Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

A. Perngertian HAM

Dalam pengertiannya Hak Asasi Manusia (HAM) menurut definisi para ahli mengatakan,
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia
sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir. sedangkan pengertian HAM menurut
perserikatan bangsa-bangsa (PBB) adalah hak yang melekat dengan kemanusiaan kita sendiri,
yang tanpa hak itu kita mustahil hidup sebagai manusia.
Dari pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dapat disimpulkan bahwa sebagai anugerah
dari Tuhan terhadap makhluknya, hak asasi tidak boleh dijauhkan atau dipisahkan dari
eksistensi pribadi individu atau manusia tersebut. Hak asasi tidak bisa dilepas dengan
kekuasaan atau dengan hal-hal lainnya, Bila itu sampai terjadi akan memberikan dampak
kepada manusia yakni manusia akan kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai
kemanusiaan. Walapun demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat
dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan
hak sendiri sembari mengabaikan hak orang lain merupakan tindakan yang tidak manusiawi.
Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang
lain, karena itulah ketaan terhadap aturan menjadi penting

B. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para ahli.

Ada berbagai versi umum pengertian mengenai HAM. Setiap pengertian menekankan
pada segi-segi tertentu dari HAM. Berikut beberapa definisi tersebut. Adapun beberapa
definisi Hak Asasi Manusia (HAM) adalah sebagai berikut:

1. Austin-Ranney, HAM adalah ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas
dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.
2. A.J.M. Milne, HAM adalah hak yang dimiliki oleh semua umat manusia di segala
masa dan di segala tempat karena keutamaan keberadaannya sebagai manusia.
3. UU No. 39 Tahun 1999, Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM
adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan
setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
4. Miriam Budiardjo, Miriam Budiardjo membatasi pengertian hak-hak asasi manusia
sebagai hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan
dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam masyarakat.
5. Oemar Seno Adji, Menurut Oemar Seno Adji yang dimaksud dengan hak-hak asasi
manusia ialah hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan
Yang Maha Esa yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang seolah-
olah merupakan suatu holy area

C. Macam-macam Hak Asasi Manusia (HAM)

Kita telah memahami bahwa hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap
manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat
oleh siapa pun. Ada bermacam-macam hak asasi manusia. Secara garis besar, hak-hak asasi
manusia dapat digolongkan menjadi enam macam sebagai berikut.

1. Hak Asasi Pribadi/Personal Rights


Hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi manusia. Contoh hak-hak asasi
pribadi ini sebagai berikut.

Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian, dan berpindah-pindah tempat.


Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat.
Hak kebebasan memilih dan aktif dalam organisasi atau perkumpulan.
Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, menjalankan agama dan kepercayaan yang
diyakini masing-masing.

2. Hak Asasi Ekonomi/Property Rigths


Hak yang berhubungan dengan kegiatan perekonomian. Contoh hak-hak asasi ekonomi ini
sebagai berikut.

Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli.


Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak.
Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa dan utang piutang.
Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu.
Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

3. Hak Asasi Politik/Political Rights

Hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan politik. Contoh hak-hak asasi politik
ini sebagai berikut.
Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan.
Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan.
Hak membuat dan mendirikan partai politik serta organisasi politik lainnya.
Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi.

4. Hak Asasi Hukum/Legal Equality Rights

Hak kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, yaitu hak yang berkaitan
dengan kehidupan hukum dan pemerintahan. Contoh hak-hak asasi hukum sebagai
berikut.
Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum.

5. Hak Asasi Sosial Budaya/Social Culture Rights

Hak yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat. Contoh hak-hak asasi sosial
budaya ini sebagai berikut.
Hak menentukan, memilih, dan mendapatkan pendidikan.
Hak mendapatkan pengajaran.
Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat.

6. Hak Asasi Peradilan/Procedural Rights

Hak untuk diperlakukan sama dalam tata cara pengadilan. Contoh hak-hak asasi
peradilan ini sebagai berikut.
Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan.
Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan, dan
penyelidikan di muka hukum.

D. Ciri Khusus Hak Asasi Manusia (HAM)

Hak asasi manusia memiliki ciri-ciri khusus jika dibandingkan dengan hakhak yang lain.
Ciri khusus hak asasi manusia sebagai berikut.

Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau
diserahkan.
Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak
sipil dan politik atau hak ekonomi, social, dan budaya.
Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah
ada sejak lahir.
Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang
status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya. Persamaan adalah salah satu dari
ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.

E. Pengertian Pelanggaran HAM

DalamUndang-Undang No.39 tahun 1999 Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan


seseorang atau kelompok orang termasuk aparat Negara baik disengaja maupun tidak
disengaja atau kelalaian yang secara melawan hokum ,mengurangi, menghalangi, membatasi
dan mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini
dan tidak mendapat atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang
adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.Yang sekarang telah menjadi UU
No.26/2000 tentang pengadilan HAM yang berbunyi pelanggaran HAM adalah setiap
perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun
tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan
atau mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini,
dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang
berlaku . Mastricht Guidelines3 telah menjadi dasar utama bagi identifikasi pelanggaran
HAM.

1. Macam pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM dapat dikelompokan menjadi 2 macam yaitu pelanggaran HAM


berat dan pelanggaran HAM ringan.Kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan termasuk
dalam pelanggaran HAM yang berat.
Kejahat genosida itu sendiri berdasarkan UU No.26/2000 tentang pengadilan HAM
adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau
memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok, bangsa, ras, kelompok etnis dan kelompok
agama. Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan
sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan
tersebut ditunjukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan,
pemusnahan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang
yang melanggaran (asas-asas) ketentuan pokok hokum internasional, penyiksaan, perkosaan,
perbudakan seksual, pelacuran secarapaksa atau bentuk- bentuk kekerasan seksual lain yang
setara , penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentuatau perkumpulan yang didasari
persamaan paham politik, ras, kebangsaan,etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan
lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum
internasional, penghilangan orang secara paksa, dan kejahatan apartheid.

2. Faktor Penyebab Pelanggaran HAM

a. Lemahnya sistem penegakkan hukum


Boleh jadi aturan hukum kita baik tapi semua akan percuma jika sistem penegakkan
hukumnya yang bermasalah. Pelanggaran HAM akan tetap terjadi jika tidak ada aparat yang
bisa bertindak tegas atas segala kasus pelanggaran HAM tersebut.
b. Tidak sungguh-sungguhnya pemerintah dalam menegakkan HAM
Faktor mengapa terjadi pelanggaran HAM yang kedua adalah tidak sungguh-
sungguhnya pemerintah dalam menerapkan norma HAM ini. Hal itu diperparah lagi dengan
tebang pilihnya hukum terjadi kasus yang sama namun terjadi pada orang yang berbeda.
c. Kurangnya kesadaran manusia akan HAM itu sendiri
Pelanggaran HAM terjadi juga disebabkan kurangnya kesadaran manusia sebagai
pemilik hak asasi itu sendiri. Celakanya, banyak manusia yang berteriak mengenai
HAM ketika menyangkut dirinya pribadi atau kelompoknya tapi membiarkan begitu
saja pelanggaran HAM tersebut terjadi pada orang lain.
d. Pemanfaatan HAM sebagai alasan pribadi atas kelompok
HAM ternyata juga dapat membuat orang semena-mena. Apa-apa HAM jadi
kambing hitam. Bahkan HAM juga digunakan sebagai alat untuk mencari kekuasaan
danpopularitas.

Sedangkan penyebab mengapa terjadi pelanggaran HAM di Indonesia menurut pada ahli
adalah sebagai berikut :

Menurut Baharuddin Lopa, S.H

1. Adanya kebiasaan dari pihak yang mempunyai wewenang dan kekuasaan untuk
menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan tersebut
2. Masih kentalnya budaya ewuh pekewuh yang membuka peluang terjadinya
pelanggaran hak asasi manusia sehingga penegakannya (enforcement) terganggu
3. Law enforcement masih lemah dan seringkali bersifat diskriminatif
4. Adanya kecenderungan pada pihak-pihak tertentu, terutama yang mempunyai
kewenangan dan kekuasaan, tidak mampu saling mengekang
DAFTAR PUSTAKA

http://www.fadli.xyz/2016/08/mengapa-terjadi-pelanggaran-ham-di-indonesia.html

http://umum-pengertian.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-hak-asasi-manusia-ham-
umum.html