Anda di halaman 1dari 34

TEKNIK GAS BUMI

TUGAS KELOMPOK KE-1


GAS GATHERING STATION

Disusun oleh :

KELOMPOK I

Didik Suryadi NPM. 163210733


Leovaldo Pangaribuan NPM. 143210663
Rezky Vanya Hazani NPM. 143210601
Rita Susanti NPM. 143210598
Romal Ramadhan NPM. 163210
Ully Zakyatul Husna NPM. 143210639

Kelas VI E

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERMINYAKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, Mei 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................. ii

DAFTAR ISI............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................... 4
A.........................................................................................Latar
Belakang............................................................................. 4
B.........................................................................................Rumusa
n Masalah........................................................................... 5
C.........................................................................................Tujuan
Penulisan............................................................................ 5

BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 6
A.........................................................................................Pipeline
............................................................................................8
B.........................................................................................Separati
on........................................................................................ 8
C.........................................................................................Gas
Processing.......................................................................... 13
D.........................................................................................Compre
ssor..................................................................................... 19
E.........................................................................................Karakter
istik Utama Teknologi Gathering dan
F..........................................................................................Transmi
si Gas Permukaan............................................................... 24
G.........................................................................................Gatherin
g Station pada Lepas Pantai............................................... 29

BAB III PENUTUP................................................................................ 32


Kesimpulan............................................................................... 32

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 33

3
4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dunia perminyakan, pada lapangan eksploitasi-produksi memiliki tugas
yang sangat penting. Salah satu dari tugas lapangan eksploitasi-produksi, yaitu
melakukan produksi (lifting) minyak dari reservoir. Secara garis besar dalam
proses lifting, pengaliran fluida hidrokarbon dari kepala sumur ke tangki
pengumpul dengan menggunakan peralatan produksi diatas permukaan.
Fluida hidrokarbon yang terproduksi, tidak murni minyak seperti yang kita
harapkan. Minyak dari sumur biasanya berupa campuran dan campuran tersebut
tidak seluruhnya minyak, apa yang ada dalam sumur dan reservoir sangatlah
heterogen dan pada umumnya terdapat air, minyak, gas serta partikel padatan.
Hasil produksi dari dalam sumur ketika telah mencapai permukaan tidak bisa
langsung masuk storage tank, tetapi harus segera dilakukan treatment jika tidak
akan berakibat korosi dan plugging dalam flowline/transmission line yang apabila
diacuhkan dapat berakibat shut-in.
Sesuai dengan permintaan dari refinery ataupun persyaratan yang harus
dipenuhi sebelum dilakukannya proses shipping, maka antara minyak, air dan gas
harus dipisahkan. Proses pemisahan tersebut dapat berupa pemisahan minyak, air
dan gas. Sehingga pada lapangan eksploitasi-produksi harus memiliki fasilitas
pemisahan.
Dimana fasilitas pemisahan merupakan semua peralatan untuk memisahkan
fluida produksi antara minyak dengan gas atau air sebelum dikirim ke
pengilangan. Salah satu bagian dari fasilitas pemisahan, yaitu separator. Didalam
separator akan terjadi proses-proses pemisahan, meliputi berbagai cara pemisahan
berdasarkan densitas fluida, padatan-padatan dari minyak, pemisahan air dan gas
dari minyak serta pemecahan emulsi. Sehingga minyak yang telah dipisahkan
akan dikirim ke refinery atau ke terminal pengapalan dengan jalan
mengalirkannya melalui pipa-pipa.
Stasiun pengumpul atau yang biasa kita kenal dengan Block
Stasion merupakan suatu tempat terjadinya pemisahan flida pertama kali setelah
fluida diangkat dan dialirkan melalui flowline dari sumur. Didalamnya terdapat

5
peralatan peralatan produksi yang berfungsi untuk melakukaan pekerjaan
pengarahan, pemisahan, penampungan, pengukuran, dan pengaliran fluida
produksi

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat
dirumuskan dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimanakah pipeline?
2. Bagaimanakah separation ?
3. Bagaimanakah gas processing?
4. Bagaimanakah compressor?
5. Bagaimanakah karakteristik utama teknologi gathering dan
transmisi gas permukaan?
6. Bagaimakah gathering station pada offshore?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penyusunan makalah ini
adalah:
1. Menjelaskan mengenai pipeline?
2. Menjelaskan mengenai separation ?
3. Menjelaskan mengenai gas processing?
4. Menjelaskan mengenai compressor?
5. Menjelaskan mengenai karakteristik utama teknologi gathering dan
transmisi gas permukaan?
6. Menjelaskan mengenai gathering station pada offshore?

BAB II
PEMBAHASAN

6
Sistem pengumpul gas biasanya terdiri dari perpipaan dan peralatan
pemrosesan antara sumur-sumur di dalam lapangan gas dan stasiun kompresor
pada inlet jalur transmisi atau jalur distribusi. Sistem pengumpul terkecil terdiri
dari minimal dua atau lebih sumur gas yang terhubung dengan perpipaan dan
terikat langsung ke sistem distribusi. Untuk lapangan yang besar dan untuk
beberapa sumur dan beberapa lapangan yang interconnected melibatkan ratusan
mil perpipaan, sistem pengumpul termasuk didalamnya peralatan-peralatan
semacam drips, separator, meters, heaters, dehydrators, gasoline plant, sulfur
plant, cleaners dan compressors, maupun perpipaan dan katup-katup.
Bergantung pada kondisi lokal, ada beberapa tipe sistem pengumpul. Sistem
yang dasar dapat berupa axial, radial, loop dan kombinasinya (seperti pada
gambar berikut)

7
Pilihan antara sistem pengumpul biasanya ekonomis, tapi kelayakan teknis
juga hal yang penting. Akibat kompleksnya sistem transmisi, perhatian khusus
pun diberikan untuk mengatasi permasalahan akibat diameter dan panjang pipa
yang beragam didalam sistem sebagai panjang yang ekivalen untuk diameter
biasa atau diameter ekivalen untuk panjang biasa. Dalam kasus, ekivalen
artinya kedua jalur akan memiliki kapasitas yang sama dengan perbedaan tekanan
yang sama.
Gas yang sulit untuk disimpan, harus di transportasikan secepatnya menuju
destinasi segera setelah diproduksi dari reservoir. Ada beberapa cara transportasi
diantaranya pipelines, liquefied natural gas (LNG), compressed natural gas
(CNG), gas to solids (GTS), i.e., hydrates, gas to power (GTP), i.e., electricity,
dan gas to liquids (GTL), dengan rentang kemungkinan produk yang luas seperti
clean fuels, plastic precursors, atau methanol and gas to commodity (GTC),
misalnya aluminum, glass, cement, atau besi.
A. Pipelines
Pipeline merupakan metode transportasi yang paling cocok, namun tidak
flexibel karena gas akan bergerak meninggalkan sumber dan sampai di
destinasinya (Cranmore dan Stanton dalam Mokhatab, Saeid., Poe, William A dan
Speight, James G. (2006)).

8
Apabila pipa harus dimatikan, produksi dan fasilitas penerima juga
penyulingan juga harus dimatikan karena gas tidak dapat langsung disiapkan
untuk disimpan, kecuali mungkin dengan meningkatkan tekanan pipeline
beberapa persen. Dalam dekade terakhir, lebih dari 12000 mil tiap tahun pipeline
gas baru selesai dibangun. Apabila stabilitas politik dapat dijamin, pipeline
mungkin dapat menjandi solusi jangka panjang dalam transportasi gas. Contoh
pendekatan ini adalah pembangunan deepwater pipeline dari Oman ke India.
Bagaimanapun biaya untuk membangun pipeline tersebut masih tidak jelas.
Apabila permasalahan teknis dan ekonomik dapat diatasi, maka pipeline tersebut
dapat efektif

B. Separation
Separator adalah suatu bejana dimana campuran fluida yang tidak larut
kedalam satu sama lainnya dapat dipisahkan. Pada fasilitas-fasilitas proses minyak
dan gas di lapangan terdapat lebih banyak separator dibandingkan dengan jenis
peralatan lainnya. Kadang kadang separator disebut juga Scrubber,
Accumulator, Flash Tank, Gas Boot atau nama lainnya. Fungsinya secara umum
adalah untuk memisahkan dua fluida atau lebih, biasanya gas dan cairan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aliran sumur dapat terdiri dari
minyak mentah, gas, kondensat, air dan berbagai kontaminan. Tujuan dari
pemisahan ini adalah membagi aliran menjadi fraksi yang diinginkan.

1. Separator Test dan Well Test


Separator Test digunakan untuk memisahkan aliran sumur dari satu atau
lebih sumur analisis dan pengukuran arus rinci. Dengan cara ini, perilaku
masing-masing baik di bawah kondisi aliran tekanan yang berbeda dapat
didefinisikan. Ini biasanya terjadi saat sumur tersebut mulai diproduksi dan
kemudian di tempat biasa interval (biasanya 1-2 bulan), dan akan mengukur
total dan komponennya laju aliran di bawah kondisi produksi yang berbeda.
Konsekuensi yang tidak diinginkan seperti slugging atau sand juga bisa
ditentukan. Yang terpisah komponen dianalisis di laboratorium untuk

9
menentukan hidrokarbon komposisi minyak gas dan kondensat. Uji
pemisahan juga bisa digunakan untuk menghasilkan bahan bakar gas untuk
pembangkit listrik bila proses utamanya tidak berjalan. Sebagai alternatif,
aliran tiga fasa meter bisa digunakan untuk menghemat berat.

2. Separator Produksi
Pemisah utama ditampilkan berikut adalah jenis gravitasi. Pada gambar,
dapat dilihat main komponen di sekitar yang pertama pemisah panggung
sebagai disebutkan sebelumnya, produksi tersedak berkurang tekanan baik
untuk HP manifold dan tahap pertama pemisah sampai sekitar 3-5 Mpa (30-
50 kali tekanan atmosfer). Suhu masuk sering di kisaran 100-150 C. Pada
contohnya Platform, arus sumur lebih dingin karena sumur bawah laut dan
anak tangga.

Tekanannya sering terjadi dikurangi beberapa tahapan. Didalam


misalnya, tiga tahap digunakan untuk mengizinkan pemisahan terkontrol
komponen yang mudah menguap idenya adalah untuk mencapainya cairan
maksimal pemulihan dan stabil minyak dan gas, dan untuk air terpisah besar
pengurangan tekanan dalam pemisah tunggal akan menyebabkan penguapan
flash, memimpin untuk ketidakstabilan dan bahaya keamanan.

Periode retensi biasanya 5 menit, memungkinkan gas menggelembung


keluar, air untuk menetap di bagian bawah dan minyak harus dibawa keluar di

10
tengah. Di platform ini pemotongan air (persentase air dalam aliran sumur)
hampir 40%, yaitu cukup tinggi. Pada pemisah tahap pertama, kadar air
biasanya berkurang kurang dari 5%.

Di pintu masuk kasar, ada penangkap siput yang membingungkan yang


akan mengurangi efek siput (gelembung gas besar atau sumbat cair). Namun,
beberapa turbulensi diinginkan karena ini akan melepaskan gelembung gas
lebih cepat dari aliran laminar.

Pada akhirnya, ada penghalang sampai tingkat tertentu untuk


menahannya minyak dan air yang terpisah Loop kontrol utama adalah loop
kontrol tingkat minyak (EV0101 20 di atas) mengendalikan aliran minyak
keluar dari pemisah di sebelah kanan, dan loop tekanan gas di bagian atas
(FV0105 20, di atas). Loopsnya ada dioperasikan oleh sistem kontrol. Fungsi
penting lainnya adalah mencegah gas blow-by, yang terjadi saat level minyak
yang rendah menyebabkan gas keluar melalui minyak output, menyebabkan
tekanan tinggi di hilir. Umumnya ada banyak lagi instrumen dan perangkat
kontrol yang terpasang pada pemisah. Ini akan dibahas nanti gerai cairan dari
pemisah akan dilengkapi dengan pemutus vortex untuk mengurangi gangguan
pada liquid table didalamnya. Ini pada dasarnya adalah perangkap flens untuk
mematahkan formasi vortex dan memastikan bahwa hanya cairan yang
dipisahkan yang disadap off dan tidak dicampur dengan minyak atau air yang
ditarik melalui vortisitas ini. Demikian pula, gerai gas dilengkapi dengan
lilitan, saringan penting yang dikeluarkan tetesan cairan dalam gas. Katup
darurat (EVs) adalah katup pembagi yang memisahkan prosesnya komponen
dan katup blow-down, memungkinkan hidrokarbon berlebih untuk membakar
off di suar. Katup ini dioperasikan jika kondisi operasi kritis terdeteksi atau
pada perintah manual dari shutdown darurat khusus sistem. Ini mungkin
melibatkan urutan shutdown dan shutdown parsial, karena suar mungkin tidak
dapat menangani pukulan penuh dari semua bagian proses serentak.

11
Produksi desain 45.000 bpd dengan gas dan pemotongan air 40% akan
diberikan 10 meter kubik dari wellheads per menit. Perlu juga kapasitas yang
cukup untuk menangani slugging normal dari sumur dan anak tangga. Ini
berarti pemisah harus sekitar 100 meter kubik, misal, silinder 3m masuk
diameter dan panjang 14m pada tekanan operasi pengenal. Ini berarti a
peralatan yang sangat berat, biasanya sekitar 50 ton untuk ukuran ini, yang
mana membatasi jumlah tahap praktis. Jenis pemisah lainnya, seperti pemisah
vertikal atau siklon (pemisahan sentrifugal), dapat digunakan untuk
menyimpan berat badan, ruang atau memperbaiki pemisahan (untuk dibahas
nanti).

Juga harus ada perbedaan tekanan minimum tertentu di antara masing-


masing tahap untuk memungkinkan kinerja yang memuaskan dalam tekanan
dan tingkat kontrol loop bahan tambahan kimia juga akan dibahas nanti.

3. Pemisah tahap kedua

Pemisah tahap kedua sangat mirip dengan pemisah HP tahap pertama.


Diselain output dari tahap pertama, juga menerima produksi dari sumur
terhubung ke manifold tekanan rendah. Tekanannya sekarang sekitar 1 Mpa
(10 atmosfir) dan suhu di bawah 100C. Isi airnya dikurangi menjadi di
bawah 2%. Pemanas minyak dapat ditempatkan di antara pemisah tahap
pertama dan kedua panaskan kembali campuran minyak / air / gas. Hal ini
mempermudah pemisahan air saat air awal dipotong tinggi dan suhu rendah.
Penukar panasnya biasanya jenis tabung / shell dimana minyak melewati
tabung dalam pemanasan media ditempatkan di dalam kulit terluar.

4. Pemisah tahap ketiga

Pemisah akhir adalah pemisah dua fasa, juga disebut flash drum. Itu
tekanan kini dikurangi menjadi tekanan atmosfir sekitar 100 kPa, sehingga
komponen gas berat terakhir bisa mendidih. Dalam beberapa proses dimana
suhu awal rendah, mungkin perlu memanaskan kembali cairan itu (dalam a

12
Heat exchanger) sebelum flash drum mencapai pemisahan yang baik
komponen berat Ada loop kontrol tingkat dan tekanan.

Sebagai alternatif, saat produksi terutama gas, dan sisa cairan tetesan
harus dipisahkan keluar, pemisah dua fase bisa menjadi sistem gugur drum
(drum K.O.).

5. Coalescer

Setelah pemisah tahap ketiga, minyak bisa pergi ke pengganda untuk


penghilangan akhir air. Pada unit ini, kadar air bisa dikurangi sampai di
bawah 0,1%. Itu penyatu benar-benar diisi dengan cairan: air di bagian bawah
dan minyak di atasnya. Elektroda internal membentuk medan listrik untuk
memecah ikatan permukaan antara air konduktif dan mengisolasi minyak
dalam emulsi minyak-air. Coalescer pelat lapangan umumnya baja, kadang
ditutup dengan bahan dielektrik mencegah sirkuit pendek Kekuatan medan
kritis dalam minyak berada pada kisaran 0,2 sampai 2 kV / cm Intensitas dan
frekuensi lapangan serta tata letak grid koalescer berbeda untuk produsen dan
jenis minyak yang berbeda.

6. Desalter elektrostatik
Jika minyak dipisahkan berisi tidak dapat diterima jumlah garam, mereka
bisa dihapus di desalter elektrostatik (tidak digunakan di Njord contoh).
Garam, yang mungkin sodium, kalsium atau magnesium klorida, berasal dari
air waduk dan juga dilarutkan dalam minyak. Pemutus akan ditempatkan
setelah pemisah tahap pertama atau kedua tergantung pada GOR dan air yang
dipotong. Foto: Burgess Manning Europe PLC

13
7. Pengolahan air
Pada instalasi seperti ini, dimana airnya dipotong tinggi, akan ada a
sejumlah besar air yang dihasilkan. Dalam contoh kita, potongan air sebesar
40% diberikan produksi air sekitar 4.000 meter kubik per hari (4 juta liter) itu
harus dibersihkan sebelum dibuang ke laut. Seringkali, air ini mengandung
pasir partikel terikat ke emulsi minyak / air.

C. Gas Processing
Gas mentah harus diproses/diolah untuk bertemu spesifikasi perdagangan dari
pipeline dan distribusi gas ke perusahaan. Dan juga sebagai bagian permunian
komponen lain seperti NGL yang diproduksi dan polutan/bahan pengotor
diekstraksi.
Diagram dibawah menunjukkan ringkasan mengenai jenis plant gas. Produk
yang dapat dipasarkan ditandai warna biru dan proses produksi ditunjukkan warna
abu-abu karena ini tak dianggap dalam bagian gas plant.

14
1. Acid gas removal
Acid gas seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida berbentuk asam
ketika berekasi dengan air, dan harus dihilangkan untuk mencegah kerusakan
korosif pada peralatan dan pipelines. Hidrogen sulfida juga adalah racun dan
jumlah kandungan sulfur biasanya diatur. Nilai maksimum yang
diperbolehkan yaitu 5 mg per scm untuk H 2S dan 10 mg per scm untuk total
sulfur.
Berikut proses pembersihan yang dibagi pada beberapa dasar :
a. Absorpsi, membuat acidic gas untuk terlarut didalam solvent,
untuk dilepaskan dengan regenerasi pada tahap selanjutnya.
Penyerapan amine (ditunjukkan pada gambar dibawah) adalah proses

15
yang paling sering digunakan untuk menghilangkan acid gas.
Dominasi monoethanolamine (MEA) untuk menghilangkan CO2.
Solusi dengan solvent inorganik berdasarkan amonia dibawah
pengembangan.

Proses perlakuan amine gas terbagi atas absorber, regenerator, dan


peralatan perlengkapan. Pada absorber, larutan lean amine menyerap
H2S dan CO2 dari aliran sour gas untuk menghasilkan aliran sweet gas
sebagai produk. Larutan amine yang kaya mengandung acid gas yang
terserap diarahkan kedalam regenerator (stripper dengan reboiler). Gas
yang melepas dari regenerator adalah konsentrasi H2S dan CO2.

b. Adsorpsi, bergantung pada molekul yang terikat ke permukaan dari


padatan tertentu. Setelah waktu tertentu, material harus diperbarui
untuk melepaskan gas. Peralatan yang digunakan termasuk pressure
swing adsorption (PSA), temperature swing adsorption (TSA), dan
electric swing adsorption (ESA).
c. Cryogenic removal, menggunakan turbo expander. Turbin gas
didorong oleh gas yang berekspansi yang mana kemudian dingin
dibawah titik embun untuk gas yang dibersihkan. Gas inlet pada
kompresor didinginkan kembali dengan acid gas yang dihilangkan.

16
Cryogenic removal paling sering digunakan saat kandungan karbo
dioksida tinggi, biasanya sekitar 50%.
d. Membrane based removal, didasarkan pada material tertentu yang
mengizinkan acid gas, namun bukan hidrokarbon, untuk berdifusi
melalui membran. Prosedur ini dapat dilakukan sendiri atau kombinasi
dengan absorpsi liquid.
e. Sulfure unit. Aliran gas yang kaya H2S kemudian dilakukan proses
Claus, proses multistage dibagi menjadi dua bagian: Bagian thermal,
membakar H2S dengan udara atau oksigen untuk menghasilkan SO2
dan elemental sulfur, yang mana melepaskan ketika didinginkan.
Bagian catalytic mengizinkan H2S lebih lagi untuk bereaksi dengan
SO2 dengan alumina atau titanium dioksida (TiO2) untuk
menghasilkan air dan elemental sulfur (reaksi Clauss: 2 H2S + SO2 =
3S + 2 H2O). Proses Claus dapat memulihkan 95-97% pada sulfur di
feed gas.
f. Tail gas treatment unit, menyediakan untuk menurunkan
kandungan sulfur pada dibawah 250 ppm, terhadap jumlah pemulihan
sulfur 99,9%. Solusi yang lebih kompleks dapat menurunkan total
sulfur dibawah 10 ppm. Beberapa proses yang penting yaitu termasuk
SCOT (Shell Claus Offgas Treatment) yang mana menghilangkan SO 2
dengan pembakaran hidrogen melebihi katalis untuk menghasilkan
H2S dan air. H2S didaur ulang pada Claus unit. Solusi lain adalah
proses Beavon sulfur removal (BSR), berdasarkan solven amine dan
katalis.

2. Dehidrasi
Dehidrasi juga adalah glycol-based scrubber. Scrubber ini adalah alat
untuk menghilangkan fraksi kecil liquid dari gas. Karena apabila tetesan
liquid memasuki kompresor, ini akan mengikis bilah/blade yang berputar
cepat. Prinsip kerja glycol awalnya dipompakan ke atas dari holding tank. Ini
mengalir dari level ke level melawan aliran gas karena ini meluap pada tepi
tiap perangkap. Selama proses, ini menyerap liquid dari gas dan keluar

17
sebagai glycol yang kaya dibawah. Holding tank juga berfungsi sebagai heat
exchanger untuk liquid, pada dan dari reboilers.
Glycol didaur ulang untuk menghilangkan liquid yang terserap. Ini
selesai didalam reboiler, yang mana diisi dengan rich glycol dan dipanaskan
untuk mendidihkan liquid pada temperatur sekitar 130-180 untuk
beberapa jam. Yang mana mungkin liquid ini mengandung H2S ataupun CO2.

3. Mercury removal
Mercury removal umumnya didasarkan pada molecular sieves.
Molecular sieves adalah substansi/zat yang megandung material dengan pori
kecil untuk menerima area permukaan yang besar, seperti activated carbon.
Permukaan material mengizinkan molekul tertentu untuk mengikat dengan
tegangan permukaan. Molekul dapat kemudian diekstraksi dan material sieve
diperbarui dengan pemanasan, tekanan, dan/atau membersihkan dengan gas
pembawa. Molecular sieves biasanya siklus dengan active unit dan unit
didalam pembaharuan. Batas mercury yang diizinkan dalam gas yaitu
dibawah 0.001 ppb (parts-per-bilion) yang tujuan utamanya untuk membatasi
emisi dan menghindari kerusakan pada peralatan dan pipeline dari peleburan
mercury, yang menyebabkan alumunium da metal lainnya menjadi rapuh.

18
4. Nitrogen rejection
Nitrogen yang berlebihan dihilangkan dengan distilasi cryogenic dan
konsentrasi yang tinggi dihilangkan dengan penyerapan dengan lean oil atau
solvent spesial lainnya apabila fraksi lebih kecil terdeteksi. Prinsipnya sama
dengan acid gas removal. Cryogenic removal juga mengizinkan produksi
helium, apabila ada, sebagai produk sampingan yang berharga.

5. Pemulihan NGL dan perlakuan


NGL tersisa dipulihkan dari aliran gas pada pabrik yang modern dengan
proses cryogenic turbo expander diikuti dengan proses fraksionasi. Proses ini
mengarahkan untuk mendinginkan NGL dengan kolom distilasi disebut de-
ethanizer, de-propanizer, dan de-butanizer, untuk ekstraksi etana, propana,
dan butana berturut-turut dan meninggalkan aliran residu dari pentana dan
hidrokarbon tinggi.
Tahap akhir adalah untuk menghilangkan mercaptan (gas organik yang
berbau, seperti CH3SH) apabila ada, dalam proses sweetening berdasarkan
adsorpsi molecular sieves atau oksidasi katalis seperti oksidasi merox
mercaptan atau Sulfrex, dimana perbedaan utama adalah jenis dari katalis.

D. Compressor, Anti Surge dan Performance


Kompresor digunakan di banyak bagian dalam proses minyak dan gas, dari
produksi upstream ke pabrik gas, pipelines, LNG dan pabrik petrokimia. Dari
gambaran yang diberikan disini akan ditujukkan dalam bagian lain.

19
Beberapa jenis kompresor digunakan untuk kompresi gas, masing-masing
dengan
Karakteristik yang berbeda seperti operating power, kecepatan, tekanan dan
volume :
1. Kompresor reciprocating
Yang menggunakan desain piston dan silinder Dengan silinder 2-2
Dibangun sampai sekitar 30 Daya MW, sekitar 500-1.800 rpm ( menurunkan
hingga meningkatkan kekuatan) dengan tekanan mencapai 5MPa (500 bars).
Digunakan untuk kompresi gas berkapasitas lebih rendah dan injeksi gas
bertekanan tinggi.

2. Compressor Screw
Diproduksi sampai beberapa MW, kecepatan sinkron (3.000 / 3.600 rpm)
dan Tekanan sampai sekitar 2,5 MPa (25 bar). Dua sekrup yang berputar
berlawanan dengan profil pencocokan memberikan perpindahan positif dan
rentang operasi yang lebar. Tipikal ini digunakan untuk pengumpulan gas
alam.

20
3. Axial Blade dan Fin Type Compressors
Dengan sampai 15 roda memberikan volume tinggi pada perbedaan
tekanan yang relatif rendah (discharge pressure 3-5 times inlet pressure),
kecepatan dari 5000 sampai 8000 rpm, dan inlet flows sampai berkisar
200.000 m3/hour. Aplikasinya sendiri meliputi kompresor udara dan kompresi
pendingin di LNG plants.

4. Kompressor Sentrifugal
Instalasi minyak dan gas yang lebih besar menggunakan kompresor
sentrifugal dengan roda radial sebanyak 3-10, dengan kecepatan 6000-20000
rpm ( sangat tinggi untuk ukuran yang kecil) Sampai 80 MW beban pada
tekanan discharge hingga 50 bar dan volume inlet hingga sebesar 500.000
m3 / jam. Perbedaan tekanan berkisar 10

21
Kebanyakan kompresor tidak akan menutupi rentang tekanan penuh
secara efisien. Tekanan terendah adalah atmosfer, untuk gas ke pipa, tekanan
yang digunakan berkisar pada tekanan 3 sampai 5 MPa (30-50 bar).
Penginjeksian ulang pada reservoir gas biasanya akan membutuhkan tekanan
berkisar 20 MPa atau (200 bar) keatas , karena tidak adanya cairan di dalam
tubing dan tekanan penuh pada reservoir harus diatasi Oleh karena itu,
kompresi dibagi menjadi beberapa tahap untuk meningkatkan perawatan dan
ketersediaan.
Juga karena keterbatasan daya unit tunggal, kompresi sering terbagi
beberapa parallel trains. Ini tidak terjadi dalam contoh kasus ini, karena gas
tidak diekspor dan reinjeksi dapat terganggu selama masa pemerawatan.
Kompresor digerakkan oleh turbin gas atau motor listrik (untuk daya
rendah Juga pada mesin reciprocating, Turbin uap kadang-kadang digunakan
jika energi thermal tersedia). Seringkali, beberapa tahap di train yang sama
digerakkan oleh motor atau turbin yang sama. Parameter operasi utama untuk
kompresor adalah perbedaan aliran dan tekanan. Jadi terdapat sebuah batas
atas dada ri maksimum design power. Selanjutnya, terdapat tekanan
diferensial maksimum (Max Pd) dan aliran choke (Max Q), arus maksimum
yang bisa diraih. Pada aliran bawah, terdapat perbedaan tekanan minimum
dan aliran sebelum kompresor akan mengalami surge (lonjakan)

22
Jika variasi dalam aliran adalah yang diharapkan atau suatu perbedaan
antara poros kompresor yang umum terjadi, maka situasinya akan dapat
ditangani dengan melakukan resirkulasi. Aliran tinggi, tekanan defferential
yang tinggi pada surge control valve akan terbuka untuk membiarkan gas dari
sisi pelepasan kembali ke section side. Karena gas ini dipanaskan, ia juga
akan melewati heat exchanger dan scrubber agar tidak menjadi terlalu panas
dari sirkulasi.

Karakteristik operasi ditentukan oleh produsen. Dalam Diagram di atas,


garis biru menandai garis kecepatan konstan. Maksimal Batas operasi
ditetapkan oleh garis oranye seperti dijelaskan di atas. surge Domain adalah
area di sebelah kiri kurva surge merah. Objek atau tujuan dari pengontrolan
kinerja kompresor adalah untuk mengambil operasi operasi point yang lebih
dekat ke set point optimal tidak dengan Melanggar kendala dengan cara
mengendalikan output seperti pengaturan keceapatan. Namun, respon kontrol
kecepatan turbin gas relatif lambat dan bahkan motor listrik tidak cukup
cepat, karena respon surge harus berada dalam kisaran 100 ms. Pengontrolan
anti surge akan melindungi kompresor agar tidak surge oleh operasi
pengontrolan surge valve. Pada dasar Strateginya adalah menggunakan jarak
antara titik operasi dan surge line untuk mengendalikan valve dengan waktu
respon yang lebih lambat, mulai dari kontrol surge line. perpotongan arus

23
surge line akan menyebabkan cepatnya respon membuka dari surge valve ke
perlindungi kompresor. Operasi dengan recirculation wastes energy (yang
bisa mengakibatkan emisi yang tidak perlu) dan menghasilkan kekeringan,
terutama pada surge valve. Setiap beberapa pemasokan bebarpa varian vendor
dari kontrol kompresor dan kontrol anti-surge untuk mengoptimalkan kinerja,
berdasarkan berbagai various corrective dan predictive algorithms. Beberapa
strateginya meliputi :
a. Set point adjustment : Jika variasi cepat menyebabkan prilaku
surge valve, st point akan bergerak untuk meningkatkan surge margin.
b. Equal margin: set point disesuaikan agar margin sama dengan
surge antara beberapa kompresor.
c. Model based control : Di luar kompresor itu sendiri, parameter
utama untuk surge margin adalah total volume dari surge valve ke
inlet hisapan kompresor, dan waktu respons untuk aliran surge valve.
Pengontrol prediktif model dapat memprediksi kondisi gelombang dan
bereaksi lebih cepat terhadap situasi nyata sambil mencegah
resirkulasi yang tidak perlu.
Karena kompresor membutuhkan perawatan dan berpotensi mahal untuk
diganti, beberapa sistem lain biasanya disertakan :
a. Load management : Untuk menyeimbangkan pemuatan di antara
beberapa kompresor didalam train dan di trains, Sistem kontrol
kompresor sering kali mencakup algoritma untuk load sharing, load
shedding dan pemuatan atau pembebanan. Kompresor biasanya
dibersihkan dengan gas inert, seperti nitrogen selama penutupan yang
lebih lama, misalnya untuk perawatan. Oleh karena itu, urutan startup
dan shutdown biasanya mencakup prosedur untuk mengenalkan dan
menghapus purge gas.
b. Vibration : Getaran adalah indikator masalah yang baik pada
kompresor, dan akselerometer dipasang pada berbagai bagian
peralatan untuk dicatat dan dianalisis dengan sistem pemantauan
getaran.

24
c. Speed governor : Jika kompresor digerakkan turbin, speed
governor khusus menangani valve bahan bakar dan kontrol lainnya
pada turbin untuk mempertahankan efisiensi dan mengendalikan
kecepatan rotasi.

Fungsi akhir kompresor itu sendiri adalah penanganan pelumas dan seal
oil. Kebanyakan kompresor memiliki wet seals, yaitu perangkap di sekitar
poros dimana minyak Pada tekanan tinggi mencegah gas bocor ke atmosfir
atau bagian lainnya Dari peralatan. Minyak digunakan untuk pelumasan
bantalan kecepatan tinggi. Minyak ini secara bertahap menyerap gas di bawah
tekanan dan bisa terkontaminasi. Perlu disaring dan dihilangkan. Hal ini
terjadi pada reboilers yang lebih kecil, dengan cara yang sama seperti pada
reboilers glikol yang dijelaskan sebelumnya.

E. Karakteristik Utama Teknologi Gathering gas dan Transmisi Gas di


Permukaan
Proses aliran dari gas gathering diterapkan di dalam dan luar negeri terutama
meliputi (single well gas gathering) pengumpulan gas sumur tunggal dan multi
well gas gathering. Ada tiga pola perpipaan pada gas gathering, yaitu bentuk
cabang, bentuk redial dan bentuk cincin.
Single well gas gathering dan bentuk pipa cabang biasanya digunakan di luar
negeri. Di Lapangan Gas Chuanyu di China, aliran proses kombinasi dari single
well and multiple well gas gathering di bentuk pipa redial dan bentuk cincindi
gunakan. Hal ini diperlukan untuk menentukan aliran proses mana yang paling
sesuai dengan karakteristik pembangunan dan konstruksi dari setiap lapangan gas.
Dua pola perpipaan atau lebih bisa digunakan bersama.
Menurut fitur geologi Lapangan Gas Sulige, aliran proses aliran dari multiple
well gas gathering digunakan, dan flowline serta jalur pengumpulan gas
diletakkan dalam bentuk cabang, dan bagian header berbentuk redial. Kombinasi
perpipaan tersebut menghasilkan panjang pipa yang pendek, biaya rendah dan
performa tinggi.
1. Teknologi choking downhole

25
Pada periode 2005 sampai 2006, dengan keberhasilan teknik choking
downhole, efek dari teknik ini pada gas gathering dan transmisi gas di
permukaan diteliti dan didiskusikan, dengan rincian sebagai berikut:
a. Kedalaman kerja dari chokers downhole umumnya pada 1500m ~
2500m di bawah tanah. Karena suhu formasi, tinggi pada kedalaman
sedemikian, aliran gas bisa membuat tekanan casing menjadi lebih
rendah, dan selain itu, suhu formasi bisa memanaskan aliran gas yang
tersedak dan membuatnya pada dasarnya recover suhu sebelum
choking, sehingga hidrat bisa dihindari di casing dan pipa kepala
sumur.
b. Penerapan dari teknik downhole choking meningkatkan kapasitas
cairan (liquid carrying) dari sumur gas.
c. Karena tekanan di kepala sumur bisa diturunkan setelah downhole
choking dan tekanan dari gas gathering dan sistem transmisi bisa
rendah juga, jumlah injeksi metanol bisa sangat dikurangi. Injeksi
metanol hampir tidak diperlukan di musim panas dan injeksi yang
bersifat sementara hanya diperlukan di musim dingin. Hal itu
menunjukkan bahwa 40% (fraksi massa) dari konsumsi metanol dapat
disimpan.
d. Setelah menerapkan teknik downhole choking, tidak perlu
memasang pemanas pada kepala sumur dalam kondisi normal.
Sebelum meletakkan chokers downhole, kepala sumur harus
dipanaskan sementara untuk menghindari pembentukan hidrat. Setelah
dioperasikan selama sekitar 10 hari untuk menghilangkan sisa cairan
dalam casing sumur dan kapasitas produksi sumur gas diketahui
dengan jelas, choker downhole secara resmi akan dioperasikan.
Dengan cara ini, beban pemanasan bisa dikurangi dan peralatan
wellhead bisa dibuat sederhana.
e. Teknik downhole choking membuat tekanan medium / low gas bisa
dilakukan. Karena suhu pada kedalaman tertentu adalah 2 ~ 3 namun
suhu formasi hidrat hanya 1,5, Pipa-pipa tidak membutuhkan
pemeliharaan panas.

26
2. Teknik dari pengukuran wet gas yang mengandung cairan dari
sumur tunggal

Lapangan Gas Sulige memiliki sejumlah besar sumur gas dengan output
rendah dan penurunan tekanan produksi yang cepat, dan gas mengandung air
dan kondensat yang tidak pasti, sehingga pengukuran output sumur tunggal
tidak mungkin sama dengan lapangan gas lainnya. Oleh karena itu, pemilihan
metode dan instrumen yang tepat dan benar untuk pengukuran aliran
merupakan faktor kunci untuk menentukan sistem pengukuran aliran dari
Lapangan Gas Sulige. Melalui perbandingan lapangan sejumlah flowmeters,
akhirnya ditentukan bahwa flowmeters presesi vorteks sederhana akan
digunakan untuk terus mengukur aliran gas yang mengandung cairan. Dengan
tekanan yang bekerja 4.0MPa dan kisaran dari(0.6 ~ 9.0) 10 ^4m^3 /d,
flowmeters dapat menunjukkan tingkat aliran sesaat dan laju alir kumulatif,
dan juga dapat mengubah laju alir sesaat menjadi laju alir standar sesuai
dengan tekanan dan temperature operasi. Dibandingkan dengan flowmeter
smart vortex precession, ketidaktepatan dari simple vortex precession
flowmeter umumnya adalah 5% ~ 10%, yang memenuhi persyaratan untuk
pengukuran wet gas yang mengandung cairan dari sumur tunggal.

3. Menerapkan teknik injeksi metanol mobile skid-mounted untuk


menghilangkan penyumbatan di kepala sumur dan jaringan pipa

Variasi suhu udara di lokasi Lapangan Gas Sulige sangat bagus, dengan
suhu minimum -29 di musim dingin. Untuk menghindari penyumbatan di
wellhead dan jaringan pipa di permukaan musim dingin yang dapat
mempengaruhi produksi normal, sarana khusus digunakan untuk injeksi
metanol untuk memastikan produksi normal.

4. Gabungan antara sumur dan produksi wet gas dengan tekanan


sedang dan rendah

Lapangan Gas Sulige memiliki sejumlah besar sumur gas dengan jarak
sumur yang kecil dan produksi single-well yang rendah. Untuk

27
menyederhanakan sistem produksi gas, rangkaian pipa diatur untuk
menghubungkan flowlines beberapa sumur ke flowline utama. Umumnya 6 ~
8 sumur gas digabungkan dan sebuah stasiun pengumpul gas akan menerima
gas dari 50 ~ 70 sumur gas. Dengan cara seperti itu, pengaturan perpipaan
dioptimalkan dan total panjang flowline diperpendek dan perpipaan untuk
produksi gas dapat lebih mudah disesuaikan untuk pembangunan lapangan
gas berkelanjutan. (Lihat gambar 2).
Selain itu, gas di Lapangan Gas Sulige mengandung H2S yang sangat
kecil dan sejumlah kecil CO2 yang memiliki korosivitas relatif rendah,
sehingga teknik pengumpulan wet gas medium / low pressure diterapkan pada
produksi. Dengan choking downhole, tekanan gas pada kepala sumur pada
umumnya adalah 1,5MPa, sehingga kepala sumur tidak memerlukan pemanas
dan flowline tidak memerlukan pemeliharaan panas dan tidak ada injeksi
metanol, memastikan tidak ada pembentukan hidrat pada wellheads dan
flowlines, dan memungkinkan Kepala sumur tidak diawasi.

5. Teknik pemisahan di bawah suhu normal dan pengumpulan gas


dengan peningkatan tekanan.

Melalui flowline utama, wet gas memasuki stasiun pengumpulan gas


dengan tekanan inlet 1.3MPa. Setelah berkumpul di inlet manifold dari
stasiun pengumpulan gas, gas melewati prosedur pemisahan di bawah suhu
normal, penguat tekanan dan pengukuran sebelum pemrosesan terpusat. Di
musim panas, tekanan bisa ditingkatkan hingga 4.0MPa dalam kasus suhu
tanah yang tinggi. Dengan cara ini tekanan sumur dapat dimanfaatkan
sepenuhnya dan unit kompresor dapat berhenti berjalan untuk mengurangi
konsumsi energi dan menghemat biaya operasi.
Tekanan meningkat secara bertahap dapat mengurangi tekanan produksi
minimum pada kepala sumur, memperpanjang siklus produksi dan
meningkatkan laju produksi gas, dan sementara itu, ia juga dapat menghemat
investasi pada perpipaan dan memenuhi persyaratan produksi dan transmisi
gas dengan meningkatkan tekanan pada Ladang gas Menurut tekanan sistem,
tahap pertama dalam peningkatan tekanan dilakukan di stasiun pengumpulan

28
gas untuk meningkatkan tekanan gas hingga 3.5MPa dari 1.0MPa, dan
kemudian gas tersebut dikirim ke pabrik pengolahan gas.

6. Teknik deoiling dan dehidrasi dari temperature yang rendah


Untuk memastikan kualitas dan tekanan dari gas ekspor, tahap kedua dari
peningkatan tekanan dilakukan di pabrik pengolahan gas, kemudian deoiling
dan dehidrasi gas dibuat dengan metode pemisahan dengan kondensasi,
dengan menggunakan propana sebagai pendingin.
Pertama gas yang berasal dari gas header memasuki pra-pemisah dari
pabrik pengolahan gas dimana pemisahan gas cair dari gas mentah dibuat
dalam kondisi normal. Kemudian tekanan gas naik hingga 5.6MPa dari
2.5MPa. Setelah menekan tekanan, gas masuk ke pendingin udara untuk
pendinginan dan kemudian, ketika memasuki heat exchanger, metanol
diinjeksikan ke dalam gas. Penukar panas pra-pendingin menggunakan gas
ekspor yang dingin dan kering untuk mendinginkan gas mentah sampai 5 di
musim panas dan ke -7,54 di musim dingin, dan kemudian gas tersebut
memasuki propana evaporator dimana suhunya diturunkan ke -5 di musim
panas dan Ke -15 di musim dingin (tergantung pada kebutuhan titik
embun air dan titik embun hidrokarbon). Kemudian gas yang didinginkan
mengalir ke pemisah suhu rendah dimana kondensat dan air dikeluarkan dan
akhirnya memasuki pemisah untuk pemisahan kedua untuk memastikan
bahwa titik embun air dan titik embun hidrokarbon dari gas yang dikeluarkan
dapat memenuhi nilai yang dibutuhkan. Setelah itu, gas kering yang keluar
dari pemisah suhu rendah masuk ke dalam alat heat exchanger pre cooling
untuk menukar panas dengan gas mentah, dan akhirnya, gas kering yang
dipanaskan kembali (dengan titik embun air dan titik embun hidrokarbon)
yang keluarkan di bawah tekanan 5.2MPa.
Selain itu, kepala sumur dilengkapi dengan sistem akuisisi data
sederhana, terutama terdiri dari radio digital, panel surya dan flowmeter.
Radio digital mengirimkan data suhu, tekanan dan laju aliran pada flowmeter
ke stasiun pengumpulan gas dimana sumur gas dijaga dalam pemantauan
terpusat. Jika terjadi tekanan berlebih, penurunan tekanan, penurunan suhu
atau penurunan aliran, sistem akuisisi data di stasiun pengumpulan gas akan

29
menghidupkan alarm dan operator yang bertugas akan memberikan
pemberitahuan kepada petugas patroli yang akan melakukan tindakan
perbaikan yang sesuai. Penerapan sistem akuisisi data tidak hanya dapat
mengurangi beban kerja patroli, namun juga dapat secara efektif menjamin
produksi lapangan gas yang aman, mengurangi jumlah operator dan
memperbaiki manajemen produksi.

F. Gathering Station pada Lepas Pantai


Untuk lapangan North Sea, gas gathering station system dibangun untuk jenis
brent gas. Lapangan North Sea memperbaharui pengujian flaring tanpa
melakukan banyak perubahan. Analisis gas penting dilakukan untuk menentukan
fraksi konten dengan nilai yang berbeda.
Pada saat sekarang tidak diketahui lapangan gas komersial, meskipun
ditemukan lapangan gas kondensat dengan ukuran yang berbeda. Hal penting
yang perlu diperhatikan adalah nilai ekonomis dari gathering station disekitarnya,
karena itu semua berisi proporsi lebih besar dari cadangan gas dibanging dengan
lapangan minyak dan mewakili setengah ketersediaan gas di utara North Sea.
Gas Gathering Pipiline (GGP) menjadi dasar teknologi dan keekonomian
untuk lapangan gas kondensat. Dalam menentukan gas gatheri system, semakin
kecil lapangan akan membutuhkan teknik inovasi untuk menurunkan cost untuk
mengoperasikan pengembangannya. Ada dua pendekatan yang dapat diambil
untuk memproduksikan HC pada lapangan kondensat: Depletion Method dengan
membiarkan tekanan reservoir untun untuk memulai produksi, atau re-injection
untuk mempertahankan tekanan reservoir untuk suatu periode atau ketika
tekanannya mulai turun.
Jika tekanan dibiarkan turun untuk memulai produksi gas akan tersedia untuk
diproduksikan dari awal dan mulai berekspansi ketika tekanan turun pada semua
waktu dari proporsi kondensat.
Komposisi gas mengestimasikan dari PVT tes dari fluida reservoir untuk
beberapa kasus, diambil dari sampel tes di separator. Konsentrasi H2S dan CO2
sangat penting karena akan menyebabkan masalah korosi pada pipa. Analisa
khusus dari komponen ini akan dibutuhkan sebelum proses design pipa selesai.
Koponen dari gas sathering station system adalah:
a. Platform

30
b. Submarine pipelines
Ketika sebuah lapangan minyak atau gas tidak cukup besar untuk menutupi
cost yang dibutuhkan untuk biaya pipeline untuk lapangan itu, kadang-kadang
dibutuhkan pengaturan pengembangan pipeline untuk joint yang digunakan,
khususnya pada lapangan North Amerika. Prinspinya sama untuk pipeline pada oil
atau gas gathering, tetapi untuk gas mempertimbangkan GGP.
Modal untuk pipa yang berada di North Sea adalah diantara yang paling besar
dari seluruh dunia, karena kondisi cuaca dan kedalaman air di daerah utara garis
lintang dengan jumlah utama yang ditemukan. Jarak yang paling dekat antar
sumur lebih dari sekitar 100 km dan bagian utama dari cost adalah peletakan pipa.
Diameter sebenarnya dari pipa tergantung kapasitas, unit yang akan
ditransmisikan. Keuntungannya adalah pipanya memungkinkan untuk membawa
seluruh kapasitas minyak ke daerah pantai. Oil dapat diangkut melalui tanker,
tetapi untuk sekarang teknologi dan biaya yang diperlukan tidak memungkinkan
untuk gas diangkut dengan tanker.
Diameter maksimum dari pipa di North Sea adalah 870 mm (36). Dimana
penurunan tekanan, jarak dan keekonomian juga diperhitungkan . fungsi dari sub-
sea pipeline dalam menghubungan dua keadaan khusus :
1. Dimana sebuah pipeline ditempatkan pada suatu lapangan dan
pengembangannya untuk sepanjangn rute tersebut dilengkapi dengan
biaya sub-sea sesuai dengan point untuk tie-ins kedepannya. Untuk
kedepannya, pasokan gas harus dibawa ke platform terdekat dengan jarak
yang disedikan riser untuk mengalirkan gas. Cost akan lebih hemat jika
dilakukan dengan keadaan ini.
2. Dimana pipeline melewati lapangan gas lain, cost untuk sub-sea
akan diperhitungkan unlang untuk menambah riser pada platform. Untuk
menghemat biaya dilakuka perbanding kecil untuk biaya dari gas
gathering system.
3. Gas dikumpulkan di utara Northsea gathering system akan
diproduksikan minyak dan kondensat. Akan lebih baik jika pipa gas
ditransmisikan dari selata North Sea ke Teluk Meksiko dan kuantitas

31
liquid bisa diproduksikan kondensat disebabkan karena dua fasa yang
mengalir dan memilika dry gas.
Tekanan operasi minimum untuk gas gathering system akan diperlukan lebih
besar dari 110 bar, jadi liquid yang diproduksikan dapat dijaga minimum. Ketika
gas diinjeksikan ke trunk lines (dengan tekanan maksimum 140-145 bar) tanpa
penekanan pada titik injeksi, bagian dari system akan diperlukan untuk operasi
pada tekanan diatas 170 bar.
Hal ini tidak mungkin dihitung secara akuran untuk kapasitas pipeline dimana
kebutuhan ini tidak terlalu serius, karena penalty cost yang terlampir untuk ukuran
yang kebesaran. Meskipun penentuan kapasitas Brent and Frigg pipelines was
sangat penting untuk studi GGP.
Penambahan gas yang lebih berat ke Frigg gas dapat menurunkan kapasitas
pipeline 5-10%.
a. Shore terminals
b. Treatment plants
c. Land pipelines

BAB III

PENUTUP

Dari pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat kita tarik beberapa
kesimpulan sesuai dengan tujuan yaitu :

1. Pipeline merupakan metode tranportasi gas yang paling cocok dan


paling sering digunakan.
2. Separator adalah suatu bejana dimana campuran fluida yang tidak
larut kedalam satu sama lainnya dapat dipisahkan. Separator sendiri dibagi
menjadi dua type, yaitu test separator dan production separator.
3. Gas processing merupakan proses pemurnian gas setelah tahap
pemisahan untuk dapat dialirkan ke pengolahan/pemasaran, yang terbagi

32
atas : acid gas removal, dehidrasi, mercury removal, nitrogen rejection,
pemulihan NGL.
4. Kompresor merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses
minyak dan gas kebanyakan kompresor memiliki wet seals dan pada
kinerjanya mengkompresikan gas serta kaitannya dengan anti surge
merupakan sebuah pengontrolan untuk melindungi dan mengoptimalkan
pada kompresor dan fungsi akhir dari kompresor sebagai penanganan
pelumas
5. Terdapat beberapa karakteristik utama pada teknologi yang
digunakan di gathering dan transmisi gas dipermukaan guna mengetahui
aliran proses mana yang paling sesuai dengan karakteristik pembangunan
dan kontruksi dari setiap lapangan gas.
6. Untuk lapangan gas offshore, transportasi lebih ekonomis
dilakukan dengan pipa dibandingkan tanker.

DAFTAR ISI

Lyons, William C .(1996). Standard Handbook of Petroleum and Natural Gas


Engineering. Houston, TX. Gulf Professional Publishing.

Mokhatab, Saeid., Poe, William A dan Speight, James G. (2006). Handbook of


Natural Gas Transmission and Processing. Oxford, UK. Gulf Professional
Publishing.

Yi, Liu; Denghai, Wang; Guang, Yang; Zibing, Liu; Yugomg, Wang; Gang Xue,
et al. 2009. Optimization and Innovation Works on Gas Gathering
Technology and Techniques in Sulige Gas Field. Doha, Qatar. International
Petroleum Technology Conference.

33
34