Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari hari, senyawa asam dan basah dapatdengan mudah
kita temukan. Mulai dari makanan, minuman, tubuh manusia, hewan hingga suku
cadang kendaraan bermotor. Buah buahan mengandung senyawa asam, contohnya,
jeruk mengandung asam sitrat, tomat mengandung asam askorbat, apel mengandung
asam malat, sedangkan anggur mengandung asam tartrat. Minuman ringan
mengandung asam karbonat. Lambung manusia mengandung asam klorida yang
berguna untuk membunuh kuman dalam tubuh. Beberapa produk rumah tangga yang
mengandung basa. Contohnya,sabun, deterjen, dan pembersih peralatan rumah
tangga.

B. TUJUAN
a. Untuk mengetahui perbedaan asam dan basa
b. Untuk mengetahui pengertian asam basah oleh beberapa tokoh
c. Untuk mengetahui asam basa kuantitatif
d. Untuk mengetahui asam basa kualitatif
e. Untuk mengetahui kekuatan asam dan basa

C. RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana perbedaan asam dan basah
b. Bagaimana pengertian asam basah menurut beberapa tokoh
c. Bagaimana asam basa kuantitatif
d. Bagaimana asam basa kualitatif
e. Bagaimana kekuatan asam dan basa

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Asam Dan Basa


Asam dan basa merupakan zat kimia yang banyak digunakan dalam kehidupan
sehari hari.

1. Asam
Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin Acetum yang berarti cuka,
karena diketahui zat utama dalam cuka adalah asam asetat.secara umum asam
yaitu zat yang berasa masam.
2. Basa
Basa (alkali) berasal dari ahasa arabyang berarti abu. Secara umum basa yaitu
zat yang berasa pahit bersifat kaustik.

2.2. Teori Asam Basa Menurut Beberapa Tokoh

1. Teori Asam dan basa menurut Svante Arrhenius


Arrhenius menyatakan mulekul mulekul zat elektrolit selalu
menshasilkan ion ion positif dan negatif jika dilarutkan dalam air. Pada tahun
1984 Ilmuan Swedia, Svante Arrhenius mengemukakan pengertian asam
asam berdasarkan reaksi ionisasi. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat
yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion . Adapun basa merupakan zat
yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion .

2
Contoh senyawa Asam Basa menurut Svante Arrhenius

Senyawa Contoh Reaksi Ionisasi

HCL (Asam Klorida) HCL (aq) (aq) + (aq)


HBr (Asam Bromina) HBr (aq) (aq) + (aq)
Asam HI (Asam Iodida) HI (aq) (aq) + (aq)
HF (Asam Fluorida) HF (aq) (aq) + (aq)
S (Asam Asetat) S (aq) (aq) + (aq)
NaOH (Natrium Hidroksida) NaOH (aq) (aq) + (aq)
KOH (aq) (aq) +
KOH (Kalium Hidroksida)
(aq)
Basa
Mg(Magnesium Klorida) Mg (aq) + (aq)
(Kalium Hidroksida) (aq) + (aq)
Al(Aluminium Hidroksida) Al (aq) + (aq)

untuk asam asam yang tiap molekulnya dapat menghasilkan lebih darisatu
ion dikelompokkan kedalam asam poliprotik.
Contoh :
a. Asam sulfat dalam air
S(aq) (aq) + (aq)
(aq) (aq) + (aq)
tu molekul asam ini dapat menghasilkan 2 ion . Karena itu, asam sulfat
digolongkan dalm asam diprotik.
b. Asam fosfat dalam air
P(aq) (aq) + (aq)
(aq) (aq) + (aq)
(aq) (aq) + (aq)

3
Satu molekul asam ini dapat menghasilkan 3 ion . Karena itu asam fosfat
digolongkan dalam asam Triprotik.
Jika tiap molekul asam hanya dapat memberikan satu ion , maka asam itu
disebut asam monoksida
Contoh :
a. Asam bromida dalam air
HBr (aq) (aq) + (aq)
b. Asam Nitrat dalam air
(aq) (aq) + (aq)
Dalam pelarut air, basa dapat menghasilkan ion hidroksida, baik secara
langsung maupun tidak langsung ketika bereaksi dalam air
Contoh: NaOH dalam air
NaOH (aq) (aq) + (aq)

2. Teori Asam dan Basa menurut Bronsted-Lowry


Pada tahun 1923, ilmwuan Denmark Johannes Bronsted dan Ilmuwan
Inggris Thomas Lowry mengemukakan teori asam dan basah berdasarkan serah
terima proton.
Teori
Asam adalah donor proton (ion hidrogen).
Basa adalah akseptor proton (ion hidrogen).
Pengertian asam dan basa yang dikemukakan oleh Bronsted Lowry
memperbaiki kelemahan teori asam basa Arrhenius. Pengertian asam basa
Arrhenius hanya berlaku untuk senyawa yang larut dalam pelarut air karena
reaksi ionisasi yang menghasilkan ion dan ion hanya terjadi dalam pelarut air.
Dalam suatu persamaan reaksi asam basa berdasarkan teori Bronsted
Lowry, suatu asam dan basa masing masing mempunyai pasangan. Pasangan
asam disebut basa konjugasi sedangkan pasangan basa disebut asam konjugasi.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam asam basa konjugasi:

4
a. Molekul atau ion yang membentuk pasangan asam basa harus berbeda hanya
satu ion Dalam suatu apsangan, asam selalu memilki kelebihan satu ion dari
basa.
b. Asam konjugasi dapat dicari dengan cara menambahkan satu ion pada zat
tersebut, sedangkan basa konjugasi dapat dicari dengan menghilangkan satu
ion pada zat tersebut.
c. Molekul atau ion yang mengandung atom H serta atom yang memiliki
pasangan elektron bebas dapat bersifat asam (memberikan ion) dan bersifat
basa (menerima ion 0) zat semacam ini disebut amfibrotik atu amfoter
Keunggulan asam basa menurut Bronsted Lowry:
a. Konsep asam basa menurut Bronsted Lowry tidak terbatas dalam pelarut
air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam basa dalm pelarut lain atau bahkan
reaksi tanpa pelarut.
b. Asam dan basa dari Bronsted Lowry tidak hanya berupa molekul, tetapi
dapat juga berupa kantion atu anion. Konsep asam dan basa dari Bronsted
Lowry dapat menjelaskan sifat asam suatu senyawa.
Berdasarkan uraian diatas, kita mengetahui bahwa teori asam basa
Bronsted Lowry dapat melengkapi teori asam basa Arrhenius. Namun
demkian perkembangan teori asam basa masih berlangjut. Pada tahun 1923,
G.N. Lewis mengajukan teori asam basa yang lebih luas lagi
.
Hubungan antara teori Bronsted-Lowry dan teori Arrhenius
Teori Bronsted-Lowry tidak berlawanan dengan teori Arrhenius Teori
Bronsted-Lowry merupakan perluasan teori Arrhenius. Ion hidroksida tetap
berlaku sebagai basa karena ion hidroksida menerima ion hidrogen dari asam
dan membentuk air. Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan karena
asam bereaksi dengan molekul air melalui pemberian sebuah proton pada
molekul air. Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air untuk
menghasilkan asam hidroklorida, molekul hidrogen klorida memberikan sebuah

5
proton (sebuah ion hidrogen) ke molekul air. Ikatan koordinasi (kovalen dativ)
terbentuk antara satu pasangan mandiri pada oksigen dan hidrogen dari HCl.
Menghasilkan ion hidroksonium, H3O+.
Ketika asam yang terdapat dalam larutan bereaksi dengan basa, yang
berfungsi sebagai asam sebenarnya adalah ion hidroksonium. Sebagai contoh,
proton ditransferkan dari ion hidroksonium ke ion hidroksida untuk
mendapatkan air.
Adalah sesuatu hal yang penting untuk mengatakan bahwa meskipun
anda berbicara tentang ion hidrogen dalam suatu larutan, H+(aq), sebenarnya
anda sedang membicarakan ion hidroksonium.
Permasalahan hidrogen klorida / amonia
Hal ini bukanlah suatu masalah yang berlarut-larut dengan
menggunakan teori Bronsted-Lowry. Apakah anda sedang membicarakan
mengenai reaksi pada keadaan larutan ataupun pada keadaan gas, amonia
adalah basa karena amonia menerima sebuah proton (sebuah ion hidrogen).
Hidrogen menjadi tertarik ke pasangan mandiri pada nitrogen yang terdapat
pada amonia melalui sebuah ikatan koordinasi.

Perhatikan reaksi ke arah depan:


HA adalah asam karena HA mendonasikan sebuah proton (ion hidrogen) ke air.
Air adalah basa karena air menerima sebuah proton dari HA.
Akan tetapi ada juga reaksi kebalikan antara ion hidroksonium dan ion A-:
H3O+ adalah asam karena H3O+ mendonasikan sebuah proton (ion hidrogen) ke
ion A-.
Ion A- adalah basa karena A- menerima sebuah proton dari H3O+.

6
3. Teori asam dan basa menurut Lewis
Diketahui sesuai konsep asam dan basa lewis, Asam Lewis merupakan
senyawa yang mampu menerima sepasang elektron bebas atau akseptor
elektron, sedangkan Basa Lewis merupakan senyawa yang mampu memberikan
sepasang elektron bebas atau donor elektron. Namun jika kita dihadapkan pada
suatu basa atau asam yang memiliki ciri-ciri yang sama maka kita dapat
menentukan yang mana yang lebih memiliki tingkat keasaman atau kebasaan
yang lebih tinggi dibandingkan yang lain, yaitu dengan mereaksikannya dengan
asam atau basa tertentu.
Sebagai contoh (CH3)3N:, (CH3)3P:, (CH3)3As:, (CH3)3Sb:, (CH3)3Bi:.
Kelima senyawa tersebut termasuk kedalam basa lewis karena memiliki
sepasang elektron bebas, namun yang mana dari basa-basa tersebut yang lebih
tinggi kekuatan basanya? Jika kita mereaksikan basa-basa tersebut dengan suatu
H+, maka manakah yang akan memiliki ikatan yang paling kuat?
H+ merupakan asam, ion hidrogen, yang tidak memiliki satu elektron
pun dalam orbitalnya, dan memiliki ukuran yang sangat kecil. Jika ion hidrogen
ini berikatan dengan suatu basa, maka agar overlapped orbital yang terbentuk
efektif diperlukan ukuran atom donor dari basa yang kecil pula. Jika H+ ini
berikatan dengan basa yang memiliki ukuran atom donor yang besar maka
overlapped orbital yang terbentuk kurang efektif (dibolak-balik aja kata2 gw).
Sekarang kita lihat ke basanya, dari kelima basa tersebut semakin ke kanan
dalam urutan di atas, ukuran atom donornya semakin besar sehingga (CH 3)3N:
akan memiliki overlap orbital yang paling efektif dibanding yang lainnya,
kemudian berturut-turut sesuai ukuran atom donornya. Maka urutan basa yang
paling kuat dari basa-basa tersebut
{(CH3)3N, (CH3)3P, (CH3)3As, (CH3)3Sb, (CH3)3Bi} adalah
(CH3)3N: > (CH3)3P: > (CH3)3As: > (CH3)3Sb: > (CH3)3Bi:
Nah itu jika susunan basa-basa nya memiliki gugus yang sama dan atom
donor yang berbeda. Namun bagaimana jika kita dihadapkan pada susunan basa

7
yang perbedaanya terletak pada atom-atom/ gugus-gugus yang terikat pada
atom donor yang sama?? Contohnya (CH3)3N:, H3N:, F3N:. Mudah saja!!
Ketiga basa ini juga kita misalkan bereaksi dengan H+, maka basa yang akan
berikatan kuat dengan H+ adalah basa yang atom donornya memberikan
dorongan elektron yang kuat kepada H+ atau basa yang memiliki kerapatan
elektron yang besar pada atom donor. Perbedaan yang nyata pada ketiga basa
ini adalah gugus atau atom yang terikat pada atom donornya. Semakin
elektronegatif suatu gugus atau atom yang terikat pada atom donor maka akan
menyebabkan elektron bebas pada atom donornya akan tertarik kearah atom
tersebut lebih besar sehingga menyebabkan dorongan elektron untuk berikatan
dengan H+ berkurang (kerapatan elektron atom donor berkurang). Atau kita
mengenal istilah efek induksi positif yang jika saya artikan kemampuan
atom/gugus yang terikat pada atom donor dalam memberikan pengaruh positif
pada atom donornya. Jika efek induksi positif dari atom/gugus yang terikat
besar maka akan menyebabkan dorongan positif ke arah atom donor sehingga
elektron bebas pada atom donornya kini memiliki kerapatan elektron yang lebih
besar. Maka urutan basa yang paling kuat dari basa-basa tersebut {(CH3)3N,
NH3:, NF3:} adalah
(CH3)3N: > H3N: > F3N:
Keungulan konsep asam basa Lewis:
Keunggulan asam basa Lewis dibandigkan konsep asam basa
Arrhenius dan Bronsted Lowry adalah dapat menjelaskan reaksi asam dan
basa tanpa melibatkan proton (ion ). Selain itu, teori asam basa Lewis dapat
menjelaskan asam basa yang berlangsung dalam pelarut air, pelarut bukan air,
dan tanpa pelarut sama sekali. Lebih luas lagi, teory Lewis juga dapat
menjelaskan reaksi- reaksi, seperti pembentukan ion logam, kompleks dan
reaksi organik.
Hubungan antara teori Lewis dan teori Bronsted-Lowry

8
Basa Lewis
Hal yang paling mudah untuk melihat hubungan tersebut adalah dengan
meninjau dengan tepat mengenai basa Bronsted-Lowry ketika basa Bronsted-
Lowry menerima ion hidrogen. Tiga basa Bronsted-Lowry dapat kita lihat pada
ion hidroksida, amonia dan air, dan ketianya bersifat khas.
Teori Bronsted-Lowry mengatakan bahwa ketiganya berperilaku
sebagai basa karena ketiganya bergabung dengan ion hidrogen. Alasan
ketiganya bergabung dengan ion hidrigen adalah karena ketiganya memiliki
pasangan elektron mandiri seperti yang dikatakan oleh Teori Lewis.
Keduanya konsisten.
Pada teori Lewis, tiap reaksi yang menggunakan amonia dan air
menggunakan pasangan elektron mandiri-nya untuk membentuk ikatan
koordinasi yang akan terhitung selama keduanya berperilaku sebagai basa.
Sepanjang menyangkut amonia, amonia menjadi sama persis seperti
ketika amonia bereaksi dengan sebuah ion hidrogen amonia menggunakan
pasangan elektron mandiri-nya untuk membentuk ikatan koordinasi. Jika anda
memperlakukannya sebagai basa pada suatu kasus, hal ini akan berlaku juga
pada kasus yang lain.
Asam Lewis
Asam Lewis adalah akseptor pasangan elektron. Pada contoh
sebelumnya, BF3 berperilaku sebagai asam Lewis melalui penerimaan pasangan
elektron mandiri milik nitrogen. Pada teori Bronsted-Lowry, BF3 tidak
sedikitpun disinggung menganai keasamannya. Inilah tambahan mengenai
istilah asam dari pengertian yang sudah biasa digunakan.

9
2.3. Pengertian Analisa Kuantitatif
Analisa Kuantitatif merupakan suatu upaya untuk menguraikan atau
memisahkan suatu kesatuan bahan menjadi komponen-komponen
pembentukannya. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat (Haryadi,1990). Dan
pernyataan tersebut diperjelas oleh Day dan Underwood (1998) bahwa analisa
kuantitatif merupakan suatu cara atau upaya sistematis yang dilakukan dengan
jalan mengukur volume larutan yang konsentrasinya telah diketahui dengan
teliti, serta untuk mengubah sesuatu menjadi lebih sederhana.
Biasanya untuk mengukur volume larutan standar tersebut, larutan
standar harus ditambahkan melalui alat yang disebut biuret. Karena reaksi harus
sempurna, maka saat reaksi sempurna sudah tercapai disebut saat ekuivalen
atau saat stoikiometri yang biasanya dapat diketahui karena ada sesuatu yang
tampak dalam larutan ini, yaitu perubahan warna atau terjadinya suatu endapan
yang disebabkan oleh larutan standarnya itu sendiri atau karena adanya
penambahan suatu larutan penunjuk atau indikator. Saat dimana proses titrasi
harus dihentikan disebut saat akhir titrasi. Diharapkan saat ekuivalen sama
dengan saat akhir titrasi. Tetapi pada kenyataanya, kedua saat tersebut sulit
dicapai secara bersamaan. Selain reaksi harus kuantitatif juga harus berjalan
cepat, sebab bila reaksinya lambat titik ekuivalen sulit diamati. Reaksi dapat
dipercepat dengan pemanasan, pengadukan atau penambahan katalisator (Day
dan Underwood, 1998).

10
2.4. Macam-macam Analisa Kuantitatif
Analisa kuantitatif ada beberapa macam diantaranya volumetri, grafimetri
dan instrumental. Analisa titrimetri berkaitan dengan pengukuran volume suatu
larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui yang diperlukan untuk bereaksi
dengan analit. Analisa gravimetri pengukuran menyangkut pengukuran berat.
Istilah analisa instrumental berhubungan dengan pemakaian peralatan khusus
pada langkah pengukuran (Day dan Underwood, 1998).
1. Volumetri
Analisa volumetri juga dikenal sebagai trimetri, dimana zat yang akan
dianalisa dibiarkan bereaksi dengan zat lain yang konsentrasinya diketahui dan
dialirkan dari biuret dalam bentuk larutan (Khopkar, 1990).
Suatu analisis kimia terdiri dari 4 tahapan yaitu pengambilan atau
pencuplikan sampel, mengubah analit menjadi suatu bentuk yang sesuai untuk
pengukuran, pengukuran, perhitungan dan penafsiran pengukuran (Day dan
Underwood, 1998).
2. Gravimetri
Analisa gravimetri pengukuran menyangkut pengukuran berat. Pada
gravimetri biasanya didasarkan pada reaksi kimia seperti :
aA + rR AaRr
Dimana a molekul analit, A bereaksi dengan r molekul reagennya R.
Produknya, yakni AaRr biasanya merupakan suatu substansi yanng sedikit larut yang
bisa ditimbang setelah pengeringan atau yang bisa dibakar menjadi senyawa lain yang
komposisinya diketahui, untuk ditimbang (Day dan Underwood, 1998).

11
2.5 Asam basa kualitatif

Analisis Kualitatif merupakan metode analisis kimia yang digunakan untuk


mengenali atau mengidentifikasi suatu unsur atau senyawa kimia (anion atau
kation) yang terdapat dalam sebuah sampel berdasarkan sifat kimia dan
fisikanya.

Analisis kualitatif berdasarkan sifat kimia melibatkan beberapa reaksi dimana


hukum kesetimbangan massa sangat berguna untuk menentukan ke arah mana
reaksi berjalan. Contoh : Reaksi redoks, reaksi asam-basa, kompleks, dan reaksi
pengendapan. Sedangkan analisis berdasarkan sifat fisikanya dapat diamati
langsung secara organoleptis, seperti bau, warna, terbentuknya gelembung gas
atau pun endapan yang merupakan informasi awal yang berguna untuk analisis
selanjutnya.

a. Reaksi Kering

Beberapa logam mempunyai warna nyala yang spesifik sehingga dapat


dilakukan uji warna nyala sebagai salah satu cara identifikasi kation dengan
reaksi kering. perhatikan tabel dibawah ini :

12
CATATAN : terkadang uji warna nyala juga dapat menjadi satu-satunya
indikator pemastian suatu unsur tanpa memerlukan analisis yang lebih lanjut
dalam pengidentifikasiannya. Seperti unsur Astatin (At) yang hanya berwarna
putih pada saat di uji warna nyalanya.

b. Reaksi Basah

Reaksi basah merupakan jenis identifikasi zat secara kualitatif yang sering
digunakan pada umumnya.

Senyawa NO3 hanya membentuk cincin coklat jika direaksikan dengan senyawa
Fero sulfatdan H2SO4. Lain halnya dengan senyawa borat yang jika ditambahkan
metanol kemudian dipanaskan dengan nyala api, maka menghasilkan uap atau asap
berwarna hijau.

13
Uraian diatas merupakan beberapa contoh senyawa yang dalam
pengidentifikasiannya tidak memerlukan tahapan analisis selanjutnya. Karena
sifat kimia ataupun fisika dari senyawa tersebut sangat khas, dimana senyawa
yang lain tidak memilikinya.

a). Reaksi Pengendapan

Kenaikan suhu umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada


beberapa endapan, seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya. Perbedaan
kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation.
Misalnya, pemisahan kation Ag, Hg(I), dan Pb dapatdilakukan dengan
mengendapkan ketiganya sebagai garam klorida, kemudian memisahkan Pb
dari Ag dan Hg(I) dengan memberikan air panas.Kenaikan suhuakan
memperbesar kelarutan Pb sehingga endapan tersebut larut sedangkan kedua
kation lainnya tidak.

14
b). Reaksi Asam-Basa

Asam secara sederhana didefinisikan sebagai zat yang bila dilarutkan dalam air
mengalami disosiasi dengan pembentukan ion hidrogen.,sedangkan basa
mengalami disosiasi dengan pembentukan ion hidroksil. Asam atau pun basa
yang mengalami disosiasi sempurna merupakan asam atau basa kuat, misalnya
HCl, HNO3, NaOH dan KOH. Sebaliknya bila asam atau basa hanya
terdisosiasi sebagian maka disebut asam atau basa lemah, misalnya asam asetat,
H2S dan amonium hidroksida. Dalam analisa kualitatif H2S digunakan untuk
mengendapkan sejumlah kation menjadi garam sulfidanya.

15
c). Reaksi Redoks

Banyak reaksi oksidasi dan reduksi yang digunakan untuk analisa kualitatif,
baik sebagai pengoksidasi atau pun pereduksi. Contoh penggunaan Reaksi
redoks dalam analisis kualitatif:

Kalium permanganat, KMNO4

Zat padat coklat tua yang menghasilkan larutan ungu bila dilarutkandengan air,
merupakan pengoksidasi kuat yang dipengaruhi oleh pH darimediumnya.

a) dalam asam;MnO4- + 8H+ + 5e _ Mn2+ (warna merah muda) + 4H2O

b) dalam larutan netral MnO4 + 4H+ + 3e _ MnO2 (endapan coklat) + 2H2O

c) dalam larutan basa MnO4 + e _ MnO42- ( warna hijau)

16
d). Reaksi Pembentukan Kompleks

Dalam pelaksanaan analisis kualitatif anorganik banyak digunakan reaksi-reaksi


yang melibatkan pembentukan ion kompleks. Suatu ion atau molekul kompleks
terdiri dari satu atom pusat dan sejumlah ligan yang terikat dengan atom pusat
tersebut.

17
2.6 Kekuatan Asam Dan Basa
Senyawa asam basa dapat dikelompokkan berdasarkan kekuatannya yaitu:
1. Asam dan basa kuat
Asam atau basa yang sebagian besaratau seluruhnya terurai menjadi ion
ionnya merupakan asam kuat atu basa kuat
Contoh:
a. Asam klorida (HCL) merupakan asm kuat yang terionisasi seluruhnya
menjadi ion ion dan .
HCL(aq) (aq) + (aq)

2. Asam lemah dan basa lemah


Jika hanya sebagian kecil saja asam atau basa yang terurai menjadi ion
ionnya, maka merupakan asam lemah atau basa lemah.
a. Asam lemah
Untuk asam lemah HA kesetimbangan reaksinya adalah:
HA(aq) (aq) + (aq)
Dan ketetapan ionisasi asamnya () adalah:
[] + [A]
=
[HA]
Semakin besar nilai tetapan ionisasi asamnya, berarti semakin banyak ion yang
dihasilkan, dan semakin kuat asam tersebut.
Harga tetapan ionisasi beberapa asam

Asam Rumus kimia


COOH Asam asetat 1,8 x
HCOOH Asam format 1,8 x
HCN Asam sianida 4,9 x

18
b. Basa lemah
Untuk basa lemah BOH, kesetimbangan reaksinya adalah:
BOH(aq) (aq) + (aq)
Semakin besar nilai tetapan ionisasi basanya, berarti semakin banyak
ion yang dihasilkan, dan semakin kuat basa tersebuT.
Harga tetapan ionisasi beberapa basa:

Basa Rumus kimia


Amonia 1,8 x
Hidrazin 1,7 x
OH Hidroksilamin 1,1 x

3. Campuran asam dan asam


Campuran asam dan asam merupakan campuran yang memiliki ion yang sama
sehingga tidak bereaksi. pH campuran tersebut dapat dihitung jika
konsentrasinya diketahui

4. Campuran basa dan basa


Campuran basa dan basa tidak bereaksi, pH campuran ini bisa dihitung jika
konsentrasinya diketahui:

5. Campuran asam kuat dan basa kuat


Ada 3 kemungkinan:
a. Jika yang tersisa asam kuat, gunakan rumus berikut:
b. Jika asam kuat dan basa kuat kedua duanya habis bereaksi, maka:
c. Jika yang tersisa basa kuat, gunakan rumus berikut:

19
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teori asam dan basa menurut Svante Arrheniu:
Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air
menghasilkan ion . Adapun basa merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air
akan menghasilkan ion .
Teori asam basa menurut Bronsted - Lowry:
Asam adalah donor proton (ion hidrogen).
Basa adalah akseptor proton (ion hidrogen
Teori asam basa menurut Lewis:
Asam yaitu senyawa yang menerima proton
Basa yaitu senyawa yang memberikan proton.
kesimpulan yang didapat dalam percobaan mengenai analisa
kuantitatif merupakan suatu upaya untuk menguraikan atau memisahkan suatu
kesatuan bahan menjadi komponen-komponen pembentukannya. Penentuan
kadar dalam sampel biasanya ditentukan kedalam dengan proses titrasi dengan
menggunakan larutan standar. Larutan standar yaitu larutan yang
konsentrasinya telah diketahui secara teliti, sedangkan titrasi merupakan salah
satu cara analisa kuantitatif yang berdasarkan volume bahan yang diperlukan
untuk mencapai equivalen. Analisa kuantitatif ada beberapa macam diantaranya
volumetri, grafimetri dan instrumental.
Pada standarisasi NaOH reaksi sempurna ditandai dengan adanya suatu
perubahan warna yang disebabkan oleh larutan itu sendiri atau karena adanya
penambahan suatu larutan petunjuk. Pada titrasi asam cuka dengan NaOH
sebagai larutan standar akan dihasilkan garam yang berasal dari asam lemah
dan basa kuat.

20
DAFTAR PUSTAKA

http://jayus-simeulu.blogspot.co.id/2014/11/makalah-asam-dan-basa.html
http://ghinameriyanadewi.blogspot.co.id/2014/04/laporan-kimia-dasar-analisa-
kuantitatif.html
https://muthiaura.wordpress.com/2012/03/06/analisis-kimia-kualitatif-i-3/
http://www.makalah-online.cf/2014/12/makalah-asam-basa.html#
Day, R.A and A.L Underword. 1998. Analisa Kuantitatif. USA. Pruntice Hall Inc
(diterjemahkan oleh Lis Sopyan)
Haryadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta. Gramedia.
Sudarmadji, Slamet. 1989. Analisa Bahan Makanan Pertanian.Jogjakarta.Liberty.
Justina Sandri, Muchtaridi. 2007. KIMIA 2. Jakarta: Yudistira

21