Anda di halaman 1dari 4

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Rumah Permanen

Kondisi rumah permanen yang ada di Kelurahan Fatubesi Kota Kupang

termasuk dalam kategori menengah atau belum sepenuhnya memenuhi

kelengkapan rumah sehat dengan rerata skor komponen kelengkapan 60,02 %

lebih baik dari rerata skor rumah semi permanen yang hanya mencapai 51,79

% dan rerata skor rumah temporer yakni 9,58 %, hal ini tentunya karena

rumah permanen merupakan bangunan rumah yang memiliki kelengkapan

konstruksinya secara baik, mulai dari pondasi hingga atap, dengan konstruksi

dinding menggunakan tembok secara keseluruhan.

2. Rumah Semi Permanen

Kondisi rumah semi permanen yang ada di Kelurahan Fatubesi Kota

Kupang termasuk dalam kategori jelek karena belum memenuhi kelengkapan

konstruksi rumah sehat yakni hanya mencapai 51,79 % ini dipengaruhi oleh

karena rumah semi permanen merupakan bangunan rumah yang dari segi

kelengkapan konstruksi cukup baik, mulai dari pondasi hingga atap, dengan

konstruksi dinding hanya setengah tembok dan setengahnya menggunakan

papan/bebak..

1
3. Rumah Temporer

Kondisi rumah temporer yang ada di Kelurahan Fatubesi Kota Kupang

termasuk dalam kategori sangat jelek karena belum memiliki kelengkapan

konstruksi rumah sehat yakni hanya mencapai 9, 58 % ini dipengaruhi karena

rumah temporer yang secara konstruksi dari pondasi hingga atap tidak lengkap

atau hanya bersifat sementara.

5.2. SARAN

Saran-saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Perlunya dibuat suatu standar pembangunan rumah tinggal yang

memperhatikan aspek perencanaan rumah sehat sesuai kondisi wilayah Kota

Kupang, dimana standar ini menjadi acuan bagi semuah pihak yang akan

merencanakan rumah tinggal. .

2. Perlunya pihak Kelurahan untuk melakukan pendataan ulang rumah yang

ada sebagai realisasi penetapan fungsi lahan guna mencapai penataan kawasan

permukiman yang tertib dan sesuai aturan yang berlaku dan secara tegas

memberikan ijin dalam usulan/permohonan mendirikan bangunan yang

sekiranyalahan tersebut tidak pada fungsinya.

3. Perlunya penyuluhan, perencanaan dan perbaikan kembali rumah

penduduk yang belum memenuhi perencanaan rumah sehat dari dinas terkait,

sehingga dapat menciptakan kondisi rumah yang layak dan memadai bagi

masyarakat di Kelurahan Fatubesi Kota Kupang.

2
DAFTAR PUSTAKA

Azrul A. 1990. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan, Mutiara, Jakarta

Biro Pusat Statistik. 2008, Profil Kecamatan Kelapa Lima Dalam Angka 2008.
BPS Kota Kupang.

Budihardjo E. 1987. Perincian Masalah Arsitektur, Perumahan, Perkotaan.


Penerbit Gaja Mada Universitas Press: Jogyakarta

---------. 1997. Tata Ruang Perkotaan. Penerbit ALUMNI/Bandung

Conterius, B.C. 1996. Dampak Sampah terhadap Lingkungan dan Teknologi


Penanganannya serta Upaya Penelitian dan Presentase Swasta dalam
Peengolahannya, di Kota Kupang. Makala disampaikan pada sarasehan
sehari dalam rangka merayakan pengresmian Kota Kupang (25 April
1996). Pusat Studi Lingkungan Lembaga Penelitian Undana: Kupang

Dony P. 2007. Studi Tentang Tingkat Kepuasan Penghuni Terhadap Faktor


Fisik BangunanRSS Kota Kupang. FKIP UNDANA: Kupang

Depertemen Pekerjaan Umum. 2004, Tata Cara Perencanaan Lingkungan


Perumahan di Perkotaan. SNI 03-1733-04. Yayasan LPMB: Bandung

Departemen KIMPRASWIL. 2003. Rencana Pembangunan dan Pengembangan


Perumahan Permukiman di Daerah (RP4D) Kota Kupang Fakta dan
Analisis. Laporan oleh PT Cipta Wahana Nusantara: Kupang

Dwyer, D.J. 1980. People and Housing in the Thierd Word Cities: Perspective
on the Problems of Spontaneous Settlements, Longman Group, Ltd.,New
York

Effendi J. 2008. Perencanaan dan Administrasi Lingkungan. Bahan Ajar


Jurusan pengelolaan Sumber Daya alam dan Lingkungan Pasca Serjana
UNDANA: Kupang

Frick H. 1993. Ilmu Konstruksi Bangunan 2. Kanisius:Jogyakarta

--------- 1993. Arsitektur dan Lingkungan. Kanisius: Jogyakarta

Frick H. dan Bambang FX Suskiyanto. 2002. Dasar-dasar Eko-Arsitektur.


Kanisius dan Soegijapranata University Press: Jogyakarta

Gunawan, Rudi dan FX H. 1982. Pedoman PerencanaanRumah Sehat. Yayasan


Sarana Cipta: Jogyakart

3
Messakh J. J. 2005. Analisa Eko-Arsitektur Bangunan Gedung dan
Lingkungan Fisik Sekolah di Kota Kupang. Pasca Sarjana UNDANA:
Kupang

Koesaeor, Bona Y. 2005. Dimensi Keruangan Kota. Penerbit Universitas


Indonesia Press: Jakarta

Neuferst, Ernst. 2003. Data Arsitektur (cetakan ke-33). Penerbit Erlangga:


semarang

Poerbo M. H. 1994. Utilitas Bangunan, Djambatanm, Universitas Indonesia

---------, 2002. Utilitas Bangunan Buku Pintar Untuk Mahasiswa Arsitektur


Sipil. Cetakan ke-4. Penerbit Djambatan: Jakarta

Sadikin H. 1996. Perumahan,IKIP: Jakarta

Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif Dan R & D. Penerbit


Alfabeta: Bandung

---------, 2007. Memahami Penelitian Kualitatif/ Penerbit Alfabeta: Bandung

Sedearmayanti, Syrifudin H. 2002. Metodologi Penelitian. Penerbit Mandar Maju


Bandung

Suyono 1985. Pokok Bahasan Modul Perumahan dan PemukimanSehat.


Jakarta

Surowiyono, 1982, Dasar Perencanaan Rumah Tinggal. Sinar Harapan, Jakarta

Suratmo, F. Gunarwan. 2002. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan. (cetakan


ke-9). Gadja Mada University Press: Jogyakarta

Tangaro, Dwi, 2004. Utilitas Bangunan. Universitas Indonesia Press: Jakarta

Yudohusodo, Siswono 1991. Rumah Untuk Seluruh Rakyat. LP3ES, Jakarta

http://www.pu.go.id/ITJEN/HUKUM/KM 403-0211.pdf. download 5 Januari


2009 Jam 22.00