke poliklinik Umum RS Bhayangkara Batam
dengan :

Identitas Pasien :

Nama : Ny.M
Umur : 38 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Tukang cuci
Alamat : Tunggul hitam
Status : Menikah
Suku : Minang

Keluhan Utama : Bengkak disertai nyeri pada ibu jari kaki kiri dan kanan sejak 5 hari yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang:


Bengkak kemerahan disertai nyeri pada ibu jari kaki kiri dan kanan sejak 5 hari yang lalu.
Awalnya satu minggu yang lalu pasien memotong kuku sambil mencongkel-congkel pinggir kuku
terutama ibu jari karena terdapat banyak kotoran pada pinggir kuku tersebut. Kemudian daerah
disekitar kuku kedua ibu jari bengkak, merah dan terasa nyeri, kemudian pasien mencongkel-
congkel sampai keluar nanah dan darah. Bengkak, nyeri dan bernanah hanya pada kedua ibu jari
kaki, sedangkan di jari lain tidak ada. Pasien menyangkal adanya demam. Pasien sehari-hari
bekerja sebagai tukang cuci pakaian, sehabis mencuci pakaian kaki pasien tidak dikeringkan.
Riwayat menggunakan sepatu yang sempit disangkal. Riwayat trauma tidak ada. Gatal-gatal pada
daerah kuku ibu jari sebelumnya disangkal. Riwayat sakit diabetes mellitus disangkal. Sebelum
nya pasien sudah berobat ke bidan dan diberikan obat makan, diminum 3x sehari namun pasien
lupa nama obatnya, tetapi bengkak serta nyeri pasien tidak berkurang

Riwayat penyakit dahulu:

Tidak ada menderita penyakit seperti ini sebelumnya

Riwayat atopi dan penyakit keluarga:

Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan yang sama seperti pasien.

2
Pasien tidak ada memiliki riwayat atopi.

B. PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis

Keadaan umum : Tampak sakit ringan

Kesadaran : Composmentis

Frekuensi Nadi : 72x/menit

Frekuensi nafas : 18x / menit

Suhu : Afebris

Tekanan darah : 120/80 MmHg

Status gizi : Baik

Pemeriksaan thorak : dalam batas normal

Pemeriksaan abdomen : dalam batas normal

Status dermatologikus

Lokasi : tepi ibu jari kaki kiri dan kanan

Distribusi : simetris

Bentuk : tidak khas

Susunan : tidak khas

Batas : tidak tegas

Ukuran : numular

Efloresensi : jaringan sekitar kuku udem eritem, terdapat pus, warna kuku tidak
berubah

3
status venereologikus : Tidak ditemukan kelainan

kelainan selaput : Tidak ditemukan kelainan

kelainan kuku : Tidak ditemukan kelainan

kelainan rambut : Tidak ditemukan kelainan

kelainan kelenjar limfe : Tidak ditemukan pembesaran KGB di daerah leher, retroaurikula,
supraklavikula, aksila dan inguinal.

C. RESUME
Seorang pasien perempuan 38 tahun datang ke poliklinik umu RS Bhayangkara Batam dengan
keluhan utama bengkak disertai nyeri pada ibu jari kaki kiri dan kanan sejak 5 hari yang lalu.
Awalnya satu minggu yang lalu pasien memotong kuku sambil mencongkel-congkel pinggir kuku
terutama ibu jari karena terdapat banyak kotoran pada pinggir kuku tersebut. Kemudian daerah
disekitar kuku kedua ibu jari bengkak, merah dan terasa nyeri, kemudian pasien mencongkel-congkel
sampai keluar nanah dan darah. Pasien sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Riwayat
menggunakan sepatu sempit disangkal. Riwayat trauma tidak ada pasien belum pernah menderita

4
penyakit seperti ini sebelumnya dan tidak ada memiliki riwayat atopi. Dari pemeriksaan status
generalis : tidak ditemukan kelainan.
Status dermatologikus : Lokasi ditepi ibu jari kaki kiri dan kanan. Distribusi simetris. Bentuk dan
susunan tidak khas. Batas tidak tegas. Ukuran numular . Efloresensi jaringan sekitar kuku udem
eritem, terdapat pus .
DIAGNOSIS KERJA
Paronikia

DIAGNOSIS BANDING
pionikia

PEMERIKSAAN ANJURAN
Tes sensitisasi
Kultur pus

PENATALAKSANAAN

Terapi umum
Penjelasan / penyuluhan kepada pasien :
Jangan mencongkel-congkel kuku jari kaki.
Menjaga kebersihan kaki, setelah berkontak dengan air kotor, dan tanah,kaki segera dicuci,
serta menjaga agar kaki tetap kering.
Memotong kuku tidak terlalu dalam
Meminum obat antibiotik sampai habis dan kontrol kembali

Terapi khusus
Sistemik
Amoxicilin 3 x 500 mg
Asam mefenamat 3 x 500 mg

Topikal
Kompres dengan Pemangas Kalikulus (PK) dengan pengenceran 1:10.000 3x sehari selama 15 menit.
Asam fucidat 2 %, dipakai 3 x sehari selama 7 hari.

5
PROGNOSIS

Quo ad sanam : bonam

Quo ad vitam : bonam

Quo ad kosmetikum : bonam

Quo ad functionam : bonam

6
BAB IV
TINJAUAN PUSTAKA

EPIDEMIOLOGI
Paronychia lebih sering ditemukan pada wanita dibanding pria, dengan perbandingan 3:1. Dapat
dialami oleh semua golongan umur dan semua ras. Menurut Steve Lee, MD, paronychia (di AS)
sering terjadi pada infeksi tangan, kejadiannya mencapai 35%. Pada umumnya terjadi karena
kontak dengan air yang lama dan terus menerus, terutama dialami oleh pencuci, pekerja bar,
penanam bunga, pembuat roti, dan sejenisnya.

DEFINISI
Paronychia (Paronikia) adalah infeksi pada lipatan kuku yang disebabkan oleh kuman (bakteri)
Streptokokus, ditandai dengan pembengkakan lipatan kuku. Paronikia adalah infeksi pada kulit
di sekitar kuku jari tangan atau kuku jari kaki. Paronychia biasanya akut, tetapi kasus kronis bisa
terjadi. Pada paronychia akut, bakteri (biasanya staphylococcus aureus atau streptococci) masuk
melalui robekan pada kulit diakibatkan dari bintil kuku, trauma pada lapisan kuku (lapisan pada
kulit keras yang tumpang tindih disisi kuku), hilangnya kutikula, atau iritasi kronis (seperti dari
air dan detergent). Paronychia lebih umum pada orang yang menggigit atau menghisap jari-jari
mereka. Pada kaki, infeksi seringkali mulai pada jari kaki yang tumbuh ke dalam. Paronychia
terjadi sepanjang garis tepi kuku (samping dan dasar lapisan kuku) kebanyakan
penderita paronychia mengalami rasa sakit terlebih pada saat berjalan, kehangatan, kemerahan,
dan pembengkakan. Nanah biasanya terkumpul dibawah kulit sepanjang garis tepi kuku dan
kadangkala di bawah kuku.

ANATOMI KUKU
a. Dasar kuku
Dasar kuku merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku, yaitu dari batas lunula sampai ke
hiponichium. Sebagian sel epidermis dasar kuku menyatu dengan lempeng kuku,
yaitu bagian ventral lempeng kuku. Pada dasar kuku yang matur tidak terdapat granula
keratohialin, tetapi pada beberapa keadaan patologis dasar kuku menunjukkan lapisan
granular, dan terdapat produksi stratum korneum yang sama dengan epidermis normal.

7
Produksi sel-sel tanduk dalam keadaan seperti ini dapat mendorong lempeng kuku ke
atas.
b. Lipat kuku
Lipat kuku proksimal dan lateral merupakan batas dan pelindung struktur dan menolong
arah pertumbuhan kuku. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan dari epidermis
pada dorsum kuku yang melindungi matriks dan kutikula adalah produk keratinnya.
Struktur ini sangat panting, karena penyakit kuku yang terbanyak, paronikia kronik,
terutama mengenai daerahini. Lipat kuku terdiri dari dua lapis epidermis yaitu
bagian dorsal, yang membentuk dorsal epidermis jari dan bagian ventral yang menutupi
lempeng kuku yang baru dibentuk. Proses keratinisasi tidak berbeda dengan epidermis di
tempat lain. Lapisan tanduk bagian ventral menjadi melekat dengan permukaan lempeng
kuku yang baru dibentuk dan bergerak ke distal untuk jarak pendek. Lapisan tanduk ini
disebut kutikula. Penyakit yang mengenai lipat kuku proksimal mempengaruhi lempeng
kuku yang baru dibentuk.
c. Struktur subkutan
Dermis pada apendiks kuku dibatasi oleh falang di bawahnya,dan tidak terdapat jaringan
subkutis. Dermis dan epidermis dasar kuku bersatu dengan gambaran tongue in
groove.Daerah dermis ini mengandung banyak kapiler yang memberi warna pink, serta
badan glomus. Darah dialirkan dari arteri digitalis yang mempunyai banyak cabang
dorsal, ventral dan cabanguntuk lipat kuku proksimal. Bagian distal membentuk
rantingranting proksimal dan distal yang memberi makan pulpa, dasar kuku dan
hiponikium. Jalannya saraf sesuai dengan pembuluh darah

PENYEBAB PARONIKIA

Paronikia Akut :

Paronychia akut biasanya terjadi akibat peristiwa traumatis, namun kecil, yang memecah
penghalang fisik antara kuku dan kuku, gangguan ini memungkinkan infiltrasi organisme
menular.

8
Paronychia akut dapat disebabkan oleh kondisi yang tampaknya tidak berbahaya, seperti
hangnails, atau dari kegiatan, seperti menggigit kuku, mengisap jari, manicuring, atau
penempatan kuku buatan.
Staphylococcus aureus merupakan organisme penyebab infeksi yang paling umum.
Organisme, seperti Streptococcus dan spesies Pseudomonas, bakteri gram negatif, dan
bakteri anaerob adalah organisme penyebab lainnya.
Akut (kronis dan) paronychia juga dapat terjadi sebagai manifestasi dari penyakit lainnya,
seperti pemphigus vulgaris. Meskipun kasus keterlibatan kuku di pemphigus vulgaris jarang
terjadi, mereka bisa menjadi berat, yang melibatkan beberapa digit dan perdarahan.

Paronikia Kronis :
Penderita alergi
Penderita diabetes
Terutama disebabkan oleh ragi jamur Candida albicans.
Penyebab jarang lainnya dari paronychia kronis termasuk bakteri, infeksi mikobakteri, atau
virus, kanker metastatik, melanoma subungual, karsinoma sel skuamosa, dan penyakit
Raynaud. Oleh karena itu, neoplasma jinak dan ganas harus selalu dikecualikan ketika
paronychia kronis tidak menanggapi pengobatan konvensional.
Paronychia kronis yang paling sering terjadi pada orang-orang yang tangannya berulang kali
terkena lingkungan lembab atau pada mereka yang telah diperpanjang dan diulang kontak
dengan iritasi seperti asam ringan, alkali ringan, atau bahan kimia lainnya. Orang yang paling
rentan termasuk pembantu rumah tangga, mesin pencuci piring, bartender, dan perenang.
Kondisi-kondisi lain yang berhubungan dengan kelainan lipatan kuku yang mempengaruhi
individu untuk kronis paronychia termasuk psoriasis, kandidiasis mukokutan, dan toksisitas
obat dari obat-obatan seperti retinoid, epidermal pertumbuhan inhibitor reseptor faktor
(cetuximab), dan inhibitor protease. [1, 2] Dari khususnya bunga adalah obat antiretroviral
indinavir, yang menginduksi efek retinoidlike dan tetap penyebab paling sering paronychia
kronis pada pasien dengan penyakit HIV

9
FAKTOR RESIKO
Alergi: Alergi Kulit untuk nail polish atau lateks dapat meningkatkan kesempatan Anda
memiliki paronychia. Memiliki alergi terhadap makanan tertentu dapat menyebabkan
peradangan di kulit Anda yang menyebabkan infeksi. Hal ini dapat terjadi pada orang-orang
yang menangani makanan sering.
Obat-obatan tertentu: obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati HIV dan kanker
dapat meningkatkan risiko Anda. Tanyakan penyedia layanan kesehatan Anda untuk
informasi lebih lanjut tentang kondisi dan obat-obatan.
Bahan kimia: Menggunakan sabun tertentu, deterjen dan bahan kimia lainnya sering dapat
menyebabkan kulit Anda menjadi meradang. Hal ini dapat menyebabkan paronychia kronis.
Penyakit: Beberapa penyakit autoimun dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk
menyerang sel sendiri dan menyebabkan peradangan. Penyakit kulit autoimun termasuk
psoriasis, pemphigus vulgaris atau lupus eritematosus. Kanker kulit dan diabetes juga dapat
meningkatkan kesempatan Anda memiliki paronychia. Tanyakan penyedia layanan kesehatan
Anda untuk informasi lebih lanjut tentang penyakit ini
Tumbuh ke dalam kuku: Ini adalah ketika ujung kuku Anda tumbuh ke dalam kulit Anda.
Sebuah kuku tumbuh ke dalam dapat menyebabkan robekan pada lipatan kuku Anda dan
menyebabkan infeksi. Tanyakan penyedia layanan kesehatan Anda untuk informasi lebih
lanjut tentang kuku tumbuh ke dalam.
Cedera: Sebuah cedera pada lipatan kuku Anda dapat menyebabkan istirahat (air mata) di
kulit Anda. Cedera dapat terjadi jika Anda mendapatkan serpihan di jari atau kaki, atau
ketika Anda memilih di sebuah bintil kuku. Bintil kuku adalah sepotong kulit longgar di
daerah lipatan kuku Anda. Cedera juga dapat terjadi jika Anda mengisap jari atau menggigit
kuku Anda. Memiliki manikur dan memakai kuku palsu juga dapat menyebabkan cedera
pada lipatan kuku Anda.
Rendaman air : Pekerjaan yang mengharuskan Anda untuk merendam tangan Anda dalam air
sering dapat meningkatkan risiko Anda untuk paronychia. Kolam sering juga dapat
meningkatkan risiko Anda.

10
TANDA DAN GEJALA
Kulit tampak merah dan membengkak, bisa disertai lepuhan-lepuhan yang berisi nanah (terutama
jika penyebabnya adalah bakteri). Kuku memiliki ruang yang terbatas, karena itu infeksi
cenderung menimbulkan nyeri. Kuku bisa mengalami perubahan warna, bentuk atau terlepas dari
bantalannya.

Tanda-tanda (gejala klinis) Paronychia, antara lain:


- Pembengkakan pada lipatan kuku. Tak jarang infeksi tersebut mengeluarkan nanah.
- Kemerahan dan nyeri di daerah lipatan kuku dan sekitarnya.
- Pada kasus yang kronis, dapat berlangsung 6 minggu atau lebih.

KLASIFIKASI
Paronikia dapat dibagi menjadi:
Paronikia akut
Pasien dengan paronychia akut sering hadir dengan riwayat trauma kecil untuk jari kuku
atau manipulasi, disengaja atau tidak. Keluhan menyajikan adalah nyeri, nyeri, dan
bengkak di salah satu lipatan lateral kuku. Paronikia akut merupakan keluhan yang sering
terjadi dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. Keadaan ini dapat didahului oleh
trauma lokal, misalnya kuku pecah, atau menggigit kuku, atau dapat pula terjadi tanpa
trauma pendahuluan. Juga sering terjadi sebagai komplikasi paronikia kronik, bila
terkena organisme lain, termasuk streptokokus, Pseudomonas pyocyaneaceae, organisme
koliform dan Proteus vulgaris. Gejalanya adalah bengkak yang nyeri pada lipat kuku dan
dapat mengeluarkan pus. Bila letaknya cukup superfisial, dapat dengan mudah didrainase
melalui insisi dengan menggunakan skalpel yang tajam, tanpa anestesi. Lesi yang lebih
dalam paling baik diobati dengan antibiotika dulu, tetapi bila tidak cepat membaik,
diperlukan insisi dengan anestesi.
Paronikia kronis
Umumnya, pasien melaporkan gejala berlangsung 6 minggu atau lebih. Peradangan,
nyeri, dan bengkak dapat terjadi secara episodik, seringkali setelah terkena air atau
lingkungan yang lembab. Paronikia kronik sering terjadi pada orang yang
tangannya banyak terkena air, terutama orang-orang dengan tangan yang dingin. Sering

11
terjadi pada orang yang diabetik. Lebih sering pada wanita daripada pria. Dapat timbul
pada umur berapa saja,tetapi kasus tersering adalah antara 30 sampai 60 tahun. Kadang-
kadang terlihat pada anak-anak, terutama akibat pengisapan jari atau jempol. Merupakan
penyakit yang dominan pada ibu-ibu rumah tangga dan orang yang mempunyai pekerjaan
tertentu seperti juru masak, pelayan bar, pedagang ikan. Gejala dimulai sebagai
pembengkakan ringan, jauh lebih ringan daripada paronikia akut. Kutikula dapat hilang
dan pus dapat terbentuk di bawah lipat kuku. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh
infeksi Candida albicans. Eksaserbasi akut dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh
infeksi bakteri sekunder. Berbagai organisme dapat ditemukan, termasuk Stafilokokus
aureus atau albus, Proteus vulgaris, Escherichia coli dan Pseudomonas pyocyanea. Pada
kasus yang lama ukuran kuku dapat berkurang dan kesan ini diperbesar oleh pembesaran
lipat kuku.

PATOFISIOLOGI
Paronikia adalah suatu infeksi yang terjadi pada lipatan kuku baik kuku jari-jari kaki maupun
tangan disebabkan oleh bakteri Stafilokokus (Staphylococcus aureus) dan Streptokokus
(Streptococcus). Bakteri lain, seperti Pseudomonas, bakteri gram negatif dan bakteri anaerob.
Infeksi dapat terjadi karena trauma, memotong kuku terlalu pendek dan juga dapat berakibat
menggigit kuku bakteri masuk melalui robekan pada kulit, trauma pada lapisan kuku (lapisan
pada kulit keras yang tumpang tindih disisi kuku), hilangnya kutikula, atau iritasi kronis (seperti
dari air dan detergent). Paronychia lebih umum pada orang yang menggigit atau menghisap jari-
jari mereka. Pada kaki, infeksi seringkali mulai pada jari kaki yang tumbuh ke dalam., seperti
kuku jari jempol kaki

DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis dan sindrom Reiter mungkin juga melibatkan lipatan kuku proksimal dan dapat meniru
paronychia akut. Paronychia akut rekuren harus meningkatkan kecurigaan adanya herpes
whitlow, yang biasanya terjadi pada petugas kesehatan sebagai akibat inokulasi topikal. Kondisi
ini juga dapat mempengaruhi anak-anak sehat setelah terinfeksi herpes primer oral. Herpetic
whitlow muncul satu atau sekelompok bula dengan penampilan seperti sarang lebah dekat
dengan kuku. Diagnosis dapat dikonfirmasi oleh pengujian Tzanck atau biakan virus. Insisi dan

12
drainase kontraindikasi pada pasien herpetic wihlow. Terapi dengan tujuh sampai sepuluh hari
salep acycliver 5% atau krim asiklovir (Zovirax) atau agen antivirus oral seperti asiklovir,
famsiklovir (Famvir), atau valacyclovir (Valtrex), tetapi bukti dari uji klinis yang kurang.
PENATALAKSANAAN

Paronikia akut
Bila letaknya cukup superfisial, dapat dengan mudah didrainase melalui insisi dengan
menggunakan skalpel yang tajam, tanpa anestesi. Lesi yang lebih dalam paling baik diobati
dengan antibiotika dulu, tetapi bila tidak cepat membaik, diperlukan insisi dengan anestesi.
Beberapa pengarang menganjurkan pengangkatan sepertiga lempeng kuku untuk
menambah drainase dan mempercepat penyembuhan. Penatalaksanaan paronikia akut :
Membasahi air hangat kali terkena 3-4 jari per hari sampai gejala menyelesaikan membantu.
Antibiotik oral dengan gram positif cakupan terhadap Staphylococcus S, seperti amoksisilin
dan asam klavulanat (Augmentin) atau klindamisin (Cleocin), biasanya diberikan bersamaan
dengan membasahi air hangat. Cleocin dan Augmentin juga memiliki aktivitas anaerobik,
sehingga mereka berguna dalam mengobati pasien dengan paronychia karena anaerob lisan
dikontrak melalui kuku mengisap menggigit atau jari. Cleocin harus digunakan sebagai
pengganti Augmentin pada pasien yang alergi terhadap penisilin.
Jika paronychia tidak menyelesaikan atau jika berkembang menjadi abses, harus dikeringkan
segera.
Pengobatan medis awal terdiri dari penerapan agen antijamur topikal. Miconazole topikal
dapat digunakan sebagai agen awal. Ketoconazole oral atau flukonazol dapat ditambahkan
dalam kasus yang lebih parah.
Pasien dengan diabetes dan penderita immunocompromised membutuhkan pengobatan lebih
agresif karena respon terhadap terapi yang lebih lambat pada pasien ini dibandingkan dengan
orang lain.
Dalam kasus yang disebabkan oleh retinoid atau inhibitor protease, yang paronychia biasanya
sembuh jika obat dihentikan.

13
Paronikia kronik
Bagian yang sangat penting pada pengobatan paronikia kronik adalah menjaga agar tangan tetap
kering. Untuk pekerjaan yang banyak berhubungan dengan air, pasien dianjurkanuntuk memakai
sarung tangan karet. Dapat digunakan timol 2-4%, atau alkohol 95% untuk meningkatkan
kekeringan. Anti jamur topikal seperti him mikonasol, klotrimasol, nistatin atau amfoterisin B
sebaiknya diberikan. Barlow dkk menganjurkan penggunaan antibiotika topikal pada siang hari
dan anti jamur topikal pada malam hari.Bila lebih parah dianjurkan memberikaneritromisin per
oral, karena mereka selalu menemukan stafilokok patologik yang sensitif terhadap antibiotik ini
pada keadaan ini. Norton menganjurkan untuk mencoba memberikan ketokonasol oral bila terapi
antijamur topikal tidak memberikan hasil yang baik. Pada pasien dengan tangan dingin,
dianjurkanuntuk memberikan vasodilator. Penatalaksanaan paronikia kronis :
Pengobatan awal paronychia kronis terdiri dari penghindaran faktor penyebab dan faktor
resiko seperti paparan lingkungan lembab atau iritasi kulit. Menjaga kering lesi yang terkena
sangat penting untuk pemulihan. Pilihan alas kaki juga dapat dipertimbangkan.
Kasus-kasus ringan paronychia kronis dapat diobati dengan beredam di air panas. Merendam
ke dalam campuran air hangat 50% dan 50% sabun antibakteri cair tiga sampai empat kali
sehari selama sekitar 15 menit. Perendaman ini harus dilakukan pada gejala awal berupa
kemerahan di sekitar kuku.
Kapan menghubungi Dokter
jika kemerahan melampaui kulit di sekitar kuku. Kemerahan ini menunjukkan bahwa
infeksi mungkin membentuk infeksi jari yang lebih serius dengan pembentukan nanah
dari jaringan dalam ujung jari Anda.
jika terdapat tumpukan nanah yang banyak. Dimana nanah tersebut harus dikeluarkan
dengan cara steril
Pada kasus yang berat, infeksi dapat bergerak di bawah kuku dan perlu pembuangan kuku
sebagian atau lengkap (cabut kuku).
Tidak perlu pemberian antibiotika Kecuali pada selulitis yang luas
Bila diperlukan Dokter akan mengambil sedikit nanah untuk diperksa di laboratorium untuk
mengetahui jenis bakteri yang terlibat dalam infeksi.
Jangan menyayat kulit yang bernanah sendiri di rumah, jika caranya tidak tepat malah
membuat infeksi menjadi meluas.

14
Jika ditangani dengan tepat, dapat sembuh dengan baik, kuku yang telah di cabut pun dapat
tumbuh kembali dengan sempurna.

Intervensi bedah
Jika paronychia tidak menyelesaikan meskipun upaya medis terbaik, intervensi bedah dapat
diindikasikan. Juga, jika abses telah dikembangkan, insisi dan drainase harus dilakukan.
Debridement mungkin diperlukan jika infeksi fulminan hadir.

Akut paronychia

Typical appearance of paronychia.


Teknik no-incision adalah sebagai berikut:
- Abses paronychial kurang maju dapat dikeringkan hanya dengan lembut mengangkat
lipatan eponychial dari kuku dengan menggunakan instrumen tumpul kecil seperti
probe logam atau Lift (lihat gambar di bawah). Pemisahan ini dilakukan di
persimpangan perionychium dan eponychium dan meluas proksimal cukup untuk
memungkinkan visualisasi dari tepi kuku proksimal. Kemudian, ketiga proksimal
kuku dapat dipotong dengan gunting dan nanah dievakuasi. Khas penampilan
paronychia. Paronychia akut sederhana dapat dikeringkan dengan meninggikan
lipatan eponychial dari kuku dengan benda tumpul kecil seperti probe logam atau
elevator.
- Teknik ini tidak memerlukan sayatan ke dalam matriks. Seringkali, tidak ada eksisi
dari setiap jaringan dibuat karena hanya diseksi tumpul dan pemisahan yang
dibutuhkan untuk mengevakuasi nanah dari paronychia tersebut.
- Luka harus baik irigasi dengan larutan natrium klorida isotonik, dan kemasan kasa
polos harus dimasukkan di bawah flip untuk menjaga rongga terbuka dan
memungkinkan drainase.
- Pasien harus menerima antibiotik oral selama 5-7 hari.
- Packing akan dihapus setelah 2 hari, dan membasahi larutan natrium klorida yang
hangat dimulai
Teknik single- and double-incision
- Jika paronychia ini lebih maju, mungkin perlu menorehkan dan dikeringkan.
15
- Blok anestesi digital biasanya diperlukan. Jika agen anestesi yang digunakan, harus
terdiri dari 1% lidokain (Xylocaine) tanpa epinefrin untuk blok cincin. Injeksi lokal
dari agen anestesi ke paronychia atau luka sering tidak memadai dan lebih
menyakitkan daripada pemberian obat dari blok cincin digital.
- Jika paronychia hanya melibatkan 1 kali lipat lateral jari, sayatan membujur tunggal
harus ditempatkan dengan baik nomor-11 atau pisau nomor 15 diarahkan menjauh
dari kuku lipat untuk mencegah cedera proksimal dengan pertumbuhan kuku kelainan
berikutnya. Jika kedua lipatan lateral jari terlibat, sayatan dapat dilakukan di kedua
sisi kuku, memperluas proksimal ke dasar kuku.
- Setelah sayatan tunggal atau ganda dibuat, lipatan eponychial seluruh diangkat untuk
mengekspos dasar kuku dan mengeringkan nanah.
- Yang ketiga proksimal kuku dihapus dengan menggunakan teknik yang dijelaskan
untuk teknik no-sayatan.
- Setelah abses dikeringkan, saku harus baik irigasi dengan larutan natrium klorida
isotonik, dikemas dengan kemasan polos, dan berpakaian.
- Pasien harus menerima antibiotik oral selama 5-7 hari.
- Dressing dan kemasan yang dibuang di sekitar 2 hari, dan jari yang terkena diobati
dengan peredam panas selama 10-15 menit 3-4 kali per hari.

Paronikia Kronis
Bedah minor dilakukan pembedahan ringan Teknik bedah yang paling umum digunakan untuk
mengobati paronychia kronis disebut marsupialization eponychial.
Tehnik Bedah marsupialization eponychial
- Pertama dibius dengan 1% lidokain (Xylocaine) dengan epinefrin tidak dengan
menggunakan metode cincin blok digital.
- Tourniquet kontrol digit proksimal dilakukan dengan menggunakan jari sarung tangan
lateks dengan ujung distal dipotong.
- Dengan pisau 15 No, sayatan berbentuk bulan sabit dibuat proksimal ke tepi distal dari
lipatan eponychial.
- Sayatan distal dibuat sekitar 1 mm proksimal ke tepi distal eponychium dan sepanjang
kurva nya.

16
- Pada ujungnya terluas, sayatan proksimal adalah sekitar 5 mm dari sayatan distal.
- Sayatan akan muncul simetris dan meluas ke tepi lipatan kuku di setiap sisi.
- Semua jaringan yang terkena dalam batas-batas bulan sabit dan diperpanjang bagian
bawah, tapi tidak termasuk, matriks germinal yang dipotong. Akibatnya, prosedur ini
exteriorizes matriks kuku terinfeksi dan terhambat dan memungkinkan drainase nya.
- Jika lempeng kuku yang terlalu cacat pada saat operasi, mungkin akan dihapus.
- Dipotong dikemas dengan sumbu kasa polos, yang diganti setiap 2-3 hari.
- Epitelisasi dari cacat dieksisi terjadi selama 2-3 minggu ke depan.
- Peningkatan Nail terjadi selama 6-9 bulan ke depan tapi mungkin membutuhkan selama
12 bulan menjadi jelas

PENCEGAHAN
Hindari menggigit kuku
Pakailah sarung tangan karet jika hindak memgang benda atau melakukan pekerjaan yang
berpotensi menimbulkan trauma.
Kontrol penyakit kronis, seperti penyakit alergi, diabetes.
Sering Cuci tangan, terutama setelah bekerja di tanah, pertukangan, atau pekerjaan di mana
tangan Anda menjadi kotor dan memiliki potensi untuk luka dan goresan.
Setiap manipulasi kuku, seperti manicuring, mengisap jari, atau mencoba untuk menoreh dan
mengeringkan lesi, harus dihindari, ini manipulasi dapat menyebabkan infeksi bakteri
sekunder.

KOMPLIKASI
Komplikasi jarang terjadi, namun dapat berupa:
Abses
Perubahan menetap pada kuku
Penyebaran infeksi ke otot, tulang, atau peredaran darah 6,7

17
BAB V
KESIMPULAN

Paronikia adalah suatu inflamasi yang mengenai lipatan kulit di sekitar kuku. Paronikia
biasanya bersifat akut, tetapi kasus kronis bisa terjadi. Paronikia akut kerupakan keluhan yang
sering terjadi dan biasanya disebabkan olehstafilokokus. Keadaan ini dapat didahului oleh
trauma lokal, misalnya kuku pecah, atau menggigit kuku, atau dapat pula terjadi tanpa trauma
pendahuluan. Paronikia kronik sering terjadi pada orang yang tangannya banyak terkena air,
terutama orang-orang dengan tangan yang dingin. Sering terjadi pada orang yang diabetik. Lebih
sering pada wanita daripada pria. Dapat timbul pada umur berapa saja,tetapi kasus tersering
adalah antara 30 sampai 60 tahun. Kadangkadang terlihat pada anak-anak, terutama akibat
pengisapan jari atau jempol. Merupakan penyakit yang dominan pada ibu-ibu rumah tangga dan
orang yang mempunyai pekerjaan tertentu seperti juru masak, pelayan bar, pedagang ikan.

Pengobatan paronikia akut terdiri dari merendam dalam air hangat, terapi antimikroba,
dan drainase. Paronikia kronis hindari kontak iritan, terapi anti jamur, dan steroid. Jika tidak
berespon dengan pengobatan lakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mengetahui ada tidak nya
penyebab lain seperti keganasan.

18
DAFTAR PUSTAKA

1. Rigopoulos D, Larios G, Gregorious S. Acute amd chronic paronychia. Am Fam


Physician.2008;77(3)339-346,347-348.http://www.aafp.org/afp/2008/0201/p339.html.
Accessed on May 20, 2013
2. Paronychia [internet] 2011 [ cited 2011 May 5]. Available from:
http://www.ncbi.nlm.gov/pubmedhealth/PMH0002416/. Accessed on May 20, 2013
3. Paronychia. Available at: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001444.htm.
Accessed May 20th, 2013. Rockwell P. Acute and chronic paronychia. Am Fam
Physician.2001;63:1113-6.http://www.aafp.org/afp/2001/0315/p1113.html. Accesed on
May 20,2013
4. (Murphy-lavoie H. Paronychia in emergency.[internet] 2012 [updated 2012 May 31].
Available from: http://www.emedicine.medscape.com/article/785158.overview.
Accessed on May 20, 2013
5. Vira. Teknik Roser Plasty. [internet]. 2009 [updated 2009 April 25]. Available from :
http://viramedika.blogspot.com/2009/04/teknik-roser-plasty.html. Accessed on may 20,
2013

6. Ferguson A. Treatment decision following a fingertip injury. Br J Nurs. Oct 12-25


2006;15(18):1006.
7. Tosti A, Piraccini BM. Treatment of common nail disorders. Dermatol Clin. Apr
2000;18(2):339-48.

19