Anda di halaman 1dari 4

Aplikasi Transistor dalam Rangkaian Sederhana

Gatrajeniusa Ariprima1, Evelina,S.T., M.Kom2


JurusanTeknikElektroKonsentrasiMekatronikaPoliteknikNegeriSriwijaya, Palembang
Jl.Srijaya Negara, Palembang 30139
1gatrajeniusaariprima@gmail.com

Abstrak

Transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan
mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor).
Dengan ketiga elektroda (terminal) tersebut, tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya
mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Pengertian transistor berasal dari
perpaduan dua kata, yakni transfer yang artinya pemindahan dan resistor yang berarti
penghambat. Dengan demikian transistor dapat diartikan sebagai suatu pemindahan atau peralihan
bahan setengah penghantar menja di penghantar pada suhu atau keadaan tertentu. Seperti yang
digunakan dalam rangkaian aplikasi transistor ini.

Kata Kunci : Transistor, LDR, NTC, Rangkaian Sederhana, VBE, VCE

Abstract

Transistors are electronic components that are made of a semiconductor material and has
three electrode (triode) that is basic (base), collector (collector) and transmitter (emitter). With the
third electrode (terminal), the voltage or current that is installed in the terminal set larger currents
through the two other terminals. Understanding transistor comes from the combination of two
words, namely "transfer", which means displacement and "resistor" meaning inhibitors. Thus the
transistor can be interpreted as a displacement or semi conductive material transition easel in a
conductor in temperature or certain circumstances. As used in this application circuit transistor.
Key word : Transistors, LDR, NTC, simple circuit, VBE, VCE

I. PENDAHULUAN dipergunakan adalah LDR, yang berubah


resistansinya jika terkena cahaya gelap dan
Dengan mempelajari karakteristik NTC, yang berubah nilai resistansinya jika
transistor, maka transistor dapat dioperasikan panas yang mengenainya berubah. Tranduser
dalam beberapa aplikasi, misalnya digunakan - tranduser ini akan berfungsi sebagai
sebagai penguat dan sebagai pengontrol. Hal pengatur arus basis, sehingga dengan
ini tidak lepas dari sistem pemberian bias perubahan arus basis yang kecil dapat
pada transistor itu sendiri. Yang perlu mengakibatkan perubahan arus kolektor yang
diperhatikan dalam pembiasan transistor cukup besar.
berlaku syarat utama, yaitu antara basis Pada saat tranduser besar, maka pada
emiter harus mendapat basis maju sedangkan basis transistor akan mendapat tegangan yang
antar kolektor basis mendapat bias mundur. relatif kecil, sehingga transistor dalam
Dari bias maju pada VBE akan menghasilkan keadaan mati, Ic sangat kecil sehingga lampu
arus Ib, sedangkan bias mundur diperoleh dari beban mati. Pada saat resistansi pada
VCC. tranduser kecil, pembagi tegangan pada basis
Dalam percobaan ini transistor akan menghasilkan tegangan maju yang
digunakan untuk mengendalikan lampu atau cukup untuk menghidupkan transistor karena
alat lain yang memerlukan arus cukup besar, Ib yang cukup besar maka transistor bekerja,
sedangkan inputnya adalah tranduser yang akibatnya Ic mengalir dan ini mengakibatkan
berubah resistansinya apabila terdapat lampu menyala. Faktor - faktor yang
perubahan besaran. Tranduser yang diperhatikan adalah perbedaan resistansi pada
tranduser dan resistor pembagi tegangan
harus cukup menghasilkan arus yang mampu TABEL PENGUKURAN LAMA LED HIDUP
mendorong transistor dan keadaan arus DAN MATI
kolektor mengalirr maksimum.
C/F 47k ohm 100k ohm
II. TUJUAN 100 F 1,01 sekon 1,40 sekon
Adapun tujuan dari percobaan 470 F 2,30 sekon 4,30 sekon
tersebut, yaitu :
1. Membuat aplikasi transistor dalam A. GambarRangkaian
rangkaian peka cahaya
2. Membuat aplikasi transistor dalam
pengukuran atau pemantauan
temperatur
3. Membuat aplikasi transistor untuk
rangkaian waktu tunda
4. Mengembangkan pemakaian transistor
untuk keperluan-keperluan sederhana

III. HASIL PERCOBAAN

TABEL PENGUKURAN TEGANGAN Gbr. 1 Aplikasi Rangkaian transistor pada


PADA LDR LDR
VBE VCE
HIDUP 749,15 mV 56,25 mV
MATI 40,55 V 8,5 V

TABEL PENGUKURAN TEGANGAN


PADA NTC

- Pada saat LED Menyala

Suhu VBE VCE


450 C 646,36 mV 7,73 V
500 C 744,17 mV 64,85 mV
600 C 799,94 mV 38,93 mV
700 C 846,83 mV 42,95 mV
800 C 897,67 mV 51,41 mV Gbr. 2 Aplikasi Rangkaian transistor pada
NTC
- Pada saat LED Mati

Suhu VBE VCE


-200 C 27,55 mV 8,50 V
-100 C 50,09 mV 8,50 V
00 C 87,01 mV 8,50 V
100 C 144,99 mV 8,50 V
200 C 232,42 mV 8,49 V
300 C 359,23 mV 8,46 V
400 C 536,15 mV 8,29 V

Gbr. 3 Aplikasi Rangkaian transistor


menggunakan switch dan kapasitor
1. Transistor dapat digunakan sebagai
IV. PENGUJIAN DAN ANALISA pemutus dan penyabung layaknya
saklar.
Pada aplikasi rangkaian sederhana
transistor ini yaitu menggunakan 3 percobaan, 2. LDR akan berubah nilai resistansinya
yaitu : Aplikasi transistor menggunakan LDR, jika permukaannya terhalangi atau
Aplikasi transistor menggunakan NTC, terkena cahaya gelap.
Aplikasi transistor menggunakan Kapasitor
dan Switch. 3. NTC akan berubah nilai resistansinya
jika terjadi perubahan suhu.
Cara yang dilakukan untuk menguji
rangkaian aplikasi transistor ini dengan REFERENSI
melihat VBE dan VCE, Pada LDR rangkaian
http://dasarelektronika.com/pengertian-dan
aplikasi transistor ini indikator akan hidup
fungsi-transistor/ ( diakses pada 28 maret
apabila cahaya gelap mengenai LDR sehingga
2017 jam 22.12 WIB
tegangan pada basis meningkat menjadi 749,
15 mV, Dan tegangan kolektor emiter sebesar Evelina, Dewi Permata Sari, Sri Maryani,
56,25 mV. Dan pada saat mati yaitu ketika Bahan Ajar Teknik Elektronika Praktek
LDR tidak terhalangi atau cahaya terang yang Analog 2, Jurusan Teknik Elektro
mengenai permukaan LDR tersebut. Program Studi Elektronika Politeknik
Negeri Sriwijaya 2012.
Pada aplikasi rangkaian sederhana
transistor menggunakan NTC akan bekerja
apabila perubahan suhu lingkungan menjadi
450 C akan membuat indikator hidup hal ini
dikarenkana tegangan basis emiter pada
transistor menjadi 646,36 mV dan tegangan
kolektor emiter menjadi 7,73 V, sedangkan
pada saat suhu dibawah 410 C transistor tidak
bekerja dikarenakan pada saat tranduser
besar, maka pada basis transistor akan
mendapat tegangan yang relatif kecil,
sehingga transistor dalam keadaan mati, Ic
sangat kecil sehingga lampu beban mati. Pada
saat resistansi pada tranduser kecil, pembagi
tegangan pada basis akan menghasilkan
tegangan maju yang cukup untuk
menghidupkan transistor karena Ib yang
cukup besar maka transistor bekerja,
akibatnya Ic mengalir dan ini mengakibatkan
lampu menyala.
Pada percobaan ketiga ini
menggunakan switch dan kapasitor di
percobaan ini kita dapat mengetahui bahwa
nilai kapasitor yang berbeda dan resistor yang
berbeda dapat memperngaruhi waktu
indikator untuk menyala.
V. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapat
berdasarkan pembahasan diatas adalah,
sebagai berikut :