Anda di halaman 1dari 2

Suku baduy membangun rumahnya mengikuti kontur tanah dan alam mereka.

Suku Baduy tidak mengenal ukuran. Itulah sebabnya kolom mereka mempunyai ketinggian yang tidak
sama dan berbeda satu sama lainnya. ( cari di web ttg kolom baduy yang tidak sama panjang di google
sebagai tambahan referensi. Kalo dataran rendah, kolom panjang, sebaliknya. Dll )

Bangunan imah Baduy berbentuk rumah panggung dengan ketinggian tiang penyangga
disesuaikan dengan bentuk kontur. Tiang penyangga bertumpu pada batu kali untuk menjaga
stabilitas bangunan. Batu kali merupakan salah satu komponen penting dari konstruksi imah
Baduy. Batu kali digunakan sebagai alat konservasi tanah dan air yang disusun secara bertumpuk
atau membentuk anak tangga. Selain dipakai untuk menahan kaki penyangga bangunan, batu kali
digunakan untuk menahan struktur tanah pada jalur pedestrian, drainase, dsb.

Konstruksi tersebut (menggunakan tali pengikat dari tanaman) memiliki kelebihan dalam
kekuatan dibandingkan menggunakan paku besi, terlebih jika kondisi kayu sudah mengering
akan memberikan kekuatan lebih pada sambungan Dengan konstruksi demikian, imah Baduy
memiliki daya redam gempa yang efektif karena konstruksi yang fleksibel dan elastis.

bisa di lihat disana bahwa rumah yang mereka bangun sangat mengikuti pola tanah. Mereka
membiarkan walaupan tanah yang akan di bangun tidak rata. Tidak ada usaha untuk
meratakannya. Tentu pada akhirnya, tingggi rumah berdiri kondisinya tidak rata. Sebuah budaya
yang sangat jarang di temui kalau di luar suku baduy dalam

mereka berusaha memanfaatkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi lahan yang ada.
Imah Baduy tersusun rapi mengikuti kontur yang ada dengan kesamaan bentuk dan struktur
bagunan yang tersusun harmoni. Hasil dari interaksi tersebut berupa lanskap pemukiman yang
alami dan selaras dengan alam dan lingkungannya.

Material bangunan seperti kayu diambil dari pohon yang diambil dari hutan yang dikelola
menurut adat Baduy seperti terdapatnya waktu-waktu tertentu dalam pengambilan kayu, yaitu
hanya boleh diambil pada pagi hari dengan melihat kondisi daun yang bertujuan sebagai teknik
untuk pengawetan kayu dan dengan aturan umur pohon harus cukup, yaitu di atas 10 tahun.
Aturan ini adalah aturan adat untuk mengkonservasi lingkungan hutan mereka. Baik teknik
pengambilan bahan bangunan maupun pengawetan di Baduy menggunakan teknik yang ramah
lingkungan.

Konstruksi kayu dapat bertahan sampai 35 tahun dan keawetan konstruksi bambu sekitar lebih
dari 15 tahun tanpa diawetkan dengan bahan kimia. Bahan bambu dipergunakan tanpa
pengawetan dengan bahan kimia waktu pemanenan diatur agar yang diambil sudah cukup tua
dan telah berumur 3 tahun. Untuk pengawetan kayu dan bambu mereka merendam pada lumpur
basah selama waktu yang cukup lama antara 3 bulan sampai 2 tahun.
Imah Baduy termasuk ke dalam jenis bangunan bongkar pasang dan siap pakai (knock down and
ready to use). Pembangunan diawali dengan menyusun secara terpisah komponen rumah seperti
atap, rangka bangunan, pintu, dinding, dsb. Setelah semua siap maka pemasangan dilakukan
secara bertahap dan teratur dengan keterlibatan masyarakat sebagai cerminan kebersamaan dan
gotong royong. Pemasangan tidak digunakan paku besi sebagai penguat, tetapi
diikat menggunakan tali awi temen atau dengan cara dipaseuk/dipasak.

Bangunan imah Baduy berbentuk rumah panggung dengan ketinggian tiang penyangga
disesuaikan dengan bentuk kontur. Tiang penyangga bertumpu pada batu kali untuk menjaga
stabilitas bangunan. Batu kali merupakan salah satu komponen penting dari konstruksi imah
Baduy. Batu kali digunakan sebagai alat konservasi tanah dan air yang disusun secara bertumpuk
atau membentuk anak tangga. Selain dipakai untuk menahan kaki penyangga bangunan, batu kali
digunakan untuk menahan struktur tanah pada jalur pedestrian, drainase, dsb.

Untuk membuat lantai rumah yang datar, mereka tidak menggali atau pun mengurug tanah, tetapi
ketinggian dari tiang kolom rumah disesuaikan dengan kondisi tanah. Jadi tinggi masing masing
kolom rumah dari tanah tidak sama. Hal ini dimaksudkan agar lantai rumah menjadi bidang
datar. Batu pondasi juga berfungsi agar kolom kayu tidak rusak dimakan rayap. Tanah dasar
sekeliling bangunan diproteksi dengan batu kali agar jika hujan air tidak menggerus tanah.