Anda di halaman 1dari 6

Subject : ESP program development

Kelas : B morning
Sifat test : terbuka (open book )

1. What is the ESP program development ?


2. What is the meaning of program development ? and give example .
3. What is goal of program development ?
4. How do you think is the best way to teach english so that it will work better in order to help
you overcoming your problem ?
5. Which part of ESP program development is the most difficult for you ? state your argument .

The teaching of English for Specific Purposes (ESP) has been seen as a separate
activity within English language teaching (ELT). It is believed that for some of its teaching
ESP has developed its own methodology and its research draws on research from various
disciplines in addition to applied linguistics this is the key distinguishing characteristic of
ESP.

English For Specific Purposes(ESP) atau Bahasa Inggris untuk tujuan


khusus adalah suatu pendekatan baru dalam pengajaran dan
penggunaan Bahasa Inggris untuk bidang dan kajian khusus yang
sesuai dengan kebutuhan bidang ilmu dan profesi pengguna Bahasa
Inggris tersebut. Bidang ilmu dan profesi tersebut misalnya Bahasa
Inggris untuk ilmu hukum, kedokteran, teknik mesin, ekonomi, atau
maritim dan lain sebagainnya. Robinson selanjutnya mengatakan It
(here ESP) is generally used to refer to the teaching and learning of a foreign
language for a clearly itilitarian purpose of which there is no doubt.
Dengan demikian, pengajaran Bahasa Inggris untuk Tujuan
Khusus (English For Specific PurposesESP) mempunyai pendekatan dan
asumsi yang berbeda dengan General English (GE) misalnya.
Tujuan ESP adalah agar mahasiswa mampu menguasai Bahasa Inggris
pada bidang yang mereka pelajari. Misalnya mahasiswa kimia, maka
mereka harus memahami Bahasa Inggris untuk kimia, atau jika mereka
mahasiswa teknik, mereka harus mengetahui Bahasa Inggris untuk
teknik, atau jika mereka bekerja di perhotelan, maka mereka harus
menguasai Bahasa Inggris perhotelan, jika mereka mahasiswa maritim,
maka mereka harus menguasai Bahasa Inggris maritim.
ESP umumnya digunakan pada pengajaran bahasa asing untuk
kegunaan tertentu pada bidang ilmu dan profesi tertentu. Tujuan ini
umumnya dipahami sebagai manfaat dalam peran Bahasa Inggirs itu
sebaga alat komuniksi baik lisan maupun tulisan. Maka dari
itu,ESP sebaiknya dilihat sebagai pendekatan, konsep dan metode yang
memang berbeda dengan Bahasa Inggris umum (General
English).ESP adalah suatu pendekatan pengjaran Bahasa Inggris yang
mempunyai pendekatan, persepsi, desain, materi, evaluasi dan tujuan
yang berbeda. Materi ESPmengacu pada kebutuhan mahasiswa
(students needs) dan pengguna lulusan itu sendiri. Hal senada juga
dikatakan oleh Mc Donough tentang definisi dan konsepESP. Dia
berpepndapat ESP courses are those where the syllabus and materials are
determined in all essentials by prior analysis of the communication needs of the
learners.[2]
Pendapat Donough mengindikasikan bahwa materi dan silabus serta
tujuanESP harus dirancang dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan
mahasiswa dan pengguna lulusan karena mahasiswa baik ketika
mereka kuliah maupun ketika mereka akan bekerja materi ajar atau
bahan ajar harus sesuai dengan kebutuhannya. Jadi
pendekatan ESP adalah pendekatan dari bawah ke atas (button up
approach ).
Dengan uraian di atas, hal ini dapat disimpulkan bahwa ESP adalah
bukan suatu produk baru, tetapi sebuah pendekatan dalam
pembelajaran Bahasa Inggris yang berbeda dengan Bahasa Inggris
umum. ESP merujuk pada pembelajaran Bahasa Inggris yang
berorientasi kebutuhan khusus pembelajar sesuai dengan bidang ilmu
dan pekerjaan. Materi ESP berbasis dan dikembangkan berdasarkan
analisis kebutuhan.
2. Karakteristik English for Specific Purpose (ESP)
Sebagai suatu pendekatan baru dalam pembelajaran Bahasa
Inggris, ESPmemiliki ciri dan karaketeristik yang berbeda dengan
pembelajaran Bahasa Inggris umum (General English). Karakeristik ini
tentu juga berbeda secara jelas dan signifikan dengan pembelajaran
Bahasa Inggris yang lain seperti seperti English as Second Language (ESL)
atau English as a Foreign Language (EFL).
Beberapa ahli ESP memberikan karakteristik dan ciri-ciri
utama ESP dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang beragam dan
bervariasi. (Strevens,1988) dalamKristen Gatehouse, Key Issues in English
for Specific Purposes (ESP) Curriculum Development mengatakan bahwa
ada empat karakteristik utama ESP sebagai pendekatan dalam
pembelajaran Bahasa Inggris yaitu a) ESP dirancang untuk memenuhi
kebutuhan pembelajar, b) substansi dan isi ESP dikaitkan dengan tema
dan topik pada bidang ilmu tertentu, jenis pekerjaan atau aktivitas
tertentu, c) berpusat pada bentuk kebahasaan yang sesuai dengan
aktivitas dan bidang ilmu atau pekerjaan seperti sintaksis, leksikal,
wacana, semantik, dan sebagainya, dan d) ESP berbeda dengan General
English.[3]
Robinson selanjutnya mengatakan bahwa ada tiga ciri utama ESP yang
membedakannya dengan General English atau English a Foreign Language
(EFL)atau English as a Mother Tongue (EMT). Ketiga karakteristik tersebut
adalah 1)ESP adalah pembelajaran yang berorientasi tujuan (goal
oriented). Dalam konteks ini, pembelajar belajar Bahasa Inggris bukan
karena alasan ingin tahu bahasa itu sebagai bahasa dan budaya yang
terkandung di dalamnya, tetapi pembelajar belajar ESP karena memiliki
tujuan khusus, tertentu dan spesifik dalam bdang akademik dan profesi
yang satu dengan yang lainnya. 2) SubstansiESP dirancang dan
dikembangkan berdasarkan konsep analisis kebutuhan (need analysis).
Konsep analisis kebutuhan bertujuan untuk mengkhususkan dan
mengkaitkan serta mendekatkan apa yang dibutuhakan pembelajar baik
dalam bidang akademik maupun profesi. 3) ESP lebih ditujukan pada
pembelajar dewasa dari pada anak atau remaja. Hal ini logis
karena ESP umumnya diajarkan pada tingkatan akademik menengah
dan tinggi dan profesional atau tempat kerja.[4]
Agak berbeda dengan (Strevens,1988) dan Robinson, Evens dan
Maggie mengajukan karakteristik ESP dengan menggunakan dua istilah
utama yaitu a) karakteristik yang absolut dan b) karakteristik
variabelistik. [5]
Karakteritik absolut merupakan karakteristik yang hakiki dan
merupakan tipikal dari ESP.Mereka lebih lanjut mengatakan bahwa
krakteristik absolut dari ESP adalah:
ESP is designed to meet needs of the learners; ESP makes use of the underlying
methodology and activities of the disciplines it serves; ESP is centered on the
language (grammar, lexis, register), skills, discourse, and genre appropriate to
these activities.
Dari kutipan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada tiga hal yang
berkaitan denganESP. Pertama, ESP harus disain dan dirancang untuk
memenuhi kebutuhan pembelajar. Berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan pembelajar, mereka menambahkan bahwa
hakikat ESP memenuhi kebutuhan pembelajar berarti fokus pada
kebutuhan pembelajar, berlangsung efektif, sesuai dengan kebutuhan
pembelajar, dan memungkinkan pembelajar belajar dengan sukses
sesuai dengan rentang waktu yang dirancang. Berkaitan dengan analisis
kebutuhan agar substansi ESP benar-benar sesuai dan memenuhi
kebutuhan pembelajar, (Hoadley-Maidment,1980) dalam
McDonough (1984) mengemukakan ada tiga sumber informasi utama
dalam melakukan analisis kebutuhan yaitu a) pengajar, b) pembelajar,
dan c) stakeholder ).[6]
Kedua, ESP merealisasikan metodologi dan aktivitas sesuai dengan
bidang ilmu yang ditargetkan atau dipelajari dan diajarkan. Ini artinya
bahwa metode dan aktivitas yang dilakasanakan dalam pembelajaran di
kelas harus sesuai dengan bidang ilmu, pekerjaan, dan profesi yang
mencerminkan variasi dan beragamnya esensi dari ESP itu sendiri.
Ketiga, sebagai suatu pendekatan baru, fokus ESP adalah penggunaan
kebahasaan yang tipikal (grammar, lexis, register), keterampilan,
wacana, genreyang sesuai dengan aktivitas. Dalam hal ini cakupan
kebahasaan dalam ESP baik dalam tataran, grammar, leksikal dan
register dalam hal tertentu berbeda dengan Bahasa Inggris Umum
(General English).
Di samping itu, ciri fundamental lain dari ESP masih menurut Evens dan
Maggie adalah keterampilan berbahasa, wacana dan genre. Dalam
pembelajaranESP, konsideran mengenai keterampilan berbahasa yang
diajarkan menjadi isu penting yang harus dipertimbangkan. Dalam
konteks akademik dan profesi atau pekerjaan, fokus keterampilan
cenderung berbeda antara bidang akademik dan profesi yang satu
dengan yang lain. Ada bidang akademik atau profesi yang
memfokuskan dan mengutamakan keterampilan berbicara di satu sisi,
tetapi ada juga bidang akademik atau profesi yang dominan dengan
keterampilan menulis.
Kemudian ciri fundamental tersebut, ESP juga memiliki variabel yang
juga menunjukkan esensi lain dari ESP bila dibandingkan
dengan GE atau ESL dan EFL.. Variabel-variabel tersebut misalnya
a) ESP sebaiknya menggunakan situasi pembelajaran khusus dan
metode mengajar yang berbeda dengan Bahasa Inggris umum ,
b) ESP kelihatannya lebih sesuai dan cocok bagi pembelajar dewasa
baik pada akademik tinggkat tinggi maupun profesi atau tempat kerja
profesional, namun ESP mungkin juga dapat digunakan bagi pembelajar
tingkat menengah, c) biasanya ESP dirancang dan didesain untuk
mahasiswa dengan level tingkat menengah dan tinggi, namun demikian
sebagian pembelajaran ESPjuga memungkinkan untuk pembelajar
tingkat pemula.
Dari uraian di atas, ada dua hal penting yang dapat ditarik sebagai
kesimpulan. Pertama, karakteristik yang absolut dan fundamental.
Absolut dan fundamental artinya ciri tersebut merupakan wajib dan
harus ada dan digunakan dalam pengembangan pembelajaran ESPdan
bersifat final dan tetap. Kedua, karakteristik yang bersifat optional atau
lebih tepatnya dapat dikategorikan dengan menggunakan kata
seharusnya atau kata atau frase lebih baik atau lebih sesuai. Artinya
karakteristik tersebut masih dapat dirubah, dikembangkan dan atau
disesuaikan sebagaian atau seluruhnya dalam
pembelajaran ESP.Perubahan dan penyesuaian tersebut tergantung
pada konteks ESP itu sendiri.