Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN BERKEBUTUHAN KHUSUS


An. C DENGAN GANGGUAN
SISTEM SENSORI PERSEPSI : TUNA RUNGU
DI SLB NEGERI CICENDO
BANDUNG

Disusun Oleh :

KINANTI DEVIA LARASATI

220112160511

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXIII


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2017
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. C DENGAN GANGGUAN
SISTEM SENSORI PERSEPSI : TUNA RUNGU
DI SLB NEGERI CICENDO
BANDUNG

1. Identitas Klien
Nama : An. C
Tanggal lahir : 5 Oktober 2011
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 5 tahun 7 bulan
Agama : Islam
Suku : Sunda
Tanggal dikaji : 2 Mei 2017
Status : Anak ke-3 dari 3 bersaudara
Alamat : Jl.Waluya No.9 Bandung.
Identitas Orang Tua
Nama Ayah / Ibu : Tn. K/ Ny. Y
Pekerjaan Ayah / Ibu : Swasta/ IRT
Pendidikan Ayah / Ibu : S1/ S1
Alamat : Jl.Waluya No.9 Bandung.

2. Keluhan Utama :
Klien merupakan anak dengan kebutuhan khusus yakni tuna rungu.

3. Riwayat Kesehatan Sekarang :


Pada saat klien berusia 1 tahun, kedua orang tuanya membawa anaknya untuk
melakukan pemeriksaan pendengaran di klinik gangguan dengar dan bicara bagian ilmu
penyakit THT FK Unpad RSUP Hasan Sadikin Bandung.
Pada saat pengkajian dilakukan, klien sudah menggunakan alat bantu dengar.
Komunikasi yang dilakukan dengan insyarat dan ekspresi wajah tanpa suara

4. Riwayat Kesehatan Dahulu


Tidak ada

5. Riwayat Kesehatan Keluarga


Klien merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Kedua kakaknya tidak ada yang
mengalami gangguan yang sama. keduanya normal dan dapat berkomunikasi dengan
baik.

6. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
- Keadaan umum pasien baik, tampak tenang dan sedikit pemalu.
- TTV : Nadi 96x/menit, RR 20x/menit, TD 90/70 mmHg,
Suhu 36,5oC
- GCS : E4 M6 V5 (15)
b. Kepala
Inspeksi : ukuran simetris, tampak bersih, lesi (-).
Palpasi : massa (-)
- Rambut
Inspeksi : rambut panjang dan rapi, warna hitam.
Palpasi : rambut halus dan lembab
- Mata
Inspeksi : Konjungtiva merah muda, lapang pandang masih bisa melihat dalam
180o, pupil isokor 3 mm kanan dan kiri, alis dan kelopak mata baik, sclera
kanan sclera kiri berwarna putih, iris berwarna coklat tua.
Fungsi penglihatan : klien menggunakan kacamata berlensa cekung.
- Telinga
Inspeksi : posisi simetris, tidak ada penumpukan serumen, dan tidak ada cairan
Palpasi : tekstur telinga normal (tidak adanya luka), nyeri (-), bengkak (-),
pada prosesus mastoideus nyeri (-) dan massa (-).
Fungsi pendengaran : klien menggunakan alat bantu dengar sebagai media
komunikasi.
- Hidung
Inspeksi : bentuk hidung mancung, lesi (-), secret (-), mukosa lembab, NGT (-
), alat bantu pernapasan (-). Tidak terdapat pergerakan cuping hidung.
Palpasi : nyeri (-), massa (-).
- Mulut
Inspeksi : Bibir dan mukosa lembab, sianosis (-), lesi (-). Gigi rapi, tidak
terdapat karies gigi, warna gigi putih agak kekuningan. Warna gusi merah
muda, edema (-), pendarahan (-), lesi (-). Refleks menelan baik.
c. Leher
Inspeksi : leher simetris, massa (-)
Palpasi : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
d. Dada
Inspeksi : bentuk simetris, frekuensi napas teratur, tidak adanya distress
pernapasan
Palpasi : benjolan (-), nyeri tekan (-), taktil fremitus teraba jelas.
Perkusi : bunyi resonan
Auskultasi : bunyi paru-paru dan bunyi jantung regular
e. Abdomen
Inspeksi : bentuk datar, lesi (-), massa (-)
Auskultasi : Bising usus 8x/menit
Perkusi : bunyi timpani
Palpasi : nyeri tekan (-), penegangan abdomen (-), massa (-)
Fungsi Pencernaan : Mual (-) Muntah (-)
f. Ekstremitas
Inspeksi : Ekstremitas atas dapat bergerak dengan baik tanpa keterbatasan gerak,
bentuk simetris begitupun dengan ekstremitas bawah. Kuku pendek.
Palpasi : edema (-)

Kekuatan otot 5 5
5 5
- Ekstremitas Atas : Simetris, CRT <2 detik, akral teraba hangat
- Ekstremitas Bawah : Simetris, CRT <2 detik, akral teraba hangat
g. Genitalia
Klien tidak memiliki keluhan terhadap bagian genitalia.
h. Rektum dan Anus
Klien tidak memiliki keluhan terhadap bagian rectum dan anus.
i. Kulit
Kulit berwarna kecoklatan dan bersih.

7. Pemeriksaan Perkembangan
- Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud)
Fase Latent (4 5 tahun sampai masa pubertas )
Masa tenang tetapi anak mengalami perkembangan pesat aspek motorik dan
kognitifnya. Disebut juga fase homosexual alamiah karena anak-anak mencari teman
sesuai dengan jenis kelaminnya, serta mencari figur (role model) sesuai jenis
kelaminnya dari orang dewasa.
Temuan : Klien tidak memiliki hambatan ketika bersosialisasi dengan teman-
temannya. Klien memiliki teman dekat yang berjenis kelamin perempuan

8. Data psiko-sosio-spiritual
a. Sosial
Klien kooperatif dalam diajak berkomunikasi walaupun terdapat hambatan dalam
berkomunikasi. Klien dapat berkomunikasi dengan melalui media alat bantu
dengar dan bahasa isyarat.
b. Psikologis
Klien adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak-kakaknya tidak mengalami
hal yang sama dengan klien. Klien tampak peraya diri dan aktif.
c. Spiritual
Klien tetap terlihat senang dan bahagia, berusaha melakukan yang terbaik dari apa
yang sedang ia lakukan, terbukti dari apa yang dilakukan di sekolah, klienlah yang
mengingatkan teman-temannya untuk tetap rapih dan patuh

9. Terapi
Klien menggunakan alat bantu dengar dengan Model Oticon S. 300 sp . dengan frekuensi
90db pada telinga kiri dan 100db pada telinga kanan
10. Analisa Data
DATA ETIOLOGI MASALAH
DS : - Hambatan proses pertumbuhan Hambatan
DO : janin terutama saat pembentukan Komunikasi
- klien menggunakan alat saraf pendengaran pada minggu Verbal
bantu dengar ke 4 hingga awal minggu ke 9
- klien hanya dapat
berkomunikasi dengan Kelainan pada saraf pendengaran
bahasa isyarat

11. Diagnosa Keperawatan


Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan defek anatomis yang ditandai dengan
penggunaan alat bantu dengar dan penggunaan bahasa isyarat sebagai media komunikasi.
12. Rencana Asuhan Keperawatan

NO DIAGNOSA PERENCANAAN
KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
1 Hambatan Setelah dilakukan 1. Memberikan stimulus tepukan atau gerakan 1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman
komunikasi verbal intervensi dalam berkomunikasi (bahasa non verbal) terhadap sekitar melalui penggunaan
berhubungan keperawatan, stimulus terencana.
dengan defek menunjukan sikap 2. Peningkatan komunikasi, Defisit pendengaran 2. Membantu menerima dan mempelajaro
anatomis yang yang komunikatif bagi klien metode alternative untuk hidup dengan
ditandai dengan dengan kriteria: penurunan pendengaran.
penggunaan alat - Menggunakan KOLABORASI
bantu dengar dan bahasa nonverbal
penggunaan bahasa - Menggunakan 3. Kolaborasi untuk pemberian terapi wicara 3. Memfasilitasi kebutuhan komunikasi
isyarat sebagai bahasa isyarat klien dengan lingkungan sekitar.
media komunikasi.
13. Catatan Keperawatan

Diagnosa
Waktu Implementasi Evaluasi Paraf
Keperawatan

Hambatan 2 Mei 1. Memberikan stimulus - Klien tampak


komunikasi 2017 tepukan atau gerakan kooperatif dan bisa
verbal Jam 09.00 dalam berkomunikasi mengerti jika ia
berhubungan 12.00 (bahasa non verbal) dipanggil atau diajak
dengan defek bicara diawali dengan
anatomis yang menepuk pundaknya
ditandai 2. Peningkatan komunikasi, - Penyediaan kamus di kinan
dengan Defisit pendengaran bagi dalam kelas
penggunaan klien. Menggunakan membantu guru dan
alat bantu bahasa isyarat dalam murid untuk saling
dengar dan melakukan pendidikan berkomunikasi satu
penggunaan kesehatan saat cuci sama lain.
bahasa isyarat tangan.
sebagai media
komunikasi.

14. Catatan Perkembangan SOAP


Diagnosa Tanggal / Jam SOAP Paraf
Keperawatan
Hambatan 2 Mei 2017 S:
komunikasi Jam 12.00 Klien menyatakan bahwa ia
verbal mengingat nama guru dan juga
berhubungan perawat yang mengkaji
dengan defek O: Kinan
anatomis Klien tampak komunikatif
yang ditandai terhadap guru, teman dan juga
dengan perawat yang mengkaji
penggunaan A:
alat bantu Masalah teratasi sebagian
dengar dan P:
penggunaan Meningkatkan pengetahuan
bahasa isyarat mengenai bahasa isyarat
sebagai media
komunikasi.
15. Referensi
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 Tentang Standar
Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.
Moorehead S., Johnson M., Maas M. L., & Swanson E. 2012. Nursing Interventions
Classification (NIC) & Nursing Outcomes Classification (NOC). Philladelphia:
Mosby Elsevier.
Nanda International. 2014. Nursing Diagnoses 2015-17: Definitions and Classification.
Philladelphia: Wiley Blackwell.
Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud, Piaget, Erikson, Hurlock, dan Kohlberg.