Anda di halaman 1dari 1

KOMPLIKASI

Proses peradangan dapat menjalar secara hematogen, limfogen atau


langsung (perkontinuitatum) ke daerah sekitarnya. Infeksi dari submandibula
paling sering meluas ke ruang parafaring karena pembatas antara ruangan
ini cukup tipis.
8
Perluasan ini dapat secara langsung atau melalui ruang
mastikor melewati musculus pterygoid medial kemudian ke parafaring.
Selanjutnya infeksi dapat menjalar ke daerah potensial lainnya.
4
Penjalaran ke atas dapat mengakibatkan peradangan intrakranial, ke
bawah menyusuri selubung karotis mencapai mediastinum menyebabkan
mediastinitis. Abses juga dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh
darah. Bila pembuluh karotis mengalami nekrosis, dapat terjadi ruptur,
sehimgga terjadi perdarahan hebat, bila terjadi periflebitis atau endoflebitis,
dapat timbul tromboflebitis dan septikemia

Komplikasi
Abses dapat pecah spontan dan menyebabkan perdarahan dan aspirasi paru (Lee KJ,
1997; Surarso, 2011).
1. Penjalaran infeksi dan abses ke daerah parafaring yang dapat menyebabkan abses
parafaring. Penyebaran infeksi melalui m. konstriktor faringeus superior dapat
menyebabkan abses parafaring dimana bagian luar tonsil terikat longgar pada m.
konstriktor faringeus superior.
2. Infeksi meluas masuk ke mediastinum sehingga terjadi mediastinitis. Infeksi dapat
turun ke bawah (mediastinum) melalui ruang visceral vascular. Ruangan ini adalah
ruang potensial dalam carotid sheath yang berada mulai dari dasar tengkorak hingga ke
medistinum dan menerima kontribusi dari seluruh tiga lapisan fasia profunda dan dapat
menjadi tempat infeksi sekunder yang menyebar langsung dari ruang-ruang lain di leher
dalam termasuk dari ruang peritonsil.
3. Bila abses menjalar ke daerah intrakranial dapat mengakibatkan trombus sinus kavernosus,
meningitis dan abses otak. Infeksi dapat menyebar ke atas (intrakranial) melalui ruang visceral
vascular yang mulai dari dasar tengkorak menyebabkan trombus sinus kavernosus. Abses
peritonsil yang berkomplikasi menjadi abses parafaring dapat meluas ke intrakranial dimana
dasar ruang parafaring berada di dasar tengkorak (pars petrosus os temporal dan os sfenoid)