Anda di halaman 1dari 2

1.

2 Pengertian Tanggung Jawab Moral


Tanggung jawab moral merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan sadar dan
tahu mengenai konsekuensi dari tindakannya. Dalam hal ini pelaku the principle of
alternate possibilities yaitu prinsip yang menyatakan bahwa seseorang yang
bertanggungjawab secara moral atas tindakan yang telah dilakukan, jika ia
sesungguhnya bias bertindak dengan alternatif lain.
1.3 Status Perusahaan
Pandangan De Goerge, dibagi kedalam beberapa kategori secara umum, yaitu:
Pandangan legal creator
Perusahaan adalah suatu badan hukum dan sepenuhnya ciptaan hukum, maka
perusahaan diciptakan oleh masyarakat demi kepentingan masyarakat, maka kalau
perusahaan tidak berguna bagi masyarakat bisa saja mengubah atau meniadakannya.
Pandangan legal recognition
Perusahaan merupakan suatu perusahaan yang bebas dari produktif, tidak dibentuk
oleh masyarakat maka Negara hanya mensyahkannya. Implementasi Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan :
o Tanggungjawab sosial harus ada pada misi dan visi perusahaan (nilai
perusahaan yang biasanya ditetapkan oleh manajemen perusahaan
o Perlunya tenaga audit sosial yang bermaksud menilai dan mengukur
kinerja perusahaan dalam kaitannya dengan berbagai masalah sosial yang
ingin diatasi oleh perusahaan tersebut

Dalam menjalan aktivitas bisnisnya sangat penting bagi perusahaab untuk memperhatikan
tanggung jawab sosial perusahaan, terutama dengan diberlakukannya ISO 14000, diantaranya
mengenai :
Perkembangan Tuntutan konsumen
Dengan semakin tingginya tingkat kesejahteraan dan tingkat pendidikan masyarakat, maka
akan semakin tinggi pula tuntutan mereka terhadap produk atau jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan.Konsumen akan semakin sadar bahwa mereka memerlukan informasi yang jelas
dan benar mengenai kandungan suatu produk sebelum mereka membeli produk tersebut. Jadi
perusahaan harus member informasi yang benar dan jelas dalam promosi yang dilakukan.

Perkembangan Relasi Antara Supplier dan Pengusaha


Dengan adanya perubahan hubungan antara supplier dan pengusaha maka terjadi kondisi
bisnis yang berubah juga. Saat ini perusahaan tidak dapat merasa bahwa la lebih tinggi
daripada supplier karena mereka merupakan mitra sejajar.

Adanya perubahan paradigma dalam dunia bisnis


Dewasa ini telah terjadi perubahan paradigma bisnis para pengusaha Sebelumnya para
pengusaha berorientasi pada shareholders, saat ini berorientasi pada stakeholders. Selanjutnya
dari profit maximization menjadi profit satisfier
Jadi, pengusaha dewasa ini di dunia bisnis sudah lebih memperhatikan kepentingan
stakeholder dari kepentingan pemilik, Karena tanpa mereka perusahaan tidak akan dapat terus
bertahan.