Anda di halaman 1dari 105

PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

DI DESA MEDAN SENEMBAH KABUPATEN DELISERDANG


DAN DI KELURAHAN ASAM KUMBANG KOTA MEDAN
TAHUN 2007

SKRIPSI

OLEH:

LASMA ROHANI
NIM :051000535

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2007

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
DI DESA MEDAN SENEMBAH KABUPATEN DELISERDANG
DAN DI KELURAHAN ASAM KUMBANG KOTA MEDAN
TAHUN 2007

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat

OLEH:

LASMA ROHANI
NIM :051000535

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2007

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi Dengan Judul

PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH


DI DESA MEDAN SENEMBAH KABUPATEN DELISERDANG
DAN DI KELURAHAN ASAM KUMBANG KOTA MEDAN
TAHUN 2007

Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh :

LASMA ROHANI
NIM :051000535

Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji


Pada Tanggal 22 September 2007
Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima

Tim Penguji

Ketua Penguji Penguji I

(Drs.Alam Bakti Keloko Mkes) (Ir. Indra Chahaya S.MSi)


NIP : 131996172 NIP : 132 058731

Penguji II Penguji III

(Drs. Eddy Syahrial, MS) (Drs.Tukiman, MKM)


NIP : 131674466 NIP : 131918719

Medan, September 2007


Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara
Dekan

(dr. Ria Masniari Lubis, Msi)


NIP : 131 124 053

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
ABSTRAK

Dalam program pembangunan kesehatan salah satunya adalah program


lingkungan sehat yang bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang
sehat serta melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari
lingkungan.
Masalah sampah di Indonesia adalah masalah yang rumit karena kurangnya
pengertian masyarakat terhadap akibat yang ditimbulkan sampah serta kurangnya
biaya pemerintah untuk mengusahakan pembuangan sampah yang baik dan
memenuhi syarat.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan
untuk memberikan gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam
pengelolaan sampah di Medan Senembah dan di Asam Kumbang . Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang ada di Dusun VI Medan Senembah
dan di Lingkungan VI Asam Kumbang. Sampel dalam penelitian ini dihitung
berdasarkan rumus dari Lemeshow dengan jumlah sampel 96 orang di Medan
Senembah dan 96 orang di Asam Kumbang. Data dikumpulkan dengan menggunakan
kuisioner dan diolah secara manual dan disajikan dalam tabel distribusi frekwensi.
Dari hasil penelitian diketahui pengetahuan responden tentang pengelolaan
sampah berada pada kategori baik di Medan Senembah 59,37% dan di Asam
Kumbang 86,46%, Sikap responden terhadap pengelolaan sampah berada pada
kategori sedang di Medan Senembah 100% dan di Asam Kumbang 100%, sedangkan
Tindakan responden dalam pengelolaan sampah berada pada kategori sedang di
Medan Senembah 85,42% dan di Asam Kumbang 84,36%.
Untuk meningkatkan perilaku pengelolaan sampah yang lebih baik diharapkan
pemberian informasi oleh petugas kesehatan lingkungan melalui penyuluhan secara
teratur dan berkesinambungan serta mensosialisasikan cara pembuangan sampah
yang baik dan benar kepada masing-masing daerah, baik di desa maupun di kota oleh
instansi terkait.

Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Perilaku.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Lasma Rohani

Tempat/Tanggal Lahir : Balige / 05 Juli 1974

Agama : Kristen Protestan

Status Perkawinan : Kawin

Jumlah Anak : 2 (Dua) orang

Alamat Rumah : Jln.Tembakau XIV No.14 Perum Simalingkar Medan

Alamat Kantor : Rumah Sakit Umum Tanjung Pinang Kepri

Riwayat Pendidikan :
1. Tahun 1981 1987 : SD Negeri No 173524 Balige Tobasa
2. Tahun 1987 1990 : SMP Negeri 2 Balige Tobasa
3. Tahun 1990 1993 : SMA Negeri I Balige Tobasa
4. Tahun 1993 1996 : Akademi Perawatan Darmo Medan
5. Tahun 2005 2007 : FKM USU Medan

Riwayat Pekerjaan :
1. Tahun 1998 2004 : Pelaksana Perawatan Di Rumah Sakit Umum Tanjung
Pinang KEPRI
2. Tahun 2005 Sekarang : Mahasiswa Tugas Belajar di USU Medan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas

segala berkat dan anugerahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini,

yang berjudul Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Desa Medan

Senembah dan Kelurahan Asam Kumbang Tahun 2007.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam mencapai gelar

Sarjana Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Sumatera Utara.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan dan

bimbingan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil, untuk itu penulis

menyampaikan ucapan terimakasi yang sebesar-besarnya kepada :

1. Ibu dr. Ria Masniari Lubis, Msi, Selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Sumetera Utara.

2. Bapak Drs. Tukiman MKM, selaku Kepala Departemen Pendidikan Kesehatan

Dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumetera Utara.

3. Bapak Drs. Alam Bakti Keloko, MKes selaku Dosen Pembimbing I yang telah

banyak membantu dan membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini.

4. Ir Indra Chahaya, S. MSi selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak

membantu dan membimbing penuli dalan penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Drs. Eddy Syahrial, MS dan Bapak Drs. Tukiman MKM yang telah

meluangkan waktu sebagai dosen penguji pada waktu penulis menjalani ujian

skripsi.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
6. Bapak Jasri selaku kepala Desa Medan Senembah Kecamatan tanjung Morawa

7. Bapak Joni Sebayang selaku Lurah Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang.

8. Suami dan Anak- anakku yang kusayangi yang telah banyak memberikan

semangat dan dukungan doa dalam penyelesaian skripsi ini

9. Rekan- rekan mahasiswa/I Peminatan PKIP yang telah memberikan dorongan dan

semangat dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan masih

belum sempurna, tetapi penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan

manfaat bagi kita semua.

Akhir kata semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua.

Medan, Sepember 2007

Penulis

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Pengesahan ..................................................................................... i
Abstrak ............................................................................................................ ii
Daftar Riwayat Hidup ..................................................................................... iii
Kata Pengantar ................................................................................................ iv
Daftar Isi ...................................................................................................... vi
Daftar Tabel ................................................................................................... viii
Daftar Lampiran ............................................................................................ xii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah .............................................................................. 4
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................. 4
1.3.1 Tujuan Umum .............................................................................. 4
1.3.2 Tujuan Khusus ............................................................................. 4
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................ 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 6


2.1 Pengertian Sampah............................................................................. 6
2.2 Sumber Dan Jenis Sampah................................................................. 7
2.3 Jenis Sampah...................................................................................... 8
2.4 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Sampah.................................... 10
2.5 Elemen Fungsional Pengelolaan Sampah .......................................... 11
2.6 Cara- Cara Pengelolaan Sampah........................................................ 11
2.7 Hubungan Sampah Dengan Manusia Dan Lingkungan ..................... 13
2.8 Hambatan Dalam Pengelolaan Sampah ............................................. 14
2.9 Teori Perilaku..................................................................................... 15
2.10 Perilaku Manusia................................................................................ 17
2.10.1 Konsep Perilaku ..................................................................... 17
2.10.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku ....................... 24
2.10.3 Cara Pembentukan Perilaku ................................................... 25
2.10.4 Proses Perubahan Perilaku ..................................................... 25
2.10.5 Perilaku Kesehatan................................................................. 26
2.10.6 Model Kepercayaan Terhadap Kesehatan.............................. 26
2.10.7 Kerangka Konsep ................................................................... 27

BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................... 28


3.1 Jenis Penelitian.................................................................................... 28
3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian ............................................................. 28
3.2.1 Lokasi Penelitian...................................................................... 28
3.2.2 Waktu Penelitian ...................................................................... 29

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
3.3 Populasi Dan Sampel .......................................................................... 29
3.4 Pengumpulan Data .............................................................................. 30
3.5 Defenisi Operasional........................................................................... 30
3.6 Aspek Pengukuran Dan Instrumen Penelitian .................................... 31
3.6.1 Aspek Pengukuran ................................................................... 31
3.6.2 Instrumen Penelitian ................................................................ 34
3.7 Teknik Analisa Dan PengolahanData ................................................ 34
3.7.1 Teknik Analisa Data................................................................ 34
3.7.2 Teknik Pengolahan Data ......................................................... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN............................................................................ 35


4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian .................................................. 35
4.1.1 Gambaran Umum Desa Medan Senembah .............................. 35
4.1.2 Gambaran Umum Kelurahan Asam Kumbang ....................... 37
4.2 Data Umum Responden .................................................................... 40
4.3 Data Khusus Responden ................................................................... 42
4.3.1 Pengetahuan Responden ......................................................... 42
4.3.2 Sikap Responden..................................................................... 54
4.3.3 Tindakan Responden............................................................... 68

BAB V PEMBAHASAN ...................................................................................... 78


5.1 Karakteristik responden .................................................................... 78
5.2 Pengetahuan Responden ................................................................... 79
5.3 Sikap Responden............................................................................... 83
5.4 Tindakan Responden......................................................................... 85

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 90


5.5 Kesimpulan ....................................................................................... 90
5.6 Saran.................................................................................................. 91

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur Di Medan Senembah


Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006............................................... 35
Tabel 4.2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Medan Senembah
Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006............................................... 36
Tabel 4.3 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan KepalaKeluarga Di
Medan Senembah Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006................. 36
Tabel 4.4 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur Di Asam Kumbang
Kecamatan Medan SelayangTahun 2006................................................. 38
Tabel 4.5 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Asam Kumbang
Kecamatam Medan Selayang................................................................... 38
Tabel 4.6 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Kepala Keluarga Di Asam
Kumbang Kecamatan Medan Selayang...................................... 39
Tabel 4.7 Distribusi Responden Menurut Umur Di Medan Senembah Dan Asam
Kumbang Tahun 2007.............................................................................. 40
Tabel 4.8 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Di Medan
Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007......................................... 40
Tabel 4.9 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu Sehari- hari Di
Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.............................. 41
Tabel 4.10 Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan Keluarga Di Medan
Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.......................................... 41
Tabel 4.11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Sampah Di
Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.............................. 42
Tabel 4.12 Distribusi Pengetahuan Responden tentang Jenis Sampah Menurut
Sifatnya Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.......... 43
Tabel 4.13 Disrtibusi Pengetahuan Responden Tentang Contoh SampahYang
Mudah Membusuk Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun
2007....................................................................................................... 43
Tabel 4.14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Contoh Sampah Yang
Tidak Mudah Membusuk Di Medan Senembah dan Asam Kumbang
Tahun 2007............................................................................................ 44
Tabel 4.15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Sampah Beracun Dan
Berbahaya Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007....... 45
Tabel 4.16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Yang
Ditimbulkan Sampah Di Medan Senembah Dan Asam KumbangTahun
2007.......................................................................................................... 46
Tabel 4.17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah
Yang Baik Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.... 46
Tabel 4.18 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tempat Sampah Yang
Memenuhi Syarat Kesehatan Di Medan Senembah Dan Asam
Kumbang Tahun 2007.............................................................................. 47

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Tabel 4.19 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Cara Penyimpanan
Sampah Sementara Di Rumah Yang Memenuhi Syarat Kesehatan Di
Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.............................. 48
Tabel 4.20 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Pengelolaan
Sampah Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007........... 49
Tabel 4.21 Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan
Sampah Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007........... 49
Tabel 4.22 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang
PengelolaanSampah Menurut Umur Di Medan Senembah Dan Asam
Kumbang Tahun 2007........................................................................... 50
Tabel 4.23 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan
Sampah Menurut Di Medan Senembah Dan Kumbang Tahun
2007......................................................................................................... 51
Tabel 4.24 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan
Sampah Menurut Pekerjaan Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang
Tahun 2007.............................................................................................. 52
Tabel 4.25 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan
Sampah Menurut Penghasilan Di Medan Senembah Dan Asam
Kumbang Tahun 2007............................................................................. 53
Tabel 4.26 Disribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sampah Adalah
Sesuatu Yang Tidak Tidak Berguna, Harus Dibuang Dan Berasal Dari
Kegiatan Manusia Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun
2007.......................................................................................................... 54
Tabel 4.27 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Jenis Sampah
Adalah Mudah Membusuk, Tidak Mudah Membusuk, Mudah
Terbakar Dan tidak Mudah Terbakar Di Medan Senembah Dan Asam
Kumbang Tahun 2007.............................................................................. 54
Tabel 4.28 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sisa Makanan
Adalah Sampah Yang Mudah Membusuk Di Medan Senembah Dan
Asam Kumbang Tahun 2007................................................................... 55
Tabel 4.29 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Kertas, Plastik Dan
Gelas Adalah Sampah Yang Tidak Dapat Membusuk Di Medan
Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.......................................... 56
Tabel 4.30 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sampah Beracun
Dan Berbahaya Apabila Tidak Diolah Dengan Baik Dapat Merusak
Lingkungan Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.... 56
Tabel 4.31 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sampah Yang
Diolah Dengan Baik Dapat Mencegah Penyakit Disentry Di Bedan
Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.......................................... 57
Tabel 4.32 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Pengelolaan Sampah
Yang Baik Adalah Sampah Tersebut Tidak Menjadi Tempat
Berkembang Biaknya Vektor Dan Bibit Penyakit Di Medan Senembah
Dan Asam Kumbang Tahun 2007........................................................... 57

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Tabel 4.33 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Tempat Sampah
Dirumah Harus Memenuhi Syarat Kesehatan Di Medan Senembah
Dan Asam Kumbang Tahun 2007......................................................... 58
Tabel 4.34 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyatan Dalam Penyimpanan
Sampah Di Rumah Dipisahkan Sampah Basah Dan Sampah Kering Di
Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun
2007...................................................................................................... 58
Tabel 4.35 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sampah Rumah
Tangga Yang Diolah Dengan Baik Dapt Mencegah Penyakit PES Di
Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007........................... 59
Tabel 4.36 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Air Limbah Dan
Kotoran Manusia Termasuk Jenis Sampah Di Medan Senembah Dan
Asam Kumbang Tahun 2007................................................................ 60
Tabel 4.37 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Semua Sampah
Tidak Dapat Membusuk Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang
Tahun 2007........................................................................................... 60
Tabel 4.38 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sisa Makanan Tidak
Dapat Diolah Menjadi Makanan Ternak Di Medan Senembah
DanAsamKumbangTahun2007............................................................ 61
Tabel 4.39 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Pengelolaan Sampah
Yang Tidak Mudah Membusuk Harus Lebih Cepat Dari Sampah Yang
Mudah Membusuk Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun
2007......................................................................................................... 61
Tabel 4.40 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Sampah Beracun
Dan Berbahaya Tidak Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan Di
Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007........................... 62
Tabel 4.41 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Penyakit Disentry
merupakan penyakit yang tidak terkait dengan sampah....................... 62
Tabel 4.42 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Pengelolaan Sampah
Tidak Perlu Memperhatikan Unsur Keindahan....................................... 63
Tabel 4.43 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pernyataan Tempat
pembuangan sampah di Rumah Tidak Harus Memenuhi Syarat
Kesehatan.............................................................................................. 63
Tabel 4.44 Distribusi Sikap responden Terhadap Pernyataan Penyimpanan
Sampah dirumah Tidak Perlu Memisahkan Sampah Basah Dan
Sampah Kering......................................................................................... 64
Tabel 4.45 Distribusi Sikap responden Terhadap Pernyataan Pengelolaan Sampah
Yang Tidak Baik Tidak dapat Menyebabkan Kerusakan
Lingkungan........................................................................................... 64
Tabel 4.46 Distribusi Tindakan Anggota Keluarga Responden Dalam Membuang
Sampah Ke Tempat Sampah.................................................................... 65
Tabel 4.47 Distribusi Tindakan Responden Dalam Pemisahan sampah Basah Dan
Sampah Kering........................................................................................ 65
Tabel 4.48 Distribusi Tindakan responden dalam Keseringan Membuang Sampah
Basah Daripada Sampah Kering.............................................................. 66

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Tabel 4.49 Distribusi Tindakan responden dalam Menjadikan Sisa Makanan
Menjadi Makanan Ternak........................................................................ 67
Tabel 4.50 Distribusi Tindakan respondenTentang Kebersihan tempat Sampah...... 67
Tabel 4.51 Distribusi Tindakan responden dalam Pemilikan Tempat Sampah
Yang Bertutup....................................................................................... 68
Tabel 4.52 Distribusi Tindakan responden dalam Penggunaan Tempat Sampah
Yang Mudah Dibuka............................................................................. 68
Tabel 4.53 Distribusi Tindakan responden dalamPenggunaan Tempat Sampah
Yang Mudah dibersihkan...................................................................... 69
Tabel 4.54 Distribusi Tindakan responden dalam Penggunaan Tempat Sampah
Yang MUdah diangkat oleh Satu Orang............................................... 69
Tabel 4.55 Distribusi Tindakan Responden Tentang Kebersihan Tempat
Sampah.................................................................................................. 70
Tabel 4.56 Distribusi Tindakan Responden Dalam pemilikan Tempat
Sampah................................................................................................... 70
Tabel 4.57 Distribusi Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat
Sampah.................................................................................................. 71
Tabel 4.58 Distribusi Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat Sampah
Yang Mudah Dibersihkan..................................................................... 71
Tabel 4.59 Distribusi Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat Sampah
Yang .................................................................................................... 72
Tabel 4.60 Distribusi Tindakan Responden Dalam Membuang Sampah 2-3 Kali
Seminggu............................................................................................... 72
Tabel 4.61 Distribusi Tindakan Responden Tentang Pengangkutan Sampah Oleh
petugas .................................................................................................. 73
Tabel 4.62 Distribusi Tindakan Responden Dalam Pembayaran Restribusi
Sampah.................................................................................................. 73
Tabel 4.63 Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat tindakan responden
tentang pengelolaan sampah dengan kategori seperti tabel dibawah
ini........................................................................................................... 74
Tabel 4.64 Tabulasi Silang Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah
Menurut Umur...................................................................................... 74
Tabel 4.65 Tabulasi Silang Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan
Sampah Menurut Pendidikan................................................................ 75
Tabel 4.66 Tabulasi Silang Tindakan Responden Tentang Pengelolaa Sampah
Menurut Pekerjaan................................................................................ 76
Tabel 4.67 Tabulasi Silang Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah
Menurut Penghasilan............................................................................. 76

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuisioner
Lampiran 2 Master Data
Lampiran 3 Surat Izin Penelitian
Lampiran 4 Surat keterangan selesai penelitian
Lampiran 5 Peraturan Daerah Tentang Persampahan di Kabupaten Deli Serdang

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat ditetapkan enam

Program Pembangunan Kesehatan, salah satunya adalah Program Lingkungan Sehat,

Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan

mutu lingkungan hidup yang sehat yang mendukung tumbuh kembang anak dan

remaja, memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehat, dan memungkinkan interaksi

sosial serta melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari

lingkungan (Indonesia Sehat 2010).

Pesatnya pertambahan penduduk, penggunaan lahan yang semakin

meningkat akibat desakan pembangunan akan mempunyai implikasi yang

mempengaruhi sumber-sumber alam dan kualitas lingkungan. Sejak tahun 1986,

pemerintah telah memperlihatkan prioritas pentingnya sanitasi lingkungan dengan

menciptakan sistim kompetisi antar daerah dalam meningkatkan dan menjaga

kebersihan (Slamet, 2000).

Masalah sampah di Indonesia merupakan masalah yang rumit karena

kurangnya pengertian masyarakat terhadap akibat-akibat yang dapat ditimbulkan oleh

sampah, kurangnya biaya pemerintah untuk mengusahakan pembuangan sampah

yang baik dan memenuhi syarat.

Faktor lain yang menyebabkan permasalahan sampah di Indonesia semakin

rumit adalah meningkatnya taraf hidup masyarakat, yang tidak disertai dengan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
keselarasan pengetahuan tentang persampahan dan juga partisipasi masyarakat yang

kurang untuk memelihara kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya

(Slamet, 2000).

Sampah adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang

harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia

tetapi bukan biologis karena kotoran manusia tidak termasuk didalamnya dan

umumnya bersifat padat (air bekas tidak termasuk didalamnya) (Azwar, 2002).

Produksi sampah perorangan maupun rumah tangga setiap harinya tidak

dapat dipisahkan dari setiap kegiatan kehidupan manusia itu sendiri. Khususnya

sampah rumah tangga, berkaitan juga dengan tingkat pendapatann, tingkat pendidikan

dan besarnya keluarga (Dainur, 1995).

Bersamaan dengan kenaikan jumlah penduduk, pendapatan juga mengalami

kenaikan. Kenaikan pendapatan menyebabkan pola hidup komsuntif sehingga tingkat

komsumsi kita meningkat, mulai dari makanan dan kemasannya. Limbah yang

dihasilkan perorang makin besar padahal jumlah penduduk juga bertambah.

Sementara itu pendapatan kita untuk menangani sampah masih terbatas. Akibatnya,

di daerah pedesaan banyak sampah yang tertumpuk atau berserakan. Di perkotaan

lebih lagi hanya sebagian sampah yang terangkut oleh dinas kebersihan kota. Sampah

yang tidak terangkut menumpuk atau berserakan dan menjadi masalah kesehatan.

Banyak juga penduduk yang berusaha memusnahkan sampah dengan membakarnya

yang akan menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya (Soemarwoto, 2001).

Pengelolaan sampah di pedesaan umumnya dilakukan dengan cara

membakar, menanam dalam lubang, dan tidak jarang dibuang kedalam selokan,

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
sungai dan bahkan menumpuk dipekarangan atau kebun. Sungguh pun para ahli telah

menemukan berbagai cara penanggulangan sampah, termasuk cara pendaur-ulangan,

namun cara-cara tersebut masih belum memecahkan masalah sampah yang semakin

meningkat jumlah dan jenisnya, baik di pedesaan maupun daerah kumuh diperkotaan

(Dainur, 1995).

Dari survei awal yang dilakukan oleh peneliti di desa Medan Senembah

Kecamatan Tanjung Morawa sebagian besar masyarakat mengelola sampah dengan

membakar atau membuang ke lahan kosong milik orang lain di dusun tersebut.

Hanya sedikit masyarakat yang mengelola sampah menjadi kompos. Sehingga

permasalahan timbul terutama pada musim hujan, dimana sampah-sampah tidak

dapat dibakar sehingga oleh masyarakat sampah tersebut dibiarkan berserakan

disekitar rumah, selain dapat menimbulkan penyakit maka sampah-sampah ini juga

menutupi parit yang ada sehingga pada musim hujan air masuk kedalam rumah

(banjir).

Demikian juga dengan survei awal yang dilakukan oleh di Kelurahan Asam

Kumbang Kecamatan Medan Selayang tidak semua keluarga sampahnya diangkut

oleh petugas sebagian ada yang mengolah sampah dengan membakar dan cara-cara

lainnya padahal lingkungan ini merupakan daerah perkotaan yang seharusnya

sampahnya diangkut oleh petugas kebersihan.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
1.2. Perumusan Masalah

Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan maka penulis

merumuskan masalah yaitu bagaimana gambaran perilaku masyarakat dalam

mengolah sampah domestik pada dua daerah yang berbeda yaitu Desa Medan

Senembah Kecamatan Tanjung Morawa yang merupakan gambaran perilaku

masyarakat desa dan Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang yang

merupakan gambaran perilaku masyarakat perkotaan.

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku masyarakat dalam

pengelolaan sampah.

1.3.2. Tujuan Khusus

1 Untuk mengetahui karakteristik masyarakat dari segi umur, pendidikan,

pekerjaan dan penghasilan.

2 Untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan

sampah.

3 Untuk mengetahui bagaimana sikap masyarakat terhadap pengelolaan

sampah.

4 Untuk mengetahui bagaimana tindakan masyarakat dalam pengelolaan

sampah.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
1.4. Manfaat Penelitian.

1. Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan masukan bagi masyarakat Desa

Medan Senembah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dan

Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang.

2. Sebagai bahan referensi bagi mahasiswa/I FKM USU Medan khususnys

dalam pengelolaan sampah domestik.

3. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak pemerintah, sebagai bahan

masukan dalam program kesehatan lingkungan.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Sampah.

Menurut Azwar (2002) yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari

sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang

umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri)

tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk

kedalamnya dan umumnya bersifat padat (karena air bekas tidak termasuk

didalamnya). Manik (2003) mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak

digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang, yang dihasilkan oleh kegiatan

manusia.

Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah hasil kegiatan manusia yang

dibuang karena sudah tidak berguna dan dibuang disebut sampah.Dengan demikian

sampah mengandung prinsip sebagai berikut :

1. Adanya sesuatu benda atau bahan padat.

2. Adanya hubungan langsung atau tidak langsung dengan manusia

3. Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
2.2. Sumber dan Jenis Sampah.

1. Sumber-Sumber Sampah.

a. Sampah buangan rumah tangga, termasuk sisa bahan makanan, sisa

pembungkus makanan dan pembungkus perabotan rumah tangga sampai sisa

tumbuhan kebun dan sebagainya.

b. Sampah buangan pasar dan tempat tempat umum (warung, toko dan

sebagainya) termasuk sisa makanan, sampah pembungkus makanan, dan

pembungkus lainnya, sisa bangunan, sampah tanaman dan sebagainya

c. Sampah buangan jalanan termasuk diantaranya sampah berupa debu jalan,

sampah sisa tumbuhan taman,sampah pembungkus bahan makanan dan bahan

lainnya, sampah sisa makanan, sampah berupa kotoran serta bangkai hewan.

d. Sampah industri termasuk diantaranya air limbah industri, debu industri. Sisa

bahan baku dan bahan jadi dan sebagainya (Dainur, 1995).

2. Sampah Berdasarkan Zat Pembentuknya

a. Sampah organik termasuk diantaranya sisa bahan makanan serta sisa

makanan, sisa pembungkus dan sebagainya.

b. Sampah anorganik termasuk diantaranya berbagai jenis sisa gelas, logam,

plastik dan sebagainya (Manik, 2003)

3. Menurut Sifat Fisiknya.

a. Sampah kering yaitu sampah yang dapat dimusnahkan dengan dibakar,

diantaranya kertas, sisa tanaman yang dapat dikeringkan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
b. Sampah basah yaitu sampah yang karena sifat fisiknya sukar dikeringkan

untuk dibakar (Dainur, 1995)

2.3. Jenis Sampah.

a. Sampah Basah (Garbage).

Adalah jenis sampah yang terdiri dari sisa sisa potongan hewan atau sayur

sayuran hasil dari pengolahan, pembuatan dan penyediaan makanan yang

sebagian besar terdiri dari zat zat yang mudah membusuk.

b. Sampah Kering (Rubbish).

Adalah jenis sampah yang dapat terbakar dan tidak dapat terbakar yang berasal

dari rumah-rumah, pusat pusat perdagangan,kantor-kantor. Sampah yang mudah

terbakar umumnya terdiri dari zat-zat organik seperti kertas, karbon, kardus,

plastik dan lain lain.sedangkan sampah yang tidak dapat/sukar terbakar sebagian

besar mengandung zat-zat inorganik seperti logam-logam, kaleng-kaleng dan sisa

pembakaran.

c. Abu (Ashes).

Sampah jenis ini adalah sampah yang berasal dari sisa pembakaran dari zat yang

mudah terbakar seperti dirumah, kantor maupun di pabrik pabrik industri.

d. Sampah Jalanan.

Sampah jenis ini berasal dari pembersihan jalan dan trotoar baik dengan tenaga

manusia maupun dengan tenaga mesin yang terdiri dari kertas kertas, daun

daunan dan lain lain.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
e. Bangkai Binatang.

Sampah jenis ini berupa sampah sampah biologis yang berasal dari bangkai

binatang yang mati karena alam, penyakit atau kecelakaan.

f. Sampah Rumah Tangga.

Sampah jenis ini merupakan jenis sampah campuran yang terdiri dari rubbish,

garbage, ashes yang berasal dari daerah perumahan.

g. Bangkai Kendaraan.

Adalah sampah yang berasal dari bangkai bangkai mobil, truk, kereta api.

h. Sampah Industri.

Merupakan sampah padat yang berasal dari industri-industri pengolahan hasil

bumi/tumbuh tumbuhan dan industri lain.

i. Sampah Perumahan.

Sampah yang berasal dari sisa pembangunan gedung, perbaikan dan pembaharuan

gedung gedung, sampah dari daerah ini berasal dari batu batuan, mengandung

tanah, potongan kayu, alat perekat dan lain lain.

j. Sampah Padat.

Sampah yang terdiri dari benda benda kasar yang umumnya zat organik hasil

saringan pada pintu masuk suatu pengolahan air buangan.

k. Sampah Khusus.

Jenis sampah yang memerlukan penanganan khusus misalnya kaleng cat, film

bekas, zat radioaktif dan lain lain (Kusnoputranto, 1986).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
2.4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kuantitas dan Kualitas Sampah.

Sampah baik kualitas maupun kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh berbagai

kegiatan dan taraf hidup masyarakat. Beberapa faktor yang penting antara lain :

a. Jumlah Penduduk.

Semakin banyak penduduk semakin banyak pula sampahnya

b. Keadaan Sosial Ekonomi.

Semakin tinggi keadaan sosial ekonomi masyarakat, semakin banyak jumlah

perkapita sampah yang dibuang.

c. Kemajuan Tehnologi

Kemajuan tehnologi akan menambah jumlah maupun kualitas sampah, karena

pemakaian bahan baku yang semakin beragam, cara pengepakan dan produk

manufaktur yang semakin beragam pula ( Slamet, 2000).

2.5. Elemen Fungsional Pengelolaan Sampah

Konsep pengolahan sampah di Indonesia yang masih banyak dilakukan

sampai dengan saat ini adalah baru pada tahap pengumpulan, pengangkutan dan

pembuangan akhir (3P). Sedangkan penanganan sampah melalui pengolahan masih

belum populer. Bila konsep pengelolaan dengan 3P masih dipertahankan pada tahun-

tahun mendatang, maka akan memperberat tugas pemerintah daerah karena

penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah tidak secepat pertambahan

jumlah timbulan sampah yang harus ditangani.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Teknik pengelolaan sampah dapat dimulai dari sumber sampah sampai pada

tempat pembuangan akhir sampah. Usaha pertama adalah mengurangi sumber

sampah baik dari segi kuantitas maupun kualitas dengan cara :

- Meningkatkan pemeliharaan dan kualitas barang sehingga tidak cepat menjadi

sampah.

- Meningkatkan penggunaan bahan yang dapat terurai secara alamiah, misalnya

pembungkus plastik diganti dengan pembungkus kertas.

Semua usaha ini memerlukan kesadaran dan peran serta masyarakat.

Selanjutnya, pengelolaan ditujukan pada pengumpulan sampah mulai dari produsen

sampai pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan membuat tempat

pembuangan sampah sementara (TPS), transportasi yang sesuai lingkungan, dan

pengelolaan pada TPA. Sebelum dimusnahkan sampah dapat juga diolah dulu baik

untuk memperkecil volume, untuk daur ulang atau dimanfaatkan kembali.

Pengolahan dapat sangat sederhana seperti pemilahan, sampai pada pembakaran atau

Insenerasi (Slemet, 2000).

2.6. Cara -cara Pengelolaan Sampah

1. Hog Feeding.

Yaitu penggunaan sampah garbage untuk makanan ternak.

2. Insenaration (Pembakaran).

Yaitu dengan pembuangan sampah di TPA, kemudian dibakar. Pembakaran

sampah dilakukan ditempat tertutup dengan mesin dan peralatan khusus yang

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
dirancang untuk pembakaran sampah. Sistim ini memerlukan biaya besar untuk

pembangunan, operasional dan pemeliharaan mesin dan peralatan lain.

3. Sanitary Landfill.

Yaitu pembuangan sampah dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang

dilakukan lapis demi lapis, sedemikian rupa sehingga sampah tidak berada dialam

terbuka, jadi tidak sampai menimbulkan bau serta tidak menjadi tempat binatang

bersarang. Cara ini tentu amat bermanfaat jika sekaligus bertujuan untuk

meninggikan tanah yang rendah seperti rawa-rawa, genangan air dan sebagainya.

4. Composting (Pengomposan).

Merupakan pemanfaatan sampah organik menjadi bahan kompos. Untuk tujuan

pengomposan sampah harus dipilah-pilah sehingga sampah organik dan anorganik

terpisah.

5. Discharge To Seweres.

Disini sampah harus dihaluskan dahulu dan kemudian dibuang kedalam saluran

pembuangan air bekas. Cara ini dapat dilakukan pada rumah tangga atau dikelola

secara terpusat di kota-kota. Cara ini membutuhkan biaya yang besar serta tidak

mungkin dilakukan jika sistim pembuangan air kotor tidak baik.

6. Dumping (Penumpukan).

Yaitu pembuangan sampah dengan penumpukan diatas tanah terbuka. Dengan cara

ini TPA memerlukan tanah yang luas dan sampah ditumpuk begitu saja tanpa

adanya perlakuan. Sistim dumping memang dapat menekan biaya, tetapi sudah

jarang dilakukan karena masyarakat sekitarnya sangat terganggu. Cara ini

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
berpengaruh buruk terhadap lingkungan, berupa sumber penyakit, tempat binatang

bersarang

7. Individual Inceneration.

Ialah pembakaran sampah yang dilakukan secara perorangan dirumah tangga.

Pembakaran haruslah dilakukan dengan baik, jika tidak asapnya akan mengotori

udara serta dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

8. Recycling.

Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih kecil dan hasilnya

dimanfaatkan misalnya kaleng, kaca dan sebagainya. Cara ini berbahaya untuk

kesehatan, terutama jika tidak mengindahkan segi kebersihan.

9. Reduction.

Ialah menghancurkan sampah menjadi jumlah yang lebih kecil dan hasilnya

dimanfaatkan, misalnya garbage reduction yang dapat menghasilkan lemak.

Hanya saja biayanya sangat mahal tidak sebanding dengan hasilnya (Azwar,

2002).

2.7. Hubungan Sampah Dengan Manusia Dan Lingkungan.

Sampah berhubungan erat dengan manusia dan lingkungan karena dapat

menimbulkan dampak positip dan dampak negatif terhadap manusia dan lingkungan,

baik atau buruknya dampak tersebut tergantung kepada kita bagaimana

mengelolanya.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan dampak menguntungkan

dan pengelolaan sampah yang kurang baik akan memberikan dampak yang

merugikan. Untuk mengetahui dampak tersebut lebih jelas dapat dilihat seperti :

a. Dampak terhadap manusia

1. Dampak menguntungkan

- Dapat digunakan sebagai makanan ternak

- Dapat berperan sebagai sumber energi

- Benda yang dibuang dapat diambil kembali untuk dimanfaatkan

2. Dampak merugikan

- Dapat berperan sebagai sumber penyakit

- Dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

b. Dampak Terhadap Lingkungan

1. Dampak menguntungkan

- Dapat dipakai sebagai penyubur tanah.

- Dapat dipakai sebagai penimbun tanah.

- Dapat memperbanyak sumber daya alam melalui proses daur ulang.

2. Dampak merugikan

- Dapat menimbulkan bau yang tidak enak.

- Dapat menimbulkan pencemaran udara, tanah dan air.

- Dapat menimbulkan banjir.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
2.8. Hambatan Dalam Pengelolaan Sampah

Masalah pengelolaan sampah di Indonesia merupakan masalah yang rumit

karena :

- Cepatnya perkembangan teknologi, lebih cepat daripada kemampuan masyarakat

untuk mengelola dan memahami persoalan sampah.

- Meningkatnya taraf hidup masyarakat, yang tidak disertai dengan keselarasan

pengetahuan tentang persampahan.

- Kebiasaan pengolahan sampah yang tidak efisien menimbulkan pencemaran

udara, tanah dan air, gangguan estetika dan memperbanyak populasi lalat dan

tikus.

- Kurangnya pengawasan dan pelaksanaan peraturan.

- Kurangnya partisipasi masyarakat untuk memelihara kebersihan dan membuang

sampah pada tempatnya (Slamet, 2002).

Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa faktor yang lebih dominan

menimbulkan hambatan dalam pengolahan sampah adalah kurangnya pengetahuan

tentang pengolahan sampah, kebiasaan pengolahan sampah yang kurang baik dan

kurangnya partisipasi masyarakat dalam memelihara kebersihan. Keselurahan dari

faktor-faktor diatas merupakan bagian dari perilaku, baik perilaku individu, kelompok

maupun masyarakat.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
2.9. Teori Perilaku

Ada beberapa teori yang dapat dikemukakan yaitu :

1. Teori Naluri (Instinct Theory)

Teori ini dikemukakan oleh MC Dougaal sebagai pelopor dari psikologi sosial.

Menurut beliau perilaku itu disebabkan naluri. Naluri merupakan perilaku yang

innate, perilaku yang bawaan dan naluri akan mengalami perubahan karena

pengalaman

2. Teori Dorongan (Drive Theory)

Teori ini bertitik tolak pada pandangan bahwa organisme itu mempunyai

dorongan-dorongan atau drive tertentu. Dorongan ini berkaitan dengan kebutuhan

organisme yang mendorong organisme berperilaku. Bila organisme mempunyai

kebutuhan, dan organisme ingin memenuhi kebutuhannya maka akan terjadi

ketegangan dalam diri organisme itu. Bila organisme berperilaku dan dapat

memenuhi kebutuhannya, maka akan terjadi pengurangan atau reduksi dari

dorongan-dorongan tersebut

3. Teori Insentif (Insentive Theori)

Teori ini bertitik tolak pada pendapat bahwa perilaku organisme itu disebabkan

karena adanya insentif. Dengan insentif akan mendorong organisme berbuat atau

berperilaku

4. Teori Atribusi

Teori ini menjelaskan tentang sebab-sebab perilaku orang. Apakah perilaku itu

disebabkan oleh disposisi internal ataukah oleh keadaan eksternal. Teori ini

dikemukakan oleh Fritz Heider dan teori ini menyangkut lapangan psikologi

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
sosial. Pada dasarnya perilaku manusia itu dapat atribusi internal, tetapi juga

dapat atribusi eksternal ( Machfoedz, Suryani, 2006).

2.10. Perilaku Manusia

2.10.1. Konsep Perilaku

Perilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas diamati langsung maupun tidak

dapat diamati oleh pihak luar.

Menurut Skinner (1938) yang dikutip oleh Notoatmojo (2003) menegaskan

bahwa perilaku itu merupakan respon atau reaksi orang terhadap rangsangan atau

stimulus dari luar. Oleh karena itu teori Skinner ini disebut teori S-O-R atau Stimulus

-Organisme-Respon. Skinner membedakan adanya dua respon;

1. Respondent responds atau reflexise respons, yaitu respon yang ditimbulkan oleh

stimulus tertentu misalnya cahaya menyilaukan menyebabkan mata tertutup.

2. Operant respons atau instrumental respons yakni timbulnya respon diikuti oleh

stimulus atau perangsanga tertentu. Misalnya seorang staf mengerjakan

pekerjaannya dengan baik maka sebagai imbalannya petugas itu mendapatkan

reward atau hadiah. Maka petugas tadi akan lebih baik lagi ketika

melaksanakan tugas berikutnya.

Sebagian besar perilaku manusia adalah operant response. Oleh sebab itu

untuk membentuk jenis respon atau perilaku perlu diciptakan adanya suatu kondisi

tertentu yang disebut operant conditioning.

Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme

dipengaruhi oleh faktor genetika (keturunan) dan lingkungan. Secara umum dapat

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
dikatakan bahwa faktor genetika dan lingkungan ini merupakan faktor penentu

daripada perilaku mahluk hidup itu untuk selanjutnya. Sedangkan lingkungan

merupakan kondisi atau lahan untuk perkembangan perilaku tersebut. Suatu

mekanisme pertemuan antara kedua faktor tersebut dalam rangka terbentuknya

perilaku disebut proses belajar (learning process).

Blum (1908), seorang ahli psikologi pendidikan membagi perilaku manusia

itu kedalam 3 kawasan yakni. Kognitif, Afektif dan Psikomotor. Komponen Kognitif

terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek tertentu seperti

pengetahuan dan keyakinan tentang objek. Komponen Afektif terdiri dari penilaian

dan komponen Psikomotor terdiri dari kesiapan seseorang untuk bereaksi atau

kecenderungan untuk bertindak terhadap objek (Notoatmodjo, 2002)

Dalam perkembangannya, teori Blum ini dimodifikasi untuk pengukuran

hasil pendidikan kesehatan yakni :

a. Pengetahuan (Knowledge)

Pengetahuan marupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan

pengindraan. Pengetahuan atau Kognitif merupakan domain yang sangat penting

dalam membentuk tindakan seseorang.

Tingkatan Pengetahuan didalam domain kognitif :

1. Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Termasuk kedalam tingkatan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang

spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima.

Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
2. Memahami.

Memahami dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara

benar tentang objek yang diketahui, yang dapat menginterpretasikan materi

tersebut secara benar.

3. Aplikasi.

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah

dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.

4. Analisis.

Analisis atau kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam

komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut,

dan masih ada kaitannya satu sama lain.

5. Sintesis.

Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk melaksanakan atau

menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

Dengan kata lain, sintasis adalah suatu kemampuan untuk menyusun suatu

formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.

6. Evaluasi.

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan austifikasi atau

penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan

suatu kriteria yang ditemukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang

ada ( Notoatmodjo, 2003).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
b. Sikap

Sikap merupaan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap

suatu stimulus atau objek. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya

kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari

merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Sikap merupakan

kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap

belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi

tindakan suatu perilaku.

Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok

yaitu :

1. Kepercayaan (Keyakinan.), ide dan konsep terhadap suatu objek.

2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek.

3. Kecenderungan untuk bertindak

Ketiga komponen ini bersama-sama membentuk sikap yang utuh. Berbagai

tingkatan sikap yaitu :

1. Menerima, diartikan subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan

objek

2. Merespon, memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan

tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap

3. Menghargai, Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu

masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.

4. Bertanggung jawab, bertanggun jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya

dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi ( Notoatmodjo, 2003)

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
c. Ciri-ciri dan Fungsi Sikap

a. Ciri- ciri Sikap

Sikap menentukan jenis tabiat tingkah laku dalam hubungannya dengan

perangsangan yang relevan, orang-orang atau kejadian-kejadian. Dapatlah dikatakan

bahwa sikap itu faktor internal, tetapi tidak semua factor internal adalah sikap.

Adapun ciri-ciri sikap adalah sebagai berikut:

1. Sikap itu dipelajari

Sikap merupakan hasil belajar ini perlu dibedakan dengan motif-motif psikologi

lainnya yang tidak dipelajari misalnya lapar, haus adalah motif psikologi yang

tidak dipelajari sedangkan pilihan ke makanan Eropa adalah sikap. Beberapa

sikap dipelajari tidak sengaja atau tanpa kesadaran sebagian individu. Barangkali

yang terjadi adalah mempelajari sikap dengan sengaja bila individu mengerti

bahwa hal ini akan membawa lebih baik untuk dirinya sendiri, membantu tujuan

kelompok, atau memperoleh sesuatu nilai yang sifatnya perseorangan.

2. Memiliki kestabilan ( Stability)

Sikap bermula dari dipelajari, kemudian menjadi lebih kuat, tetap dan stabil

melalui pengalaman

3. Personal societal significance

Sikap melibatkan hubungan antara seseorang dan orang lain dan juga antara orang

dan barang atau situasi.Jika seseorang merasa bahwa orang lain menyenangkan,

terbuka serta hangat maka ini akan sangat berarti bagi dirinya, ia merasa bebas

dan favorable.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4. Berisi cognity dan affecti

Komponen cognity dari pada sikap adalah berisi informasi yang factual. Misalnya

objek itu dirasakan menyenangkan atau tidak menyenangkan

5. Approach avoidance directionality

Bila seseorang memiliki sikap yang favorable terhadap sesuatu objek, mereka

akan mendekati dan membantunya, sebaliknya bila seseorang memiliki sikap

yang anfavorable, mereka akan menghindarinya ( Ahmadi, 1999).

d. Fungsi Sikap

Fungsi sikap dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu :

1. Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri.

Bahwa sikap adalah sesuatu yang bersifat communicable artinya sesuatu yang

mudah dipelajari sehingga mudah pula menjadi milik bersama. justru karena itu

sesuatu golongan yang mendasarkan atas kepentingan bersama biasanya ditandai

oleh adanya sikap anggotanya yang sama terhadap sesuatu objek sehingga dengan

demikian sikap bisa menjadi rantai penghubung antara orang dengan

kelompoknya atau dengan anggota kelompok yang lain. Oleh karena itu anggota

kelompok yang mengambil sikap yang sama terhadap objek tertentu dapat

meramalkan tingkah laku anggota-anggota lainnya.

2. Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku

Kita tahu bahwa tingkah laku anak kecil dan binatang pada umumnya merupakan

aksi-aksi yang spontan terhadap sekitarnya. Antara perangsangan dan reaksi tidak

ada pertimbangan, tetapi pada anak dewasa yang sudah lanjut usia perangsangan

itu pada umumnya tidak diberi reaksi secara spontan akan tetapi terdapat adanya

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
proses secara sadar untuk menilai perangsangan-perangsangan itu. Jadi antara

perangsangan dan reaksi terdapat suatu yang disisipkan yaitu sesuatu yang

berwujud pertimbangan-pertimbangan terhadap perangsangan itu.

3. Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman- pengalaman

Dalam hal ini perlu dikemukakan bahwa manusia dalam menerima pengalaman-

pengalaman dari luar sikapnya tidak pasif tetapi diterima secara aktif artinya

semua pengalaman yang berasal dari dunia luar itu tidak semuanya dilayani oleh

manusia, tetapi manusia memilih-milih mana yang perlu dan mana yang tidak

perlu dilayani. Jadi semua pengalaman itu diberi nilai lalu dipilih.

4. Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian

Sikap sering mencerminkan pribadi seseorang. Ini sebabnya karena sikap tidak

pernah terpisah dari pribadi yang mendukungnya. Oleh karena itu dengan melihat

sikap-sikap pada objek-objek tertentu sedikit banyak orang bisa mengetahui

pribadi orang tersebut . Jadi sikap sebagai pernyataan pribadi ( Ahmadi, 1999).

e. Praktek Atau Tindakan

Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. Untuk mewujudkan

sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi

yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. Disamping itu juga diperlukan

faktor dukungan dari pihak luar.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Praktek ini mempunyai beberapa tingkatan yaitu :

1. Persepsi

Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan

diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama.

2. Respon terpimpin.

Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar atau sesuai dengan

contoh adalah merupakan indikator praktek tingkat kedua.

3. Mekanisme

Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis

atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia telah mencapai praktek

tingkat tiga.

4. Adaptasi

Suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik

( Notoatmodjo, 2003).

2.10.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku

Green (1980), mengembangkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi

perilaku adalah sebagai berikut:

a. Faktor predisposisi (Predisposing factor) seperti kebiasaan, tradisi, sikap,

kepercayaan, pengetahuan dan lain-lain.

b. Faktor yang memudahkan (Enebling factor), seperti ketersediaan fasilitas dan lain

sebagainya

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
c. Faktor yang memperkuat (Reinfocing faktor), seperti sikap dan perilaku petugas

kesehatan. (Notoatmodjo, 2003).

2.10.3. Cara Pembentukan Perilaku

a. Pembentukan perilaku dengan kebiasaan yaitu dengan cara membiasakan diri

untuk berperilaku seperti yang diharapkan, akhirnya akan terbentuklah perilaku

tersebut.

b. Pembentukan perilaku dengan pengertian yaitu pembentukan perilaku yang

ditempuh dengan pengertian atau insight. Cara ini berdasarkan atas teori belajar

kognitif, yaitu belajar dengan disertai adanya pengertian.

c. Pembentukan perilaku dengan menggunakan model yaitu pemimpin dijadikan

model atau contoh oleh yang dipimpinnya. Cara ini didasarkan atas teori belajar

sosial ( Sosial learning theory) ( Suryani, 2003).

2.10.4. Proses Perubahan Perilaku

1. Perubahan alamiah

Apabila dalam masyarakat sekitar terjadi suatu perubahan, maka kita sering

mengikuti perubahan itu tanpa banyak pikiran inilah yang disebut dengan

perubahan alamiah.

2. Perubahan terencana

Perubahan ini terjadi karena memang direncanakan sendiri.

3. Kesediaan berubah.

Sebagian orang sangat cepat untuk menerima suatu perubahan, tetapi sebagian

orang lagi sangat lambat untuk menerima perubahan ( Notoatmodjo, 2003).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
2.10.5. Perilaku Kesehatan

Berdasarkan batasan perilaku dari Skinner maka perilaku kesehatan adalah

suatu respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan

penyakit, sistim pelayanan, makanan dan minuman, serta lingkungan. Dari batasan ini

perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok:

1 Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance)

Yaitu usaha usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak

sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit.

2 Perilaku pencarian dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Perilaku ini menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita

penyakit atau kecelakaan.

3. Perilaku kesehatan lingkungan.

Yaitu bagaimana seseorang merespon lingkungan baik lingkungan fisik maupun

sosial budaya dan sebagainya.( Notoatmodjo, 2003)

2.10.6 Model Kepercayaan Terhadap Kesehatan Dari Rosenstock

Healht Belief Model ( HBM) seringkali dipertimbangkan sebagai kerangka

utama dalam perilaku yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan telah mendorong

penelitian perilaku kesehatan sejak tahun 1950-an.

Menurut HBM, kemungkinan individu akan melakukan tindakan pencegahan

tergantung secara langsung pada dua hasil dari dua keyakinan atau penilaian

kesehatan ( Health beliefs) yaitu ancaman yang dirasakan dari sakit atau luka dan

pertimbangan tentang keuntungan dan kerugian ( Benefits costs).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Penilaian pertama adalah ancaman yang dirasakan terhadap resiko yang akan

muncul hal ini mengacu pada sejauh mana seseorang berpikir penyakit atau kesakitan

betul- betul merupakan ancaman kepada dirinya. Asumsinya adalah bahwa bila

ancaman yang dirasakan tersebut meningkat maka perilaku pencegahan juga akan

meningkat.

Penilaian yang kedua yang dibuat adalah perbandingan antara keuntungan dan

kerugian dari perilaku dalam usaha untuk memutuskan melakukan tindakan

pencegahan atau tidak ( Machfoedz, Suryani, 2005).

2.10.7. Kerangka Konsep

Karakteristik Responden
1. Umur
2. Pendidikan Sikap Tindakan dalam
Pengetahuan
pengelolaan sampah
3. Pekerjaan
4.Penghasilan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian Survei yaitu suatu metode penelitian yang

dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang

suatu keadaan secara obyektif.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah Desa Medan Senembah yang terdiri dari 9 dusun dan

Kelurahan Asam Kumbang yang terdiri dari 10 Lingkungan. Tetapi karena

keterbatasan tenaga, waktu dan kemampuan peneliti maka peneliti hanya mengambil

satu dusun untuk Desa Medan Senembah yaitu Dusun VI dan satu Lingkungan untuk

Kelurahan Asam Kumbang yaitu Lingkungan VI. Penentuan lokasi penelitian

ditetapkan secara purfosif.

Adapun alasan pemilihan lokasi tersebut adalah :

- Karena setelah dilakukan observasi ternyata masih banyak sampah yang

berserakan disekitar rumah penduduk apalagi selama musim hujan karena sampah

tidak bisa dibakar, sehingga menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan tikus

yang akan dapat memyebabkan penyakit seperti Diare.

- Karena di daerah tersebut belum pernah dilakukan penelitian yang sama.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
3.2.2. Waktu penelitian

Waktu penelitian adalah mulai bulan Juni 2007 sampai dengan Juli 2007.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang ada di dusun VI

Desa Medan Senembah yaitu sebanyak 120 KK dan seluruh rumah tangga yang ada

di Lingkungan VI Kelurahan Asam Kumbang yaitu sebanyak 150 KK. Maka jumlah

seluruh populasi adalah 270 KK.

3.3.2. Sampel

Jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus dari

Lemeshow yaitu :

2
Z .P.q
N1 = N 2 =
d2
1,96 2.0,5.0,5
N1 = N 2 =
0,12
(3,84).(0,25)
N1 = N 2 =
0,01
N1 = N 2 = 96 sampel

Dimana : Z = Nilai baku normal dari tabel Z (1,96)

= Kesalahan tipe I ( Kesalahan atas penolakan hipotesis yang benar)

( 5%)

P = Proporsi dari suatu kejadian yang diharapkan terjadi ( 0,5)

q = Proporsi kejadian yang bukan diharapkan ( 1-P = 0,5)

d = Presisi ( Tingkat ketepatan) = 0,1

Tehnik pengambilan sampel dengan simple random sampling.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
3.4. Pengumulan Data

Dalam penelitian ini alat untuk pengumpulan data adalah kuisioner dan cara

pengumpulan data diperoleh dengan :

3.4.1. Data primer

Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan menggunakan kuisioner

kepada responden.

3.4.2. Data sekunder.

Data sekunder diperoleh dari kantor Kelurahan Asam Kumbang dan dari

Kantor Kepala Desa Medan Senembah.

3.5. Defenisi Operasional

1. Pendidikan

Pendidikan formal terakhir responden. Pendidikan rendah tidak sekolah/tidak

tamat SD/tamat SD/tidak tamat SLTP. Pendidikan sedang tamat SLTP/SMP.

Pendidikan tinggi tamat SLTA /SMU dan Akademi/Universitas

2. Umur

Umur adalah lamanya hidup responden dalam tahun yang dihitung sejak

dilahirkan hingga saat ulang tahun terakhir.

3. Pekerjaan

Pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan responden untuk memenuhi kebutuhan

sehari- hari.

4. Penghasilan Keluarga .

Adalah pendapatan keluarga dalam satu bulan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
5. Sampah

Sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi dan harus dibuang yang berasal dari

kegiatan manusia.

6 Perilaku

Adalah segala segala aktifitas manusia yang dapat diamati secara langsung

maupun tidak dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga.

7 Pengetahuan

Adalah kemampuan responden dalam hal pemahamam terhadap hal pembuangan

sampah rumah tangga dan penyakit yang berhubungan dengan sampah tersebut.

8. Sikap

Adalah tanggapan responden terhadap sampah rumah tangga.

9. Tindakan

Adalah bentuk perbuatan/aktivitas nyata dari responden terhadap sampah rumah

tangga.

3.6. Aspek pengukuran Dan Instrumen Penelitian

3.6.1. Aspek Pengukuran

Dalam mengukur aspek perilaku ada 3 (Tiga) jenis variabel yaitu

pengetahuan, sikap dan tindakan. Menurut Pratomo (1986) memberikan gambaran

untuk mengklasifikasikan dengan perhitungan sebagai berikut :

- Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku baik jika total skor > 75%

- Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku sedang jika total skor 40% - 75%

- Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku kurang jika total skor < 40%

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
1. Pengetahuan

Tingkat pengetahuan responden dalam penelitian ini diukur dengan metode

skoring terhadap kuisioner yang telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan ada 10 buah,

nilai tertinggi adalah 20. Jawaban yang terdiri dari 3 pilihan maka

- Jawaban yang paling benar nilainya 2

- Jawaban yang kurang nilainya 1

- Jawaban yang salah nilainya 0

Jumlah nilai yang ada dapat diklasifikasikan kedalam 3 (Tiga) ketegori yaitu

a. Pengetahuan baik apabila jumlah nilai responden > 15 (75%)

b. Pengetahuan sedang apabila jumlah nilai responden 8- 15 (40%- 75%)

c. Pengetahuan kurang apabila jumlah nilai responden < 8 (< 40%)

2. Sikap

Sikap responden dalam penelitian ini diukur melalui kuisioner yang telah diberi

bobot. Jumlah pertanyaan 20 buah.nilai tertinggi adalah 60. Jawaban yang tersedia

terdiri dari 4 yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Untuk

pertanyaan nomor 1 sampai 10 maka

- Nilai 3 untuk jawaban sangat setuju

- Nilai 2 untuk jawaban setuju

- Nilai 1 untuk jawaban tidak setuju

- Nilai 0 untuk jawaban sangat tidak setuju

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Untuk pertanyaan nomor 11 sampai 20 maka

- Nilai 3 untuk jawaban sangat tidak setuju

- Nilai 2 untuk jawaban tidak setuju

- Nilai 1 untuk jawaban setuju

- Nilai 0 untuk jawaban sangat setuju

Berdasarkan jumlah nilai yang ada dapat di klasifikasikan dalam 3 (Tiga)

kategori yaitu :

a. Sikap baik apabila jumlah nilai reponden > 45 (>75%)

b. Sikap sedang apabila jumlah nilai responden 24- 45 (40%- 75%)

c. Sikap kurang apabila jumlah nilai responden < 24 (< 40%)

3. Tindakan

Tindakan responden dalam penelitian ini diukur melalui kuisioner yang telah

diberi bobot. Jumlah pertanyaan ada 12 buah dan nilai tertinggi adalah 24. Jawaban

yang tersedia terdiri dari 3 yaitu Ya , Kadang-kadang dan tidak

- Nilai 2 untuk jawaban Ya

- Nilai 1 untuk jawaban Kadang-kadang

- Nilai 0 untuk jawaban Tidak

Berdasarkan jumlah nilai yang ada dapat diklasifikasikan dalam 3 (Tiga ) kategori

yaitu :

a. Tindakan baik apabila jumlah nilai responden > 18 (>75%)

b. Tindakan sedang apabila jumlah nilai responden 10-18 (40%-75%)

c. Tindakan kurang apabila jumlah nilai responden < 10 (<40%)

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
.3.6.2 Instrumen Penelitian

Instrumen yang dipakai untuk pengumpulan data adalah kuisioner yang berisi

pertanyaan tentang pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam pengelolaan

sampah.

3.7. Teknik Analisa dan Pengolahan Data

3.7.1. Teknik Analisa Data

Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis yang bersifat deskriptif

untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah di

Medan Senembah dan Asam Kumbang

3.7.2. Teknik Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan secara manual dan disajikan dalam bentuk tebel

distribusi frekwensi untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan

masyarakat dalam pengelolaan sampah di desa Medan Sinembah dan di kelurahan

Asam Kumbang.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1. Gambaran Umum Desa Medan Senembah

Desa Medan Senembah terletak di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten

Deliserdang yang terdiri dari 9 Dusun. Luas Desa Medan Senembah adalah 350 Ha

dengan batas wilayah sebagai berikut:

- Sebelah Utara : Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa

- Sebelah Timur : Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa

- Sebelah Barat : Desa Patumbak Kecamatan Sigara-gara

- Sebelah Selatan : Kecamatan STM Hilir

Jumlah penduduk Desa Medan Senembah sebanyak 5224 jiwa dengan jumlah

Kepala Keluarga 1317 jiwa sedangkan jumlah penduduk Dusun VI 442 Jiwa dengan

jumlah Kepala Keluarga 120 Jiwa.

4.1.1.1. Data Kependudukan Desa Medan Senembah

Tabel 4.1 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur Di Desa Medan Senembah


Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006
No Umur ( Tahun ) Jumlah %
1 06 761 14,57
2 7 15 1118 21,40
3 16 18 391 7,48
4 19 24 583 11,16
5 25 55 2091 40,03
6 56 79 264 5,05
7 > 81 16 0,31
Jumlah 5224 100
Sumber: Data Potensi Desa Medan Senembah 2006

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak di Desa
Medan Senembah terbanyak pada kelompok umur 25-55 tahun sebanyak 2091 orang
( 40,03%).

Tabel 4.2 Distribui Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Desa Medan


Senembah Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006
No Tingkat Pendidikan Jumlah %
1 Tidak/ Belum Sekolah 53 1,01
2 Tidak Tamat SD 1370 26,23
3 SD 1369 26,21
4 SMP 910 17,42
5 SMA 1079 20,65
6 SMK 264 5,05
7 Pesantren 60 1,15
8 D3 22 0,42
9 SI 96 1,84
10 S2 1 0,02
Jumlah 5224 100
Sumber: Data Potensi Desa Medan Senembah Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk

mayoritas adalah tidak tamat SD yaitu sebanyak 1370 responden (26,23%).

Tabel 4.3 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Kepala Keluarga di


Desa Medan Senembah Tahun 2006.
No Jenis Pekerjaan Jumlah KK %
1 Petani 56 4,25
2 Penambang 2 0,15
3 Peternak 8 0,60
4 Pedagang 189 14,36
5 PNS 55 4,18
6 BUMN 15 1,14
7 ABRI/POLRI 17 1,29
8 Medis 3 0,23
9 Buruh 819 62,19
10 Pengrajin 74 5,62
11 Pengusaha 7 0,53
12 Penjahit 68 5,61
13 Supir 68 5,16
Jumlah 1317 100
Sumber: Data Potensi Desa Medan Senembah Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2006

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pekerjaan kepala keluarga mayoritas

adalah buruh yaitu sebanyak 819 jiwa ( 62,19%).

4.1.2. Gambaran Umum Kelurahan Asam Kumbang

Kelurahan Asam Kumbang terletak di Kecamatan Medan Selayang Kota

Medan yang terdiri dari 10 Lingkungan. Jumlah penduduk Asam Kumbang sebanyak

10864 jiwa dengan jumlah keluarga 2487 jiwa, sedangkan Lingkungan VI

mempunyai jumlah penduduk 774 jiwa dan terdapat 150 kepala keluarga.

Luas Kelurahan Asam Kumbang adalah 400 Ha dengan batas-batas wilayah

sebagai berikut :

- Sebelah Utara : Sunggal

- Sebelah Timur : Kelurahan Tanjung Sari

- Sebelah Barat : Sungai Belawan Kabupaten Deliserdang

- Sebelah Selatan : Tanjung Selamat.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.1.2.1 Data Kependudukan Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan
Selayang Tahun 2006

Tabel 4.4 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur Di Kelurahan Asam


Kumbang Kecamaan Medan Selayang Tahun 2006
No Kelompok Umur (Tahun) Jumlah %
1 0-12 Bulan 343 3,16
2 13 Bln- 4 Thn 370 3,41
3 5-6 910 8,38
4 7-12 1021 9,40
5 13-15 825 7,59
6 16-18 685 6,31
7 19-25 841 7,74
8 26-35 1952 17,96
9 36-45 1900 17,49
10 46-50 761 7,00
11 51-60 600 5,52
12 61-75 555 5,11
13 >76 101 0,92
Jumlah 10864 100 %
Sumber : Profil Kelurahan Asam Kumbang Tahun 2006.

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa golongan umur yang terbanyak adalah

26-35 tahun sebanyak 1952 jiwa (17,96%).

Tabel 4.5 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Kelurahan Asam


Kumbang Kecamatan Medan Selayang Tahun 2006
No Pendidikan Jumlah %
1 Belum Selolah 1209 11,13
2 Tidak tamat SD 357 3,29
3 SD/Sederajat 1591 14,64
4 SLTP Sederajat 2142 19,71
5 SLTA/Sederajat 4285 39,44
6 DI 219 2,02
7 D2 216 1,99
8 D3 457 4,21
9 SI 383 3,52
10 S2 5 0,05
Jumlah 10864 100
Sumber: Profil Kelurahan Asam Kumbang Tahun 2006.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pendidikan terakhir penduduk yang

paling banyak adalah tamat SLTA yaitu sebanyak 4285 jiwa ( 39,44%).

Tabel 4.6 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Kepala Keluarga Di


Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang Tahun 2006.

No Perkerjaan KK Jumlah %
1 Buruh 360 14,48
2 PNS 417 16,77
3 Pengrajin 5 0,20
4 Pedagang 260 10,45
5 Penjahit 30 1,21
6 Tukang Batu 65 2,61
7 Tukang Kayu 20 0,80
8 Peternak 55 2,21
9 Montir 123 4,95
10 Dokter 56 2,25
11 Supir 257 10,33
12 Tukang Becak 85 3,42
13 TNI/POLRI 700 28,15
14 Pengusaha 54 2,17
Jumlah 2487 100
Sumber: Profil Keluraha Asam Kumbang Tahun 2006

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penduduk Asam Kumbang menurut

pekerjaan yang terbanyak adalah TNI/POLRI sebanyak 700 responden (28,15%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.2. Data Umum Responden

4.2.1. Umur

Tabel 4.7. Distribusi Responden Menurut Umur

Umur Desa / Kelurahan


No
(Tahun) Medan Senembah % Asam Kumbang %
1 20-24 2 2,08 10 10,42
2 25-29 8 8,33 19 19,79
3 30-34 25 26,04 17 17,71
4 35-39 20 20,83 23 23,96
5 40-44 10 10,42 9 9,37
6 45-49 14 14,58 7 7,29
7 50-54 10 10,43 4 4,17
8 55-59 4 4,17 3 3,12
9 60-64 3 3,12 4 4,17
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.7 dapat dilihat bahwa data umur terendah adalah 20 tahun dan

tertinggi adalah 64 tahun. Data dikelompokan berdasarkan interval. umur terbanyak

di desa Medan Senembah kelompok umur 30-34 tahun sebanyak 25 responden

(26,04%). Sedangkan di kelurahan Asam Kumbang kelompok umur terbanyak adalah

umur 35-39 sebanyak 23 responden (23,96%).

4.2.2 Pendidikan

Tabel 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Desa / Kelurahan
No Pendidikan Terakhir Medan
% Asam Kumbang %
Senembah
1 SD 53 55,21 40 41,67
2 SLTP 22 22,92 24 25
3 SLTA 16 16,66 22 22,91
4 Akademi/ PT 5 5,21 10 10,42
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.8 dapat dilihat bahwa secara umum pendidikan responden adalah

tamat SD, untuk desa Medan Senembah 53 responden (55,21%) dan kelurahan Asam

Kumbang 40 responden (41,67%).

4.2.2 Pekerjaan Responden

Tabel 4.9. Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu Sehari- hari

Desa/ Kelurahan
No Pekerjaan Ibu Sehari-hari Medan % Asam %
Senembah Kumbang
1 Ibu Rumah Tangga 66 68,75 82 85,42
2 Wiraswasta/Pedagang 8 8,33 6 6,25
3 Buruh 20 20,83 7 7,29
4 PNS 2 2,09 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.9 dapat dilihat bahwa secara umum pekerjaan responden adalah

ibu rumah tangga, yaitu desa Medan Senembah sebanyak 66 responden (68,75%) dan

kelurahan Asam Kumbang 82 responden ( 85,42 %).

4.2.3 Penghasilan Keluarga

Tabel 4.10 Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan Keluarga

Desa/ Kelurahan
No Penghasilan/Bulan (Rp) Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
1 < 738.000 26 27,08 21 21,87
2 738.000-1.500.000 55 57,29 65 67,71
3 > 1.500.000 15 15,63 10 10,42
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.10 terlihat bahwa penghasilan keluarga responden umumnya

adalah antara Rp. 738.000-Rp.1.500.000 yaitu desa Medan Senembah sebanyak 55

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
responden (57,29%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 65 responden

(67,70%).

4.3. Data Khusus Responden.

4.3.1. Pengetahuan Responden.

Pertanyaan pengetahuan responden tentang pengelolaan sampah terdiri dari 10

pertanyaan.

4.3.1.1. Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Sampah

Tabel 4.11 Distribusi Pengetahuan Responden tentang Pengertian Sampah

Desa/ Kelurahan
No Pengertian Sampah Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
1 Sesuatu yang tidak dipakai 21 21,88 15 15,62
2 Sesuatu yang tidak dipakai dan
tidak disenangi dan harus
72 75 76 79,17
dibuang yang umumnya
berasal dari kegiatan manusia
3 Sesuatu yang berasal dari
kegiatan manusia termasuk 3 3,12 5 5,21
kotoran
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.11 terlihat bahwa secara umum pengetahuan responden tentang

pengertian sampah adalah sesuatu yang tidak dipakai dan tidak disenangi dan harus

dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan manusia yaitu di desa Medan

Senembah sebanyak 72 responden (75%) dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak

76 responden (79,17%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.2. Pengetahuan Responden Tentang Jenis Sampah.

Tabel 4.12 Distribusi Pengetahuan Responden tentang Jenis Sampah Menurut


Sifatnya.

Desa/ Kelurahan
No Jenis Sampah Menurut Sifatnya Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
1 Mudah membusuk, tidak mudah
62,5
membusuk, mudah terbakar dan 73 76,04 60
0
tidak mudah terbakar
2 Mudah membusuk dan tidak 30,2
14 14,58 29
mudah membusuk 1
3 Tidak tahu 9 9,38 7 7,29
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.12 dapat dilihat bahwa mayoritas responden menjawab jenis

sampah menurut sifatnya adalah mudah membusuk, tidak mudah membusuk, mudah

terbakar dan tidak mudah terbakar yaitu di desa Medan Senembah sebanyak 73

responden (76,04%) dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 60 responden

(62,50%).).

4.3.1.3 Pengetahuan Responden Tentang Contoh Sampah Yang Mudah


Membusuk

Tabel 4.13 Distribusi Pengetahuan Responden tentang Contoh Sampah yang


Mudah Membusuk.

Desa/ Kelurahan
Contoh Sampah Yang
No Medan Asam
Mudah Membusuk % %
Senembah Kumbang
1 Sisa makanan dan 33 34,38 50 52,08
daun-daunan
2 Kertas, Plastik dan 3 3,12 4 4,17
gelas
3 Sisa Makanan 60 62,50 42
43,75
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.13 dapat dilihat bahwa pada umumnya responden di desa Medan

Senembah menyatakan contoh sampah yang mudah membusuk adalah sisa makanan

sebanyak 60 responden (62,50%) sedangkan di kelurahan Asam Kumbang mayoritas

menjawab sisa makanan dan daun-daunan sebanyak 50 responden (52,08%).

4.3.1.4 Pengetahuan Responden Tentang Contoh Sampah Yang Tidak Mudah


Membusuk

Tabel 4.14 Distribusi Pengetahuan Responden tentang Contoh Sampah yang


Tidak Mudah Membusuk

Desa/ Kelurahan
Contoh Sampah yang Tidak
No Medan % Asam %
Mudah Membusuk
Senembah Kumbang
1 Sisa Makanan 2 2,08 2 2,08
2 Kertas, Plastik dan Gelas 73 76,04 81 84,38
3 Kertas dan Plastik 21 21,88 13 13,54
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.14 dapat dilihat bahwa pada umumnya pengetahuan responden

tentang contoh sampah yang tidak mudah membusuk mayoritas menjawab kertas,

plastik dan gelas yaitu di desa Medan Senembah sebanyak 73 responden (76,04%)

dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 81 responden (84,38%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.5 Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Sampah Beracun Dan
Berbahaya

Tabel 4.15 Distribusi Pengetahuan Responden tentang Pengertian Sampah


berbahaya dan beracun.

Desa/ Kelurahan
Pengertian Sampah
No Medan Asam
Berbahaya dan Beracun % %
Senembah Kumbang
Semua sampah yang berasal
1 8 8,33 3 3,12
dari rumah tangga
Sampah yang dapat
menimbulkan gangguan
2 kesehatan dan kerusakan 74 77,09 83 86,46
lingkungan dan merupakan
buangan industri
Sampah yang dapat
3 menimbulkan gangguan 14 14,58 10 10,42
kesehatan
Ju mlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa umumnya responden menjawab

pengertian sampah berbahaya dan beracun adalah sampah yang menimbulkan

gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan dan merupakan buangan industri yaitu

di desa Medan Senembah menjawab sebanyak 74 responden (77,09%) dan di

kelurahan Asam Kumbang sebanyak 83 responden (86,46%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Tabel 4.16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Yang
Ditimbulkan Sampah

Desa/ Kelurahan
Penyakit yang ditimbulkan
No Medan Asam
oleh sampah % %
Sienembah Kumbang
1 Disentry dan Typus 29 30,21 25 26,04
2 TBC dan Campak 20 20,83 13 13,54
3 Disentry, Typus, Pes dan 47 48,96 58 60,42
Leptospirosis (Penyakit yang
disebabkan kotoran tikus)
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.16 dapat dilihat bahwa secara umum pengetahuan responden

tentang penyakit yang ditimbulkan oleh sampah mayoritas menjawab Disentry,

Typus, Pes dan Leptospirosis sebanyak yaitu di desa Medan Senembah sebanyak 47

responden (48,96%) dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 58 responden

( 60,42%).

4.3.1.7 Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang Baik.

Tabel 4.17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah


Yang Baik

Desa/ Kelurahan
No Pengelolaan Sampah Yang Baik Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
Sampah tersebut tidak menjadi
1 tempat berkembang biaknya bibit 25 26,04 16 16,67
penyakit
Sampah tersebut tidak menjadi
tempat berkembang biaknya bibit
2 66 68,75 77 80,21
penyakit, tidak menimbulkan baud
an tidak mencemari lingkungan
Sampah tersebut dibuang
3 5 5,21 3 3,12
sembarangan
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.17 dapat dilihat bahwa secara umum pengetahuan responden

tentang pengelolaan sampah yang baik mayoritas menjawab apabila sampah tersebut

tidak menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit, tidak menimbulkan baudan

tidak mencemari lingkungan yaitu di desa Medan Senembah sebanyak 66 responden

(68,75%) dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 77 responden ( 80,21%).

4.3.1.8 Pengetahuan Responden Tentang Tempat Sampah Yang Memenuhi


Syarat Kesehatan.

Tabel 4.18. Disrtibusi Pengetahuan Responden tentang Tempat Sampah Yang


Memenuhi Syarat Kesehatan.

Desa/ Kelurahan
Tempat Sampah Yang
No Medan Asam
Memenuhi Syarat Kesehatan % %
Senembah Kumbang
Bertutup, mudah dibuka
konstruksinya kuat, mudah
1 81 84,38 76 79,17
dibersihkan dan mudah
diangkat oleh satu orang
2 Terbuka dan ukurannya besar 3 3,12 4 4,16
Mempunyai tutup dan mudah
3 12 12,50 16 16,67
diangkat
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.18 terlihat bahwa secara umum pengetahuan responden tentang

tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan adalah bertutup, mudah dibuka,

mudah dibersihkan dan mudah diangkat oleh satu orang yaitu di desa Medan

Senembah sebanyak 81 responden (84,38%) dan di kelurahan Asam Kumbang

sebanyak 76 responden (79,17%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.9 Pengetahuan Resonden Tentang Cara Penyimpanan Sampah Sementara
Dirumah.

Tabel 4.19 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang cara Penyimpanan


Sampah Sementara Dirumah Yang Memenuhi Syarat Kesehatan.

Desa/ Kelurahan
Cara Penyimpanan Sampah
No Medan Asam
Sementara Dirumah % %
Senembah Kumbang
1 Memisahkan sampah basah
67 69,79 85 88,54
dan sampah kering
2 Tidak perlu memisahkan
sampah basah dan sampah 24 25 4 4,17
kering
3 Tidak tahu 5 5,21 7 7,29
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.19 terlihat bahwa pengetahuan responden tentang cara

penyimpanan sampah sementara dirumah yang baik adalah memisahkan sampah

basah dan sampah kering yaitu di desa Medan Senembah 67 responden (69,79%) dan

di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 85 responden (88,54%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.10 Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Pengelolaan Sampah.

Tabel 4.20 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Pengelolaan


Sampah

Desa/ Kelurahan
No Manfaat pengelolaan sampah Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
1 Mencegah terjadinya penyakit,
kelestarian sumber daya alam
70 72,92 72 75
dan mencegah gangguan
keindahan
2 Mencegah terjadinya penyakit 16 16,67 17 17,71
3 Mencegah terjadinya
10 10,41 7 7,29
kelestarian lingkungan
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.20 dapat dilihat bahwa pengetahuan responden tentang manfaat

pengelolaan sampah adalah mencegah terjadinya penyakit, kelestarian sumber daya

alam dan mencegah gangguan keindahan yaitu di desa Medan Senembah sebanyak 70

responden (72,92%) dan di kelurahan Asam Kumbang 72 responden (75%).

4.3.1.11. Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah

Dari hasil penelitian diketahui tingkat pengetahuan responden tentang

pengelolaan sampah dengan kategori seperti tabel dibawah ini

Tabel 4.21 Distribusi Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan


Sampah Di Medan Senembah Dan Asam Kumbang Tahun 2007.

Desa/ Kelurahan
No Tingkat Pengetahuan Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
1 Baik 69 71,87 83 86,46
2 Sedang 18 18,75 13 13,54
3 Kurang 9 9,38 0 0
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.21 dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden tentang

pengelolaan sampah kategori baik di desa Medan senembah 69 responden (71,87%),

sedang, 18 responden (18,75%) dan kurang, 9 responden (9,38%) Sedangkan untuk

kelurahan Asam Kumbang kategori baik 83 responden (86,46%), kategori sedang 13

responden (13,54%).

4.3.1.12. Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah


Menurut Umur

Tabel 4.22 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang


Pengelolaan Sampah Menurut Umur di Desa Medan Senembah Dan
Di Kelurahan Asam Kumbang Tahun 2007.

Medan Senembah Asam Kumbang


No Umur
Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 20-24 1 50 1 50 - - 2 8 80 2 20 - - 10
2 25-29 6 75 2 25 - - 8 18 94,74 1 5,26 - - 19
3 30-34 18 72 7 28 - - 25 16 94,12 1 5,88 - - 17

4 35-39 17 85 3 15 - - 20 22 95,65 1 4,34 - - 23


5 40-44 8 80 1 10 1 10 10 7 77,78 2 22,22 - - 9
6 45-49 11 78,57 2 14,29 1 7,14 14 6 85,71 1 14,29 - - 7
7 50-54 7 70 1 10 2 20 10 2 50 2 50 - - 4
8 55-59 1 25 1 25 2 50 4 2 66,67 1 33,33 - - 3
9 60-64 - - - - 3 100 3 2 50 2 50 - - 4

Dari tabel 4.22 dapat diketahui bahwa secara umum tingkat pengetahuan

responden pada kategori baik yaitu desa Medan Senembah mayoritas pada kelompok

umur 30-34 tahun sebanyak 18 responden (72%) dan responden kelurahan Asam

Kumbang pada kategori baik mayoritas pada kelompok umur 35-39 tahun sebanyak

22 responden (95,65%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.13 Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah
Menurut Pendidikan.

Tabel 4.23 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang


Pengelolaan Sampah Menurut Pendidikan Di Desa Medan
Senembah Dan Di Kelurahan Asam Kumbang Tahun 2007

Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


No Pddk
Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 SD 35 66,04 11 20,75 7 13,21 53 33 82,50 7 17,50 0 2,5 40
2 SLTP 17 77,27 3 13,64 2 9,09 22 20 83,33 4 16,67 0 0 24
3 SLTA 12 75 4 25 0 0 16 20 90,90 2 9,10 0 0 22
Akad
4 emi/ 5 100 0 0 0 0 5 10 100 0 0 0 0 10
PT

Dari tabel 4.23 dapat diketahui bahwa responden desa Medan Senembah

dengan kategori pengetahuan baik SD sebanyak 35 responden (66,04%), SLTP 17

responden (77,27%), SLTA 12 responden (75%) dan Akademi/PT 5 responden

(100%) sedangkan Kelurahan Asam Kumbang kategori pengetahuan baik untuk

tingkat pendidikan SD 33 responden (82,50%), SLTP 20 responden (83,33%), SLTA

20 responden (90,90%) dan Akademi/ PT 10 responden (100%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.14 Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah
Menurut Pekerjaan

Tabel 4.24 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang


Pengelolaan Sampah Menurut Pekerjaan Di Desa Medan Senembah
Dan Di Kelurahan Asam Kumbang Tahun 2007

No Pekerjaan Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 PNS 1 50 1 50 - - 2 1 100 - - - - 1
2 Wiraswasta/ 5 62,50 3 37,5 - - 8 2 33,33 4 66,67 - - 6
Pedagang
3 Buruh 8 40 10 50 2 10 20 5 71,43 2 28,57 - - 7
4 IRT 55 83,33 4 5,33 7 9,34 66 75 91,46 7 8,54 - - 82

Dari tabel 4.24 dapat diketahui bahwa responden dengan tingkat pengetahuan

baik di desa Medan Senembah terdiri dari PNS 1 responden (50%), Wiraswasta/

Pedagang 5 responden (62,50%), Buruh 8 responden (40%) dan IRT 55 responden

(83,33%). Sedangkan untuk kelurahan Asam Kumbang dengan kategori pengetahuan

baik terdiri dari PNS 1 responden (100 %), Wiraswasta/ Pedagang 2 responden

(33,33%), buruh 5 responden ( 71,43%) dan IRT 75 responden ( 91,46%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.1.15 Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Pengelolaan Sampah
Menurut Penghasilan.

Tabel 4.25 Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan Responden Tentang


Pengelolaan Sampah Menurut Penghasilan

Penghasilan Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


No
Kel/Bln Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 <738000 8 30,77 10 38,46 8 30,77 26 15 71,42 6 28,58 - - 21
2 738000- 48 87,27 6 10,91 1 1,82- 55 58 89,23 7 10,77 - - 65
1500000
3 > 1500 000 13 86,67 2 13,33 - - 15 10 100 - - - - 10

Dari tabel 4.25 dapat diketahui bahwa responden dengan kategori

pengetahuan baik untuk desa Medan senembah dengan pendapatan < Rp 738 000, 8

responden (30,77%), Rp 738.000-Rp 1500.000, 48responden (87,27%) dan

pendapatan > Rp.1.500.000 13 responden (86,67%). Sedangkan untuk kelurahan

Asam Kumbang kategori pengetahuan baik dengan pendapatan < Rp738.000 15

responden (71,42%), Rp. 738.000-1.500.000 58 responden (89,23%) dan > 1.500.000

sebanyak 10 reponden (100%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.2.1 Sikap Responden Terhadap Pengertian Sampah.

Tabel 4.26 Distribusi Sikap Responden Tentang Sampah Adalah Sesuatu Yang
Tidak Berguna, Harus Dibuang Dan Berasal Dari Kegiatan
Manusia.

Sampah adalah sesuatu yang


Kelurahan
tidak berguna harus dibuang Desa Medan
No % Asam %
dan berasal dari kegiatan Senembah
Kumbang
manusia
1 Sangat Setuju 57 59,38 34 35,42
2 Setuju 33 34,37 46 47,92
3 Tidak Setuju 6 6,25 16 16,66
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.26 dapat dilihat bahwa secara sikap responden terhadap

pernyataan diatas untuk desa Medan Senembah mayoritas sangat setuju sebanyak 57

responden (59,38%) dan kelurahan Asan Kumbang adalah setuju sebanyak 46

responden (47,92%).

4.3.2.2 Sikap Responden Tentang Jenis Sampah.

Tabel 4.27 Distribusi Sikap Responden Tentang Jenis Sampah Adalah Mudah
Membusuk, Tidak Mudah Membusuk, Mudah Terbakar Dan Tidak
Mudah Terbakar.

Jenis sampah adalah mudan Desa/ Kelurahan


membusuk, tidak mudah
Medan Asam
No membusuk, mudah terbakar % %
Senembah Kumbang
dan tidak mudah terbakar
1 Sangat Setuju 38 39,58 50 52,08
2 Setuju 54 56,26 30 31,25
3 Tidak Setuju 2 2,08 15 15,63
4 Sangat tidak setuju 2 2,08 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.27 terlihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan diatas

untuk desa Medan Senembah mayoritas menjawab setuju sebanyak 54 responden

(56,26%) sedangkan kelurahan Asam Kumbang mayoritas menjawab sangat setuju

sebanyak 50 responden (52,08%).

4.3.2.3 Sikap Responden Tentang Sisa Makanan Adalah Sampah Yang Mudah
Membusuk.

Tabel 4.28 Distribusi Sikap responden Tentang Sisa Makanan Adalah Sampah
Yang Mudah Membusuk.

Desa/ Kelurahan
No Sisa makanan adalah sampah
Medan Asam
yan mudah membusuk % %
Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 38 39,58 38 39,58
2 Setuju 53 55,21 53 55,21
3 Tidak Setuju 3 3,13 4 4,17
4 Sangat Tidak Setuju 2 2,08 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.28 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum adalah setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak 53

responden (55,21%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 53 responden

(55,21%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.2.4 Sikap Responden Tentang Sampah Yang Tidak Dapat Membusuk.

Tabel 4.29 Distibusi Sikap Responden Tentang Kertas, Plastik Dan Gelas
Adalah Sampah Yang Tidak Dapat Membusuk.

No Kertas, plastik dan gelas Desa/ Kelurahan


adalah sampah yang tidak Medan % Asam %
dapat membusuk Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 56 58,33 36 37,50
2 Setuju 31 32,29 53 55,21
3 Tidak Setuju 8 8,34 6 6,25
4 Sangat Tidak Setuju 1 1,04 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.29 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas untuk desa Medan Senembah mayoritas sangat setuju sebanyak 56 responden

( 58,33%) dan kelurahan Asan Kumbang mayoritas setuju sebanyak 53 reponden

(55,21%).

4.3.2.5 Sikap Responden Tentang Sampah Beracun Dan Berbahaya.

Tabel 4.30 Distribusi Sikap Responden Tentang Sampah Beracun Dan


Berbahaya Apabila Tidak Diolah Dengan Baik Dapat Merusak
Lingkungan.

Sampah Beracun Dan Berbahaya Desa/ Kelurahan


No Apabila Tidak Diolah Dengan Baik Medan Asam
% %
Dapat Merusak Lingkungan Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 60 62,50 45 46,88
2 Setuju 25 26,04 46 47,92
3 Tidak Setuju 10 10,42 4 4,16
4 Sangat Tidak Setuju 1 1,04 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.30 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas untuk desa Medan Senembah mayoritas sangat setuju sebanyak 60 responden

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
(62,50%) sedangkan kelurahan Asam Kumbang mayoritas setuju sebanyak 46

responden (47,92%).

4.3.2.6 Sikap Responden Tentang Sampah Yang Diolah Dengan Baik.

Tabel 4.31 Distribusi Sikap Responden Tentang Sampah Yang Diolah Dengan
Baik Dapat Mencegah Penyakit Disentry
Desa/ Kelurahan
Sampah yang diolah dengan baik Asam
No Medan
dapat mencegah penyakit disentry % Kumban %
Senembah
g
1 Sangat Setuju 33 34,38 44 45,83
2 Setuju 41 42,71 27 28,12
3 Tidak Setuju 17 17,70 22 22,93
4 Sangat Tidak Setuju 5 5,21 3 3,12
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.31 dapat diketahui bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas untuk desa Medan Senembah mayoritas setuju sebanyak 41 responden

(42,71%) sedangkan kelurahan Asam Kumbang mayoritas sangat setuju sebanyak 44

responden (45,83%).

4.3.2.7 Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang Baik


Tabel 4.32 Distribusi Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang
Baik Apabila Sampah Tersebut Tidak Menjadi Tempat
Berkembang Biaknya Vektor Dan Bibit Penyakit.
Pengelolaan sampah yang baik Desa/ Kelurahan
apabila sampah tersebut tidak
No menjadi tempat berkembang Medan Asam
% %
biaknya vector dan bibit Senembah Kumbang
penyakit
1 Sangat Setuju 52 54,17 56 58,33
2 Setuju 33 34,38 32 33,33
3 Tidak Setuju 6 6,25 4 4,17
4 Sangat Tidak Setuju 5 5,20 4 4,17
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.32 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas yaitu desa Medan Senembah sebanyak 52 responden (54,17%) dan kelurahan

Asam Kumbang sebanyak 56 responden (58,33%).

4.3.2.8 Sikap Responden Tentang Tempat Sampah Yang Memenuhi Syarat


Kesehatan
Tabel 4.33 Distribusi Sikap Responden Tentang Tempat Pembuangan Sampah
Dirumah Harus Memenuhi Syarat Kesehatan

Tempat Pembuangan Sampah Desa/ Kelurahan


No Dirumah Harus Memenuhi Medan Asam
% %
Syarat Kesehatan Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 42 43,75 55 57,29
2 Setuju 40 41,67 35 36,47
3 Tidak Setuju 8 8,33 3 3,12
4 Sangat Tidak Setuju 6 6,25 3 3,12
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.33 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum sangat setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak 42

responden (43,75%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 55 resoponden

(57,29%).

4.3.2.9 Sikap Responden Tentang Penyimpanan Sampah.

Tabel 4.34 Distribusi Sikap Responden Tentang Dalam Penyimpanan Sampah


Dirumah Dipisahkan Sampah Basah Dan Sampah Kering
Dalam penyimpanan sampah Desa/ Kelurahan
No dirumah dipisahkan sampah Medan Asam
% %
basah dan sampah kering Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 49 51,04 31 32,29
2 Setuju 36 37,50 56 58,34
3 Tidak Setuju 7 7,29 7 7,29
4 Sangat Tidak Setuju 4 4,17 2 2,08
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.34 dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan diatas
adalah desa Medan Senembah mayoritas menjawab sangat setuju sebanyak 49
responden (51,04%) sedangkan responden kelurahan Asam Kumbang mayoritas
menjawab setuju sebanyak 56 responden (58,34%).

4.3.2.10 Sikap Responden Tentang Sampah Rumah Tangga Yang Diolah


Dengan Baik
Tabel 4.35 Distribusi Sikap Responden Tentang Sampah Rumah Tangga Yang
Diolah Dengan Baik Dapat Mencegah Penyakit Pes.

Sampa rumah tangga yang diolah Desa/ Kelurahan


No dengan baik dapat mencegah Medan Asam
% %
penyakit Pes Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 51 53,12 20 20,83
2 Setuju 27 28,12 59 61,46
3 Tidak Setuju 10 10,42 16 16,67
4 Sangat Tidak Setuju 8 8,34 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.35 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas untuk desa Medan Senembah mayoritas sangat setuju sebanyak 51 responden

(53,12%) sedangkan responden kelurahan Asam Kumbang mayoritas setuju sebanyak

59 responden (61,46%)

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.2.11 Sikap Responden Tentang Air Limbah Dan Kotoran Manusia.

Tabel 4.36 Distribusi Sikap Responden Tentang Air Limbah Dan Kotoran
Manusia Termasuk Jenis Sampah.

Desa/ Kelurahan
Air limbah dan kotoran manusia
No Medan Asam
termasuk jeni sampah % %
Senembah Kumbang

1 Sangat Setuju 19 19,80 21 21,88


2 Setuju 23 23,96 29 30,20
3 Tidak Setuju 47 48,96 44 45,84
4 Sangat Tidak Setuju 7 7,28 2 2,08
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.36 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas untuk desa Medan Senembah mayoritas tidak setuju sebanyak 47 responden

( 48,96%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 44 responden (45,84%).

4.3.2.12 Sikap Responden Tentang Sampah Yang Tidak Dapat Membusuk.

Tabel 4.37 Distribusi Sikap Responden Tentang Semua Sampah Tidak Dapat
Membusuk.

Desa/ Kelurahan
Semua sampah tidak dapat
No Medan Asam
membusuk % %
Senembah Kumbang
1 Sangat setuju 27 28,12 10 10,42
2 Setuju 7 7,30 14 14,58
3 Tidak setuju 49 51,04 68 70,84
4 Sangat tidak setuju 13 13,54 4 4,16
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.37 terlihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan diatas

secara umum tidak setuju yaitu desa Medan responden sebanyak 49 responden

(51,04%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 68 responden (70,84%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.2.13 Sikap Responden Tentang Sisa Makanan Tidak Dapat Dijadikan
Makanan Ternak
Tabel 4.38 Distribusi Sikap Responden Tentang Sisa Makanan Tidak Dapat
Dijadikan Makanan Ternak

Desa/ Kelurahan
Sisa makanan tidak dapat diolah
No Medan Asam
menjadi makanan ternak % %
Senembah Kumbang
1 Sangat setuju 15 15,62 10 10,42
2 Setuju 8 8,34 18 18,76
3 Tidak setuju 62 64,58 64 66,66
4 Sangat tidak setuju 11 11,46 4 4,16
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.38 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum tidak setuju yaitu desa Medan senembah sebanyak 62 responden

(64,58%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 64 responden (66,66%).

4.3.2.14 Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang Tidak Mudah


Membusuk
Tabel 4.39 Distribusi Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang
Tidak Mudah Membusuk Harus Lebih Cepat Dari Sampah Yang
Mudah Membusuk.

Pengelolaan sampah yang tidak Desa/ Kelurahan


No mudah membusuk harus lebih cepat Medan Asam
% %
dari sampah yang mudah membusuk Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 23 23,95 15 15,62
2 Setuju 14 14,58 32 33,34
3 Tidak Setuju 46 47,92 46 47,92
4 Sangat Tidak Setuju 13 13,55 3 3,12
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.39 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum adalah tidak setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak 46

responden (47,92%) dankelurahan Asan Kumbang sebanyak 46 responden (47,92%)

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.2.15 Sikap Responden Tentang Sampah Beracun Dan Berbahaya
Tabel 4.40 Distribusi Sikap Responden Tentang Sampah Beracun Dan
Berbahaya Tidak Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan.

Sampah beracun dan berbahaya Desa/ Kelurahan


No tidak dapat menyebabkan Medan Asam
% %
gangguan kesehatan Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 24 25 14 14,58
2 Setuju 16 16,66 20 20,84
3 Tidak Setuju 46 47,92 59 61,46
4 Sangat Tidak Setuju 10 10,42 3 3,12
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.40 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum menyatakan tidak setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak

46 responden (47,92%) dan responden kelurahan Asam Kumbang sebanyak 59

responden (61,46%).

4.3.2.16 Sikap Responden Tentang Penyakit Disentry

Tabel 4.41 Distribusi Sikap Responden Tentang Penyakit Disentry merupakan


Penyakit yang tidak Terkait Dengan sampah.
Penyakit Disentry merupakan Desa/ Kelurahan
No penyakit yang tidak terkait dengan Medan Asam
% %
sampah Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 35 36,46 10 10,42
2 Setuju 8 8,34 10 10,42
3 Tidak Setuju 37 38,54 67 69,78
4 Sangat Tidak Setuju 16 16,66 9 9,38
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.41 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum mnyatakan tidak setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak 37

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
responden (38,54%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 67 responden

(69,78%).

4.3.2.17 Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah.

Tabel 4.42 Distribusi Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Tidak


Perlu Memperhatikan Unsur Keindahan.

Desa/ Kelurahan
Pengelolaan sampah tidak perlu
No Medan Asam
memperhatikan unsur keindahan % %
Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 24 25 6 6,26
2 Setuju 10 10,42 17 17,70
3 Tidak Setuju 50 52,08 69 71,88
4 Sangat Tidak Setuju 12 12,50 4 4,16
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.42 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas secara umum adalah tidak setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak 50

responden (52,08%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 69 responden

(71,88%).

4.3.2.18 Sikap Responden Tentang Tempat Pembuangan Sampah Dirumah


Tabel 4.43 Distribusi Sikap Responden Tentang Tempat Pembuangan Sampah
Dirumah Tidak Harus Memenuhi Syarat Kesehatan.

Tempat pembuangan sampah Desa/ Kelurahan


No dirumah tidak harus memenuhi Medan Asam
% %
syarat kesehatan Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 30 31,26 8 8,34
2 Setuju 5 5,20 6 6,24
3 Tidak Setuju 44 45,84 68 70,84
4 Sangat Tidak Setuju 17 17,70 14 14,58
J umlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.43 diatas dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap

pernyataan diatas secara umum adalah tidak setuju yaitu desa Medan Senembah

sebanyak 44 responden (45,84%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 68

responden (70,84%).

4.3.2.19 Sikap Responden Tentang Penyimpanan Sampah Dirumah.

Tabel 4.44 Distribusi Sikap Responden Tentang Penyimpanan Sampah


Dirumah Tidak Perlu Memisahkan Sampah Basah Dan Sampah
Kering.
Penyimpanan sampah dirumah Desa/ Kelurahan
No tidak perlu memisahkan smpah Medan Asam
% %
basah dan sampah kering Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 27 28,12 8 8,34
2 Setuju 17 17,70 11 11,46
3 Tidak Setuju 42 43,76 61 63,54
4 Sangat Tidak Setuju 10 10,42 16 16,66
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.44 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas mayoritas menjawab tidak yaitu desa Medan Senembah 42 responden (43,76%)

dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 61 responden (63,54%).

4.3.2.20 Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang Tidak Baik.

Tabel 4.45 Distribusi Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Yang


Tidak Baik Tidak Dapat Menyebabkan Kerusakan Lingkungan.

Pengelolaan sampah yang tidak Desa/ Kelurahan


No baik tidak dapat menyebabkan Medan Asam
% %
kerusakan lingkungan Senembah Kumbang
1 Sangat Setuju 21 21,88 10 10,42
2 Setuju 5 5,20 7 7,30
3 Tidak Setuju 57 59,38 66 68,74
4 Sangat Tidak Setuju 13 13,54 13 13,54
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.45 dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap pernyataan

diatas mayoritas adalah tidak setuju yaitu desa Medan Senembah sebanyak 57

responden (59,38%) dan responden kelurahan Asam Kumbang sebanyak 66

responden (68,74%).

4.3.2.21 Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah

Tabel 4.46 Dari Hasil Penelitian Diketahui Bahwa Tingkat Sikap responden
Tentang Pengelolaan Sampah Dengan Kategori Seperti Tabel
Dibawah Ini
Desa/Kelurahan
No Kategori Sikap Medan Asam
% %
Senembah Kumbang
1 Baik 12 12,50 6 6,25
2 Sedang 83 86,46 89 92,71
3 Kurang 1 1,04 1 1,04
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.46 dapat diketahui bahwa sikap responden tentang pengelolaan

sampah secara umum pada ketegori sikap sedang yaitu desa Medan Senembah 83

responden (86,46%) dan kelurahan asam Kumbang 89 responden (92,71%).

4.3.2.22 Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut Umur

Tabel 4.47 Tabulasi silang Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah


Menurut Umur
No Umur Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang
Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 20-24 2 100 - - - - 2 1 10 9 90 - - 10
2 25-29 12,5
1 7 87,50 - - 8 1 5,26 18 94,74 - - 19
0
3 30-34 2 8 23 92 - - 25 2 11,76 15 88,24 - - 17
4 35-39 2 10 18 90 - - 20 1 4,35 22 95,65 - - 23
5 40-44 1 10 9 90 - - 10 1 11,11 8 88,89 - - 9
6 45-49 1 7,14 13 92,86 - - 14 - - 6 85,71 1 14,29 7
7 50-54 1 10 8 80 1 10 10 - - 4 100 - - 4
8 55-59 1 25 3 75 - - 4 - - 3 100 - - 3
9 60-64 33,3
1 2 66,67 - - 3 - - 4 100 - - 4
3

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.47 dapat dilihat bahwa responden dengan kategori sikap sedang

mayoritas di desa Medan Senembah adalah kelompok umur 30-34 tahun sebanyak 23

responden (92%) dan di kelurahan Asam Kumbang adalah kelompok umur 35-39

tahun sebanyak 22responden (95,65%)

4.3.2.22 Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut


Pendidikan

Tabel 4.48 Tabulasi Silang Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah


Menurut Pendidikan

Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


No Pddk
Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 SD 1 1,89 51 96,22 1 1,89 53 1 2,50 34 85 5 12,50 40
2 SLTP 2 9,09 20 90,91 - - 22 1 4,17 21 87,50 2 8,33 24
3 SLTA 4 25 12 75 - - 16 2 9,09 19 86,36 1 4,55 22
4 Akademi/ 10
5 100 - - - - 5 3 30 7 70 - -
PT

Dari tabel 4.48 dapat diketahui bahwa responden dengan kategori sikap

sedang mayoritas di desa Medan Senembah adalah dengan tingkat pendidikan SD

sebanyak 51 responden (96,22%) dan di kelurahan Asam Kumbang adalah dengan

pendidikan SD sebanyak 34 responden (85%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.2.23 Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut
Pekerjaan

Tabel 4.49 Tabulasi silang Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan


sampah Menurut Pekerjaan

Desa Medan Senembah KelurahanAsam Kumbang


No Pkrjaan
Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 PNS 2 100 - - - - 2 - - 1 100 - - 1
2 Wiraswasta/
1 12,50 7 87,50 - - 8 1 16,67 5 83,33 - 6
Pedagang
3 Buruh 4 20 16 80 - - 20 1 14,29 6 85,71 - 7
4 IRT 5 7,58 60 90,91 1 1,51 66 4 4,88 77 93,90 1 1,22 82

Dari tabel 4.49 dapat diketahui bahwa kategori sikap sedang di desa Medan

Senembah mayoritas adalah yang bekerja sebagai IRT sebanyak 60 responden

(90,91%) dan untuk kelurahan Asam Kumbang mayoritas adalah yang bekerja

sebagai IRT sebanyak 77responden (93,90%).

4.3.2.23 Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut


Penghasilan

Tabel 4.50 Tabulasi silang Tingkat Sikap Responden Tentang Pengelolaan


Sampah Menurut Penghasilan

Pengha Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


NO
silan Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 < 738.000 2 7,69 23 88,46 1 3,85 26 1 4,76 18 85,72 2 9,52 21
2 738.000- 10,9
6 49 89,09 - - 55 4 6,15 57 87,69 4 6,15 65
1500.000 1

3 > 1.500.000 4 26,6 11 73,33 - - 15 2 20 6 60 2 20 10


7

Dari tabel 4.50 dapat diketahui bahwa sikap sedang responden tentang

pengelolaan sampah menurut penghasilan di desa Medan Senembah adalah dengan

penghasilan antara Rp 738.000- 1500.000 sebanyak 49 responden (89,09%) dan di

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
kelurahan Asam Kumbang dengan penghasilan Rp 738.000- 1500.000 sebanyak 57

responden (87,69%)

4.3.3 Tindakan

4.3.3.1 Tindakan Responden Membuang Sampah Ketempat Sampah

Tabel 4.51 Distribusi Tindakan Anggota Keluarga Responden Dalam


Membuang Sampah Ketempat sampah

Semua Anggota keluarga Desa/Kelurahan


No membuang sampah ketempat Medan Asam
% %
sampah Senembah Kumbang
1 Ya 73 76,04 73 76,04
2 Kadang-kadang 14 14,58 20 20,84
3 Tidak 9 9,38 3 3,12
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.51 dapat dilihat bahwa secara umum anggota keluarga responden

membuang sampah ke tempat sampah yaitu desa Medan Senembah sebanyak 73

responden ( 76,04%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 73 responden

(76,04%)

4.3.3.2 Tindakan Responden Memisahkan Sampah Basah Dan Sampah Kering

Tabel 4.52 Distribusi Tindakan Responden Dalam Pemisahan Sampah Basah


Dan Sampah Kering

Desa/Kelurahan
Memisahkan Sampah basah
No Medan Asam
dan sampah kering % %
Senembah Kumbang
1 Ya 25 26,04 47 48,96
2 Kadang-kadang 43 44,80 33 34,38
3 Tidak 28 29,16 16 16,66
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.52 diatas dapat dilihat bahwa untuk desa Medan senembah

mayoritas kadang-kadang memisahkan sampah basah dan sampah kering sebanyak

43 responden (44,80%) sedangkan responde kelurahan Asam Kumbang mayoritas

memisahkan sampah basah dan sampah kering sebanyak 47 responden (48,96%).

4.3.3.3 Tindakan Responden Tentang Membuang Sampah Basah Dan Sampah


Kering.

Tabel 4 53 Distribusi Tindakan Responden Dalam Keseringan Membuang


Sampah Basah Dari pada Sampah Kering

Desa/Kelurahan
Lebih sering membuang sampah
No Medan Asam
basah daripada sampah kering % %
Senembah Kumbang
1 Ya 73 76,04 76 79,16
2 Kadang-kadang 16 16,66 7 7,30
3 Tidak 7 7,30 13 13,54
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.53 dapat dilihat bahwa mayoritas responden lebih sering

membuang sampah basah daripada sampah kering yaitu desa Medan Senembah

sebanyak 73 responden (76,04%) dan responden kelurahan Asam Kumbang sebanyak

76 responden (79,16%)

4.3.3.4 Tindakan Responden Menjadikan Sisa Makanan Menjadi Makanan


Ternak

Tabel 4.54 Distribusi Tindakan Responden Menjadikan Sisa Makanan


Menjadi Makanan Ternak
Responden menjadikan sisa Desa/Kelurahan
No makanan menjadi makanan Medan Asam
% %
ternak Senembah Kumbang
1 Ya 43 44,80 48 50
2 Kadang-kadang 42 43,76 14 14,58
3 Tidak 11 11,44 34 35,42
Jumlah 96 100 96 100

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.54 dapat dilihat bahwa secara umum responden menjadikan sisa

makanan menjadi makanan ternak yaitu desa Medan Senembah sebanyak 43

responden (44,80%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 48 responden (50%).

4.3.3.5 Tindakan Responden Tentang Kebersihan tempat Sampah

Tabel 4.55 Distribusi Tindakan Responden Tentang Kebersihan Tempat


Sampah

Desa/ Kelurahan
Responden membersihkan
No Medan Asam
tempat sampah % %
Senembah Kumbang
1 Ya 53 55,20 71 73,96
2 Kadang- kadang 24 25 17 17,70
3 Tidak 19 19,80 8 8,34
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.55 dapat diketahui bahwa secara umum responden membersihkan

tempat sampah yaitu desa Medan Senembah sebanyak 53 responden (55,20%) dan

kelurahan Asam Kumbang sebanyak 71 responden (73,96%).

4.3.3.6 Tindakan Responden Dalam Pemilikan Tempat Sampah Yang Bertutup.

Tabel 4.56 Distribusi Tindakan Responden Dalam pemilikan Tempat Sampah


Yang Bertutup

Desa/ Kelurahan
Responden memiliki tempat
No Medan Asam
sampah bertutup % %
Senembah Kumbang
1 Ya 42 43,75 27 28,12
2 Tidak 54 56,25 69 71,88
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.56 dapat diketahui bahwa mayoritas responden mempunyai

tempat sampah yang tidak bertutup yaitu desa Medan Senembah sebanyak 54

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
responden (56,25%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 69 responden

(71,88%).

4.3.3.7 Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat sampah Yang


Mudah Dibuka

Tabel 4.57 Distribusi Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat


Sampah Yang Mudah Dibuka

Desa/ Kelurahan
Penggunaan tempat sampah yang
No Medan Asam
mudah dibuka % %
Senembah Kumbang
1 Ya 42 100 27 100
Jumlah 42 100 27 100

Dari tabel 4.57 dapat diketahui bahwa dari 69 responden yang mempunyai

tempat sampah tertutup maka seluruhnya adalah tempat sampah yang mudah dibuka.

4.3.3.8 Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat Sampah Yang Mudah


Dibersihkan

Tabel 4.58 Distribusi Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat


Sampah Yang Mudah Dibersihkan

Desa/ Kelurahan
Menggunakan tempat sampah
No Medan Asam
yang mudah dibersihkan % %
Senembah Kumbang
1 Ya 76 79,16 75 78,12
2 Tidak 20 20,84 21 21,88
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.58 dapat diketahui bahwa mayoritas tempat sampah responden

mudah dibersihkan yaitu desa Medan Senembah 76 rsponden (79,16%) dan kelurahan

Asam Kumbang sebanyak 75 responden (78,12%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.3.9 Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat sampah Yang
Mudah Diangkat Oleh Satu Orang

Tabel 4.59 Distribusi Tindakan Responden Dalam Penggunaan Tempat


Sampah Yang Mudah Diangkat Oleh Satu Orang

Desa/ Kelurahan
Tempat sampah mudah
No Medan Asam
diangkat oleh satu orang % %
Senembah Kumbang
1 Ya 79 82,30 70 72,92
2 Tidak 17 17,70 26 27,08
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.58 dapat diketahui bahwa secara umum tempat sampah yang

digunakan responden mudah diangkat oleh satu orang yaitu desa Medan Senembah

79 responden (82,30%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 70 responden

( 72,92%).

4.3.3.10 Tindakan Responden Dalam Membuang Sampah.

Tabel 4.60 Distribusi Tindakan Responden Dalam Membuang Sampah 2-3


Kali Seminggu

Desa/ Kelurahan
Membuang Sampah 2-3 kali
No Medan Asam
seminggu % %
Senembah Kumbang
1 Ya 35 36,46 40 41,66
2 Kadang- kadang 29 30,20 11 11,46
3 Tidak 32 33,34 45 46,88
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.60 dapat diketahui bahwa untuk desa Medan Senembah mayoritas

membuang sampah 2-3 kali seminggu sebanyak 35 responden (36,46%) sedangkan

kelurahan Asam Kumbang mayoritas responden tidak membuang sampah 2-3 kali

seminggu sebanyak 45 responden (46,88%)

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.3.11 Tindakan Responden Dalam Pengangkutan Sampah Oleh Petugas
Kebersihan

Tabel 4.61 Distribusi Tindakan Responden Tentang Pengangkutan Sampah


Oleh Petugas Kebersihan

Pengangkutan sampah oleh Desa/ Kelurahan


No petugas Medan Asam
% %
kebersihan Senembah Kumbang
1 Ya - - 16 16,66
2 Tidak 96 100 80 83,34
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.61 dapat diketahui bahwa secara umum sampah responden tidak

diangkut oleh petugas kebersihan yaitu desa Medan Senembah sebanyak 96

responden (100%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 80 responden (83,34%).

4.3.3.12 Tindakan Responden Dalam Pembayaran Restribusi Sampah

Tabel 4.62 Distribusi Tindakan Responden Dalam Pembayaran Restribusi


Sampah

Desa/ Kelurahan
Pembayaran
No Medan Asam
restribusi sampah % %
Senembah Kumbang
1 Ya - - 16 16,66
2 Tidak 96 100 80 83,34
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.62 dapat diketahui bahwa secara umum responden tidak

membayar restribusi sampah setiap bulannya yaitu desa Medan Senembah sebanyak

96 responden (100%) dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 80 responden

(83,34%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.3.13 Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah.

Tabel 4.63 Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat tindakan responden
tentang pengelolaan sampah dengan kategori seperti tabel dibawah
ini

Desa/ Kelurahan
No Kategori Tindakan Asam
Medan Senembah % %
Kumbang
1 Baik 12 12,50 41 42,71
2 Sedang 76 79,17 52 54,17
3 Kurang 8 8,33 3 3,12
Jumlah 96 100 96 100

Dari tabel 4.63 dapat diketahui bahwa tindakan responden dalam pengelolaan

sampah pada kategori baik untuk desa Medan Senembah 12 responden (12,50%) dan

kelurahan Asam Kumbang 41 responden (42,71%). Sedangkan pada kategori sedang

untuk desa Medan Senembah 76 responden (79,17%), responden dan kelurahan Asam

Kumbang 52 responden (54,17%). Sedangkan pada kategori tindakan kurang untuk

desa Medan Senembah 8 responden (8,33%) dan kelurahan Asam Kumbang 3

responden (3,12%).

4.3.3.14 Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut


umur

Tabel 4.64 Tabulasi Silang Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah


Menurut Umur

No Umur Medan Senembah Asam Kumbang


Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 20-24 - - 2 100 - - 2 6 60 4 40 - - 10
2 25-29 - - 8 100 - - 8 13 68,42 6 31,58 - - 19
3 30-34 2 8 23 92 - - 25 10 58,82 7 41,18 - - 17
4 35-39 8 40 11 55 1 15 20 10 43,48 13 56,52 - - 23
5 40-44 1 10 8 80 1 10 10 2 22,22 7 77,78 - - 9
6 45-49 1 7,14 12 85,72 1 7,14 14 - - 6 85,71 1 14,29 7
7 50-54 - - 9 90 1 10 10 - - 4 100 - - 4
8 55-59 - - 2 50 2 50 4 - - 3 100 - - 3
9 60-64 - - 1 33,33 2 66,67 3 - - 2 50 2 50- 4

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.64 dapat diketahui bahwa tindakan responden dengan kategori

tindakan sedang untuk desa Medan Senembah mayoritas pada kelompok umur 30-34

tahun, 23 responden (92%), Sedangkan untuk kelurahan Asam Kumbang responden

dengan kategori tindakan sedang pada kelompok umur 35-39,13 reponden (56,52%),

4.3.3.15 Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut


Pendidikan

Tabel 4.65 Tabulasi Silang Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan


Sampah Menurut Pendidikan

Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


No Pddk Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 SD 1 1,89 48 90,57 4 7,54 53 8 20 30 75 2 5 40
2 SLTP 2 9,09 17 77,27 3 13,64 22 9 37,50 14 58,33 1 4,17 24
1 SLTA 4 28,57 11 68,75 1 6,25 16 14 63,64 8 36,36 - - 22
4 Akademi/ 10
5 100 - - - - 5 10 100 - - -
PT

Dari tabel 4.65 dapat dketahui bahwa responden dengan kategori tindakan

baik untuk desa Medan senembah tingkat pendidikan SD (1,89%), SLTP (9,09%),

SLTA (25%) dan Akademi/ PT (100%). Dan untuk kelurahan Asam Kumbang

tingkat pendidikan SD (20%), SLTP (37,50%), SLTA (63,64%) Akademi/PT 100%.

Dan tindakan responden dalam ketegori sedang menurut pendidikan di desa

Medan Senembah SD (90,57%), SLTP (77,27%), SLTA (68,75%),. Sedangkan untuk

kelurahan Asam Kumbang kategori tindakan sedang tingkat pendidikan SD (75%),

SLTP (58,33%), SLTA (36,36%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
4.3.3.16 Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut
Pekerjaan.

Tabel 4.66 Tabulasi Silang Tindakan Responden Tentang Pengelolaa Sampah


Menurut Pekerjaan

Medan Senembah Asam Kumbang


No Pddk
Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 PNS 1 50 1 50 - - 2 - - 1 100 - - 1
2 Wiraswasta/
2 12,50 5 75 1 12,50 8 2 33,33 4 66,67 - - 6
Pedagang
3 Buruh 3 15 14 70 3 15 20 3 42,86 3 42,86 1 14,28 7
4 IRT 6 9,09 56 84,85 4 6,06 66 36 43,90 44 53,66 2 2,44 82

Dari tabel 4.66 dapat diketahui bahwa tindakan responden dalam kategori

sedang menurut pekerjaan di desa Medan Senembah PNS 1 responden (50%),

Wiraswasta/Pedagang 5 responden (75%), Buruh 14 responden (70%), IRT 56

responden (84,85%). Sedangkan kelurahan Asam Kumbang tindakan responden

dalam kategori sedang PNS 1 responden (100%), Wiraswasta/ Pedagang 4 responden

(66,67%), Buruh 3 responden (42,86%), IRT 44 responden (53,66%).

4.3.3.13 Tingkat Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah Menurut


Penghasilan

Tabel 4.67 Tabulasi Silang Tindakan Responden Tentang Pengelolaan Sampah


Menurut Penghasilan

Pengha Desa Medan Senembah Kelurahan Asam Kumbang


NO
silan Baik % Sdg % Krg % n Baik % Sdg % Krg % n
1 < 738.000 1 3,85 20 76,92 5 19,23 26 5 23,81 13 61,90 3 14,2 21
9
2 738.000-
5 9,09 47 85,45 3 5,46 55 26 40 39 60 - - 65
1500.000
3 > 1.500.000 6 40 9 60 - - 15 10 100 - - - - 10

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari tabel 4.67 dapat diketahui bahwa tindakan responden dalam kategori baik

di desa Medan senembah dengan penghasilan >1500.000 sebanyak 6 responden

(40%). Sedangkan untuk kelurahan Asam Kumbang sebanyak 10 responden (100%)

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
BAB V

PEMBAHASAN

5.1 Karakteristik Responden

Dari hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik responden bervariasi mulai

dari umur, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan keluarga.

Dari tabel 4.7 dapat diketahui bahwa golongan umur yang terbanyak di desa

Medan Senembah adalah 30-34 tahun yaitu sebesar (26,04%) sedangkan untuk

kelurahan Asam Kumbang golongan umur terbanyak adalah 35-39 yaitu sebesar

(23,96 %). Dalam hal ini responden rata-rata berada pada tingkat usia produktif.

Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan responden yang

paling tinggi adalah Akademi/PT yaitu (5,21%) responden desa Medan Senembah

dan (10,42%) responden kelurahan Asam kumbang sedangkan tingkat pendidikan

yang paling rendah adalah SD terdiri dari (55,21%) desa Medan Senembah dan

(41,67%) kelurahan Asam Kumbang. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa mayoritas

pendidikan responden di desa Medan Senembah dan di kelurahan Asam Kumbang

adalah tingkat pendidikan rendah.

Dari tabel 4.5 dapat diketahui bahwa mayoritas responden bekerja sebagai Ibu

Rumah Tangga yang terdiri dari responden desa Medan Senembah (68,75%) dan

kelurahan Asam Kumbang (85,42%)

Dari tabel 4.10 dapat diketahui bahwa penghasilan keluarga responden

perbulan yang paling rendah < Rp.738.000 yang terdiri dari desa Medan Senembah

27,08% dan kelurahan Asam Kumbang (21,87%).Yang tertinggi > Rp.1500.000 yang

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
terdiri dari desa Medan Senembah 15,63% dan kelurahan Asam Kumbang 10,42%.

Sedangkan penghasilan responden yang paling banyak adalah antara Rp.738.000-

Rp.1500.000 terdiri dari desa Medan Senembah 57,29% dan kelurahanAsam

Kumbang 67,71%. Dalam hal ini penghasilan keluarga responden secara umum

sudah diatas Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku saat ini di Sumatera

Utara.( Rp.738 000)

5.2 Pengetahuan Responden

Pengetahuan responden tentang pengelolaan sampah adalah sejauh mana

responden tahu akan manfaat pengelolaan sampah dan dampak yang ditimbulkan oleh

sampah terhadap diri serta lingkungannya.

Pada tabel 4.21 dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan reponden tentang

pengelolaan sampah pada kategori baik di desa Medan Senembah sebanyak 69

responden (71,87%) dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 83 responden

(86,46%) dan pada kategori sedang di desa Medan Senembah sebanyak 18 responden

(18,75%) dan di kelurahan Asam Kumbang sebanyak 13 responden (13,54%) dan

pengetahuan kurang di desa Medan Senembah 9 responden (9,38%) dan Asam

Kumbang tidak ada. Secara umum dapat dikatakan bahwa pengetahuan responden

dianggap baik karena hanya 9,38% responden desa Medan Senembah dan hanya

1,04% responden kelurahan Asam Kumbang dengan pengetahuan kurang. Tingkat

pengetahuan responden tentang pengelolaan sampah adalah pada tingkat tahu

(Know). Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang sesuatu adalah

menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan dan menyatakan ( Notoatmodjo, 2003).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Dari segi umur dapat diketahui seperti pada tabel 4.22 bahwa responden

dengan pengetahuan baik di desa Medan Senembah ada pada kelompok umur 30-34

tahun sebanyak 18 responden (75%) dan di kelurahan Asam Kumbang pada

kelompok umur 35-39 tahun sebanyak 22 responden (94%). Disini dapat dilihat

bahwa umur responden dengan pengetahuan baik adalah kelompok umur yang masih

produktif hal ini bisa dipengaruhi usia produktif ini banyak melakukan interaksi

dengan lingkungannya sehingga responden bisa melihat dan mendengar informasi

dari lingkungan seperti yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (2003) yang

menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah

seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek dan sebagian besar

pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan sedang di desa

Medan Senembah ada pada kelompok umur 30-34 tahun sebanyak 7 responden (28%)

dan di kelurahan Asam Kumbang juga pada kelompok umur 20-24 tahun sebanyak 2

responden (20%). Pengetahuan dengan kategori kurang di desa Medan Senembah ada

pada kelompok umur 60-64 tahun sebanyak 3 responden (100%) dan di kelurahan

Asam Kumbang juga pada kelompok umur 60-64 tahun sebanyak 2 responden

(50%),Sehingga dapat kita ketahui bahwa kategori pengetahuan kurang umumnya ada

pada kelompok usia tua karena semakin lanjut usia maka daya ingat juga mengalami

penurunan.

Dari tingkat pendidikan seperti pada tabel 4.23 dapat diketahui bahwa

pengetahuan responden pada kategori baik adalah responden dengan pendidikan

tinggi yaitu di desa Medan Senembah Akademi/ PT sebanyak 5 responden (100%),

SLTA sebanyak 16 responden (75%) dan di kelurahan Asam Kumbang Pengetahuan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
baik untuk Akademi/PT sebanyak 10 responden (100%), SLTA sebanyak 22

responden (90,90%). Hal ini sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo (2003) bahwa

semakin tinggi pendidikan seseorang maka tingkat pengetahuannya juga akan

semakin baik karena semakin banyak materi yang diserap dan pendidikan yang tinggi

akan menambah wawasan seseorang juga. Untuk pengetahuan dengan kategori

sedang di desa Medan Senembah sebagian besar adalah dengan pendidikan SD

sebanyak 11 responden (20,75%) dan di kelurahan Asam Kumbang adalah SD

sebanyak 7 responden (17,50%), dalam hal ini tingkat pendidikan rendah dengan

kategori pengetahuan sedang bisa disebakan responden mendapatkan informasi dari

media elektronik seperti televisi. Untuk tingkat pengetahuan kurang di desa Medan

Senembah umumnya adalah dengan pendidikan SD sebanyak 7 responden (13,21%)

dan di kelurahan Asam Kumbang tidak ada responden dengan pengetahuan kurang.

Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pendidikan yang rendah menyebabkan tingkat

pengetahuan yang rendah juga karena pendidikan mempengaruhi seseorang dalam

menerima ide/informasi baru. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan

semakin cepat menerima informasi baru sebaliknya pendidikan yang rendah membuat

seseorang lambat dalam menerima ide/ informasi baru. Hal ini sesuai dengan teori

Inovasi yang dikemukakan oleh Rogers (1993) yang menyatakan bahwa golongan

yang paling cepat menerima ide/informasi baru adalah golongan pelopor yang

biasanya terdiri dari kelompok yang terpelajar, berpikiran maju, penghasilan lebih

baik sehingga keinginan untuk mencari informasi lebih tinggi.

Dari tingkat pekerjaan responden dapat diketahui pada tabel 4.24 bahwa

responden dengan pengetahuan baik untuk desa Medan Senembah adalah yang

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 55 responden (83,33%), buruh 8

responden (40%)sedangkan di kelurahan Asam Kumbang adalah yang bekerja

sebagai IRT sebanyak 75 responden (91,46%). Dari sini dapat kita ketahui bahwa

pekerjaan tidak mempengaruhi pengetahuan responden tentang pengelolaan sampah.

Hal ini dapat kita lihat dari persentase responden yang berpengetahuan baik antara

yang bekerja didalam dan diluar rumah tidak jauh berbeda. Pengetahuan responden

dengan kategori sedang di desa Medan Senembah umumnya yang bekerja sebagai

buruh sebanyak 10 resonden (50%) sedangkan di kelurahan Asam Kumbang

umumnya yang bekerja sebagai wiraswasta/ pedagang sebanyak 4 responden

(66,67%), sehingga dapat diketahui bahwa kategori pengetahuan sedang seluruhnya

adalah responden yang bekerja diluar rumah sehingga memungkinkan responden

untuk berinteraksi dengan banyak orang yang dapat menambah pengetahuan

responden. Sedangkan untuk kategori pengetahuan kurang di desa Medan Senembah

umumnya yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga sebanyak 7 responden (9,34%)

hal ini bisa diakibatkan karena kurangnya interaksi dengan lingkungan diluar rumah

sehingga pengetahuan responden kurang.

Dari tingkat penghasilan keluarga seperti pada tabel 4.25 dapat diketahui

bahwa responden dengan pengetahuan baik untuk desa Medan Senembah adalah

dengan penghasilan antara Rp.738.000-Rp.1500.000 perbulan sebanyak 48 responden

(87,27%) Demikian juga untuk kelurahan Asam Kumbang responden dengan

pengetahuan baik adalah dengan penghasilan Rp 738.000-1500.000 sebanyak 58

responden (89,23%). Hal ini sesuai dengan teori innovation Decision process yang

dikembangkan oleh Rogers dalam Sarwono (1993) bahwa golongan yang paling

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
cepat menerima ide/informasi baru adalah golongan pelopor yang biasanya terdiri

dari kelompok yang terpelajar, berpikiran maju, terbuka, penghasilan lebih baik

sehingga keinginan mencari informasi lebih tinggi. Untuk tingkat pengetahuan

sedang di desa Medan Senembah sebagian besar adalah dengan penghasilan

< RP 738.000 sebanyak 10 responden (38,46%) dan di kelurahan Asam Kumbang

dengan penghasilan Rp 738.000-1500.000 sebanyak 7 responden(10,77%) hal ini bisa

terjadi karena orang yang lebih cepat menerima informasi tidak hanya dengan

penghasilan yang baik tetapi juga ditentukan oleh pendidikan serta keterbukaan

seseorang untuk memerima informasi. Untuk pengetahuan kurang umumnya adalah

dengan penghasilan < Rp 738.000 di desa Medan Senembah sebanyak 8 responden

(30,77%). Sehingga dapat dikatakan bahwa penghasilan juga mempengaruhi

pengetahuan, jika penghasilan kurang maka keinginan mencari informasi juga akan

kurang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa Kategori pengetahuan responden di

desa Medan Senembah dan di kelurahan Asam Kumbang adalah sama-sama dalam

kategori baik. Hal ini bisa terjadi karena karakteristik responden seperti umur,

pendidikan, pekerjaan dan penghasilan di desa Medan Senembah dan di kelurahan

Asam Kumbang secara umum tidak jauh berbeda.

5.3 Sikap Responden

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas sikap responden dalam

kategori sikap sedang baik di desa Medan Senembah (86,46%) maupun di Kelurahan

Asam Kumbang (92,71%).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Pada tabel 4.47 diketahui bahwa kategori sikap baik umumnya ada pada

kelompok umur yang masih produktif yaitu desa Medan Senembah pada kelompok

umur 20-24 tahun dan kelurahan Asam Kumbang pada kelompok umur 35-39 tahun.

Hal ini bias dipengaruhi oleh kelompok umur yang masih produktif ini lebih banyak

mendapatkan informasi dari lingkungan tentang akibat-akibat yang ditimbulkan oleh

sampah yang tidak dikelola dengan baik sehingga responden dengan usia yang masih

produktif ini mempunyai sikap yang lebih baik.

Dari tabel 4.48 dapat diketahui bahwa semakin tinggi pendidikan maka sikap

responden tentang pengelolaan sampah semakin baik. Hal ini dikarenakan oleh

semakin tinggi pendidikan seseorang maka pengetahuannya akan menjadi lebih baik

dan pengetahuan ini memegang peranan penting dalam menentukan suatu sikap. Hal

ini sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo (2003) bahwa dalam penentuan sikap yang

utuh pengetahuan, berpikir, keyakinan dan emosi memegang peranan penting.

Dari tabel 4.50 dapat diketahui bahwa sikap baik di desa Medan senembah

dan di kelurahan Asam Kumbang adalah dengan penghasilan > Rp 1500.000

sedangkan sikap sedang responden di desa Medan senembah dan di kelurahan asam

Kumbang adalah dengan penghasilan Rp 738.000- 1500.000 dan sikap kurang di desa

Medan Senembah dan di kelurahan Asam Kumbang adalah dengan penghasilan

< Rp 738.000. Sehingga dalam penelitian ini penghasilan dapat mempengaruhi

seseorang dalam menentukan sikapnya karena sikap merupakan kesiapan untuk

bertindak sehingga penghasilan menjadi suatu pertimbangan dalam menentukan sikap

seseorang.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Kalau dikaitkan dengan pengetahuan, umumnya pengetahuan responden

dalam kategori baik sedangkan sikap dalam kategori sedang padahal menurut

Notoatmodjo (2003) dalam penentuan sikap pengetahuan, berpikir, keyakinan dan

emosi memegang peranan penting sehingga dapat dikatakan dalam penelitian ini

pengetahuan responden kurang berpengaruh dalam menentukan sikapnya. Dengan

demikian dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa sikap responden pada tingkat

menerima dan merespon. Menerima diartikan bahwa responden mau dan

memperhatikan stimulus yang diberikan dan merespon artinya memberi jawaban

apabila ditanya ( Notoatmodjo, 2003).

5.4 Tindakan Responden

Tindakan responden adalah tindakan yang dilakukan oleh responden dalam

pengelolaan sampah. Dari tabel 4.58 diketahui bahwa tindakan responden di Medan

Senembah pada kategori baik sebanyak 12 reponden (12,50%), sedang 76 responden

(79,17%) dan kurang 8 responden (8,33%) sedangkan di Asam Kumbang kategori

baik sebanyak 41 responden (42,71%) sedang sebanyak 52 responden (54,17%) dan

kurang sebanyak 3 responden (3,12%).

Pada tabel 4.64 dapat dilihat tindakan responden menurut umur di desa

Medan Senembah tindakan Baik pada kelompok umur 35-39 tahun sebanyak 8

responden (40%) sedangkan untuk kelurahan Asam Kumbang tindakan baik ada pada

kelompok umur 25-29 tahun sebanyak 13 reaponden (68,42%). Dari tabel ini dapat

kita ketahui bahwa tindakan baik umumnya dilakukan oleh responden dengan usia

yang masih produktif. Untuk tindakan kategori sedang di desa Medan Senembah

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
adalah kelompok umur 30-34 tahun sebanyak 23 responden (92%) sedangkan di

kelurahan Asam Kumbang adalah kelompok umur 35-39 tahun sebanyak 13

responden (56,52%). Sedangkan untuk pengetahuan kurang di desa Medan Senembah

umumnya pada kelompok umur 60-64 tahun sebanyak 2 responden (66,67%).

Sedangkan di kelurahan Asam Kumbang pada kelompok umur60-64 tahun sebanyak

2 responden (50%). Secara umum, tindakan responden dalam penelitian ini di Medan

Senembah dan di Asam Kumbang sama-sama dalam kategori sedang .

Pada tabel 4.60 dapat dilihat menurut pendidikan, tindakan baik responden

untuk Medan Senembah adalah dengan tingkat pendidikan Akademi/ PT sebanyak 5

responden (100%), SLTA 4 responden (28,57%), SLTP 2 responden (9,09%) dan SD

1 responden (1,89%) dan Asam Kumbang Akademi/ PT sebanyak 10 responden

(100%), SLTA 14 responden (63,64%), SLTP 9 responden (37,50%) dan SD 8

responden (20%). Dari sini dapat kita lihat bahwa semakin tinggi pendidikan

responden maka akan lebih cenderung untuk bertindak lebih baik karena pengalaman

dan wawasan yang sudah lebih luas. Tindakan sedang di desa Medan Senembah

umumnya adalah dengan pendidikan SD sebanyak 48 responden (90,57%) sedangkan

di kelurahan Asam Kumbang adalah pendidikan SD sebanyak 2 responden (5%).

Tindakan sedang ini umumnya ada pada tingkat pendidikan. Tindakan kurang di desa

Medan Senembah umumnya adalah dengan pendidikan SD sebanyak 4 responden

(7,54%) dan di kelurahan Asam Kumbang juga SD sebanyak 2 responden (5%)

sesuai dengan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tindakan seseorang

dipengaruhi juga oleh pendidikannya karena dengan pendidikan yang rendah

tindakannya cenderung kurang.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
Pada tabel 4.62 dapat dilihat bahwa tindakan baik responden di desa Medan

Senembah menurut penghasilan umumnya adalah penghasilan > Rp.1500.000

sebanyak 6 responden (40%) dan di kelurahan Asam Kumbang umumnya adalah

penghasilan Rp 738. 000-Rp1500.000 sebanyak26 responden (40%). Pada tingkat

penghasilan tinggi dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan tindakan yang

lebih baik. Sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo 2003 bahwa pengaruh sumber-

sumber daya seperti uang terhadap perilaku dapat bersifat positif maupun negatif.

Jika tingkat penghasilan yang baik didukung oleh tindakan yang baik maka

diharapkan dapat terhindar dari permasalahan sampah. Tindakan sedang di desa

Medan Senembah umumnya adalah dengan penghasilan, Rp 738.000-Rp1500. 000

sebanyak 47 responden (85,45%) dan di kelurahan Asam Kumbang dengan

penghasilan Rp.738.000- Rp1500.000 sebanyak 39 responden (60%). Sedangkan

tindakan kurang di desa Medan Senembah umumnya adalah dengan penghasilan

< Rp 738.000 sebanyak 5 responden (19,23%) dan di kelurahan Asam Kumbang juga

dengan penghasilan < Rp 738.000 sebanyak 3 responden (14,29%). Dalam hal ini

dapat dilihat bahwa penghasilan yang baik tidak selalu diikuti dengan tindakan yang

baik karena responden ini mungkin menganggap bahwa permasalahan sampah ini

bukan merupakan permasalahan yang serius. Sesuai dengan teori Health Belife Model

yang menyatakan bahwa individu akan melakukan tindakan apabila mereka merasa

dirinya rentan terhadap suatu masalah dan menganggap masalah ini adalah masalah

yang serius ( Machfoedz, Suryani, 2006).

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pengetahuan responden di desa

Medan Senembah dan di kelurahan Asam Kumbang dalam kategori baik sedangkan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
sikap dan tindakan dalam kategori sedang atau dalam arti pengetahuan yang baik

tidak diikuti dengan sikap dan tindakan yang baik juga. Hal ini terjadi karena perilaku

yang baik tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang baik saja tetapi ada faktor

lain juga yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang seperti kebiasaan/ tradisi,

sikap dan perilaku tokoh masyarakat. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan

oleh Green (1980) yang menyatakan bahwa ada 3 tiga faktor yang mempengaruhi

perilaku yaitu Faktor Predisposisi seperti kebiasaan, tradisi, sikap, pengetahuan.

Faktor Yang memudahkan (Enebling factor) seperti ketersediaan fasilitas. Faktor

yang memperkuat (Reinfocing factor) seperti sikap dan perilaku petugas kesehatan.

(Notoatmodjo, 2003)

Selain karena karakteristik responden di desa Medan Senembah dan di

kelurahan Asam Kumbang yang tidak jauh berbeda, Persamaan hasil penelitian di di

desa Medan Senembah dan di kelurahan Asam Kumbang juga bisa disebabkan oleh

pengaruh geografis karena daerah kelurahan Asam Kumbang khususnya lingkungan

VI merupakan daerah pinggiran kota Medan sehingga masih ada ruang bagi

masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiri dengan cara membakar, menanam

dalam lobang, membiarkan sampah menumpuk di pekarangan / kebun dan ada juga

yang membuang sampah kedalam selokan dan hanya sebagian kecil masyarakat yang

sampahnya diangkut oleh petugas kebersihan sehingga perilaku seperti ini tidak jauh

berbeda dengan perilaku masyarakat desa seperti desa Medan Senembah, karena di

desa Medan Senembah pengelolaan sampah juga dilakukan dengan membakar,

membiarkan sampah menumpuk di pekarangan/kebun, dan membuang sampah

kedalam selokan, sehingga dapat dikatakan bahwa persamaan pengetahuan, sikap dan

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
tindakan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Medan Senembah dan di

kelurahan Asam Kumbang juga karena keadaan geografis kedua daerah tidak jauh

berbeda mengingat bahwa daerah kelurahan Asam Kumbang merupakan daerah yang

berbatasan langsung dengan daerah geografis pedesaan (berkecenderungan sebagai

daerah pinggiran).

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang perilaku masyarakat terhadap pengelolaan

sampah di desa Medan Senembah Kecamatan Tanjung Morawa dan di kelurahan

Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang tahun 2006 dapat disimpulkan sebagai

berikut:

1. Karakteristik responden menurut umur mayoritas responden adalah usia produktip

dan pendidikan responden umumnya adalah pendidikan rendah ( SD) terdiri dari

desa Medan Senembah 55,21% dan kelurahan Asam Kumbang 41,67%.

Responden pada umumnya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga terdiri dari desa

Medan Senembah 68,75% dan kelurahan Asam Kumbang 85,42% dan

penghasilan responden umumnya adalah Rp738.000- Rp1500.000 terdiri dari

responden Medan Senembah 57,29% dan Asam Kumbang 67,71%. Dalam

penelitian ini karakteristik responden dikedua daerah menurut umur, pendidikan,

pekerjaan dan pengasilan adalah sama.

2. Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik tentang pengelolaan

sampah yang terdiri dari desa Medan Senembah 71,87% dan Asam Kumbang

86,46% dan pengetahuan sedang Di desa Medan Senembah 18,75% dan

kelurahan Asam Kumbang 13,54% sedangkan pengetahuan kurang Di Medan

Senembah 9,38% dan Di Asam Kumbangtidak ada. Sehingga dapat kita

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008
simpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden kedua daerah ini adalah sama-

sama pada kategori baik.

3. Sikap responden secara umum adalah kategori sikap sedang yaiti desa Medan

Senembah sebanyak 86,46% dan kelurahan Asam Kumbang sebanyak 92,71%

4. Sebagian besar responden mempunyai tindakan sedang dalam pengelolaan

sampah terdiri dari responden desa Medan Senembah 79,17% dan keluraha Asam

Kumbang 54,71% dan tindakan baik responden Medan Senembah 12,50% dan

kelurahan Asam Kumbang 42,71%. Tindakan kurang responden desa Medan

Senembah 8,33% dan kelurahan Asam Kumbang 3,12%. Dapat kita simpulkan

bahwa tindakan responden dikedua daerah ini sama-sama pada kategori tindakan

sedang.

6.2 Saran

1. Untuk lebih meningkatkan perilaku pengelolaan sampah yang lebih baik maka

diharapkan adanya peran serta dinas kebersihan kota untuk menyediakan

sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat dan sesering mungkin

mengangkut sampah dari tempat pembuangan sampah sementara di

masyarakat

2. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan program kebersihan

ditiap lingkungan

3. Cara pembuangan sampah yang baik dan benar di sosialisasikan kepada

masing-masing daerah, baik di desa maupun di kota oleh instansi terkait.

Lasma Rohani : Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Desa Medan Senembah Kabupaten..., 2007
USU e-Repository 2008

Anda mungkin juga menyukai