Anda di halaman 1dari 7

A.

Harga Keseimbangan (Equlibrium Price)

1. Pengertian Harga Keseimbangan


Harga terbentuk berdasarkan peristiwa pertukaran antara barang dan
jasa menggunakan uang dipasar atau adanya tawar menawar antara pembeli
dan penjual , sehingga dapat terbentuk harga pasar. Harga yang terbentuk
dipasar merupakan harga keseimbangan (equlibrium price). Harga
keseimbangan adalah harga yag terbentuk pada tingkat dimana jumlah yang
diinginkan penjual maupun pembeli sama.
Harga keseimbagan ditentukan oleh kekuatan permintaan dan
penawaran yang terjadi dipasar . Harga keseimbangan jika ditinjau dari grafik
atau kurva akan terjadi saat kurva akan terjadi saat kurva permintaan
berpotongan dengan kurva penawaran . Titik perpotongan antara kurva
permintaan dan kurva penawaran ini disebut dengan titik keseimbangan
(equilibrium).Titik keseimbangan yang terjadi umumnya akan bertahan lama dan
menjadi patokan penjual atau pembeli dalam menentukan harga.

Contoh : Bu Andri ingin membeli 5 kg kentang. Mula mula penjual menawarkannya


seharga Rp. 30.000. Bu Andri menawar harga kentang tersebut dengan harga
Rp. 20.000. Namun penjual tidak ingin menjual semurah itu Akhirnya, Bu Andri
menaikan harga nya menjadi Rp. 25.000 dan penjual setuju. Akhirnya, jadilah
harga keseimbangannya sebesar Rp. 25.000. Peristiwa ini akan lebih jelas jika
dibuat dalam tabel.

Harga Kentang Jumlah Yang Ditawarkan Jumlah Yang Diminta (kg)


(kg)
Rp. 30.000 10 2
Rp. 28.000 8 4
Rp. 25.000 5 5
Rp.20.000 4 8
Rp.18.000 2 10

P
Rp.30.000

Rp.28.000

Rp.25.000 E (Titik Equilirium)

Rp.20.000

Rp.18.000

2 4 5 8 10
Q(Kg)

Dari tabel diatas sana dapat digambar grafik yang disebut


kurva keseimbangan pasar, tampak seperti diatas.
Harga Keseimbangan Pasar 1
Harga Keseimbangan Pasar 2
2. Pergeseran Titik Keseimbangan
Keseimbangan yang terjadi dalam pasar dapat berubah sewaktu waktu apabila
terjadi perubahan pada faktor faktor yag memengaruhi permintaan dan penawaran.
Ketika Permintaan dan berubah, posisi titik keseimbangan juga akan berubah.

Perubahan titik keseimbangan berarti terjadi pergeseran dalam kurva


keseimbangan. Jika terjadi peningkatan jumlah permintaan namun jumlah penawaran
tetap, harga akan naik, sehingga titik ekuilibrium bergeser naik. Sementara jika
penawaran naik namun permintaan tetap, harga akan turun, sehingga titik ekuilibrium
juga turun.

a) Pergeseran kurva permintaan dari DD ke D1 D1 dan kurva penawaran dari SS ke


S1S1 telah menggeser titik keseimbangan dari E ke E1. Pergeseran yang terjadi
dari titik E ke E1 tidak menyebabkan perubahan harga keseimbangan, yaitu
tetap sebesar OP.

P D D1

E E1
P

S S1

0
Q Q1 Q

b) Pergeseran kurva permintaan dari DD ke D1 D1 dan kurva penawaran dari SS


ke S1S1 telah menggeser titik keseimbangan dari E ke E1.Kurva di bawah
menunjukan E bergesr ke E1, tetapi jumlah keseimbangannya tidak berubah,
yakni tetap sebesar OQ.

Harga Keseimbangan Pasar 3


Harga Keseimbangan Pasar 4
D1
S1
E1
P1 D S
E
P

Q Q

3. Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan dengan Fungsi


Permintaan dan Fungsi Penawaran

Kita ketahui bahwa permintann barang dari konsumen atau pembeli sedangkan
penawaran berasal dari produsen atau penjual. Konsumen selalu mengharapkan harga
barang murah atau terjangkau oleh daya belinya, sedangkan dipihak produsen jumlah
barang yang ditawarkan habis terjual dan memperoleh keuntungan.
Keadaan tersebut selalu demikian seakan-akan tidak akan pernah bertemu satu
dengan lainnya sebab konsumen sebagai penawar mempunyai prinsip penjualan.
Proses terbentuknya harga keseimbangan (pasar) banyak dipengaruhi oleh hukum
permintaan dan hukum penawaran. Proses terbentuknya keseimbangan disebabkan
adanya interaksi (hubungan) antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual)
yang dilakukan saling sama suka.

Contoh
Diketahui fungsi permintaan adalah Qd = 150 3P dan fungsi penawaran Qs = -
60 + 4P.
Jawab :
Tingkat harga keseimbangan terjadi pada:
Qd = Qs Qd = 150 3P P = 30
150 3 P = 60 + 4P = 150 3 (30)
4P 3P = 60 150 = 150 90
7P = 210 = 60
P = 210atau-7
P = 30
Maka keseimbangan terjadi pada E ( 60 ; 30 ) atau harga keseimbangan terjadi pada
tingkat harga Rp. 30,- dan pada jumlah permintaan dan penawaran sejumlah 60 unit.

Untuk lebih memperjelas tentang fungsi permintaan dan penawaran, kita bahas
beberapa soal olimpiade sains ekonomi yang ada kaitannya dengan fungsi permintaan
dan penawaran :

Harga Keseimbangan Pasar 5


Soal pertama : (Olimpiade Sains Propinsi (OSP) Ekonomi 2006)
Permintaan akan durian di Medan ditunjukkan oleh persamaan Q = 80 - 2P, sedangkan
penawarannya dicerminkan oleh persamaan Q = -120 + 8P. Harga keseimbangan dan
jumlah keseimbangan pasar durian di medan adalah...

Jawab:
Keseimbangan terjadi pada saat Qd = Qs, Jadi
80 - 2P = -120 + 8P
8P + 2P = 120 + 80
10P = 200
P = 200 / 10
P = 20

Nilai P kita masukan kedalam fungsi permintaan atau penawaran untuk mencari
berapa jumlah harga keseimbangan :
Qs = -120 + 8(20)
Qs = -120 + 160
Qs = 40
Jadi Jumlah barang dan harga keseimbangan masing-masing adalah 40 dan 20.

4. Faktor faktor yang mempengaruhi harga pasar


(Permintaan & Penawaran)
1) Permintaan terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan jumlah
barang atau jasa terbatas
2) Tinggi rendahnya biaya produksi
3) Pandangan masa depan dari produsen atau konsumen
4) Produsen mengetahui selera konsumen
5) Penawaran terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan daya beli
konsumen tetap atau berkurang

5. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar

Pengenaan pajak atau pemberian subsidi atas suatu barang yang


diproduksi/dijual akan mempengaruhi keseimbangan pasar barang tersebut,
mempengaruhi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan.
Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang
tersebut naik. Setelah dikenakan pajak, maka produsen akan mengalihkan sebagian
beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu dengan menawarkan harga jual yang
lebih tinggi. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar menjadi lebih
tinggi daripada harga keseimbangan sebelum pajak, sedangkan jumlah keseimbangan
menjadi lebih sedikit.
Harga Keseimbangan Pasar 6
Ads by CinemaPlus-4.5v
Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva
penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar (lebih tinggi) pada
sumbu harga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka
sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t. Dengan kurva penawaran yang lebih
tinggi (cateris paribus), titik keseimbangan akan bergeser menjadi lebih tinggi.

Contoh:
Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 Q, sedangkan
penawaranannya P = 3 + 0.5 Q. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar 3
perunit. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan sebelum pajak dan
berapa pula jumlah keseimbangan sesudah pajak ?

Jawab:
Sebelum pajak Pe = 7 dan Qe = 8 (contoh di atas). Sesudah pajak, harga jual yang
ditawarkan oleh produsen menjadi lebih tinggi. Persamaan penawaran berubah dan
kurva bergeser ke atas.

Penawaran sebelum pajak : P = 3 + 0.5 Q


Penawaran sesudah pajak : P = 3 + 0.5 Q + 3

P = 6 + 0.5 Q Q = -12 + 2 P
Sedangkan persamaan permintaan tetap :
Q = 15 P

Keseimbangan pasar : Qd = Qs
15 P = -12 + 2P
27 = 3P
P=9

Q = 15 P
Q = 15 9
Q =6

Jadi, sesudah pajak : Pe = 9 dan Qe = 6

Harga Keseimbangan Pasar 7