Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

hidayahnya sehingga makalah critical book report ini dapat diselesaikan dengan baik.

Makalah critical book report PENGANTAR FILSAFAT PENDIDIKAN dibuat guna

memenuhi tugas individu mata kuliah FILSAFAT PENDIDIKAN.

Didalam pembuatan critical book report ini merupakan salah satu sarana yang mana

harapannya dapat membantu peserta didik memahami dan mendeskripsikan serta untuk

mengembangkan secara maksimal potensi yang dimiliki peserta didik, adapun pembahasan

yang akan kita kritisi yaitu mengenai buku ini, Semoga dengan terselesaikannya makalah

critical book report ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca.

Saya menyadari bahwa makalah critical book report ini belumlah sempurna masih

banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat

dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah critical book report ini. Karena hanya Allah lah

yang memiliki kesempurnaan di dunia ini, Lebih dan kurangnya saya mohon maaf.

Wassalamualaikum wr.wb

Medan, September 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................................ 3

1. Latar Belakang ................................................................................................................................. 3


2. Rumusan Masalah .......................................................................................................................... 3
3. Tujuan ................................................................................................................................................. 3

BAB II ISI BUKU .................................................................................................................................... 4

1. Ringkasan Isi Buku ...................................................................................................................... 4

BAB III PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 15

1. Kelebihan dan Kelemahan Isi Buku ......................................................................................... 15

BAB IV PENUTUP ................................................................................................................................. 16

1. Kesimpulan ....................................................................................................................................... 16
2. Saran .................................................................................................................................................... 16

LAMPIRAN .............................................................................................................................................. 17

1. Gambar Cover Depan Buku ........................................................................................................ 17


2. Identitas Buku.................................................................................................................................. 18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pendidikan sebagai upaya membangun sumber daya manusia memerlukan wawasan
yang sangat luas, karena pendidikan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia, baik
dalam pemikiran maupun dalam pengalaman. pendidikan sangat penting untuk
mengembangkan pendidikan yang bermartabat dan bermanfaat bagi pribadi, keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara. Dengan memahami pendidik itu, manusia akan memiliki
harakat dan martabat sangat mulia dibanding dengan hewan dan tumbuhan bahkan malaikat
sekalipun, sebab manusia diberi keunggulan oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa akal pikiran
dan hati nurani. Dalam tugas critical book report ini, akan pengulas buku pengantar filsafat
pendidikan yang di harapkan semoga bermanfaat baik bagi para pembacanya.

2. Rumusan Masalah
1. Apa itu filsafat dan filsafat pendidikan ?
2. Apa saja mazhab-mazhab dalam filsafat pendidikan ?
3. Apa kelebihan dan kelemahan dari buku pengantar filsafat pendidikan?

3. Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan Critical Book Report :

1. Memenuhi tugas Critical Book Report mata kuliah Filsafat pendidikan.

2. Melatih pemikiran lebih kritis.

3. Membangkitkan minat untuk membaca secara seksama.

4. Menghasilkan pembelajaran yang meningkatkan evaluasi dalam karya seseorang.

5. Untuk menambah wawasan ilmu tentang pengantar filsafat pendidikan

3
BAB II

ISI BUKU

Ringkasan Isi Buku (Pengantar Filsafat pendidikan karya Drs. Uyoh Sadullo, M.pd.).

BAB I
PENDHULUAN
Lapangan pendidikan merupakan objek yang sangat luas. Ruang lingkupnya mencakup
seluruh pengalaman dan pemikiran manusia tentang pendidikan. Apabila kita mempelajari
karya tulis yang membahas pendidikan, baik sains pendidikan (scince of education) maupu
pun filsafat pendidikan (philosophy ofeducation), maka akan kita temukan berbagai macam
pengertian atau uraian yang beraneka ragam tentang pendidikan. Pembahasan tersebut pada
umumnya berkisar sekitar dasar dan tujuan pendidikan, proses pendidikan, materi pendidikan
, dan kebijakan-kebijakan ideal maupun kebijakan-kebijakan operasional pendidikan. Hal ini
terjadi karena pendekatan yang di pergunakan setiap penulis berbeda-beda.

A. PRAKTIK PENDIDIKAN DAN TEORI PENDIDIKAN

Pendidikan sebagai praktik dalam kehidupan , seperti halnya dengan kegiatan-kegiatan


lain, seperti kegiatan ekonomi,kegiatan hukum, kegiatan agama, dan lain-lain.

1. PRAKTIK PENDIDIKAN
Menurut Redja M. (Depdikbud:IKIP bandung, 1991), praktik pendidikan adalah
seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar memahami
perubahan tingkah laku yang di harapkan. Praktik pendidikan dapat dilihat dari tiga aspek
yaitu aspek tujuan, aspek proses kegiatan, dan aspek dorongan(motivasi).

2. TEORI PENDIDIKAN
Pendidikan memerlukan teori pendidikan,karena teori pendidikan akan memberikan
manfaat sebagai berikut :
1. Dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengetahui arah dan tujuan yang akan
dicapai.
2. Berfungsi untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dalam praktik pendidikan.

4
3. Dapat dijadikan sebagai tolak ukur sampai di mana kita telah berhasil melaksanakan
tugas dalam pendidikan.

B. PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM TEORI PENDIDIKAN


Pendekatan- pendekatan dalam Menyusun teori pendidikan, terdiri dari pendekatan
sains, pendekatan filosofi, pendekatan religi dan pendekatan multi disiplin.

1. PENDEKATAN SAINS
Pendekatan sains terhadap pendidikan, yaitu suatu pengkajian dengan mengunakan
sains untuk mempelajari, menelaah, dan memecahkan masalah-maslah pendidikan.

2. PENDEKATAN FILOSOFIS
Pendekatan filosofis terhadap pendidikan adalah suatu pendekan untuk menelaah
dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat.

3. PENDEKATAN RELIGI
Pendekatan religi terhadap pendidikan, berarti bahwa suatu ajaran religi di jadikan
sumber inspirasi untuk menyusun teori atau konsep konsep pendidikan.

4. PENDEKATAN MULTIDISPLIN
Untuk menghasilkan suatu konsep yang komprehensif dan menyeluruh dalam
mempelajari pendidikan tidak bisa hanya dengan menggunakan salah satu pendekatan
atau disiplin saja.

5. PENDEKATAN DALAM PENULISAN


Tulisan dalam buku ini mencoba untuk mengkaji salah satu pendekatan di atas ,
yaitu pendekatan secara filosofi. Pendekatan filosofi jelas akan menggunakan landasan
pemikiran filsafat.

BAB II FILSAFAT
A. PENGERTIAN FILSAFAT
pengertian filsafat , model model fisafat, misi filsafat,lapangan filsafat, filsafat
dan sains

5
Kata filsafat berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu dari kata philos dan sophia.
Philos artinya cinta yang sangat mendalam,dan sophia artinya kearifan atau kebijakan.
Jadi, arti filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadap kearifan dan
kebijakan.

B. MODEL-MODEL FILSAFAT
Filsafat sebagai metode berfikir, maupun sebagai hasil berfikir radikal, sistematis, dan
universal tentang segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, dapat di bedakan menjadi
tiga model, yaitu filsafat spekulatif, filsafat preskriptif, dan filsafat analitik.
1. FILSAFAT SPEKULATIF
Filsafat spekulatif adalah cara berpikir sistematis tentang segala yang ada.
2. FILSAFAT PRESKRIPTIP

Filsafat preskriptif berusaha untuk mengahasilkan suatu ukuran standard penilaian

tentang nilai nilai.

3. FILSAFAT ANALITIK

Model filsafat analitik mengandung arti bahwa filsafat sebagai logis tentang bahasa

dan penjelasan makna istilah.

C. MISI FILSAFAT

Para filosof berusaha memecahkan masalah-masalah yang penting bagi manusia,


baik langsung. Melalui pengujian yang kritis, filosof mencoba mengevaluasi informasi-
informasi dan kepercayaan-kepercayaan yang kita miliki tentang alam semesta serta
kesibukan dunia manusia.

D. LAPANGAN FILSAFAT
Objek pemikiran filsafat adalah segala sesuatu yang ada. Segala yang ada
merupakan bahan pemikiran filsafat.karena, filsafat merupakan usaha berfikir manusia
secara sistematis.
AL- Syaibany (1979) mendefinisikan filsafat sebagai usaha mencari yang hak dan
mengenai kebenaran, atau usaha untuk mengetahui sesuatu yang berwujud, atau usaha

6
untuk mengetahui tentang nilai segala sesuatu yang mengelilingi manusia dalam alam
semesta ini.

E. FILSAFAT DAN SAINS


1. PENGERTIAN SAINS
Istilah sains merupakan alih bahasa dari science, yang berasal dari bahasa latin,
scire, artinya to know, dalam arti sempit, sains diartikan ilmu pengetahuan alam,
yang sifatnya kuantitatif dan objektif.
2. KARAKTERISTIK SAINS
Sejarah membuktikan bahwa dengan metode sains telah membawa manusia pada
kemajuan dalam pengetahuannya.
F. FILSAFAT DAN AGAMA
1. PENGERTIAN AGAMA
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah region dalam
bahasa inggris bozman (anshari,1979) mengemukakan bahwa agama dalamarti luas
merupakan suatu peneriamaan terhadap aturan-aturan dari suatu kekuatan yang lebih
tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang
Lebih agung dari dirinya sendiri.

BAB III
FILSAFAT PENDIDIKAN
A. PENDIDIKAN
1. MAKNA PENDIDIKAN
Dalam arti khusus Langeveld mengemukakan bahwa pendidikan adalah bimbingan
yang di berikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai
kedewasaannya, menurut prof. Hoogeveld, mendidik adalah membantu anak supaya anak
itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri.
Jadi, pendidkan dalam arti khusus hanya di batasi sebagai usaha orang dewasa dalam
membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Setelah anak
menjadi dewasa dengan segala cirinya, maka pendidikan di anggap selesai.

2. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES TRANFORMASI NILAI


Pendidikan pada hakikatnya akan mencakup kegiatan mendidik, mengajar, dan
melatih , yang di dalam undang-undang nomor 2 tahun 1989 mencakup kegiatan

7
bimbingan , pengajaran, dan latihan. Istilah mendidik, menunjukkan suatu usaha yang
lebih ditujukan pada pengembangan budi pekerti, hati nurani, semangat, kecintaan,
ketaqwaan dan lain-lain.

3. TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan merupakan gambaran dari filsafah atau pendangan hidup hidup
manusia, baik secara perseorangan maupun kelompok. Membicarakan tujuan pendidikan
akan menyangkut sistem dan norma-norma dalam suatu konteks kebudayaan, baik dalam
mitos, kepercayaan dan religi, filsafat, ideologi, dan sebagainya.

4. ALAT PENDIDIKAN
Alat pendidikan merupakan suatu situasi yang diciptakan secara khusus dengan
maksud mempengaruhi anak didik secara pedagogis (edukatif).

5. PENDIDIKAN BERLANGSUNG SEPANJANG HAYAT


a. Bagaimana pendidikan sepanjang hayat berlangsung
Manusia adalah makhluk yang tumbuh dan berkembang. Ia ingin mencapai suatu
kehidupan yang optimal, kehidupan yang lebih secara optimal. Selama manusia
berusaha untuk meningkatkan kehidupannya, baik dalam meningkatkan dan
mengembangkan kepribadian serta kemampuan atau keterampilannya.
b. Impikasi pendidikan sepanjang hayat
Implikasi konsep pendidikan sepanjang hayat dapat di lihat dari beberapa aspek,
diantara nya yang akan penulis kemukakan yaitu yang berkaitan dengan cara belajar
dan model pendidikan.
c. Pendidikan jabatan
Pendidikan jabatan di selenggarakan pada tingkat akhir pendidikan dasar. Pada tingkat
tersebut di sediakan dua pilihan. Pertama, pilihan yang membawa siswa ke tingkat
pendidikan yang lebih tinggi. Kedua, pilihan ke arah latihan jabatan ( vocational
training ), yaitu pendidikan yang memberikan bekal keterampilan untuk
mempersiapkan pekerjaan.
6. PENDIDIKAN HANYA UNTUK MANUSIA
Pendidikan hanya akan menyentuh perilaku manusiawi yang memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
a. Kemampuan untuk menguasai hawa nafsunya.

8
b. Memiliki kesadaran intelektual dan seni.
c. Memiliki kesadaran diri.
d. Manusia adalah makhluk sosial.
e. Memiliki bahasa simbolis.
f. Dapat menyadari nilai-nilai (etika maupun estetika).
g. Manusia dapat berkomunikasi dengan tuhan yang maha kuasa.

B. PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN


Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibany (1979:30) adalah :
pelaksaan pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan . filsafat itu
mencerminkan satu segi dari segi pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan
kepercayaan yang menjadi dasar dari falsafah umum dalam menyelesaikan masalah-
masalah pendidikan secara praktis.
Filsafat pendidikan berdasarkan pada filsafat formal dan filsafat umum. Dalam arti
bahwa masalah-masalah pendidikan merupakan karakter filsafat.

C. KEBUTUHAN AKAN FILSAFAT PENDIDIKAN


Cara kerja dan hasil filsafat dapat digunakan untuk memecahkan masalah hidup
dan kehidupan manusia dimana pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan
tersebut. Karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan
pendidikan, yang hanya terbatas pada pengalaman.

D. PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN


Filsafat pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada para perencana
pendidikan dan orang-orang yang berkerja dalam bidang pendidikan
1. METAFISIKA DAN PENDIDIKAN
Metafisika merupakan bagian dari filsafat spekulatif. Yang menjadi pusat
persoalan adalah hakikat realitas akhir.
2. EPISTEMOLOGI DAN PENDIDIKAN
Kumpulan pertanyaan berikutnya yang berhubungan dengan guru adalah epistimologi.
3. AKSIOLOGI DAN PENDIDIKAN
Aksiologi sebagai cabang filsafat yang membahas tentang nilai baik dan buruk,
indah dan tidak indah.
4. LOGIKA DAN PENDIDIKAN
9
Penaran merupakan suatu proses berfikir yang membuahkan pengetahuan. Agar
pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu memiliki dasar kebenaran.

E. APA YANG MENENTUKAN FILSAFAT PENDIDIKAN SESEORANG.


Filsafat pendidikan terdiri dari apa yang di yakini seseorang mengenai
pendidikan, merupakan kumpulan prinsip yang membimbing tindakan profesional
seseorang.

BAB IV
MAZHAB-MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN
A. FILSAFAT PENDIDIKAN IDEALISME
1. REALITAS
Filsafat idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi,
bukan fisik. Seorang filosof klasik menyatakan bahwa realitas akhir adalah dunia cita.
Maksud dari dunia cita ini adalah dunia mutlak.
2. PENGETAHUAN
Pengetahuan tidak ditemukan dari pengalaman indera, melainkan konsepsi, dalam
prinsip-prinsip sebagai hasil aktivitas jiwa. Jiwa manusialah yang mengorganisasikan
pengalaman indera.
3. NILAI
Menurut pandangan idealisme, nilai itu absolut. Plato mengemukakan bahwa jika
manusia tahu apa yang dikatannya sebagai hidup baik, mereka tidak akan berbuat hal-hal
yang bertentangan dengan moral.
4. PENDIDIKAN
intelektual atau akal memegang peran yang sangat penting dan menentukan
dalam proses belajar mengajar.
B. FILSAFAT PENDIDIKAN REALISME
1. REALISME NASIONAL
Realisme rasional dapat didefinisikan pada dua aliran, yakni realisme klasik dan
realisme religius. Banyak bentuk utama dari realisme religius ialah scholastisisme

2. REALISME NATURAL ILMIAH


Realisme natural ilmiah mengatakan bahwa manusia adalah organisme biologis
dengan sistem saraf yang kompleks.
3. NEO REALISME DAN REALISME KRITIS

10
Menurut frederick breed, filsafat pendidikan hendaknya harmoni dengan prinsip-
prinsip demokrasi
C. FILSAFAT PENDIDIKAN MATERIALISME
1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN
Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani,
bukan spiritual, atau supranatural.
2. PENDIDIKAN
Materialismemaupun positivisme,pada dasar nya tidak menyusun konsep pendidikan
secara ekspilit. Bahkan menurut handerson (1959), materialismebelum menjadi penting
dalam menentukan sumber teori pendidikan.

D. FILSAFAT PENDIDIKAN PRAGMATISME


1. REALITAS
Realitas merupakan apa yang dapat dialami dan diamati secara inderawi.

2. PENGETAHUAN
Pragmatisme mengajarkan bahwa tujuan dari semua untuk berpikir adalah kemajuan
dari hidup.
3. NILAI
Nilai moral maupun etis dapat dilihat dari perbutannya, bukan dari segi teorinya.
4. PENDIDIKAN
Pendidikan menurut pragmatisme, merupakan suatu proses reorganisasi dan
rekontruksi dari pengalaman- pengalaman individu.
E. FILSAFAT PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME
1. REALITAS
Eksistensialisme mengakui bahwa apa yang dihasilkan sains cukup asli, namun tidak
memiliki makna kemanusiaanan secara langsung.
2. PENGETAHUAN
Teori pengetahuan eksistensialisme banyak dipengaruhi oleh filsafat fenomenologi.

3. NILAI
Pemahaman eksistensialisme terhadap nilai, menekankan kebebasan dalam tindakan.
Tujuan kebebasan untuk suatu tindakan.
4. PENDIDIKAN
Eksistensialisme sebagai filsafat, sangat menekankan individualitas dan pemenuhan
diri secara pribadi.

11
F. FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME
1. LATAR BELAKANG
Gerakan progresif terkenal luas karena reaksinya terhadap formalisme dan sekolah
tradisional yang membosankan, yang menerapkan disiplin keras, belajar pasif, dan
banyak hal kecil yang tidak bermanfaat dalam pendidikan.
2. STRATEGI PROGRESIF
Filsafat progresif berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini
mungkin tidak benar dimasa yang akan datang.
3. PENDIDIKAN
Progresivisme didasarkan kepada keyakinan bahwa pendidikan harus itu terpusat
kepada anak peserta didik bukannya pada guru atau bidang muatan.
4. KRITIK TERHADAP PROGRESIF
Kritik yang dilontarkan pada pandangan progresivisme yaitu:
1) Siswa tidak mempelajari warisan sosial budaya.
2) Mengabaikan kurikulum yang telah ditentukan dan ditetapkan, yang menjadi tradisi
sekolah.
3) Mengurangi bimbingan dan pengaruh guru dalam proses pembelajaran.
4) Siswa menjadi orang yang mementingkan dirinya sendiri.
G. FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME
1. LATAR BELAKANG
Perenialisme ini lahir sebagai suatu reaksi terhadap pandangan progresivisme.
Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan sesuatu
yang baru.
2. LATAR BELAKANG FILSAFAT
Perenialisme bukan merupakan suatu aliran baru dalam filsafat, dalam arti perenialisme
bukanlah merupakan sutau bangunan pengetahuan yang menyusun filsafat baru, yang
berbeda dengan filsafat yang telah ada.

H. FILSAFAT PENDIDIKAN ESENSIALISME


1. LATAR BELAKANG
Bagley sebagai pelopor esensialisme yakin bahwa fungsi utama sekolah adalah
menyampaikan warisan budaya dan sejarah kepada generasi muda.

I. FILSAFAT PENDIDIKAN REKONTRUKSIONISME


1. REKONTRUKSI SOSIAL DAN PROGRESIVISME
Rekontruksi sosial memiliki ikatan - ikatan yang sangat jelas pada filsafat pendidikan
progresif.
2. LATAR BELAKANG

12
Rekontruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme.
3. SEKOLAH SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SOSIAL
Tujuan pendidikan adalah menumbuhkan kesadaran terdidik yang berkaitan dengan
masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik kepada mereka agar memiliki kemampuan
untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.
4. TEORI PENDIDIKAN
Teori pendidikan rekontruksionisme yang dikemukakan oleh Brameld yaitu :
1) Pendidikan harus dilaksanakan di sini dan sekarang dalam rangka menciptakan tata
sosial baru yang mengisi nilai-nilai budaya kita, dan selaras yang mendasari
kekuatan-kekuatan ekonomi, sosial masyarakat modern.
2) Masyarakat baru harus berada dalam kehidupan demokrasi yang sejati.
3) Anak, sekolah, dan pendidikan itu sendiri dikondisikan oleh kekuatan budaya dan
sosial.
4) Guru harus meyakini terhadap validitas dan urgensi dirinya dengan cara bijaksana
dengan cara memperhatikan prosedur yang demokratis.
5) Cara dan tujuan pendidikaan harus diubah kembali seluruhnya dengan tujuan untuk
menemukan kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan krisis budaya dewasa ini.
6) Kita harus meninjau kembali penyususunan kurikulum, isi pelajaran, metode yang
dipakai struktur administrasi, dan cara bagaimana guru dilatih.

BAB V

ORIENTASI PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI FILSAFAT


PENDIDIKAN

A. PSIKOLOGI HUMANISTIK
Psikologi humanistik menekankan kebebasan personal, pilihan, kepekaan, dan
tanggung jawab personal.
B. BEHAVIORISTIK
Behavioristik didasari pada prinsip bahwa perilaku manusia yang di inginkan
merupakan produk desain bukannya kebetulan. Menurut kaum behavioristik ,
merupakan suatu ilusi yang mengatakan bahwa manusia memliliki suatu keinginan
yang bebas.

13
C. KONSTRUKTIVISTIK
Berbeda dengan behaviorisme, konstruktivistik memfokuskan pada proses proses
pembelajaran bukannya pada pelaku belajar. Sejak pertengahan tahun 1980- an,
para peneliti telah berusah untuk mengidentifikasi bagaimana para siswa
mengkonstruksi atau membentuk pemahaman mereka terhadap bahan yang mereka
pelajari.

14
BAB III

PEMBAHASAN

1. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN ISI BUKU


a. Kelebihan

Buku yang penulis analisis cukup menarik untuk dibahas. Pada buku ini cakupan
penjelasan mengenai pengantar filsafat sangat luas. Karena memang dalam buku ini
dibahas pengantar filsafat pendidikan tidak hanya itu di buku ini juga dibahas mengenai
teori pendidikan mutu pendidikan, pendapat pendapat para ahli yang lengkap dan bahasa
yang digunakan di dalam buku ini sangat mudah untuk dipahami sehingga pembaca tidak
akan mudah bosan membacanya. Pada buku juga mampu memberikan informasi tentang
nilai, sumber nilai dan bagaimana manusia dapat memperoleh nilai tersebut karena
pendidikan pada prinsipnya tidak dapat dipisahkan dari nilai.

b. Kelemahan
Buku Sampul buku kurang menarik. di dalam buku ini tidak disertai oleh gambar
untuk memperjelas pembahasan sehingga pembaca sulit untuk diketahui secara langsung
dan singkat oleh pembaca. dan juga dalam buku ini kurangnya memberikan pemahaman
bagi pembaca khususnya para pemula sehingga pesan yang diutarakan oleh pengarang tidak
sepenuhnya tersampaikan pada pembaca.

15
BAB IV

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Pendidikan merupakan kegiatan yang hanya dilakukan manusia dengan lapangan yang
sangat luas, yang mencakup semua pengalaman serta pemikiran manusia tentang
pendidikan. Pendidikan sebagai suatu praktek dalam kehidupan,seperti halnya dengan
kegiatan-kegiatan lain, seperti kegiatan ekonomi, kegiatan hukum, kegiatan agama, dan
lain-lain. Selain itu, kita dapat juga mempelajari pendidikan secara akademik, baik secara
empirik yang bersumber dari pengalaman-pengalaman, maupun dengan jalan perenugan-
perenungan yang mencoba melihat makna pendidikan dalam suatu konteks yang lebih luas.

Makna pendidikan menurut Langeveld adalah bimbingan yang diberikan oleh orang
dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Pendidikan
sebagai proses transformasi nilai bahwa pendidikan menyangkut hati nurani, nilai- nilai,
perasaan, pengetahuan dan keterampilan. Nilai- nilai yang ditransformasikan dalam rangka
mempertahankan, mengembangkan, bahkan kalau perlu mengubah kebudayaan yang
dimiliki masyarakat. Tujuan pendidikan untuk menghasilkan generasi yang lebih baik,
manusia- manuasia yang berkebudayaan.

2. SARAN
Dalam pembuatan tugas Critical Book Report kali ini mengenai pengantar filsafat
pendidikan, tentunya masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan yang di sebabkan
kurangnya pengalaman dan wawasan dari penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun ke arah yang lebih baik dari para pembaca. Penulis
memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penulisan , dan penulis ucapkan
terimakasih.

16
LAMPIRAN
1. COVER BUKU PENGANTAR FILSAFAT PENDIDIKAN

IDENTITAS BUKU

1. Judul : PENGANTAR FILSAFAT PENDIDIKAN


2. Pengarang : Drs. Uyoh Sadulloh, M.pd
3. Penerbit : ALFABETA, CV
4. Tahun terbit : September 2004
5. Kota terbit : Jakarta
6. Tebal buku : 183 halaman
7. ISBN : 978-8433-71-5

17