Anda di halaman 1dari 5

Review Jurnal

Instrumen Ekonomi Untuk Keberlanjutan Perikanan Budidaya di Waduk

A. Latar Belakang
Lingkungan berupa perairan darat merupakan lahan bagi masyarakat dalam
mempertahankan kehidupannya yang umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai
budidaya air tawar untuk menunjang perekonomian. Lingkungan perairan secara alami
memiliki kemampuan untuk memulihkan keadaannya apabila lingkungan tersebut masih
dalam keadaan yang seimbang atau dikatakan normal. Sepanjang belum ada gangguan
dari luar yang akan mengganggu keseimbangan suatu perairan, maka perairan tersebut
akan tetap seimbang sebagaimana mestinya. Namun dari waktu ke waktu dalam kegiatan
budidaya perikanan kemampuan alami dari perairan tidak dapat bertahan untuk
memulihkan kerusakan yang timbul yang mempengaruhi sistem perairan dan terjadi
secara berkelanjutan yang mengakibatkan kualitas suatu perairan menurun. Keberadaan
budidaya perikanan di perairan darat sebagaimana digambarkan di atas menempatkan
situasi yang dilematis bagi pemerintah. Pada satu sisi, budidaya perikanan air tawar
merupakan kegiatan usaha petani ikan yang tidak dapat disangkal memberikan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) , tapi pada sisi lain, terjadi degradasi kualitas air secara
menyeluruh. Diperlukan sebuah upaya yang mengarah pada bentuk tidak menyebabkan
hilangnya kegiatan usaha petani, namun konservasi lingkungan perairan terjaga bahkan
pulih.

B. Model Pengelolaan
Model pendekatan yang digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan perairan
yang disebabkan oleh pelaku kegiatan budidaya dalam melakukan kegiatannya yaitu
dengan model instrumen ekonomi. Model instrumen ini dinilai efektif dalam kegiatan
pemulihan dan konservasi lingkungan sehingga kegiatan usaha perikanan tetap dapat
berjalan sebagaimana mestinya. Secara umum Instrumen Ekonomi didefinisikan sebagai
Instrumen berbasis pasar, karena menggunakan sinyal pasar seperti harga untuk
memberikan insentif kepada pengambil keputusan untuk mengintegrasikan lingkungan
dalam proses pengambilan keputusan mereka. Instrumen Ekonomi untuk pengelolaan
sumber daya alam dan lingkungan sebagai mekanisme administrasi yang digunakan oleh
pemerintah untuk mempengaruhi perilaku siapa pun yang mendapatkan nilai dari sumber
daya, memanfaatkan atau menyebabkan dampak sebagai side effect atau eksternalitas
yang disebabkan aktifitas mereka sehingga secara tidak langsung hal ini akan menjadi
faktor pembatas dalam kegiatan mereka untuk mengurangi dampak negatif yang
ditimbulkan akibat kegiatan dalam usaha perikanan karena terdapat ketentuan-
ketentuannya.

Ada empat hal utama menyangkut fungsi Instrumen Ekonomi dalam pengelolaan
lingkungan, yakni:

1. Menginternalisasikan eksternalitas dengan cara mengoreksi kegagalan pasar melalui


meknisme full cost pricing atau mekanisme pembayaran penuh, dimana biaya
subsidi, biaya lingkungan dan biaya eksternalitas diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan.
2. Mampu mengurangi konflik pembangunan versus lingkungan, bahkan jika dilakukan
secara tepat menjadikan pembangunan ekonomi sebagai wahana (vehicle) untuk
perlindungan lingkungan dan sebaliknya.
3. Instrumen Ekonomi berfungsi untuk mengencourage efisiensi dalam penggunaan
barang dan jasa dari sumber daya alam sehingga tidak menimbulkan overconsumption
karena pasar melalui Instrumen Ekonomiakan memberikan sinyal yang tepat
terhadap penggunaan yang tidak efisien.
4. Instrumen Ekonomi dapat digunakan sebagai sumber penerimaan (revenue
generating). Instrumen ekonomi dapat menghasilkan pemasukan dana dalam jumlah
besar dari penerimaan pajak atau retribusi. Pihak yang akan memperoleh penerimaan
tersebut bisa pemerintah (pusat maupun daerah), unit pengelola /penyedia jasa
lingkungan atau kelompok masyarakat yang diberikan kewenangan untuk
mengumpulkan penerimaan tersebut. Penerimaan tersebut dapat digunakan kembali
untuk diinvestasikan kembali dalam kegiatan pengelolaan SDA dan lingkungan hidup
dan dukungan lebih lanjut terhadap langkah-langkah praktis menuju kondisi
lingkungan yang lebih baik, misalnya dengan mengadopsi teknologi.
Selain hal-hal yang menyangkut fungsi instrumen ekonomi dalam pengelolaan
lingkungan terdapat pula jenis-jenis instrumen ekonomi, yaitu:

1. Hak Kepemilikan (property rights).


2. Penciptaan Pasar (market creation).
3. Instrumen Fiskal
4. Sistem Pungutan (charge system)
5. Instrumen Finansial
6. Instrumen Pertanggungjawaban (liability)
7. Performance and Bond system

C. Analisis
Kebijakan yang memperkenalkan budidaya perikanan berbentuk Karamba Jaring
Apung (Net Cage) di lingkungan perairan waduk yang digunakan sebagai sumber
pembangkit listrik tenaga air merupakan bentuk kompensasi yang dijanjikan pemerintah
terhadap masyarakat yang tanahnya sudah dijadikan sebagai waduk. Pemerintah
menawarkan program transmigrasi kepada penduduk yang tanahnya termasuk wilayah
waduk, sehingga penduduk yang tanahnya tidak termasuk dalam wilayah waduk akhirnya
mendapat peluang untuk menjadi petani ikan dengan menerapkan pola budidaya KJA
yang dipandu oleh para penyuluh. Seiring berjalannya waktu terjadi peningkatan
produksi hingga pada akhirnya mencapai titik maksimum produksi hingga kemudian
terjadilah penurunan produksi. Agar kembali normal atau memulihkan kembali jumlah
produksi dilakukan pembudidayaan dengan pakan ikan. Selanjutnya produksi ikan
kembali meningkat yang juga menimbulkan ketertarikan bagi masyarakat luar untuk
masuk sebagai petani KJA. Hal ini menimbulkan meningkatnya petak KJA yang semakin
lama semakin banyak hingga over capacity. Setelah berjalan selama 10 tahun terjadilah
eksternalitas dimana waaduk mengalami degradasi seperti penurunan kedalaman air,
pengerasan dasar waduk, kondisi eutrofik sampai hypertrofik.
Eksternalitas yang terjadi diberbagai waduk seperti pencemaran badan air
perairan waduk itu sendiri yang diakibatkan dari pemanfaatan dari badan perairan sebagai
open access yang kemudian dipandang sebagai common property dan disisi lain
kelembagaan pengelola waduk sebagai representatif pemerintah menjadi tidak efisien.
Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti
prinsipprinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Dalam pandangan ekonomi,
eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip
alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi. Karakteristik barang atau sumber daya
publik, ketidaksempurnaan pasar, kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan
dimana unsur hak pemilikan atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak
terpenuhi. ada beberapa tindakan untuk mencegah atau mengurangi terjadinya
eksternalitas yaitu dengan memberikan hak kepemilikan, internalisasi, dan pemberlakuan
pajak. Internalisasi merupakan upaya untuk menginternalkan dampak yang ditimbulkan
dengan cara menyatukan proses pengambilan keputusan dalam satu unit usaha.
Hal kepemilikan (property right) ada dua hal yang perlu dipertimbangkan yakni
menyangkut ownership right (hak memiliki) dan use right atau hak pemanfaatan.
Instrumen ekonomi yang bisa digunakan antara lain berupa licensing (penjualan izin),
pengesahan penjagaan (stewardship), hak pengusahaan misalnya pada pertambangan dan
sebagainya. Sementara itu dari sisi penciptaan pasar, mekanisme yang sering digunakan
di negara maju seperti tradable permit, tradable catch quota (individual transferable
quota) dapat digunakan sebagai instrumen pengendalian.
Instrumen ekonomi akan berhasil apabila petani mendatangkan insentif bagi
petani maupun pemangku kepentingan lain. Tawaran instrumen ekonomi yang dapat
diterapkan bagi upaya pemulihan dan pemeliharaan kelestarian lingkungan perairan
waduk adalah sebagai berikut:
1. Command and Control (CaC). Instrumen yang paling sering dilakukan oleh para
pembuat
kebijakan publik. Instrumen akan efektif apabila para pihak pengelola, Pemerintah
Daerah di sekitar waduk merancang bentuk CaC,, yang didalamnya memuat berbagai
aturan atau tatacara bagi upaya terciptanya:
a. Tertib usaha kegiatan budidaya ikan KJA baik dari sisi administrasi, teknis dan
lingkungan.
b. Sosialisasi yang berkelanjutan tentang perlunya menjaga keberlangsungan usaha
budidaya ikan KJA, agar muncul kebijakan kontraproduktif yang menutup peluang
budidaya KJA diteruskan.
2. Kuota Produksi. Carrying capacity perairan waduk harus ditentukan segera
berdasarkan hasil penelitian, sehingga produksi optimal dapat ditentukan dibagi atas
berapa petak.
3. Pajak Lingkungan. Pajak lingkungan, yang dalam hal ini adalah biaya lingkungan
dimaksudkan sebagai biaya yang harus dibayar petani sesuai dengan jumlah dan jenis
pakan ikan yang diberikan petani.

D. Kesimpulan
1. Instrumen ekonomi pada dasarnya adalah instrumen yang dirancang untuk
mempengaruhi proses produksi dan konsumsi melalui mekanisme harga atau dengan
cara mengubah ketertarikan ekonomi terhadap tindakan-tindakan tertentu. Instrumen
ekonomi berfungsi untuk mengukuhkan, memperbaiki dan memperjelas hak
pemilikan, menjamin pengguna sumberdaya membayar sesuai yang dikonsumsi dan
dapat menjadi subsidi bagi alternatif teknologi yang ramah lingkungan serta dapat
membangkitkan penerimaan keuangan daerah.
2. Instrumen ekonomi akan berhasil apabila petani mendatangkan insentif bagi petani
maupun pemangku kepentingan lain.