Anda di halaman 1dari 9

ANALISA DATA

No. DATA INDIKATOR KESIMPULAN MASALAH


KEPERAWATAN
1. a) Survey a) Pemberdayaan masyarakat Warga RT 05 Defisiensi Kesehatan
Berdasarkan survey KS, dalam meningkatkan mrngetahui program Komunitas
kewaspadaan diri dalam di pelayanan
didapatkan data bahwa
memonitoring faktor resiko kesehatan tapi tidak
sebanyak 33% (16 orang) menjadi salah satu tujuan ikut program yang
dalam program diselenggarakan
responden tidak mengetahui
pengendalian penyakit tidak tersebut.
bahwa terdapat program menular termasuk diabetes
mellitus dan hipertensi.
terkait HT dan DM, 37% (18
Posyandu merupakan salah
orang) responden satu program pengendalian
faktor resiko penyakit tidak
mengetahui adanya program
menular berbasis
tapi tidak ikut, dan responden masyarakat yang bertujuan
meningkatkan kewaspadaan
yang tahu dan ikut sebanyak
masyarakat terhadap faktor
30% (15 orang). resiko baik terhadap dirinya,
keluarga dan masyarakat
Wawancara
lingkungan
Selain dari survey KS, sekitarnya.(Depkes,2014)
dilakukan juga wawancara
menanyakanan alasan warga
tidak mengikuti program
pelayanan
kesehatan(posyandu).Sebagia
n besar warga tahu program
di elayanan kesehatan tapi
tidak ikut dikarenakan karena
banyak warga yang memilih
untuk bekerja dari pada
mengikuti program di
pelayanan kesehatan
Wawancara PJ Program
Pelaksanaan program PTM
hanya ada skrining di
posyandu (ukur TD dan BB).
Tidak ada anggaran dalam
pelaksanaan program
tersebut.
Serta belum adanya
monitoring evaluasi program
Wawancara Kader
Pelaksaan posyandu
dilakukan pada hari jumat
minggu pertama.
Pelatihan kader biasanya dari
puskesmas dan mahasiswa
Jumlah kader per RT adalah 1
orang

2. a) Survey a) Peningkatan tekanan darah Warga RT 05 masih Ketidakefektifan


Berdasarkan survey KS, yang berlangsung lama jarang memeriksakan Manajemen Kesehatan
(persisten) dapat TD atau GD ke
didapatkan data bahwa
menimbulkan kerusakan posyandu.
sebanyak 57% (28 orang) pada ginjal, jatung, dan
stroke apabila tidak
responden pernah
dideteksi secara dini dan
memeriksakan TD dan/atau tidak terkontrol .
(Riskesdas,2013)
GD ke posyandu, sedangkan
b) Program posyandu untuk
43% (21 orang) responden mengatasi Diabetes
Posyandu:
belum pernah
- Memeriksakan kesehatan
memeriksakan TD dan/atau secara rutin dan ikuti
anjuran dokter
GD ke posyandu
- Atasi penyakit dengan
sebelumnya. pengobatan yang tepat
dan teratur
Survey Hipertensi - Tetap diet sehat dengan
gizi seimbang
Pengetahuan: - Upayakan beraktivitas fisik
dengan aman
Rata-rata pengetahuan - Hindari rokok, alcohol dan
responden tentang zat karsinogenik lainnya
hipertensi dalam kategori
cukup (mean : 64,84).
Sebanyak 10 responden
(62,5%) memiliki tingkat
pengetahuan yang cukup, 5
responden (31,25%)
memiliki pengetahuan yang
baik, dan 1 responden
(6,25%) memiliki
pengetahuan yang buruk.

Sikap:
Rata-rata responden
memiliki sikap terhadap
hipertensi dalam kategori
cukup (mean : 56,25%).
Sebanyak 7 (43,75%)
responden memiliki sikap
yang buruk, 5 responden
(31,25%) dengan sikap yang
cukup, dan 5 responden
(31,25%) dengan sikap yang
baik

Perilaku:
a. Rata-rata responden
memiliki perilaku diet
hipertensi dalam
kategori cukup (mean:
12). Sebanyak 15
responden (93,75%)
memiliki perilaku diet
yang cukup, 1 responden
(6,25%) memiliki diet
yang baik
b. Rata-rata responden
memiliki perilaku diet
rendah garam dalam
kategori cukup (mean:
7,06). Sebanyak 8
responden (50%)
memiliki perilaku diet
rendah garam yang
buruk, 7 responden
(43,75%) dengan
perilaku rendah garam
yang cukup, dan 1
responden (6,25%)
dengan perilaku diet
rendah garam yang baik
c. Sebanyak 15 responden
(93,75%) memiliki
aktivitas fisik berupa
berdiri, dan berjalan.
Bentuk aktivitas yang
dilakukan responden
meliputi: berjalan-jalan,
berbelanja, bekerja,
menjalankan pekerjaan
rumah, mengasuh cucu,
dll. Sedangkan 1
responden (6,25%)
memiliki aktivitas fisik
berupa duduk di kantor
dalam jangka waktu
yang lama.
d. Sebanyak 6 responden
(50%) memiliki
kebiasaan merokok, dan
sebanyak 6 responden
(50%) tidak memiliki
kebiasaan merokok.
Sebanyak 6 responden
(100%) memiliki
kebiasaan merokok lebih
dari 10 tahun.
Sebanyak 6 responden
(100%) memiliki
kebiasaan merokok
akibat ikut-ikutan
teman/terbawa oleh
pergaulan.\
Sebanyak 6 responden
(100%) memiliki
kebiasaan merokok
sebanyak 1-10 batang
per harinya
Sebanyak 6 responden
(100%) memiliki
kebiasaan merokok 6-30
menit di awal hari
Sebanyak 6 responden
(100%) memiliki
kebiasaan tetap
merokok disaat sakit.
e. Dari total responden
dengan hipertensi,
sebanyak 9 responden
(56,25%) mengkonsumsi
obat antihipertensi.
Sebanyak 2 responden
(22,2%) mengkonsumsi
obat hipetensi bila
muncul keluhan.
Sebanyak 1 responden
memiliki kebiasaan
mengkonsumsi
jamu/obat-obatan
tradisional, dan
sebanyak 6 responden
(66,6%) memiliki
kebiasaan minum obat
antihipertensi secara
rutin.
Survey DM
Pengetahuan:
Rata-rata responden memiliki
pengetahuan tentang DM
dalam kategori baik (mean:
100). Sebanyak 4 responden
(100%) memiliki pengetahuan
yang baik mengenai diabetes
mellitus.

Sikap:
Rata-rata responden memiliki
sikap terhadap DM dalam
kategori baik (mean: 5,25).
Sebanyak 3 responden (75%)
memiliki sikap yang baik, dan 1
responden (25%) memilliki
sikap yang buruk.
Perilaku:
a. Sebanyak 4 responden
(100%) mencari tahu
tentang cara
penatalaksanaan
diabetes mellitus
(seperti ; diet yang
baik, pengobatan yang
teratur, olah raga yang
efektif, perawatan kaki)
. Rata-rata media yang
diakses oleh responden
adalah melalui televisi
dan dokter, atau
tenaga medis lain.
Sebanyak 2 responden
(50%) mengikuti
penyuluhan terkait
penatalaksanaan DM,
dan 2 responden (50%)
tidak mengikuti
penyuluhan terkait
penatalaksanaan DM.
b. Rata-rata responden
menjalankan pola diet
yang cukup (mean:
8,25). Sebanyak 3
responden (75%)
menjalankan diet yang
cukup, dan 1
responden (25%)
menjalankan diet yang
baik
c. Rata-rata responden
memiliki latihan fisik
yang buruk (mean: 3).
Sebanyak 2 responden
(50%) menjalankan
latihan fisik yang buruk,
dan sebanyak 2
responden (50%)
menjalankan aktivitas
fisik yang baik.
Sebanyak 3
responden (75%)
rutin minum obat
atau suntik insulin
mandiri secara
teratur sesuai
jadwal dari dokter.
Sebanyak 4
responden (100%)
minum obat sesuai
dosis yang
dianjurkan oleh
dokter.
d. Sebanyak 3 responden
(75%) rutin kontrol ke
dokter setiap 1 bulan
sekali, atau setiap obat
habis
e. Sebanyak 3 responden
(75%) rutin melakukan
pemeriksaan gula
darah sesaat setiap 1
bulan sekali, dan
sebanyak 1 responden
(25%) hanya
memeriksakan GDS
hanya saat sakit.
Sebanyak 3 responden
(75%) rutin melakukan
pengukuran tekanan
darah setiap bulan, dan
sebanyak 1 responden
(25%) hanya mengukur
tekanan darah saat
sakit.
Sebanyak 2 responden
(50%) rutin melakukan
memeriksaan
kolesterol tiap 3 bulan
sekali, dan sebanyak 2
responden (50%) tidak
pernah melakukan
pemeriksaan kolesterol
f. Rata-rata responden
memiliki perawatan
kaki yang buruk (mean:
2,25). Sebanyak 1
responden (25%)
menjalankan program
perawatan kaki dengan
baik, dan sebanyak 3
responden (75%)
menjalankan program
perawtan kaki yang
buruk.
Seluruh responden
(100%) memiliki
kebiasaan tidak
memakai kaus kaki.
50% responden
memiliki kebiasaan
tidak mencuci kaki
setiap hari.
50% responden
memiliki kebiasaan
mengerikan sela-sela
kaki setiap kali selesai
mencuci kaki.
50% responden
memiliki kebiasaan
memotong kuku kaki
yang panjang.
75% reponden memiliki
kebiasaan tidak
memakai lotion pada
kaki.
75% responden
memiliki kebiasaan
tidak segera mengobati
luka yang ada pada
kaki.

Wawancara
Selain dari survey KS,
dilakukan juga wawancara
menanyakanan alasan warga
jarang memeriksakan TD dan
GD di posyandu . Selain karena
sibuk bekerja biasanya warga
hanya memeriksakan TD dan
GD hanya pada saat
diselenggarakannya
pemeriksaan gratis.
Informasi tentang HT dan DM
yang didapat lewat posyandu
dan media massa

a) Survey Merokok dapat menimbulkan Warga belum memiliki Perilaku Kesehatan


Berdasarkan survey KS, beban kesehatan sosial, pengetahuan yang Cenderung Beresiko
didapatkan data bahwa ekonomi, dan lingkungan tidak cukup tentang bahaya
Sebanyak 6 responden (50%) saja bagi perokok tetapi juga merokok.
memiliki kebiasaan bagi orang lain.
merokok, dan sebanyak 6 (Riskesdas,2013)
responden (50%) tidak
memiliki kebiasaan
merokok.

Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara
warga sulit mengubah
perilaku merokoknya karena
sudah mulai merokok sejak
kecil, jadi susah untuk
berhenti walaupun sudah
mengatahui banaya yang
ditimbulkan oleh rokok.

Sikap
kebiasaan merokok akibat
ikut-ikutan teman/terbawa
oleh pergaulan.
Dan memiliki kebiasaan
merokok sebanyak 1-10
batang per harinya

Perilaku
Warga memiliki kebiasaan
merokok 6-30 menit di awal
hari tetap merokok disaat
sakit.